Minggu, 09 Februari 2014
Roh yang Menyala
Nany Susanty

Saat tanda-tanda akhir jaman mulai tergenapi, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan supaya bisa mencapai garis akhir.

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala- nyala dan layanilah Tuhan.
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Rm 12: 11-12)

Kerajinan kita tidak boleh kendor! Sering saat menunggu janji Tuhan, kita jadi letih, roh kita mulai meredup. Kita harus siap dan berjaga-jaga, sehingga mampu melihat tanda-tanda kedatangan Tuhan. Tapi jika kita tidak berjaga-jaga dan lengah, maka kedatangan Tuhan seperti pencuri.

Maklumkanlah hal ini di antara bangsa- bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju! Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau- pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: ” Aku ini pahlawan! ” (Yoel 3: 9-10)

Supaya kerajinan kita tidak kendor, roh kita tetap menyala-nyala, dan kapasitas kita diperbesar:
1. Tempalah mata bajakmu menjadi pedang
Mata bajak berfungsi untuk menggemburkan tanah sebelum ditanami.
Mata bajak berbicara tentang keahlian dan talenta yang Tuhan beri pada kita: profesi, bakat, keahlian, apapun yang ada di tangan kita.

Rutinitas mengakibatkan kebosanan dan kejenuhan, akibatnya kerajinan kita kendor

Tahun-tahun menjelang Tuhan datang, mata bajak kita tidak bisa terus digunakan, tapi harus ditempa jadi pedang. Mata bajak berasal dari besi tebal, keras dan pendek; harus ditempa menjadi pedang yang tipis dan panjang. Fungsi dan bentuknya dirubah. Pedang berbicara tentang ketepatan dan ketajaman.
Kita harus punya ketepatan dan ketajaman dalam segala hal.

Sebelum ditempa, mata bajak harus dipanaskan hingga suhu tertentu, lalu dipukuli hingga bentuk berubah jadi seperti pedang.

Tokoh Alkitab yang mengalami transformasi fungsi talentanya: Yael (Hak 4: 17-21)
Yael artinya kijang yang berkulit halus. Kijang mampu berlari cepat, bisa naik gunung dengan kecepatan tinggi, tahu persis tempat berpijak yang tepat.
Saat peristiwa terjadi, Heber-suami Yael sedang berperang. Mereka adalah orang Keni yang merupakan ipar Musa, artinya keturunan Yetro. Yael adalah ibu rumah tangga, dan pekerjaannya membuat kemah. Dia rajin membuat patok untuk kemah. Dia bisa memasang patok, tahu mana tanah gembur atau keras, lokasi tempat patok bisa terpasang kuat.
Wanita biasanya ngeri melakukan pembunuhan, tapi Yael berani mengambil resiko besar untuk mematok kepala Sisera.

Saat kita menghadapi berbagai persoalan, Tuhan akan membawa kita dari profesi awal ke profesi berikutnya, lalu talenta atau profesi itu bisa kita gunakan, hingga kita menjadi seorang pahlawan.

Kesaksian:
Bu Ribka passion-nya di bidang musik, dan semula mengajar di sekolah musik. Di setiap kesempatan mengajukan permohonan pada Tuhan, bu Ribka selalu minta untuk memiliki sekolah musik. Saat ini bu Ribka dipercaya untuk memimpin dan mengelola sekolah musik Terang Bangsa.

Dalam profesi kita masing-masing: Tuhan akan berikan penambahan dan ketajaman, sehingga mata bajak menjadi pedang.

Kesaksian:
Bu Nany tidak pernah bermimpi untuk jadi notaris, pengkhotbah, dan hamba Tuhan. Bu Nany adalah anak ke-7. Warisan didapat dari kehidupan orang tuanya, dengan memperhatikan dan membantu: berdagang, menjahit kasur dan mengisinya dengan kapuk, dll. Saat kuliah di Bandung, bu Nany belajar mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dalam pelayanan bu Nany dari guru sekolah minggu, Tuhan ubah dan asah semua itu hingga menjadi hamba Tuhan.

2. Tempa pisau- pisau pemangkasmu menjadi tombak
Pisau pangkas jangkauannya pendek, tapi tombak jangkauannya jauh, bahkan bisa dilempar. Maka artinya kapasitas kita harus dikembangkan. Kita di desain Tuhan untuk punya kapasitas yang luar biasa. Banyak kapasitas kita belum tergali, maka harus terus digali.

Tokoh Alkitab yang memperluas jangkauannya: Debora (Hak 4: 4-5)
Debora artinya lebah. Lebah menghasilkan madu yang memberi kemanisan dan kekuatan. Tapi jika diganggu akan menyengat.
Debora adalah salah satu hakim Israel. Di masa itu orang Israel kurang menghargai wanita, tapi orang Israel mengangkat Debora menjadi pemimpin.

Deskripsi Debora dari sebuah artikel:
Debora keturunan Efraim, anak orang yang kaya. Kakak-kakak Debora sudah menikah, ibunya meninggal saat dia di usia 10 tahun. Maka mulai usia itu Debora mengatur semua masalah rumah tangga. Di usia 14 tahun Debora dipinang oleh Lapidot, orang Efraim, tinggal di daerah Betel-Rama.
Debora punya keintiman dengan Tuhan, banyak mengarang puisi, lalu dinyanyikan. Lapidot bangga pada istrinya karena mampu mengurus rumah tangga, suami, dan juga punya keintiman dengan Tuhan. Karena keintiman dengan Tuhan, Debora mendapat hikmat dari Tuhan, sehingga bisa menyelesaikan berbagai masalah. Akhirnya kemampuannya dikenal di seluruh Israel, kemudian orang-orang Israel mengangkat Debora menjadi hakim atas Israel.

Tuhan mau supaya kita punya kapasitas yang lebih lagi dan menjadi berkat

Hak 4: 3 – Secara pribadi kita tidak boleh puas dengan kondisi kita sekarang, tapi harus kembangkan dan perluas lebih lagi.

Hak 4: 6 – Debora sudah mendapat strategi dari Tuhan, dia tidak sembarangan mengatur strategi.
Tentara lawan sangat besar dan punya kereta besi, sementara orang Israel tanpa senjata. Tuhan memerintahkan supaya naik ke gunung Tabor. Gunung Tabor adalah gunung kemuliaan. Sebelum melakukan apapun, kita harus naik ke gunung Tabor, artinya mencari kemuliaan Tuhan.

Tuhan perintahkan pasukan Israel naik dan berkemah di gunung Tabor. menggiring pasukan lawan ke sungai Kison. Sungai Kison berada di lembah dekat gunung Tabor. Sungai Kison tidak terlalu besar, tapi jika hujan turun sungainya meluap. Maka banjir, dan lumpur turun dari puncak gunung. Maka saat itulah israel menyerbu dengan panah dan tombak, sementara kereta-kereta Yabin tidak bisa bergerak.

TUHAN, ketika Engkau bergerak dari Seir, ketika Engkau melangkah maju dari daerah Edom, bergoncanglah bumi, tirislah juga langit, juga awan tiris airnya; (Hak 5: 4)

Israel tanpa kereta, tapi Tuhan bisa melumpuhkan pasukan dengan 900 kereta. Yang pertama kali diserang adalah kudanya. Maka saat di serang, Israel menang.

Perluas daerah, talenta dan pelayanan kita, jangan terpatok pada yang ada saat ini.

Kesaksian:
Seseorang punya hoby utak-utik dan memperbaiki barang-barang yang rusak. Salah satu yang berhasil diperbaiki adalah organ gereja. Saat mendapat mesin laser dari Singapura yang rusak, orang ini bertanya ke produsen mesin itu: bagaimana cara memperbaikinya. Akhirnya dia bisa perbaiki.

Tekuni apa yang ada di tangan kita, jangan berpindah-pindah pekerjaan

3. Baiklah orang yang tidak berdaya berkata: ” Aku ini pahlawan!
Perkatakan yang positif: katakan bahwa bersama dengan Tuhan kita kuat!

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064