3 Penghambat Abraham Mencapai Destinynya
Hengky Kusworo
16 Oktober 2011

Kis 7:1-5 – Stefanus beri kesaksian bahwa Yesus(King of Glory) pernah jumpa Abraham.

Bagaimana kita bisa mencapai destiny kita:
1. Singkirkan Terah-Terah dari hidup kita
Kej 11: 27-32 – sesuatu mengubah destiny Abram
Awalnya Abram tidak taat: yang membawa Abram keluar dari Ur-Kasdim adalah Terah – ayahnya, padahal yang ditemui Tuhan adalah Abram
Destiny adalah tujuan hidup kita. Destiny Abram Kanaan, tapi di awal terhenti di Haran, karena yang memimpin bukan Abram tapi Terah (=delay/penundaan, station)
> Maka Tuhan harus tunggu hingga Terah mati

Kej 12:1-4 – Tuhan baru berfirman kepada Abram lagi setelah penunda destiny Abram mati
Terah adalah simbol penundaan, berhenti. Terah bisa berupa kepahitan, gengsi, harga diri terlalu tinggi, pacar, kekecewaan.

Destiny adalah pilihan kita. Terah apa yang bisa menghentikan destiny kita?
Perjalanan masih harus berlanjut, jangan berhenti di Haran, jangan sampai tertinggal dan Tuhan tidak bicara lagi pada kita.
Terah bisa juga berupa merasa doa tidak segera dijawab Tuhan, atau tangisan orang tua yang tidak rela kita pergi ikut Yesus, atau karena kebenaran diri sndiri.
Singkirkan Terah dari hidup kta dan mari kita capai destiny kita.

2. Perubahan karakter
Kej 17:1-6, 10 Untuk mencapai destinynya, nama Abram harus diubah jadi Abraham
Abram: bapa yang ingin ditinggikan (the exolted father) = destiny dari Terah untuk Abram
Abraham: bapa dari banyak bangsa (father of multitude) = destiny Tuhan untuk Abram yang jauh lebih besar dari destinynya semula.
>Abram diubah karakter jadi Abraham.
Destiny kita kadang terhanti karena karakter kita
Manusia cenderung tidak mau berubah wataknya. Banyak orang maunya dihargai, di”wong”ke, dipuji-puji, diangkat-angkat.
Kita harus mau berubah, punya visi yang lebih besar, destiny yang lebih besar, impian yang besar! Untuk itu kita harus upgrade diri kita. Sifat-sifat jelek perlu disunat!
Tidak mau berubah membuat kita stagnant, berhenti di titik tertentu.
Destiny jangan untuk diri sendiri. Destiny Abram harus jadi bapak segala bangsa.

3. Letakkan yang Paling kita Cintai di MezbahNya
Kej 22:1-2 – Apa yang paling dicintai Abraham: Ishak – harus dipersembahkan
Adakah “Ishak” dalam hidup kita?
Ishak dinanti-nantikan Abraham selama 30 tahun. Abraham berhadapan pada pilihan: cinta pada pemberian Tuhan atau cinta pada Tuhan?
Apa yang paling kita cintai harus diserahkan di mezbah Tuhan!

Kej 22:11-14 – Jehova Jireh muncul dalam hidup kita saat korban kita yang terakhir- yang paling berharga, yang paling dicintai – kita letakkan di atas mezbah Tuhan
ay 16-17 – Janji Tuhan diberikan setelah “Ishak” dikorbankan

Jangan mau dihentikan oleh apapun, untuk meraih keajaiban-keajaiban dalam hidupmu.
(Jurnal oleh dr Junaidi)

link rekaman MP3 sore:

http://www.4shared.com/audio/4gVOTnZo/3_Penghambat_Abraham_Mencapai_.html

Advertisements