Minggu, 27 Oktober 2013
Wealthy Healthy
Petrus Agung

Saat berbicara kelimpahan, ada orang yang tidak suka. Mungkin karena sangat limpah sehingga tidak perlu dengar lagi, atau selama hidupnya tidak bisa meraih kelimpahan.

Dampak kemiskinan:
Universitas Havard, Princeton, dan Worwick melakukan riset terhadap orang-orang yang penuh kekuatiran, terutama karena tagihan yang harus dibayar. Kekuatiran itu ternyata menyita banyak porsi bagian pikiran kita, bahkan orang bisa kehilangan 13 poin dari IQ. Artinya kekuatiran membuat kemampuan otak kita menurun/ drop.
Dampak kerusakan yang dihasilkan kemiskinan: anak yang hidup dalam keadaan kekurangan di usia 9-10 tahun, ada bagian otaknya yang terkena serangan, yaitu otak yang bertugas menyelesaikan masalah (problem solving).
Kamboja setelah perang saudara dilanda kemiskinan. Ada seorang misionaris Korea melayani di Pnom Penh. Suatu pagi dia melihat seorang ibu dan anak perempuan berusia 12 tahun tidur di emperan toko, lalu datang seorang tukang becak, membayar sejumlah Rp 3000,- kepada si ibu, lalu memperkosa anak kecil itu. Misionaris ini tidak punya solusi. Peristiwa ini meremukkan hatinya dan kemudian memutuskan balik ke Korea.

Di sisi lain jika kita fokus hanya mencari kekayaan, maka hidup kita juga akan sama rusaknya.

Kita membutuhkan pengertian dari Tuhan, sehingga kita diberkati tapi sehat secara rohani.

3 Yoh 1: 1-8
Surat 3 Yohanes adalah surat ucapan terimakasih kepada Gayus, anak rohani rasul Yohanes. Saat ada rombongan hamba Tuhan mengunjungi kotanya, Gayus menerima dan men-support hamba-hamba Tuhan ini. Saat pulang, rombongan hamba-hamba Tuhan ini bersaksi tentang dukungan dan pertolongan Gayus, dan itu menggerakkan rasul Yohanes untuk menulis surat ini.

Beloved, I wish above all things that thou mayest prosper and be in health, even as thy soul prospereth. (3 Yoh 1:2, KJV)

Salah satu alasan Yohanes menggabungkan 2 kata ini: kelimpahan dan sehat, karena banyak orang yang menikmati kelimpahan, tapi tidak sehat. Tuhan ingin kita menikmati berkatNya, tapi menikmatinya dengan cara yang sehat. Tuhan tidak mau berkatNya menghancurkan kita.

Tuhan mau kita wealthy dan healthy di saat yang sama

Cara menikmati berkat dengan sehat:

1. Berkat adalah bekal kita untuk menuju destiny kita.
Kata limpah/ prosper artinya sebuah pertolongan untuk perjalanan kita (to help on the road).

Kekayaan yang Tuhan berikan kepada kita tergantung seberapa jauh perjalanan kita, dan seberapa besar kebutuhan kita untuk menempuh perjalanan bersama Tuhan itu.

Setiap kita punya tujuan/ destinasi. Orang yang bergerak tanpa visi dan tujuan Tuhan akan binasa.

Where there is no vision, the people perish (Ams 29: 18, KJV)

Setiap orang percaya seharusnya bertanya kepada Tuhan : apa tujuan hidup kita ke depan. Saat kita dapatkan dan melangkah untuk menuju destiny, saat itulah Tuhan menolong dan memberkati kita.

Di tahun 1998 jemaat JKI sekitar 700 orang, gereja sudah 7 tahun. Selama 7 tahun gereja dibiarkan berkembang dengan sendirinya. Suatu hari pdt Kong Hee dari Singapura datang. Dia bertanya jumlah jemaat Jki, dan berapa jumlah jemaat yang p Agung inginkan di tahun berikutnya. P Agung seperti dipaksa untuk menjawab, dan dijawab 2000. Kemudian ps Kong Hee mengajak p Agung bersepakat dengan p Agung: 2000 jiwa sebelum th 2000. Natal 1999 di HS yunior jumlah jemaat hadir 2000 lebih.

Semua yang Tuhan beri untuk JKI adalah bekal, seperti orang yang akan lakukan perjalanan beberapa waktu lamanya ke tempat yang jauh. Jika kita mau ambil dan jalani jatah yang besar, maka Bapa yang baik akan membekali kita.

Contoh: antara mendaki gn Everest dibanding gn Brintik. Biaya dan persiapannya beda.

Untuk menggapai destiny yang besar, kita tetap harus memulai dari level yang paling bawah, dan terbukti bisa dipercaya. Tuhan tidak keberatan memberkati anak-anakNya. Tapi itu adalah bekal/ uang saku bagi anak-anakNya. Arah tujuan kita menentukan bekal yang akan Tuhan sediakan.

Saat red carpet dicanangkan, dananya belum ada. Begitu jemaat melangkah, maka ada terobosan.

2. Aniaya mendorong kita maju menuju destiny kita.

Jawab Yesus: ” Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki- laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak- anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki- laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. (Mrk 10: 29-30)

Salah satu pengertian kata “aniaya” adalah: mendorong maju (push forward).
“Aniaya” yang menyertai berkat bertujuan supaya kita bisa berlari cepat menuju garis akhir.

Contoh “aniaya” :
Peraturan orang tua: anak tidur jam 8 malam supaya besok bisa bangun pagi. Tapi karena banyak tugas, baru tidur jam 9. Esoknya si anak tetap bangun pagi dengan sehat. Maka orang tua akan mentoleransi pelanggaran itu, karena tujuannya tercapai.

Aniaya adalah ketika kita didorong situasi sehingga berlari cepat dan mencapai garis akhir kita.
Aniaya tidak diperlukan jika saat diberkati, kita bisa tetap lari dengan cepat, walau tanpa didorong.

Contoh lain: Dalam pacuan kuda, joki mencambuk kuda supaya bisa berlari dengan cepat.

Nikmati berkat Tuhan, tapi tetap berlari menuju tujuan/ destiny kita. Aniaya hanya terjadi adalah saat kita terhenti.

3. Semua yang kita miliki harus ber-echo
Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (Mat 25: 29)

Kata “punya” berasal dari kata Yunani echo/ gema

Arti “mempunyai” di mata Tuhan bukanlah “kita memiliki bagi diri kita sendiri”,
tetapi “milik kita yang ber-echo/ berdampak/ bergema dan punya arti bagi orang lain”.

Orang muda yang kaya datang kepada Yesus. Yesus bertanya tentang 6 perintah Allah yang berhubungan dengan manusia. Orang muda ini sudah mengerjakan semua sejak masa mudanya. Yesus berkata kekurangannya: menjual seluruh hartanya, lalu memberikannya kepada orang miskin. Ini karena semua hartanya tidak pernah menyentuh dan memberkati sesamanya.

Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang (Why 3: 17b)

Jemaat Laodekia disebut Tuhan miskin dst karena apapun yang mereka miliki tidak ada echo-nya.

Kekayaan dimulai dari jiwa dan mentalitas kita. Jika yang kita punyai bisa ber-echo dan memberkati orang lain, maka jiwa kita kaya.

Dalam kisah Zakeus, Yesus berkata bahwa keselamatan ada di rumah Zakeus. Ini karena Zakeus berubah: dari pemeras jadi orang yang memberkati orang lain.

4. Pencobaan yang kita alami bertujuan mengukur kapasitas kita
Yak 1: 1-4
that ye may be perfect and entire, wanting nothing (Yak 1: 4b, KJV)

Ujungnya: hidup dalam kelimpahan dan tidak kekurangan apapun yang baik.

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan (Yak 1: 2)

Awalnya: bersikap bahagia saat menghadapi berbagai pencobaan
Kata “pencobaan” artinya tes yang bertujuan mengukur daya tampung seseorang (kemampuan untuk menerima secara kuantitas)

Holy Stadium mempunyai 299 tiang pancang, masing-masing masuk 31-32 m ke dalam tanah. Pemasangan tiang pancang suaranya saat berisik. Setelah selesai, ada uji kekuatan (loading test) untuk setiap titik tiang pancang. Caranya dengan memberikan beban yang berat di atas tiang pancang. Tujuan test ini untuk mengukur kekuatan tiang pancang untuk mengangkat beban. Setelah lulus loading test, barulah pembangunan dilanjutkan.

Tuhan bisa memberkati dengan mudah. Tapi apakah berkat itu membuat kita ternggelam atau tidak?

Saat mengalami ujian apapun, Alkitab berkata bahwa itu kebahagiaan, ucapkan syukur, dan biarkan Tuhan mengukur seberapa kita bisa dipercayai.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:

http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Minggu, 20 Oktober 2013
Echo
Petrus Agung

Mat 14: 13-21 – peristiwa lima roti dan dua ikan.
Hal-hal yang membuat Tuhan Yesus melakukan mujizat multiplikasi / pelipatgandaan pada hari itu:

1. Becoming more than ourself
Yesus sebenarnya tidak merencanakan mengajar, apalagi memberi makan banyak orang. Tapi karena orang berbondong-bondong mengikuti Dia, hati Nya tergerak oleh belas kasihan, dan menyembuhkan semua yang sakit. Yesus dan para murid melayani mereka sepanjang hari, bahkan belum sempat makan dan beristirahat.

Saat hari mulai gelap, murid-murid melihat orang banyak kelaparan, dan tidak ada cukup biaya untuk membelikan makanan bagi semua orang. Maka kemudian keluar pernyataan emphaty dari para murid untuk orang banyak: menyuruh orang banyak pergi sehingga bisa membeli makan.
Saat itulah Tuhan meminta para murid memberi orang banyak itu makan.

Mukjizat pelipatgandaan terjadi ketika kita mau menjadi sesuatu yg lebih dari sekedar kebutuhan diri kita sendiri (becoming more than ourself).

Untuk makan bagi Yesus dan para murid tidak diperlukan mujizat pelipatgandaan. Tapi untuk memberi makan ribuan orang, maka mujizat pelipatgandaan diperlukan.

Banyak orang minta diberkati. Tapi sebelum kita lepas dari penjara diri sendiri/ self : kepentinganku, kebutuhanku, keinginanku; maka kita tidak pernah bisa menikmati multiplikasi dari Tuhan.

2. Echo
And they say unto him, We have here but five loaves, and two fishes (Mat 14: 17, KJV)

Kata ada artinya punya/ memiliki. Frase “orang yang punya” atau “orang berada” di berbagai bahasa diartikan sebagai orang kaya.
punya = have (english) = ἔχω = echō (G2192)

Latar belakang kata “echo” dari mitologi Yunani. Dewi ini hanya bisa berbicara menirukan suara orang lain (menggemakan). Dewi ini jatuh cinta kepada dewa Narsisius yang tampan. Dewa Narsisius jatuh cinta pada dirinya sendiri saat melihat pantulan wajahnya di air. Dari sinilah asal kata narsis.

Mujizat pelipatgandaan terjadi saat kita memiliki sesuatu yang bisa ber-echo/ bergema / bergaung

Contoh: Ipad di tangan p Agung, di mata Tuhan belum tentu dipunyai p Agung. Saat Ipad itu digunakan untuk belajar Firman Tuhan dan menyampaikan pesan Tuhan kepada jemaat, barulah Ipad tersebut mempunyai echo. Saat itulah barulah di hadapan Tuhan p Agung mempunyai Ipad.

Saat yang Tuhan berikan kepada kita tidak mempunyai gema kepada orang lain, Tuhan menganggap kita tidak memilikinya.

Lawan echo adalah ego, artinya hidup untuk dirinya sendiri.

Saat yang kita miliki bukan untuk ego kita, tetapi untuk echo, maka akan terjadi pelipatgandaan!

Kesaksian pembangunan Holy Stadium:
Saat p Agung di Amerika, p Sugi telpon dan melaporkan pembangunan Holy Stadium. 4 bulan kemudianpembangunan masuk tahap pengecoran. Pengecoran harus dilakukan terus-menerus tanpa jeda, sehingga tidak ada bagian yang lemah yang bisa jadi patahan. Kas hanya ada ratusan juta, sedangkan kebutuhannya beberapa milyar.

P Agung hadapkan masalah ini ke Tuhan, lalu dijawab:
“apa yang p Agung punya tidak cukup untuk kebutuhan Holy Stadium, tapi jumlah uang itu lebih dari cukup untuk kebutuhan banyak hamba-hamba Tuhan yang lain”
Tuhan berkata bahwa di kota Semarang banyak pembangunan gereja terhenti karena kurang dana.

P Agung memutuskan membentuk 4 tim Noah. Dalam masing-masing grup ada arsitek, bagian sipil, pemborong, penjual material bangunan. Setiap tim diminta bergerak di Semarang, mendata gedung-gedung gereja yang pembangunannya macet. Dalam 3-4 hari terdata 15-17 gereja beserta fotonya.
Masing-masing tim menawarkan diri untuk menyelesaian pembangunan gereja-gereja tersebut. Sebagian langsung menerima, sebagian ragu-ragu dan bertanya imbalannya. Setelah p Agung membuat pernyataan di atas meterai bahwa semua itu hibah, maka gereja-gereja yang semula ragu mau menerima bantuan itu. Hari itu Jki membangun sekian banyak gereja, dan kas-nya habis.

Luk 16: 19 – kisah orang kaya, Lazarus dan Abraham.
Salah satu faktor mengapa orang kaya ini masuk neraka adalah: semua yang Tuhan percayakan kepada orang kaya ini hanya untuk ego-nya, dan tidak punya echo. Orang kaya ini berpesta setiap hari dalam kemewahan, tapi pengemis di halaman rumahnya tidak merasakan echo dari kemewahannya. Padahal orang kaya itu tahu siapa Lazarus.

Dengan pengertian ini kita baru bisa memahami arti perumpamaan orang kaya yang bodoh di Luk 12: 13-21. Tuhan menganggap orang kaya ini tidak memiliki apa-apa, sebab tidak ada orang lain yang bisa ikut menikmatinya, tidak ada echo/ gemanya.

Periksa: apakah profesi kita memiliki echo, atau hanya ego dalam hidup kita

Contoh echo:
Tuhan beri nama Injil Kerajaan kepada gereja, ternyata itu menjadi destinynya. Red carpet hampir tuntas, sudah mencapai sekitar 120 negara. Echo-nya sampai ke seluruh dunia.
Persembahan untuk propinsi memungkinkan gereja melayani ratusan hamba Tuhan dari berbagai propinsi dan bangsa saat ada KKR Bahtera.

Tuhan sayang kita semua karena kita memilih echo dan bukan ego.

Echo dalam hidup kita membuat sesuatu yang kecil dan sedikit, dirubah oleh Tuhan menjadi besar dan luar biasa.

Mzm 19: 1-6 – echo

tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi (Mzm 19: 4)

Echo ini membuat kita bisa menguatkan anak-anak Tuhan di Iran, membawa beberapa desa di India di babtis masal, bergema di desa-desa Rwanda-Burundi-Uganda yang hampir semua penduduknya menderit HIV Aids.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:

http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Minggu, 13 Oktober 2013
Sukses Dalam Pekerjaan
Lukas Kusuma

Dimanapun sedang terjadi goncangan ekonomi, tapi Tuhan Yesus sanggup menolong kita. Akan ada orang-orang yang diangkat Tuhan hingga bisa berdiri di hadapan raja-raja.

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina. (Ams 22: 29)

Tuhan mau kita hidup di atas rata-rata. Janji Tuhan untuk kita:

TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, (Ul 28: 13a)

Contoh orang-orang yang diangkat Tuhan secara luar biasa:
Yusuf anak Yakub selalu sukses: di rumah Potifar, di penjara, di Istana raja Mesir
Daniel selalu sukses dalam jaman 3 raja yang berbeda: Nebukadnezar dan Belsyasar dari Babel, dan Darius dari Media-Persia
Nehemia sukses memimpin pembangunan tembok Yerusalem, lalu jadi bupati Yerusalem
Petrus adalah nelayan yang memiliki karyawan dan perahu sendiri
Tuhan akan membuat kita sukses dan berhasil, seperti Tuhan buat tokoh-tokoh di atas sukses.

6 Rahasia sukses di dalam pekerjaan:

1. Kerja hoki (bejo/ selalu berhasil)
Orang pandai dan orang bermodal besar kalah oleh orang yang hoki.

Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. (Kej 39: 2)

Yusuf berhasil bukan karena nasib baik, tapi karena Tuhan menyertai hidupnya.

Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia. (1Sam 18: 14)

Bagi orang yang selalu hogi/ bejo, maka sesukar apapun yang dikerjakan dan apapun keadaan dunia, mereka akan berhasil dan sukses, karena disertai Tuhan.

Supaya disertai Tuhan, kita harus mencari wajah Tuhan, melekat pada Tuhan, andalkan dan tempatkan Yesus sebagai yang utama dalam kehidupan kita.

Orang dunia berkata bahwa “hidup ini berat”. Anak Tuhan perlu menambahkan huruf K pada kalimat tersebut sehingga pernyataannya jadi: “hidup ini berKat”. Huruf K yang ditambahkan adalah: Kristus.

2. Kerja Keras

Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya (2Tim 2: 6)

Kerja keras tanpa disertai Tuhan akan sia-sia. Jika kita disertai Tuhan, maka kita tidak bisa santai, tapi harus bekerja keras.

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku (1Kor 15: 10)

Tuhan berjanji memelihara burung-burung di udara. Tapi burung-burung itupun harus rajin bekerja mencari makan, karena makanan mereka tidak muncul atau datang begitu saja di hadapan mereka.

Tuhan mau kita kerja dengan rajin, bukan malas. Kerja ulet, bukan pembosan, tidak mudah putus asa.

orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.(Ams 12: 27)

Jika kita malas, bahkan berkat yang sudah di depan kita akan gagal diperoleh.

Banyak orang mau sukses dan berhasil, tapi tidak mau mendisiplin dirinya dan tidak mau bekerja keras. Jika kita bekerja keras dalam anugerah Tuhan, maka setiap janji Tuhan akan terjadi dalam kehidupan kita.

3. Kerja Pintar

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Mat 10: 16)

Tuhan mau kita bekerja secara pintar dan penuh hikmat, sehingga tidak tertipu atau kalah bersaing dari orang-orang dunia.

Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina. (Ams 22: 29)

Cakap = מהר = mâhir (H4106). Artinya: cepat, lincah (quick); penuh keahlian (skilful); rajin (diligent).

Tuhan mau kita bekerja dengan hikmat, strategi, wawasan yang luas, kreatif dan inovatif. Bukan kerja asal-asalan dan monoton. Untuk itu kita harus selalu minta hikmat Tuhan.

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–,maka hal itu akan diberikan kepadanya (Yak 1: 5)

Orang Yahudi datang ke Amerika sebagai pengungsi, dan tidak mempunyai apapun. Mereka memulai kerja dengan menjual baju-baju atau mebel-mebel bekas. Tapi hari-hari ini ekonomi dunia dikuasai orang Yahudi. Filosofi orang Yahudi: mereka mendapat janji Tuhan tanah yang penuh susu dan madu. Tanah yang limpah susu harus ada banyak sapinya, banyak sapi artinya banyak rumput, dan artinya tanahnya subur. Demikian pula tanah yang banyak madu artinya banyak lebahnya dan juga banyak bunganya, artinya tanah itu subur. Sebagian Israel tandus, tapi orang Israel tidak pernah meragukan janji Tuhan karena kenyataan itu. Mereka memutuskan bahwa sebelum menggali tanah tandus itu, mereka harus menggali otak mereka, supaya mereka bisa ubah padang pasir itu menjadi kebun buah-buahan. Akhirnya dengan tehnologi, orang Yahudi bisa mengubah padang gurun menjadi tanah yang subur.

4. Kerja Jujur

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Mat 10: 16)

Tulus artinya punya kejujuran dan integritas. Janji Tuhan bagi orang jujur:
1. Adanya ekspansi/ perluasan
Rumah orang fasik akan musnah, tetapi kemah orang jujur akan mekar. (Ams 14: 11)
Kata mekar artinya ekspansi/ perluasan.
2. Pembelaan Tuhan
Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, (Ams 2: 7)
3. Banyak berkat
Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman. (Ams 28: 20)
Belajar bekerja dengan integritas: bisa dipercaya dalam ucapan, janji, dan semua yang kita kerjakan. Saat Tuhan lihat kita bisa dipercaya, maka Tuhan akan berikan banyak berkat.

Kesaksian: Seorang sarjana komputer, anak dari seorang hamba Tuhan di Jakarta. Saat sedang mencari pekerjaan, motornya menabrak spion mobil mercedes hingga pecah. Sarjana ini tunggu hingga pemilik mobil itu muncul, kemudian dia menyatakan dirinya sebagai orang yang bertanggung-jawab. Ternyata pemilik mobil itu adalah bos sebuah perusahaan distributor komputer yang besar. Dalam beberapa bulan saja sarjana ini diangkat sebagai kepala cabang di kota lain.

5. Kerja Maksimal

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga (Pkh 9:10a)

Kerja keras dan rajin belum tentu kerja maksimal, karena bekerja hanya untuk uang/ gaji, tanpa memiliki self-belonging (rasa memiliki) usaha itu. Orang yang kerja maksimal pasti kerja rajin.

Jika kita kerja maksimal, suatu hari Tuhan akan angkat hidup kita dengan luar biasa.

Ilustrasi:
Seorang ayah yang sekarat memberikan 2 nasehat supaya sukses kepada anaknya:
Jangan pernah menagih hutang kepada siapapun
Jangan sampai kulit kena sinar matahari saat bekerja
Si sulung gagal dan selalu rugi, karena memberi hutang, tapi tidak pernah menagihnya; pulang-pergi kantor naik taxi karena hanya punya motor.
Si bungsu sukses, karena tidak pernah memberi hutang; dan bekerja dari pagi hingga petang.
Kedua anak mengikuti pesan ayahnya. Tapi si sulung kerja asal-asalan, sedang si bungsu kerja maksimal.

6. Kerja Kompak

Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. (1Kor 1: 10)

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya (Mzm133:1b,3b)
Di mana ada kerukunan, kesatuan, kekompakan, maka berkat Tuhan akan dicurahkan:
Suami-istri, orang tua-anak, sebuah perusahaan, sebuah pelayanan, dalam gereja, dll.

Banyak berkat Tuhan terhalang karena pertengkaran dan perselisihan.

Contoh kerja kompak:
Saat ada pergantian musim, burung-burung ber-migrasi ke tempat yang lebih hangat. Dalam sehari kelompok burung ini mampu menempuh ratisan mil karena formasinya berbentuk V.
Burung terdepan bertugas menerobos memecahkan tembok udara. Burung-burung yang dibelakang terbang dengan lebih ringan. Burung yang terbang di bagian belakang berteriak-teriak untuk memberi semangat kepada yang ada di depan. Saat burung terdepan lelah, dia akan pindah ke paling belakang, dan posisinya digantikan burung yang ada di belakangnya.
Saat salah satu burung sakit dan jatuh, maka akan ada rekan-rekannya yang mendampingi, mencarikan makan, dan mengobati.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:

http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line – 085 727 868 064

Minggu, 13 Oktober 2013
Radical Faith (Iman yang Radikal)
Lukas Kusuma

sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. (1 Yoh 5: 4)

Sejak kita percaya Yesus sebagai juru selamat, kita mengalami kelahiran baru. Tuhan memberikan destiny baru buat kita: tidak lagi dikalahkan oleh apapun, dan kita adalah pemenang. Kita bisa
mengalahkan dunia dengan iman kita.

Orang benar akan hidup oleh iman (Rm 1: 17b)

Orang benar hidup karena iman, bukan karena melihat. Orang Kristen lemah dan goyah karena pemahaman tentang iman mulai kabur/ kurang jelas.

Iman yang radikal:
1. Percaya walaupun belum melihat.

Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat (Ibr 11: 3)

Semua yang kita butuhkan di alam jasmani sudah Tuhan sediakan di alam roh. Supaya semua yang Tuhan sediakan di alam roh itu terjadi di alam jasmani, dibutuhkan iman percaya.
Percaya setelah melihat bukanlah iman, tapi fakta.

Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29)

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! (Mzm 34: 8a)

Kita harus mengecap dan mengalami terlebih dulu, baru kemudian kita akan melihat kebaikan Tuhan.

Orang percaya harus tetap menggunakan otak dan logika, tapi seringkali iman diluar logika, kelihatan mustahil, tapi bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil.

1997 Tuhan panggil p Lukas untuk fulltime, sebelumnya kerja sekuler. Selama 3 tahun beliau menggembalakan gereja di Makasar. Awal 2000 p Lukas pelayanan di Amerika. Dalam pelayanan itu p Lukas harus putus dari pacarnya. P Lukas belajar percaya pada janji Tuhan walau belum melihat penggenapan janji Tuhan masalah jodoh.
Akhirnya p Lukas mendapat jodoh dari Philadelphia, seorang anak Tuhan dari keluarga pendoa, yang sejak1998 pindah ke Amerika. 6 bulan kemudian mereka menikah. Ternyata setelah menikah p Lukas baru menyadari bahwa istrinya memenuhi 10 kriteria istri yang pernah dia ajukan pada Tuhan.

2. Taat walaupun belum mengerti

Karena iman, maka Nuh–dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan–dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; (Ibr 11: 7a)
Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui (Ibr 11:8)
Nuh mendapat perintah Tuhan, dia tidak tahu kapan air bah akan datang, tapi dia taat.
Abraham mendapat perintah Tuhan, dia tidak tahu kemana arah yang dituju, tapi dia taat.

Banyak hal dalam hidup yang kita belum mengerti dan seolah-olah misteri. Walau belum mengerti, jika itu perintah Tuhan maka kita harus belajar taat. Hasil ketaatan kita: Tuhan akan bekerja dan membela hidup kita.

3. Tekun walaupun tidak menyukainya

Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan (Ibr 11: 27)

Musa rela meninggalkan istana raja Mesir karena iman, walau sebenarnya Musa tidak suka berada di gurun Median, karena Musa tahu ada rencana Tuhan yang besar.

Dunia mengajarkan supaya kita hanya melakukan apa yang kita sukai dan menjadi passion kita. Tapi seringkali perintah Tuhan tidak menyukakan daging kita, dan bertentangan dengan keinginan kita.

Saat mengawali pelayanan di Amerika, p Lukas kurang nyaman karena iklim yang ekstrim, dan segala sesuatu harus dikerjakan sendiri. Jemaat yang dilayani adalah orang Indonesia di perantauan yang hidupnya sederhana. Gereja dimulai dengan minim dana. P Lukas bertekun walau tidak menyukainya. Kebaktian perdana 97 orang, hingga saat ini jemaatnya 1000 orang.
Tahun 2007 gereja membeli gedung bekas “medical center” dan namanya diganti menjadi “miracle center”

Asal kita bertekun, tidak mudah menyerah walau banyak tantangan, akan terbukti bahwa Tuhan setia

4. Memperkatakan janji Tuhan walaupun belum menerima

Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya (Ibr 11: 22)

Sebelum matinya, Yusuf mendeklarasikan kemerdakaan Israel dari perbudakan Mesir.
Setiap hari kita deklarasikan janji-janji Tuhan, jangan perkatakan hal-hal negatif.

Dalam perumpamaan 5-2-1, hamba dengan 1 mina menuduh tuannya kejam. Maka dia dihakimi sesuai perkataannya.

Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. (Luk 19: 22a)

Hati-hati dengan perkataan kita, karena itu adalah benih masa depan kita, yang kelak akan kita tuai. Setiap hari perkatakan kata-kata iman, kata-kata pengagungan, kata-kata berkat, maka hidup kita akan diubah Tuhan:
Saya diberkati Tuhan
Saya sukses dan berhasil
Saya dicintai Tuhan
Destiny saya menaklukkan dunia
Saya tidak dikalahkan oleh persoalan
Saya adalah pemenang

5. Memberi Persembahan terbaik walaupun belum ditolong

Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain (Ibr 11: 4)

Orang yang beriman pasti membawa korban yang terbaik, dan bukan korban asal-asalan. Beri yang terbaik dari kekurangan kita. Sehingga saat diberkati melimpah, kita bisa persembahkan lebih lagi.

Pada malam Paskah, orang Israel mengorbankan domba yang terbaik, sehingga terluput dari tulah. Ujungnya mereka menjarahi orang Mesir dan menjadi konglomerat-konglomerat.

Saat kita bawa persembahan kepada Tuhan, Tuhan melihat hati dan jumlah persembahan kita.

Yesus berdiri di depan kotak peti persembahan, dan melihat orang-orang memberikan persembahan. Yesus tidak tahu jumlah banyak atau sedikit jika tidak melihat jumlahnya.

Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. (Mrk 12: 41-42)

Tuhan tidak mau kita memberikan persembahan secara asal-asalan, tapi harus dengan iman dan yang terbaik. Maka perkenanan Tuhan akan membuat kita hidup dalam kelimpahan.

Suatu kali p Lukas mendapat perintah Tuhan untuk menabur pada pembangunan Holy Stadium, padahal mereka belum memiliki gedung sendiri. Tuaian tidak langsung datang. Desember 2006, gedung yang disewa untuk kebaktian terbakar habis. Saat itu p Lukas dan jemaatnya belajar bersyukur dan percaya bahwa taburannya tidak sia-sia. Di Januari 2007 istri p Lukas keguguran anak yang kedua. Mereka tetap percaya dan taat, Agustus 2007 gereja p Lukas berhasil membeli gedung “medical center”.

Orang yang menabur tidak pernah berkekurangan!
Good giver is good receiver; seorang pemberi yang baik akan menjadi penerima yang baik.

Mari kita menjadi pemenang dalam hidup ini dengan memiliki iman yang radikal ! Upah dari iman kita tersebut adalah: kita akan melihat semua janji Tuhan terjadi dalam hidup kita.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:

http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line – 085 727 868 064

Minggu, 06 Oktober 2013
Roti dan Anggur
Petrus Agung

Hubungan kita dengan Tuhan Yesus digambarkan seperti seorang pria dengan tunangannya, yang kelak akan bersatu dalam pernikahan Anak Domba. Jika kita bisa memahami gambaran ini dengan baik, maka kita akan mengerti apa yang Tuhan ingin sediakan bagi kita, dan apa yang Tuhan ingin kerjakan dalam kehidupan kita.

1. Tuhan melamar kita

Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus (2 Kor 11: 2)

Kita adalah tunangan Kristus !

Yoh 14: 1-4 – perikop ini mengacu pada proses dari pertunangan hingga menjadi pernikahan.

Tradisi pernikahan Yahudi
Si pria datang bersama orang tuanya ke rumah si wanita untuk melamar.
Kedua belah pihak orang tua kemudian mulai ber-negosiasi tentang mas-kawin.
Setelah sepakat tentang mas-kawin, si pria akan menuangkan anggur, kemudian disodorkan kepada si wanita.
Jika si wanita mau meminumnya, artinya lamaran diterima.
Setelah si wanita bersedia, dia menutup dirinya bagi pria lain dan menutup wajahnya dengan cadar.
Si pria akan kembali pulang dan bekerja. Hasil kerjanya untuk membangun sebuah rumah atau kamar di lingkungan rumah orang tuanya.
Selama membangun, secara berkala si pria mengirimkan banyak hal kepada tunangannya, supaya si wanita bisa siap dan punya gaun pengantin yang terbaik.
Ayah si pria mengawasi pekerjaan anaknya. Saat dia melihat ruangan yang dibangun anaknya sudah siap, barulah tanggal pernikahan ditetapkan.
Jam pernikahan tidak pernah jelas, karena prosesi perjalanan dari rumah pria ke rumah wanita tidak pasti lamanya.

Setelah makan Paskah, dalam perjamuan terakhir Yesus mengambil roti dan memecahkannya, dan berkata:
Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku (Luk 22:9b)

Inilah bentuk “lamaran” Tuhan kepada kita. Tuhan tidak membawa mas-kawin berupa berlian atau emas, tetapi diriNya sendiri. Saat kita makan, kita jadi tubuh Tuhan.

Setelah makan Tuhan membagikan cawan berisi anggur kepada murid-muridNya dan berkata:
Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu. (Luk 22: 20b)

Dengan menerima dan meminum anggur itu, kita menyatakan bahwa kita menerima lamaran Tuhan, dan mulai saat itu kita jadi kekasih Tuhan.

Setiap kali kita melakukan perjamuan kudus, kita mengingat akan kekasih kita: Yesus.

Dalam peristiwa di lembah raja: Melkisedek menyongsong Abraham. Abraham makan roti dan anggur sebagai tanda menerima lamaran Tuhan El-Elyon.
Yesus memperbaharui perjanjian “lembah raja” dengan tubuh dan darahNya sendiri.

Yesus pergi kepada Bapa untuk mempersiapkan rumah bagi kita semua.

Bagian Yesus adalah membangun rumah kita di Surga, bahannya dari ketaatan kita kepadaNya.

Mimpi seorang ibu yang dibawa ke Surga
Ada rumah yang besar, ada yang kecil, ada yang seperti barak. Rumah ibu ini belum selesai karena dia tidak pernah membayar angsurannya, setiap kali ditagih – dikembalikan.
Tuhan jelaskan makna mimpi kepada ibu ini: rumah di mimpi adalah rumah ibu itu kelak di Surga. Tagihan yang ditolak ibu itu: pengampunan, ketaatan, kekudusan, kesabaran, kerendahan-hati. Padahal tagihan itu untuk menyelesaikan rumah ibu itu sendiri.
Sejak itu hidup ibu ini berubah, dan dia bertekat membayar semua tagihannya.

Yesus menyediakan tempat bagi kita. Bagian kita memberikan bahan bangunannya: pengampunan, ketaatan, kekudusan, kesabaran, kerendahan-hati, kejujuran, cinta, hati, kasih, kedewasaan, korban, buah-buah Roh.

Di sisi lain selama di dunia Tuhan men-suplay hidup kita dengan semua berkat jasmani dan rohani, penyertaan Roh Kudus, Firman yang memberi makan manusia roh kita, untuk mendandani kita sehingga kita siap menjadi mempelainya.

Yesus lahir sebagai anak tukang kayu sebagai gambaran bahwa saat Dia naik ke Surga, Dia mampu membangun rumah bagi setiap kita.

Anjuran: berdoa minta supaya Tuhan tunjukkan rumah kita di Surga.

2. Tuhan mendandani kita.

Mat 6: 28-30
Pakaian = ἔνδυμα = enduma = G1746; apparel (especially the outer robe/ pakaian luar, atau jubah)
Jubah adalah simbol status. Bagi kaum miskin jubah juga berfungsi sebagai selimut.

Tuhan membandingkan jubah kita dengan kemegahan Salomo, maka yang Tuhan maksud bukan jubah biasa, tapi jubah simbol status.

Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? (Mat 6: 30)

Mendandani = ἀμφιέννυμι = amphiennumi = G294; to invest (menanam modal); to enrobe: – clothe

Tuhan mendandani kita bukan untuk memanjakan, tapi untuk ber-investasi. Tuhan investasikan:
Urapan – apakah akan memuliakan Tuhan atau membuat ego-nya berkembang ?
Berkat – apakah saat diberikan kita jadi lebih cinta Tuhan, lebih cinta jiwa-jiwa, memberkati banyak orang, atau justru menjadi orang yang vulgar dan bermewah-mewah.

Tuhan akan memastikan bahwa apapun yang Dia nantinya berikan pada kita, akan membuat kita jadi indah dan ajaib – bukan sebaliknya.

Tuhan mau investasi-Nya kembali untuk kemuliaan Tuhan, untuk orang lain diberkati, dan kita tetap tidak terikat harta.

Contoh: para gadis calon permaisuri Ahasyweros di kitab Ester. Tes terakhir adalah masuk gudang harta raja, dan boleh mengenakan apapun yang dia mau pakai, kemudian baru menghadap raja. Ester hanya mengenakan perhiasan yang dianjurkan sida-sida. Wanita-wanita lain dalam ketamakan masing-masing mengenakan perhiasan-perhiasan yang mereka suka, dan membuat jadi tampil aneh. Saat sudah jadi ratu, semua isi gudang harta Ahasyweros adalah milik Ester

Saat Tuhan mendandani kita, selalu dengarkan Roh Kudus, sehingga kita bisa bersikap sesuai selera Tuhan.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:

http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line – 085 727 868 064

Minggu, 29 September 2013
Lembah Raja
Petrus Agung

Kej 14: 17-20
Peristiwa ini terjadi di lembah raja, terjadi jauh sebelum adanya hukum Taurat. Tindakan Abraham memberikan persepuluhan kepada Melkisedek adalah reaksi yang cerdas terhadap tawaran Tuhan.

Banyak orang yang melewatkan begitu saja kesempatan yang Tuhan tawarkan dalam hidupnya.

Tahun ayin dalet memberikan kita pintu yang terbuka, tapi tidak menarik atau memaksa kita masuk. Kitalah yang memutuskan untuk mengambil kesempatan yang Tuhan berikan atau tidak. Tahun ini harusnya kecerdasan bereaksi menjadi ciri kita.

Latar belakang kisah di atas:
Lot sebenarnya tidak pernah dilibatkan Tuhan dalam rencana membawa Abraham ke Kanaan. Tapi karena rombongan yang keluar dari Ur-Kasdim dipimpin Terah, maka Lot diajak. Proteksi dan berkat Tuhan turun dalam hidup Lot karena keterikatannya pada Abraham.
Saat para gembala-gembala Abraham bertengkar dengan gembala-gembala Lot, Lot membiarkannya. Kemudian Abraham mempersilahkan Lot untuk berpisah jalan. Di Sodom, walau Lot menjadi penatua, jiwanya tersiksa karena melihat perbuatan di sekitarnya.

Suatu ketika Sodom dikalahkan dan ditawan Kedorlaomer. Abraham bertindak dan membebaskan Lot.
Di lembah shawe Abraham disambut raja Sodom dan Melkisedek. Melkisedek adalah raja Salem (Shallom) sekaligus imam dari Allah yang maha tinggi (El-Elyon).

Melkisedek menyambut Abraham sambil membawa roti dan anggur. Begitu Abraham menerima roti dan anggur dari raja Salem, respon Abraham adalah memberikan sepersepuluh dari semua jarahan.

Elyon = עליון = ‛elyôn = adalah Tuhan yang menetapkan batas-batas dan warisan bangsa-bangsa.

When the High God gave the nations their stake, gave them their place on Earth, He put each of the peoples within boundaries under the care of divine guardians (Ul 32: 8, MSG)

Ayat 8B – El-Elyon meletakkan kelompok masyarakat / bangsa di dalam suatu batasan, di bawah perlindungan malaikat-malaikat Ilahi.

Abraham sedang dalam perjalanan keluar dari Ur-Kasdim menuju tanah terjanji yang belum jelas lokasinya. Melkisedek memberkati Abraham dalam nama El-Elyon, yang berhak membagi-bagi tanah.

Saat Melkisedek datang membawa roti dan anggur, artinya El-Elyon menawarkan sebuah perjanjian/ covenant: jaminan bahwa Allah menyediakan jatah Kanaan bagi Abraham dan anak-cucunya.

Perjanjian/ covenant baru berlaku setelah ditanda-tangani oleh 2 belah pihak.

Roti dan anggur adalah tawaran sebuah perjanjian/ covenant dari Tuhan. Respon Abraham adalah memberi persepuluhan. Jika Abraham tidak me-respon, maka tawaran perjanjian itu akan berlalu. Setelah dua belah pihak memberikan “tanda-tangan”nya, maka tanah Kanaan resmi menjadi milik Abraham dan anak-cucunya. Kota Salem kelak berubah nama menjadi Yerusalem. Sejak dulu hingga hari ini, penguasanya adalah anak-anak Abraham.

Tuhan suka melihat respon Abraham cerdas, yang menyambar perjanjian yang Tuhan tawarkan. Maka beberapa ribu tahun kemudian Tuhan tetapkan persepuluhan menjadi hukum, supaya anak-cucu Abraham juga berada dalam perjanjian dengan Tuhan.

Sikap hati saat mengembalikan persepuluhan: aku terima covenan/ perjanjian dengan Tuhan, dan jatah masa depan kita dan anak-cucu kita sudah ditetapkan Tuhan.

Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN (Im 27: 30)

Persepuluhan bukan pajak atau beban, dan Tuhan tidak butuh uang kita. Persepuluhan adalah reaksi iman kita menanggapi tawaran dari Tuhan. Saat kita kembalikan, persepuluhan itu kudus/ sakral, dan merupakan milik Tuhan.

Kesaksian tentang persepuluhan:
P Agung sudah mulai pelayanan, khotbah di berbagai tempat, akan segera menikah, dan sedang membangun rumah. Saat itu p Agung tidak membayar persepuluhan, uangnya dipinjam untuk keperluan pribadi.
Suatu ketika p Agung diundang melayanani di Jawa Timur selama hampir 2 minggu. P Agung sedang membutuhkan uang untuk membeli sofa buat ruang tamu rumahnya. Saat pelayanan di satu kota, sepatu P Agung hilang sebelah. Saat naik mobil, kaki p Agung tersengat listrik.
Sesampai di tempat menginap, p Agung berdoa dan tanya kepada Tuhan mengapa semua terjadi. Tuhan ingatkan bahwa persepuluhan adalah hak Tuhan, dan p Agung sudah gunakan dalam jumlah yang banyak. P Agung bertobat, lalu mengembalikan persepuluhan yang dihutang.
Tuhan perintahkan persepuluhan itu diserahkan kepada pendeta yang ditempati saat pelayanan di Surabaya. Semula pendeta itu tidak mau menerima. Ketika ada orang datang membawa sepatu baru untuk p Agung, dan ternyata ukurannya pas, maka pendeta itu akhirnya mau menerima uang itu.
Saat kembali ke Semarang, ternyata sudah ada orang yang belikan sofa untuk p Agung.

Kej 14: 21-24
Setelah Abraham mengikat perjanjian dengan Melkisedek, datanglah Raja Sodom menawarkan kekayaan kepada Abraham. Abraham tidak mau menerima kekayaan Sodom, supaya raja Sodom tidak bisa berkata bahwa dia membuat Abraham kaya.

Artinya Abraham berkata bahwa yang menjamin hidupnya dan membuat dia kaya adalah El-Elyon

Ada kemiripan penulisan kata “sepuluh” dengan kata “kaya” dalam huruf Yahudi: Kata 10 bagi orang Yahudi artinya sangat banyak, saat kita memiliki sangat banyak, artinya kita kaya. Abraham memberi sepersepuluh, artinya memberi sangat banyak.

Setan mati-matian menghalangi kita mengembalikan persepuluhan sesuai perintah Tuhan, karena setan tidak mau kita tetap memegang jaminan Kanaan kita.

P Agung kenal dengan lagu “Mulialah namaMu Tuhan” dari seorang hamba Tuhan. Dia dan saudara-saudaranya yatim piatu sejak kecil, hidup di lingkungan yang jahat dan tidak ada yang perduli, tapi mereka bersepakat untuk hidup bagi Tuhan. Mereka hidup dari berjualan pisang goreng bergantian. Saat P Agung bertamu ke rumahnya, dan istrinya menghidangkan pisang goreng, dia menangis terharu karena merasa berkat Tuhan begitu melimpah. Dia bisa naik pesawat, menginjil kemana-mana, semua karena anugerah Tuhan.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:

http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line – 085 727 868 064

Minggu, 22 September 2013
Umur Rohani
Petrus Agung

Seringkali usia jasmani seseorang berbeda dengan umur rohaninya. Sebagian besar umur rohani orang Kristen lebih muda dibanding umur jasmaninya. Cara mereka berfikir, bertindak, perhitungan rohaninya semua tidak sesuai dengan umur jasmaninya dan tidak memadai.

Contoh: Yusuf walau masih muda, lebih dipercayai ayahnya untuk mengawasi pekerjaan saudara-saudaranya. Yusuf juga 2 kali mendapat mimpi yang besar.

Tuhan ingin kita semua berkembang, bertumbuh, dan jadi matang dalam usia rohani kita

Pengelihatan p Agung:
Ada sebuah kompleks sekolah satu lantai, halamannya luas. Tuhan berkata bahwa itu tempat pendidikan bagi orang-orang yang kelak menguasai dunia dan memerintah bersama Tuhan. Jumlah peserta didik tidak banyak. Kemudian Tuhan ajak p Agung memasuki kelas demi kelas.

1. Ruang bahasa
Di kelas ini gurunya tidak kelihatan, setiap murid masing-masing sedang bicara secara pribadi dengan gurunya, dan gurunya hanya satu. Bahasa yang diajarkan bukan bahasa manusia umumnya. Itulah sebabnya Yeus pernah berkata:

Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. (Yoh 8: 43)

Yang bisa duduk memerintah bersama Tuhan adalah orang yang satu bahasa dengan Tuhan.

2. Ruang berhitung
Luk 14: 28-32

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, (Luk 14: 28a)

Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, (Luk 14: 31a)

Tuhan penuh dengan hitungan: Sabat di hari ke-7, Yesus berpuasa 40 hari 40 malam di padang gurun, ada kitab Bilangan, ada usia minimal untuk tentara dan untuk imam, generasi yang menurunkan Yesus ada 14-14-14.

Banyak anak Tuhan tidak mengerti hitungan Tuhan. Semakin besar kepercayaan Tuhan, kelas berhitung semakin penting dan tidak bisa dilewatkan, karena segala hal ada perhitungannya.

3. Ruang perang
Dalam kelas ada peta, pesertanya para jenderal yang sudah canggih menggunakan senjata. Mereka Tuhan didik untuk melihat peta kehidupan dan berperang atasnya.

Kehidupan adalah sebuah pertempuran: di bisnis, dalam keluarga, dengan kolega-kolega, dll. Kita harus belajar mengetahui posisi kita, mengenali kekuatan kita, di mana kawan, di mana lawan, dll.

Saat dikunjungi seorang Jenderal, P Agung bercerita tentang pelayanan JKI untuk gereja, kota, masyarakat, dll. Ternyata apa yang dibuat JKI di kemiliteran disebut: binter (pembinaan teritorial).

Di ruang perang juga ada simulator untuk memprediksi apa langkah iblis jika suatu hal kita lakukan. Strategi iblis bisa dipelajari dan dibaca.

4. Ruang protokuler
Peserta didik diajari protokuler kerajaan Tuhan: sikap, kendaraan perang, dll.

Kesaksian:
P Yusak dapat mercy gold. Bu Yusak sarankan agar mercy itu diberikan ke p Agung, dan p Yusak setuju. Setelah diberikan, malamnya p Agung mimpi ada peperangan besar, p Agung di atas kereta perang, dan ada asistennya. Saat p Agung akan mau ambil senjata, ternyata senjatanya tidak ada karena itu bukan keretanya. Saat menengok, di samping kereta ada p Yusak berperang sambil berlari-lari ditemani 2 cucunya. Ternyata mobil itu adalah kereta perang p Yusak, maka semua kelengkapannya adalah milik p Yusak. Jika p Agung salah mengambil keputusan maka keduanya dalam kondisi rawan: yang dibutuhkan p Agung tidak ada, sedang p Yusak kondisinya rawan.
Akhirnya mercy itu dikembalikan kepada p Yusak jam 7 pagi.

5. Ruang seni dan selera Tuhan
Pelajar di kelas ini didandani/ dirias Tuhan.

namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, (Mat 6: 29-30a)

Kesaksian:
P Agung masuk pelayanan dengan sangat simple. Suatu hari Tuhan janji dandani p Agung lalu dipajang di etalase. Maka orang yang lewat akan menoleh, lalu datang dan bertemu Tuhan Yesus.

Kita tidak boleh memilih sendiri, tapi didandani sesuai selera Tuhan

Orang yang didandani Tuhan dampaknya akan terlihat oleh dunia.

Kisah:
Ada anak gadis remaja yang cinta Tuhan, apapun yang dilakukan tanya Tuhan lebih dulu: urusan pakaian, sepatu, makanan, dll. Walau tidak cantik, anak ini menarik perhatian banyak orang. Di usia muda, dia meninggal tanpa sakit. Saat tutup peti, tercium bau yang sangat wangi dari jenasahnya.

Ada 2 ruang paling penting yang harus dipelajari semua anak Tuhan:
6. Ruang pikiran Tuhan
Ada ruang kecil, di tengahnya ada bentuk seperti otak manusia. Semua murid mengitari otak itu. Yang paling muda kebingungan, yang sudah tua banyak tertawa dan menyadari kebodohannya.

Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus (1Kor 2: 16)

Semua anak Tuhan harus belajar mengerti jalan pikiran Tuhan, karena cara pikir manusia beda dengan cara pikir Tuhan. Saat memerintah bersama Tuhan, kita jadi co-worker Tuhan, maka cara pikir kita juga harus sama dengan cara pikir Tuhan, sehingga serasi dengan Tuhan.

7. Ruang perasaan Tuhan
Ada jantung-hati berwarna merah, murid-murid mengitarinya sambil menangis dan mengungkapkan cintanya kepada Tuhan.

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus (Fil 2:5)

Saat kita mengerti perasaan Tuhan dan bisa melekat kepada hati Tuhan, apapun yang terjadi di sekitar kita tidak akan menggoyahkan kita.

Ujungnya Tuhan akan kunci hati kita kepada hati Tuhan, sehingga tidak bisa lepas dari hati Tuhan.

Bahasa Tuhan
Berapa umur rohani kita, tergantung seberapa kita belajar dan mau diajar oleh Tuhan.

Pelajaran dasar terpenting yang membuat kita bisa belajar dan diajar oleh Tuhan: bahasa.

“The One who comes from above is head and shoulders over other messengers from God. The earthborn is earthbound and speaks earth language; the heavenborn is in a league of his own. (Yoh 3: 31, MSG)

Kita perlu belajar bahasa, karena cara kita berbicara menunjukkan usia rohani kita. Saat kita hidup dengan cara dunia, maka bahasa kita bahasa dunia yang tidak sinkron dengan bahasa Tuhan.

Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa- Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman- Ku. (Yoh 8: 43)

Gangguan dan distorsi bahasa membuat kita tidak mengerti apa yang Tuhan mau.

Ilustrasi: distorsi penyampaian pesan secara hirarki dari Direktur – general manager – manager – supervisor – koordinator – staf.

Kita harus bertumbuh dengan Tuhan, diantaranya dalam hal bahasa. Jika tidak maka akan terjadi salah paham:
bahasa iman dianggap sebagai tekanan.
bahasa cinta dianggap kemanjaan yang diijinkan.

Anak-anak miskin bahasa verbal, yang paling dimengerti: menangis, menjerit-jerit, tertawa-tawa. Yang ber-empati pada anak-anak yang menangis hanya anggota keluarganya. Tapi di tempat umum justru akan menjadi gangguan bagi orang lain.

Anak-anak rohani tidak mengerti bahasa doa, tidak mengerti bahasa datang ke Tuhan, tidak mengerti bahasa mencurahkan hati kepada Tuhan.

Tuhan ingin kita dewasa, sehingga saat Tuhan berikan tanggung-jawab yang besar, kita bisa ber-reaksi dengan benar. Semakin kita dewasa, semakin banyak kepercayaan Tuhan!

Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu (Gal 4: 1)

When I was a child, I talked like a child, I thought like a child, I reasoned like a child; now that I have become a man, I am done with childish ways and have put them aside. (1Kor 13: 11, AMP)

Saat masih kanak-kanak cara bicara, berfikir, dan alasan-alasan kita kekanak-kanakan.

Tuhan ingin kita semua dewasa dalam Dia, dan bisa menangkap hatiNya

Bahasa iman Tuhan:
Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. (2Kor 4:13)

Orang yang mengerti bahasa iman akan berkata-kata karena memiliki Roh iman, saat diucapkan maka hasilnya akan luar biasa.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:

http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line – 085 727 868 064

Sabtu, 14 September 2013
Yom Kippur 5774
Petrus Agung
20130914 - Yom Kippur hi
Penetapan Tuhan

God is in charge of deciding human destiny. Who do you think you are to meddle in the destiny of others? (Yak 4: 12, MSG)

Tuhanlah yang memutuskan destiny dan masa depan kita, dan bukan orang lain.

Whatever happens, happens. Its destiny is fixed. You can’t argue with fate. (Pkh 6: 10, MSG)

Di Perjanjian Lama apapun yang terjadi memang ditetapkan Tuhan untuk terjadi dan tidak bisa diubah lagi. Tapi di Perjanjian baru Tuhan berkata:

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Mat 7:7, Luk 11: 9)

Maka dari itu di perayaan Yom Kipur ini kita akan menghadapkan dan menaikkan kerinduan hati kita kepada Tuhan.

I took another walk around the neighborhood and realized that on this earth as it is– The race is not always to the swift, Nor the battle to the strong, Nor satisfaction to the wise, Nor riches to the smart, Nor grace to the learned. Sooner or later bad luck hits us all. (Pkh 9: 11, MSG)

Penentu kemenangan adalah: waktu dan nasib, semuanya ditentukan oleh penetapan Tuhan.

Eropa sedang krisis ekonomi, yang masih terkuat ekonominya adalah Jerman. Beberapa fakta tentang Jerman:
1. Sejak 1999 presiden Jerman menetapkan bahwa di setiap acara kenegaraan, disamping lagu kebangsaan, juga diperdengarkan lagu: “Yesus tetap menjadi sukacitaku”
2. Presiden Jerman saat ini adalah seorang pendeta. Dia aktif dalam gerakan doa rantai tahun 1989 di Jerman Timur, yang ujungnya tembok Berlin runtuh.
3. Kanselir Jerman sekarang dari partai Kristen. Dia berkata bahwa yang membuat Jerman berbeda dan bertahan adalah kehidupan ke-Kristenan mereka.
Orang-orang kunci Jerman ternyata percaya kepada penetapan Tuhan.

Peta penetapan Tuhan
Saat kita lahir baru, Tuhan punya rencana yang sempurna bagi kita semua, lurus dan cepat, dan ujungnya kemuliaan yang luar biasa. Tapi di samping Tuhan punya rencana, kita punya kehendak bebas/ freewill.
Kadang ada orang membuat keputusan salah, bahkan ada yang fatal. Akibat keputusan itu kita menyimpang dari destiny Tuhan, dan semakin lama akan semakin jauh. Di suatu saat akan ada persimpangan lagi. Itu adalah kesempatan untuk bisa balik ke destiny Tuhan, atau tetap di jalan yang kita pilih, dan ujungnya buntu.

Kita harus meminta penetapan ulang dari Tuhan, menundukkan kehendak bebas kita kepada Tuhan, maka Tuhan akan bawa kita kembali kepada jalur Tuhan dan mencapai destiny kita.

Ada yang diberi Tuhan beberapa kali kesempatan untuk berbalik ke Tuhan, ada yang hanya diberi 1 kali kesempatan untuk berbalik. Hari ini Tuhan akan menetapkan sesuatu dalam hidup kita, maka minta kepada Tuhan untuk turunkan anugerah sehingga kita kembali mendapat perkenanNya.

Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin (Pkh 2: 26)

Tuhan berikan kepada orang yang dikenan Tuhan: hikmat, pengetahuan, dan kesukaan. Artinya mereka yang keluar dari jalur Tuhan tidak mendapatkan ketiga hal tersebut. Yang Tuhan berikan di awal ternyata bukan harta.

Pengertian kata “hikmat”: ketrampilan/ skill dalam berperang, ketrampilan dalam administrasi, ketrampilan dalam etika.
Pengertian kata “pengetahuan”: discerment/ membedakan orang satu dengan yang lain, apakah jujur, bisa diajak kerjasama, rajin, dll.
Kata “sukacita”: berasal dari kata Ibrani śimchâhשׂמחה , yang artinya sukacita karena kita sukses.

Ayat di atas pengertiannya sukacita datang lebih dulu, baru berkat Tuhan menyusul.
Semua yang di mental dan roh kita menarik hal yang sejenis:
Jika yang di dalam kita depresi, yang mendekat pada kita adalah orang-orang depresi.
Jika kita pengomel, kita akan bertemu pengomel-pengomel lain.

Jika di dalam kita ada sukacita, dan kita belajar mengucap syukur, maka kekuatan Tuhan akan turun dengan luar biasa! Sebelum Tuhan perintahkan orang berdosa untuk memberikan kekayaannya kepada kita, Tuhan mau kita bersukacita dan percaya bahwa kita orang yang berhasil.

Kita akan berhasil karena Tuhan menetapkan kita untuk berhasil !

Saat Jepang menyerah kepada sekutu, tentara-tentara Indonesia yang masih ditahan bisa bersukacita. Karena walau masih di dalam tahanan, tinggal menunggu waktu untuk bebas.

Jika kita bisa mengerti prinsip ini, maka setiap pagi kita akan awali hari dengan penuh percaya diri dan iman, dan optimis, sehingga bisa bersukacita.

Saat kita memiliki hikmat, pengetahuan dan sukacita, barulah berkat Tuhan mengalir dalam hidup kita.

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Fil 4:4)

Tindakan profetis: Tulis apa yang kita rindu supaya Tuhan tetapkan dalam hidup kita, masukkan dalam amplop, diangkat dan doakan bersama-sama.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:

http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat – 085 727 868 064

Minggu, 8 September 2013
Relentless (Bab 8 – sore)
John Bevere

Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia (Fil 1: 29)

Semua orang pernah mengalami masa yang berat/ kemalangan dalam hidup. Dan kita merasa itu menyesakkan dan bukan merupakan hadiah.

Sikap-sikap dan pemikiran umum saat berhadapan dengan penderitaan:
Aku tidak percaya hal ini terjadi padaku !
Mengapa saya ?
Mengapa saya harus lalui semua ini?
Aku benci ini !
Tidak seorang pun mengerti apa yang sedang saya alami.
Mengapa aku tidak memiliki hidup yang normal?
Tuhan tolong jauhkan ini ?
Mengapa repot? Menyerah akan jauh lebih mudah.

Paulus pun pernah punya salah satu pemikiran di atas. Tapi Paulus mengalami pergeseran paradigma. Ps Bevere berharap setelah mendengar pengajaran ini, jemaat juga memiliki pergeseran paradigma seperti Paulus.

Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, –karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa (1Ptr 4: 1)

Ilustrasi:
Sebuah negara mengirim pasukan militer ke medan pertempuran, tanpa memberikan persenjataan dan perlengkapan apapun kepada mereka. Maka pasukan itu akan dikalahkan dalam 1 hari.

Orang Kristen yang tidak mempersenjatai diri untuk siap menderita akan mengalami hal-hal konyol seperti ilustrasi di atas.

Walau demikian banyak orang Kristen yang tidak bersenjata. Sehingga saat menghadapi kemalangan dan kesulitan mereka tidak siap dan terkejut/ shock. Di saat seperti itu kita cenderung ber-reaksi dan bukannya ber-aksi menanggapi.

Ilustrasi beda antara orang bersenjata dan yang tidak bersenjata:
Pilot pesawat komersial harus berlatih di simulator setiap 6 bulan. Di simulator itu ada berbagai kondisi dan bahaya yang mungkin menimpa pesawat: mesin mati, listrik mati, turbulance, dll. Simulator mempunyai berbagai skenerio semua kecelakaan pesawat yang pernah terjadi sebelumnya.

Dalam sebuah kecelakaan pesawat yang menewaskan semua penumpangnya, FAA (pengawas penerbangan Amerika) menemukan dari rekaman kotak hitam bahwa begitu kondisi darurat terjadi, pilot segera bereaksi untuk mengatasi masalah seperti saat di simulator. Tapi respon penumpang adalah panik dan menjerit histeris. Si pilot ber-aksi, para penumpang ber-reaksi. Perbedaan ini karena si pilot sudah dipersenjatai, sementara para penumpang tidak dipersenjatai.

Hal yang harus kita ketahui untuk mempersenjatai diri kita:

1. Kemalangan atau kesulitam pasti terjadi dan tidak bisa dihindari

In the world you will have tribulation; (Yoh 16: 33b, NKJV)

Yesus berkata bahwa kita “akan” mengalami kesulitan, bukan “mungkin” mengalami kesulitan

We must through many tribulations enter the kingdom of God.” (Kis 14: 22b, NKJV)

Tribulasi artinya: kesulitan dan tekanan.

2. Kita harus tahu bahwa kita memiliki kuasa untuk mengatasi apapun yang sedang kita hadapi

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1Kor 10: 13)

Ini janji Tuhan saat kita dicobai. Artinya apapun yang kita hadapi sekarang, kita mempunyai kuasa untuk melaluinya dengan berhasil.

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. (Yak 1: 13)

Allah bukan pembuat atau mengadakan kesulitan yang kita hadapi.

Allah mengijinkan kita dicobai iblis supaya kita punya kesempatan untuk mengalahkan iblis, dengan menggunakan kuasa yang sudah Tuhan letakkan di dalam kita.

Pertempuran melawan iblis adalah tidak adil, karena kita sudah memiliki kuasa dari Tuhan untuk mengalahkan iblis.

Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. (Luk 10: 19)

And [so that you can know and understand] what is the immeasurable and unlimited and surpassing greatness of His power in and for us who believe, as demonstrated in the working of His mighty strength (Ef 1:19, AMP)

Kuasa Yesus tidak terbatas di dalam dan bagi kita yang percaya !

Kesaksian konferensi nasional di Hawaii.
Setelah selesai khotbah, pendeta tuan rumah bersama istri dan anaknya menghalangi ps Bevere. Mereka membawa 2 buah hasil X-ray anak pendeta itu yang berusia 12 tahun. Hasil Xray mata anak itu ada bintik-bintik hitam, dan anak itu segera buta permanen tanpa bisa disembuhkan.
Saat si gembala membaca buku “Relentless”, dia sadar bahwa mereka selama ini keliru: terus minta kesembuhan bagi anaknya. Mereka mengubah caranya, dan mulai memperkatakan kesembuhan pada mata anak itu. Hari itu 3 kali hasil Xray menunjukkan bahwa anak itu sembuh total.

3. Kita harus tahu bahwa: kita tidak perlu kalah

2Kor 1: 8-9 – Paulus mengalami kesulitan terbesar di asia.

Tapi di 2 Kor 2:14

Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. (2Kor 2: 14a)

Jika kita ikuti pimpinan Roh Kudus, maka Roh Kudus akan memimpin kita kepada kemenangan.

4. Kita harus merangkul sebuah sikap yang positif terhadap kesengsaraan
Sukacita / joy artinya 100% dari diri kita bersukacita, dan bukan 99% sukacita + 1% dukacita. Karena kekuatan rantai ada pada sambungan yang paling lemah. Saat ada 1% kesedihan di hati kita, maka kita lemah, karena Alkitab berkata bahwa kekuatan kita pada sukacita yang dari Tuhan.

Do not sorrow, for the joy of the LORD is your strength (Neh 8: 10b)

Dear brothers and sisters, when troubles come your way, consider it an opportunity for great joy.
For you know that when your faith is tested, your endurance has a chance to grow (Yak 1:2-3 NLT)

Ujian iman memberi kesempatan bagi ketahanan/ endurance kita untuk bertumbuh.

Latihan ketahanan/ endurance training adalah latihan intensif untuk meningkatkan stamina. Melakukan latihan ketahanan akan meningkatkan kapasitas kita untuk menangangani tantangan-tantangan yang lebih berat di masa depan.

Kemalangan yang Allah ijinkan kita alami ada tujuannya: menciptakan kapasitas dan potensi kita !

Allah akan mengijinkan kesulitan hari ini, sebagai gambaran/ simulasi dari level tekanan yang kelak akan kita hadapi. Karena itu ujian selalu terasa lebih berat dari kemampuan dan tanggung-jawab kita. Allah menggunakan tantangan-tantangan kita saat ini untuk memperkuat kita bagi penaklukan yang lebih besar di masa depan.

Ilustrasi: Angkat berat.
Di usia 35 tahun ps Bevare berkunang-kunang saat berkhotbah. Ps Bevere memutuskan untuk berlatih di gym. Selama ini ps Bevere berfikir bahwa berlatih di gym membuang-buang waktu. Tapi Alkitab berkata bahwa latihan badani itu sedikit gunanya, tapi kita tetap membutuhkan keuntungan yang sedikit itu. Ps Bevere dilatih oleh tetangganya yang bertanding di WWF.
Otot tidak dibangun dengan mengangkat beban yang sedikit. Otot mulai dibangun saat kita bisa mengangkat beban yang sangat berat, sehingga kita hanya mampu mengangkat 3 kali.
Di hari pertama ps Bevere hanya mampu mengangkat 40 kg. Setelah latihan selama 9 tahun, ps Bevere akhirnya bisa angkat 150 kg.

Saat ps Bevere mampu mengangkat 150 kg, angkatan 100 kg sudah biasa dilakukan 10 kali. Tapi beban itu tidak akan bisa diangkat di awal latihan ps Bevere, bahkan bisa membunuhnya.

Kesaksian pelayanan ps Bevere:
Saat melepaskan karir sekuler dan mulai melayani, keuangan ps Bevere jadi berat. Gajinya hanya cukup untuk membayar semua tagihan dan persediaan bahan untuk sebulan. Suatu hari begitu banyak kebutuhan, tapi tidak ada uang untuk semua kebutuhan. Gaji masih 10 hari berikutnya. Semua kebutuhan itu bisa dibayar jika tidak bayar perpuluhan, tapi itu bukan pilihan ps Bevere. Kemudian ps Bevere bangkit, menghardik iblis, meneriakkan Firman Tuhan dan perkataan iman. Akhirnya kebutuhan itu tercukupi.

Saat harus membeli rumah, harga uang muka-nya sangat mahal, tabungan ps Bevere terbatas. Saat ada persembahan khusus di gereja, 50% tabungan dipersembahkan. Dalam 3 bulan Tuhan cukupkan dana untuk uang muka rumah. Untuk perabotnya, Lisa Bevere memperkatakan dan menyebutkan kebutuhannya, dan Tuhan penuhi semua dalam 3 bulan.

Beberapa bulan kemudian gembala dari ps Bevere mendapat visi bahwa ps Befere akan memulai pelayanan yang besar, dan di akhir tahun dia tidak lagi menjadi staf gereja. Masalahnya hingga akhir November hanya ada 2 undangan khotbah, karena saat itu belum ada yang mengenal ps Bevere. Saat itu gembala ps Bevere mulai khawatir dan dia menuliskan surat rekomendasi kepada 600 gereja yang pernah dilayaninya. Tuhan berikan pilihan kepada ps Bevere untuk bergantung pada gembalanya atau pada Tuhan, ps Bevere memilih untuk tidak mengirim surat rekomendasi itu.
Gembala ps Bevere kemudian menawarkan kepada Lisa Bevere untuk membantunya di pelayanan televisi dengan gaji yang sangat tinggi. Kemudian memberi kesempatan kepada ps Bevere untuk mengisi salah satu acara, sehingga dia bisa dikenal di seluruh Amerika.
Tapi Tuhan tidak menghendaki hal itu, karena Tuhan tidak mau kelak saat menghadapi kesulitan kemudian ps Bevere lari ke gembalanya dan bukannya mencari Tuhan.
Di tahun pertama secara ajaib semua kebutuhan tercukupi pada waktunya, juga untuk menggaji ps Bevere dan biaya pelayanannya.

Hari ini, 23 tahun dari masa itu, ps Bevere punya 3 kantor di USA, United Kingdom dan Australia, gedung untuk penampungan wanita korban trafficing di Pnom-Penh, staf pelayanan jumlahnya banyak sekali, maka ps Bevere membutuhkan $ 125.000,- / minggu. Organisasi ps Bevere tidak memiliki jemaat yang rutin memberikan persepuluhan. Jauh lebih mudah untuk percaya Tuhan mencukupkan semua kebutuhan keuangan $ 125.000,- / minggu di saat ini, dibanding saat mereka membutuhkan dana untuk mobil, rumah, dan furnitur. Jika kebutuhan keuangan saat ini dibebankan kepada ps Bevere dan istrinya di awal pelayanan mereka, maka iman mereka akan mati, karena belum terlatih.

Allah tidak pernah ijinkan kita hadapi apapun yang tidak mungkin kita taklukkan !

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. (1Kor 10: 13)

Kita memiliki posisi di dunia usaha atau pendidikan, dan posisi kita memiliki pengaruh: memberi dampak kepada orang-orang bagi kerajaan Allah. Tapi Tuhan ingin mempromosikan kita di posisi yang lebih berpengaruh dan berdampak, artinya menanggung beban yang lebih berat.

Maka Allah mengijinkan hal-hal ini terjadi:
Ada seseorang meng-gosipkan kita, harusnya kita memberkati, tapi kita malah gosipkan balik. Maka kita kembali ke poisisi semula.
Selanjutnya tantangan di bidang keuangan. Kita tidak berdoa kepada Tuhan untuk itu, malah menggunakan kartu kredit kita. Maka kita kembali lagi ke posisi semula.
Tantangan lain, kita gunakan siasat-siasat untuk menghindar. Maka kita kembali lagi.

Saat Tuhan ingin meletakkan kita di posisi yang baru, yang membutuhkan kekuatan yang jauh lebih besar. Padahal kekuatan kita belum bertambah dan masih di posisi semula karena kita menolak pelatihan daya tahan (endurance training) yang dari Tuhan. Maka Tuhan terpaksa harus meletakkan orang lain di posisi yang seharusnya diciptakan untuk kita, karena kita belum punya kekuatan untuk menanggungnya.

Saat menghadapi tahta pengadilan Allah, Yesus akan sedih karena Dia ingin memberi kita upah. Tuhan akan tunjukkan posisi yang sudah Dia persiapkan bagi kita, tapi Tuhan tidak bisa letakkan kita di situ, dan harus serahkan posisi itu kepada orang lain, karena kita terus menolak pelatihan ketahanan (endurance-training) kita.

Daud harus menghadapi beruang dan singa, barulah dia mampu menghadapi Goliat. Jika Daud menghindari pelatihan melawan beruang dan singa, maka Daud akan bersikap sama seperti saudara-saudaranya yang lain, dan tidak berani menghadapi Goliat.

Dulu pergumulan ps Bevere untuk kebutuhan pribadi. Saat ini pergumulan untuk kebutuhan pribadi sangat sedikit, tapi sebagian besar untuk pelayanan. Semua ini tentang latihan ketahanan!

So let it grow, for when your endurance is fully developed, you will be perfect and complete, needing nothing (Yak 1: 4, NLT)

Saat kita mau menjalani latihan ketahanan kita, ketahanan kita berkembang, kapasitas kita akan terbangun seluruhnya, kita menjadi sempurna dan lengkap, dan tidak memerlukan apapun lagi.

Jemaat Laodekia merasa mereka tidak membutuhkan apapun lagi, tapi Tuhan berkata sebaliknya.

Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, (Why 3: 17)

Definisi dari relentles : perilaku atau sikap yang pasti, gigih, pantang mundur, tidak lembek.

Sikap hati yang seharusnya kita ambil dan perkatakan saat menghadapi aniaya dan kesulitan:
Ini sebuah kesempatan istimewa (privilege) !
Betapa menggairahkan !
Ini bukan penghalang, melainkan sebuah kesempatan !
Aku akan lalui semua ini dan menjadi lebih kuat saat bisa melewatinya.
Level kapasitas dan daya tahanku berkembang!
Aku sedang dalam perjalanan ke tingkat kuasa dan otoritas yang lebih besar!
Aku menjadi jauh lebih efektif !
Sungguh suatu kehormatan !

Bersiaplah untuk dipersenjatai !

Kita hanya bisa menjadi pemercaya yang pantang menyerah jika kita adalah anak Allah.
Semua umat manusia lahir sebagai budak dosa, maka kita butuh juru selamat. Yesus datang dan membayar semua dosa kita dengan mencurahkan darahNya di kayu salib, mengambil penghukuman kita sehingga kita jadi merdeka, lalu kita diangkat menjadi anak Allah, dan dimerdekakan.
Satu-satunya jalan untuk jadi anak Allah adalah memberi otoritas dan kepemilikan seluruh kehidupan kita sepenuhnya kepada Tuhan.

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:

http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat – 085 727 868 064

Minggu, 8 September 2013
Relentless – Sumber Kuasa dan Bagaimana Yesus Hidup
John Bevere
20130908Relentless1
Ef 3: 9-10 – Tugas Paulus adalah menyingkapkan apa yang Tuhan rencanakan. Artinya ada rencana Tuhan yang tersembunyi. Rencana Tuhan untuk hidup kita luar biasa. Lawan kata “luar biasa” adalah normal, biasa, wajar. Jadi lawan kata “hidup luar biasa” adalah “hidup biasa-biasa saja”.

Allah melahirkan kerinduan di dalam hati kita untuk hidup luar biasa.

Faktanya 80% dari 15 film yang dikenang sepanjang masa adalah film tentang sosok karakter yang luar biasa dan punya kemampuan luar biasa.Misalnya: Star Wars, Spiderman, Batman, Ironman, The Avenger, Xmen, Indiana Jones. Film-film yang populer sepanjang masa bukan film cinta atau perang.

Kita menyukai film-film itu karena Allah menempatkan kerinduan di dalam kita untuk jadi luar biasa.

Dulu citra/ gambaran ps Bevere tentang orang Kristen adalah orang yang hidup biasa, pasif, tidak mau maju, tidak mau berfikir out of the box, tidak mau jadi perintis. Ps Bevere berfikir bahwa jika jadi Kristen maka akan kehilangan individualisme, kreatifitas, dan gairah untuk meraih hidup yang hebat. Tapi ini bukan rancangan Allah.

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kej 1: 27)

Rancangan awal Allah adalah menciptakan kita segambar dan secitra dengan Allah. Allah bukan pribadi yang biasa-biasa saja, tapi ekstraordinary.

Tuhan ciptakan kita untuk hidup secara luar biasa, dan juga memberdayakan kita untuk meraih hidup yang luar biasa itu.

Kita bisa meraih hidup yang luar biasa itu dengan anugerah (grace) Tuhan

Survey di Amerika kepada lebih dari 5000 orang Kristen dengan pertanyaan “Berikan 3 atau lebih definisi atau gambaran dari anugerah Tuhan (grace od God)”
Respon terbanyak: keselamatan, pemberian cuma-cuma, pengampunan dosa, kasih Allah. Hanya 2% yang menjawab bahwa kasih karunia adalah pemberdayaan dari Allah (Gods empowerment).

And He said unto me, My grace is sufficient for thee: for my strength is made perfect in weakness. Most gladly therefore will I rather glory in my infirmities, that the power of Christ may rest upon me. (2Kor 12: 9, KJV)

Tuhan mendefinisikan kasih karuniaNya sebagai empowerment/ pemberdayaan.

Kasih karunia Tuhanlah yang kita perlukan untuk memperoleh kuasa, karena kuasa Tuhan bergerak sempurna di dalam kelemahan kita.

Grace and peace be multiplied unto you through the knowledge of God, and of Jesus our Lord,
According as His divine power hath given unto us all things that pertain unto life and godliness, through the knowledge of him that hath called us to glory and virtue (2Ptr 1: 2-3, KJV)

Rasul Petrus juga mendefinisikan kasih karunia sebagai empowerment/ pemberdayaan.

Grace = χάρις = charis (G5485).
Definisi umum: penerimaan (acceptable), keuntungan (benefit), kemurahan (favour), hadiah (gift), keramahan (gracious), kemerdekaan (liberality), dst. Definisi ini seperti hasil survey di atas.
Pengertian khusus:
Pengaruh Ilahi di dalam hati dan itu memantul ke hidup kita (divine influence upon the heart, and its reflection in the life).
Pemberdayaan kasih karunia (empowerment grace): tindakan kita yang mencerminkan perubahan hati kita.
Kis 11: 23 – Barnabas melihat kasih karunia yang ada pada jemaat Anthiokia, melalui tindakan jemaat yang mencerminkan hatinya.
Hadirat Allah yang memampukan dalam kehidupan seseorang (Gods empowering present)

Definisi ps Bevere tentang kasih-karunia (grace):

Kasih-karunia adalah pemberdayaan Allah yang memberikan kita kemampuan untuk hidup melampaui kemampuan natural kita.

Kurangnya pengertian tentang makna kasih-karunia bisa digambarkan sebagai berikut:
Ada sebuah suku kecil di Afrika yang harus berjalan 2 km untuk mengambil air. Untuk makan, mereka harus berburu sejauh 9 km. Jika membutuhkan obat-obatan harus jalan 50 km.
Kemudian kita bermurah hati kepada mereka dengan membelikan mereka mobil range-rover dengan 4WD. Fasilitas mobil: power window, AC, DVD player, MP3 player, dll.
Tapi setelah beberapa bulan, ternyata mereka tetap dalam kebiasaan yang lama. Ini terjadi karena kita lupa memberitahu kepala suku bahwa fungsi utama mobil hadiah tersebut adalah transportasi.

Fungsi utama kasih karunia Allah adalah pemberdayaan/ empowerment

Tuhan memperkenalkan kasih karuniaNya di dalam perjanjian baru di Yoh 1: 16

For out of His fullness (abundance) we have all received [all had a share and we were all supplied with] one grace after another and spiritual blessing upon spiritual blessing and even favor upon favor and gift [heaped] upon gift. (Yoh 1: 16, AMP)

And of His fullness we have all received, and grace for grace (Yoh 1: 16, NKJV)

Frase “grace for grace” secara harafiah menggambarkan limpahan (overflow) dan kesempurnaan dari apa yang dilakukan kasih-karunia bagi kita, yaitu kelimpahan Yesus.

Ilustrasinya:
Ada anak yang duduk di bangku cadangan saat pertandingan basket. Kita tawarkan dia alat yang bisa membuat dia memiliki seluruh kemampuan Michael Jordan.
Kepada seorang pebisnis kita tawarkan alat yang bisa memberikan seluruh kemampuan Donald Trump.
Maka mereka semua akan menjadi orang yang berbeda, dan menghasilkan terobosan luar biasa.

Kasih-karunia tidak memberikan kepada kita seluruh kemampuan dari Donald Trump, Steve Job, Bill Gates, LeBron James, Albert Einstein.

Tapi kasih-karunia memberikan kita kepenuhan Yesus sendiri !

Allah tidak memperkenalkan kasih-karunia/ grace di perjanjian baru sebagai pengampunan dosa.
Pengampunan dosa, pemberian gratis, keselamatan, termasuk dalam kasih-karunia, tapi itu baru dijelaskan pada fasal-fasal berikutnya.

Tuhan memperkenalkan kasih karuniaNya sebagai pemberdayaan/ empowerment yang memberi kita kepenuhan Yesus

According as His divine power hath given unto us all things that pertain unto life and godliness, through the knowledge of him that hath called us to glory and virtue (2Ptr 1: 3, KJV)

Kasih-karunia (grace) itu membuat kita mengambil bagian dalam kodrat IlahiNya. Kodrat artinya kualitas atau karakter dasar seseorang. Maka kasih-karunia (grace) memberikan kita kepenuhan kodrat, kualitas-kualitas mendasar, dan karakter Yesus.

Herein, is our love made perfect, that we may have boldness in the day of judgment: because as He is, so are we in this world (1Yoh 4: 17)

Yohanes berkata bahwa kita sama seperti Yesus di dunia ini, bukan hanya kelak di Surga.

Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. (1Yoh 1:7)

Barangsiapa berkata bahwa dia di dalam Tuhan, maka dia harus hidup seperti Kristus hidup, yaitu dengan kasih-karunia.

Yesus hidup dalam kemurnian dan kekuduskan.

Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah. (2Kor 7: 1)

Kitalah yang harus menyucikan hidup kita, dan tidak tertulis bahwa Allah yang memurnikan. Kita bisa melakukan ini karena kasih-karunia (grace).

Ilustrasi dari kehidupan ps Bevere:
Ayah ps Bevere mengajak anaknya menonton “The Ten Commandment” supaya John Bevere muda bertobat. John Bevere muda bertobat, tapi itu hanya berlangsung seminggu, karena pertobatan itu tanpa kasih-karunia.
Saat sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hidupnya, ps Bevere tetap hidup dalam dosa yang sama seperti saat belum diselamatkan. Ini terjadi karena tidak ada pengajaran yang mengajarinya apa yang kita miliki saat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Raja kita.

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. (Ibr 12: 14)

Saat mendapatkan pasal ini, ps Bevere menjadi seorang legalist, yang menegur orang lain yang berdosa. Hal ini membuat orang-orang di sekitar ps Bevere tidak nyaman.

Kekudusan bukan pekerjaan daging, tapi produk kasih karunia Tuhan

Kasih karunia memampukan kita melakukan apa yang daging kita tidak bisa lakukan. Pengertian inilah yang menyucikan tubuh-jiwa-roh ps Bevere dari pencemaran jasmani dan rohani.

Therefore, since we are receiving a kingdom which cannot be shaken, let us have grace, by which we may serve God acceptably with reverence and godly fear (Ibr 12: 28, NKJV)

Kasih-karunia memberdayakan kita untuk bergerak melampaui kemampuan kita, sehingga pelayanan kita berkenan kepada Allah. Maka dari itu rasul Paulus mengingatkan supaya kita tidak menyia-nyiakan kasih-karunia Allah

Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima. (2Kor 6:1)

Saat kita mengerti bahwa kasih-karunia adalah pemberdayaan dari Allah, maka kita akan tahu bagaimana kita bisa menyia-nyiakan kasih-karunia Allah: tidak menggunakan kasih-karunia sesuai fungsi utamanya. Dalam ilustrasi sebelumnya, menyia-nyiakan kasih-karunia adalah suku Afrika yang tidak menggunakan range-rover untuk transportasi.

Yesus hidup dalam hikmat, pemahaman, pengertian/ wawasan, kepandaian, dan kreativitas yang luar biasa. Hikmat Yesus menakjubkan banyak orang, baik pengikut maupun lawanNya.

Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. (Luk 2:40)

Yesus sendiri membutuhkan kasih-karunia. Maka artinya kasih-karunia bukan sekedar pengampunan dosa, keselamatan dan tiket untuk ke Surga. Karena Yesus tidak pernah berdosa dan tidak membutuhkan tiket untuk ke Surga.

Sekalipun Yesus anak Allah, Dia harus lepaskan semua atributNya dan hidup di dunia sebagai anak manusia, maka Yesus membutuhkan kasih-karunia untuk menjalani kehidupanNya di dunia

Contoh hikmat Yesus:
Yesus menyelamatkan wanita pezinah yang dibawa orang Farisi ke depanNya untuk dilempari batu, dengan memberikan jawaban yang luar biasa.
Suatu kali Yesus berjalan di pantai, ada nelayan yang gagal menangkap ikan satupun. Yesus yang merupakan anak tukang kayu memberi saran, sehingga kelompok nelayan itu memperoleh hasil tangkapan tersbesar selama karir mereka.
Yesus menemukan keledai tanpa harus mencarinya di internet.
Yesus membayar pajak tanpa memiliki akuntan.
Yesus tahu ada pencuri di antara murid-muridNya sekalipun pencurian itu belum dilakukan.
Yesus berhasil memenangkan Zakeus. Itu artinya lingkungan sekitarnya jadi aman, ekonomi kota meningkat karena Zakeus mengembalikan 4 kali lipat dari orang yang pernah dia peras.
Dekapolis diinjili oleh orang gila yang disembuhkan Yesus.
Orang-orang yang lumpuh, yang buta, yang bisu, disembuhkan Yesus.

Yesus mampu lakukan semua itu karena memiliki kasih-karunia. Esensi dari kasih-karunia yang Allah berikan kepada Yesus adalah untuk merubah masyarakat dimana Yesus ada.

Yohanes katakan bahwa yang dilakukan Yesus bagi masyarakat sekitarnya begitu banyak.

Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. (Yoh 21: 25)

Kemudian Yesus mengutus kita:

Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” (Yoh 20: 21)

Yesus mengutus kita dengan diperlengkapi:

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; (Yoh 14: 21)

Kita tidak bisa lakukan pekerjaan seperti Yesus, apalagi yang lebih besar dari Yesus, karena kita tidak tahu apa yang kita miliki dari kasih-karunia Allah, dan kita mengecilkan arti kasih-karunia hanya sekedar pengampunan dosa dan keselamatan.

Esensi kasih-karunia Allah adalah memberikan kita kemampuan untuk memerintah dalam hidup

Arti memerintah dalam hidup:

For if by the one man’s offense death reigned through the one, much more those who receive abundance of grace and of the gift of righteousness will reign in life through the One, Jesus Christ. (Rom 5: 17, KJV)

“Memerintah dalam kehidupan oleh kasih-karunia” Allah artinya kita bangkit di atas normal dan menjadi orang yang memberi pengaruh.

Contoh memerintah dalam hidup:
Guru – menemukan cara inovatif untuk berkomunikasi dengan murid-murid, dan guru-guru yang lain heran.
Polisi – menyelesaikan kasus kriminal sebelum orang lain, bahkan tanpa bukti.
Kedokteran – menemukan cara pengobatan yang baru dan inovatif.
Dunia bisnis – tahu kapan menjual atau membeli, kapan masuk atau keluar pasar, sehingga kita menciptakan market share dan bukan sekedar mengikutinya.

Kasih-karunia memampukan kita untuk jadi berbeda (distinguish)

Then this Daniel distinguished himself above the governors and satraps, because an excellent spirit was in him; and the king gave thought to setting him over the whole realm (Dan 6: 3, NKJV)

Alkitab menulis Daniel membedakan dirinya sendiri, dan bukan Allah yang membuat Daniel berbeda. Daniel dan teman-temannya 10 kali lebih berhikmat daripada semua cendikiawan Babilon.
Yesus berkata bahwa Yohanes pembabtis lebih besar dari Daniel.
Yesus juga berkata bahwa orang terkecil dari kerajaan Allah lebih besar dari Yohanes pembabtis, artinya orang itu juga lebih besar dari Daniel!

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi (Mat 5: 14)

Yesus berkata bahwa kita adalah terang dunia. Yang dilakukan terang adalah bersinar, maka kegelapan akan hilang.

Arise, shine; for your light has come! And the glory of the LORD is risen upon you. (Yes 60: 1, NKJV)

Terang Tuhan itu bangkit (risen) dan bukannya turun (descendent). Maka kita memiliki harta karun dari Tuhan di dalam diri kita, bukan diturunkan dari atas.

Pengertian umum orang Kristen tentang “menjadi terang dunia”: kita hidup normal dengan baik dan ramah kepada semua orang. Tapi Yesus berkata:

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat 5: 16)

Menjadi terang yang bersinar artinya kita bekerja dengan baik, dan hasilnya dilihat oleh banyak orang, kemudian mereka yang melihat pekerjaan kita memuliakan Tuhan.

Kita tidak dapatkan pemberdayaan Tuhan karena kita tidak meminta.
Kita tidak meminta karena kita tidak percaya.
Kita tidak percaya karena tidak ada yang mengajarkan pada kita bahwa kasih-karunia adalah pemberdayaan Allah

Kasih-karunia yang dialami ps Bevere:
Ps Bevere sangat buruk dalam pelajaran bahasa Inggris. Maka saat Tuhan perintahkan untuk menulis buku, ps Bevere mengabaikannya. Tapi setelah dua hamba Tuhan mengatakan hal yang sama, perasaan takut akan Tuhan muncul, kemudian ps Bevere meminta anugerah Tuhan. Sekarang ini ps Bevere sudah menulis 15 buku, dalam 64 bahasa, dan terjual jutaan copy.

Kita ada sebagaimana kita ada karena kasih karunia Allah; bukan karena pendidikan, keturunan, negara, atau hal lain.

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, (1Kor 15: 10a)

Maillist:

http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,280 other followers