Minggu, 8 September 2013
Relentless (Bab 8 – sore)
John Bevere

Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia (Fil 1: 29)

Semua orang pernah mengalami masa yang berat/ kemalangan dalam hidup. Dan kita merasa itu menyesakkan dan bukan merupakan hadiah.

Sikap-sikap dan pemikiran umum saat berhadapan dengan penderitaan:
Aku tidak percaya hal ini terjadi padaku !
Mengapa saya ?
Mengapa saya harus lalui semua ini?
Aku benci ini !
Tidak seorang pun mengerti apa yang sedang saya alami.
Mengapa aku tidak memiliki hidup yang normal?
Tuhan tolong jauhkan ini ?
Mengapa repot? Menyerah akan jauh lebih mudah.

Paulus pun pernah punya salah satu pemikiran di atas. Tapi Paulus mengalami pergeseran paradigma. Ps Bevere berharap setelah mendengar pengajaran ini, jemaat juga memiliki pergeseran paradigma seperti Paulus.

Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, –karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa (1Ptr 4: 1)

Ilustrasi:
Sebuah negara mengirim pasukan militer ke medan pertempuran, tanpa memberikan persenjataan dan perlengkapan apapun kepada mereka. Maka pasukan itu akan dikalahkan dalam 1 hari.

Orang Kristen yang tidak mempersenjatai diri untuk siap menderita akan mengalami hal-hal konyol seperti ilustrasi di atas.

Walau demikian banyak orang Kristen yang tidak bersenjata. Sehingga saat menghadapi kemalangan dan kesulitan mereka tidak siap dan terkejut/ shock. Di saat seperti itu kita cenderung ber-reaksi dan bukannya ber-aksi menanggapi.

Ilustrasi beda antara orang bersenjata dan yang tidak bersenjata:
Pilot pesawat komersial harus berlatih di simulator setiap 6 bulan. Di simulator itu ada berbagai kondisi dan bahaya yang mungkin menimpa pesawat: mesin mati, listrik mati, turbulance, dll. Simulator mempunyai berbagai skenerio semua kecelakaan pesawat yang pernah terjadi sebelumnya.

Dalam sebuah kecelakaan pesawat yang menewaskan semua penumpangnya, FAA (pengawas penerbangan Amerika) menemukan dari rekaman kotak hitam bahwa begitu kondisi darurat terjadi, pilot segera bereaksi untuk mengatasi masalah seperti saat di simulator. Tapi respon penumpang adalah panik dan menjerit histeris. Si pilot ber-aksi, para penumpang ber-reaksi. Perbedaan ini karena si pilot sudah dipersenjatai, sementara para penumpang tidak dipersenjatai.

Hal yang harus kita ketahui untuk mempersenjatai diri kita:

1. Kemalangan atau kesulitam pasti terjadi dan tidak bisa dihindari

In the world you will have tribulation; (Yoh 16: 33b, NKJV)

Yesus berkata bahwa kita “akan” mengalami kesulitan, bukan “mungkin” mengalami kesulitan

We must through many tribulations enter the kingdom of God.” (Kis 14: 22b, NKJV)

Tribulasi artinya: kesulitan dan tekanan.

2. Kita harus tahu bahwa kita memiliki kuasa untuk mengatasi apapun yang sedang kita hadapi

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1Kor 10: 13)

Ini janji Tuhan saat kita dicobai. Artinya apapun yang kita hadapi sekarang, kita mempunyai kuasa untuk melaluinya dengan berhasil.

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. (Yak 1: 13)

Allah bukan pembuat atau mengadakan kesulitan yang kita hadapi.

Allah mengijinkan kita dicobai iblis supaya kita punya kesempatan untuk mengalahkan iblis, dengan menggunakan kuasa yang sudah Tuhan letakkan di dalam kita.

Pertempuran melawan iblis adalah tidak adil, karena kita sudah memiliki kuasa dari Tuhan untuk mengalahkan iblis.

Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. (Luk 10: 19)

And [so that you can know and understand] what is the immeasurable and unlimited and surpassing greatness of His power in and for us who believe, as demonstrated in the working of His mighty strength (Ef 1:19, AMP)

Kuasa Yesus tidak terbatas di dalam dan bagi kita yang percaya !

Kesaksian konferensi nasional di Hawaii.
Setelah selesai khotbah, pendeta tuan rumah bersama istri dan anaknya menghalangi ps Bevere. Mereka membawa 2 buah hasil X-ray anak pendeta itu yang berusia 12 tahun. Hasil Xray mata anak itu ada bintik-bintik hitam, dan anak itu segera buta permanen tanpa bisa disembuhkan.
Saat si gembala membaca buku “Relentless”, dia sadar bahwa mereka selama ini keliru: terus minta kesembuhan bagi anaknya. Mereka mengubah caranya, dan mulai memperkatakan kesembuhan pada mata anak itu. Hari itu 3 kali hasil Xray menunjukkan bahwa anak itu sembuh total.

3. Kita harus tahu bahwa: kita tidak perlu kalah

2Kor 1: 8-9 – Paulus mengalami kesulitan terbesar di asia.

Tapi di 2 Kor 2:14

Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. (2Kor 2: 14a)

Jika kita ikuti pimpinan Roh Kudus, maka Roh Kudus akan memimpin kita kepada kemenangan.

4. Kita harus merangkul sebuah sikap yang positif terhadap kesengsaraan
Sukacita / joy artinya 100% dari diri kita bersukacita, dan bukan 99% sukacita + 1% dukacita. Karena kekuatan rantai ada pada sambungan yang paling lemah. Saat ada 1% kesedihan di hati kita, maka kita lemah, karena Alkitab berkata bahwa kekuatan kita pada sukacita yang dari Tuhan.

Do not sorrow, for the joy of the LORD is your strength (Neh 8: 10b)

Dear brothers and sisters, when troubles come your way, consider it an opportunity for great joy.
For you know that when your faith is tested, your endurance has a chance to grow (Yak 1:2-3 NLT)

Ujian iman memberi kesempatan bagi ketahanan/ endurance kita untuk bertumbuh.

Latihan ketahanan/ endurance training adalah latihan intensif untuk meningkatkan stamina. Melakukan latihan ketahanan akan meningkatkan kapasitas kita untuk menangangani tantangan-tantangan yang lebih berat di masa depan.

Kemalangan yang Allah ijinkan kita alami ada tujuannya: menciptakan kapasitas dan potensi kita !

Allah akan mengijinkan kesulitan hari ini, sebagai gambaran/ simulasi dari level tekanan yang kelak akan kita hadapi. Karena itu ujian selalu terasa lebih berat dari kemampuan dan tanggung-jawab kita. Allah menggunakan tantangan-tantangan kita saat ini untuk memperkuat kita bagi penaklukan yang lebih besar di masa depan.

Ilustrasi: Angkat berat.
Di usia 35 tahun ps Bevare berkunang-kunang saat berkhotbah. Ps Bevere memutuskan untuk berlatih di gym. Selama ini ps Bevere berfikir bahwa berlatih di gym membuang-buang waktu. Tapi Alkitab berkata bahwa latihan badani itu sedikit gunanya, tapi kita tetap membutuhkan keuntungan yang sedikit itu. Ps Bevere dilatih oleh tetangganya yang bertanding di WWF.
Otot tidak dibangun dengan mengangkat beban yang sedikit. Otot mulai dibangun saat kita bisa mengangkat beban yang sangat berat, sehingga kita hanya mampu mengangkat 3 kali.
Di hari pertama ps Bevere hanya mampu mengangkat 40 kg. Setelah latihan selama 9 tahun, ps Bevere akhirnya bisa angkat 150 kg.

Saat ps Bevere mampu mengangkat 150 kg, angkatan 100 kg sudah biasa dilakukan 10 kali. Tapi beban itu tidak akan bisa diangkat di awal latihan ps Bevere, bahkan bisa membunuhnya.

Kesaksian pelayanan ps Bevere:
Saat melepaskan karir sekuler dan mulai melayani, keuangan ps Bevere jadi berat. Gajinya hanya cukup untuk membayar semua tagihan dan persediaan bahan untuk sebulan. Suatu hari begitu banyak kebutuhan, tapi tidak ada uang untuk semua kebutuhan. Gaji masih 10 hari berikutnya. Semua kebutuhan itu bisa dibayar jika tidak bayar perpuluhan, tapi itu bukan pilihan ps Bevere. Kemudian ps Bevere bangkit, menghardik iblis, meneriakkan Firman Tuhan dan perkataan iman. Akhirnya kebutuhan itu tercukupi.

Saat harus membeli rumah, harga uang muka-nya sangat mahal, tabungan ps Bevere terbatas. Saat ada persembahan khusus di gereja, 50% tabungan dipersembahkan. Dalam 3 bulan Tuhan cukupkan dana untuk uang muka rumah. Untuk perabotnya, Lisa Bevere memperkatakan dan menyebutkan kebutuhannya, dan Tuhan penuhi semua dalam 3 bulan.

Beberapa bulan kemudian gembala dari ps Bevere mendapat visi bahwa ps Befere akan memulai pelayanan yang besar, dan di akhir tahun dia tidak lagi menjadi staf gereja. Masalahnya hingga akhir November hanya ada 2 undangan khotbah, karena saat itu belum ada yang mengenal ps Bevere. Saat itu gembala ps Bevere mulai khawatir dan dia menuliskan surat rekomendasi kepada 600 gereja yang pernah dilayaninya. Tuhan berikan pilihan kepada ps Bevere untuk bergantung pada gembalanya atau pada Tuhan, ps Bevere memilih untuk tidak mengirim surat rekomendasi itu.
Gembala ps Bevere kemudian menawarkan kepada Lisa Bevere untuk membantunya di pelayanan televisi dengan gaji yang sangat tinggi. Kemudian memberi kesempatan kepada ps Bevere untuk mengisi salah satu acara, sehingga dia bisa dikenal di seluruh Amerika.
Tapi Tuhan tidak menghendaki hal itu, karena Tuhan tidak mau kelak saat menghadapi kesulitan kemudian ps Bevere lari ke gembalanya dan bukannya mencari Tuhan.
Di tahun pertama secara ajaib semua kebutuhan tercukupi pada waktunya, juga untuk menggaji ps Bevere dan biaya pelayanannya.

Hari ini, 23 tahun dari masa itu, ps Bevere punya 3 kantor di USA, United Kingdom dan Australia, gedung untuk penampungan wanita korban trafficing di Pnom-Penh, staf pelayanan jumlahnya banyak sekali, maka ps Bevere membutuhkan $ 125.000,- / minggu. Organisasi ps Bevere tidak memiliki jemaat yang rutin memberikan persepuluhan. Jauh lebih mudah untuk percaya Tuhan mencukupkan semua kebutuhan keuangan $ 125.000,- / minggu di saat ini, dibanding saat mereka membutuhkan dana untuk mobil, rumah, dan furnitur. Jika kebutuhan keuangan saat ini dibebankan kepada ps Bevere dan istrinya di awal pelayanan mereka, maka iman mereka akan mati, karena belum terlatih.

Allah tidak pernah ijinkan kita hadapi apapun yang tidak mungkin kita taklukkan !

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. (1Kor 10: 13)

Kita memiliki posisi di dunia usaha atau pendidikan, dan posisi kita memiliki pengaruh: memberi dampak kepada orang-orang bagi kerajaan Allah. Tapi Tuhan ingin mempromosikan kita di posisi yang lebih berpengaruh dan berdampak, artinya menanggung beban yang lebih berat.

Maka Allah mengijinkan hal-hal ini terjadi:
Ada seseorang meng-gosipkan kita, harusnya kita memberkati, tapi kita malah gosipkan balik. Maka kita kembali ke poisisi semula.
Selanjutnya tantangan di bidang keuangan. Kita tidak berdoa kepada Tuhan untuk itu, malah menggunakan kartu kredit kita. Maka kita kembali lagi ke posisi semula.
Tantangan lain, kita gunakan siasat-siasat untuk menghindar. Maka kita kembali lagi.

Saat Tuhan ingin meletakkan kita di posisi yang baru, yang membutuhkan kekuatan yang jauh lebih besar. Padahal kekuatan kita belum bertambah dan masih di posisi semula karena kita menolak pelatihan daya tahan (endurance training) yang dari Tuhan. Maka Tuhan terpaksa harus meletakkan orang lain di posisi yang seharusnya diciptakan untuk kita, karena kita belum punya kekuatan untuk menanggungnya.

Saat menghadapi tahta pengadilan Allah, Yesus akan sedih karena Dia ingin memberi kita upah. Tuhan akan tunjukkan posisi yang sudah Dia persiapkan bagi kita, tapi Tuhan tidak bisa letakkan kita di situ, dan harus serahkan posisi itu kepada orang lain, karena kita terus menolak pelatihan ketahanan (endurance-training) kita.

Daud harus menghadapi beruang dan singa, barulah dia mampu menghadapi Goliat. Jika Daud menghindari pelatihan melawan beruang dan singa, maka Daud akan bersikap sama seperti saudara-saudaranya yang lain, dan tidak berani menghadapi Goliat.

Dulu pergumulan ps Bevere untuk kebutuhan pribadi. Saat ini pergumulan untuk kebutuhan pribadi sangat sedikit, tapi sebagian besar untuk pelayanan. Semua ini tentang latihan ketahanan!

So let it grow, for when your endurance is fully developed, you will be perfect and complete, needing nothing (Yak 1: 4, NLT)

Saat kita mau menjalani latihan ketahanan kita, ketahanan kita berkembang, kapasitas kita akan terbangun seluruhnya, kita menjadi sempurna dan lengkap, dan tidak memerlukan apapun lagi.

Jemaat Laodekia merasa mereka tidak membutuhkan apapun lagi, tapi Tuhan berkata sebaliknya.

Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, (Why 3: 17)

Definisi dari relentles : perilaku atau sikap yang pasti, gigih, pantang mundur, tidak lembek.

Sikap hati yang seharusnya kita ambil dan perkatakan saat menghadapi aniaya dan kesulitan:
Ini sebuah kesempatan istimewa (privilege) !
Betapa menggairahkan !
Ini bukan penghalang, melainkan sebuah kesempatan !
Aku akan lalui semua ini dan menjadi lebih kuat saat bisa melewatinya.
Level kapasitas dan daya tahanku berkembang!
Aku sedang dalam perjalanan ke tingkat kuasa dan otoritas yang lebih besar!
Aku menjadi jauh lebih efektif !
Sungguh suatu kehormatan !

Bersiaplah untuk dipersenjatai !

Kita hanya bisa menjadi pemercaya yang pantang menyerah jika kita adalah anak Allah.
Semua umat manusia lahir sebagai budak dosa, maka kita butuh juru selamat. Yesus datang dan membayar semua dosa kita dengan mencurahkan darahNya di kayu salib, mengambil penghukuman kita sehingga kita jadi merdeka, lalu kita diangkat menjadi anak Allah, dan dimerdekakan.
Satu-satunya jalan untuk jadi anak Allah adalah memberi otoritas dan kepemilikan seluruh kehidupan kita sepenuhnya kepada Tuhan.

Maillist:
http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:
http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line, WeChat – 085 727 868 064