Minggu, 03 April 2016
Relationship
Hengky Kusworo

Firman Tuhan adalah Anggur yang Manis – Tina Astari
Bil 13: 23
Eskol artinya segugus buah anggur. Secara kesehatan buah anggur anti oksidannya tinggi, makin gelap warnanya makin bagus.

2Taw 11: 11 – ada persediaan anggur bagi tentara. Anggur juga punya kadar gula yang tinggi, sehingga digunakan sebagai makanan cadangan tentara. Kita adalah pasukan Allah, maka harus ada persediaan anggur dalam hidup kita.

Yoh 15: 1 – pokok anggur adalah Yesus sendiri.

Saat anggur diperas, rasanya kadang manis atau masam, tergantung bagaimana kita mengecapnya. Jika terasa manis, kita ingin mengecap lagi. Jika masam kita tidak mau mengecapnya lagi.
Firman Tuhan yang manis membuat kita ketagihan dan ingin lagi dan lagi. Tapi jika kita tidak mendapatkan sesuatu, maka Firman yang kita dengar tidak berarti.
Siapapun yang menyampaikan Firman, seringkali Tuhan berbicara melaluinya, dan setiap orang bisa dapatnya berbeda-beda. Setiap ada Firman, minta Tuhan bukakan satu kata yang khusus untuk kita, maka kita akan dapat sesuatu yang berarti dan mengubah hidup kita.

Firman di gereja hanya 1x seminggu, 6 hari yang lain kita harus sendiri dengan Tuhan. Jika kita mendapat rhema Tuhan, maka itu akan memberi kekuatan selama seminggu, hidup kita akan dibangun setiap hari.

Relationship – Hengky Kusworo
KeKristenan bukan bicara tentang aturan demi aturan, tapi bicara tentang hubungan (relationship) dan cinta kita kepada Tuhan.

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat 22: 37-40)

Yoab adalah jendral yang pandai berperang, sangat pandai strategis, sangat protokoler, tapi ujungnya buruk, kehilangan semuanya.

Yang penting bukan awalnya, tapi bagaimana kita bisa mengakhiri dengan kuat (finish strong) dengan Tuhan.

2Sam 3: 23-29 – Panglima yang setia, tapi dikutuk oleh raja Daud.

1. Yoab tidak pernah sembuh dari lukanya.
Daud sedang ber-rekonsiliasi dengan Daud, karena Abner adalah bekas panglima Saul. Tapi Yoab tidak bisa ampuni Abner, karena punya perang pribadi: Abner membunuh Asael, adik Yoab.

Saat orang tidak terima kita, atau tidak terima pendapat kita, jangan terluka dan menyimpan luka.

Ada orang-orang yang berusaha membuktikan sesuatu, tapi akarnya karena luka di hati, merasa tidak diterima. Ini adalah perang pribadi.

Kutipan dari renungan harian
Saul adalah raja yang luka. Saat ingin mendapat kepercayaan rakyat, tapi justru kehilangan kepercayaan Tuhan.
Saat menyelamatkan Agag, justru mahkotanya dilepas oleh Tuhan.
Saat menang dan harusnya menjarah dengan kuat, justru memerintahkan rakyatnya berpuasa.
Menarik jubah Samuel, justru robek.

Luka membuat kita tidak bisa maksimal, bahkan tidak bisa normal, dan akan jadi letih.

Tidak selamanya orang setuju dan meng-iyakan kita. Jika hal ini terjadi, jangan terluka.

2. Yoab cinta perbuatan Daud, tapi tidak tahu beban hatinya

“And I am weak today, though anointed king; and these men, the sons of Zeruiah, are too harsh for me. The LORD shall repay the evildoer according to his wickedness. ” (2Sam 3: 39, NKJV)

Hidup Yoab penuh kekerasan dan protokuler, akibatnya tidak kenal hati Daud, tidak cinta pada Daud.

2Sam 11 : 23-25 – Yoab melakukan perintah Daud untuk mengorbankan Uria dengan kemarahan, karena melihat ketidakbenaran.

2Sam 12: 27-29 – Yoab orang yang protokuler. Kota Raba sudah dikalahkan Yoab, lalu mempersilahkan Daud yang merebut kota, supaya yang terkenal adalah nama Daud, dan bukan Yoab.

Satu-satunya panglima yang menerobos gorong-gorong Yerusalem adalah Yoab, sehingga Yerusalem ditaklukkan.

Jika kita tidak diterima, pendapat kita tidak dianggap, jangan terluka.

2Sam 24: 1-4 – Yoab terpaksa mengikuti perintah Daud untuk melakukan sensus. Yoab peka dan mengerti. Yoab mengabdi pada Daud, tapi luka dalam dirinya tak pernah sembuh.

KeKristenan bukan hanya protokuler, peraturan, tapi ujungnya kasih antara Tuhan dan manusia.

Jika Tuhan mementingkan protokuler, maka tidak mungkin saat si bungsu pulang lalu bapa membuatkan pesta.

2Sam 19: 5-7
Daud minta supaya Absalom tidak dibunuh. Tapi saat rambut Absalom tersangkut di pohon, dan tidak ada yang berani menangkapnya, Yoab justru menikam Absalom.
Daud berduka, dan Yoab marah pada respon Daud. Ini karena Yoab tidak kenal hati Daud.

1Raj 2: 5-6 – Di akhir hidupnya Daud minta Salomo tidak melupakan untuk menyingkirkan Yoab.

Setelah Daud tua, protokulernya berkata bahwa anak tertua yang jadi pengganti. Maka Yoab berpihak pada Adonia. Ternyata Daud memilih Salomo sebagai penerusnya.

Yoab hanya cinta perbuatan Tuhan dalam hidup Daud, kemenangan-kemenangan Daud, pada destiny dan visi-visi Daud. Tapi Yoab tidak pernah mengerti kerinduan, beban hati, dan kedalaman hati Daud. Yoab tidak pernah cinta pada Daud.

Kesaksian
Ps Kong Hee dinyatakan bersalah secara hukum. Gereja goncang, dan banyak jemaat yang keluar.
Seseorang berkata bahwa dia tahu beban ps Kong: mengenalkan Kristus ke seluruh Asia, jadi gereja pemenang jiwa (soul winning church). Tapi ps Kong berkata bahwa semua itu bukan beban, tapi perbuata-perbuatan dan visi-visinya.
Tapi beban ps Kong sebenarnya: anaknya di bully di sekolah karena kasusnya, istrinya dimaki-maki banyak orang Singapura. Di titik ter-rendah, sedikit orang yang mengerti bebannya.

Berbeda dengan Yoab, triwira tahu kerinduan hati Daud, kemudian mereka menembus barikade lawan hanya demi segelas air di sumur Betlehem.

Jemaat dan banyak orang di luar bersedih dengan meninggalnya p Agung. Saat pemakaman p Agung, banyak sopir taxi, ojek, dan banyak orang lain membantu mengantar pengunjung dengan gratis, bahkan sebagian besar belum kenal Tuhan Yesus. Semua karena mereka pernah menikmati kebaikan p Agung, sehingga mereka mengasihi p Agung. Ini semua bukan meng-kultuskan, tapi karena cinta.

Jawab Yesus: ” Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama- sama dengan dia. (Yoh 14: 23)

Orang yang menuruti Firman belum tentu mengasihi Yesus. Mengedepankan aturan adalah agama. Yesus membuat sebuah revolusi: keKristenan adalah tentang cinta: cinta pada Tuhan dan cinta pada sesama.

Jika kita cinta Tuhan, kita akan bisa menuruti Firman Tuhan. Tapi tanpa cinta, tidak mungkin seseorang berhasil menjalankan perintah-perintah Tuhan. Jatuh cinta memungkinkan semuanya. Saat kita cinta pada Tuhan, kita bisa katakan bahwa semua milik kita untuk Tuhan.

Apakah kita cinta perbuatan-perbuatan Tuhan di JKI: gereja besar, dapur umum, sekolah, visi-visi ke bangsa-bangsa; atau tahukah kita beban pribadi p Petrus Agung?

Dua juta bangsa Israel hanya melihat perbuatan-perbuatan Tuhan, tapi yang mengerti hati Tuhan hanya Musa. Akhirnya mereka tidak ada yang masuk tanah perjanjian kecuali Kaleb dan Yosua.

Kesaksian p Adi Sutanto
P Adi tidak suka anjing, istrinya suka anjing. Suatu kali istrinya minta anjing. Setelah beberapa waktu, istri p Adi minta anjing lagi sebagai teman untuk yang sudah ada. Sepasang anjing itu akhirnya beranak jadi 5.
Suatu kali p Adi dan istri berangkat pelayanan. Saat pulang, ke-7 anjing menyambut dan mengerumuni istri p Adi. Anjing tahu siapa yang mengasihi dia.

Cinta artinya: tahu bahwa kita adalah milik Tuhan seutuhnya. KeKristenan bukan aturan. Walau kita jago berperang, strategis, protokuler, skillfull, tapi jika tanpa kasih maka semuanya percuma.

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih (1Kor 13: 13)

Apakah jemaat bersama JKI hanya di saat pencapaian tertinggi? Tapi saat di titik terendah, apakah jemaat tetap bersama dengan JKI?

Pengumuman
Sabtu-minggu kebaktian dengan ps Kong Hee

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com, antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 2A67038C
WhatsApp, Line, 085 727 868 064