Minggu, 20 Oktober 2013
Echo
Petrus Agung

Mat 14: 13-21 – peristiwa lima roti dan dua ikan.
Hal-hal yang membuat Tuhan Yesus melakukan mujizat multiplikasi / pelipatgandaan pada hari itu:

1. Becoming more than ourself
Yesus sebenarnya tidak merencanakan mengajar, apalagi memberi makan banyak orang. Tapi karena orang berbondong-bondong mengikuti Dia, hati Nya tergerak oleh belas kasihan, dan menyembuhkan semua yang sakit. Yesus dan para murid melayani mereka sepanjang hari, bahkan belum sempat makan dan beristirahat.

Saat hari mulai gelap, murid-murid melihat orang banyak kelaparan, dan tidak ada cukup biaya untuk membelikan makanan bagi semua orang. Maka kemudian keluar pernyataan emphaty dari para murid untuk orang banyak: menyuruh orang banyak pergi sehingga bisa membeli makan.
Saat itulah Tuhan meminta para murid memberi orang banyak itu makan.

Mukjizat pelipatgandaan terjadi ketika kita mau menjadi sesuatu yg lebih dari sekedar kebutuhan diri kita sendiri (becoming more than ourself).

Untuk makan bagi Yesus dan para murid tidak diperlukan mujizat pelipatgandaan. Tapi untuk memberi makan ribuan orang, maka mujizat pelipatgandaan diperlukan.

Banyak orang minta diberkati. Tapi sebelum kita lepas dari penjara diri sendiri/ self : kepentinganku, kebutuhanku, keinginanku; maka kita tidak pernah bisa menikmati multiplikasi dari Tuhan.

2. Echo
And they say unto him, We have here but five loaves, and two fishes (Mat 14: 17, KJV)

Kata ada artinya punya/ memiliki. Frase “orang yang punya” atau “orang berada” di berbagai bahasa diartikan sebagai orang kaya.
punya = have (english) = ἔχω = echō (G2192)

Latar belakang kata “echo” dari mitologi Yunani. Dewi ini hanya bisa berbicara menirukan suara orang lain (menggemakan). Dewi ini jatuh cinta kepada dewa Narsisius yang tampan. Dewa Narsisius jatuh cinta pada dirinya sendiri saat melihat pantulan wajahnya di air. Dari sinilah asal kata narsis.

Mujizat pelipatgandaan terjadi saat kita memiliki sesuatu yang bisa ber-echo/ bergema / bergaung

Contoh: Ipad di tangan p Agung, di mata Tuhan belum tentu dipunyai p Agung. Saat Ipad itu digunakan untuk belajar Firman Tuhan dan menyampaikan pesan Tuhan kepada jemaat, barulah Ipad tersebut mempunyai echo. Saat itulah barulah di hadapan Tuhan p Agung mempunyai Ipad.

Saat yang Tuhan berikan kepada kita tidak mempunyai gema kepada orang lain, Tuhan menganggap kita tidak memilikinya.

Lawan echo adalah ego, artinya hidup untuk dirinya sendiri.

Saat yang kita miliki bukan untuk ego kita, tetapi untuk echo, maka akan terjadi pelipatgandaan!

Kesaksian pembangunan Holy Stadium:
Saat p Agung di Amerika, p Sugi telpon dan melaporkan pembangunan Holy Stadium. 4 bulan kemudianpembangunan masuk tahap pengecoran. Pengecoran harus dilakukan terus-menerus tanpa jeda, sehingga tidak ada bagian yang lemah yang bisa jadi patahan. Kas hanya ada ratusan juta, sedangkan kebutuhannya beberapa milyar.

P Agung hadapkan masalah ini ke Tuhan, lalu dijawab:
“apa yang p Agung punya tidak cukup untuk kebutuhan Holy Stadium, tapi jumlah uang itu lebih dari cukup untuk kebutuhan banyak hamba-hamba Tuhan yang lain”
Tuhan berkata bahwa di kota Semarang banyak pembangunan gereja terhenti karena kurang dana.

P Agung memutuskan membentuk 4 tim Noah. Dalam masing-masing grup ada arsitek, bagian sipil, pemborong, penjual material bangunan. Setiap tim diminta bergerak di Semarang, mendata gedung-gedung gereja yang pembangunannya macet. Dalam 3-4 hari terdata 15-17 gereja beserta fotonya.
Masing-masing tim menawarkan diri untuk menyelesaian pembangunan gereja-gereja tersebut. Sebagian langsung menerima, sebagian ragu-ragu dan bertanya imbalannya. Setelah p Agung membuat pernyataan di atas meterai bahwa semua itu hibah, maka gereja-gereja yang semula ragu mau menerima bantuan itu. Hari itu Jki membangun sekian banyak gereja, dan kas-nya habis.

Luk 16: 19 – kisah orang kaya, Lazarus dan Abraham.
Salah satu faktor mengapa orang kaya ini masuk neraka adalah: semua yang Tuhan percayakan kepada orang kaya ini hanya untuk ego-nya, dan tidak punya echo. Orang kaya ini berpesta setiap hari dalam kemewahan, tapi pengemis di halaman rumahnya tidak merasakan echo dari kemewahannya. Padahal orang kaya itu tahu siapa Lazarus.

Dengan pengertian ini kita baru bisa memahami arti perumpamaan orang kaya yang bodoh di Luk 12: 13-21. Tuhan menganggap orang kaya ini tidak memiliki apa-apa, sebab tidak ada orang lain yang bisa ikut menikmatinya, tidak ada echo/ gemanya.

Periksa: apakah profesi kita memiliki echo, atau hanya ego dalam hidup kita

Contoh echo:
Tuhan beri nama Injil Kerajaan kepada gereja, ternyata itu menjadi destinynya. Red carpet hampir tuntas, sudah mencapai sekitar 120 negara. Echo-nya sampai ke seluruh dunia.
Persembahan untuk propinsi memungkinkan gereja melayani ratusan hamba Tuhan dari berbagai propinsi dan bangsa saat ada KKR Bahtera.

Tuhan sayang kita semua karena kita memilih echo dan bukan ego.

Echo dalam hidup kita membuat sesuatu yang kecil dan sedikit, dirubah oleh Tuhan menjadi besar dan luar biasa.

Mzm 19: 1-6 – echo

tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi (Mzm 19: 4)

Echo ini membuat kita bisa menguatkan anak-anak Tuhan di Iran, membawa beberapa desa di India di babtis masal, bergema di desa-desa Rwanda-Burundi-Uganda yang hampir semua penduduknya menderit HIV Aids.

Maillist:
http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:
http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064