Minggu 6 November 2011 – pagi
Petrus Agung

Penuaian Susulan”

 

4 Hal yang terjadi dalam minggu-minggu terakhir, yang merupakan tanda dari Tuhan:

  1. Total yang dibabtis selama bulan oktober 3000 orang lebih, dan ini merupakan suatu tanda. Tuhan berkata kepada 6HT bahwa jika di 11-11-2011 anak Tuhan bisa tangkap, maka Tuhan akan berikan apiNya, yang akan seperti roket pendorong yang bawa kita maju dengan cepat hingga mencapai apa yang Tuhan mau, seperti jaman Pentakosta pertama – Roh Tuhan turun dalam wujud seperti api. Kebaktian 18:00, temanya api. Babtisan 3000 orang adalah konfirmasi dari Tuhan bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi
  2. PAP dapat email dari direktur crusade/KKR Benny Hinn saat SHRK di jakarta, bahwa Benny Hinn ingin kunjungi Holy Stadium, kemungkinan pada pertengahan Januari 2012. Tanpa kita undang, tim Benny Hinn yang ingin datang.
  3. Rabu malam seorang anak Tuhan Jakarta bertemu PAP. Anak Tuhan ini punya visi untuk memiliki banyak station TV di Indonesia. Dia bernasar jika visi tercapai, satu diserahkan ke PAP. Akhirnya sepakat ambil Salatiga, karena dekat, ada MK, dan ketua sinode di Salatiga. Serah terima tanggal 16 Nov 2011. Grup anak Tuhan tersebut juga sewa transponder satelit pada satelit Telkom 3, dapat jatah 100 channel untuk TV. Saat diluncurkan, PAP dapat 1 channel gratis 24 jam.
  4. Pilot project Agro: tanam padi di Magelang, 19 Nov 2011 panen perdana beras Mentik Wangi. Tahap pertama ini hanya 6 Ha, musim berikutnya lahan yang tersedia 125 Ha.

 

11-11-11 – datang, nyembah, tangkap apiNya karena kita butuh roket yg besar untuk mendorong kita mencapai tujuan yang Tuhan tetapkan bagi hidup kita.

 

Apa yang selama ini kurang dan harus dibenahi saat kegerakan terjadi ?

> PAP diingatkan tentang peristiwa 5 roti dan 2 ikan:

  1. Yang membagi-bagikan adalah pekerjaan murid-muridNya
  2. Yang mengerjakan mujizat: Tuhan Yesus
  3. Bagian orang yang terima mujizat pelipatgandaan adalah seperti perintah Yesus: mengorganisasi diri kita sendiri (organize your self) – suruh mereka duduk berkelompok masing-masing 50 orang. Maka yang harus dikerjakan: setiap jemaat tergabung dalam Mezbah Keluarga. Saat ini kita kerjakan, tanpa kita ketahui prosesnya, kita akan menikmati pelipatgandaanNya

 

 

Saat Gideon perang melawan Median. Di perang pertama kemenangan luar biasa. Saat suku Efraim ikut membantu – kemenangannya jauh lebih besar. Saat Efraim protes, jawaban Gideon: “bukankah petikan susulan orang Efraim lebih besar?”

 

Rhema: ada “petikan/panen susulan” dalam pengertian yang baik maupun yang tidak baik. Yang tidak baik bisa terjadi jika kita tidak waspada !

 

Kej 4: 1-8

Dalam bahasa Ibrani dosa artinya miss the target

Kain adalah orang yang meleset dari target

Semua orang beri korban supaya dapat perkenan Tuhan. Hari itu Kain meleset dari target Tuhan – tidak bisa berikan yang Tuhan mau. Ketika target Tuhan tidak bisa dicapai hati Kain menjadi panas karena korban Habel diterima Tuhan. Saat Tuhan tegur – Kain tidak dengarkan, tapi malah menghindar dan meluapkan emosinya – bahkan membunuh

Harusnya Kain selesaikan dengan bertanya pada Tuhan seperti apa korban yang Tuhan inginkan.

 

Tuaian pertama Kain: Tuha tidak berkenan pada persembahannya

Tuaian susulan: Tuhan mengutuk Kain

 

Banyak orang lakukan hal ini tanpa disadari. Ada hal-hal yang kita kerjakan dan kita sadar bahwa kita miss the target. Bukannya bertobat kembali dan bertanya kepada Tuhan dimana letak miss -nya, tapi mencoba menutupi dengan banyak hal. Akibatnya semakin mengerikan.

 

Yes 30:1 – “.. sin to sin..” dosa ditambah dosa

Saat kita gagal minta Tuhan untuk memberikan nasehatNya – bukan karena Tuhan tidak mau, tapi karena kita yang tidak mau minta nasehat Tuhan.

Akibatnya kesalahan berbuah kesalahan, dosa berbuah dosa. Dan biasanya panen susulan lebih besar dan lebih mengerikan.

Secara positif maupun negatif hal ini terjadi.

 

Seandainya kita bisa jujur dengan hati kita dan jujur dengan Tuhan – bicara terbuka dengan Tuhan, maka akan luar biasa.

Kesalahannya adalah kita anggap Tuhan tidak terlalu lihat – tidak maha tahu, sehingga dengan gampang kita menipu dan memanipulasi Tuhan. Akibatnya kita akan cenderung memanipulasi orang lain. Saat kemudian terbentur sana-sini, justru berontak terhadap Tuhan dan manusia, pahit terhadap manusia lain, padahal akarnya dalam diri kita sendiri. Harusnya kita bertobat !

 

Kesaksian PAP

1. Ada HT yang berkarunia nabi, tajam, hobynya bongkar dosa- seringkali vulgar: menembak orang dari mimbar. PAP sering undang dia ke gereja Permata, dan hobynya “menembak” pendeta. Nabi ini karunianya membawa orang bertobat,

Lama-lama PAP tidak tahan dan marah. Saat pembantu PAP dengarkan kaset khotbah dari HT itu dan bertobat, tapi PAP keraskan hati.

Kemudian RK tanya kenapa PAP marah. Hari itu PAP belajar jujur kepada Tuhan bahwa dia tersinggung. PAP bisa berikan alasan lain, tapi jika dilakukan maka akarnya tidak pernah tersentuh dan artinya berbohong pada hati sendiri dan pada Tuhan.

Tuhan tunjukkan bahwa ketersinggungan PAP adalah kesombongan.

Tuhan berkata: jika mau besar, harus bereskan hati – yaitu kesombongan.

Ketersinggungan PAP karena sombong. Jika PAP rendah hati maka tidak akan tersinggung dan marah. Tuhan ingin PAP biarkan dirinya diproses sampai habis sehingga siap terima hal yang besar.

 

Seringkali kita tidak jujur dengan diri sendiri dan menyalahkan orang lain, padahal sumber masalah dalam diri kita.

! Jika kita kerjakan apapun selalu ada masalah – berhenti salahkan orang lain, jujurlah terhadap diri sendir dan Tuhan, akui apa adanya semua kesombongan kita. Itu yang akan membuat cepat selesai. Jika tidak maka malah akan berkepanjangan

 

2. Awal JKI lokasi di jl Gajahmada belakang gedung Majesti sekarang – samping GBI Bethany yang saat itu sedang berkembang. Di awal PAP minta ijin buka gereja kepada pdt Sebadja (gembala Bethany). Saat lihat jemaat Bethany banyak, awalnya PAP bisa ucap syukur. Jemaat GBI Bethany ribuan, JKI 25 orang saja, dan ini membuat hati PAP teriritasi dan tidak mau jujur pada Tuhan. Akhirnya kemarahan memuncak saat KKR di GBI Bethany, dan petugas parkir buka tempat parkir JKI untuk menampung mobil yang banyak tsb.

Saat hati PAP kacau dan tidak bisa berdoa, Tuhan tanyai PAP dan dijawab dengan kurang ajar. Tuhan bongkar hati PAP bahwa dia iri karena tidak sesukses GBI Bethany.

Tuhan peringatkan: jika sikap hati PAP tetap dan terus iri, tidak akan bisa berkembang. Akhirnya PAP bertobat dan mengaku bahwa dia iri, dan minta ampun ke Tuhan.

Sorenya PAP kunjungi Gembala GBI Bethany (pdt Sebadja) dan mengaku bahwa sakit hati terhadap GBI Bethany dan minta maaf karena salah di depan Tuhan, dan kemudian sumbangkan seluruh kas JKI ke GBI yang sedang membangun – sebagai tanda pertobatan kepada Tuhan.

Sejak itu hati PAP berubah – apapun perkembangan GBI Bethany – PAP ikut andil.

Setahun kemudian JKI dapatkan gedung gereja Permata, dan saat ini Holy Stadium.

 

Bisakah kita jujur? Sehingga tuaian susulan kita tetap tuaian yang luar biasa dan bukan tuaian yang jahat

Banyak orang yang saat usahanya gagal beberapa kali, tidak mau berhenti dan mengaku di depan Tuhan. Tapi seringkali coba dengan segala cara manusia.

 

Ketidakmauan kita untuk jujur terhadap diri sendiri dan Tuhan akan membuat panen susulan kita bukan panen susulan yang baik, justru merupakan panen susulan yang mengerikan.

 

Pastikan bahwa panen susulan kita selalu lebih baik.

 

Jika hari ini ada orang-orang yang merugikan kita atau membuat kita marah, belajar diampuni – kebaskan! Jangan sampai itu jadi benih yang mengakar di hidup kita.

Jika mengakar – akan merusak kita dan kita tidak akan pernah kemana-mana, karena akar yang sudah membusuk dan rusak itu akhirnya akan meracuni hidup rohani kita.

 

Tuhan punya rencana yang besar, ada banyak orang terhambat berkatnya karena tidak mau selesaikan, mengampuni, dan jujur

 

Mari jujur terhadap diri sendiri dan Tuhan sehingga panen susulan kita makin ajaib dan luar biasa

 

Pohon yang tidak berbuah akan ditebang, carang yang berbuah dibersihkan supaya semakin lebat buahnya

 

 

link rekaman MP3:

http://www.4shared.com/audio/9PacVHvo/Penuaian_Susulan_-_Petrus_Agun.html

 

Advertisements