Minggu, 01 November 2015
Minta, Cari dan Ketuk
Petrus Agung

Pembukaan – Generasi Muda
Banyak gereja yang kehilangan generasi mudanya. Bahkan di salah satu sinode besar di Indonesia 80% gerejanya tidak lagi memiliki kebaktian kaum muda. Di Semarang, rata-rata hanya ada 20 anak muda di setiap gereja. Tidak banyak yang sadar bahwa ini “lampu kuning” untuk kegerakan di Indonesia. Alkitab berkata bahwa pada akhir jaman orang-orang muda akan mendapat pengelihatan-pengelihatan dan visi-visi yang hebat. Jika anak muda tidak ada di gereja, akan ada masalah besar.
Saat Bob Wainer berkhotbah di gereja dr Cho (Korea Selatan), sebagian besar yang hadir berusia setengah baya, anak mudanya tidak lagi ada di gereja. Generasi muda di Korea saat ini menyebut diri mereka sebagai free thinker, artinya cenderung atheis. Akibatnya kegerakan di Korea menurun.

Tuhan tidak mau generasi muda Indonesia terhilang dan terlalu sekuler

Penyebab fenomena ini salah satunya adalah gereja Tuhan sendiri. Banyak gereja yang tidak perduli dengan jiwa-jiwa baru, hanya fokus mengurusi jemaat yang sudah ada. Yang “mengusir” anak muda dari gereja seringkali adalah roh agamawi yang dibiarkan berkembang di dalam gereja Tuhan. Bahkan Yohanes pembabtis mendapat rhema Tuhan di padang gurun, bukan di lingkungan agama Yahudi.

Kesalahan gereja di masa sebelumnya
Mahatma Gandhi, India, suka membaca. Saat membaca Injil, dia suka dengan Tuhan Yesus. Satu hari Gandhi datang dengan pakaian tradisional India dan telanjang kaki. Di masa itu ke gereja harus menggunakan baju resmi dan jas. Karena penampilannya itu, Gandhi diusir oleh usher.
Gandhi marah, dan sampai akhir hayatnya tidak pernah berikan hidupnya pada Yesus. Jika saat itu perlakuan usher berbeda, maka saat ini kekristenan akan sangat berpengaruh di India.

Anak muda punya budaya (culture) yang berbeda. Ada gab/ jarak antara generasi tua dan generasi muda. Kita tidak bisa tarik anak-anak muda ke budaya orang-orang dengan usia yang lebih tua. Tapi Yesus relevan bagi semua usia, tapi gereja masa kini masih harus banyak belajar. Kunci kegerakan dari setiap generasi adalah anak-anak muda.

Contoh:
Saat Yesus memberi makan 5 ribu orang, yang membawa 5 roti dan 2 ikan adalah seorang anak muda. Mereka semua bisa ikut Tuhan selama 3 hari, tanpa panitia dan bekal. Seorang anak muda bisa ikut Tuhan selama 3 hari, tanpa panitia dan tidak diberi makan, maka ini hanya mungkin karena pekerjaan Roh Kudus. Kisah ini bercerita juga bahwa Yesus selalu relevan dengan semua usia.

Minta, Cari dan ketuk
Luk 11: 9-13
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu (Luk 11: 9)

Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu (Yoh 16: 24)

Tuhan seperti menantang kita dengan kebaikanNya: “mintalah !”.
Dulu p Agung berfikir bahwa orang tidak perlu diajari tentang meminta, karena semua orang bisa melakukannya. Ada hal-hal yang perlu dipelajari supaya kita bisa meminta dengan bijaksana dan tepat, dan ini perlu kecerdasan. Karena jika tidak, ujungnya akan sia-sia.

3 aspek dalam hal meminta
1. Ada permintaan-permintaan yang membawa tuntutan konsekuensi tertentu

Mat 20: 20-22
Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” (Mat 20: 22)

Permintaan istri Zebedeus membawa konsekuensi: apakah Yohanes dan Yakobus memiliki kekuatan/ power/ kemampuan untuk minum dari cawan yang Tuhan minum.
Banyak orang berfikir bahwa Tuhan bisa kabulkan permintaan kita begitu saja. Tapi ada permintaan-permintaan yang memiliki konsekuensi.

Kesaksian
Rombongan yang ke Israel pergi ke Hebron, yaitu gua Makhpela (makam Abraham-Sara, Ishak-Ribka, Yakub-Lea). Hebron adalah daerah Palestina, yang menjaga daerah itu adalah tentara Israel.
Selesai acara, saat kembali ke bis, ada 4 remaja lokal setempat sedang duduk-duduk, remaja terkecil meminta uang. Pakaiannya lusuh. Saat diberi gelang, anak ini minta jam tangan, tapi tidak ada yang memberi. Setelah jemaat naik bus, anak-anak itu berjualan souvenir.
Salah seorang anggota rombongan memberi $20 ke salah satu anak, dengan harapan dibagi antara mereka berempat. Saat melihat uang, seorang anak diluar yang lebih besar lari dan menyambar uang itu. Anak kecil itu menangis menjerit-jerit dan memaksa minta uang lagi pada si pemberi.
Sopir bis bertindak tegas, menarik anak ini keluar bis. Anak kecil ini mengganjal pintu bis, bahkan menghadang di depan bis. Bis dijalankan pelan-pelan, baru anak itu menyingkir.
Setelah masuk wilayah Israel, baru ketegangan mereda.
Pesan dari sopir bus kepada jemaat: jika tidak mau dirampok, jika di Hebron: jangan beri apapun. Bulan sebelumnya ada kejadian serupa, ujungnya kaca belakang pecah karena dilempar batu.

Anak-anak ini tinggal dekat makam Abraham-Ishak-Yakub, tapi kehidupannya tidak mewarisi apapun dari yang dimiliki Abraham-Ishak-Yakub. Sementara itu rekan p Agung yang adalah orang Indonesia, memulai usaha dengan hanya berjualan pisang goreng, hidup ribuan kilometer dari makam itu, sekarang diberkati, dan bisa menikmati warisan Abraham. Saat menerima kebenaran Tuhan, hidup seseorang bisa berubah.

Ternyata ada orang-orang yang tidak bisa diberi apa-apa, karena saat diberi justru dampaknya buruk
Tuhan dalam kasihNya memberi atau menolak permintaan kita, karena Tuhan tahu konsekuensinya.

Ilustrasi:
Orang tua mengajak anaknya ke mall, dan menawarkan anaknya untuk minta apapun. Si anak minta pisau yang sangat tajam. Karena kasih sang ibu, si ibu akan berkata “tidak”.

Tuhan tidak pernah menyangkali janjiNya, tapi semua janji dan kebaikanNya selalu didasari oleh kasihNya yang besar. Tuhan tahu memilihkan yang terbaik bagi anak-anakNya, jangan pernah marah, kecewa dan curiga kepadaNya.

2. Permintaan yang tidak berhikmat/ bijaksana
Kej 47: 13-19
Saat terjadi bencana kelaparan, orang Mesir masih punya uang. Di tahun pertama mereka gunakan uang untuk membeli gandum, yang merupakan bahan dasar membuat roti. Untuk membuat roti, mereka harus beli bahan lain untuk mengolah gandum hingga jadi roti.
Di tahun berikutnya permintaan orang Mesir masih kurang bijaksana: meminta makanan, artinya sesuatu yang sudah diolah dan bisa langsung dimakan. Akibatnya seluruh ternak orang Mesir jadi milik Firaun untuk membayar roti.
Setelah uang dan ternak habis, orang Mesir datang ke Yusuf lagi, dan meminta BENIH. Ini permintaan yang bijaksana.

Berikanlah benih, supaya kami hidup dan jangan mati, dan supaya tanah itu jangan menjadi tandus. ” (Kej 47: 19b)

Jika kita meminta sesuatu yang konsumtif dan tidak bisa di multiplkikasi, suatu hari akan habis. Ini adalah permintaan yang tidak bijaksana. Permintaan yang bijaksana adalah meminta “benih”, karena akan ada pelipatgandaan.

Daripada minta makanan atau pakaian, kita bisa minta benih, berupa pabrik atau toko atau bisnis, beserta kemampuan untuk mengelolanya. Ini adalah permintaan yang bijaksana dan cerdas

Selesaikanlah pekerjaanmu di luar, siapkanlah itu di ladang; baru kemudian dirikanlah rumahmu. (Ams 24: 27)

Ladang adalah tempat menabur dan menuai, tempat pelipat-gandaan terjadi. Prioritaskan semua yang bisa kita lipat-gandakan, baru yang tidak bisa dilipat-gandakan, atau yang hanya untuk dinikmati.

Kesaksian
Seorang bapak datang ke seorang hamba Tuhan dengan menangis. Dulu mereka kemana-mana naik vespa, anaknya 2. Satu hari ada yang menegur: harus ber-iman untuk dapat mobil. Setelah dirundingkan dengan keluarga, semua setuju untuk kridit mobil. Vespa dijual untuk uang muka mobil baru. Awalnya seluruh anggota keluarga gembira.
Bulan pertama angsuran masih bisa dilakukan, keluarga itu hidup vegetarian. Di satu titik anaknya sakit karena kurang gizi. Bulan itu keluarga itu tidak bisa bayar angsuran. Setelah 3 bulan tidak bisa bayar angsuran, dealer mobil memberi ultimatum untuk menarik mobil itu. Tindakan keluarga ini tidak bijak. Pendeta ini menjawab bapak itu: jual mobilnya, kembali naik vespa.

3. Permintaan yang membuka berkat-berkat yang lain – permintaan “master key”

Di dalam Tuhan ada permintaan tertentu yang secara otomatis membuka kepada berkat-berkat lain, yang bahkan tidak kita minta

Ilustrasi:
Seorang manajer hotel bisa membuka semua pintu dengan menggunakan kartu “master key”nya.

2Taw 1: 7-12
Berfirmanlah Allah kepada Salomo: “Oleh karena itu yang kauingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau, maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau.” (2Taw 1: 11-12)

Salomo minta hikmat dan pengertian demi kepentingan umatNya, untuk memimpin, menghakimi, dan menggembalakan umat Tuhan. Karena pernyataan ini, Salomo menerima semua berkat lain yang tidak dimintanya: kekayaan, harta benda dan kemuliaan.

Lalu tahulah Daud, bahwa TUHAN telah menegakkan dia sebagai raja atas Israel, sebab martabat pemerintahannya terangkat tinggi oleh karena Israel umat- Nya. (1Taw 14: 2)

Martabat pemerintahan Daud terangkat karena umat Tuhan, yaitu Israel, bukan karena kemampuan dan kehebatan Daud.

Jika kita ingin menikmati puncak-puncak berkat/ blessing di hidup kita, dan martabat kita diangkat tinggi, maka kita harus urusi kepentingan umatNya.

Ilustrasi
Seseorang gajinya 15 juta. Kebutuhan keluarga dan lain-lain terpenuhi, tapi hal-hal yang mewah tidak bisa dinikmati. Jika gaji naik 1 atau 2 juta lagi, maka sudah limpah.
Tapi saat orang ini menangkap visi Tuhan dan ikut memberkati visi itu, uang gaji itu tidak cukup, maka Tuhan memberkati dengan jauh lebih banyak.

Kesaksian
Jaman dulu pendeta termasuk kelompok susah. Pendeta terbatas karena tidak bisa meng-iklan-kan diri. Yang membuat p Agung bisa terangkat naik karena dia meletakkan dirinya di tempat Tuhan sedang bekerja. Tuhan tidak berminat membangun karier seorang hamba Tuhan demi kepentingan pribadi hamba Tuhan itu. Tapi Tuhan berminat untuk memenangkan jiwa-jiwa di seluruh Semarang. Jika kita tempatkan hidup kita sebagai bagian dari tujuan Tuhan, maka kita akan ikut jadi besar.

Seseorang bisa terangkat naik jika meletakkan dirinya di tempat Tuhan sedang bekerja.

Kesaksian.
P Agung dan p Timotius diundang ke gereja ps Harold di Topeka, Indiana.
Saat diajak sarapan dengan beberapa pengusaha di gereja ps Harold, p Agung minta p Timotius yang sharing di pertemuan itu, karena p Agung sangat capek.
Sorenya ps Harold menceritakan statemen p Tim saat sarapan:
“Jika gereja dan pendeta punya visi kecil, itu tidak bagus bagi bisnis p Tim. Karena visi kecil hanya butuh biaya kecil, maka apa alasan bagi Tuhan untuk memberi berkat berkelimpahan pada p Tim?”
Maka jika visi semakin besar, semakin bagus buat bisnis p Tim, bisa untuk maju menghadap ke Tuhan, minta berkat besar sehingga bisa membantu membiayai proyek-proyek Tuhan.

Ini adalah pengajaran king and priest: priest memiliki vision (visi), king memiliki provision (penyediaan bagi visi itu).

Sebagian besar orang Kristen hanya berkutat dengan masalah pribadinya. Maka berkat Tuhan hanya sebatas kebutuhan itu. Jika kita bisa jadi saluran berkat Tuhan, kita harus tahu bahwa pipa saluran ikut basah.

Memimpin umat Tuhan mahal biayanya, tidak cukup hanya dengan hikmat dan pengertian. Maka Tuhan tambahkan harta dan kemuliaan.

Setiap kali kita mendengar visi yang besar, jangan kehilangan semangat seperti balon kempes. Siapa kita sebenarnya: pribadi, keluarga, atau kepentingan kerajaan Tuhan yang lebih besar. Jika menyangkut umat Tuhan, maka Tuhan akan berikan jauh lebih dari yang kita bayangkan.

Diskusi antara p Agung dan ps John Avanzini.
P Agung berkata: ada 3 level dalam hidup kita:
1. Not enough (tidak cukup)
2. Just enough (sekedar cukup)
3. More than enough (lebih dari cukup)

Ps john catat itu, dan hadapkan kepada Tuhan. Ternyata ps John dapat 1 poin lagi, dan JKI Injil Kerajaan sedang dibawa Tuhan masuk ke level ke-4. (Dijelaskan minggu depan)

Penutup: daun dan roti

And you shall eat the herb of the field. In the sweat of your face you shall eat bread (Kej 3: 8b-19a, NKJV)

Setelah manusia jatuh dalam dosa, Tuhan berkata bahwa tumbuhan di padang (herbs) jadi makanan kita. Jika perkataan Tuhan berhenti di sini, maka derajat kita tidak lebih tinggi dari binatang, karena makanan binatang tidak perlu diolah.
Tapi di ayat berikutnya Tuhan berkata bahwa dengan berpeluh manusia mendapat makanannya. Kata “makanan” berasal dari kata “lehem” yang artinya roti.

Tuhan beri pilihan kepada kita: gaya makan daun atau makan roti.

Jika kita pilih roti, ada proses yang harus dilewati: mengerjakan tanah, ditanami, dipupuk, dirawat, dipanen, diolah, dipilih yang mana jadi benih dan mana yang dijual.
Salah satu sifat roti: dipecahkan untuk orang lain sebelum terjadi pelipatgandaan.
Janda sarfat memecahkan roti untuk beri makan nabi Tuhan, lalu terjadi pelipatgandaan.
5 roti 2 ikan dipecahkan memberi makan 5 ribu orang.
Perjamuan akhir. Roti adalah tubuh Tuhan yang dipecahkan. Maka dari hanya 12 orang murid, sekarang ada milyaran jiwa yang percaya pada Tuhan Yesus .

Pengumuman
Pendaftaran panitia KKR desember, perlu sekitar 5000 orang. Pendaftaran di loby HS.
Diperlukan: DK, mentor, distribusi makanan, parkir, medis, transportasi, kendaraan (jika bisa + supir).

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB); antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064