Minggu, 22 September 2013
Umur Rohani
Petrus Agung

Seringkali usia jasmani seseorang berbeda dengan umur rohaninya. Sebagian besar umur rohani orang Kristen lebih muda dibanding umur jasmaninya. Cara mereka berfikir, bertindak, perhitungan rohaninya semua tidak sesuai dengan umur jasmaninya dan tidak memadai.

Contoh: Yusuf walau masih muda, lebih dipercayai ayahnya untuk mengawasi pekerjaan saudara-saudaranya. Yusuf juga 2 kali mendapat mimpi yang besar.

Tuhan ingin kita semua berkembang, bertumbuh, dan jadi matang dalam usia rohani kita

Pengelihatan p Agung:
Ada sebuah kompleks sekolah satu lantai, halamannya luas. Tuhan berkata bahwa itu tempat pendidikan bagi orang-orang yang kelak menguasai dunia dan memerintah bersama Tuhan. Jumlah peserta didik tidak banyak. Kemudian Tuhan ajak p Agung memasuki kelas demi kelas.

1. Ruang bahasa
Di kelas ini gurunya tidak kelihatan, setiap murid masing-masing sedang bicara secara pribadi dengan gurunya, dan gurunya hanya satu. Bahasa yang diajarkan bukan bahasa manusia umumnya. Itulah sebabnya Yeus pernah berkata:

Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. (Yoh 8: 43)

Yang bisa duduk memerintah bersama Tuhan adalah orang yang satu bahasa dengan Tuhan.

2. Ruang berhitung
Luk 14: 28-32

Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, (Luk 14: 28a)

Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, (Luk 14: 31a)

Tuhan penuh dengan hitungan: Sabat di hari ke-7, Yesus berpuasa 40 hari 40 malam di padang gurun, ada kitab Bilangan, ada usia minimal untuk tentara dan untuk imam, generasi yang menurunkan Yesus ada 14-14-14.

Banyak anak Tuhan tidak mengerti hitungan Tuhan. Semakin besar kepercayaan Tuhan, kelas berhitung semakin penting dan tidak bisa dilewatkan, karena segala hal ada perhitungannya.

3. Ruang perang
Dalam kelas ada peta, pesertanya para jenderal yang sudah canggih menggunakan senjata. Mereka Tuhan didik untuk melihat peta kehidupan dan berperang atasnya.

Kehidupan adalah sebuah pertempuran: di bisnis, dalam keluarga, dengan kolega-kolega, dll. Kita harus belajar mengetahui posisi kita, mengenali kekuatan kita, di mana kawan, di mana lawan, dll.

Saat dikunjungi seorang Jenderal, P Agung bercerita tentang pelayanan JKI untuk gereja, kota, masyarakat, dll. Ternyata apa yang dibuat JKI di kemiliteran disebut: binter (pembinaan teritorial).

Di ruang perang juga ada simulator untuk memprediksi apa langkah iblis jika suatu hal kita lakukan. Strategi iblis bisa dipelajari dan dibaca.

4. Ruang protokuler
Peserta didik diajari protokuler kerajaan Tuhan: sikap, kendaraan perang, dll.

Kesaksian:
P Yusak dapat mercy gold. Bu Yusak sarankan agar mercy itu diberikan ke p Agung, dan p Yusak setuju. Setelah diberikan, malamnya p Agung mimpi ada peperangan besar, p Agung di atas kereta perang, dan ada asistennya. Saat p Agung akan mau ambil senjata, ternyata senjatanya tidak ada karena itu bukan keretanya. Saat menengok, di samping kereta ada p Yusak berperang sambil berlari-lari ditemani 2 cucunya. Ternyata mobil itu adalah kereta perang p Yusak, maka semua kelengkapannya adalah milik p Yusak. Jika p Agung salah mengambil keputusan maka keduanya dalam kondisi rawan: yang dibutuhkan p Agung tidak ada, sedang p Yusak kondisinya rawan.
Akhirnya mercy itu dikembalikan kepada p Yusak jam 7 pagi.

5. Ruang seni dan selera Tuhan
Pelajar di kelas ini didandani/ dirias Tuhan.

namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, (Mat 6: 29-30a)

Kesaksian:
P Agung masuk pelayanan dengan sangat simple. Suatu hari Tuhan janji dandani p Agung lalu dipajang di etalase. Maka orang yang lewat akan menoleh, lalu datang dan bertemu Tuhan Yesus.

Kita tidak boleh memilih sendiri, tapi didandani sesuai selera Tuhan

Orang yang didandani Tuhan dampaknya akan terlihat oleh dunia.

Kisah:
Ada anak gadis remaja yang cinta Tuhan, apapun yang dilakukan tanya Tuhan lebih dulu: urusan pakaian, sepatu, makanan, dll. Walau tidak cantik, anak ini menarik perhatian banyak orang. Di usia muda, dia meninggal tanpa sakit. Saat tutup peti, tercium bau yang sangat wangi dari jenasahnya.

Ada 2 ruang paling penting yang harus dipelajari semua anak Tuhan:
6. Ruang pikiran Tuhan
Ada ruang kecil, di tengahnya ada bentuk seperti otak manusia. Semua murid mengitari otak itu. Yang paling muda kebingungan, yang sudah tua banyak tertawa dan menyadari kebodohannya.

Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus (1Kor 2: 16)

Semua anak Tuhan harus belajar mengerti jalan pikiran Tuhan, karena cara pikir manusia beda dengan cara pikir Tuhan. Saat memerintah bersama Tuhan, kita jadi co-worker Tuhan, maka cara pikir kita juga harus sama dengan cara pikir Tuhan, sehingga serasi dengan Tuhan.

7. Ruang perasaan Tuhan
Ada jantung-hati berwarna merah, murid-murid mengitarinya sambil menangis dan mengungkapkan cintanya kepada Tuhan.

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus (Fil 2:5)

Saat kita mengerti perasaan Tuhan dan bisa melekat kepada hati Tuhan, apapun yang terjadi di sekitar kita tidak akan menggoyahkan kita.

Ujungnya Tuhan akan kunci hati kita kepada hati Tuhan, sehingga tidak bisa lepas dari hati Tuhan.

Bahasa Tuhan
Berapa umur rohani kita, tergantung seberapa kita belajar dan mau diajar oleh Tuhan.

Pelajaran dasar terpenting yang membuat kita bisa belajar dan diajar oleh Tuhan: bahasa.

“The One who comes from above is head and shoulders over other messengers from God. The earthborn is earthbound and speaks earth language; the heavenborn is in a league of his own. (Yoh 3: 31, MSG)

Kita perlu belajar bahasa, karena cara kita berbicara menunjukkan usia rohani kita. Saat kita hidup dengan cara dunia, maka bahasa kita bahasa dunia yang tidak sinkron dengan bahasa Tuhan.

Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa- Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman- Ku. (Yoh 8: 43)

Gangguan dan distorsi bahasa membuat kita tidak mengerti apa yang Tuhan mau.

Ilustrasi: distorsi penyampaian pesan secara hirarki dari Direktur – general manager – manager – supervisor – koordinator – staf.

Kita harus bertumbuh dengan Tuhan, diantaranya dalam hal bahasa. Jika tidak maka akan terjadi salah paham:
bahasa iman dianggap sebagai tekanan.
bahasa cinta dianggap kemanjaan yang diijinkan.

Anak-anak miskin bahasa verbal, yang paling dimengerti: menangis, menjerit-jerit, tertawa-tawa. Yang ber-empati pada anak-anak yang menangis hanya anggota keluarganya. Tapi di tempat umum justru akan menjadi gangguan bagi orang lain.

Anak-anak rohani tidak mengerti bahasa doa, tidak mengerti bahasa datang ke Tuhan, tidak mengerti bahasa mencurahkan hati kepada Tuhan.

Tuhan ingin kita dewasa, sehingga saat Tuhan berikan tanggung-jawab yang besar, kita bisa ber-reaksi dengan benar. Semakin kita dewasa, semakin banyak kepercayaan Tuhan!

Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu (Gal 4: 1)

When I was a child, I talked like a child, I thought like a child, I reasoned like a child; now that I have become a man, I am done with childish ways and have put them aside. (1Kor 13: 11, AMP)

Saat masih kanak-kanak cara bicara, berfikir, dan alasan-alasan kita kekanak-kanakan.

Tuhan ingin kita semua dewasa dalam Dia, dan bisa menangkap hatiNya

Bahasa iman Tuhan:
Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. (2Kor 4:13)

Orang yang mengerti bahasa iman akan berkata-kata karena memiliki Roh iman, saat diucapkan maka hasilnya akan luar biasa.

Maillist:
http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:
http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line – 085 727 868 064