Minggu, 04 Mei 2014
The Cup of Blessing
Petrus Agung

The cup of blessing which we bless, is it not the communion of the blood of Christ? The bread which we break, is it not the communion of the body of Christ? (1Kor 10: 16, NKJV)

Ritual Paskah Yahudi: saat merayakan paskah mereka meminum minimal 4 cawan. Cawan yang Tuhan Yesus bagikan dalam perjamuan terakhir, dan sekarang kita lakukan dalam perjamuan kudus, adalah cawan ke-3, yaitu “cawan berkat” (the cup of blessing).

Liturgi perayaan Paskah Yahudi
Bagian pertama
Perayaan paskah Yahudi dimulai oleh imam berkata “biarlah perayaan ini dimulai”.
Menaikkan doa-doa.
Minum cawan pertama: anggur dicampur sedikit air.
Bagian kedua:
Makan sayur pahit yang dicelup cuka/ garam, untuk mengingat pahitnya nasib mereka di Mesir, sekaligus mengingatkan bahwa ada perjanjian garam antara mereka dengan Tuhan. Diharap itu membuat mereka tidak lagi berdosa hingga dibuang jadi budak bangsa lain.
Imam membaca kitab keluaran, bagaimana Tuhan memukul Mesir dengan berbagai tulah, perayaan Paskah pertama, lalu Tuhan membawa bangsa Israel keluar dengan membawa jarahan yang luar biasa, dan akhirnya masuk tanah Kanaan.
Menaikkan doa, membaca Mazmur 113 dan 114, menaikkan pujian.
Minum cawan ke-2.
Bagian ke-3
Makan berbagai makanan dengan pengertian profetik:
2 Roti, salah satu dipecah, diletakkan di atas roti yang lain.
Roti yang dibungkus daun pahit.
Makan domba paskah.
Minum cawan yang ke-3 (cawan berkat = the cup of blessing).
Bagian ke-4
Menaikkan doa dan menyanyi lagu-lagu yang luar biasa bagi Tuhan: “great hallel”
Beberapa doa
Minum cawan ke-4
Imam menutup perayaan dengan berkata “tetelestai”, artinya: “sudah selesai” (it is finish)

Dalam perjamuan terakhir, Yesus tidak menyelesaikan ibadah Paskah dan berhenti pada cawan ke-3. Setelah selesai menyanyikan “the great hallel”, Yesus tidak melanjutkan liturgi, tapi langsung mengajak murid-muridNya ke bukit Zaitun.

Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid- murid- Nya ke Bukit Zaitun. (Mat 26: 30)

Di taman Getsemani Yesus menaikkan doa-doa:
“Ya Bapa- Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada- Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. ” (Mat 26: 39)

Yesus ditangkap di taman Getsemani. Kemudian disiksa semalaman. Esoknya Yesus disalibkan.

Tuhan berikan kepada kita “the cup of blessing”, tapi cawan ke-4 Yesus minum sendiri.

Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia– supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci–: ” Aku haus! ” Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ” Sudah selesai. ” Lalu Ia menundukkan kepala- Nya dan menyerahkan nyawa- Nya. (Yoh 19: 28-30)

Tuhan tidak selesaikan perayaan Paskah hingga cawan ke-4, sebab cawan itu berisi murka Tuhan karena dosa manusia sejak Adam hingga akhir jaman.

Saat ibu Yohanes dan Yakobus minta supaya anak-anakNya duduk di sisi kanan dan kiri Yesus, mereka tidak tahu cawan apa yang Yesus maksudkan. Manusia tidak ada yang sanggup meminum cawan murka Tuhan, bahkan Yesus pun menawar supaya itu lalu.

Yesus meminum sendiri cawan ke-4, itu membuktikan cinta Yesus kepada kita.

Pemimpin dunia berkata: Aku senang, kamu senang; aku susah, kamu ikut susah
Yesus berkata: Aku senang, kamu ikut senang; yang susah Yesus tanggung sendiri.

Ucapan imam menutup perayaan paskah Yahudi, digenapkan Yesus di kayu salib.

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya (Yoh 19: 30)

Semua kutuk dosa, penghukuman di neraka, kemiskinan, sakit-penyakit: semua sudah selesai!

Minum “the cup of blessing” dengan ucapan syukur, karena kita tidak perlu minum cawan ke-4.

Kaitan antara cawan berkat dengan kehidupan kita.

LORD, You alone are my inheritance, my cup of blessing. You guard all that is mine (Mzm16:5,NLT)

Tuhan adalah cawan berkat kita, yang memegang dan menjamin masa depan kita.

Di taman Getsemani, Yesus mengungkapkan keinginan manusiawiNya. Tapi Bapa tetap meminta Yesus meminumnya, karena tidak ada manusia di sepanjang jaman yang akan sanggup menebus dosa, dan menanggung murka Tuhan. Di puncak semua penderitaan di Golgota, saat tahu semua sudah terbayar, Yesus berkata “aku haus”. Setelah minum, Yesus tidak lupa menutup perayaan Paskah terakhir Yesus, sebagai bagian tugas ke-imam-anNya

Kitab Wahyu, sebagai penutup Alkitab, diberikan pada Yohanes, satu-satunya murid yang menghadiri penutupan ibadah Paskah terakhir Yesus.

Yang bisa bertahan sampai akhir adalah yang punya ikatan hati dan jiwa sangat kuat dengan Tuhan!
Setialah sampai akhir!

Didik hidup kita untuk setia sampai akhir. Tuhan akan selesaikan apa yang Dia sudah mulai dalam hidup kita. Walau seolah-olah belum selesai atau terhenti, Tuhan akan tuntaskan!

Tuhan adalah cawan berkat kita, dan Tuhan yang memegang dan menjamin masa depan kita.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064