Jumat, 6 September 2013
Honors Reward
John Bevere

Look to yourselves, that we do not lose those things we worked for, but that we may receive a full reward (2Yoh 1: 8, NKJV)

Tuhan adalah Allah yang memberi upah. Allah memperkenalkan diri kepada Abraham bahwa dia adalah pemberi upah. Tuhan memberi upah dan rindu untuk memberi upah kepada kita!

Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” (Kej 15: 1)

Secara khusus di 2Yoh 1:8 tersebut Tuhan berkata: “upah yang penuh”. Artinya ada “upah sebagian” dan “tanpa upah” sama sekali. Tuhan ingin kita mendapat upah yang penuh.

Behold, the righteous shall be rewarded in the earth; (Ams 11: 31a, LITV)

Orang benar akan menerima upah di bumi. Gambaran firman Allah di bumi adalah pelayanan Yesus. Ada orang-orang dalam pelayanan Yesus yang menerima upah sepenuhnya, ada yang menerima sebagian, dan ada yang tidak menerima upah sama sekali. Setiap golongan mempunyai ciri-ciri.

He could not do any miracles there, except lay his hands on a few sick people and heal them. (Mrk 6: 5, NIV)
And He was not able to do even one work of power there, except that He laid His hands on a few sickly people [ and ] cured them. (Mrk 6: 5, AMP)

Tidak dikatakan bahwa Yesus tidak mau melakukan mujizat, tapi dikatakan Yesus tidak bisa. Artinya Yesus ditahan sehingga tidak bisa melakukan mujizat.

Kita harus tahu apa yang menahan Yesus, sehingga kita bisa tahu apa yang menahan kita.

Penjelasan tentang hal yang menahan Yesus ada di:

Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” (Mrk 6: 3-4)

Yesus datang ke kota tempat Dia dibesarkan: Nazaret. Di hari Sabat, seluruh kota berkumpul di sinagoga. Yesus membaca ayat firman Tuhan tentang Mesias (Yes 61:1), kemudian menyatakan bahwa diriNya Mesias. Maka timbul kegemparan, karena Mesias dalam gambaran mereka adalah pemimpin militer (Yes 9:6) yang membebaskan Israel dari penjajahan Romawi, membangunkan kembali tahta Daud, dan akan memerintah selama-lamanya. Yesus tidak sesuai dengan gambaran mereka!

Seringkali Tuhan kirimkan apa yang kita perlukan dalam bungkus yang tidak kita inginkan!

Saat Yesus tidak datang sesuai harapan mereka, maka orang Nazaret tidak menghormati Yesus.

Hormat = Honor (Eng) – tee-mee (Greek).
Arti harafiahnya: menghargai, bernilai seperti emas; meng-apresiasi dan memberi respek/ hormat.

Tidak menghormati = Dishonor (Eng) = ἄτιμος = atimos (G820). Artinya diperlakukan secara lazim dan biasa, tidak menunjukkan rasa hormat dan penghargaan.
Dalam kamus Gerika, kata “hormat” bisa diungkapkan dalam tindakan, perkataan, juga dalam pikiran.

Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, (Yes 29: 13)

Rasa hormat sebenarnya berasal dari hati, dan berasal dari sikap takut akan Tuhan. Karena Yesus tidak datang seperti yang orang Nazaret harapkan, mereka tidak menghormati Yesus, maka dari itu pekerjaan Yesus terbatas.

Orang Nazaret hanya mendapat upah sedikit karena tidak memiliki rasa hormat!

Luk 5: 17-26 – Yesus mengajar di sebuah gedung yang penuh guru-guru dan pengajar Yahudi. Saat Yesus mengajar, kuasa kesembuhan Tuhan ada di situ (ayat 17) untuk menyembuhkan guru-guru dan pengajar Yahudi itu. Tuhan tidak pernah menyia-siakan apapun, maka jika dikatakan ada kuasa kesembuhan Tuhan, maka setidak-tidaknya ada satu orang yang perlu disembuhkan. Tapi di ruangan itu tidak ada yang sembuh.
Ada beberapa orang yang membawa temannya yang sakit tapi tidak bisa memasuki ruangan, lalu mereka membawa si sakit naik ke atap, membongkar atap, menurunkan si sakit di hadapan Yesus. Barulah saat itu ada orang yang disembuhkan. Yesus berkata kepada si sakit “dosamu diampuni”. Para guru-guru Yahudi hanya berkata dalam pikiran mereka, bahwa Yesus hanya manusia dan tidak bisa mengampuni dosa. Tapi Yesus tahu apa yang mereka pikirkan.

Para ahli itu tidak mendapat upah karena tidak menghormati Yesus di dalam pikiran mereka.

Mat 8: 5-13 – Perwira tentara Romawi statusnya adalah penjajah, dan dia sedang berbicara kepada seorang tukang kayu Yahudi yang merupakan rakyat dari negeri jajahannya. Tapi perwira berkata bahwa dia tidak layak, dan bahwa Yesus mempunyai otoritas di atas dirinya! Ini artinya perwira ini memberi penghormatan yang sangat tinggi kepada Yesus. Yesus heran dan berkata bahwa iman perwira ini lebih besar dari seluruh orang Israel, artinya lebih besar daripada Yohanes Pembabtis, Maria ibunya, atau 12 rasul.
Kisah di Alkitab tentang perwira ini lebih sedikit dibanding kisah tentang Yohanes Pembabtis, tapi imannya lebih besar dari Yohanes pembabtis, karena perwira ini memahami arti hormat dan otoritas.

Orang yang memberi penghormatan tinggi kepada Yesus mendapat upah yang penuh dari surga!
Orang yang menahan rasa hormatnya kepada Yesus hanya mendapat upah sebagian
Orang yang tidak menghormati Yesus tidak mendapat apapun dari Surga

I tell you, you will not see me again until you say, ‘Blessed is he who comes in the name of the Lord. (Luk 13: 35b, NIV)

Artinya: Yesus akan pergi, disalibkan, lalu naik ke surga. Orang-orang tidak akan melihat Yesus lagi, hingga mereka berkata kepada orang yang diutus Tuhan kepada mereka di dalam nama Yesus: “diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan”. Dengan kata lain kita tidak bisa melihat Yesus jika kita tidak menghormati orang yang dikirim Tuhan kepada kita.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.” (Yoh 13: 20)

“Menerima” berasal dari akar kata yang sama dengan “menghormati”.
Maka ayat di atas juga berkata: Saat kita menghormati orang yang di utus Yesus, kita menghormati Yesus. Saat kita menghormati Yesus, maka kita menghormati Bapa yang mengutus Yesus.
Tuhan menulis hal ini sebagai salah satu hukumNya:

for those who honor Me I will honor, and those who despise Me shall be lightly esteemed (1 Sam 2: 30b, KJV)

Tuhan menghormati orang yang menghormatiNya, dan merendahkan orang yang merendahkan/ menyangkali Tuhan.

Saat kita tidak menghormati orang yang diutus Yesus, berarti tidak menghormati Yesus. Dan barang siapa tidak menghormati Yesus, maka Bapa tidak menghormatinya!

Hal yang sama diungkapkan Yesus:
“He who receives you receives Me, and he who receives Me receives Him who sent Me.
He who receives a prophet in the name of a prophet shall receive a prophet’s reward. And he who receives a righteous man in the name of a righteous man shall receive a righteous man’s reward.
And whoever gives one of these little ones only a cup of cold water in the name of a disciple, assuredly, I say to you, he shall by no means lose his reward.” (Mat 10: 40-42)

Pada ayat di atas Yesus berbicara tentang 3 level orang yang berhubungan dengan kita:
1. Pemimpin / leaders: orang yang punya wewenang atas kita
2. Sejawat / peers: orang yang sama tingkat otoritasnya
3. Orang-orang yang dipercayakan Tuhan untuk kita asuh/ di bawah otoritas kita.
Menghormati tiap-tiap level otoritas ini, mendatangkan upah penuh dari surga. Karena:

sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Mat 25: 40b)

Semua otoritas berasal dari Allah (from God), tapi tidak semuanya saleh (godly).
Otoritas dari Allah, tapi manusiawinya-kebiasaannya-tingkah lakunya belum tentu dari Allah

1. Pemimpin / leaders: orang yang punya wewenang atas kita.

Ada 4 area otoritas dalam hidup kita:

1.1. Otoritas pemerintahan (civil authority):
Presiden, perdana menteri, parlemen, hingga polisi jalan raya (Rm 13: 3-4, 6-7)

For the authorities are not a terror to good conduct, but to bad. Would you like to live without being afraid of the authorities? Then do what is right, and you will receive their approval.
For they are God’s servants working for your good (Rm 13: 3-4, ISV)

Pay your taxes, too, for these same reasons. For government workers need to be paid. They are serving God in what they do. Give to everyone what you owe them: Pay your taxes and government fees to those who collect them, and give respect and honor to those who are in authority (Rm13:6-7)

Alkitab berkata bahwa kita harus menghormati otoritas sipil. Alkitab tidak berkata untuk hanya menghormati aparat yang baik saja, tapi semuanya, termasuk yang jahat, tidak jujur dan korupsi.

Honor all people. Love the brotherhood. Fear God. Honor the king (1Ptr 2:7, NKJV)

Kita tidak bisa menghormati Allah yang tidak bisa kita lihat jika kita tidak menghormati otoritas yang bisa kita lihat. Raja yang ditulis Petrus di ayat ini tentang Herodes Agripa 1 yang membunuh orang-orang Kristen untuk memenangkan hati orang Yahudi secara politik.

Kita harus mampu melihat melampaui kelakuan pribadi masing-masing aparat, dan menghormati posisi yang mereka miliki !

Di Amerika ada gereja yang sebelumnya tidak berkembang, jemaatnya 150 orang selama 10 tahun. Tiba-tiba gereja itu berkembang hingga jemaatnya bertambah 10x lipat.
Suatu kali si pendeta itu lelah mendengar keluhan jemaat tentang aparat-aparat kota dan keengganan jemaat membayar pajak. Maka pendeta itu datang ke walikota dan bertanya tentang kebutuhan terbesar kota itu. Di kebaktian minggu pagi pendeta tersebut mengutip Roma 13 dan menyatakan:
“beraninya kalian meng-kritik hamba Tuhan, yaitu dengan mengkritik aparat pemerintah.”
Kemudian pendeta itu memimpin pertobatan gereja, lalu mengumpulkan dana bagi kebutuhan kota sebanyak 25 ribu dollar.
9 bulan kemudian ada peresmian gedung gereja. Semua aparat kota datang ke acara itu, dan banyak yang diselamatkan. Itu adalah tiket untuk menerobos seluruh kota.
Gereja itu menghormati otoritas Tuhan pada para aparat kota, Tuhan membuka kota bagi gereja itu!

1. 2. Otoritas keluarga (family authority) – Ef 6: 2-3

“Honor your father and mother,” which is the first commandment with promise (Ef 6: 2)

Jika kita lakukan perintah itu, ada 2 upah:
“that it may be well with you and you may live long on the earth.” (Ef 6: 3)

Karena janji Tuhan ini, kita bisa mengusir kanker dan penyakit mematikan lain.
Orang tua harus mengontrol film-film yang ditonton anak-anak. Jika ada bagian dimana tokoh film berbicara secara tidak hormat kepada orang tuanya, maka kita harus melarang mereka menontonnya.

Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! (Ul 27: 16)

Tuhan memberikan 10 perintah berdasar urutan pentingnya perintah tersebut. Membunuh di urutan ke 6, berjinah di urutan 7, mencuri di urutan 8. Tapi tidak menghormati orang tua ada di urutan ke 5.

Saat kita tidak menghormati orang tua kita, maka iblis mempunyai pijakan legal di hidup kita, dan menghalangi kesuksesan kita.

1. 3. Otoritas Sosial (Social authority)

Let as many as are servants under the yoke count their own masters worthy of all honor, that the name of God and the doctrine be not blasphemed. (1Tim 6:1, ASV)

Yang termasuk “orang yang menanggung beban perbudakan” : murid, pekerja, atlet.
Yang termasuk sebagai “tuan” : guru, bos, pelatih.
Tuhan perintahkan kita untuk menghormati “tuan” kita, dan melayani seperti kepada Allah, seburuk apapun perlakuan dan kelakuan “tuan” itu.

1.4. Otoritas Gereja (church otority)

Dear brothers and sisters, honor those who are your leaders in the Lord’s work. They work hard among you and give you spiritual guidance (1Tes 5:12, NLT)

Ada hamba Tuhan dengan urapan kesembuhan. Saat melayani di luar gerejanya terjadi banyak kesembuhan dari penyakit-penyakit berat. Tapi saat melayani di gerejanya sendiri hanya terjadi sedikit kesembuhan, itupun atas penyakit-penyakit ringan. Seorang hamba Tuhan dengan urapan yang sama, tapi hasil yang diperoleh berbeda.
Masalahnya ada pada jemaat: yang di luar gereja sangat “haus”, menghargai dan hormat; sedangkan di jemaatnya sendiri menganggap biasa dan tidak menghormati.

Jangan pernah sepelekan hamba-hamba Tuhan yang ada dalam hidup kita !

Saat menjadi gembala kaum muda (youth pastor), ada seorang anak muda yang bertanya apakah ps Bevere mau menjadi sahabatnya. Ps Bevere menjawab: jika anak muda itu menerima ps Bevere sebagai youth pastor, maka dia akan mendapat upah youth pastor. Tapi jika dia menerima ps Bevere sebagai sahabat, maka dia hanya akan menerima upah “sahabat”.

2. Sejawat / peers: orang yang sama tingkat otoritasnya

dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. (Mat 10: 41b)

Seorang bisnisman di bidang pembuatan air mancur bersaksi pada ps Bevere:
Ada perusahaan properti yang berhutang pada bisnisman ini 170 ribu dollar, dan tidak mau membayar tagihannya. Bisnisman ini marah dan memaki-maki pemimpin perusahaan properti itu. Saat mendengar khotbah ps Bevere tentang hormat (honor), Tuhan menempelak hatinya, dia bertobat, lalu mengakuinya dan meminta maaf pada pemimpin perusahaan properti tersebut. Satu minggu kemudian perusahaan itu membayar hutangnya hanya sebanyak 11 ribu dollar.
Kelihatannya tidak berhasil.
Tapi 2 ½ minggu kemudian perusahaan bisnisman ini mendapat proyek senilai 2,5 juta dollar. 4 minggu kemudian perusahaan itu mendapat proyek lain senilai 7 juta dollar.

Seringkali upah terbesar kita datang saat kita menghormati orang-orang yang tidak menghormati kita

3. Orang-orang yang dipercayakan Tuhan untuk kita asuh/ di bawah otoritas kita.

Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya. (Mat 10: 42)

Orang-orang yang Tuhan percayakan kepada kita: Anak-anak kita, istri kita, pegawai-pegawai kita, pembantu-pembantu kita, anggota tim kita, jemaat kita.

Husbands, likewise, dwell with them with understanding, giving honor to the wife, as to the weaker vessel, and as being heirs together of the grace of life, that your prayers may not be hindered (1Ptr 3: 7, NKJV)

Lebih lemah tidak berarti martabat istri lebih hina, tetapi artinya secara fisik tenaga istri tidak sekuat suami. Istri adalah rekan pewaris janji Tuhan.

Jika tidak menghormati istri, doa kita tidak akan didengar Surga.

Cara kita menghormati pelayan restoran, pelayan supermarket, semua itu juga menentukan reward kita.

Kita harus menghormati setiap individu di hadapan kita, bukan supaya kita dapat upah, tapi karena Allah sudah membayar harga tebusan yang paling mahal untuk pribadi itu: Yesus Kristus.

Tantangan terbesar untuk memperlakukan semua orang dengan manis: itu hanya berlangsung sesaat saja. Kita harus meminta dengan sungguh-sungguh pada Tuhan: supaya meletakkan rasa hormat itu dalam hati kita.

Rhema:
Jangan coba mengubah cara bicara kita kepada orang yang dekat dengan kita, karena kita akan frustasi. Pertama-tama ubah cara hati kita melihat orang-orang yang dekat dengan kita. Ijinkan Tuhan mengubah hati kita. Lidah hanyalah mata air yang memancarkan apa yang ada di dalam tanah hati kita. Renungkan dan pikirkan kasih Tuhan kepada orang-orang di dalam hidup kita. Saat kita lakukan, maka kasih Tuhan akan dilepaskan di dalam kita, dan kita akan berbicara pada mereka dengan cara yang sangat berbeda.

Jangan ubah cara bicara kita, tapi ubahlah hati kita, maka cara berbicara kita akan selaras.

Maillist:
http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/

Portal Bahtera:
http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Petrus Agung
Tidak ada orang tahu kapan Tuhan lawat hidup kita. Kadang dia hadir dalam keadaan yang tidak terduga. Maka kita harus datang ke Tuhan dengan penuh pengharapan. Karena tiba-tiba Roh Tuhan bisa hadir dan membuka babak baru dalam hidup kita.

Allah memanggil kita semua untuk jadi pemimpin. Kita dipanggil untuk memberi pengaruh, karena kita bergerak dalam otoritas Yesus. Bukan kita yang hidup, tapi Yesus yang hidup di dalam kita.