Minggu, 08 November 2015
Teman Sekerja Tuhan
Petrus Agung

Level Berkat – Petrus Agung
Tuhan menciptakan manusia dengan kehendak bebas (free will). Apa yang Tuhan buat dalam hidup kita, manusia harusnya sepakat. Jika tidak sepakat maka akibatnya buruk.

Contoh yang tidak sepakat: Orang Nazaret kecewa dan menolak Tuhan, maka Tuhan tidak bisa mengadakan 1 mujizatpun di sana.

Tanpa kita dipaksa menyerah oleh Tuhan, kita tidak bisa terima kebenaran. Kebenaran yang tidak kita mengerti membelenggu kita. Semua manusia punya latar belakang, tradisi, kecenderungan, sifat, budaya. Sebelum semua itu diperbaiki dan dibongkar, Tuhan tidak bisa lakukan apapun.

Manusia susah berubah karena tidak bisa serta-merta berubah tanpa ada roh pengertian yang masuk.
Mari minta roh pengertian pada kita masing-masing, sehingga bisa berubah hingga di dalam. Tanpa roh pengertian maka hanya ada perubahan sederhana dan dangkal di permukaan.

3 tahapan orang diberkati Tuhan:
1. Tidak cukup (not enough) – seperti bangsa Israel diperbudak di Mesir, tidak pernah cukup.
2. Sekedar cukup (just enough) – seperti bangsa Israel di padang gurun selama 40 tahun, makan manna setiap hari, tak bisa disimpan hingga besoknya kecuali menjelang hari sabat.
3. Lebih dari cukup (more than enough) – seperti bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, masa kelimpahan.

Saat diskusi dengan ps Avanzini tentang hal ini, ps Avanzini menambahkan 1 poin. Lebih dari cukup (more than enough) artinya masing-masing pribadi mendapatkan lebih dari yang dibutuhkan. Tapi itu tetap belum cukup jika harus dibagikan ke banyak orang.

Ilustrasi
Seseorang kebutuhannya 100 juta/ bulan. Maka saat terima 50 juta per-bulan artinya tidak cukup, terima 100 juta per-bulan artinya sekedar cukup. Saat terima 110 juta, maka ini more than enough, tapi kelebihan 10 juta itu belum bisa membantu orang lain.

Hidup yang sekedarnya dan bisa menikmati orientasinya hanya kepentingan pribadi.

Saat kita ikut mengambil tanggung jawab dalam membangun kerajaan Tuhan, maka kita memasuki dimensi yang baru, hidup kita tidak hanya ber-orientasi pada kepentingan pribadi kita.

1 Kor 3: 9-10

Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. (1Kor 3: 9)

“Kawan sekerja” berbeda dengan “bekerja untuk Tuhan”. Kata kawan sekerja dalam bahasa Yunani digunakan kata “sinergos”. Dari kata ini lahir kata sinergi. Pengertian umum “sinergi” artinya kerja sama. Terjemahan bebas kata “sinergi” adalah 2 energi yang digabung jadi 1.
Tuhan mau ada sinergi antara Tuhan dengan kita. Ini adalah kehormatan dan kepercayaan yang sangat besar dari Tuhan kepada kita.

Mat 24: 45-51 – cara supaya terjadi sinergi antara kita dengan Tuhan
Mat 24 dan 25 adalah khotbah Yesus tentang akhir jaman. Bagian pertama bercerita tentang apa yang akan terjadi di akhir jaman dan tidak bisa dihindari. Bagian kedua berisi perumpamaan-perumpamaan tentang hal-hal yang harus kita lakukan sebagai persiapan menghadapi akhir jaman.

Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang- orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? (Mat 24: 45)

Ada 2 level pelayan:
1. Pelayan yang tinggal di rumah tuannya
2. Pelayan yang diangkat untuk mengurusi pelayan-pelayan lain. Inilah rekan sekerja Tuhan.

2 kelompok ini pelayan-pelayan Tuhan, ada yang mengurusi dan diurusi. Yang dipercaya untuk “mengurusi” pelayan Tuhan yang lain harus setia dan bijaksana.

Hamba yang setia dan bijaksana adalah yang diangkat untuk memberi makan hamba-hamba tuannya yang lain. Hamba yang tidak bijaksana: memukuli hamba-hamba yang lain.

Ada yang “bekerja untuk Tuhan”, ada yang menjadi “rekan sekerja Tuhan”

Tuhan beri kepercayaan kepada hamba yang setia dan bijaksana, supaya Tuhan bisa salurkan milikNya pada hamba-hamba Tuhan yang lain

Ay 47 – kata “milik” di ayat ini artinya benda atau properti.
Kata “household” berasal dari kata “therapia”. Dari kata ini muncul kata therapy, artinya proses untuk merawat, mengobati, memulihkan, hingga pulih.
Kata “memukul” di ayat di atas artinya “memukul berulang-ulang”.

Ada yang diangkat jadi teman sekerja Tuhan, tugasnya memberi terapi pada hamba Tuhan yang lain.
Tuhan mau bawa kita naik jadi teman sekerjanya, bukan sekedar hidup lebih dari cukup.

Contoh di Alkitab: Yusuf.
Hidup dan posisi sudah enak, tapi tugasnya tidak mengurusi keluarga sendiri, tapi memberi makan seluruh bangsa.

Kepada orang yang mau melakukan sesuatu untuk membebat orang lain, suatu kali Tuhan akan percayakan properti-Nya pada orang ini.

Banyak orang minta diberkati, ini hal mudah bagi Tuhan. Tapi maukah jika Tuhan memberikan orang-orang yang harus kita terapi dengan uang kita, kepedulian kita, perawatan kita, dll.

Kesaksian bu Aning
Bu Aning bertanya pada Tuhan apa model keluarganya, Tuhan memberikan pilihan: seperti dremolen (binglala) atau seperti jet-coaster. Dremolen lambat, ada rel nya, datar. Jet coster: naik turun, tapi seru. Bu Aning memilih hidupnya seperti jet-coaster.

Kesaksian
Ada anak jalanan dari kota lain, diserahkan pada bu Aning. Anak ini usil dan banyak ulah. P Edy dan bu Aning meng-kursuskan anak ini les IT, ternyata sangat berbakat. Bahkan menang lomba robotik se semarang. Saat ikut lomba robotik tingkat Jateng, akhirnya juara 1.

Kesaksian
Anak dari seorang buruh cuci, sukanya menyobek buku dan kertas. Anak ini diikutkan lomba gambar, ternyata anak ini juara 1.

Kesaksian
Bu Ela mengirim anak ke rumah shalom. Anak ini nilainya sangat bagus. Suatu kali mereka minta ikut les musik di home.

Tuhan berkata bahwa bu Aning akan menemukan permata-permata. Tuhan minta supaya bu Aning menempelkan hatinya pada hati anak-anak ini. Ternyata semua anak-anak ini berprestasi luar biasa.

Kesaksian
Ada seorang ibu yang sakit mental hamil, dan akhirnya melahirkan bayi. Anak ini diberi nama Elshaday Medelin Prasetyo. Pemerintah serahkan anak ini ke rumah shalom. Anak ini cacat dan hydrocepallus. Menurut dokter umurnya hanya tinggal 6 bulan.
Suatu hari anak ini harus masuk ICU, dan tidak boleh dilihat. Beberapa saat kemudian diberitakan bahwa anak ini meninggal.
Saat menunggui jenasah anak ini, bu Aning dapat visi bahwa anak ini berusia 5 tahun, memakai rok putih yang bagus, menari-nari, dan berterima kasih pada bu Aning karena sudah diterima, dirawat, dan dikenalkan pada Tuhan Yesus.
Di upacara tutup peti, anak ini muncul lagi. Dia hanya dapat pakaian putih, karena hanya kenal Yesus, tapi belum jadi teman sekerja Kristus, sehingga belum dapat mahkota.
Ada sumbangan uang kematian bagi Elsa. Uang itu digunakan untuk membeli jepit yang dibagikan saat kingdom explosion ke afrika.

Ada banyak pekerjaan besar dari Tuhan. Mari jadi teman sekerja Kristus.

Penutup – Petrus Agung

Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. (Ams 19: 17)

Kata “memiutangi” dari kata “twine”, gambarannya seperti 2 tali yang dirajut/ dipilin jadi 1. Contohnya gelang api, dijalin dari beberapa warna benang. Saat seseorang menjamah salah satu benang, maka akan menjamah benang yang lain juga.

Orang yang memberi kepada orang yang lemah, tidak bisa berterima kasih, tidak bisa membalas.
Ini seperti kita dirajut dan dipilin dengan Tuhan. Maka tidak ada orang yang bisa sentuh kita tanpa sentuh Tuhan. Saat kita peduli pada jiwa-jiwa, hidup kita seperti dirajut dengan Tuhan.

Tuhan akan membalas dan membayar semua yang kita lakukan. Jika Tuhan muncul dengan anugerah dan mujizatNya, maka orang yang memiutangi Tuhan akan dapat dampaknya juga.

Kata “membalas” dalam ayat di atas salah satu artinya adalah “to be in a covenant of peace”, Tuhan menawarkan perjanjian shalom bagi kita dan keturunan kita.
Yang pertama kali terima perjanjian shalom adalah Pinehas. Pinehas dan keturunannya jadi imam Tuhan untuk selama-lamanya.

Kesaksian
Di tahun 2009, seseorang yang awalnya sangat tidak suka pada p Agung, tiba-tiba berbalik dan mengusulkan supaya p Agung mendapat gelar dari Cohen Univ.
Saat p Agung melakukan sesuatu bagi orang-orang yang tidak mampu berterima-kasih, maka ada perjanjian damai yang Tuhan berikan.

Kata “damai” dari kata “shalom”, yang merupakan dasar dari nama Salomo.

Jika kita ingin lebih dari “more than enough”, caranya hanya 1: jadi rekan sekerja Tuhan.
Sentuh orang lain dengan sentuhan yang menyembuhkan, jangan pukul dengan perkataan kita.

Kisah lagu “I have decided to follow Jesus”
Suami istri di India ikut Yesus. Mereka diancam masyarakat supaya tinggalkan Yesus, tapi mereka tidak mau. Orang-orang menyiksa mereka, tapi mereka tetap tidak mau tinggalkan Yesus.
Bahkan saat akan dibakar, dia tidak tinggalkan Tuhan Yesus , bahkan menyanyi dengan lantang: I have decide to follow Jesus.
Seorang hamba Tuhan India mendengar kisah ini, lalu menulis lagui ini. Billy Graham dengar lagu ini, lalu di compose ulang. Jaman berganti, tapi iman orang ini dan lagunya tetap abadi hingga hari ini.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB); antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064

Advertisements