Minggu, 05 Juli 2015
Obed Edom – the Presence of God
Mathew Barnett

1 Taw 13: 12-14
Kuasa Tuhan dalam Alkitab digambarkan dalam bentuk Tabut Perjanjian. Tabut Tuhan dimaksudkan untuk memimpin umat Tuhan. Tabut diletakkan di depan saat peperangan, sebagai wakil hadirat Tuhan (presence of God).

Hadirat Tuhan harus mengawali setiap kegiatan kita, kuasa Tuhan seharusnya selalu memimpin umat Tuhan.

Sebelum pindah ke kota lain, hal terpenting yang harus diketahui: adakah hadirat Tuhan di kota itu.

Saat orang Filistin mencuri Tabut Tuhan, banyak peristiwa buruk menimpa orang Filistin. Selama 20 tahun Tabut tidak bersama umat Tuhan. Tiba-tiba Tabut itu kembali ke Yerusalem, dan Daud sangat gembira dan merayakannya.

Kita sangat bersemangat karena berada di rumah Tuhan. Dan saat hadirat Tuhan datang di hidup kita, kita tidak akan bisa menanggungNya.

Sebelum Tabut kembali ke kota Daud, Tabut tinggal selama 3 bulan di rumah Obed-Edom. Seorang pria biasa terpilih untuk menyimpan Tabut Tuhan selama 3 bulan. Bayangkan berkat Tuhan yang diterima Obed-Edom. Hadirat Tuhan mencengkeramnya, Obed-Edom berubah dan tidak pernah sama lagi. Saat Tabut Tuhan dipindahkan dari rumah Obed-Edom ke kota Daud, Obed-Edom tidak depresi, tapi membawa seluruh keluarganya untuk pindah dan tinggal di kota Daud. Di setiap peluang untuk melayani apapun di dekat Tabut Tuhan, Obed-Edom selalu menyediakan dirinya, sehingga selalu berada dekat dengan hadirat Tuhan.

1. Obed-Edom termasuk salah satu dari petugas kebersihan (cleaning-service- janitor) di bait Allah – (1Taw 16: 38). Kata “porters” (H7778) salah satu artinya adalah janitor atau cleaning-service.

And Obed-edom with their brethren, threescore and eight; Obed-edom also the son of Jeduthun and Hosah to be porters (1Taw 16: 38, KJV)

2. Obed-Edom termasuk salah satu dari pemain harpa (1Taw 15: 21). Tugasnya memainkan harpa di sekitar Tabut Tuhan.

And Mattithiah, and Elipheleh, and Mikneiah, and Obed-edom, and Jeiel, and Azaziah, with harps on the Sheminith to excel. (1Taw 15: 21, KJV)

3. Obed-Edom termasuk salah satu dari penjaga pintu (door keeper) (1Taw 15: 24) bait Allah.

And Shebaniah, and Jehoshaphat, and Nethaneel, and Amasai, and Zechariah, and Benaiah, and Eliezer, the priests, did blow with the trumpets before the ark of God: and Obed-edom and Jehiah were doorkeepers for the ark (1Taw 15: 24, KJV)

4. Obed-Edom termasuk salah satu dari penjaga gerbang (gate keeper) (1Taw 26: 13, 15) bait Allah.

Untuk setiap pintu gerbang mereka membuang undi, menurut puak-puak mereka, baik puak yang kecil maupun puak yang besar (1Taw 26: 13)
Bagi Obed-Edom ialah pintu selatan dan bagi anak-anaknya gudang perlengkapan (1Taw 26: 15)

Obed-Edom kecanduan hadirat Tuhan. Ps Mathew tahu bagaimana kondisi orang-orang kecanduan di Dream Center. Mereka bahkan berani mencuri dari keluarga sendiri.

Orang-orang yang kecanduan hadirat Tuhan hanya ingin selalu berada dekat Tuhan, tidak akan mau terpisah lagi dari hadirat Tuhan seumur hidupnya

Jemaat yang lapar dan rindu akan hadirat Tuhan, selalu membutuhkan Tuhan sejak mengenal Yesus. Kita harus hati-hati supaya tidak menjadi “Kristen profesional” yang bergaya seperti orang Kristen, tapi sudah tersingkir dari hadirat Tuhan.

Saat kita biarkan talenta memimpin kita, dan bukan hadirat Tuhan, maka akan timbul masalah

Kesaksian
Ps Mathew bermain di turnamen baseball sepanjang hari, tapi hampir pingsan karena kesulitan bernafas. Ternyata ada gumpalan darah di paru-paru ps Mathew. Dokter yang memeriksanya berkata bahwa dia harus berbaring selama 3 bulan untuk pulih. Ps Mathew bedoa kepada Tuhan bahwa gereja membutuhkannya. Tapi Tuhan perintahkan supaya ps Mathew beristirahat dan tinggal di dalam hadirat Tuhan selama 3 bulan.
Dalam 3 bulan tinggal di hadirat, Dream Center mengalami terobosan terbesar dalam sejarahnya: membeli Rumah Sakit, dan Angelus building (gedung yang dulunya pusat kegerakan Asuza street). Tuhan mengingatkan bahwa semua bukan karena kekuatan manusia, tapi oleh kuasa Tuhan.
Ada masa ps Mathew bekerja keras, tapi tak terjadi apapun. Tapi ada masa dalam hidup ps Mathew dimana tidak mampu lakukan apapun, tapi Tuhan buat hal-hal besar terjadi.

Seperti sepasang sayap pesawat terbang, gereja harus memiliki 2 hal berikut untuk bisa sukses: balas-kasihan (compasion) dalam pelayanan sosial, dan kelaparan akan hadirat Tuhan.

Kesaksian
Pelayanan pertama yang dimiliki ps Mathew di usia 20 tahun adalah pendoa: mendoakan orang-orang yang lewat di jalan-jalan lingkungan itu. Ps Mathew ketakutan di sana karena liingkungan yang buruk. Dia diutus karena ps Tommy tidak berhasil temukan pendeta lain yang mau melakukannya.
Di hari pertama melayani, ada seorang mati tertembak di tangga gereja, karena dia terlibat perang gang. Ps Mathew kemudian membatalkan kebaktian, lalu melayani keluarga dari si korban.
Saat itu anggota gang sedang berkumpul di rumah anak yang tertembak. Mereka sedang merencanakan pembalasan pada gang lawan. Ps Mathew memberikan persembahan gereja kepada keluarga itu, dan mendoakan anggota keluarga itu. Awalnya ps. Mathew mendoakan doa yang sudah dihapal. Tapi Tuhan menegur dan memerintahkan ps Mathew untuk meminta hadirat Tuhan di tempat itu, karena itulah kesempatan satu-satunya untuk memberitakan Injil kepada para anggota gang.
Ps Mathew menantang mereka untuk terima Tuhan Yesus. Dan Tuhan buat semua anggota gang menerima Tuhan Yesus, bahkan kemudian menjadi jemaat dan staf Dream Center. Maka revival mulai terjadi di daerah itu, semua karena hadirat Tuhan.

Satu doa dan satu orang yang percaya bahwa Tuhan masih memegang kontrol, akan mengubah lingkungan sekitarnya.

Orang-orang yang punya semangat Obed-Edom: “di manapun hadirat Tuhan berbicara, di situlah tempatku berada”, merekalah yang akan merubah kota-bangsa-dunia.
Banyak orang melayani Tuhan sebagai keharusan dan ketaatan, dan motivasi ini baik. Tapi yang membuat kita melangkah lebih jauh: melayani Tuhan karena “mereka boleh melayani Tuhan”.

Altar call bagi yang mau membawa roh Obed-Edom, yang membuat kita selalu ingin dekat dengan hadirat Tuhan.

Penutup – Petrus Agung
Di masa raja Ahasyweros ada masalah besar bagi orang Israel: pemusnahan oleh Haman. Respon orang Yahudi bisa bermacam-macam. Alkitab mengajarkan kita cara menyelesaikan persoalan: ada di hadapan raja. Orang Yahudi bisa kabur, tapi akar masalahnya tidak akan pernah selesai.

Kita adalah anak-anak dari raja di atas segala raja. Setiap kali hadapi apapun, jangan hadapi dengan kekuatan sendiri, tapi bawa ke hadirat Tuhan. Dalam hadirat Tuhan keputusan-keputusan besar sedang dibuat Raja untuk kebaikan kita.

Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain (Mzm 84: 10a)

Kedekatan kita dengan Tuhan akan mendatangkan sesuatu yang ajaib.

Dalam hadirat Tuhan: utarakan masalah kita, maka akan ada penyelesaian yang ajaib dari Tuhan.

Pengantar – Petrus Agung
Pengaturan Tuhan itu sempurna. Alam semesta menampilkan ciptaan Tuhan yang mengagumkan.
Yang salah seringkali adalah persepsi kita.

P Agung baru pulang dari pelayanan di Australia.
Di Philips Island, selatan Melbourne, tinggal pinguin terkecil di dunia, tingginya hanya 30 cm. Pinguin ini punya keistimewaan. Saat akan kawin, pinguin jantan membangun rumah. Pinguin betina memilih jantan yang rumahnya paling bagus. Jika tinggal lama dan tidak punya anak, betina akan mencari jantan lain yang rumahnya lebih bagus. Maka kadang-kadang ada pinguin yang mencuri material jantan lain, supaya rumahnya bagus. Naluri pinguin: harus menghasilkan anak dan bertambah banyak. Penguin betina cari rumah yang bagus, yang kelak bisa memproteksi anak-anak mereka.
Penguin berkelompok. Saat pulang dari laut, mereka tidak langsung ke rumahnya sendiri-sendiri, tapi menunggu seluruh anggota kelompoknya berkumpul, baru jalan pulang ke rumah.

Di antara semua ciptaan Tuhan, manusia adalah yang paling sempurna
Di antara semua manusia, yang istimewa adalah yang diberi kuasa menjadi anak-anak Allah

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB); antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064