Jumat, 01 Mei 2015
Finishing Well
Robert Liardon

Yoh 4: 34-35 – Yesus datang untuk:
1. Melakukan kehendak dan mandat dari Bapa
2. Menyelesaikan mandat itu.

Sepanjang pelayanannya ps Liardon berjumpa banyak hamba Tuhan, setiap orang memulai, tapi tidak semuanya mengakhiri.
Ps Liardon menjumpai banyak pengkhotbah dan pendeta berusia 50-70 tahun yang mulai jadi pengomel dan mudah marah. Mereka merasa dimanipulasi untuk masuk dalam pelayanan, takut Tuhan marah jika mereka tidak berkhotbah, terlanjur masuk terlalu dalam di pelayanan, dan sekarang sudah terlalu jauh untuk berbalik. Saat ini mereka sekedar memelihara yang ada.

Allah tidak mau kita sekedar memelihara sesuatu sepanjang hidup kita. Tapi Tuhan mau kita menaklukkan, menyerbu, maju, tidak mundur, tidak menyerah, menyelesaikan semuanya dengan penuh iman, penuh kuasa, penuh urapan, dan tanpa kompromi.
Di usia muda kita bersemangat untuk masa depan karena itu baru, segar dan indah. Tapi saat kita sudah berada di dalamnya beberapa waktu, melalui hal baik dan buruk, jika kita tidak berhati-hati maka kita akan ingin berhenti.

Jangan memulai, lalu berhenti atau menyerah. Kita harus menyelesaikan tugas kita

Besarnya revival Indonesia tergantung ketaatan kita. Ketaatan kita artinya melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Saat berlari dalam perlombaan Tuhan, kita mempunyai kenangan yang baik. Contoh: Saat mendedikasikan Holy Stadium dengan tanpa hutang, itu sangat bagus.

Sebagai seorang pengkhotbah, ps Liardon sudah lakukan semua yang harus dilakukan sebelum usia 45: menulis dan menjual buku, membangun gedung, berkhotbah di berbagai negara, membeli pesawat. Ps Liardon bisa duduk dan beristirahat karena sudah melakukan semuanya, atau memilih untuk bergabung dengan generasi yang baru dan memulai lagi semuanya dari awal.
Ps Liardon tidak ingin jadi seperti para penggerutu yang marah terhadap apapun. Ps Liardon ingin seperti Kaleb dan Yosua: membangun, menyerang, menguasai, hidup lagi.
Beberapa orang perlu untuk memulai sesuatu yang baru, yang ada saat ini bukanlah akhir. Revival besar yang diharapkan sudah dekat, jangan lewatkan itu, jangan kecewa dan jangan berhenti.

Kesaksian
Istri dari ps Smith Wigglesworth meninggal saat ps Wigglesworth berusia 51 tahun. Ps Wigglesworth sangat berduka dan tidak tahu harus berbuat apa. Saat di ruang duduk, ps Wigglesworth melihat tumpukan surat undangan untuk berkhotbah dari seluruh dunia. Ps Wigglesworth berhenti bersedih, bangkit, dan menjadi rasul iman yang luar biasa. Ps Wigglesworth baru mendunia setelah usia 50 tahun, bukan sebelumnya.

Di usia saat ini (49 tahun), ps Liardon memutuskan memulai semua dari awal lagi, bersama generasi yang baru dan muda. Itulah sebabnya ps Liardon datang lagi ke Indonesia. Inilah saatnya negara-negara Asia memimpin kekristenan. Eropa sedang dalam kegelapan, gereja semakin kecil, diperlukan orang-orang beriman seperti di asia untuk membantu Eropa: membawa kuasa dan otoritas, mendesak iblis, membangun gereja, membangkitkan orang mati, menjaga pesan kekristenan tetap hidup di Eropa. Amerika sudah tidak berani ber-bahasa roh terlalu keras, tidak berani mengusir setan, tidak berani melakukan hal-hal supranatural. Amerika perlu orang-orang seperti jemaat di Indonesia untuk mengingatkan dan membangkitkan iman mereka, bernubuat kepada mereka, dan membangun lagi, sehingga mereka mengalami revival dan pembaharuan.

Ini adalah saat bagi anank-anak Tuhan di Asia untuk membawa suara-iman-kuasa Tuhan kepada bangsa-bangsa di dunia, untuk membangkitkan kekristenan. Ini saat untuk memberkati dunia.
Bangkit dan kenali momentum kita !

Setiap benua memiliki momentum-nya masing-masing.
Tahun 1500-an Martin Luther dari Jerman mematahkan kuasa ke-agamawi-an, membuat ledakan kegerakan iman-kuasa-kebangunan rohani dari Eropa ke seluruh dunia. Selama lebih dari 500 tahun ada tokoh-tokoh kekristenan dari benua Eropa: Marthin Luther, John Calvin, John Knox, John Wesley, dll.
Sejak 1800-an Amerika mengirim dan memimpin kegerakan kekristenan ke seluruh dunia selama sekitar 200 tahun. Mereka mengirim misionaris dan dana.
Saat ini benua baru mendapat mandat: negara-negara di benua Asia. Kita mendapat urapan dan mantel yang baru, untuk mememimpin dan mengajarkan kekristenan di masa kegelapan. Saat ini negara-negara Asia membawa suara-suara kenabian ke seluruh dunia.

Anak-anak Tuhan di Asia harus pergi dan menolong negara-negara di Amerika dan Eropa: membawa suara kenabian, membangun gereja, mendirikan sekolah Alkitab, mengingatkan cara berdoa, mengingatkan cara menginjil, membawa kuasa Roh Kudus, mendemonstrasikan kuasa Tuhan, mengajar cara berperang rohani, dll.

Kisah Oral Robert
Ps Liardon dibesarkan bertetangga dengan ps Oral Robert. Ps Robert meninggal di usia 91 tahun. Ps Robert membangun sekolah Alkitab yang penuh urapan Roh Kudus, stasiun TV. Setiap kali bertemu, ps Robert selalu mempunyai proyek-proyek besar baru dengan biaya besar.
Suatu kali ps Liardon bertanya: ps Robert sudah lakukan semua hal besar dan proyek-proyek besar. Saat ini di usia 81, apakah tidak lebih baik untuk hanya berkhotbah dan menikmati masa tuanya. Jawab ps Robert: “aku belum mati saat ini, saya akan berlibur saat saya mati. Saat masih hidup, saya harus bekerja, tidak perlu berlibur”.
Saat mendoakan seseorang, ps Robert selalu menumpangkan tangan kanannya, karena tangan itu diurapi Tuhan Kita harus tahu bagaimana karunia seseorang hamba Tuhan, dan tahu bagaimana cara karunia itu bekerja.

Cara hidup pelayan Tuhan: menyelesaikan semua yang Tuhan tugaskan dalam hidup kita.

Kisah Lester Sommeral
Ps Sommeral adalah orang yang berbeda dengan ps Robert, lebih apostolik. Hamba Tuhan ini menulis lebih dari 200 buku, pergi ke lebih dari 100 negara, membangun lebih dari 10 stasiun TV dan radio. Banyak pekerjaan luar biasa sudah dibuat, tapi walau terlihat tua, dia memilih untuk memulai proyek Yusuf: pelayanan untuk memberi makan dunia. Ps Sommeral sebenarnya tidak mau membuat proyek baru, tapi Tuhan perintahkan untuk membangun proyek baru. Penyebabnya: Tuhan bisa percayakan uang untuk proyek-royek besar padanya karena dia tidak menyimpan uang dari Tuhan, tapi untuk membangun proyek-proyek yang Tuhan perintahkan.

Semua hamba Tuhan ini menerima mandat dari Tuhan, menyelesaikannya dan tidak menyerah

Hidup ps Robert tidak sempurna. Ps Robert punya 4 anak, yang tertua bunuh diri, yang wanita tewas dalam kecelakaan pesawat. Dia sedih, tapi tidak berhenti, dan menyelesaikan semua mandat yang Tuhan perintahkan.

Revival Asia sudah dimulai, dan itu menggembirakan. Tapi kita tidak cukup hanya memulai, tapi harus menyelesaikannya di masa hidup kita. Sehingga saat meninggal, kita sudah menyelesaikan pelayanan dan mandat-mandat kita.

Kebanyakan manusia tidak mencapai garis finish karena tidak pernah merencanakan akhir hidupnya

Pikirkan apa yang harus kita lakukan di usia tua, misalnya 90 tahun. Ps Liardon merencanakan bahwa di usia 90 tahun dia akan berada dalam sebuah ibadah bersama anak-anak muda, tetap bersemangat, melompat dan berteriak. Ps Liardon memilih untuk bersama mereka yang “hidup”, bukan yang “mati”.

Kisah akhir hidup Oral Robert
Suatu hari ps Robert terpeleset di rumahnya, dan tulang punggungnya cedera. Saat anak-anaknya datang, di ruangan rumah sakit yang seharusnya sunyi, ternyata ada suara-suara nyaring. Ternyata ps Robert yang membuat suara ribut itu: menyanyi dengan sekuat tenaga. Ps Robert bernyanyi karena Tuhan memberitahu bahwa dia sudah menyelesaikan semua tugasnya, dan siap untuk kembali ke surga hari itu juga. Ps Robert menyanyikan seluruh mazmur-mazmur lama yang pernah dinyanyikannya dengan sekuat tenaga. Dia mengajak anak-anaknya bernyanyi. Kemudian dia tertidur, dan malam itu dia lulus dan menyelesaikan perjalanan dan tugasnya di dunia.

Kita harus menyelesaikan panggilan yang Tuhan berikan dalam hidup kita

Jangan biarkan luka, kesalahan, iblis, orang jahat, atau apapun menghentikan kita; tetap bergerak hingga garis akhir. Selesaikan hidup dan destiny kita bersama Yesus. Kadang kita akan mengalami hari yang berat, sakit, penderitaan, sulit secara emosional, tapi kita harus tetap bergerak dan menyelesaikannya.

Pesan nenek ps Liardon:
Jika kita lelah dan jatuh, jatuhlah ke depan. Sehingga saat bangkit kita tahu harus ke mana.

JKI masih baru memulai, akan ada hal-hal yang lebih besar yang akan terjadi di depan, baik di kota-negara-benua kita dan bahkan dunia.

Kematian adalah kehidupan yang sebenarnya. Kita mati hanya sekali, dengan cara apa kita harus mati: sendirian? pengomel ? marah?

Rencanakan bagaimana kita akan menyongsong kematian

Ps Liardon merencanakan dan membayangkan kematiannya: secara dramatis, setelah berkhotbah dalam ibadah besar, bukan di ruang belakang, tapi di depan mimbar, menyampaikan salam perpisahan, dan pulang ke Surga. Ps Robert tidak mau mati di rumah sakit dengan menyedihkan.

Di Alkitab banyak tokoh-tokoh meninggal dengan cara luar biasa:
Tokoh-tokoh perjanjian lama memanggil anak-anaknya, mendoakan, bernubuat, membagi warisan, memberi perintah, setelah itu mengangkat kakinya dan meninggal. Seperti inilah harusnya orang percaya meninggal.
Yesus menyelesaikan semua tugasNya dengan baik di kayu salib.
Rasul Paulus berbicara tentang Kristus di depan Caesar, penguasa terbesar di dunia masa itu. Setelah itu Caesar menghukum mati Paulus, dan Paulus selesaikan tugasnya dengan baik.
Romawi mencoba membunuh rasul Yohanes dengan menggorengnya, tapi gagal. Lalu saat dibuang ke pulau Patmos, Yohanes menulis kitab Wahyu. Dia hidup sebagai orang tua, memenangkan pemimpin-pemimpin lokal di pulau Patmos. Perkataan terakhir Yohanes: cintailah satu sama lain, dan dia menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Saat kita mengakhiri dengan baik (finishing well), hidup kita adalah bukti dari apa yang kita percayai, pengajaran dan iman kita akan jadi teladan, neraka tetap takut pada kita.

Orang muda melakukan kesalahan, tapi karena itulah mereka belajar. Yang menakutkan ps Liardon bukan api liar (wild fire), tapi tidak ada api (no-fire). Ps Liardon tidak mau hidup bersama orang yang tidak punya api bagi Tuhan.

Mari hidup dalam lingkungan “orang hidup” dan penuh iman, jangan mau bersama “orang mati”.

Ps Liardon suka dan percaya dengan kegerakan JKI, karena sudah melakukan hal-hal yang mustahil. Seandainya jemaat harus pindah ke tempat lain, harus membawa semangat dan api ke tempat kita ditugaskan Tuhan, lalu menyelesaikan tugas dengan baik.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB); antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064