Minggu, 13 Oktober 2013
Radical Faith (Iman yang Radikal)
Lukas Kusuma

sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. (1 Yoh 5: 4)

Sejak kita percaya Yesus sebagai juru selamat, kita mengalami kelahiran baru. Tuhan memberikan destiny baru buat kita: tidak lagi dikalahkan oleh apapun, dan kita adalah pemenang. Kita bisa
mengalahkan dunia dengan iman kita.

Orang benar akan hidup oleh iman (Rm 1: 17b)

Orang benar hidup karena iman, bukan karena melihat. Orang Kristen lemah dan goyah karena pemahaman tentang iman mulai kabur/ kurang jelas.

Iman yang radikal:
1. Percaya walaupun belum melihat.

Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat (Ibr 11: 3)

Semua yang kita butuhkan di alam jasmani sudah Tuhan sediakan di alam roh. Supaya semua yang Tuhan sediakan di alam roh itu terjadi di alam jasmani, dibutuhkan iman percaya.
Percaya setelah melihat bukanlah iman, tapi fakta.

Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29)

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! (Mzm 34: 8a)

Kita harus mengecap dan mengalami terlebih dulu, baru kemudian kita akan melihat kebaikan Tuhan.

Orang percaya harus tetap menggunakan otak dan logika, tapi seringkali iman diluar logika, kelihatan mustahil, tapi bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil.

1997 Tuhan panggil p Lukas untuk fulltime, sebelumnya kerja sekuler. Selama 3 tahun beliau menggembalakan gereja di Makasar. Awal 2000 p Lukas pelayanan di Amerika. Dalam pelayanan itu p Lukas harus putus dari pacarnya. P Lukas belajar percaya pada janji Tuhan walau belum melihat penggenapan janji Tuhan masalah jodoh.
Akhirnya p Lukas mendapat jodoh dari Philadelphia, seorang anak Tuhan dari keluarga pendoa, yang sejak1998 pindah ke Amerika. 6 bulan kemudian mereka menikah. Ternyata setelah menikah p Lukas baru menyadari bahwa istrinya memenuhi 10 kriteria istri yang pernah dia ajukan pada Tuhan.

2. Taat walaupun belum mengerti

Karena iman, maka Nuh–dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan–dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; (Ibr 11: 7a)
Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui (Ibr 11:8)
Nuh mendapat perintah Tuhan, dia tidak tahu kapan air bah akan datang, tapi dia taat.
Abraham mendapat perintah Tuhan, dia tidak tahu kemana arah yang dituju, tapi dia taat.

Banyak hal dalam hidup yang kita belum mengerti dan seolah-olah misteri. Walau belum mengerti, jika itu perintah Tuhan maka kita harus belajar taat. Hasil ketaatan kita: Tuhan akan bekerja dan membela hidup kita.

3. Tekun walaupun tidak menyukainya

Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan (Ibr 11: 27)

Musa rela meninggalkan istana raja Mesir karena iman, walau sebenarnya Musa tidak suka berada di gurun Median, karena Musa tahu ada rencana Tuhan yang besar.

Dunia mengajarkan supaya kita hanya melakukan apa yang kita sukai dan menjadi passion kita. Tapi seringkali perintah Tuhan tidak menyukakan daging kita, dan bertentangan dengan keinginan kita.

Saat mengawali pelayanan di Amerika, p Lukas kurang nyaman karena iklim yang ekstrim, dan segala sesuatu harus dikerjakan sendiri. Jemaat yang dilayani adalah orang Indonesia di perantauan yang hidupnya sederhana. Gereja dimulai dengan minim dana. P Lukas bertekun walau tidak menyukainya. Kebaktian perdana 97 orang, hingga saat ini jemaatnya 1000 orang.
Tahun 2007 gereja membeli gedung bekas “medical center” dan namanya diganti menjadi “miracle center”

Asal kita bertekun, tidak mudah menyerah walau banyak tantangan, akan terbukti bahwa Tuhan setia

4. Memperkatakan janji Tuhan walaupun belum menerima

Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya (Ibr 11: 22)

Sebelum matinya, Yusuf mendeklarasikan kemerdakaan Israel dari perbudakan Mesir.
Setiap hari kita deklarasikan janji-janji Tuhan, jangan perkatakan hal-hal negatif.

Dalam perumpamaan 5-2-1, hamba dengan 1 mina menuduh tuannya kejam. Maka dia dihakimi sesuai perkataannya.

Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. (Luk 19: 22a)

Hati-hati dengan perkataan kita, karena itu adalah benih masa depan kita, yang kelak akan kita tuai. Setiap hari perkatakan kata-kata iman, kata-kata pengagungan, kata-kata berkat, maka hidup kita akan diubah Tuhan:
Saya diberkati Tuhan
Saya sukses dan berhasil
Saya dicintai Tuhan
Destiny saya menaklukkan dunia
Saya tidak dikalahkan oleh persoalan
Saya adalah pemenang

5. Memberi Persembahan terbaik walaupun belum ditolong

Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain (Ibr 11: 4)

Orang yang beriman pasti membawa korban yang terbaik, dan bukan korban asal-asalan. Beri yang terbaik dari kekurangan kita. Sehingga saat diberkati melimpah, kita bisa persembahkan lebih lagi.

Pada malam Paskah, orang Israel mengorbankan domba yang terbaik, sehingga terluput dari tulah. Ujungnya mereka menjarahi orang Mesir dan menjadi konglomerat-konglomerat.

Saat kita bawa persembahan kepada Tuhan, Tuhan melihat hati dan jumlah persembahan kita.

Yesus berdiri di depan kotak peti persembahan, dan melihat orang-orang memberikan persembahan. Yesus tidak tahu jumlah banyak atau sedikit jika tidak melihat jumlahnya.

Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. (Mrk 12: 41-42)

Tuhan tidak mau kita memberikan persembahan secara asal-asalan, tapi harus dengan iman dan yang terbaik. Maka perkenanan Tuhan akan membuat kita hidup dalam kelimpahan.

Suatu kali p Lukas mendapat perintah Tuhan untuk menabur pada pembangunan Holy Stadium, padahal mereka belum memiliki gedung sendiri. Tuaian tidak langsung datang. Desember 2006, gedung yang disewa untuk kebaktian terbakar habis. Saat itu p Lukas dan jemaatnya belajar bersyukur dan percaya bahwa taburannya tidak sia-sia. Di Januari 2007 istri p Lukas keguguran anak yang kedua. Mereka tetap percaya dan taat, Agustus 2007 gereja p Lukas berhasil membeli gedung “medical center”.

Orang yang menabur tidak pernah berkekurangan!
Good giver is good receiver; seorang pemberi yang baik akan menjadi penerima yang baik.

Mari kita menjadi pemenang dalam hidup ini dengan memiliki iman yang radikal ! Upah dari iman kita tersebut adalah: kita akan melihat semua janji Tuhan terjadi dalam hidup kita.

Maillist:
http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:
http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp, Line – 085 727 868 064