Sabtu, 02 Mei 2015
Melayani Tuhan Sejak Muda
Robert Liardon

Generasi muda adalah masa depan negara dan kekristenan: bagi Indonesia dan dunia. Generasi muda harus lebih besar, lebih kuat, meraih lebih tinggi, lebih lantang dari generasi sebelumnya.

These things command and teach. (1Tim 4: 11, NKJV)

Timotius masih muda, sekitar 20 tahun. Paulus tidak minta Timotius “menyarankan” pada jemaat, tapi memerintahkan, memberi jemaat tanggung jawab melakukan, dan mengajarkan cara melakukannya.

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. (1Tim 4: 12a)

Ps Liardon berkhotbah pertama kali di usia 13 tahun. Tidak perlu mencapai suatu umur untuk mendeklarasikan firman Tuhan. Alkitab mengajarkan: layani Tuhan sejak muda, lakukan pekerjaan Tuhan sejak muda, berani dalam iman saat masih muda.

Tidak ada batasan usia untuk memulai, kita harus memulai saat kita mengenal Kristus

Akan terjadi pada hari-hari terakhir–demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. (Kis 2: 17)

Di hari terakhir Yesus akan memakai orang-orang tua, muda, pria, wanita. Di akhir jaman akan ada grup-grup orang yang melayani Tuhan. Wanita pun bisa melakukan apapun yang dilakukan pria, jika Tuhan memerintahkannya: membangun gereja, menjadi nabi, dll. Jangan seorangpun meremehkan seseorang karena dia wanita.

Contoh orang-orang muda untuk melakukan hal-hal besar di Alkitab:
Daud mengalahkan Goliat di usia muda, dan menjadi pahlawan bangsa.
Daniel menjadi nabi di negara asing, mencapai posisi tinggi di pemerintahan sejak muda.
Sadrakh-Mesakh-Abednego orang muda yang tidak mau menyembah patung.

Saat kita berdiri bagi Allah, Dia akan menjagai kita

Saat berusia 12 tahun Yesus ada di bait suci, berdebat dengan pemimpin-pemimpin agama. Kita juga bisa anak-anak muda yang cerdas, sehingga berdiskusi dengan orang-orang yang lebih tua.
Hal yang sama dialami ps Liardon, teman-teman ps Liardon banyak yang usianya 40 an saat dia masih berusia 13 tahun. Anak muda bisa lakukan hal-hal besar ketika mereka masih muda. Ps Liardon tulis buku pertama kali saat usia 17 tahun.

Masalahnya: banyak pengajar tidak membangkitkan anak-anak muda, tapi menginginkan mereka baik-baik, lakukan hal-hal biasa, temukan pasangan, menikah, punya hidup yang baik, datang ke gereja, akhirnya mati. Tapi menurut ps Liardon hidup seperti ini sangat membosankan. Jangan pernah berhenti percaya, tetap maju ke depan, kuasai bumi, impikan yang besar, lakukan yang besar, jangan dihalangi manusia, lakukan hal besar bagi Tuhan.

Orang Kristen harusnya hidupnya menggairahkan, tidak membosankan.

Cara untuk menjadi besar
1. Membaca
Baca banyak jenis buku: Kristen, sejarah, berita-berita, kenali dunia yang sedang kita hidupi, mengerti tentang manusia-uang-pemerintahan, dan Tuhan, dll.
Seseorang yang tidak pernah baca, kepandaiaannya/ intelegen tidak pernah meningkat. Ps Liardon sudah menulis 76 buku. Tidak suka membaca membuat kita menjadi bodoh, kecerdasan kita tetap kecil.

Contoh:
Seseorang belajar dari kehidupannya selama 20 tahun, untuk kemudian menuliskannya di sebuah buku. Pembaca cukup membeli seharga 5 dollar dan membacanya selama 1 minggu, tidak perlu 20 tahun untuk mempelajarinya.

Buku adalah satu cara terbaik kita untuk belajar. Saat kita banyak baca cerita orang, kita akan bisa menang lebih cepat dalam hidup kita. Ps Liardon sudah membaca sekitar 40 ribu buku. Ps Liardon ceritakan ini karena ingin membuktikan bahwa dia melakukan apa yang dia khotbahkan. Saat ini ps Liardon sedang membaca tentang Lee Kwan Yu, pendiri Singapura. Mr Lee membuat sebuah pulau miskin, dan dalam 15 tahun mengubahnya menjadi negara kaya.

2. Belajar melihat sebuah kebesaran, dan belajar daripadanya

Saat melihat sesuatu yang lebih baik dari yang kita miliki, jangan mengkritik, tapi belajar dari mereka.

Dalam pelayanan, saat melihat gereja besar mempengaruhi sebuah kota, bangsa, bahkan menjangkau dunia. Harusnya seseorang tidak marah kepada gereja itu, tapi belajar dari gereja itu. Keberhasilan seseorang bisa dilihat dari apa yang dihasilkan.

Selama 2 hari ps Liardon banyak mendengarkan p Agung bercerita. Ps Liardon ingin melakukan yang sama, ingin mengerti jalan berfikir p Agung, jenis orang-orang di sekitarnya. Saat kita melihat keindahan, keberhasilan dan berkat Tuhan: jangan meng-kritik, perhatikan, dengar, belajar, bertanya, impikan, lalu buat yang sama di tempat lain yang Tuhan perintahkan.

Banyak gereja jadi semakin kecil karena tidak tahu cara belajar dari gereja yang lebih besar
Jika ada orang yang lebih kuat/ maju, jangan dikritik, tapi pelajari kelebihannya.

Banyak orang Amerika merasa sebagai bangsa terbaik, sehingga kehilangan kemampuan untuk memperoleh kebesaran orang dari bangsa lain, misalnya Cina, Afrika, atau Indonesia.

3. Miliki teman yang baik
Kebanyakan orang mempunyai teman yang bodoh, atau teman yang salah.
Tidak semua orang ramah jadi sahabat kita. Teman yang salah: peng-komplain, pendebat. Cari orang yang memiliki kebesaran di dalamnya, bermimpi besar, meraih kebesaran, melakukan hal yang benar, yang hidup benar, jika melakukan kesalahan mereka memperbaikinya dan bertobat.

Seseorang yang tidak bisa mengkoreksi dirinya sendiri, tidak bisa jadi besar.

Milikilah kemampuan untuk menghindar dari orang yang salah, tapi bekerja dengan orang yang benar. Tidak perlu menunggu usia tertentu untuk menjadi orang besar. Saat jadi orang yang besar, kita harus tetap belajar dan ber-adaptasi terhadap perubahan.

Kisah Evan Robert
Evan Roberts adalah seorang anak muda berusia 26 tahun dari Wales, mengubah sebuah negara selama 2-3 tahun.
Di Wales banyak orang bekerja sebagai penambang batubara, termasuk Evan. Evan selalu membawa Alkitab, dan membacanya di waktu istirahat. Evan berbicara tentang Yesus selama istirahat kerja.
Kadang-kadang saat pulang kerja Evan berhenti sejenak dan berbicara pada udara. Orang-orang berfikir dia tidak beres. Di waktu-waktu senggang Evan pergi ke gereja. Dokter menyimpulkan bahwa Evan mendapat komplikasi rohani.
Suatu hari Evan mendapat visi bahwa Roh Kudus meliputi Wales, dan Tuhan berkata bahwa akan berikan ratusan ribu jiwa lahir baru dalam 2 minggu. Saat diceritakan pada rekannya, rekannya mendukung. Teman yang baik akan menguatkan kita saat mendapat visi dari Tuhan. Evan meminta ke gerejanya untuk melayani di ibadah youth. Yang hadir 3 anak muda dan 5 orang dewasa. Evan menceritakan visinya. Hari-hari berikutnya Roh Kudus mulai melawat dengan dahsyat. Doa Evan sangat sederhana: “Oh Tuhan, ikat kami!”. Saat dia berdoa, Roh Kudus menyatakan diriNya, dan gereja penuh dalam beberapa hari, ibadah gereja berlangsung berkali-kali, lalu merambat ke gereja-gereja lain, hingga terjadi kebangkitan rohani nasional (national revival).

Dampak kebangunan rohani Wales:
Pelacur-pelacur di Wales bertobat, rumah pelacuran jadi rumah doa.
Jumlah polisi harus dipotong setengah karena kejahatan jadi sangat rendah.
Jam kerja umumnya 9 pagi hingga 5 sore. Jam kerja di masa itu berakhir pada jam 3 sore, setelah itu mereka pergi ke gereja, bukan ke mall atau bar. Revival mengubah jam kerja.
Di awal 1900an belum ada mesin, pengangkutan menggunakan kuda poni. Revival dimulai dari orang-orang tambang yang bahasanya kasar. Saat mereka diselamatkan, mereka tidak menggunakan kata-kata kotor. Kuda pony hanya mengerti bahasa yang kasar, maka harus diganti kuda yang bisa diperintah secara normal. Bahkan binatang terpengaruh oleh revival.
Di tahun 1903 tidak ada pemenang kompetisi sepak bola Wales, karena tidak ada yang perduli dengan olah raga. Bagi semua orang Tuhan jadi yang terpenting.
Saat revival, di jam makan siang tidak ada orang makan siang di rumah makan, tapi semua berkumpul di padang dan mendengarkan berita injil.
Gereja jadi terlalu kecil karena semua orang diselamatkan. Ini adalah masalah yang baik.

Tuhan memakai orang muda untuk membawa keselamatan dan pembaharuan di sebuah bangsa.

Evan begitu sibuk, hingga Evan kolaps di tengah-tangah revival (di usia 29 tahun). Lalu Jessie Penn-Lewis mengambil Evan, lalu mengambil alih hidup Evan, membawanya keluar Wales. Evan tidak pernah lagi berkhotbah, dia capek secara emosional, spiritual dan fisik. Jessie Lewis mengatakan bahwa yang dilakukan Evan dari setan dan harus dihentikan. Jessie bahkan tidak ijinkan orang tua dan gembala Evan untuk mendoakan Evan. Saat Evan meninggal barulah dia dibawa kembali ke Wales. Revival terhenti karena ada orang dunia menguasai hidup Evan.

Lakukan perkara besar bagi Allah. Tapi saat kita dianiaya, jangan pergi kepada orang yang tidak kita kenal. Kembali ke gereja dan keluarga yang kita kenal, maka kita akan dirawat, disembuhkan, diperbaharui, dikuatkan, dicintai, diangkat kembali.
Seringkali saat para pendeta berada dalam masalah, dia berbicara dengan orang yang salah. Akhirnya mereka tidak pernah kembali lagi ke posisinya semula.

Saat kita dalam masalah, jangan pergi ke gereja lain. PULANG-lah ke gereja yang penuh Roh Kudus, di mana kita mengalami dilahirkan kembali, minta didoakan dan dikuatkan

Evan hanya khotbah 3 tahun (1902-1904). Evan meninggal di tahun 1951. Selama sisa hidupnya Evan tidak pernah alami revival lagi, tidak melakukan apapun.

Revival Wales berakhir kurang baik karena:
Evan tidak tahu menjaga tubuh jasmaninya dalam revival, lalu tumbang
Orang yang salah menangkapnya, dan membunuh visinya

Saat kita lemah, lelah, dan diserang iblis: pulang. Yang dibutuhkan: lingkungan yang tahu berdoa, berbahasa Roh, menyembah Tuhan dengan kuat. Sehingga kita selamat dari musuh, selamat dari pencobaan, selamat dari perangkap iblis.

Evan ke surga, tapi tidak pernah memenuhi mandatnya dari Tuhan. Jika dilanjutkan hingga 20-25 tahun, Evan berpotensi mengubah Eropa bahkan dunia. Karena dalam momentum itu ada urapan dan kuasa Tuhan. Sayangnya Evan mengambil langkah yang salah.

Orang muda bisa melakukan hal yang besar. Tapi terkadang juga memerlukan pertolongan saat mengalami tekanan besar. Kita harus tahu kapan saat meminta tolong, tahu kapan saatnya pulang ke rumah sehingga mereka terlindungi dan dipulihkan. Kemudian kembali berperang bersama Tuhan.

Tuhan akan menggunakan anak muda untuk mengubah Indonesia dan Asia. Generasi ini harus bangkit, bermimpi besar, dan melakukan hal-hal besar.

Baca berbagai buku, sehingga kita bisa belajar dari kesuksesan orang-orang besar, menghindari kegagalan mereka, memiliki hidup yang luar biasa, dan meninggalkan warisan bagi generasi berikutnya.

> Altar call untuk terima Tuhan Yesus

Pengantar – Petrus Agung
Hidup kita hanya 1x, tidak bisa diulangi. Saat kita menyembah “apapun” atau “siapapun” yang salah, artinya kita sedang membuang hidup kita sia-sia. Tapi orang yang menyembah Yesus adalah orang menyembah Tuhan yang hidup.

Kesaksian
Ada revival di mesir, orang Kristen mulai cinta dan mendoakan negerinya. Bahkan untuk ibadah doa harus dijual tiket. Seorang gadis naik taksi ke ibadah doa, sopirnya non-Kristen. Di jalan Tuhan minta dia mengatakan pada sopir itu: “Yesus mengasihimu”. Setelah bernegosiasi dengan Tuhan karena ketakutan, gadis ini akhirnya minta pada Tuhan untuk diijinkan menyampaikan hal itu setelah dia turun dari taksi di tempat ramai, dan setelah membayar.
Setelah turun dan membayar, dia berkata pada sopir itu: “Yesus mengasihimu”. Sopir itu menangis seperti anak kecil. Dia berkata bahwa 2 bulan terakhir dia didatangi orang bernama Yesus. Yesus itu mengajarkan banyak hal yang bertentangan dengan ajarannya. Semula ditolak. Kemarin sopir ini ditemui lagi, dan Yesus berkata bahwa Dia akan buktikan bahwa akan ada seorang penumpang perempuan yang berkata padanya “Yesus mengashimu”. Gadis ini akan mengatakan hal itu setelah sampai tujuan, turun, dan membayar taksi. Akhirnya si sopir di babtis dan percaya pada Yesus.

Tuhan bahkan menggunakan semua ketakutan kita

Contoh di Alkitab
Saat pulang dari mesir, Yusuf takut karena anak Herodes menjadi raja. Yusuf lalu pindah ke Nazaret. Ini karena Yesus harus disebut Yesus orang Nazaret (Mat 2: 23).

Jangan bernegosiasi dengan Tuhan, ikuti saja perintah Tuhan, karena Dia tahu yang terbaik.

Kejadian-kejadian seperti ini semakin sering terjadi. Jangan jadi penonton, Tuhan punya peran penting bagi kita.

Penutup – Petrus Agung
Beberapa hari yang lalu ada beberapa narapidana yang dihukum mati. Saat terima Yesus, hidup mereka berubah.. Salah satu terpidana: Andrew Chan, menikah dengan pembimbing rohaninya. Permintaan terakhirnya:
1. Diijinkan menyanyi hingga ditembak
2. Tidak memakai tutup mata dan melihat eksekutornya.

Saat menerima Yesus, kematian tidak menakutkan mereka lagi. Lagu yang mereka nyanyikan: Amazing Grace. Karena mereka tahu bahwa mereka orang yang rusak, tapi anugerahTuhan Yesus selamatkan mereka.

Pahlawan sebenarnya bukan penyelundup narkoba, tapi Tuhan Yesus yang menyelamatkan semua orang berdosa.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB); antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064