Rabu 29 Juni 2011 – 08:00
Bahtera
KKR 2 Pesta Raja-Raja”
Iin Cipto
Peperangan: begitu banyak destiny/nasib kita, berkat-berkat kita, bahkan karakter-karakter yang baik dicuri iblis.
Tahun 1970 visi untuk p Yusak: “Indonesia berdoa”. Di puncak acara di langit terlihat burung gagak, burung merpati dan rajawali
“Burung gagak” dan “kelelawar” = musuh terbesar di Indonesia
Burung gagak ada di:
  • Halaman rumah orang yang khawatir – saat khawatir berkat kita akan dicurinya
  • Di pundak orang yang negatif
  • Di kepala orang yang tidak percaya dan meragukan Tuhan
> Habiskan burung gagak dalam hidup kita !
> Cara mengalahkannya dengan hineni (penyerahan total), percaya, masuk generasi penakluk dunia – sehingga burung gagak tidak punya ruang – dan akhirnya kita habiskan – sehingga setiap kita bisa ambil setiap jatah kita dan capai destiny kita: menuai apa yang harus dituai, menduduki apa yang harus diduduki
Nani Susanti
Senjata yang bisa buat kita menang selama-lamanya sampai kedatangan Tuhan yang ke-2: sepakat dengan Tuhan – percaya dan jadikan Yesus Tuhan satu-satunya, maka Dia yang akan berperang dan beri instruksi kepada kita – kemenangan ada di tangan kita
Orang Filistin seperti burung gagak – walau berkali-kali kalah – tetap datang lagi
> Tapi kemenangan adalah milik kita jika ada kesepakatan
1 Sam 13:19-20 – Israel terkepung dan tanpa senjata
> Banyak yang sebelumnya berjalan baik – setelah di depan mata – gagal – karena diserobot oleh burung-burng gagak – ikuti teladan Yonatan dan bujangnya dalam berperang, maka kita bisa rebut balik jatah kita !
1 Sam 14:1,4-7 – Israel dikuasai Filistin, Yonatan dan bujangnya maju diam-diam
> Untuk melawan “burung gagak” harus menyeberang melintasi – jadi tentara Tuhan apapun panggilannya
Bozes = shining = sinar yang terang, Sene=semak belukar
> Sebelum Yonatan berperang, ada janji Tuhan : bozes – terang Tuhan yang menyertai
> Semak duri – harus di9lewati – jalan terus bersama terang Yesus Tuhan pasti menang ! > Harus ada tekat utk jalan dengan Tuhan
Pembawa senjata Yonatan sepakat dengan Yonatan – hineni, itu yang membawa kemenangan
> Katakan: lakukan apapun dalam hidupku Tuhan! Aku sepakat!
Akan ada kegentaran yang dari Allah saat ada 2 orang sepakat
> Jika Yesus perang dan kita bersikap seperti si pembawa senjata: pasti menang !
Tarian profetik Cirebon, tindakan profetiknya:
  1. Tulis musuh dan kelemahan – dirobek bersamaan dengan hamba Tuhan
  2. Tulis semua permohonan doa, janji-janji Tuhan yang pernah dipotong iblis/ gagak
Daniel Cipto
Pesta raja-raja sudah lama dirindukan Tuhan ribuan tahun, Tuhan ingin anak-anakNya meningkat dan Firman jadi daging
Firman jadi daging: seluruh Alkitab digenapi – termasuk janji-janji yang sudah ribuan tahun
Yang harus kita lakukan: hineni ! Jika kita mengerti hineni maka kita akan bisa menikmati semua janji-janji Tuhan
Yoh 15 – Aku di dalam engkau dan engkau di dalam Aku – adalah jalan untuk menjadi hineni: merendahkan diri dan mau tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita
Hineni = tidak ada harga diri – yang terjadi hanya rencana dan kehendakNya
Mat 22:10 – ada orang jahat dan orang baik dipanggil ke pesta
Orang yang tidak memakai pakaian pesta adalah anak Tuhan – karena bisa masuk di pesta (karena yang bukan anak Tuhan tidak bisa masuk pesta), tapi tak mempersiapkan diri untuk bertemu raja – mungkin hati tawar karena kecewa !
Hati hineni = apa yang Tuhan rindukan harusnya budakNya juga rindukan
Semua yang kita miliki asalah milik Tuhan – jika Tuhan minta – berikan! – berhasil atau gagal semuanya karena Tuhan
Manusia terbatas – jika tidak dianugrahkan kepada kita maka tidak akan bisa
Ikut pesta raja-raja maka akan ada perubahan – karena Yesus yang jadi raja
Semua diundang ke pesta, tekatnya: MAU
Salah satu kewenangan raja: membalikkan nasib
Tarian: ujungnya perubahan nasib
Petrus Hadi
Luk 15:20-32 – ungkapan pertobatan yang sangat berbeda
ay 21 – anak bungsu merasa berdosa terhadap surga (pertama disebut) dan bapa
Surga = tempat tinggal Bapa. Si bungsu merasa yang pertama kena dampak perbuatannya adalah surga
> Cerita ini bukan sekedar perumpamaan – tapi nubuatan:
Suatu kali akan ada kelompok yang begitu besar bertobat: kaum Kedar – si anak bungsu, karena yang dianggap sulung tetap Ishak
Saat mereka bertobat – itu awal pesta raja-raja – sudah ribuan tahun Bapa rindu pertobatan mereka
ay 22 – Bapa berkata bukan kepada sulung, tapi kepada hamba-hamba, yaitu anak-anak Tuhan yang punya tanda hineni
Ada pesta yang meriah, merepotkan, dana begitu besar – ribuan tahun Bapa tunggu pesta ini terjadi, maka semua yang terbaik disediakan
> Hamba-hamba tidak protes – walaupun “si bungsu” suka mem-bom, menutup rumah Tuhan,
ay 25 – sulung tidak di night club, tempat orang nakal, bukan berfoya-foya – tapi bekerja di ladang – menggambarkan kekristenan secara umum yang merasa melayani/melakukan sesuatu bagi Bapanya
ay 26 – Sulung tidak punya hubungan – keintiman – terpaut dengan Bapa
> Banyak orang yang tidak mengerti dengan apa yang Bahtera lakukan
Tarian di jalan-jalan: prosedur Bapa untuk sambutsi bungsu
Hamba-hamba sibuk untuk persiapan pesta
Sulung mempertanyakan tindakan profetik, tari-tarian
Anak sulung tidak bisa ikut pesta karena fokusnya bukan kerinduan Tuhan
Hanya orang yang punya tanda hineni yang terus menjalankan perintah Tuhan
ay 27 – yang menyembelih = ayahmu = uangnya Bapa
> Suatu hari bahkan orang di rumah kita sendiri tidak mengerti (orang tua, istri, anak-anak)
ay 28 – Sulung tidak mau masuk
Banyak orang Kristen tidak bisa masuk karena merasa bekerja di ladang – merasa berbuat sesuatu bagi Bapa
Tuhan ijinkan bungsu berfoya-foya dengan bom, dengan menutup gereja
Tapi mau tidak mau janji Tuhan akan digenapi: si bungsu kembali pulang
Sampai titik tertentu Bapa tetap berikan pengertian
ay 29 – kebenaran diri sendiri, sombong
Sombong – merasa belum pernah melanggar perintah Bapa – padahal tidak ada orang yang tidak pernah bersalah – dan terus menghakimi
> Seharusnya Hanas dan Kayafas yang persiapkan jalan untuk Yesus, tapi sibuk menghakimi, akhirnya Tuhan pakai Yohanes Pembaptis
ay 30-31 – Sulung selalu bersama Bapa – tapi tidak mengerti hati Bapa
ay 32 – Bapa berkata: “kita patut bersuka cita” karena melihat dan mendengar apa yang sudah Tuhan kerjakan
Kej 21:17-20 – Ismael dulu pemanah – searang pem-bom
Yes 21: 16-17 – pemanah tinggal sedikit = 15% saja
Peristiwa 8 Feb 2011 – kejadian Temanggung – p Hadi alami takut dan marah !
Tidak ada kemuliaan tanpa penderitaan
Kej 16:12 – rhema bagi p Hadi 3 jam sebelum kejadian
> Tuhan minta untuk memaklumi anak bungsu
p Hadi putuskan ampuni – jadi mau tidak mau si bungsu kembali = 85%
Yes 60:7 – Kita harus tahu hati Tuhan: rindu si bungsu
> seperti Abraham saat kehilangan Ismael = hampa
Yang jadi masalah: kita seperti siapa:
  • Sulung yang tidak mau mengerti dan marah-marah
  • Hamba yang seiring dan sejalan dengan Bapa
> Untuk yang sehati dengan Bapa – tidak sulit Bapa alirkan danaNya !
link MP3:

http://www.4shared.com/audio/JtOgC8g9/20110629_-_KKR2_-_Pesta_Raja-R.html