Minggu, 28 September 2014
Kuatkan Hati dan Ubah Cara Berpikirmu
Petrus Agung

Ul 1: 20-33
Tuhan seperti seorang ayah mendampingi hingga si anak mencapai destiny-nya. Tugas utama seorang ayah adalah mendampingi. Memberi uang dan gelar termasuk proses pendampingan. Apapun kondisi anak, tetap doakan, karena suatu saat Tuhan pasti bertindak.

Sebelum masuk tanah Kanaan, orang Israel meminta Musa mengirim pengintai untuk memeriksa kondisi negeri Kanaan, dan Musa setuju. Yang dikirim adalah 12 pemimpin. Ternyata hal ini menjadi masalah, karena laporan dari 10 pengintai yang membuat banyak orang kecewa.

Manusia sering memandang sesuatu sebagai hal yang baik, karena tidak tahu resiko yang dihadapi.

1. Percaya yang tulus kepada Tuhan
Untuk percaya dibutuhkan ketulusan, polosan seperti anak-anak: percaya saja. Begitu ada campuran pengetahuan manusia, maka akan jadi masalah. Karena manusia ingin melihat terlebih dulu, baru mencicipi. Tapi Alkitab berkata: kecap/ rasakan dulu, baru lihat.

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya (Mzm 34: 8)

Ketidak-percayaan anak kepada BAPA yang sedang mendampingi anakNya akan menyakiti hatiNya. Manusia selalu ingin melihat apa yang akan terjadi di depan. Tapi Alkitab berkata:

We walk by faith and not by sight. Kita berjalan dengan iman, bukan dengan pengelihatan (2Kor 5:7)

Give your entire attention to what God is doing right now, and don’t get worked up about what may or may not happen tomorrow. God will help you deal with whatever hard things come up when the time comes. (Mat 6: 34, MSG)

Hidup dengan Tuhan harus dengan sikap hati yang simple: percaya. Fokus pada apa yang Tuhan kerjakan saat ini. Tuhan akan menolong kita pada waktunya. Mari percaya: hari ini Tuhan beri satu langkah pada kita, besok akan ada langkah baru.

Kita harus belajar mengikuti Roh Kudus langkah demi langkah, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan

Trust GOD from the bottom of your heart; don’t try to figure out everything on your own. Listen for GOD’s voice in everything you do, everywhere you go; He’s the one who will keep you on track. (Ams 3:5-6, MSG)

Buang semua suara yang mengganggu dan membuat kita jadi ragu-ragu.

Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya (Yak 1: 6-8)

Pertobatan Smith W karena istrinya. Malam natal istri Smith ke gereja, saat pulang si istri dikunci di luar rumah. Setelah beberapa jam, akhirnya Smith membuka pintu bagi istrinya. Istri Smith lalu melayani suaminya makan tanpa mengeluh. Melihat ketulusan istrinya, Smith mau mengikuti Yesus yang diikuti istrinya.

Ilustrasi: suami-istri tua dengan keledainya.
Saat suami-istri ini menaiki keledainya berdua, orang berkata mereka kejam pada binatang.
Saat si istri yang berjalan dan suaminya naik keledai, orang berkata si suami egois.
Saat si suami yang berjalan dan istrinya naik keledai, orang berkata si suami bodoh karena mau dijadikan pelayan.
Saat suami-istri ini berjalan berdua sambil menuntun keledainya, orang berkata mereka tolol, tidak tahu cara memanfaatkan keledai.

Di dunia ada banyak suara yang melemahkan kita. Apapun yang kita lakukan, selalu ada orang yang mencerca, dan ujungnya kita hanya bimbang.

Hidup harus menurut apa katanya Tuhan, jangan menurut kata orang lain.

Ada orang yang hoby mendengar gosip. Gosip itu seperti kentut: terasa tapi tak ada, tak jelas asalnya.
Mendengar nasehat orang lain itu baik, tapi semua harus dihadapkan ke Tuhan lebih dulu. Jangan langsung anggap semua itu suara Tuhan.

2. Perhatikan cara berfikir (persepsi) kita.
Manusia seringkali hanya mendengar apa yang ingin didengar, hanya melihat apa yang ingin dilihat. Ini karena sudah ada bingkai di pikiran kita, dan setiap orang bingkai pemikirannya beda.

Saat menjanjikan tanah Kanaan, Tuhan tidak bilang bahwa itu tanah kosong, tapi sudah ada penghuninya: orang Kanaan, Hewi, Feris, dll. Di bagian lain Tuhan juga menjanjikan tanah yang limpah susu dan madu. Tapi masalahnya orang Israel hanya fokus pada bagian limpahnya.

Ke mana kita geser bingkai pemikiran kita, akan menentukan persepsi kita. Jika persepsi itu jadi keyakinan, kita harus hati-hati.

Kita harus mengerti yang Tuhan katakan, kemudian cara berfikir kita harus diselaraskan dengan cara berfikir Tuhan.

Ilustrasi bingkai cara berpikir
Ayah punya 2 anak laki-laki, sebelum meninggal keduanya diwarisi toko, modal, dan motor. Sebelum meninggal si ayah berpesan pada anak-anaknya supaya tokonya sukses:
1. Jangan pernah menagih hutang pada orang yang dihutangi
2. Saat naik motor, jangan kena sinar matahari secara langsung
Setahun kemudian si ibu mengunjungi anak-anaknya.
Anak pertama kondisinya parah, barang dan uang habis. Si anak berkata kegagalan karena nasehat ayahnya. Banyak orang berhutang, tapi tidak pernah ditagih. Kemana-mana naik taxi supaya tidak terkena sinar matahari, maka pengeluarannya boros.
Anak kedua bisnisnya sukses dan berkembang. Si anak berkata semua karena nasehat ayahnya. Si bungsu tidak pernah memberi hutangan, maka tidak perlu menagih, semua harus kontan. Si bungsu buka toko paling pagi, tutup paling malam, sehingga tidak terkena matahari. Karena hal ini si bungsu mendapat banyak pelanggan yang membutuhkan barang di pagi atau malam hari.
Satu nasehat diberikan, tapi hasilnya tergantung bingkai berfikir masing-masing.

Kita semua membaca Alkitab yang sama. Tapi ada yang makmur, ada yang miskin, ada yang hidupnya diubahkan, ada yang kepahitan.

3. Segala sesuatu ada resikonya
Orang Israel membayangkan tanah Kanaan kosong, karena bingkai berpikirnya.

They were confounded because they had hoped [ to find water ]; they came there and were bitterly disappointed (Ayb 6: 20, AMP)

Confounded = kacau, malu, bingung karena sudah memiliki pengharapan sebelumnya.

Jika kita memulai sebuah pekerjaan dengan dasar ingin membuktikan diri, maka di satu saat selalu akan ada yang mengecewakan.

Teknik marketing adalah menceritakan sampah sebagai emas. Jika ada yang menawari bisnis yang pasti untung dan tanpa resiko, hampir pasti itu tipuan, karena tidak ada pekerjaan tanpa resiko!

Orang yang paling mudah menipu kita adalah orang terdekat, karena sudah percaya.

Oleh karena itu banyak marketing yang menggunakan nama presiden, jendral, pendeta, untuk menarik kepercayaan pelanggan.

Kesaksian
Anak muda datang ke p Agung, bercerita bahwa akan membuka suatu usaha. Dia menampilkan prospek usahanya yang akan berhasil dalam 3 bulan. Tapi hari ini bangkrut. Karena keyakinannya di dalam bingkai, dan data yang didapat adalah tipuan.

Pesan bagi yang bergerak di marketing:
Jangan punya keinginan menipu orang lain.
Sebelum mengolah data hingga yakin resikonya aman: jangan bercerita pada orang lain.
Saat rugi kita harus siap bertanggung jawab, supaya kepercayaan orang pada kita tidak rusak.
Satu bentuk ketidak-setiaan dan ketidak-benaran akan merusak hidup kita.

Yang menjatuhkan kita adalah cara berfikir kita sendiri.

Jika ada orang mengingatkan sesuatu dan kita marah, itu tanda nasehat itu mengena pada kelemahan kita
Jika ada yang mengingatkan agar jangan mengejar uang, lalu kita marah, sebenarnya ada cinta uang dalam hati kita.
Jika ada yang mengingatkan tentang kekudusan, lalu kita marah, sebenarnya ada kenajisan dalam hidup kita.
Jika ada yang mengingatkan tentang kejujuran, lalu kita marah, sebenarnya ada penipuan dalam hidup kita.

Minta Tuhan atur hidup kita langkah demi langkah, jangan ingin cepat kaya

4. Jangan memberontak
Saat ada ketidak-percayaan dalam hati 10 pengintai, Tuhan tidak marah. Tapi saat ketidak-percayaan itu ditularkan ke keluarga dan sukunya, akhirnya timbul pemberontakan kepada Tuhan. Hal ini membuat Tuhan marah.

Selama kita bimbang, tapi kita diam, maka Tuhan akan tolong hingga kita mengerti. Tapi jika kita berbicara kepada orang lain, dan mempengaruhi mereka sehingga timbul pemberontakan di hati, ini membuat Tuhan marah dan membuat keputusan keras.

Pemberontakan membuat murka Tuhan turun. Segala sesuatu yang dimulai dengan hati yang memberontak: tidak akan berhasil, karena hal itu tidak ada dalam hati Tuhan.

Peristiwa 12 pengintai terjadi pada tanggal 9 bulan Av (sekitar Juli-Agustus)
Sepanjang sejarah, orang Israel mengalami hal-hal yang mengerikan pada tanggal 9 bulan Av:
587 SM – Tentara Babylon menghancurkan Bait Allah Salomo.
70 M – Romawi menghancurkan Bait Allah kedua.
135M – Orang Yahudi kalah total dari Romawi.
1095M – Perang salib pertama dimulai. Ribuan orang Yahudi dibantai oleh kedua belah pihak.
1290M – Orang Yahudi diusir dari Inggris.
1492M – Orang Yahudi diusir dari Spanyol.
1942M – Orang Yahudi dipindah dari Warsawa ke camp pembantaian
2005M – Orang Yahudi diusir dari Gaza
Seharusnya hal ini menjadi peringatan bagi orang Yahudi

Jalani hidup selangkah demi selangkah. Besok Dia sudah ada bagi kita. Tuhan punya rancangan yang sempurna, tapi kita tidak akan faham jika semua diceritakan kepada kita.

Lagu lama: One Day at The Time

One day at the time, sweet Jesus
Thats all I’m asking from You
Just give me the strength to do everyday
What I have todo

Yesterday gone, oh sweet Jesus
And tomorrow will surely be mine
Lord help me today, show me the way
One day at the time

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp 085 727 868 064