Minggu, 19 Juli 2015
Plan B
Victor Purnomo

Kej 2: 8-15
Tuhan menyiapkan semua yang terbaik bagi kehidupan manusia. Kata “eden” artinya sesuatu yang menyenangkan, nikmat, baik, dan luar biasa.

Ada 4 sungai di Eden:
1. Pison = increase = bertambah-tambah. Tuhan merencanakan kita supaya selalu bertambah. Tuhan tidak panggil kita untuk tetap sama, tapi jasmani dan rohani akan selalu bertambah.
2. Gihon = bursting forth = menjebol dan menerobs. Tuhan beri kita kesanggupan untuk menjebol dan menerobos apapun yang kita lewati dalam hidup kita.
3. Tigris = rapid = akselerasi, cepat. Tuhan ingin membawa kita dalam sebuah kecepatan.
4. Efrat = fruitfullness = berbuah lebat.

4 kesanggupan yang sejak awal Tuhan beri pada manusia: bertambah-tambah, kemampuan untuk menerobos, memiliki kecepatan, hidup penuh dengan buah.

Manusia gagal mengalami semua yang Tuhan beri, gagal mengalami “plan A” Tuhan, dan diusir keluar dari Eden. Bayangkan perasaan jika kita kehilangan jatah yang seharusnya jadi bagian kita. Mereka yang pernah mengalami kehilangan akan tahu rasanya kehilangan.

Walau manusia gagal menerima rencana awal Tuhan, Tuhan tidak menyerah. Tuhan membuat rencana baru bagi manusia: keturunan manusia, yaitu Yesus, akan meremukkan kepala iblis. Tuhan mau manusia kembali mengalami 4 hal dalam hidup kita. Jika ada dari 4 hal di atas hilang dalam hidup kita, minta ke Tuhan supaya itu dikembalikan ke arah semula.

Ilustrasi: aplikasi android “waze”
Jika akan keluar kota, tinggal ketik alamatnya. Maka ditunjukkan jalannya, kemacetannya, dll. Saat kita tidak mengikuti petunjuk waze dan masuk jalan lain, maka aplikasi itu akan menghitung ulang, dan memberikan petunjuk untuk kembali ke arah semula.

Banyak orang mengalami banyak kesulitan, tapi Tuhan selalu menunjukkan jalan berbalik, sehingga kita bisa kembali ke jalur Tuhan.
Kita alami banyak hal yang sukar karena sedang keluar dari rencana Tuhan.

Kisah anak bungsu
Si bungsu menghambur-hamburkan uang bapaknya. Di satu titik saat kelaparan dan ingin memakan makanan babi. Si bungsu sadar, kemudian memutar jalannya, dan berbalik pulang ke jalan yang benar. Pulang artinya berbalik ke titik semula darimana kita mulai pergi.
Anak bungsu hanya berfikir untuk jadi budak di rumah bapaknya, yang penting bisa makan. Dia tidak tahu bahwa ternyata bapaknya memulihkan dia: memberi jubah-cincin-sepatu. Otoritas dan hak-nya sebagai anak dikembalikan bapaknya pada hari itu.

Nubuatan akhir jaman: hamba-hamba akan mengembalikan kepada tuannya, dan tuan akan memberikan itu pada anak-anaknya. Banyak anak-anak Tuhan hari-hari ini hampir mati, sementara hamba-hamba yang lain berkelimpahan. Itu karena keluar dari rencana dan jalur Tuhan.

Kesaksian
Saat dari kuar kota, “waze” mengarahkan lewat jalan kecil dan gelap. P Victor belajar percaya. Tiba-tiba mobil muncul kembali di jalan besar.

Kadang-kadang Tuhan tuntun kita di jalan yang gelap dan sepi. Kita harus belajar percaya pada Tuhan, dan menjalani jalan itu. Karena ujungnya kita akan kembali ke jalan besar yang sudah Tuhan siapkan bagi kita. Perlu ketaatan untuk mentaati Tuhan.

Jika hari ini kita sedang susah dan sesat, jangan berfikir bagaimana cara pulihnya karena itu urusan Tuhan. Yang Tuhan mau: kita berbalik ke jalan Tuhan. Nanti Tuhan yang akan urusi hidup kita.

Setiap kali seseorang memilih untuk kembali, Tuhan selalu memulihkan.

Kisah Yunus
Niniwe adalah musuh orang Israel, dan mereka kejam. Itu sebabnya Yunus tidak mau menyampaikan pesan Tuhan pada Niniwe, dan berharap supaya rencana pertama Tuhan langsung jadi: kehancuran Niniwe. Yunus tahu Tuhan punya rencana kedua bagi Niniwe: bencana batal jika Niniwe bertobat.

Tuhan selalu memberikan kesempatan bagi manusia, termasuk bagi orang-orang jahat.

Ikan menelan Yunus, dan memuntahkannya lagi di tempat semula (Yafo), kembali ke tempat awal (Niniwe tidak punya laut). Jaman itu orang-orang Niniwe menyembah Dagon, dan lambangnya adalah ikan. Orang-orang Niniwe mendengar bahwa Yunus ditelan ikan, dimuntahkan, tapi masih hidup. Maka orang Niniwe bertobat dengan mudah, karena mereka menganggap Yunus adalah utusan dewa mereka. Orang Niniwe berpuasa secara ekstrim, bahkan hewan peliharaan dipaksa ikut berpuasa.
Akhirnya Tuhan menyesal, dan mengubah rencanaNya terhadap Niniwe.

Setiap kali kita pulang kepada rencana Tuhan yang semula, maka hati Tuhan terjamah.

Kisah Naomi dan Rut
Naomi lari dari Betlehem Yehuda ke Moab. Keluarga dan hartanya habis. Hatinya tidak lagi fokus ke Tuhan, maka 2 anaknya diijinkan menikah dengan orang Moab, padahal Tuhan melarang hal itu.
Saat Naomi mendengar bahwa Tuhan memperhatikan umatNya, dia berkemas dan pulang.

Ada orang yang keras kepala: walau hancur dan gagal, tetap memaksa berjalan di jalan yang salah.

Frase “Tuhan melawat” artinya mata Tuhan sedang terarah pada Betlehem Yehuda. Akibatnya tempat lain belum Tuhan perhatikan. Maka Naomi mendapat pengertian: ke mana mata Tuhan memandang, ke situ dia menuju. Sehingga saat Tuhan melihat Naomi di Betlehem, Tuhan mengubah serta memperbaiki hidup Naomi. Akhirnya Naomi dan Rut mengalami pembalikan keadaan, mengalami “plan B” Tuhan dalam hidupnya.

Tuhan tidak sekedar memulihkan hidup mereka, tapi Tuhan ubah rencananya sehingga Rut menjadi salah satu leluhur raja Daud.
Saat kita berbalik dan pulang kepada Tuhan, sehancur apapun hidup kita, Tuhan membuat rencana yang baru bagi kita.

Kesaksian
P Victor melayani di luar negeri (Thailand). Gembala lokal sudah berencana menutup gerejanya, lalu diserahkan pada orang lain, dan pendeta ini jadi pengusaha. Ini karena imannya sedang di tahap terendah. Setelah 3 hari acara yang dilayani p Victor dan tim, gembala ini mengubah rencananya, tidak jadi menutup gereja, tapi tetap melayani di jalan Tuhan, dan Imannya pulih.

Setan selalu punya rencana merusak hidup kita, dengan menunjukkan arah yang berbeda dengan yang Tuhan berikan dalam hidup kita.
Jangan dengarkan suara musuh, tapi dengarkan suara Tuhan.

Kesaksian
Seorang misionaris di Thailand dilepaskan dari 2 roh jahat. Di masa lalu dia mencari ilmu/ meditasi di berbagai kuil di berbagai negara. Setelah dilepaskan, hamba Tuhan ini bercerita bahwa ada spirit yang selalu berkata bahwa seharusnya dia menikmati hidup dan tidak jadi hamba Tuhan.

Kisah Yehuda
Yehuda adalah leluhur raja-raja. Hidup Yehuda sebenarnya kacau. 2 anaknya jahat di mata Tuhan, maka mereka mati. Yehuda tidak menyerahkan anak ke-3 nya pada Tamar, menantunya. Dalam sebuah peristiwa Tamar menyamar jadi pelacur, dan tidur dengan Yehuda. Tamar hamil dan melahirkan 2 anak kembar: Perez dan Zerah.
Anak Yehuda yang menurunkan raja-raja Israel dan juga Tuhan Yesus, bukan dari jalur keturunan Syela, tapi keturunan Perez.

Jika rencana A Tuhan gagal, Tuhan masih punya rencana B. Yang Tuhan minta: pulang, sehingga semua yang hilang bisa kembali.

Kisah Rahab
Rahab adalah pelacur. Tapi Tuhan tulis namanya dalam silsilah Tuhan Yesus.
Saat Musa mengirim 2 pengintai, Rahab yang menyembunyikan mereka dalam tumpukan tali rami. Di akhir kisah, tali rami itu juga yang menyelamatkan Rahab dan keluarganya: dengan mewarnainya merah, dan dipasang di luar pintu. Rahab mendengar bahwa Tuhan menyelamatkan orang Israel, dan dia percaya dan mau supaya Tuhan juga menyalamatkannya. Di titik itu Tuhan ubah hidupnya, bahkan menjadi leluhur Tuhan Yesus.

Sekacau apapun dan seberat apapun hidup kita, saat kita berbalik pada Tuhan, Tuhan sediakan hal yang baru dan baik bagi kita, dan memulihkan hidup kita.

Otot terkuat dalam tubuh adalah jantung. Saat ada penyumbatan, jantung bisa membuat pembuluh-pembuluh baru, sehingga si sakit masih bisa bertahan hidup.
Tuhan juga seperti itu. Saat jalan utama di hidup kita buntu, Tuhan bisa membuat jalur yang baru sehingga kita bisa mencapai target Tuhan di hidup kita.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB); antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064