Minggu, 13 November 2016
The Ark of Covenant
John Avanzini

Ada berbagai teori tentang lokasi-lokasi Tabut perjanjian: Ethiopia, Mesir, bahkan Adolf Hitler mencarinya selama perang dunia 2.

Tabut perjanjian adalah ilustrasi dari perjanjian lama untuk sesuatu yang akan Tuhan lakukan di masa mendatang melalui Yesus.

Bil 25: 1-3
Bangsa Israel sudah berkeliling di padang gurun sekian lama. Kota Sitim dekat kota Yerikho, dan bangsa Israel tinggal di situ untuk waktu yang lama.

Sitim dalam bahasa Kasdim (Chaldean) salah satu artinya adalah pohon akasia. Pohon akasia adalah tempat penyembahan Baal-Peor. Israel melakukan dosa seksual yang mengerikan: ikut menyembah Baal-Peor. Allah tidak mau umatNya menyembah di sekelompok pohon.

Kel 34: 12-13

Dalam perjanjian lama orang-orang harus mengalami rangsangan secara fisik (stimulasi) untuk merasa mereka datang kepada Allah. Tapi semua orang yang lahir baru, rohnya seharusnya dikobarkan oleh Firman Allah.

Kita harus menyingkirkan hal-hal yang kekanak-kanakan, tapi mulai makan-makanan keras

Janganlah engkau menanam sesuatu pohon sebagai tiang berhala di samping mezbah TUHAN, Allahmu, mezbah yang akan kaubuat bagimu. (Ul 16: 21)

Alkitab bercerita tentang 3 Tabut (ark)

1. Bahtera Nuh (Noah ark) – dibuat ari kayu gofir

Saat banjir Tuhan perintahkan Nuh masuk ke dalam bahtera, saat banjir kering, Allah perintahkan Nuh keluar dari bahtera. Jika salah satu anak Nuh tidak mau keluar, maka akan ada suku-suku yang tidak pernah ada di bumi.

Jika kita tetap tinggal di dalam bahtera, kita akan kehilangan apa yang Tuhan sediakan bagi kita
Kita harus lupakan masa lalu yang baik dan buruk, karena di dalam Tuhan selalu ada yang lebih baik

Tidak perduli sebaik apa masa lalu, kita harus terus melangkah bersama Tuhan. Akan ada waktunya mujizat-mujizat terjadi: buta dicelikkan, lumpuh berjalan, dll.
Kita tidak melayani Allah yang hanya punya hari baik di masa lalu, tapi kita melayani Allah yang menyediakan hal yang lebih baik di masa depan.

2. Keranjang Musa (Moses ark)
Terbuat dari gelagah, untuk menyelamatkan Musa dari pembunuhan bayi di Mesir

3. Tabut Perjanjian (Ark of Covenant)

Tabut Perjanjian dibuat dari kayu akasia. Kayu ini juga digunakan untuk penyembahan Baal-Peor.
Kayu akasia: melambangkan manusia yang terhilang tanpa harapan.
Kayu dibentuk menjadi Tabut: menggambarkan orang berdosa.
Disalut emas murni: melambangkan kebenaran Allah

Tabut adalah gambaran dari orang-orang yang terhilang, yang ditutup oleh kebenaran Allah.

Ada kerubim di atas Tabut Perjanjian
Di setiap ibadah malaikat selalu ada, karena mereka penasaran mengapa Tuhan begitu mengasihi manusia. Manusia yang di dalam Yesus lebih tinggi dari malaikat, dan termasuk kelas orang-orang yang memerintah (ruling class). Sementara malaikat adalah kelas pelayan (servant class). Para malaikat adalah pelayan manusia yang di dalam Tuhan. Jangan ijinkan seseorang membuat kita jadi pelayan malaikat!

Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: ” Duduklah di sebelah kanan- Ku, sampai Kubuat musuh- musuh- Mu menjadi tumpuan kaki- Mu? ” Bukankah mereka semua adalah roh- roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan? (Ibr 1: 13-14)

Di atas Tabut ada tutup pendamaian yang terbuat dari emas batangan. Ini melambangkan: kita di dalam Yesus Kristus, Yesus di dalam kita, kita hidup dalam kebenaran Tuhan, dan Allah menutupi kita.

Yesus tidak mati untuk malaikat. Malaikat yang berdosa diusir dari hadapan Allah dan tidak mengalami penebusan. Manusia dibuat segambar dan serupa dengan Allah, dan manusialah yang mengalami penebusan Tuhan. Yang menaklukkan musuh bukan malaikat, tapi anak-anak Tuhan.

Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus. Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli- buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh- loh batu yang bertuliskan perjanjian, (Ibr 9: 3-4)

Manna di perjanjian lama akan membusuk dan berulat dalam 24 jam. Tapi di dalam Tabut Perjanjian, manna bisa bertahan selama berabad-abad dan tidak membusuk.

Tabut perjanjian adalah perlambang (emoji – icon) dari sesuatu yang penuh kuasa yang akan datang

Dalam Tabut ada tongkat Harun yang berbunga: melambangkan otoritas, memberi kesehatan.
Ini adalah perlambang/ emoji dari “nama Yesus”. Umat Tuhan tidak perlu membawa tongkat kemana-mana, tapi otoritas Tuhan keluar dari mulutnya saat mereka ucapkan: “di dalam nama Tuhan Yesus”. Jangan kembali ke perjanjian lama, karena kita manusia perjanjian baru.

Religion/ agamawi menghasilkan banyak uang. Tapi kita melampaui agamawi dan perlambang, tapi memasuki hal yang sejati.

Di dalam Tabut ada 2 loh batu berisi hukum Tuhan. Dalam perjanjian baru hukum itu ada dalam pikiran dan hati kita.

“Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, ” demikianlah firman Tuhan. ” Aku akan menaruh hukum- Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat- Ku. (Ibr 8: 10)

Tabut perjanjian Allah yang sejati masih ada: di surga. Tabut perjanjian yang dibuat Musa di padang gurun adalah replika dari Tabut sejati yang ada di surga. Keberadaan replika itu saat ini tak diketahui.

Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian- Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat (Why 11: 19)

Kristus ada di dalam kita! Kita adalah Bait Roh Kudus. Allah tidak ada di satu kotak, tapi tinggal di dalam kita. Jika Kristus tidak di dalam kita, maka kita bukan milikNya.

Hati-hatilah dengan agamawi, karena agamawi merampas kemerdekaan yang kita dapat dalam Kristus. Di perjanjian lama jemaat harus mencari iman atau raja. Di perjanjian baru kitalah imam dan raja, pemenang, karena darah bangsawan Allah mengalir pada kita, manusia lama kita sudah berlalu, tapi kita adalah ciptaan baru di dalam Yesus.

Sebab Allah yang telah berfirman: ” Dari dalam gelap akan terbit terang! “, Ia juga yang membuat terang- Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah- limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. (2Kor 4: 6-7)

Kita adalah Tabut perjanjian Allah, karena Allah tinggal di dalam hati kita.

Kotak di padang gurun adalah emoji yang menunjuk kepada orang-orang yang ditebus Yesus. Maka saat kita bersimpuh menyembah di depan kotak replika Tabut, artinya kita menyembah diri sendiri.

JKI IK harus ada dalam tatanan, di bawah instruksi Roh Kudus. JKI IK dikenal di dunia sebagai gereja yang di bawah langit terbuka. Berkat materi jemaat berada di bawah tudung gereja.
P Agung adalah orang hebat, tapi bukan gereja. Masing-masing jemaat adalah gereja. Yesus tinggal di dalam kita, maka kita harus membawa kabar baik, memenangkan jiwa di sekitar kita.

Kita adalah umat perjanjian baru, bukan umat perjanjian lama. Tuhan ada di dalam kita, tidak ada imam yang punya otoritas lebih besar dibanding kita di hadapan Tuhan. Karena kita juga imam dan raja, dan harapan bagi bangsa ini.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com, antoniusfw1@gmail.com (email, dan FB);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064