Minggu, 18 Agustus 2013
Living Water
Petrus Agung
20130818 Living Water 3
Yeh 47: 1, 6-12

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. (Yeh 47:1)

Then he said to me, These waters pour out toward the eastern region and go down into the Arabah (the Jordan Valley) and on into the Dead Sea. And when they shall enter into the sea [the sea of putrid waters], the waters shall be healed and made fresh. (Yeh 47:8, AMP)

Masa ini seperti Yeh 47. Ada air keluar dari Bait Allah, dan kemanapun air pergi ada kehidupan, memulihKan dan menyembuhan air yang rusak dan asin menjadi tawar, sehingga pohon-pohon tumbuh dan daunnya bisa menjadi obat.

Kemana Bait Allah yaitu diri kita di-arahkan, di situ akan ada kesembuhan dan kehidupan.

Sungai ini mengalir ke timur karena bait Allah menghadap ke timur. Alkitab berkata bahwa begitu kita terima Tuhan, kita adalah bait Roh Kudus. Maka ke mana kita menghadap, aliran sungai Tuhan itu akan mengarah ke sana. Dan apapun yang kita sentuh jadi sembuh dan segar. Air itu tidak dari luar, tapi dari dalam kita.

Sejak klip Iran diputar, timbul standart baru di hati tim yang akan berangkat ke bangsa-bangsa: selain menginjil juga membabtis orang. Sebelum itu belum ada yang membabtis:
Tim India membabtis 1 desa.
Tim Papua Nugini membabtis > 100 orang.
Tim Korea Utara pun akhirnya babtis minimal 16 orang.

Sikap hati semua yang sakit harusnya: kesembuhan itulah yang aku inginkan, maka itulah yang akan terjadi! Tapi jika sikap hati kita: siapa tahu sembuh, maka orang tersebut belum tentu sembuh.

Yoh 4: 4 – Kasih Yesus mengharuskan diriNya melalui Samaria.

tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. (Yoh 4: 14)

Aliran air hidup yang dimaksud Tuhan adalah Roh Kudus. Cara mengaktifkan air kehidupan di dalam kita adalah dengan membiarkan Roh Kudus mengalir dalam hidup kita.

Saat kita arahkan dan angkat hati menyembah kepada Tuhan, maka aliran Roh Kudus mulai mengalir dalam hidup kita, menyentuh bagian yang sakit dan mati, sehingga timbul kehidupan dan kesembuhan. Jika penyembahan ini selalu kita lakukan, maka kuasa Tuhan akan mengalir dalam dan melalui hidup kita.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064

Minggu, 4 Agustus 2013
Niat Hati
Petrus Agung
20130804 Niat Hati
1Sam 14: 1-3
Israel dijajah Filistin dan kondisinya sangat buruk, semua peralatan logam dibuat dan dikontrol oleh Filistin. Yang memiliki senjata hanya tinggal Raja Saul dan Yonatan anaknya.

Saul ada di ujung Gibea, di bawah pohon delima, ada di dekat Migron (jurang yang terjal). Selain masih memiliki senjata, Saul juga punya 600 pasukan, dan disertai imam besar yang memakai baju efod. Imam yang memakai baju efod seharusnya bisa bertanya kepada Tuhan, tapi Saul tidak memerintahkannya. Saul memilih untuk diam, membiarkan dirinya tersudut dan tidak bisa melarikan diri.

Banyak orang Kristen yang di posisi sama: ada problem, tapi tidak menggunakan Firman Tuhan yaitu pedang Roh, tidak pernah sunggu-sungguh menanyakan kehendak Tuhan dalam kehidupannya, cenderung membiarkan semuanya berjalan begitu saja.

Kegerakan menggelar karpet merah juga menghasilkan 2 reaksi. Ada yang berani melangkah walau belum punya pengalaman mengurus paspor, visa, dan belum punya dana. Mereka akhirnya menghasilkan kemenangan bagi Tuhan. Tapi ada juga yang melihat begitu banyaknya rintangan sebelum melangkah, minta diberi berbagai fasilitas tanpa berusaha sendiri..

Yonatan punya senjata, tapi tidak punya baju efod, tidak disertai imam besar. Tapi dia menangkap pesan Tuhan dari perkataan orang Filistin yang menyebut orang Israel sebagai orang Ibrani. Ibrani artinya orang dari seberang. Yonatan ajak bujangnya “mari kita menyeberang” sebanyak 3 kali, maka dia menggenapi destiny-nya. Tindakan Yonatan menimbulkan kegentaran yang dari Tuhan, maka keadaan jadi berbalik.

Saat kita bisa menangkap atmosfir rohani yang Tuhan hembuskan, gerakan kita akan luar biasa.
Keputusan untuk melangkah sesuai destiny kita akan hasilkan terobosan besar dalam hidup kita.

Tokoh Alkitab yang menyeberang:
Abraham menyeberangi sungai Efrat menuju Kanaan.
Yakub menyeberangi sungai Yordan menuju rumah Laban.
Yoshua membawa bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan dan masuk tanah Kanaan.
Elia dan Elisa menyeberangi Yordan.

This Book of the Law shall not depart out of your mouth, but you shall meditate on it day and night, that you may observe and do according to all that is written in it. For then you shall make your way prosperous, and then you shall deal wisely and have good success. (Yos 1: 8, AMP)

This Book of the Law shall not depart from your mouth, but you shall meditate in it day and night, that you may observe to do according to all that is written in it. For then you will make your way prosperous, and then you will have good success. (Yos 1: 8, NKJV)

Buku hukum ini tidak boleh beranjak dari mulutmu, tetapi engkau harus merenungkannya siang dan malam, supaya engkau mempelajarinya dan melakukannya sesuai dengan apa yang tertulis di dalamnya. Karena kamu akan membuat jalanmu berhasil atau berkelimpahan. Kemudian kamu akan bersikap bijaksana dan mempunyai kesuksesan yang baik (terjemahan bebas)

Keputusan kitalah yang membuat jalan kita berhasil dan berkelimpahan: membiarkan diri kita terjepit seperti Saul, atau bertindak seperti Yonatan.

Jangan pernah gentar dengan penolakan manusia, karena kita keturunan Singa dari Yehuda !

Apakah kita takut terhadap masalah, atau masalah yang takut terhadap kita? Setiap kali ada hambatan, kita harus seberangi. Beberapa tim red carpet awalnya mengalami penolakan di negara tujuan, beberapa yang lain diremehkan, tapi mereka tidak takut dan menyerah. Dengan tuntunan Roh Kudus mereka akhirnya membalikkan keadaan, menerobos dan mendapat kemenangan.

Sikap hati kita harus menyerah, tapi langkah-demi langkah kita harus sesuai cara Roh Kudus, karena Tuhan menghargai kehendak bebas kita.

Tindakan profetis: menginjak dompet lalu menyeberanginya.
Selama ini kita dibatasi oleh isi dompet kita, tapi Tuhan mampu memberi kita jauh lebih banyak dari yang kita impikan dan doakan. Seberapa yang kita pikirkan atau doakan, kadang menemui hambatan. Tapi Alkitab berkata bahwa Tuhan memberi jauh lebih banyak dari yang kita pikirkan atau doakan.

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita (Ef 3: 20)

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064

Minggu, 11 Agustus 2013
5 – 2 – 1
Petrus Agung

Setiap kita harus jalan dan dipimpin Roh Kudus hari demi hari. Karena akan ada satu hari saat apapun hasil pergaulan dengan Roh Kudus tersebut akan sangat menentukan kehidupan kita. Dalam menghadapi sebuah situasi, respon orang yang terlatih bergaul dengan Roh Kudus akan sangat berbeda dengan orang yang tidak terlatih.

Mat 25: 14-30 – Perumpamaan tentang talenta
Ada 3 tahapan/ tingkatan dalam kehidupan kita dengan Tuhan

1. Tahap Pendidikan Tuhan
Level di mana si tuan menggali/ meng-explore semua potensi yang ada pada hamba-hambanya. Di level ini terlihat bahwa kesanggupan/ ability mereka berbeda-beda

3 orang di kisah di atas kemungkinan di level yang sama dan salary yang lama. Ini adalah saat mereka dididik oleh tuannya. Di level ini banyak pendidikan dan hal yang tidak enak yang harus dilewati, sehingga menghasilkan sikap hati berbeda di antara orang Kristen.

Sikap hati inilah yang akan menentukan seberapa potensi kita tergali dengan baik dan muncul, dan berikutnya menentukan seberapa besar kepercayaan Tuhan kepada kita

Banyak orang yang tidak mau diajar dan dibawa Tuhan dalam sebuah perjalanan iman karena itu menyakitkan buat dagingnya.

Hari depan kita ditentukan oleh seberapa kita mau dididik oleh Tuhan.

Kesaksian: Raker di Bali.
Di awal raker, yunior mendapat peringatan bahwa mereka diincar iblis. Saat doa peperangan p Agung mendapat pengelihatan ada 3 mayat, maka saat itu juga p Agung memerangi roh maut itu sendiri. Saat 6 hamba Tuhan mendoakan yunior, Bu Iin merasa Samuel dalam incaran iblis.
Hari itu kejadian yang dialami yunior: terkunci di lift dan hampir tenggelam saat berenang di pantai Kuta. Pada kejadian di pantai, Samuel sempat tergulung ombak sampai ke tengah laut hingga kakinya kram. Oleh anugrah Tuhan semua yunior selamat.

Ternyata peristiwa di pantai Kuta digunakan Tuhan untuk mendidik Samuel, sehingga lebih serius dengan Tuhan dan tidak main-main dengan hidupnya. Salah satu hasil didikan Tuhan, saat misi di Malaysia bisa injili 2 orang secara one on one, mengajaknya terima Tuhan Yesus dan kemudian membabtisnya.

Tuhan ingin semua potensi kita keluar dan tergali

Jika kita menanggapi didikan Tuhan dengan baik dan tidak kepahitan, maka kita akan kembangkan diri kita secara luar biasa karena Tuhan. Tapi jika kita menanggapinya dengan sakit hati dan kepahitan seperti hamba yang menerima satu talenta, maka potensi kita tidak akan tergali secara maksimal. Hamba ketiga menyimpulkan bahwa tuannya kejam dan dia diperlakukan tidak adil.

Didikan Tuhan harus diresponi dengan kerendahan hati, bukan dengan marah dan kesombongan.

Ada orang yang saat diberitahukan kesalahannya, maka memberontak, pembelaan diri keluar, maka pada akhirnya orang jadi segan membicarakan kebenaran kepadanya. Akhirnya kejatuhannya tinggal menunggu waktu.

Didikan Tuhan menuntut kejujuran akan keberadaan kita

Saat Naaman diperintahkan mandi di sungai Yordan sebanyak 7 kali dia marah. Alasan sebenarnya adalah kesombongan. Pakaian jendral Naaman menutupi kusta di tubuhnya. Jika mandi di negerinya, dia bisa halangi orang melihatnya mandi. Tapi itu tidak bisa dilakukannya di negara lain.

Jika hidup kita dikendalikan gengsi, maka saat kita harus lepaskan harga diri kita, kita akan mempertahankannya mati-matian, bahkan mencari berbagai alasan untuk membenarkan dirinya.

Kepahitan membuat potensi seseorang tidak berkembang

Kesaksian p Agung:
Saat SMP nilai bahasa Inggris p Agung jelek. Awalnya p Agung menutupi hal itu dengan alasan nasionalisme. Setelah pendidikan Tuhan dilewati, sekarang bahasa Inggris itu menjadi berkat bagi hidup p Agung.

Daud di masa mudanya dilatih Tuhan menghadapi Singa dan Beruang. Tiba-tiba Tuhan beri investasi dalam hidup Daud: mengalahkan Goliat, sehingga nama Daud terkenal di seluruh negeri.

Yusuf sejak kecil harus bekerja di bawah anak-anak gundik Yakub. Saat masuk sumur, rumah Potifar, dan penjara, Yusuf selalu jadi pemimpin. Yusuf tidak punya kepahitan, terbukti dengan memberi nama anak sulungnya Manasye (aku tidak ingat/ I dont remember)

2. Tahap Investasi
Di tahap ini hidup kita akan terlihat berkembang dengan baik.
Pengusaha – maju dan berkembang
Guru – saat mengajar, anak didiknya mengerti
Manajer – leadership-nya terlihat
Hamba Tuhan – ada hal khusus di dalam dirinya yang tidak dimiliki orang lain.

Ada masa Tuhan akan melihat seberapa kita kembangkan investasi Tuhan atas hidup kita.

Dalam Alkitab terjemahan The Messege kisah 5-2-1 di atas berjudul The story about investment – kisah tentang investasi.

3. Tahap Partner
Saat kita lalui tahap kedua dengan baik, maka posisi kita berubah dari hamba yang digaji, kemudian dimodali, akhirnya menjadi partner Tuhan. Artinya kita akan duduk dan memerintah bersama Tuhan.

His master commended him: ‘Good work! You did your job well. From now on be my partner.’ (Mat 25: 21, 23, MSG)

Janda Sarfat diperintahkan Elisa meminta bejana dari tetangganya. Kata meminta juga berarti konsultasi. Maka kita juga harus ber-konsultasi dengan orang yang lebih maju dan cara pikirnya berkembang. Tapi ini hanya terjadi saat kita punya hati yang terbuka dan mau diajari.

Sering kita tidak bisa menerima saran orang lain karena kesombongan kita.

Pengumuman:
Minggu depan di kebaktian pagi dan sore adalah minggu kesembuhan/ healing.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064

Minggu, 28 Juli 2013
Iman dan Kepercayaan Diri
Petrus Agung

And Caleb stilled the people before Moses, and said, Let us go up at once, and possess it; for we are well able to overcome it. (Bil 13:30, KJV)
Kaleb menenangkan hati umat itu di hadapan Musa, dan berkata, mari kita segera naik, dan menguasainya; karena kita sungguh-sungguh mampu untuk menaklukkannya

Dari bahasa asli (Ibrani) penjabaran dalam bahasa sehari-hari, perkataan Kaleb adalah sebagai berikut: Ayo kita berangkat sekarang, dan kita akan berulang-ulang menyerang mereka, sampai kita menaklukkan mereka, karena kita sangat sanggup untuk mengalahkan mereka.

Tuhan suka memberi tugas kepada kita dalam rentang waktu yang pendek dan mendadak. Ini kekuatan yang luar biasa, karena itu membutuh orang yang dalamnya terlatih dengan baik. Saat kita bergerak dengan Tuhan, maka kita tidak bisa jadi penentu waktunya. Sesuatu yang Tuhan perintahkan harus kita kerjakan berulang-ulang sampai musuh habis.

Kesaksian:
Ada seorang ibu dari Papua yang ingin kirim anak perempuannya sekolah di Yogya. Dari mimpinya dia tahu bahwa gereja yang Tuhan tunjukkan adalah GKKD. Anak ini terlalu mengandalkan logika. Suatu kali dia alami kecelakaan tunggal dan koma. Setelah bangun dari koma 1 bulan, ternyata dia amnesia. Saat mulai sadar, anak ini ceritakan pengalaman supranatural-nya selama koma, yaitu bertemu dengan Tuhan Yesus. Yesus ajari anak ini rahasia untuk menjadi kaya: menolong banyak orang miskin.

Seringkali saat Tuhan tawarkan suatu hal kepada kita, kita berpikir terlalu panjang, dan ujungnya kita tidak mendapatkan jatah kita. Saat ada tantangan dan hambatan di hadapan kita, satu-satunya cara adalah seberapa kita percaya bahwa Tuhan Yesus menyertai kita sehingga kita berani menerobos.

Saat kita kenal siapa diri kita di dalam Yesus, dan seberapa Tuhan melihat dan ada dalam hidup kita, maka itu sebuah keajaiban. Karena kita akan melihat Tuhan jauh lebih besar dari masalah kita.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064

Minggu, 28 Juli 2013
Confidence
Keith Johnson

16 mar 2001 Keith di posisi terendah dalam kehidupan: keruntuhan emosional, spiritual, mental, rohani, finansial. Itu adalah hari terburuk dalam hidupnya. Saat keith bertanya pada Tuhan mengapa segalanya terjadi, Tuhan menjawab: “apakah Keith benar-benar ingin tahu ?”. Itu artinya kemungkinan Keith tidak benar-benar ingin tahu, atau jawaban Tuhan mungkin tidak kita diharapkan. Jawaban Tuhan: kurang confidence/ percaya diri

Cast not away therefore your CONFIDENCE, which hath great recompence of reward (Ibr 10:35,KJV)

Jangan lepaskan percaya diri kita, karena itu akan memberi pahala yang besar bagi kita. Kesanggupan mempertahankan confidence kita setiap harinya akan membentuk upah kita di masa depan. Di saat kita mengambil keputusan, itulah saat destiny kita dibentuk.

Reward hanya diberikan kepada sedikit orang, yaitu mereka yang rela melakukan hal-hal yang orang lain tidak mau lakukan.

Seringkali meskipun kita percaya bahwa Tuhan itu maha kuasa, penyembuh, dll; tapi kita tidak percaya kepada diri kita sendiri. Karena kita tidak percaya kepada diri kita sendiri, maka Tuhan kesulitan untuk mempergunakan kita.

Kadang kita seperti raksasa rohani: mengutip Alkitab dan berkhotbah, bernubuat, mendoakan, dan menyembuhkan orang sakit, dll; Tapi kita lemah di jiwa dan pikiran kita. Confidence berkaitan erat dengan kejiwaan (psikologi) kita.

3 kunci yang secara radikal akan mengubah kejiwaan kita, yang akhirnya mengubah destiny

Confidence triangle: self-image, self-esteem

1. Self-image
Sebelum mengubah hidup kita, Tuhan harus mengubah citra diri kita. Self-image adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri. Karunia pertama Tuhan bagi manusia adalah sebuah gambar, karena Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan citra Tuhan. Sehingga Adam merupakan foto diri Allah. Tujuan Tuhan memberikan citraNya kepada manusia adalah supaya manusia sukses dan menang dalam kehidupannya.

Iblis membenci citra diri Allah di dalam manusia, dan berusaha menghancurkannya. Cara iblis dengan membuat manusia meragukan bahwa dirinya benar-benar merupakan citra Tuhan.

Only it must be in faith that he asks with no wavering (no hesitating, no doubting). For the one who wavers (hesitates, doubts) is like the billowing surge out at sea that is blown hither and thither and tossed by the wind. (Yak 1:6, AMP)
Orang yang mendua-hati tidak stabil jalannya, dan tidak terima apapun dari Tuhan.

Iblis ingin curi identitas kita. Karena:
Jika kita tidak kenali siapa diri kita, kita tidak akan pernah tahu apa yang bisa kita lakukan.
Jika kita tidak melakukan yang Tuhan perintahkan, maka kita juga tidak akan mendapatkan hal-hal yang Tuhan ingin kita memilikinya.
Jika kita tidak memiliki hal-hal yang Tuhan ingin kita memilikinya, maka kita tidak bisa menolong orang-orang lain yang harusnya kita tolong.

Saat iblis bisa menghancurkan jati diri kita, maka masa depan kita habis.

Contoh: Kisah Gideon di Hak 6: 12
Panggilan Gideon adalah pemimpin kelas dunia. Tapi hidup Gideon jauh dari potensi maksimalnya. Perkataan Tuhan melalui malaikat mengubah hidup Gideon: Gideon adalah mighty man of valor.
Dalam bahasa Ibrani artinya “prajurit pemenang yang penuh percaya diri” (confidence warrior champion). Champion artinya pribadi super dengan semua atribut seorang pemenang.

We are Gods champion! Kita adalah juaranya Tuhan!

Kata-kata adalah deskripsi dari sebuah gambar. Saat ingin mengubah hidup Gideon, Tuhan mengucapkan perkataan yang menciptakan sebuah gambaran. Gideon melihat ke dalam dirinya: seorang mesin perang, berotot, kuat, pahlawan, dan selalu menang. Yang Tuhan coba lakukan dalam hidup Gideon adalah mengubah cara Gideon memandang dirinya sendiri.

Saat Tuhan berkata kepada kita, Tuhan akan bicarakan potensi kita. Tuhan tidak berbicara tentang siapa diri kita saat ini, tapi apa kemungkinan yang bisa kita capai di masa depan. Tapi apa yang kita ucapkan menunjukkan bagaimana cara kita memandang diri kita sendiri.

Ay 15 – Jawaban Gideon adalah cara Gideon melihat dirinya: orang yang lemah, negatif dan pecundang. Akibatnya Gideon selama ini menjalani hidup sebagai seorang pecundang.

Saat kita tidak punya citra diri, kepercayaan diri, dan mentalitas yang positif, maka itu bisa menghentikan Tuhan memakai kita dengan cara yang luar biasa. Sebelum kita ubah cara berfikir kita, kehidupan kita tidak akan berubah.

Orang yang menggunakan tato sudah memiliki gambaran tato-nya terlebih dulu di pikirannya. Kita memiliki pemikiran tentang diri kita sendiri, dan itu seperti tato. Selama kita belum ubah gambar diri itu, maka hidup kita juga tidak akan berubah. Kerena apa yang kita bayangkan dalam pikiran akan jadi kenyataan pada waktunya.

Pikiran kita membutuhkan gambaran tentang masa depan yang ingin kita ciptakan. Saat Tuhan siap mengubah hidup kita, Tuhan akan mulai dengan mengubah semua gambar diri kita. Kita harus melihat masa depan yang lebih besar, lebih cerah dan lebih cemerlang dari saat ini.

as He is, so are we in this world. (1 Yoh 17B, KJV)

Saat kita fokus kepada Tuhan, maka kita akan menyadari bahwa sebagaimana adanya Tuhan, demikian pula kita, karena kita ada di dalam Dia:
Tuhan itu kasih, maka saya juga kasih
Tuhan powerful, maka saya juga powerful
Tuhan confidence, maka saya juga confidence
Tuhan berfikir besar, maka saya juga berfikir besar
Tuhan itu indah, maka saya juga indah
Tuhan itu cerdas, maka saya juga cerdas.

Rubah gambar batin kita: Kita adalah juaranya Tuhan, prajuritnya Tuhan, pemenang kehidupan !

2. Self – esteem
Self – esteem adalah seberapa besar kita menghargai diri kita sendiri. Kebanyakan orang menilai rendah dirinya. Kita cenderung mengobral/ mengurangi nilai diri kita karena kita membandingkan diri kita dengan orang lain: pendek, tinggi, hidung besar, hidung kecil, warna rambut salah, dll.

Perbedaan kitalah yang membuat kita bernilai mahal. Nilai kita tidak berdasar pada citra tubuh kita, tapi ditentukan oleh Yesus. Kita dibeli dengan darah Yesus yang mahal, itu artinya kita bernilai dan mahal.

Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 kor 6: 20)

Tuhan mengasihi diriNya sendiri, maka Tuhan membentuk manusia sesuai citra diri Tuhan. Maka kita juga harus belajar jatuh cinta pada diri kita sendiri, dan berhenti mencoba meniru orang lain. Karena kita original dan indah.

Saat kita menghargai dan memberi nilai pada diri kita, itu sebuah investasi. Kita akan mengharapkan sesuatu yang lebih, punya standar yang tinggi bagi hidup kita.

Nilai uang kertas dibedakan karena citra/ gambar yang ada di permukaannya, walaupun nilai bahannya sama. Yesus meletakkan fotonya pada kita. Kita sangat istimewa bagi Tuhan.

3. Self – talk
Ubah cara kita berkata-kata terhadap diri sendiri (self-talk). Jika gambar diri kita negatif, bahasa kita tentang diri sendiri juga negatif. Psikologi berkata bahwa 85% inner-dialog kita negatif.

Contoh perkataan negatif: saya tidak akan jadi apapun, saya jelek, saya bodoh, saya tidak bisa, saya kurang pendidikan, dst.

Perkataan negatif menyakiti diri kita sendiri. Itu juga berarti berkata negatif tentang Tuhan yang menciptakan kita, karena kita adalah karya seni Tuhan sendiri.

Let the words of my mouth, and the meditation of my heart, be acceptable in thy sight, O LORD, my strength, and my redeemer. (Maz 19: 14, KJV)

Daud adalah seorang pemenang, dan dia tahu cara menjadi pemenang. Meditation of my heart = renungan hati, kata-kata yang tidak didengar orang lain. Maka arti pernyataan Daud: semua perkataan eksternal dan internal Daud kiranya memuliakan Tuhan.

Dalam diri kita ada sosok pengkritik dan seorang pelatih/ coach. Yang kita beri makan lebih banyak akan berkata-kata lebih banyak.

Banyak orang melihat Tuhan sebagai polisi yang mencari-cari kesalahan kita. Tapi sebenarnya Tuhan adalah pelatih terhebat bagi kita. Tuhan sepenuhnya percaya kepada kita, memberi semangat dan meyakinkan bahwa kita bisa jadi besar, bisa mengubah suatu bangsa, bisa jadi triliuner, bisa sukses.

Selama kita tetap seperti adanya saat ini, kita tidak bisa menjadi seperti yang Tuhan inginkan. Banyak orang sedang menunggu pertolongan kita di masa depan. Maka kita harus serius mengubah diri kita dari dalam.

Tuhan mau ubah kita bukan karena diri kita, tapi karena banyak orang yang akan disentuh karena perubahan kita. Kesanggupan kita untuk merubah diri sendiri membentuk kesanggupan untuk mengubah orang lain.

Tuhan akan pakai kita hari-hari ini sebagai perubah bangsa.

Kita harus serius untuk mengubah diri kita sendiri, karena kita tidak bisa mengubah orang lain: istri, presiden, pemimpin kita. Yang bisa kita ubah adalah diri kita sendiri.

But we all, with open face beholding as in a glass the glory of the Lord, are changed into the same image from glory to glory, even as by the Spirit of the LORD. (2Kor 3: 18, KJV)

Saat kita memandang Tuhan, maka kita sedang diubahkan dari kemuliaan kepada kemuliaan.

Penutup – Petrus Agung
Banyak orang menghancurkan diri sendiri karena perkataan dan cara berfikir yang negatif.
Banyak orang hanya mengumpulkan data, tapi tidak bertindak memulai perubahan.
Untuk memenangkan suatu bangsa, yang terbaik adalah orang-orang sebangsanya. Misi Red carpet datang ke bangsa-bangsa sebagai pembawa api kegerakan, membangkitkan orang-orang lokal untuk mulai bergerak.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064

Minggu, 21 Juli 2013
Api Tuhan dari Generasi ke Generasi
Petrus Agung

Hak 8: 20-21 – Peperangan antara orang Midian melawan Israel yang dipimpin Gideon.
Gideon menang dan menangkap raja-raja lawan: Sebah dan Salmuna. Gideon perintahkan Yeter-anak sulungnya untuk meng-eksekusi raja lawan. Pada masa itu berlaku kebiasaan memilih eksekutor hukuman: orang yang dirugikan atau keluarga dari korban, atau orang yang pangkatnya sederajat dengan orang yang akan di-eksekusi.

Pernyataan Sebah dan Salmuna artinya mereka anggap dirinya sederajat dengan Gideon, dan tidak sederajat dengan Yeter. Saat itu Gideon mau naikkan level Yeter ke level raja-raja setaraf Sebah dan Salmuna. Yeter tidak harus berperang, tapi memperoleh kehormatan yang sangat mudah. Sayangnya Yeter masih muda dan takut, kurang terdidik dan terlatih, bahkan tidak mampu mencabut pedangnya.

Kita tidak pernah tahu kapan promosi Tuhan datang dalam hidup kita, yaitu saat kita harus mengeksekusi sesuatu, yang saat itu dikerjakan akan menaikkan kita ke next level

Generasi penerus kita haruslah orang yang punya api lebih besar untuk bawa Injil ke seluruh dunia

Saat Tuhan beri nama Injil Kerajaan untuk gereja JKI, p Agung tidak pernah menyangka bahwa di tahun ini Tuhan perintahkan gereja pergi ke seluruh dunia secara hurufiah. Menggelar karpet merah adalah kairos Tuhan, di tahun-tahun berikutnya belum tentu Tuhan perintahkan lagi.

Yeter artinya abundance atau kelimpahan. Banyak orang tua yang berfikir bahwa warisan terbaik adalah uang, padahal uang tidak menjamin apapun dan tidak bawa kita kemanapun. Karena Tuhanlah yang akan membawa hingga kita mencapai destiny kita.

Tuhan butuh orang yang tidak sekedar punya uang, tapi orang yang di dalam hatinya ada api Tuhan, yang punya keberanian melakukan apapun yang Tuhan perintahkan.

Seringkali semakin banyak uang kita, semakin uang itu mengontrol kita, dan berat untuk melepaskannya. Banyak orang saat kekurangan bisa memberi kepada Tuhan dengan mudah dan sukacita, tapi saat sudah limpah pertimbangannya jadi banyak.

Kelimpahan tanpa kekuatan dan kemampuan untuk mengeksekusi yang Tuhan perintahkan, akan membuat kelimpahan itu tidak berguna. Tuhan butuh orang-orang yang berdiri dan bertindak dalam nama Tuhan, dan kerjakan apapun dengan tuntas.

1Kor 16: 8-10
Ay 8 – Pentakosta dalam perjanjian lama memperingati turunnya Taurat dan hari panen raya besar bagi orang Israel. Maka pernyataan Paulus bisa diartikan bahwa dia tinggal di Efesus hingga tuaian besar terjadi.
Ay 9 – Di Efesus Tuhan membuka pintu yang lebar dan pekerjaan yang efektif bagi Paulus.

Setiap kesempatan dan kairos yang Tuhan berikan harus kita kerjakan se-efektif mungkin.

Ay 10 – Orang yang mengerjakan pekerjaan Tuhan tidak boleh takut! Karena jika takut maka kita tidak akan bisa mengerjakan apapun.

Di budaya timur, orang yang paling bisa menakut-nakuti kita adalah orang tua. Ada orang yang saat remaja on fire bagi Tuhan, hidup total untuk Tuhan. Kemudian berkat Tuhan turun dan diberkati. Lalu saat punya anak, justru melarang dan menghambat anaknya on fire dengan Tuhan.

Beri pengalaman anak-anak kita untuk berjalan dengan Tuhan, dan jangan takut-takuti

Ay 11 – Paulus meminta jemaat Efesus supaya tidak menganggap rendah Timotius, tapi justru menolong dan memberkatinya.

Dukung anak-anak kita secara nyata dalam keuangan maupun doa, tapi jangan rendahkan mereka.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381 ;
085 727 868 064 (WhatsApp, Line, WeChat, Viber, Kakao)

Minggu, 14 Juli 2013
7 Sumur
Petrus Agung

But whosoever drinketh of the water that I shall give him shall never thirst; but the water that I shall give him shall be in him a well of water springing up into everlasting life. (Yoh 4: 14, KJV)

a well of water = πηγή = pēgē (G4077) = gushing plumply = suatu sumber mata air yang memancar dan menyembur dengan sangat kuat, munculnya tiba-tiba, dalam debit yang besar hingga limpah.

Jika kita minum dari Tuhan, di dalam diri kita akan muncul suatu sumur yang mempunyai mata air yang memancar kuat dan debitnya banyak.

7 sumur yang Tuhan mau berikan pada kehidupan kita:

1. Sumur Ribkah – Sumur kebajikan dan kemurahan yang limpah
Eliezer diutus Abraham mencari istri bagi Ishak, dia membawa 10 unta dan pergi ke Ur-Kasdim. Sesampainya di sana dia minta tanda pada Tuhan: jodoh Ishak adalah yang memberi Eliezer dan semua unta-nya minum. Saat Ribka datang, Eliezer meminta air, lalu Ribka juga memberi minum seluruh unta Eliezer yang baru datang dari perjalanan yang jauh.

Kita harus salurkan kemurahan dan kelimpahan Tuhan kepada banyak orang kemanapun kita pergi.

Kisah seorang keluarga bangsawan yang punya seorang anak laki-laki. Salah satu tukang tamannya meminta supaya anaknya bisa ikut dia bekerja. Tuan itu mengijinkan, padahal di tempat lain hal itu tidak akan terjadi. Suatu hari anak tukang taman yang tidak bersekolah itu menolong anak dari bangsawan itu yang hampir tenggelam. Bangsawan ini menunjukkan kemurahan hatinya dengan membiayai sekolah anak tukang taman tersebut hingga jadi seorang dokter.
Anak bangsawan ini jadi politikus muda, dan suatu kali mengalami sakit dan hampir mati. Yang akhirnya menolong dia adalah anak si tukang kebun yang sekarang sudah menjadi seorang dokter. Politikus itu adalah Winston Churchill yang jadi perdana menteri Inggris di masa perang dunia kedua. Dua kali pertolongan untuk Churchill adalah karena kemurahan hati ayahnya.

Jangan pernah jemu dan letih melakukan sesuatu yang baik bagi orang-orang lain, sekalipun sepertinya semua sia-sia dan tidak terlihat hasilnya. Karena semua kemurahan kita dihitung Tuhan.

Orang yang berbuat baik kepada sesamanya sebenarnya sedang memberkati dirinya sendiri, karena itu seperti meletakkan investasi dalam hidup orang-orang lain, dan kelak akan dapat yang terbaik.

10 ekor unta yang diberi minum oleh Ribka membawa banyak harta. Ujungnya baik unta maupun harta itu jadi milik Ribka dan keluarganya.

Kepahitan, kecewa dan marah akan membuat sumur kemurahan ini tersumbat

Jika kita memiliki sumur kelimpahan dalam hidup kita, maka kita selalu memberi lebih dari yang orang lain duga. Apapun bisa kita berikan untuk memberkati orang lain: uang, senyum, keramahan, doa.

Tidak pernah ada kemurahan yang sia-sia, apapun yang kita tabur akan kita tuai!

2. Sumur Yakub – Kekuatan dan kuasa yang muncul karena cinta
Yakub yang tidak membawa apapun datang ke Laban untuk cari istri, beda dengan Eliezer yang membawa banyak harta. Sumur Yakub ini ditutup oleh batu besar, dan biasanya diperlukan banyak orang untuk menggesernya. Saat melihat Rahel anak Laban, Yakub jatuh cinta, maka Yakub mampu menggulingkan batu itu sendirian.

Sharing dari seorang hamba Tuhan Estonia tentang Mat 7: 21-23. Menurut hamba Tuhan ini mengerjakan perintah Tuhan harus seperti yang Tuhan otorisasikan, dan mengerjakannya karena cinta dan bukan karena sekedar kewajiban.

Hubungan kita dengan Tuhan melibatkan emosi jiwa kita. Kasih selalu melibatkan emosi.

Seorang kekasih perlu mengekspresikan rasa cintanya. Semua hal berat bisa selesai karena cinta. Yesus turun ke dunia karena cintaNya kepada kita. Setiap kali timbul belas-kasihan Yesus, sesuatu yang supranatural.

Hubungan manusia dengan Tuhan hanya bisa berjalan jika ada cinta. Orang Kristen yang hidupnya mencintai Tuhan akan melewati segala hal dengan ringan. Tapi tanpa cinta maka hanya akan jadi beban dan kewajiban.

Semakin besar cinta kita, toleransi semakin besar. Apapun yang diminta kekasihnya akan diberikan dengan sukacita tanpa keluhan. Hujan, banjir, dll tidak pernah jadi masalah.
Begitu orang cinta dengan Yesus maka hal yang sama terjadi: tidak ada hitungan, tidak ada komplain.

Perintah Yesus yang pertama: kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu!
Kita hanya bisa lakukan perintah ini jika kita cinta pada Tuhan

3. Sumur Yusuf – Sumur yang memelihara raja-raja masa depan
Yusuf dicemburui saudara-saudaranya dan akan dibunuh. Tapi Ruben mencegah saudara-saudaranya dan memasukkan Yusuf di sumur kering. Ruben seperti sumur kering, melakukan kesalahan di rumah ayahnya hingga hilang hak kesulungannya, tidak banyak lakukan hal baik kecuali mencegah pembunuhan terhadap Yusuf, dan berencana melepaskan Yusuf. Tanpa sadar Ruben menyelamatkan seorang perdana menteri yang akan diangkat 13 tahun kemudian.

Karena sumur kering ini Yusuf tetap hidup dan tidak mati. Sekian belas tahun kemudian Yusuf itulah yang memberi makan seluruh keluarga besar Yakub.

Walau hidup kita mungkin seperti sumur kering yang tidak bisa berikan apapun kepada orang lain, tapi kita tetap bisa selamatkan orang-orang atau anak-anak di sekitar kita dari kematian rohani, yang siapa tahu kelak mereka jadi pahlawan Tuhan. Memberi tidak harus uang, bisa juga dengan perhatian.

Ada orang-orang yang sampai usia tuanya cinta kepada Yesus, punya api Tuhan. Tapi seringkali anak-anaknya tidak memiliki passion kepada Tuhan, hatinya tidak mengejar Tuhan. Lebih mudah mengajari orang yang punya api Tuhan untuk menyentuh dunia dengan berkat Tuhan, daripada orang yang sudah kuat dunianya ditarik ke Tuhan. Warisan harta kepada anak-anak tidak berguna banyak karena bisa habis dengan cepat.

Warisan terhebat yang bisa ditinggalkan bagi anak-anak adalah memberikan pengalaman rohani dan api Tuhan dalam diri kita, sehingga kelak kualitas mereka tidak lebih rendah dari orang tuanya

Jika kita on-fire dengan Tuhan, maka anak-anak kita harus labih hebat dari kita

Kita harus rindu supaya anak-anak kita melanjutkan api cinta kita pada Tuhan, karena tanggung jawab meng-estafet-kan api kegerakan pada generasi berikutnya ada pada kita.

Tantangan ke-Kristenan adalah apakah generasi berikutnya tetap punya api cinta pada Tuhan

Tuhan bukan benda, sehingga kita tidak bisa memilih untuk on-fire sewaktu-waktu, karena itu adalah hubungan 2 arah antara kita dengan Tuhan.

Jika masa muda kita tidak diisi api Tuhan, maka kita kehilangan hal terbaik di hidup kita. Karena api Tuhan bisa menghasilkan banyak hal jauh lebih dari yang manusia pikirkan

4. Sumur Musa – Sumur percepatan
Musa lari dari Firaun setelah membunuh seorang mandor Mesir. Sesampai di Midian Musa melihat anak-anak Yitro yang diganggu gembala-gembala lain. Musa mengusir pengganggu-pengganggu itu karena rasa keadilan-nya. Kemudian Musa memberi minum domba-domba Yitro sehingga anak-anak Yitro bisa pulang jauh lebih cepat.

Tuhan sedang bergerak sangat cepat, dalam 3 minggu sekian ratus orang sudah dikirim untuk misi ke belasan bangsa.

Percepatan berbicara tentang: apa yang seharusnya belum diterima, Tuhan percepat sehingga bisa kita terima, apa yang seharusnya masih merupakan penantian, tiba-tiba muncul di depan kita.

Percepatan sedang terjadi, mari percaya bahwa kita masuk dalam percepatan Tuhan

5. Sumur Daud – Sumur keintiman dan penyembahan
Daud bergumam ingin air sumur Betlehem, padahal Betlehem sedang dikuasai Filistin. Triwira duduk cukup dekat dengan Daud sehingga mendengar hal itu, lalu mereka pertaruhkan nyawa untuk mengambil air bagi Daud. Daud merasa tidak layak meminum air itu, kemudian taruh itu di mezbah dan mempersembahkannya kepada Tuhan.

Daud tidak pernah perintahkan triwira untuk pergi, tapi mereka mengerti apa yang rajanya inginkan.

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. (Yoh 15: 15)

Banyak orang menunggu perintah baru bergerak. Tapi orang yang punya kedekatan dan keintiman akan berbeda. Dia bisa membaca apapun yang sahabatnya lakukan: intonasi suara, gestur, gerak mata, ekspresi wajah, dll.

Tuhan cari orang-orang yang cukup dekat denganNya, menangkap yang Dia inginkan dengan cepat.

Triwira beri yang precious. Tadinya air diberikan kepada rajanya, akhirnya diberikan kepada Tuhan. Dari perang untuk pemimpinnya, jadi perang Tuhan. Saat air itu diberikan Daud maka ada nilainya. Tapi saat air itu diberikan pada Tuhan, maka nilainya jadi begitu tinggi.

6. Sumur Yesus (Yoh 4: 14) – Sumur lawatan dan kegerakan
Yesus harus melalui Samaria, lalu dia duduk di tepi sumur, dan kemudian minta air sumur kepada seorang wanita Samaria. Yesus membongkar hidup wanita ini, lalu dia kabarkan itu kepada seluruh kota, sehingga seluruh kota datang kepada Yesus. Akhirnya seluruh kota percaya dan diselamatkan Tuhan.

Suatu hari kelak Tuhan akan berikan lawatan yang lebih hebat dalam hidup kita

7. Sumur kita – orang-orang yang memiliki semua sumur di atas
Orang yang punya kebajikan dan kemurahan yang limpah
Orang yang punya kekuatan cinta (the power of love)
Orang yang memelihara raja untuk generasi berikutnya
Orang yang punya sumur percepatan
Orang yang punya keintiman dengan Tuhan
Orang yang membawa lawatan dan kegerakan Tuhan

Altar call:
Para orang tua yang sedang menangisi anaknya yang di arah tidak tepat
Anak muda yang tahu bahwa orang tuanya sedang menangisinya.
Anak muda yang orang tuanya tidak perduli, Tuhan mau jadi orang tuanya.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381

Minggu, 7 Juli 2013
Fenomena
Petrus Agung & Iin Cipto

Dalam KKR Kingdom Explosion akan dibahas 6 tokoh: Musa, Yosua, Yusuf, Daud, Salomo, Paulus. Selama 7 tahun terakhir Tuhan jadikan Bahtera sebagai sebuah fenomena.
Fenomena artinya:
1. Sesuatu yang besar, ajaib dan mengagumkan.
2. Anomali, sesuatu yang tidak biasa dan belum pernah dikerjakan orang.

Fenomena Ilahi adalah sesuatu yang berdampak begitu besar, dikerjakan oleh Roh Tuhan dalam kehidupan kita, tapi sifatnya anomali dan tidak dijumpai referensinya di tempat lain.

Fenomena-fenomena yang Tuhan berikan untuk dialami Bahtera berkaitan dengan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya

1. Orang-orang miskin dibawa masuk ke rumah Tuhan (Luk 14: 21-23) – Petrus Agung
Salah satu tanda jaman bahwa kedatangan Tuhan segera tiba adalah sebuah kegerakan menjangkau orang-orang miskin dan menderita.

Indonesia pernah alami beberapa revival di segmen-segmen masyarakat tertentu:
Tahun 60-an ada kegerakan di So’e, beberapa tokohnya masih hidup.
Pelajar-pelajar SMA disentuh Tuhan, tapi anehnya mahasiswa dan SMP tidak terkena. Hari ini banyak yang jadi pemimpin dan hamba-hamba Tuhan di Indonesia.
Lawatan di kelompok-kelompok pengusaha yang cinta Tuhan.

7 tahun terakhir Tuhan beri perhatian besar kepada orang-orang miskin, akibatnya bahkan saudara-saudara yang miskin dan dari agama lain ikut tertolong. Ini menjadi sebuah reputasi di mata dunia: kelompok yang secara konsisten dan setia menjangkau dan melayani masyarakat yang di bawah: sekolah-sekolah, rumah-rumah singgah, dll.

Tujuan akhir Tuhan: rumahKU harus penuh! Ketika rumah Tuhan penuh, maka segalanya selesai!

“The master said, ‘Then go to the country roads. Whoever you find, drag them in. I want my house full! (Luk 14: 23, MSG)

Kita harus bergerak lebih kuat dari setan dalam hal menarik, menyeret dan menyelamatkan jiwa-jiwa yang miskin dan sakit, dengan kekuatan Roh Tuhan, karena rumah Tuhan harus penuh.

2. Tarian – Iin Cipto
Saat suatu fenomena terjadi ada 2 pilihan: jadi penonton atau jadi pemain.

Ilustrasi tentang tim sepakbola:
Indonesia bisa punya 50 juta suporter yang punya uang, menonton semua pertandingan, pakai kaos bola, hapal semua nama pemain, tapi itu semua tidak bisa membawa kita bermain di piala dunia.
Tapi jika ada 12 orang di Indonesia yang secara konsisten berlatih dan mempertahankan prestasinya, lalu mengalahkan berbagai negara, barulah Indonesia bisa masuk piala dunia.

Fenomena tidak butuh penonton, kita tidak bisa jadi suporter. Pilihan: masuk dalam fenomena, bayar harga, terdidik dan terlatih, atau bukan bagian dari fenomena itu

Menjadi bagian dari fenomena bukan kebanggaan, tapi sebuah kehormatan
Kerinduan kita seharusnya berada tepat di dalam kehendak dan hati Tuhan.

Semua kegerakan-kegerakan di jaman-jaman sebelumnya belum pernah melibatkan tarian profetik. Tarian profetik bukan untuk ditonton, tapi tarian yang membuat setiap sel kita menyembah, memperkatakan dan mempertunjukkan iman.

Alasan Tuhan membangkitkan tarian:
2.1. Membebaskan satu bangsa

Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari. (Kel 15: 20)

Tarian pertama bukan muncul dari penari, tapi dari nabiah, muncul dari seorang nabi yang menangkap hati Tuhan

Tarian ini bukan untuk ditonton, tapi deklarasi kemenangan pembebasan Tuhan atas umatNya: sebuah bangsa keluar dari perbudakan

Tarian yang ditarikan Bahtera akan membawa satu bangsa diselamatkan dan dilepaskan dari perbudakan: kemiskinan, kebodohan, kenajisan, kekotoran.

Tarian Bahtera adalah pernyataan iman yang berkata bahwa satu bangsa sedang diselamatkan

2.2. Membangkitkan generasi yang mencintai dan menangkap hati Tuhan

Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. (2Sam 6: 14)

Tuhan akan jadikan Bahtera sebagai orang-orang yang menangkap hati Tuhan seperti Daud, sedetak, seirama dan seperasaan dengan Tuhan.

Tanda sebelum kedatangan Tuhan yang ke-2 di akhir jaman adalah pemulihan pondok Daud. Bukan pondoknya yang dipulihkan, tapi akan ada orang-orang yang begitu mencintai Tuhan, tidak cukup sekedar memberi uang, sekedar mengangkat tangan, sekedar bernyanyi, karena seluruh sel-nya mencintai Tuhan, dan seluruh sel ingin meng-ekspresikan itu.

Tarian Daud adalah tarian cinta, ekspresi cintanya pada Tuhan

Daud lakukan tarian di fasal di atas bukan saat jadi buronan, atau jadi tentara, tapi saat sudah menjadi raja. Daud tidak lakukan 1 kali saja, tapi hampir setiap hari. Bahkan di usia lebih dari 60 tahun Daud masih menari untuk Tuhan.

Tuhan akan membawa Bahtera ke masa raja-raja yang punya otoritas dan berkelimpahan; tapi bukan generasi yang nyaman, tapi generasi yang rajin : bergerak ke bawah, doa keliling, menari, dll.

2.3. Tarian Bahtera adalah tarian perang

Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam, kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat melihat engkau! Mengapa kamu senang melihat gadis Sulam itu seperti melihat tari- tarian perang? (Kid 6: 14)

Tarian Bahtera adalah tarian perang, tarian yang diurapi dan bisa menembus setiap lini: daerah paling bawah dan miskin hingga istana Presiden, bahkan ke bangsa-bangsa.

Setiap gerakan tarian, banner yang diangkat, jubah yang dikenakan: kita meneriakkan dan mendeklarasikan nama Tuhan.

Apakah hidup kita biasa-biasa saja, atau setiap menit mendeklarasikan kemuliaan Tuhan?

Indonesia di tangan kita, dan kita datang bukan sebagai orang sipil, tapi sebagai tentara utusan Allah yang menduduki, berdiri, berperang, dan merebut kemenangan dari tangan iblis.

2.4. Kesempatan bagi penonton untuk menentukan keberpihakan

What do you want? Name it: Nations as a present? continents as a prize? You can command them all to dance for you, Or throw them out with tomorrow’s trash.” (Mzm 2: 8-9, MSG)

Tuhan perintahkan kita untuk meminta bangsa-bangsa kepada Tuhan, kemudian menyuruh mereka menari. Jika mereka tidak mau, buang mereka ke tempat sampah.

Saat orang-orang ikut menari, maka itu akan menjadi arak-arakan bagi Yesus. Di jaman dulu saat tentara berparade, pilihannya: ikut masuk atau disapu habis

Tari-tarian adalah deklarasi bahwa kita adalah pasukan Tuhan.

3. Membawa Injil ke seluruh bangsa – Petrus Agung
Tahun 1991 adalah berdirinya Jki Injil Kerajaan. Peraturan pemerintah berkata bahwa persekutuan doa tidak boleh diadakan pada hari minggu, maka pilihannya pindah hari, atau berubah jadi gereja. Melalui suatu pergumulan muncul nama dari Tuhan: “Gospel of the Kingdom”. Artinya suatu saat gereja harus membawa kabar Injil ke seluruh bangsa, dan menjadi orang yang mempercepat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya. (Mat 24: 14)

Di jaman yang lalu banyak misionaris dan hamba-hamba Tuhan luar negeri datang dan memberkati Indonesia. Saat ini semua bergeser dan Bahtera ganti pergi dan memberkati bangsa-bangsa lain.

Orang yang meresponi panggilan Tuhan “pergilah” akan hidup dalam kuasa Tuhan dan penyertaan Tuhan. Sebab orang itu akan mengalami terobosan kuasa Tuhan yang luar biasa. Ada kuasa saat kita keluar dan pergi (The power of going)

Saat kita tidak bergerak kemana-mana dan hidup nyaman dalam rutinitas, maka bahayanya: kematian rohani, atmosfir rohani yang mematikan dan melumpuhkan iman dan karunia rohani. Yesus tidak bisa melakukan mujizat di Nazaret karena ada lingkungan yang menolakNya.

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” (Mat 13: 57)

Saat kita bergerak keluar maka akan terjadi mujizat, dan kita jadi orang yang berbeda

Pengalaman tokoh Alkitab:
Musa di Median, berjumpa Tuhan, kembali ke Mesir dan membawa bangsa Israel keluar.
Yosua tidak terkenal di Mesir, baru dikenal setelah memimpin orang Israel membelah sungai Yordan dan menaklukkan tanah Kanaan.
Yusuf dapatkan jubah penguasa yang sebenarnya didapat Yusuf di Mesir.
Daud tinggalkan kambing-domba gembalaannya untuk kemudian mengalahkan Goliat. Justru saat Daud di rumah dan tidak pergi, justru timbul masalah dengan Batsyeba.
Paulus membawa Injil masuk ke Eropa, di kemudian hari Injil dibawa orang Eropa ke seluruh dunia. Paulus tahu bahwa dia dipanggil untuk memberitakan Injil kepada orang tidak bersunat.
Hikmat dan perdagangan Salomo menyebar dan menjangkau seluruh dunia.
Kitab Daniel ditulis di Babel
Nehemia jadi juru minuman raja, merelakan jabatannya untuk kembali ke Israel.
Kisah Ester dan Mordekhai saat mereka ada di pembuangan
Yesus sejak kekal bersama BapaNya. Saat datang ke dunia, sengsara, mati dan bangkit bagi kita, naik ke surga, dan jadi Raja di atas segala raja.

Mereka semua hebat bukan ketika di rumah mereka, tapi saat mereka pergi.

But ye shall receive power, after that the Holy Ghost is come upon you: and ye shall be witnesses unto me both in Jerusalem, and in all Judaea, and in Samaria, and unto the uttermost part of the earth. (Kis 1: 8, KJV)

Ada yang berkata bahwa Injil dikabarkan dalam tahapan: Yerusalem, lalu Yudea, lalu Samaria, lalu barulah ujung bumi. Tapi tenses kalimat perintah Yesus tersebut seharusnya berarti mengabarkan Injil: ke Yerusalem, disaat yang bersamaan ke Yudea, disaat yang bersamaan ke Samaria, disaat yang bersamaan ke ujung bumi. Artinya semua dilaksanakan bersamaan. Karena jika bertahap seperti yang dikatakan banyak orang, maka Injil sampai saat ini belum keluar dari Yerusalem.

Orang yang menolak misi ke bangsa-bangsa kebanyakan tidak pernah melakukan penginjilan.

Rasul-rasul mulai pergi saat ada aniaya di Yerusalem. Kita tidak perlu alami aniaya untuk menuruti perintah Tuhan: pergilah! Kita tidak perlu alami aniaya untuk pergi ke bangsa-bangsa, tapi kita pergi karena cinta pada Tuhan.

Proyek red carpet membuktikan bahwa:
Bahasa Inggris yang baik tidak diperlukan, karena yang kita jangkau juga tidak bisa bahasa Inggris dengan baik.
Dana bukan halangan, justru jadi tempat latihan untuk beriman di bidang keuangan. Bahkan gereja tidak menyediakan dananya, semua dari iman masing-masing yang berangkat.

Injil Yesus Kristus harus diberitakan ke seluruh dunia, baru tiba kesudahannya.

4. Tindakan profetis – Iin Cipto
Saat manusia jatuh dalam dosa, Tuhan buat jubah untuk manusia dari bulu domba. Inilah tindakan profetis pertama yang dibuat Tuhan sendiri. Persembahan Habel adalah tindakan profetis dari hal tersebut, dan kemudian korban bakaran sejak jaman Musa.

Tindakan profetis seperti menaikkan iman dan ketaatan kita kepada Tuhan

Tindakan profetis yang dibuat Tuhan Yesus:
Babtisan
Perjamuan Kudus

Tindakan profetis seperti tindakan menekan sebuah tombol: di tekan di satu titik, terjadi sesuatu di tempat lain. Contohnya kota Yerikho dikelilingi 13 kali, kemudian tembok itu runtuh.

Setiap kali kita berdoa dan melakukan tindakan profetis, itulah saat perjanjian kita dengan Tuhan diingatkan.

Kingdom explosion hanya bisa terjadi saat ada persatuan, semua menjadi kesatuan, sederap, selangkah, tidak ada yang menjadi penonton, hingga seluruh dunia diselamatkan.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381

Minggu, 7 Juli 2013
Ibrani
Petrus Agung

Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal dekat pohon- pohon tarbantin kepunyaan Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman- teman sekutu Abram. (Kej 14: 13)

Saat Tuhan pertama kali berbicara dengan Abraham diawali dengan kata pergilah (lekh-lekha), artinya orang yang dipimpin-disertai-dipakai Tuhan sejak kecil hingga besar, dan melebihi orang-orang lain. Juga berarti orang yang mau dididik Tuhan, atau punya teachable heart.

Tuhan menjamin setiap orang yang meresponi pengutusanNya untuk dibawa naik hingga lebih dari kebanyakan orang lain, dan tidak sekedar berputar-putar.

Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah. (Gal 3: 29)

Berkat yang diterima Abraham seharusnya juga menjadi jatah dan milik kita.

Abraham disebut orang Ibrani. Ibrani = עברי = ‛ibrîy (H5680) , artinya:
1. The one from beyond – seseorang yang dari seberang. Artinya bukan dari daerah setempat.
2. The one from the other side – seseorang yang berasal dari sisi lain
3. The one who cross over – seseorang yang menyeberangi

Orang Ibrani artinya saat orang melihat kita dan yang kita kerjakan, dan orang menyebut kita sebagai bukan orang biasa, tapi orang istimewa.

Warisan Abraham yang kita terima bukan sekedar harta.

Orang Ibrani adalah orang yang berani keluar dari zona nyamannya, kebiasaan dan tradisi, melakukan lebih dari orang biasa lakukan (extra ordinary)

Secara daging: dalam 3 minggu muncul sebuah pasukan Gideon yang luar biasa.

The power of going – ada kuasa saat kita melangkah/ pergi.

Saat kita tidak bergerak kemanapun, hidup nyaman dalam rutinitas yang baik, maka bahayanya: kematian rohani. Ini dialami Yesus sendiri.

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” (Mat 13: 57)

Orang yang tidak pernah berani keluar dari zona nyamannya, dia tidak akan mengalami mujizat. Yesus tidak dapat membuat mujizat di Nazaret karena lingkungan yang menolak Dia. Bahkan Yesus hampir dilemparkan ke dalam jurang (Luk 4: 29).

Saat bergerak keluar sesuai perintah Tuhan, maka terjadi mujizat dan kita jadi orang yang berbeda

Contoh the power of going:
Abraham tidak jadi hebat saat di Ur Kasdim dan Haran. Begitu Abraham meninggalkan Haran dan masuk tanah Kanaan, barulah dia jadi terkenal dan jadi leluhur 3 agama besar dunia.
Ishak jadi semakin kaya saat tinggal di Gerar, Filistin.
Yakub mendapat kekayaannya di rumah Laban.
Yusuf dapatkan jubah penguasa yang sebenarnya di Mesir.
Israel jadi bangsa yang besar bukan di Kanaan, tapi di Mesir.
Kitab Daniel mengisahkan nabi Daniel saat di Babel, bukan di Israel.
Kisah Ester dan Mordekhai terjadi bukan di Israel, tapi di negri pembuangan.
Nehemia adalah juru minuman raja, dia keluar dari kenyamanan maka ada kisah Nehemia.
Yunus dikenal karena kisah di Niniwe.
Daud pergi kemana-mana. Saat di rumah malah timbul masalah: melihat Batsyeba mandi.
Yesus jadi RAJA di atas segala raja ketika turun ke dunia, jadi manusia, sengsara dan bangkit.

Tuhan perintahkan kita untuk pergi, sebenarnya bertujuan membuat kita jadi besar !

Semua Nazaret kita hanya meruntuhkan dan membuat kita tidak percaya. Salah satu cara Tuhan mendewasakan adalah proyek “menggelar karpet merah”. Semua bergerak dengan biaya sendiri dan bukan dari gereja. Mereka berdoa, bergumul, dan beriman hingga semua dana cukup. Mereka yang pulang dari misi ini menjadi orang yang berbeda dan luar biasa.

Tuhan perintahkan kita pergi bukan untuk menyengsarakan kita, tapi Dia hendak membuat kita jadi besar. Jatah penginjilan ke bangsa-bangsa seharusnya untuk Petrus, tapi karena bergumul dengan Taurat, maka jatah Petrus Tuhan pindahkan pada Paulus.

Secara teologia Yesus berkata untuk kabarkan injil: ke Yerusalem, disaat yang sama ke Yudea, disaat yang sama ke Samaria, disaat yang sama ke ujung bumi. Jika diartikan bertahap Yerusalem lebih dulu baru ke Yudea, baru ke Samaria, dst, maka Injil sampai saat ini belum keluar dari Yerusalem.

Orang yang menolak misi ke bangsa-bangsa kebanyakan tidak pernah melakukan penginjilan.

Di Alkitab ada 2 pilihan supaya orang pergi menginjil: sukarela atau dipaksa karena aniaya. Rasul-rasul mulai pergi saat ada aniaya di Yerusalem. Kita tidak perlu alami aniaya untuk menuruti perintah Tuhan: pergilah, tapi kita pergi karena cinta pada Yesus.

Hidup kita akan berubah saat kita berani menerima tantangan Tuhan
Tuhan sering menantang kita, supaya kita tumbuh semakin ajaib, kuat dan luar biasa.

Kita harus membiasakan diri memiliki mental: “berani karena Tuhan”. Selama kita terus diyakinkan jiwa kita, bahwa kita tidak bisa, maka Tuhan tidak bisa lakukan apapun dengan kita dan tidak akan kemana-mana.

Saat kita bergerak, Tuhan akan pelihara kita, karena kita adalah orang Ibrani: a man from beyond
Saat injil diberitakan ke seluruh dunia, barulah akan tiba kesudahannya.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);

Minggu, 30 Juni 2013
The Blessing of a Covenant Marriage Family
Larry Keffauver

Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.
Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel–juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat! (Mal 2: 13-16)

Perjanjian (covenant) menggambarkan hubungan antara Tuhan dengan umatNya. Tapi Alkitab juga menjelaskan bahwa Tuhan mengharapkan kita memiliki hubungan perjanjian (covenant relationship) satu sama lain di dalam pernikahan, keluarga, mengasuh anak dan di dalam gereja, seperti covenant kita dengan Tuhan.

Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. (Yer 31: 33)

Tuhan akan menuliskan perjanjianNya di pikiran dan hati kita.

Tuhan adalah pusat perjanjian (covenant) :
Dia menciptakan, mempertahankan, menyembuhkan, memulihkan, dan menjagai perjanjian itu

Gambaran covenant seperti sebuah segitiga, Tuhan berada di puncaknya, kita di salah satu sudut, dan di sudut lain adalah orang yang memiliki covenant dengan kita:
Tuhan – suami – istri
Tuhan – orang tua – anak
Tuhan – gembala – jemaat
Tuhan – saya – anda

Tuhan tidak pernah memutuskan perjanjian, dan Tuhan adalah penjaga perjanjian.

Dalam perjanjian kita dengan Tuhan melalui Yesus, Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita keluar dari perjanjian itu. Dan Tuhan berharap kita juga menjadi penjaga perjanjian itu.

Pernikahan bukanlah kontrak, tapi perjanjian. Karena kontrak bersifat sementara, tapi perjanjian bersifat seumur hidup. Artinya kita tidak bisa menyingkirkan pasangan kita begitu saja, dan Tuhan mengharapkan hubungan kita berhasil.

Tuhan ingin kita mempunyai pernikahan yang berhasil, keluarga yang berhasil, hubungan antar sesama yang berhasil

7 kualitas hubungan yang Tuhan harapkan, dan ini berlaku untuk semua covenant :

1. Saling komunikasi (comunnicate)

Kita harus berkomunikasi, tapi juga harus memilih kata-kata yang diucapkan. Gunakan lidah kita untuk memberkati dan bukan mengutuk, saling mengucapkan kata-kata yang membangun, cepat mendengar tapi lambat untuk marah.

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; (Yak 1: 19)

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya (Ams 18: 21)

2. Saling meneguhkan (affirm) dan menerima (accept)
Kita sering ingin merubah pasangan hidup kita menjadi sesuatu yang kita sukai, padahal seharusnya kita menerima dia apa adanya. Kita tidak bisa mengubah pasangan kita! Maka jangan berdoa minta Tuhan untuk mengubah pasangan kita, tapi minta Tuhan mengubah kita. Jika ada masalah dalam hubungan suami istri, kita harus berani berkata “akulah masalahnya”.

Kita harus menerima satu-sama lain seperti Kristus sudah menerima kita.

Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah (Rm 15: 7)

Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan. (1Tes 5: 11)

Singkirkan roh penghakiman dan kritik, baik dalam pasangan suami-istri, dalam hubungan orang tua-anak, dalam persahabatan, juga di dalam Tubuh Kristus.

Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. (Mat 7: 1)

Tubuh Kristus harus bebas dari roh kritik dan menghakimi

Seringkali pengkritik terbesar kita adalah dari sesama orang Kristen dan bukan dari kelompok lain.

3. Persetujuan/ kesepakatan (agreement)

Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? (Am 3:3)

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. (Mat 18: 19)

Persetujuan ini artinya dua pihak yang terlibat dalam covenant setuju dengan Tuhan dan melakukan dengan cara Tuhan. Mencoba membuat salah satu pihak menyetujui pendapat pihak yang lain bukanlah persetujuan/ kesepakatan.

Saat semua yang terhubung dalam covenant setuju dengan Tuhan, maka Tuhan akan membuat yang tidak mungkin jadi mungkin.

4. Berdoa bersama-sama (pray together)

Pray without ceasing. (1Tes 5: 17, KJV)

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, (Ef 6: 18b)

Setiap hari ps Larry awali doanya dengan doa ini:

Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. (Luk 18: 13b, TB) God be merciful to me a sinner. (KJV)

Kata belas-kasihan = mercy (Inggris) = חסד = chêsêd (H2617) = Tuhan mencurahkan semua kepada kita: anugerah, pengampunan, kebaikan hati.

Saat kita memohon belas-kasihan (mercy)maka sorga mencurahkan semuanya

5. Pengampunan (forgiveness)

Ampunilah kami dari kesalahan kami, seperti kami sudah mengampuni orang yang bersalah kepada kami. (Mat 6: 12)

Kita punya potensi untuk saling menyakiti, terutama pada orang yang saling mengasihi, dan seringkali tanpa sengaja. Saat kita di-tempelak Roh Kudus tentang kesalahan kita dalam suatu relasi, kita harus meminta ampun kepada pasangan/ rekan tersebut.

Salah satu cara menjaga covenant adalah mengampuni pasangan/ partner kita, bahkan sebelum yang lain bertobat

6. Kasih tanpa syarat (unconditional love)

Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. (1Yoh 4:19)

Kasih (1Kor 13: 1-13)

Mengasihi bukan sesuatu yang emosional, tapi adalah keputusan dan kehendak kita

7. Kepercayaan (trust)

Kasih adalah pemberian, tapi kepercayaan didapat melalui usaha

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan (Ams 31: 10-11)

Cara membangun kepercayaan dalam hubungan perjanjian (covenant relationship) :

dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus. (Ef 5: 21)

Dasar supaya hubungan perjanjian (covenant relationship) berhasil, dan semua kualitas di atas bekerja adalah: saling melayani

Tanyakan pada yang memiliki hubungan perjanjian dengan kita: bagaimana saya bisa melayani anda?
Kepada Tuhan
Suami kepada istri, dan istri kepada suami
Orang tua kepada anak-anak, dan anak-anak kepada orang tuanya
Antar anggota gereja
Gembala dan jemaat

Saat kita siap mau menjadi pelayan dalam hubungan perjanjian kita, Tuhan akan memelihara perjanjian itu, dan akan mengangkat kita

Penutup
Dalam kisah perjamuan Kana, persoalan terbesar ada di pundak pengantin baru. Tapi mereka tidak mengerti persoalannya, dan persoalan itu Tuhan selesaikan.

Banyak hal yang tanpa kita tahu nyaris menggilas hidup kita.

Tahun 1993 Tuhan larang p Agung berkhotbah di luar, hanya melayani di dalam gereja. Ternyata sepanjang tahun 1993 ada pihak-pihak yang mengawasi dan akan menangkap p Agung. Masalah ini karena p Agung bercerita di Jerman tentang mimpinya bahwa akan adanya pergolakan di Indonesia. P Agung baru tahu masalahnya setelah kasus ditutup.

Yesus mengendalikan yang kita tahu dan yang kita tidak tahu dan sadari, termasuk masa depan kita

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,790 other followers