Minggu, 25 September 2016
Moving on, Moving up
Tina Astari

Semua orang pernah mengalami masa padang gurun. Saat di padang gurun jangan berhenti, tapi jalan terus (moving on). Padang gurun bukan tempat penyiksaan, karena Tuhan tidak pernah beri yang jahat pada kita. Apapun posisi seseorang, hamba Tuhan atau jemaat, semua akan diproses Tuhan.

Padang gurun adalah tempat Tuhan memproses hidup kita.

1. Bangsa Israel (Ul 8: 11-18)

dan yang MEMIMPIN engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular- ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras, (Ul 8: 15)

supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya. (Ul 8: 16b)

Israel dibawa dan dipimpin Tuhan keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian. Jika kita masuk padang gurun, itu bukan hukuman Tuhan. Tuhan yang memimpin, tujuannya selalu supaya kita jadi lebih baik pada akhirnya.

Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan. Atas petunjuk peringatan- peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta. Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu. Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan. (Mzm 119: 13-16)

Ucapkan mazmur ini dengan bersuara saat kita berada di padang gurun, sehingga telinga kita mendengar, dan hati kita ditarik semakin mengasihi Tuhan dan mengerti jalan-jalan Tuhan.

Jika Tuhan tidak memproses, kita tidak bisa duduk diam dan belajar Firman, merendahkan diri dan hati di hadapan Tuhan

Tujuan padang gurun supaya kita menjadi lebih baik:
1. Tidak melupakan Tuhan
2. Tidak tinggi hati.

Saat dalam padang gurun, jangan berkecil hati, karena itulah cara Tuhan mendidik dan mengajar kita.

2. Tuhan Yesus (Mat 4: 1-4)

Tetapi Yesus menjawab: ” Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat 4: 4)

Tuhan dibawa ke padang gurun oleh Roh Kudus. Tuhan mengalami prosesnya supaya bisa mengajari kita untuk mengandalkan Firman dalam setiap peristiwa.

Tujuan Tuhan membuat kita jadi lebih baik pada akhirnya: bergerak maju dan bergerak naik.

Jika kita mengerti bahwa makanan di padang gurun adalah Firman Allah, maka padang gurun tidak akan membuat kita terpuruk.

Jangan berhenti dalam lembah kekelaman, karena jika berhenti maka kerohanian akan mati, hidup seperti layangan putus yang tidak tahu tujuannya, tidak tahu siapa dirinya di dalam Kristus.

Kesaksian
Tante angkat bu Tina mengirim kain-kain yang bagus, dia minta bu Tina menjualkannya. Bu Tina minta seseorang menterjemahkan keterangan produk karena dalam bahasa Mandarin. Kemudian bu Tina pelajari barang itu. Dalam 3 bulan, bu Tina bisa menjual dengan cepat dan sesuai target.
Satu kali ada pengiriman sekitar 35 juta. Ada seseorang menelepon dan meminta tebusan. Tim ekspedisi meminta bantuan polisi. Bu Tina berdoa supaya proses lancar.
Saat tidur siang, Roh Kudus membangunkan dan menggerakkan untuk memperkatakan klaim pada iblis, supaya semua dikembalikan. Akhirnya barang bisa kembali, tanpa harus menebus ke pencuri.
Dalam peristiwa ini Roh Kudus ajari bu Tina untuk mempraktekkan Firman menghadapi iblis.

Sebelum jadi anak Allah, perkataan kita tanpa kuasa. Tapi setelah ditebus Yesus, ucapan kita ada kuasanya.

Ilustrasi:
TV canggih, tapi jika tidak tahu cara kerja remotenya, maka tidak akan berguna

Saat kita tidak tahu cara menggunakan Firman Tuhan dengan tepat, maka tidak berguna.

Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai- sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai- sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan- Ku; umat yang telah Kubentuk bagi- Ku akan memberitakan kemasyhuran- Ku. ” (Yes 43: 19-21)

Kata “membuat” (‛âśâh – H6213) dalam bahasa asli artinya “berubah menjadi”.
Yang mengubah sesuatu itu bukan kita, tapi Tuhan.

Kata “jalan” (= highway) artinya jalan yang besar, bukan jalan kecil.
Kata “sungai” (stream = nâhâr – H5104 ) artinya aliran, termasuk laut.

Jika bukan Tuhan, tidak ada yang bisa membuat: jalan raya di padang gurun dan sungai di padang belantara. Saat di padang gurun kita harus melangkah maju (moving on) bersama Tuhan, sehingga akhirnya kita bisa moving up, naik ke level berikutnya.

Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah- tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. (Ul 32: 9-10)

Tuhan mengelilingi, mengawasi dan menjagai kita saat melewati padang belantara. Maka tidak ada hal yang perlu kita takutkan. Tuhan selalu punya tujuan saat Dia ciptakan sesuatu. Yang berbahaya adalah saat kita terhenti di padang gurun. Kita harus terus melangkah maju dan melangkah naik dengan pimpinan Tuhan. Tuhan itu mengasihi kita, dan Dia tidak menghukum kita.

Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati. (Pkh 7: 8)

Kesaksian
Di masa kecil, bu Tina harus mengajari Joseph saat menjelang ujian. Bu Tina mengucapkan Firman dan janji Tuhan supaya Joseph bisa lolos. Orang tua selalu berusaha memberi yang terbaik bagi anaknya. Ternyata yang terbaik adalah mengucapkan Firman.

Saat kita tidak bisa memahami yang terjadi, ucapkan saja Firman sampai itu jadi dalam hidup kita.

Jadilah peniru-peniru Allah dengan mengucapkan Firman Tuhan
Allah menciptakan bumi seisinya dari sesuatu yang kosong dengan ber-Firman
Saat bertemu iblis di padang gurun – Yesus mengucapkan Firman

Yang diucapkan bukan perkataan kita sendiri, karena itu tidak ada kuasanya.

Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman. (Yes 32: 15-18)

Kerajaan Allah terdiri atas 3 hal: kebenaran, damai sejahtera, sukacita. Jika di suatu masa, salah satu dari 3 hal ini tidak ada dalam kehidupan kita, minta pada Tuhan supaya 3 hal ini ada dalam hidup kita.

Tanda bahwa kita ada di jalur Tuhan: ada kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita di hidup kita

Setiap kali bu Tina datang ke Tuhan, jika mendapat Firman akan menggembirakan. Tapi jika tidak dapat sesuatu, bu Tina terus mencari. Cari dan terus cari, ketuk dan terus ketuk. Karena Tuhan suka dicari. Caranya: baca Firman, pujian, penyembahan, dll.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com, antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064