Jumat, 23 Agustus 2013
Grace along The Way
Tommy Barnet

Setiap kali malayani, ps Barnet berdoa supaya ada 1 orang yang dijamah Roh Kudus sehingga bisa menangkap yang dari Tuhan, dan melakukan hal yang besar bersama Tuhan.

Ada orang yang lakukan begitu banyak bagi Tuhan, tapi ada yang hanya lakukan sedikit.

Let us therefore come boldly unto the throne of grace, that we may obtain mercy, and find grace to help in time of need. (Ibr 4: 16, KJV)

Tuhan tidak pernah memberikan anugerah di awal (starting grace), tapi Tuhan menunggu hingga kita bergerak, setelah itu dia beri kasih karunia di sepanjang jalan.

Banyak orang tidak melangkah karena menunggu untuk mendengar dari Tuhan. Tapi Tuhan berkata bahwa kita baru akan mendengar dari Dia saat kita melangkah. Tuhan menunggu kita berbuat, melangkah mengikuti dan mengejar visi yang dari Tuhan.

Grace work when faith come out. Kasih karunia bekerja saat iman muncul.

Yairus adalah pengurus sinagoga dan putrinya sekarat. Yairus harus ambil keputusan antara menunggui putrinya yang sakit dan hasilnya pasti putrinya mati. Atau pergi mencari Yesus, dan putrinya MUNGKIN hidup.

Iman tidak menjamin bahwa Allah akan bertindak. Tapi diam saja akan memastikan kegagalan kita.

Saat kita mulai melangkah dengan iman, maka kasih karunia dan kemurahan Allah akan hadir.

2Raj 7 – kisah 4 orang kusta yang kelaparan dan sekarat. Jika tetap di tempat itu atau masuk Yerusalem, mereka PASTI akan mati. Tapi jika mereka pergi ke kemah musuh, maka mereka MUNGKIN mati atau hidup.
Mereka memutuskan untuk masuk ke kemah musuh. Saat mereka bergerak ke perkemahan musuh, Tuhan bergerak dalam kasih karuniaNya dan menimbulkan ketakutan di pihak musuh, dan musuh melarikan diri.

Yairus datang ke Yesus dengan ketidak-pastian: apakah bertemu Yesus? Apakah Yesus mau datang ke rumahnya? Maka saat bertemu Yesus, Yairus menyembahnya. Ternyata Yesus mau menyembuhkan putri Yairus.

Allah kita adalah Tuhan yang me-responi, dan menunggu kita melakukan langkah pertama.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu (Mat 7: 7)

“Mintalah” – bagian kita; “kita akan menerima” – ini bagian Tuhan.

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Mrk 16: 16)

“Percaya” – bagian kita, “kita diselamatkan” – bagian Tuhan

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. ” (Luk 6: 38)

“Beri” – bagian kita; “Diberikan kepadamu” – bagian Tuhan.

Kesalahan banyak orang: menunggu Allah bergerak lebih dulu.

Cara kerja kasih karunia seperti football Amerika. Dalam tim ada quarterback/ gelandang dan receiver/ penerima. Tugas quarterback adalah melemparkan bola ke depan. Tugas receiver adalah berlari dan bergerak, berusaha bebas dan menghindar dari halangan lawan.

Kita bisa terus berkata:
Kita ingin kerja tapi tidak dapat pekerjaan.
Kita ingin sembuh, tapi tidak pernah bisa bangkit dari tempat tidur.
Kita ingin jadi mujijat Tuhan, tapi tidak pernah keluar dari perahu dengan iman.

Apa yang kita percayai dari Allah, itu yang harusnya kita kejar.
Saat kita melakukan hal ini maka kasih karunia akan mengikuti.

Quarterback tidak menunggu receiver sampai ke depan, tapi dia melemparkan bola ke posisi yang nantinya akan dicapai receiver. Quarterback tidak melemparkan bola ke posisi receiver saat itu, tapi ke posisi seharusnya dia berada nantinya.

Seperti ilustrasi football di atas, saat ps Barnet bergerak menuju posisi yang Tuhan harapkan, Tuhan SELALU muncul dengan kasih karunia, kemurahan, kuasa, dan keuangan.

Kita perlu pergi ke titik/ posisi yang Tuhan kehendaki, tapi seringkali kita justru menjauhinya.

Saat quarterback melemparkan bola, maka bola akan melayang di udara. Waktu bola berada di udara ini disebut hang-time. Selama hang-time, si receiver bisa memperbaiki arah larinya menuju titik jatuhnya bola.

Allah membiarkan berkatnya tertunda dan menunggu kita berada di posisi yang Tuhan kehendaki.

19 th yang lalu ps Barnet mendapat panggilan Tuhan untuk menyentuh daerah terburuk di Los Angeles: penuh kemiskinan, tidak ada pekerjaan, banyak pengangguran. Di LA tinggal bermacam bangsa: Yahudi, Kamboja, Filipina, dll, merupakan kota yang mempunyai bangsa paling beragam di Amerika. Selama 5 tahun ps Barnet menggumulkannya, dan akhirnya jadi. Jika kita tetap memimpikan hal yang sama selama 5 tahun, maka mimpi itu akan tergenapi.

Di usia 57 tahun ps Barnet mengumumkan di gerejanya di Phoenix tentang pembangunan Dream Center di LA. Dia merasa sangat letih untuk menggalang dana bagi Dream Center, hendak berhenti dan menikmati gerejanya di Phoenix yang sudah besar. Saat itulah seorang ketua sinode gereja menelepon dan memberikan persembahan untuk Dream Center. Ps Barnet bercerita bahwa dia akan menyerah, tapi rekan itu menyemangatinya: Jika ps Barnet tidak melangkah, mungkin dia akan kehilangan alasan utama ps Barnet diciptakan, kemudian jadi tidak berbahagia dan depresi.

Kadang Tuhan gunakan orang lain untuk berbicara dan membawa kita menuju posisi yang tepat, supaya Tuhan bisa kirimkan iman dan kasih karuniaNya pada hidup kita.

Saat Tuhan mulai memberkati kita, Dia memberkati kebutuhan kita.

Yairus sedang membutuhkan Yesus, dan mereka sedang menuju rumah Yairus, Yesus terhenti karena ada wanita yang menjamah jubahNya.

Mungkin kita sudah berjalan sesuai tujuan Ilahi menuju destiny kita, tapi yang mendapat berkat lebih dahulu adalah orang lain, dan kita harus menunggu.

Kadang Tuhan menunda berkatNya untuk melihat apakah kita bisa tetap menyembah Dia, saat orang lain diberkati dan sukses; apakah kita bisa bersukacita dan merayakan kesuksesan orang lain, hingga kesuksesan kita sendiri datang.

Saat kita bisa bersukacita atas apa yang Tuhan lakukan bagi orang lain dan rekan-rekan kita, kita bisa mengerti mengapa Allah buat itu bagi mereka. Dan karena Allah mengasihi kita semua, maka Tuhan juga bisa berikan keberhasilan kepada kita.

Saat keluarga ps Barnet pesan di drive through McDonald, ibu dari ps Barnet selalu memesan apa yang tidak ada di menu. Konsekuensinya walau datang lebih dulu, tapi pesanan orang lain akan dilayani terlebih dulu sementara pesanan itu disiapkan.

Kadang kita harus menunggu berkat kita, sambil ikut merayakan saat orang-orang lain menerima berkatnya, karena berkat kita SPESIAL, dan Tuhan masih mempersiapkan berkat kita.

Allah ingin mempergunakan kita lebih besar, tapi saat ini kita masih berupa benih.

TD Jakes yang disebut sebagai Billy Graham berikutnya, pernah hampir menyerah karena bertahun-tahun jemaatnya kurang dari 100 orang. Tapi kini dia sudah menjadi begitu besar dan terkenal.

Beberapa dari kita saat ini masih berbentuk benih. Tapi saat benih itu tumbuh, akan jadi sangat besar. Saat kita meminta sesuatu yang khusus kepada Tuhan, Tuhan sedang mempersiapkannya, dan kita harus menunggu.

Ps Barnet harus menunggu visi Dream Center selama 40 th. Selama masa penantian itu ps Barnet membangun imannya dengan bergaul dengan hamba-hamba Tuhan yang bisa menggerakkan tubuh Kristus. Saat hamba-hamba Tuhan itu menyampaikan firman, maka iman ps Barnet bertumbuh.

Tugas kita adalah melangkah dengan iman, sehingga Allah bisa mengerjakan tugasNya, yaitu memberikan kasih karuniaNya.

Ps Barnet tidak pernah memiliki uang lebih dulu untuk pelayanan yang Tuhan letakkan dalam hidupnya.

Provision follow vision- penyediaan mengikuti visi, uang mengikuti pelayanan.

Visi Tuhan kepada kita kadang begitu besar, karena kita begitu kecil dan tidak memiliki hal-hal yang dibutuhkan untuk meraih visi tersebut. Tetapi selalu ada grace along the way- karunia sepanjang jalan.

Saat usia kita semakin bertambah, kita perlu memiliki visi garis akhir. Mimpi ps Barnet saat ini:
Membantu jemaat meraih visi kita.
Sebelum meninggal, seseorang akan memberikan kepada ps Barnet 1 milyar dollar untuk Injil, dan akan digunakan untuk membangun Dream Center di seluruh dunia. Tapi mimpi kedua ini tidak akan terjadi karena kasih karunia ada sepanjang perjalanan iman (grace along the way), bukan sebelumnya.

Kita tidak tahu bagaimana cara Tuhan melakukan atau kapan waktunya. Tapi setiap kali kita melangkah dengan iman, maka kasih karunia Tuhan akan selalu muncul.

Dalam perjalanan ke rumah Yairus, muncul pembunuh-pembunuh mimpi: mereka menyatakan bahwa anak Yairus mati, dan tidak ada manusia yang bisa membangkitkan orang mati.

Pembunuh mimpi adalah orang-orang yang mengucapkan kata-kata negatif dan pesimis. Jangan dengarkan kata-kata para pembunuh mimpi, karena apapun yang kita ijinkan masuk ke dalam roh kita, itulah yang kita percayai. Saat kita mempercayai kata-kata negatif itu, maka Tuhan tidak bisa menolong kita. Karena tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Allah.

Saat tiba di rumah Yairus, Yesus menyingkirkan para peratap dan hanya mengajak beberapa muridNya untuk berdoa.

Kita tidak bisa berdoa dan share visi kita dengan semua orang, karena akan selalu ada pembunuh-pembunuh mimpi.

Wanita yang sakit pendarahan sembuh seketika, tetapi bagi Yairus diperlukan beberapa waktu untuk menerima mujizatnya.
Wanita yang sakit pendarahan mengalami mujizat kesembuhan, tapi yairus mengalami mujizat kebangkitan.

Dalam Ibr 4: 16 tidak dikatakan sebelum waktu kebutuhan, tetapi pada waktu kebutuhan (in time of need).

Kristus datang pada saat yang tepat, di saat yang dibutuhkan, tidak terlambat dan tidak terlalu cepat

Saat akan membeli gedung bekas rumah sakit yang sekarang jadi Dream Center, ps Barnet tidak memiliki dana sedikitpun. Suatu saat ada hamba Tuhan yang punya urapan multiplikasi. Hamba Tuhan itu menuangkan benih sesawi ke tangan ps Barnet, melambangkan urapan multiplikasi.
Satu hari ada seorang jemaat di Pheonix yang dulunya menentang visi ps Barnet. Saat mengunjungi dan meninjau Dream Center, dia tersentuh dan memberi cek sebesar 1 jt dollar, dan kemudian 1 jt dollar lagi.

Dalam 10 tahun terakhir sejak ps Barnet menerima urapan multiplikasi:
Ada lebih banyak orang diselamatkan dibanding dalam 50 tahun pelayanan sebelumnya
Ada lebih banyak tanda dan mujizat.
Ada lebih banyak keuangan yang melewati tangan ps Barnet. Tidak ada yang tertahan karena semua untuk kepentingan Injil.

Tuhan menunggu seseorang yang melangkah dalam iman dengan berani, melangkah keluar dari perahu dan mencoba melangkah di atas air.

Kasih karunia ada sepanjang jalan, tapi kita harus membuat langkah pertama.

Maillist:
http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064

Advertisements