Pendalaman Alkitab bersama Ps. Joseph (Israel)

Kamis 10 November 2011 – Nazareth, Israel

2. Yeshua sebagai Kepala”

Kej 1:1-3 – בראשׁית =rê’shîyth dalam bahasa inggris dierjemahkan sebagai “in the beginning”. Ini tidak tepat, karena jika kita mengerti permulaan sesuatu artinya kita coba menata hal-hal yang ada dalam pikiran kita- kemudian mengurutkannya sehingga ada yang menjadi bagian paling awal.

Itulah sebabnya ada banyak teori tentang permulaan dari segala sesuatu.

Setiap kata Ibrani tersusun dari 3 huruf. Seperti pohon yang memiliki akar, dari akar kata tersebut akan ada keluarga kata.

Maka kita harus mengerti arti בראשׁית – bereshiyt dengan pertolongan Roh Kudus, sehingga bisa tempatkan segala hal dalam sudut pandang yang tepat.

בראשׁית – bereshiyt akar katanya adalah ראשׁ rô’sh ( = kepala ) + in (pada / di dalam) +

Sehingga terjemahan kej 1:1a tersebut menjadi:

“Pada kepala adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi”

Kisah penciptaan dalam Alkitab seperti telegram: pendek-pendek dan hanya 2 fasal.

Umur bumi menurut Alkitab = 5771 tahun – sesuai tahun Yahudi.

Di taman Getsemani terdapat banyak pohon zaitun besar – yang setelah diteliti dan diukur oleh para ahli ternyata berumur 5771 tahun.

Deskripsi penciptaan di kitab Kejadian berbicara tentang realita kita – tapi tidak bicara tentang realitas Tuhan. Artinya keberadaan Tuhan tidak tergantung pada manusia. Jika kita artikan kej 1:1a sebagai “pada mulanya” – seakan-akan Tuhan tergantung pada hal tersebut.

Maka kesimpulannya: Di awal segala realitas manusia ada KEPALA, dan KEPALA itu tidak tergantung manusia. KEPALA itu exist dari dulu, senantiasa ada, DIA adalah masa lalu- masa kini dan masa depan, DIA tidak dibatasi oleh apapun yang diciptakanNYA

Alfabet Ibrani diawali dengan huruf aleph, tapi Alkitab diawali dengan huruf beth (huruf ke-2)

> Yeshua adalah Aleph dan Taf, Alfa dan Omega

Tuhan berkenan untuk ber-relasi dengan manusia sebagai Tuhan yang mengikat perjanjian, Tuhan yang penuh kasih,

Tapi pada awal realitas kita adalah KEPALA dan selalu sang KEPALA – itu sebabnya Alkitab diawali huruf beth, karena aleph dan tah senantiasa ada – artinya Yeshua senantiasa ada.

“HE is the beginning, HE is the end, and everything between beginning and end”

Sama dengan di atas, demikian juga Yoh 1:1a. Bukan “Pada mulanya adalah Firman” , tetapi: “Sebagai KEPALA dari segala sesuatu adalah Firman, ….. “

Pengertian tentang KEPALA akan membawa kita pada perspektif / cara pandang yang benar: Kita bukan pusat segala sesuatu, tapi Tuhan lah pusat segala sesuatu, dan segala sesuatu diciptakan melalui kemurahanNya.

Pusat segala sesuatu adalah Tuhan, kemudian Tuhan singkapkan diriNYA dalam realita kita sebagai Tuhan yang perkasa (Almighty God) dan Tuhan pencipta.

Maka jika Tuhan adalah pusat untuk segala sesuatu dalam hidup kita, maka kisah penciptaan tidak penting lagi detilnya.

Kitab kejadian adalah deskripsi/gambaran penciptaan dan realitas kita dalam relasi dengan sang KEPALA

Kej 1:1b – “to create” בּרא = bârâ’ = mencipta. Kata ini hanya untuk KEPALA karena hanya sang KEPALA yang bisa mencipta.

Huruf-huruf penyusun kata בּרא (bara) terdapat juga dalam kata bereshiyt בראשׁית , artinya kata mencipta juga ada dalam kata kepala, segala sesuatu mengalir keluar dari DIA

> Semua masalah dalam Alkitab dan dalam hidup kita berawal saat kita lupa siapa KEPALA kita, bahkan kadang kita berani berkata bahwa kitalah kepalanya

Dalam kisah kejatuhan Adam dan Hawa terdapat 2 kesalahan fatal Hawa:

1. Hawa menambahi perkataan Allah:

“Tidak boleh makan buah” menjadi “Tidak boleh sentuh buah”

> Ada orang agamawi yang menambahkan berbagai peraturan/ larangan – karena berfikir bahwa jika ditambah maka akan menjadi lebih suci.

=> Padahal tidak ada satu halpun di dalam diri kita yang bisa memuaskan hati Tuhan, dan tidak ada orang yang bisa masuk surga HANYA dengan melakukan aturan-aturan hukum

Maria Magdalena pada pagi kebangkitan Yeshua sedang mencari jasad Yeshua. Saat ia tahu bahwa Yeshua bangkit, Maria ingin sentuh Yeshua – ada kaitan dengan tahayul bahwa jika kita sentuh salib, maka kita akan diselamatkan.

=> Kita SELAMAT bukan karena menyentuh kayu salib, bahkan bukan karena kita menyentuh Yeshua !

Tapi keselamatan hanya dengan hidup berjalan dalam iman oleh penebusan dan oleh darah Yeshua

2. Hawa UBAH perkataan Tuhan:

מוּת = mûth “kamu PASTI mati” menjadi פּ = pên “MUNGKIN kamu akan mati”

mungkin (= maybe) adalah LAWAN kata dari pasti (= sure)

Ini adalah dosa besar : mengatakan apa yang Tuhan tidak pernah katakan !

Apa yang kita pikirkan sama sekali tidak penting, tapi yang terpenting adalah apa yang Roh Kudus singkapkan kepada kita.

Saat Yeshua bertransfigurasi, murid-murid berfikir dengan cara lama: berpegang pada moment (hold the moment), menjaga untuk tetap bersentuhan dengan moment tersebut.

=> Kita tidak bisa tahan Tuhan maupun moment !

Kadang-kadang kita mendapat visi yang istimewa, pewahyuan-pewahyuan istimewa. Hal ini bukan berarti kita kenal Tuhan dengan lebih baik, tapi seringkali menunjukkan bahwa iman kita lemah.

Setelah visi tentang Yeshua di bukit – murid-murid hanya melihat Yeshua sendirian, ini membuat mereka sadar hanya satu kebenaran yang penting yaitu Yeshua dan hanya Yeshua saja, semua hal yang lain adalah panteism, dan kita yang jadi tuhannya.

Dosa terbesar di seluruh alkitab: orang terus-menerus berusaha mengganti KEPALA nya

Mengganti “kepala” artinya memutuskan relasi dengan KEPALA yang sebenarnya.

Saat kita ingin jadi Tuhan – artinya kita lupa bahwa realitas kita hanya bisa ada oleh karena ada KEPALA

Deskripsi penciptaan alam semesta hanya dalam sekitar 31 ayat saja

Kej 2:4a – Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan

אלה תולדות ה שׁמים והא רץ בהברא ׃

‘êlleh tôledâh shâmayim ‘erets bârâ’

Jika huruf Ibrani dari kata “bara” kita balik hurufnya, maka di dapat kata di dalam Abraham אברהם (‘abrâhâm ) sehingga terbaca:

“Demikianlah riwayat langit dan bumi di dalam Abraham” -> bukan di dalam Abram

Maka tujuan mengapa dunia ini diciptakan adalah untuk Abraham dan benih Abraham (singular/tunggal – bukan benih-benih) – yaitu Yeshua !

Tujuannya supaya di dalam Yeshua semua bangsa diberkati

Segala sesuatu dalam penciptaan dimaksudkan supaya ber-relasi dengan benih Abraham yaitu Yeshua, yang ada di dalam kita saat kita jadi ciptaan baru dengan Tuhan sebagai kepala kita.

Kita diajar kisah penciptaan supaya kita bisa melihat bahwa Tuhan penuh kasih dan belas kasihan

Saat kita memandang satu sama lain: lihat Yeshua ada dalam diri semua orang !

Jika kita ingin masuk surga – tujuannya supaya bisa bertemu dan melihat sang KEPALA: Yeshua. Inilah hal yang terpenting !

Tanya jawab:

  1. Awal ministri Yeshua memberitakan pertobatan kepada Naftali dan Zebulon – literal dari Yes 9: 1-2.

  2. “kingdom of God is near” Di dalam Yeshua kita mendapat kasih karunia demi kasih karunia. Yeshua = Firman Tuhan = profetik words = kata-kata nubuatan. Artinya kita tidak bisa mendapat pewahyuan lebih besar dibanding Yeshua sendiri. Jadi jika kerajaan Tuhan bukan sekarang (Yeshua bukan sebagai KEPALA kita), maka juga tidak akan terjadi di masa depan. Maka kita harus jadi anak Tuhan yang lahir baru oleh air dan Roh dan Yeshua sebagai KEPALA kita

  3. Saat berkhotbah di sinagog, nabi lain berbicara TENTANG Mesias. Tapi Yeshua berbicara tentang sang KEPALA – yaitu diriNYA sendiri.

Kej 1:1a memiliki pengucapan hampir sama dengan yoh 1:1a. Maka setiap orang Yahudi pada jaman Yeshua akan tahu bahwa Yohanes (Yohanan – Tuhan akan berbelas kasihan) berbicara tentang Mesias

link MP3 khotbah:

http://www.4shared.com/audio/eOkV02rF/20111110_Sesi_2_-_Yeshua_Sebag.html

Advertisements