Minggu, 02 Oktober 2016
3 Hukum yang Paling Berpengaruh
Yosea D Christiono

Tuhan mencintai dan menciptakan hukum, tatanan dan aturan. Saat hukum Ilahi berjalan, buahnya kehidupan. Mereka yang tidak terbiasa disiplin, tidak terbiasa dengan aturan, maka tidak bisa awet bekerja. Saat kita mencari Tuhan, kita akan bertemu hukum-hukumNya.

Beginilah firman TUHAN, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut, sehingga gelombang-gelombangnya ribut, –TUHAN semesta alam nama-Nya: “Sesungguhnya, seperti ketetapan-ketetapan ini tidak akan beralih dari hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunan Israel juga tidak akan berhenti menjadi bangsa di hadapan-Ku untuk sepanjang waktu (Yer 31: 35-36)

Beberapa tahun lalu p Yos menghadapi masalah berat: harus membuat keputusan penting. P Yos memutuskan untuk mencari kebenaran dari Firman Tuhan. P Yos mendapatkan berbagai hukum Tuhan: hukum benih, hukum iman, hukum persiapan, hukum proses, hukum pertumbuhan, hukum pemeliharaan, hukum kepemimpinan, hukum otoritas.

Ilustrasi
P Yos mengemudi melalui daerah Sarangan-gunung Lawu, menuju ke Jawa Timur. Ada kabut tebal, pandangan terbatas hanya 5 meter. Jika melambat atau berhenti, bisa ditabrak dari belakang. Jika dipacu, bisa menabrak mobil di depan atau masuk jurang. Patokan p Yos: berjalan pelan mengikuti garis pemisah tengah jalan, sampai kabut menghilang.

Saat ada kabut di hidup kita, jangan percayai perasaan kita, karena jika salah ambil keputusan, bisa fatal. Yang teraman: kembali pada hukum Tuhan.

Pilot tidak boleh percaya pada perasaannya saat mengemudikan pesawat. Karena di atas tidak ada rambu-rambu, tanda-tanda, dll, hanya langit tanpa batas. Dia harus percaya dan mengandalkan instrumen- instrumen yang ada di pesawat: ketinggian, kemiringan, dll.

Kenali hukum-hukum Tuhan, karena itu membawa pada kehidupan, bukan kebinasan

1Sam 30: 1-6
Daud dikejar-kejar Saul, lalu bersembunyi di salah satu kota Filistin, berlindung pada raja Akhis. Raja Akhis memberikan Ziklag pada Daud. Raja-raja kota Filistin lainnya tidak suka menyukai Daud, maka Daud diminta kembali ke Israel.
Daud dan pasukannya kembali ke Ziklag, lama perjalanannya 3 hari. Dengan kondisi lelah fisik, mereka menemukan Ziklag terbakar dan keluarga mereka hilang. Dalam kondisi sedih dan bingung, mereka mulai mencari penyebab masalah. Akhirnya mereka memutuskan bahwa kesalahan terletak pada Daud, bahkan sampai pada keinginan untuk melempari Daud dengan batu.

Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. (1Sam 30: 6B)

Ilustrasi
Tubuh kita seperti baju astronot. Jiwa kita seperti astronot di dalam baju itu.

Pasukan Daud lelah secara fisik. Keinginan mereka berkata: akan bertemu keluarga, rindu, ingin ini dan itu, tapi tidak kesampaian, maka jiwanya lemah dan luka, putus asa dengan dalam.

Ketika mengalami kesulitan, akan muncul manusia batiniah kita yang sebenarnya

Daud juga capek, hatinya juga sedih. Tapi Daud tidak membiarkan fisik dan jiwanya mengendalikan arah hidupnya.

Kekuatan manusia ada di manusia batiniah/ roh-nya, lebih kuat dari kekuatan jiwa dan fisik manusia

1. Tubuh

P Yos makan di suatu rumah makan, dindingnya penuh slogan kesehatan. Salah satunya: “you are what you eat” (kamu adalah apa yang kamu makan)

Hukum tubuh ini berlaku juga di roh dan jiwa:
Apa yang dimakan jiwa kita – akan jadi seperti itulah jiwa kita.
Apa yang dimakan roh kita – akan jadi seperti itulah roh kita.

Saat kita makan, yang berlaku adalah hukum tubuh. Jika kita makan dengan baik, ber-olah raga, istirahat cukup, maka tubuh akan sehat. Jika kita makan sembarangan, misalnya mengkonsumsi hanya yang berlemak, walau berdoa supaya sehat, hukum tubuh akan berlaku dan kita akan sakit. Kita harus pelihara tubuh kita sesuai yang seharusnya.

Tubuh kita harus seimbang. Jika akan melakukan hal yang berat, maka istirahat harus cukup dan asupan gizi baik. Fisik ada batasnya. Saat fisik kita mati, jiwa dan roh akan masuk kekekalan.

Fisik kita bisa menghentikan pekerjaan Tuhan, saat kita tidak memperhatikannya.

Contoh:
Jiwa kita bisa baik, roh berkobar-kobar. Tapi jika kita makan secara sembarangan, maka bisa kena stroke. Akibatnya pesan-pesan Tuhan tidak lagi bisa disampaikan.

2. Jiwa

Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan. (Mzm 107: 8-9)

Jiwa: terdiri atas pikiran-perasaan-kehendak. Jiwa butuh makanan. Jiwa yang lapar dikenyangkan dengan kebaikan.

Saat kita memasukkan banyak pemikiran yang baik, maka kita bisa merespon orang lain dengan baik. Sebaliknya:
Saat di salah mengerti, maka akan sedih.
Saat tidak dipedulikan atau direndahkan, maka akan tersinggung.
Saat dihina, maka perasaan akan terluka.

Seorang anak membutuhkan penerimaan dan penghargaan. Jika orang tua sering mencela anaknya, maka jiwa si anak terluka.
Suami membutuhkan diterima oleh istri, dan sebaliknya. Jika tidak diperdulikan oleh pasangannya, maka jiwanya akan luka.

Makanan jiwa: kasih, perhatian, keperdulian, penghargaan, penerimaan, dukungan, kekuatan, pujian, kelegaan, ketersediaan, kecukupan, sukacita, Firman Tuhan, dst.
Maka jangan lukai dan jelek-jelekkan diri kita sendiri, karena itu melukai jiwa kita. Padahal Tuhan ingin kita naik-pulih-kuat dan jadi lebih baik.

Jika jiwa tidak diberi makan, maka akan melemah.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Mat 11: 28

Kelegaan juga termasuk makanan jiwa.
Orang konseling menceritakan bebannya. Maka setelah bercerita bebannya, dia lega. Tapi akar masalah harus diselesaikan supaya masalah itu tidak muncul lagi.

Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya (Mzm 23: 1-3)

Tersedia dan tercukupinya yang kita butuhkan juga merupakan makanan bagi jiwa.

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Fil 4: 4)

Sukacita adalah makanan bagi jiwa

Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. (Mzm 19: 7-8)

Firman Tuhan adalah makanan jiwa.

Orang yang kurang Firman dalam hidupnya, akan lemah jiwanya. Jiwa yang lemah tidak mencari Tuhan.

3. Manusia batiniah
Manusia batiniah selalu mencari Tuhan (Yoh 15). Kita harus menempel pada pokok anggur supaya mendapat suply kehidupan.

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yoh 15: 4)

Makanan bagi manusia batiniah: saat roh kita perlu bertemu Tuhan, berdoa dan menyembah.

Setiap hari ada kebutuhan yang harus dipenuhi:
Tubuh butuh 3x makan dalam sehari.
Jiwa butuh dihargai, diterima, perhatian, perlakuan baik, kasih, Firman Tuhan.
Manusia batiniah kita perlu berdoa, menyembah, bertemu Tuhan.

Orang yang tidak bisa mengasihi diri sendiri, dia tidak bisa mengasihi orang lain

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Mat 22: 37-39)

Saat kita hanya memikirkan tubuh, Firman Tuhan berkata bahwa Tuhan mereka adalah perut mereka.
Saat pikiran kita diisi sesuatu yang luar biasa, tapi roh tidak diberi makan, maka tidak ada kekuatan. Ini seperti yang dialami pasukan Daud.

Saat roh kita lemah, kita tidak bisa berperang, karena iblis akan dengan mudah memasukkan banyak konsep yang salah.

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh 8: 31-32)

Kebenaran Firman Tuhan yang kita ketahui dan alami akan menjadi fondasi kita. Saat manusia batiniah diberi makan, maka apapun yang terjadi kita akan kuat.

Setiap hari tubuh-jiwa-roh kita harus diberi makan. Jika tidak, maka kita jadi lemah.

Mzm 84: 4-7
Ziarah: spiritual journey (perjalanan spiritual).
Yang membuat lembah baka jadi lembah bermata air adalah orang-orang yang melakukan perjalanan manusia batiniah. Manusia batiniah makin hari makin kuat jika dibangun dan diberi makan.

Saat manusia batiniah kita memerintah, jiwa dan tubuh akan tunduk. Tapi hukum-hukum jiwa harus tetap diperhatikan.

Manusia batiniah yang diberi makan semakin hari semakin kuat: mengandalkan kekuatan di dalam Tuhan, tahu tatanan dan hukum Tuhan, membangun cara pandang Ilahi, memahami logika rohani. Hasilnya kita akan semakin dewasa di dalam Tuhan.
Sementara manusia lahiriah makin hari makin lemah. (2Kor 4: 16-18)

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. (2Kor 4: 16)

dan pedang Roh, yaitu firman Allah, (Ef 6: 17b)

Peperangan rohani pedangnya Firman Tuhan, maka hidup kita harus penuhi dengan Firman.

Dalam PB Yesus memperkenalkan kita dengan pribadi Tuhan sendiri. Babtisan Roh Kudus bertujuan supaya kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan sendiri, bahkan pengurapan Tuhan mengajar kita sendiri.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com, antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064