Jumat, 25 Maret 2016
New Chapter
Victor Purnomo

Tina Astari

Karena itu, saudara- saudaraku, berusahalah sungguh- sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. (2Ptr 1: 10)

Bu Tina dan 60 jemaat ikut seminar Leadership di City Harvest. Saat lagu “I remember” dinyanyikan, bu Tina teringat banyak peristiwa lama, dan juga ayat ini.

Sebelum menikah, P Agung dan bu Tina punya pelayanan sendiri-sendiri. Setelah menikah, bu Tina mengikuti pelayanan pilihan p Agung. JKI berdiri karena ada peraturan pemerintah: tidak boleh ada persekutuan, harus jadi gereja atau bubar. P Agung memutuskan jadi gereja, ini keputusan berat bagi bu Tina karena merasa tidak siap dan tidak mampu jadi ibu gembala. Tuhan berikan ayat 2Ptr 1: 10 untuk meneguhkan. Tuhan memanggil, tapi pilihan tetap pada Tina. Akhirnya bu Tina menurut pada Tuhan, dan mengikuti pilihan p Agung.

Bu Tina masih bersedih. Saat yang paling berat adalah saat akan tidur, dan saat bangun pagi, karena ingat apa yang sudah dijalani bersama p Agung. Semua peristiwa ini seolah di-refresh saat bu Tina hadir di seminar di City Harvest. Seminar ini membuat roh bu Tina kuat, roh bu Tina disegarkan, bisa menyembah Tuhan lagi, dan diingatkan lagi akan panggilannya.

Selama ini bu Tina lari dari panggilan Tuhan, dan terjebak dalam kepahitan. Hari ini bu Tina minta maaf pada jemaat. Tuhan selalu panggil pulang seseorang saat imannya di titik paling tinggi. Maka bu Tina merelakan p Agung,

New Chapter – Victor Purnomo
Kel 12: 1-13
Paskah adalah hari sukacita, hari kemenangan, karena hidup lama kita diubah Tuhan menjadi hidup yang baru. Paskah adalah ide Tuhan, Tuhan punya rencana besar bagi orang-orang Israel. Paskah dimulai karena ada Firman yang datang pada Musa dan Harun.

Sebelum berbuat sesuatu, kita perlu Firman yang dari Tuhan.

Bulan maret 2016 menjadi babak baru dan new chapter bagi JKI, pdt Petrus Agung yang memimpin JKI IK meninggal dunia.

Orang Israel punya kalendernya sendiri. Tapi saat Tuhan memerintahkan Paskah, Tuhan mengubah kalender Israel.

Tuhan sedang membuat sesuatu yang baru dan cara yang baru di tengah-tengah JKI IK. Untuk memasuki sesuatu yang baru, kita perlu kekuatan untuk berjalan bersama Tuhan.

Kata “permulaan segala bulan” artinya digoncang. Saat goncangan datang, ada pilihan: jadi lebih baik, atau justru hancur. Musuh mencoba menghancurkan kita dengan goncangan, tapi bersama Tuhan kita tidak terkalahkan. Mari memutuskan untuk menjadi lebih baik.

Tuhan tidak menunggu orang Israel siap. Mereka tidak pernah siap karena diperbudak 430 tahun.
Apakah kita siap atau tidak, jika Roh Tuhan bergerak, kita harus bergerak.

Tuhan menggoncangkan Mesir, tapi mendatangkan kemerdekaan dan kelepasan bagi Israel.

Musa berkata pada bangsa Israel untuk bersiap-siap, tapi tidak pernah tahu kapan Tuhan perintahkan untuk bergerak. Musa juga perintahkan hal yang tidak biasa: membuat roti yang tidak beragi. Biasanya orang Israel makan roti yang beragi.
Ragi Israel biasanya diambil dari anggur yang sudah ter-fermentasi. Ragi ini ditaruh di adonan tepung, sehingga roti mengembang. Tuhan larang menggunakan ragi, karena walau ragi mengembangkan roti, tapi juga mempercepat pembusukan. Bahkan Tuhan melarang jemaat menyimpan ragi.

Semua yang bisa membusukkan hidup kita, yang membuat kita gampang dicemari, harus dibuang.

Tuhan perintahkan bangsa Israel makan sayur pahit untuk mengingatkan perbudakan bangsa Israel selama 430 tahun.

Dalam perjanjian baru, saat Tuhan buat perjamuan terakhir, yang diambil hanya roti dan anggur, tapi tidak makan sayur pahit. Ini karena setelah Tuhan bangkit, semua yang memahitkan hidup kita disingkirkan, dan Tuhan membuat covenant yang baru antara Tuhan dengan kita.

Dalam bacaan Tuhan perintahkan supaya makan dengan cepat, sambil pegang tongkat, ikat pinggang dan sepatu sudah dipakai. Ini supaya bangsa Israel siap sedia untuk berangkat sewaktu-waktu.

New chapter sedang terjadi, Tuhan minta kita harus siap sedia: pakai sepatu, pakai ikat pinggang, pegang tongkat. Kita harus siap bergerak dengan cepat dan kuat. Yang memimpin kita adalah Firman Tuhan, bukan ide manusia.

Malam itu Tuhan akan melewati tanah Mesir dan membunuh semua anak sulung. Hanya rumah yang ada tanda darah yang akan lolos, tidak ada penghancuran dan kematian. Selain itu Tuhan perintahkan: “jangan keluar”. Artinya hanya orang yang tinggal dalam rumah dengan tanda darah yang selamat. Jika dia keluar, juga akan disambar.

JKI IK punya perjanjian darah, pesan Tuhan: jangan keluar !

Tuhan pukul anak sulung Mesir karena beberapa tahun sebelumnya Firaun sudah bunuh semua anak sulung Mesir, yang lolos hanya Musa.

Saat Tuhan memukul Mesir, Tuhan perintahkan orang Israel keluar dari Mesir. Perintah Tuhan tiba-tiba, karena Tuhan suka membuat hal yang tiba-tiba. Secara tiba-tiba Tuhan ubah budak jadi pasukan Tuhan. Budak biasa di atur dan diarahkan. Tapi tentara di medan perang harus tahu siapa lawan dan apa yang harus dilakukan.

Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau- pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: ” Aku ini pahlawan! ” (Yoel 3: 10)

Ayat ini adalah new chapter: secara tiba-tiba petani jadi tentara, mata bajak jadi senjata. Bagian kita: taat, nanti Tuhan arahkan untuk bergerak dengan cara yang baru. Yang paling lemah jadi pahlawan, hatinya jadi berani. Apalagi yang kuat, akan jadi lebih dahsyat.

Saat keluar dari Mesir orang Israel meminta emas, perak, kain-kain halus kepada orang Mesir, dan diberikan dengan sukacita. Selain itu banyak orang dari berbagai bangsa ikut bergerak keluar bersama orang Israel.

Nubuat ini sudah diberikan pada gereja JKI: kekayaan dari bangsa-bangsa akan datang, tapi bangsa-bangsa lain juga menggabungkan diri.

Kita bisa bergerak karena kita melihat Tuhan di depan. Banyak orang melihat ke JKI karena ada Tuhan di tengah-tengah kita. Jika tidak ada Tuhan di tengah kita, ini tak akan terjadi.

Orang asing ikut exodus bersama orang Israel, karena mereka lihat Tuhan ada di tengah orang Israel.
Selama Tuhan ada di tengah-tengah kita, dan berkenan pada kita, jangan takut!

1993 p Agung dan bu Tina ikut kkr Benny Hinn di Toronto. P Agung berkata: “walau tetap di gereja, tapi aku kehilangan Tuhan.” Itu karena JKI hanya mengerjakan segala sesuatu tanpa penyertaan Tuhan. Perjumpaan dengan Tuhan di KKR itu dibawa ke Indonesia. Semua ini diceritakan kepada jemaat di gereja Permata. Lalu ada hadirat luar biasa di ruangan itu, semua yang hadir rebah, tidak mampu bangkit, bahkan tidak mampu bergerak. Ini dialami berbulan-bulan di gereja Permata.
Sejak hari itu, JKI tahu bahwa Tuhan yang membuat semuanya, maka selalu minta supaya Tuhan menyertai dan tidak tinggalkan. Saat Tuhan berjalan di depan, Dia buat semuanya jadi baik. Tanpa Tuhan semua akan hancur.

Di Paskah pertama Tuhan menciptakan sebuah kisah yang hebat. Tuhan juga mau buat kisah yang luar biasa bagi hidup kita. Minta supaya Tuhan buat new chapter bagi hidup kita.

Di perjanjian baru Tuhan buat paskah yang baru: Yesus sebagai ganti domba, darahNya tertumpah. Jika kita letakkan Yesus di ambang hati kita, maka semua kutuk-kehancuran-bencana akan dilalukan dari hidup kita.

Tokoh-tokoh dalam kisah Paskah
1. Yudas
Yudas dulunya murid Yesus, tapi hatinya berubah, bahkan tukar Yesus dengan uang. Yesus bukan lagi yang nomor satu, tapi uang.

Jika kita tergantung pada uang untuk buat KKR, penginjilan, atau pelayanan apapun, itu artinya kita menukar Yesus dengan uang dan ada spirit Yudas.

Holy Stadium selesai walau tidak ada uang, karena ada Tuhan di tengah-tengah kita. Maka MHC juga akan selesai karena Tuhan di tengah-tengah kita.

2. Simon Petrus
Tuhan berkata: Ada orang-orang yang sedang ditampi, dan iblis ingin orang itu terhilang.

Cara orang Israel menampi gandum
Petani menumbuk gandum. Hasil tumbukan dilempar ke udara dengan sekop, maka angin meniup sekam, dan bulir gantum jatuh ke bawah.

Bagi orang-orang yang sedang ditampi: berdoa minta supaya yang di dalam kita diisi Tuhan, sehingga saat ditampi, tidak pernah hilang, dan tinggal tetap. Goncangan pasti dan selalu akan ada, tapi jika kita gandum, kita tidak akan pernah hilang.

3. Herodes dan Pilatus
Luk 23: 12
Sebelumnya mereka bermusuhan, setelah penyaliban Yesus mereka bersahabat. Nama Herodes artinya heroik, bersifat pahlawan. Nama Pilatus artinya tangannya bersenjata tombak. Mereka bersatu menyalibkan Yesus.

Ada orang-orang yang menunjukkan bahwa dirinya pahlawan, lalu bergabung dengan pembawa tombak, yang ingin menyingkirkan. Orang-orang seperti ini tidak boleh ada di sekitar kita.

4. Simon dari Kirene
Simon bukan orang yang dekat dengan Yesus. Hanya karena kebetulan lewat, ditangkap tentara, lalu disuruh membawa salib Yesus. Ini sesuai aturan penjajah saat itu. Simon adalah ayah dari Rufus dan Alexender. Simon tidak marah dan menggerutu.

Karena saat itu begitu dekat dengan Yesus, Simon mengalami hadirat dan kasih Yesus, membuat salib tidak terasa berat. Di sepanjang jalan Yesus juga banyak bercerita.

Tuhan mau buat kita berjalan dengan Dia. Seberapa beratpun salib yang harus kita pikul, hadirat dan kasihNya lebih kuat, sehingga memampukan kita meraih destiny.

Bulan ini adalah new chapter bagi gereja dan pribadi kita masing-masing.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB); antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, WeChat 085 727 868 064