Minggu, 09 November 2014
The Power of Seeing and Speaking
Hengky Kusworo

1. The Power of seeing
1.1. Tuhan membawa Abraham keluar kemah dan melihat bintang di langit

Kej 15:1-6
Abraham sudah menunggu anak perjanjian selama 30 tahun. Dia mulai ragu apakah bisa mempunyai anak. Iman Abraham diuji oleh kenyataan yang dia lihat, yang mengurung, tidak ada perubahan dan tidak ada pembalikan keadaan. Maka Tuhan bawa Abraham keluar dan menyuruhnya menghitung bintang di langit. Saat Abraham mulai percaya pada Tuhan, hal itu diperhitungkan Tuhan sebagai kebenaran.

Kadang kita tidak sabar menunggu waktu Tuhan. Pertolongan Tuhan terlihat terlalu lambat bagi daging kita. Tapi waktu Tuhan bukanlah waktu kita ! Tuhan punya jadwal, bisakah kita mengikuti jadwal Tuhan ?

Apakah selama penantian yang panjang hati kita jadi tawar? Anak belum bertobat, suami yang selingkuh, bisnis yang belum pulih, belum punya anak, masih berhutang, dll. Mata harus kita didik sesuai kacamata Tuhan, sehingga tidak menjatuhkan kita. Karena hidup tanpa visi lebih mengerikan dari hidup tanpa pengelihatan mata jasmani.

Di tengah kemahnya Abraham depresi, Masa penantian yang panjang melemahkan iman, dan mulai meragukan Tuhan dalam hati kita. Selama Abraham masih dalam kemah diri, menggunakan kacamatanya sendiri, dia tidak bisa melihat apapun. Maka Tuhan membawa Abraham keluar kemahnya.
Kita harus keluar dari semua ketakutan dan ketidakpercayaan kita.
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibr 11: 6a)

Mata kita bisa menipu, tapi juga bisa membuat kita berjalan dengan iman dan melihat janji Tuhan. Kenyataan tidak bisa mengubah janji Tuhan.

1.2. Burung di udara dipelihara Tuhan

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (Mat 6: 26)

Kesaksian
Saat ps Hengky study di Swedia, di bulan Mei, di luar ruang kos ada banyak burung-burung berwarna bagus. Ps Hengky mulai datang di bulan Agustus, burung-burung itu tidak ada. Ternyata menjelang musim gugur burung-burung itu hijrah ke Afrika untuk mencari musim panas. Mereka tidak membawa bekal, tapi sekian banyak burung itu dipelihara Tuhan.
Dari hasil perhitungan, jika seluruh kekayaan di dunia dijumlahkan, lalu dibelikan untuk memberi makan burung-burung di seluruh dunia, ternyata itu akan habis dalam 1 minggu.

Mata kita harus melihat sesuatu yang benar dan positif, seperti yang Tuhan lihat

1.3. Yusuf mendapat mimpi dari Tuhan
Yusuf akan menjadi penguasa di Mesir, dan memberi makan seluruh dunia. Tuhan harus memprosesnya, maka Tuhan tunjukkan masa depan hidup Yusuf dalam mimpinya. Padahal dalam kenyataannya Yusuf dijual, jadi budak, difitnah, dilupakan, dll.

Bisakah kita percaya bahwa Yesus mati bukan hanya untuk dosa kita, tapi bahkan juga untuk keuangan kita.

1.4. Yakub mendapat visi untuk memperoleh gajinya.
Yakub ditipu Laban berkali-kali. Tuhan tunjukkan gaji Yakub di dalam mimpinya. Maka mata Yakub terarah pada visi Tuhan, bukan pada kenyataan bahwa dia ditipu Laban.

1.5. Elisa melihat Elia terangkat dan mendapatkan hak kesulungan
Saat orang lain mempertanyakan mengapa Elisa tetap mengikuti Elia yang akan diangkat. Tapi mata Elisa melihat bahwa dia harus mendapatkan urapan yang dimiliki Elia. Saat ditanya oleh Elia, Elisa meminta hak kesulungan. Permintaan ini sukar, tapi jika Elisa bisa melihat Elia terangkat, maka Elisa akan mendapatkan visinya.

Seringkali permintaan kita sukar, tapi jika kita bisa melihat dengan kacamata Tuhan, maka akan jadi seperti visi kita

Kesaksian:
Seorang ibu yang anaknya sakit polio, dan sering diolok-olok di sekolah. Dia menggambar kaki anaknya normal, ditempel di dinding kamar, sehingga bisa dilihatnya. 6 bulan kemudian tiba-tiba saat bangun pagi, kaki anaknya normal. Ibu ini tidak membiarkan ketakutan, rasa frustasi, kenyataan yang terlihat, menghancurkan imannya.

Kesaksian:
Anak pindahan dari sekolah lain ke TerBang. Anak ini semula sangat boros soal sepatu, setiap ada model baru selalu beli. Di terbang dia melihat ada kawannya yang sepatunya butut dan tak pernah ganti selama 1 tahun. Temannya ini ingin ganti, tapi hanya sepatu itu yang dia mampu miliki. Anak ini melihat pemandangan itu berhari-hari, dan ini merubah tabiatnya. Dia berikan 2 pasang sepatunya untuk kawannya itu. Dengan melihat- tabiatnya berubah.

1.6. Melihat dengan kacamata iman
Luk 17:12-13 – sepuluh orang kusta disembuhkan, yang kembali untuk mengucap syukur hanya 1 orang. Tuhan Yesus mempertanyakan kemana 9 orang lain yang juga sembuh. Yesus ingin seseorang yang sudah mengalami mujizat Tuhan untuk bersaksi dan memuliakan nama Tuhan.

Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini? (Luk 17: 17-18)

Yang menentukan seseorang sakit kusta atau tidak adalah imam. Begitu dinyatakan kusta, mereka diasingkan, memakai baju khusus, dan berteriak “najis” pada setiap orang yang dijumpai. Mereka seperti orang terkutuk. Hanya imam yang boleh menyatakan mereka kembali tahir.

Saat Yesus perintahkan mereka menunjukkan diri (arti kata: mendemonstrasikan diri/ show off) kepada imam, mereka masih sakit kusta. Dalam perjalanan, 10 orang ini sembuh. Mata 10 orang ini harus percaya dengan perkataan Yesus, karena jika tidak, mereka tidak akan berani menghadap pada para imam.

Mari melihat dengan kacamata Tuhan, seperti yang Tuhan lihat: yang dikatakan Firman Tuhan. Jangan fokus pada kelemahan kita.

Artikel
Burung pelikan adalah pencari ikan yang ulung. Tapi pelikan di pesisir California suka menganggur. Ini karena mereka bertahun-tahun hidup dari ikan-ikan yang dibuang dari pabrik pengalengan ikan. Akibatnya naluri berburu mereka hilang.
Saat pabrik pengalengan ikan tutup, burung-burung ini tidak melakukan apapun, bahkan hingga mati kelaparan. Naluri pemburunya hilang. Burung-burung ini hanya menunggu ikan dari pabrik, dan tidak bisa berburu. Akibatnya hanya diam saja dan mati kelaparan.
Kemudian para ahli lingkungan mendatangkan banyak pelikan dari daerah lain yang masih mempunyai naluri berburu. Ternyata ini menggugah semangat berburu burung-burung dari daerah itu, dan mereka bisa kembali ke naluri pemburunya.

Melihat klip kesembuhan ilahi tujuannya membangkitkan iman, membuat kita sepakat dengan Tuhan, dan meningkatkan level iman kita.

Tuhan beri kita potensi yang besar dalam hidup kita.

Hasil survey dari Les Giblin, seorang pakar hubungan manusia, manusia belajar melalui panca-indera:
belajar melalui perasa (lidah) 1%
belajar melalui sentuhan 1,5%
belajar melalui penciuman 3,5%
belajar melalui pendengaran 11%
belajar melalui pengelihatan 83%

Di lingkungan mana seorang anak lahir, itu akan mempengaruhi mereka. Anak seorang pengusaha sukses akan belajar jadi pengusaha yang sukses.

Hasil penelitian John Maxwell, seorang pakar kepemimpinan
Pemimpin yang lahir karena krisis 5%
Pemimpin yang lahir karena bawaan/ alami 10%
Pemimpin yang lahir karena pengaruh dan dibentuk pemimpin di atas mereka 85%

Melihat cara kerja pemimpin kita sangat menentukan apakah kita bisa jadi pemimpin yang baik.

Warisi dan didiklah anak kita takut akan Tuhan sejak kecil.

Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu (Ams 29: 17)

Kesaksian kesembuhan ilahi
Di awal tidak ada yang bersaksi. Saat ada seorang ibu sembuh dan bersaksi, maka berikutnya banyak orang yang disembuhkan dan antri untuk bersaksi. Bahkan ada yang tumor-nya hilang di depan mata, di atas panggung.

Mujizat-mujizat mulai terjadi saat ada seorang yang bersaksi, dan orang-orang lain melihatnya. Kita harus sepakat dan setuju dengan Tuhan: kesembuhan adalah bagian kita,

2. The Power of speaking

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. (Ams 18: 21)

Kesaksian
dr Cho Yonggi didatangi ahli bedah syaraf. Ahli ini menemukan bahwa ada satu syaraf yang bisa menggerakkan seluruh tubuh, yaitu syaraf lidah. Ternyata Alkitab sudah bicara hal ini ribuan tahun sebelumnya.

Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidahpun adalah api (Yak 3:5-6a)

Penelitian
Tubuh diciptakan tidak untuk menampung emosi negatif: stress, negatif, pahit, depresi, kebencian.
Maka saat mengalami semua itu, maka otak memerintahkan untuk membuang semua itu ke usus, ginjal, pencernaan. Akibatnya banyak orang sakit di bagian usus, ginjal, dan pencernaan.

Peneliti berkata bahwa wanita usianya lebih panjang karena saat bicara/ mengomel, mereka melepaskan banyak energi negatif.

Solusi dari Tuhan Yesus : kuasa perkataan (the power of speaking). Saat kita memuji dan menyembah Tuhan, terutama dengan bahasa Roh, maka semua emosi-stress-depresi bisa diredam, dan dibuang keluar.

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (Rm 8: 26)

Orang yang banyak ber-bahasa Roh, daya tahan tubuhnya naik hingga 30-50%. Tidak ada obat atau bahan lain yang bisa meningkatkan imunitas setinggi itu.

Tuhan sudah berikan senjata bagi kita, mari melihat yang benar, mari mengucapkan yang benar!

> Klip kesembuhan (di Afrika)
> Doa kesembuhan

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp 085 727 868 064