Minggu, 06 November 2016
Apabila Engkau Berjalan Melalui Api
Tina Astari

Cara-cara iblis tidak pernah berubah, maka kita bisa mempelajarinya

Sengatan-sengatan Iblis:
1. Saat kita mulai berkecil hati

Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. (Ams 24: 10)

2. Bingung
Saat kecil hati tidak segera ditangani, yang muncul berikutnya adalah kebingungan. Dalam kondisi bingung kita sering kehilangan kejelasan panggilan Tuhan.

Saat kita dalam perjalanan, dan mengalami kebingungan, kita harus mulai ke titik awal mengapa kita harus memulai suatu hal (Petrus Agung)

Apa yang membawa jemaat untuk datang ke JKI? Apakah kita mencari Tuhan? Apakah kita disuruh Tuhan atau manusia? Pijakan pertama itu yang seharusnya jadi pijakan kita. Dengan pijakan yang kuat, kita bisa kokoh dalam mengerjakan sesuatu.

Sebelum melakukan sesuatu ps Tina selalu minta pijakan dari Tuhan. Sehingga jika bingung di tengah jalan, bu Tina bisa balik ke awal: mengapa melakukan dan mengerjakan sesuatu.

3. Depresi
Depresi muncul dari kecil hati dan kebingungan, ditambah tidak adanya disiplin rohani: baca Alkitab on-off, doa on-off. Solusinya: ucapkan Firman Tuhan, mulai disiplin rohani.

4. Kehilangan Visi
Kehilangan kejelasan arah, tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan.

5. Tidak Memiliki Pedoman
Kehilangan kemampuan membaca kompas/ arah. Bahkan seolah Firman tidak berarti lagi.

6. Undur
Menarik diri dari gereja, persekutuan, pelayanan.

7. Putus Asa

8. Kalah
KeKristenan jadi lumpuh.

Teolog Francis Schaffer: Lalu bagaimana aku harus hidup? Hidup kita: harus tetap membajak, dan jangan menoleh ke belakang.

Tetapi Yesus berkata: ” Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah. ” (Luk 9: 62)

Dalam frasa “menoleh ke belakang” ada huruf eis, artinya ke dalam.

Di dalam kegelapan, biarlah terang Tuhan yang jadi andalan.

Manusia seringkali berkata “seandainya”. Perkataan ini bisa menghancurkan kita, karena membuat kita meragukan Tuhan. Saat mengalami hal-hal yang tidak enak, jangan biarkan perkataan “seandainya” muncul.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada- Mu dan tongkat- Mu, itulah yang menghibur aku. (Mzm 23: 4)

Dalam lembah kekelaman jangan berhenti, tapi jalan terus. Karena jika berhenti, kita akan kalah.

Bagaimana kita harus berjalan dalam masa kegelapan

1. Tuhan itu baik setiap waktu
Tuhan tidak memberikan problem dengan sengaja, karena Tuhan sangat baik. Problem diijinkan Tuhan untuk mau menangani jiwa kita yang kotor

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan- Nya. (Mzm 145: 9)

2. Allah turut bekerja dalam setiap perkara

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Rm 8: 28)

Tidak dikatakan “dalam segala sesuatu yang baik”, tapi “dalam segala sesuatu”. Sering ada kegagalan, kekecewaan, keadaan tak menentu, kacau, dll. Tapi Tuhan turut bekerja di balik semua itu. Tuhan mau kita serahkan semua masalah padaNya, untuk diatur kembali.
Semua itu akan mendatangkan kebaikan bagi kita: mengikis daging dan kesombongan kita.

Tuhan itu alfa dan omega. Saat Tuhan memulai sesuatu, Dia sudah tahu apa yang akan terjadi.

3. Menjaga Pengharapan Tetap Tinggi
Dalam kegelapan, jangan meragukan apa yang telah disingkapkan dalam terang.

Jangan membuat keputusan yang permanen saat mengalami masalah, karena setiap masalah itu temporer, ada tenggang waktunya (Evelyn Nadeak)

4. Ada di lingkaran orang percaya yang terpercaya (Gereja, MK, teman seiman, bible study, discipleship)

sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita (1 Yoh 5: 4)

Yang mengalahkan dunia adalah “iman kita”, bukan iman satu orang, tapi iman bersama-sama.
Dalam mezbah keluarga (MK) iman kita tumbuh bersama. Pemimpin MK adalah orang yang dipercaya gereja menggembalakan jemaat. Maka jemaat disarankan bergabung ke MK. Dengan bergabung di MK, iman bertumbuh, ada kekuatan, ada sukacita saat bertemu dengan yang lain.

Streaming kebaktian berbeda dengan hadir secara langsung. Yesus-pun pada hari Sabat datang ke Bait Allah, maka kita seharusnya meniru Yesus. Saat ada problem, biasanya jadi malas, tidak mau kemana-mana, maka akan kalah. Daging harus dilawan, datang ke gereja, datang ke MK.

Dengan perjamuan suci: kita ada di dalam Yesus, dan Yesus ada di dalam kita.

Kita bisa banyak lakukan hal yang keliru di dalam dunia, tapi dalam perjamuan kudus, kita dilayakkan dan dikuduskan kembali, memampukan kita berjalan lagi bersama Tuhan Yesus.

5. Terbukalah untuk Berubah
Jangan takut untuk berubah.

Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. (Yer 18: 4)

Tuhan paling tahu bentukan yang terbaik bagi kita. Tuhan mau kita jadi segambar dan serupa dengan Allah, seperti pada waktu penciptaan. Dalam setiap masalah, Tuhan membentuk ulang kita. Jangan bersungut-sungut dalam masalah, tapi tanyakan pada Tuhan: apa yang Tuhan mau perbaiki? Mana yang harus diubah supaya sesuai dengan kehendakNya.

Selama hidup, kita harus selesaikan bagian kita. Sehingga saat pulang, kita bisa pulang dengan hati yang bersukacita.

Kita adalah milik Tuhan, Tuhan mau kita kembali kepada Bapa dalam kondisi terbaik, bukan rusak.

Tuhan punya irama, kita harus ikuti irama Tuhan, mau ditata ulang sesuai irama Tuhan. Setiap kita selesai dalam satu proses Tuhan, akan selalu ada bonusnya: berkat, kesehatan, dll.

Caranya:
Catat pengajaran yang ada, tulis di Alkitab dan buku, bandingkan beberapa terjemahan Alkitab.

Jangan alergi dengan koreksi, karena kita tidak bisa melihat diri sendiri, tapi orang lain bisa. Koreksi dari orang lain bisa membuat kita lebih baik.

Kita harus fleksibel kemanapun Tuhan bawa, karena tujuan Tuhan supaya kita jadi lebih baik.

6. Jangan takut
Tinggalkan, lepaskan dan singkirkan rasa takut, karena rasa takut adalah lawan dari iman.

Kamu berasal dari Allah, anak- anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi- nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. (1Yoh 4: 4)

Saat ada ketakutan, katakan pada diri sendiri: roh Allah yang ada padaku lebih besar daripada roh apapun di dunia.

Kita tidak tahu masa depan kita, maka kita harus ikut Yesus, sehingga kita tidak perlu takut akan masa depan.

7. Jangan pernah, jangan pernah, jangan pernah Menyerah (Winston Churchill)

Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. (Fil 1: 6)

Tuhan sudah memulai pekerjaan yang baik pada kita, termasuk adanya masalah. Masalah ada untuk mengatasi pikiran dan daging kita yang serupa dunia, menjadi serupa dan segambar Allah.

8. Saya bukan korban, saya seorang pemenang

Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenanganNya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. (2Kor 2: 14)

Dalam segala hal yang kita alami, kita bukanlah korban, tapi ada dalam kehendak Tuhan yang sempurna. Iblis berusaha membuat kita merasa sebagai korban.

Tuhan mau pikiran kita juga diperbarui, ini di dapat dalam pemuridan. Pemuridan membagikan hal-hal rohani yang membaharui pikiran. Manusia rohani selalu ingin hal rohani. Maka saat hal rohani dibagikan, api kita akan berkobar.

Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai- sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau (Yes 43: 2)

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com, antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064