Minggu, 01 Juni 2014
Pilihan Terbaik
Petrus Agung

Yoh 12: 1-8
Ada 3 pihak yang terlibat dalam penguburan Yesus:
1. Maria saudara Marta dan Lazarus membawa minyak narwastu seharga 1 tahun kerja.
2. Nikodemus bawa mur dan gaharu seberat 50 kati (30kg), seharga kira-kira 100 tahun kerja.
3. Kelompok ke-3: Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome. Pagi-pagi benar mereka membeli rempah-rempah yang berbau harum.
Pilihan terbaik dilakukan oleh Maria.

Jesus said, “Let her alone. She’s anticipating and honoring the day of my burial.But Jesus said, Let her alone. It was [intended] that she should keep it for the time of My preparation for burial. [She has kept it that she might have it for the time of My embalming.] (Yoh 12: 7, AMP)

Maria selama ini sudah menyiapkan dan menyimpan minyak narwastu itu, dan akan digunakan untuk mem-balsam mayat Yesus kelak.

Maria mendahului 2 kelompok yang lain. Maria tahu bahwa Yesus akan mati, maka dia siapkan yang terbaik. Hari itu Maria memutuskan untuk menggunakan minyak itu sebelum Tuhan mati.
Kelompok ke-3 terlambat karena Yesus sudah bangkit, dan rempah-rempah yang mereka bawa tidak berguna. Nikodemus bawa lebih banyak, tapi Tuhan sudah mati, sehingga tidak bisa merasakan ataupun me-respon.

3 wujud Yesus:
Yesus yang hidup sebagai manusia.
Yesus yang sudah jadi mayat.
Yesus yang bangkit dari mati.

Maria mengurapi Yesus saat Yesus masih hidup, sehingga Tuhan masih bisa merasakan, me-respon, dan meng-apresiasi pemberian Maria.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” (Mrk 14: 9)

3 pemberian untuk penguburan Yesus:
Maria memberikan saat Yesus masih hidup
Nikodemus memberikan saat Yesus sedang jadi mayat
Wanita-wanita memberikan setelah Yesus bangkit.

Mrk 16: 1-6
Banyak pengabdian yang terlambat dan tidak tepat. Pengabdian yang tepat dasarnya karena kita punya pilihan terbaik. Maria punya kepekaan dan ketepatan, sementara yang lain seperti pengabdian yang salah tempat dan waktu.

Luk 10: 38-42 – Alasan mengapa Maria bisa memiliki ketepatan dan kepekaan.

But the Lord said to her, “My dear Martha, you are worried and upset over all these details! There is only one thing worth being concerned about. Mary has discovered it, and it will not be taken away from her.” (Luk 10: 41-42, NLT)

Sesuatu yang berharga, mulia, dan ajaib harus ditemukan.

Martha sibuk melayani, Maria duduk diam dan mendengarkan perkataan Tuhan. Ada sesuatu yang membuat Maria tidak beranjak dari tempatnya dan mendengarkan Tuhan Yesus. Dia mendengar sesuatu yang membuat fokusnya hanya pada Yesus, dan hal lain bukan lagi jadi prioritas. Maria belajar memilih jadi yang terbaik.

discover disusun dari dua kata: dis dan cover. Discover artinya menghilangkan sesuatu yang menutupi.

Hanya orang yang berjalan dan belajar dari Tuhan yang akan melihat sesuatu terbuka/ disingkapkan

Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu. (Ams 25:2)

Ini adalah proses belajar dengan Tuhan. Saat kita bergaul dengan Roh Kudus, akan membuat roh kita makin cerdas, sehingga kita bisa selalu membuat pilihan terbaik.

Di Hongkong ada salah satu orang terkaya bernama Li Ka Shing. Dia punya sopir yang setia dan sudah kerja bertahun-tahun padanya. Karena faktor umur, maka sudah waktunya sopir itu pensiun. Saat akan memberikan pesangon sebesar 20 juta dollar Hongkong, sopir itu berkata dia punya uang sejumlah itu. Ternyata selama jadi sopir, setiap kali bos-nya memerintahkan untuk beli/ jual suatu saham, maka sopir ini ikut walau dalam jumlah sedikit. Setelah sekian tahun, bos-nya super kaya, tapi sopirnya lumayan kaya.

Kita harus bisa belajar dari orang-orang yang bergaul dengan kita

JKI dan Bahtera mengalami kegerakan yang luar biasa. Bisakah jemaat belajar dari hal itu? Jika bisa, maka semua itu akan mendewasakan kita.

Setiap saat kita harus belajar dan menangkap sesuatu dari Roh Tuhan.

P Agung suka melayani hanba-hamba Tuhan lain, karena bisa belajar banyak.
Dalam kesembuhan ilahi, yang membuat berat adalah harapan dari mereka yang sakit untuk langsung mengalami kesembuhan. Sikap hati p Agung saat melayani KKR kesembuhan didapat dari pergaulan dengan ps Peter Yongren. Saat menemani ps Yongren di bandara, p Agung menduga ps Yongren akan ambil waktu khusus untuk berdoa, ternyata dia memilih untuk ngobrol dan mencoba fasilitas handphone barunya.
Saat p Agung bertanya tentang persiapan khusus ps Yongren, dia berkata bahwa yang menyembuhkan orang-orang sakit adalah Tuhan. Sambil ngobrol dengan p Agung, hati ps Yongren berkomunikasi dengan Roh Kudus. Yang dia butuhkan adalah jaminan penyertaan Tuhan.

Kadang kita terjebak dalam kebiasaan-kebiasaan agamawi. Dalam setiap pergaulan kita dengan Tuhan dan manusia, kita harus belajar hingga menemukan/ discover sesuatu. Hasil proses seseorang yang belajar akan jadi dewasa, bijaksana, dan kenal dengan Tuhan.

Moshe Dayan (jendral Israel) memimpin pendudukan Yerusalem. Setiap kali perang, di depan ada peta, di sisi ada Alkitab. Dia belajar apa yang Tuhan pernah lakukan di kota tersebut. Dari situ dia susun strategi, kemudian merebut kemenangan.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Advertisements