Minggu, 25 Agustus 2013
Living Larger than Life
Tommy Barnet
20130825-Living Larger Than Life2
Tema ini berbicara tentang bagaimana menjalani hidup kita dengan lebih besar dan luas. Membuat visi, sasaran, dan rencana kita lebih luas dari kehidupan kita sendiri. Membuat kita menjadi bagian dalam sejarah, sehingga kita tidak sekedar hidup tapi meninggalkan sebuah warisan.

Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. (2Sam 7: 12)

Tuhan berjanji kepada Daud, bahwa walau Daud wafat, tapi hidup, mimpi, harapan, rencana-rencana visi dan tujuan Daud akan terus hidup hingga generasi-generasi berikutnya. Mimpi-mimpi Daud tidak akan mati bersama dengan Daud, tapi berlangsung lebih panjang.

5 kunci untuk membuka potensi kita, sehingga mampu hidup lebih luas dari hidup kita saat ini:

1. Kita harus ambisius (be ambitious)
Ada ambisi yang jahat dan egois, tapi juga ada ambisi, semangat dan gairah Ilahi, sesuatu yang membuat kita mengingini kehidupan yang lebih besar.

Contoh orang-orang yang mempersiapkan dirinya:
Daud membunuh beruang, singa, dan kemudian raksasa, tapi itu hanya awal. Daud menulis mazmur saat menggembala domba, seolah-olah membuang waktunya. Tapi sesungguhnya Daud sedang mempersiapkan dirinya untuk destinynya.
TD Jakes disebut sebagai Billy Graham masa kini. TD Jakes mengkhotbahkan hal yang sama dengan yang dia persiapkan saat jemaatnya kurang dari 100 orang.
Joice Meyer baru masuk pelayanan setelah usia 45 tahun, sebelumnya dia hanya seorang sekretaris gembala. Selama itulah dia mempersiapkan dirinya. Menurut survei di Amerika, saat ini orang yang paling banyak didengarkan di TV adalah Oprah, dan Joyce di posisi kedua.
Sebelum ayah Joel Olsteen meninggal, dia belum pernah berkhotbah sekalipun. Tapi kemudian Allah menggunakan menggunakannya secara luar biasa.
Darlene Zcech adalah anggota tim pujian Hillsong, dan menjadi salah satu sekretaris gembala sidang. Saat Hillsong akan membuat album, pemimpin pujian (worship leader) berkata akan pindah ke Amerika, padahal dialah penulis lagunya. Maka muncullah Darlene yang sudah menciptakan “Shout to The Lord”, yang menjadi lagu rohani terpopuler selama abad ini.

Kita tidak pernah tahu kapan kita mendapatkan momentum Ilahi, momen yang Tuhan buat untuk mempromosi kita, meletakkan kita di bawah sorotan, dan memberi kita peluang untuk melakukan sesuatu yang bernilai.

Dalam film “Saving private Ryan”, Ryan ditahan musuh, lalu ada sepasukan yang dikirim untuk membebaskan Ryan. Tim penolong akhirnya berhasil menyelamatkan Ryan, walau harus dengan banyak korban cedera bahkan meninggal. Pemimpin pasukan menceritakan kepada Ryan apa 7yang sudah mereka lalui, dan berpesan: “Kau harus membuat hidupmu berarti”.

Hidup kita adalah karunia dari Allah. Bapa berikan anakNya bagi kita, untuk menyelamatkan kita. Tuhan investasikan Darah anakNya bagi kita, memberi kita karunia-karunia, meletakkan kita pada masa ini, maka kita harus buat hidup kita berarti.

Jangan hidup pasif dan pesimis! Kita harus bersemangat, punya ambisi, menjadikan hidup kita berarti! Sehingga kita selalu siap menyambut waktu Ilahi, karena kita tidak tahu kapan saat itu datang.

2. Melayani dengan intensitas (serve with intensity)
Banyak orang tidak meninggalkan warisan karena tidak melayani dengan intensitas

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kol 3:23)

Jadilah antusias, bersemangat, siap untuk melayani, melayani dengan intensitas dan segenap hati.

Siapa mengusahakan yang baik, akan dipercaya dan mendapat hormat; siapa merencanakan yang jahat ada di jalan yang sesat. (Ams 14:23, BIS)

Kebanyakan orang bekerja untuk kebaikan, mimpi, ambisi dan tujuan pribadi. Tapi Tuhan memerintahkan untuk berbuat baik pada orang lain.

Tidak ada orang besar. Yang ada hanya orang-orang biasa yang memberi diri untuk suatu sebab dan tujuan yang besar

Untuk meninggalkan warisan, kita tidak harus jadi ketua kelompok, pintar luar biasa, atau bertalenta.

Bukan apa yang kita lakukan yang berarti, tapi seberapa banyak kasih yang kita curahkan dalam melakukannya, itulah yang membuat perbedaan! (mother Theressa)

Sayangnya banyak orang yang menyia-nyiakan hidupnya dengan fokus pada hal-hal yang tidak kekal.

Gunakan dan investasikan hidup kita kepada hal-hal yang kekal !

Hal-hal yang tidak kekal: Kemasyuran, status, kesenangan, kuasa, benda-benda, semua yang kita miliki, opini, fashion, pencapaian, sertifikat.

Hal-hal yang akan berlaku kekal:
1. Kebenaran
Heaven and earth shall pass away, but My words shall not pass away. (Mat 24: 35, KJV)

Bangun hidup kita di atas kebenaran, yaitu Firman Tuhan.

2. Manusia
Suatu hari tubuh jasmani kita akan mati. Tapi itu bukan akhir, karena Tuhan membuat kita untuk ada selamanya.

Apa yang kita lakukan di muka bumi menentukan apa yang kita dapatkan di kekekalan.

Pahlawan dan pemenang hari kemarin akan segera dilupakan. Hari ini kita tidak ingat lagi siapa-siapa saja pemenang miss universe, pemenang academy awards, pemenang nobel tahun yang lalu.

Sebaliknya kita akan mengingat: guru yang paling menolong di sekolah, teman yang menolong di masa sulit, seseorang yang percaya pada potensi kita saat kita sedang bertumbuh.

Orang-orang yang membuat peredaan besar bagi kita, dan yang meninggalkan warisan dalam hidup kita, bukan orang yang terkenal, terkaya atau yang paling bertalenta, tetapi mereka yang melayani dengan kasih

Jika kita ingin meninggalkan warisan, layanilah orang-orang dengan intensitas!

3. Berhasil dalam kerendah-hatian (succeed with humility)

Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian. (Ams 29: 23)

Kita harus tetap rendah hati (humble) atau kita akan tersandung (stumble).

Kerendahan hati artinya tidak menganggap dari kita terlalu serius atau penting. Orang yang rendah hati mampu mentertawakan dirinya sendiri.

clothe yourselves with humility (1Pet 5:5, NAS) – kenakanlah jubah kerendahan hati

Jangan khawatir dengan image kita, tapi perhatikan karakter kita ! Citra diri (image) adalah hal-hal yang orang katakan tentang kita. Tapi karakter adalah jati diri kita sesungguhnya.

4. Memberi dengan murah (give with generosity)

Dengan demikian kalian akan serba cukup dalam segala hal sehingga kalian selalu dapat memberi dengan murah hati. (2kor 9: 11a)

Umat Allah memberi dengan murah hati, sehingga perbuatan itu tidak terlupakan.

Saat Andrew Karnegie meninggal, orang menemukan catatan yang berisi cita-citanya di waktu muda:
1/2 umurnya yang awal akan digunakan untuk mencari uang, dan 1/2 umur sisanya dia bagikan uang itu kepada yang membutuhkan. Dia memberikan lebih dari 450 juta dollar kepada orang-orang yang membutuhkan. Jika dia hanya simpan kekayaannya, maka dia tidak pernah jadi siapapun.

Kita harus belajar bermurah hati sejak sekarang. Jika kita ingin seperti Yesus, kita harus murah hati.

Kita tidak akan pernah diingat karena membelanjakan uang untuk kepentingan kita pribadi. Kita akan diingat saat kita membelanjakan uang kita untuk menolong orang lain.

Menolong orang lain adalah salah satu cara kita meninggalkan warisan (legacy)

5. Menyerah bukan pilihan (quitting is not an option)

Yesus berkata kepada orang itu, “Orang yang sudah mulai membajak, lalu menengok ke belakang, tidak layak menjadi anggota umat Allah.” (Luk 9: 62)

Kita tidak diijinkan berhenti sampai kita selesai, karena kita membawa sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.

Yang penting bukan bagaimana kita mengawali hidup kita, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita mengakhirinya dengan kuat.

Ikan salmon berenang naik ke hulu melawan arus untuk meletakkan telur-telurnya. Ikan-ikan itu juga harus menghadapi beruang-beruang. Mereka harus berjuang keras, tapi tujuan mereka adalah berkembang biak dan memberi dampak bagi generasi berikutnya.

Tuhan punya destiny bagi hidup kita, dan Tuhan punya arus dan tujuan dalam hidup kita. Tapi setan tidak ingin kita mencapai destiny kita, dan berusaha mencoba merebut mimpi dan tujuan ilahi Tuhan bagi hidup kita. Karena saat kita mencapai tujuan dan menyelesaikan pertandingan, maka kita akan memberi berkat besar bagi generasi berikutnya.

Saat kita tergoda untuk berhenti, pikirkan bahwa kita harus hidup lebih besar dari diri kita, harus meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya.

Beberapa orang merasa minder dan tidak punya talenta. Ps Barnet ingin jadi orang yang berarti. Dia ditolak di tim basket karena kurang jangkung, ditolak di tim football karena kurang kuat, gagal jadi yang terpandai karena kalah satu angka dari juaranya. Suatu hari di usia 15 ps Barnet berkhotbah pada kebaktian anak muda selama 5 menit, lalu ps Barnet tawarkan orang-orang untuk terima Tuhan Yesus. Saat itu ada anak usia 12 tahun yang maju, menangis dan bertobat. Ps Barnet memperoleh kepercayaan diri: bisa menyelamatkan orang dari neraka.

Tuhan sebenarnya tidak memerlukan talenta, keindahaan, atau kekuatan kita; karena Tuhan memiliki semua itu. Tuhan hanya mau satu hal: hati kita !

Saat Tuhan memiliki hati kita, Dia memiliki semua yang kita miliki: talenta, uang, dan hidup kita.

Saat Tuhan memiliki hati kita, Tuhan sanggup mengubah hidup kita yang kecil dan menjadikannya lebih besar dari hidup masa kini kita. Tuhan bisa memakai siapapun juga, dan menjadikan orang tersebut jadi orang yang berarti.

Mungkin saat ini ada yang merasa kondisi kita buruk, dan iblis berkata bahwa kita tidak pernah jadi apapun. Tapi iblis itu pendusta, maka jangan pernah dengarkan dia.
Pilihlah untuk mendengarkan Tuhan yang berkata bahwa kita lebih dari pemenang, kita memiliki harapan dan masa depan, segala sesuatu mungkin bagi orang yang percaya.

Iblis datang untuk menghancurkan kita, tapi Tuhan datang untuk memberi kita hidup yang berkelimpahan.

Maillist:
http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat, Kakao, Viber – 085 727 868 064