Minggu, 18 Desember 2016
Yang Begini Belum Pernah Kita Lihat
Yosea Christiono

Semakin kenal Tuhan hidup harusnya semakin sederhana, bukan semakin rumit. Saat belajar dari Tuhan, maka hikmat ditambahkan, rahasia-rahasia disingkapkan, kita akan melihat sisi-sisi Tuhan yang luar biasa. Jika karena pengalaman semua jadi lebih rumit, kemungkinan kita tambah menjauh dari Tuhan.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Mat 11: 28-30)

Yesus mengajar di rumah, orang-orang begitu antusias mendengarkan Yesus mengajar, rumah itu penuh. Saat kita suka terhadap pengajaran seseorang, kita menantikan dia berbicara. Karena setiap kali orang ini berbicara, ada sesuatu yang disingkapkan.

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang- orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, (Mrk 2: 1-2)

Yesus adalah pengajar yang hebat. Di masa itu orang Yahudi tidak kurang pengajaran, tapi yang Yesus singkapkan berbeda, ada sesuatu yang Ilahi, sehingga membuat orang-orang datang ingin mendengarkan.

Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada- Nya, lalu Ia mengajar mereka. (Mrk 2: 13)

Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. (Mrk 4: 1-2a)

Tanpa sound system, orang datang dan ingin dengar Yesus. Orang yang ingin mendapat sesuatu, mereka diam dan mendengarkan. Jika tidak merasa butuh, orang akan ikut bicara. Maka semua orang yang hadir akan diam dan tenang sehingga bisa mendengarkan Yesus.

Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang- ulang kepada anak- anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu (Ul 6: 6-9)

Firman ini memerintahkan orang tua untuk mengajar Firman pada anak-anaknya di manapun. Maka artinya orang-orang Israel sudah biasa diajari tentang Tuhan sejak dari kecil.

Kesaksian acara seminar “my covenant”
Ada pertanyaan untuk anak: Apa yang tidak disukai dari orang tua. Jawaban anak 98%: jika orang tua memarahi mereka.

Pertanyaan untuk orang tua: Jika besok hingga 15 tahun ke depan harus menitipkan anak ke orang lain, dan tida boleh menjumpai, kriteria apa yang diinginkan?
Bapa di surga memilih orang tua yang tepat untuk membesarkan Allah yang jadi manusia: Yusuf dan Maria. Tuhan tidak sembarangan memilih. Anak adalah kepercayaan Tuhan kepada kita. Maka jika anak bertanya, orang tua harus menjawab.

Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN Allah kita? maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat. (Ul 6: 20-21)

Orang-orang tetap mencari Yesus karena perkataanNya berkuasa.

Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran- Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli- ahli Taurat. (Mrk 1: 21-22)

Pengajaran Yesus penuh kuasa, artinya:
Yesus mengajar dengan pengurapan Roh Kudus. Orang yang diurapi bisa berbicara dengan tenang, tapi perkataannya bisa masuk hingga mendalam.
Yesus menguasai materi dengan sempurna. Bahkan di usia 12 tahun Yesus sudah bertanya-jawab dengan ahli-ahli Taurat.
Yesus tidak hanya bercerita, tapi di dalamnya ada dorongan dan motivasi. Pengajaran Yesus tidak hanya sampai di pikiran, tapi masuk hingga mengobarkan hati.
Yesus mengajar dengan penuh semangat dan penuh iman. Pengajaran yang berkuasa memadamkan kemarahan yang di dalam, menyembuhkan sakit hati yang di dalam.

ada orang- orang datang membawa kepada- Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada- Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas- Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ” Hai anak- Ku, dosamu sudah diampuni! ” (Mrk 2: 3-5)

Yesus melihat iman yang di dalam mereka, dari perkataan dan perbuatan mereka. Iman selalu bicara yang di depan yang Tuhan kerjakan, tidak bicara yang di belakang.

Apakah gunanya, saudara- saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari- hari, dan seorang dari antara kamu berkata: ” Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang! “, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Tetapi mungkin ada orang berkata: ” Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan “, aku akan menjawab dia: ” Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan- perbuatanku. ” (Yak 2: 14-18)

Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, (Ef 1: 15-16)

Iman bisa terdengar dari tindakan iman yang dilakukan, kasih bisa terdengar dari dan tindakan kasih yang dilakukan. Artinya Paulus mendengar tentang kasih dan iman jemaat itu dari kisah perbuatan-perbuatan mereka.

Ada 4 orang me-nandu seorang yang sakit, yakin bahwa Yesus bisa menyembuhkan. Yang menyembuhkan si sakit bisa imannya sendiri, iman teman-temannya, atau iman gabungan semuanya.

Iman kita bisa membawa orang lain ke Tuhan.

Mrk 2: 6-12
Yesus di rumah, banyak orang mengelilingi dia. Tiba-tiba ada lubang di atap, lalu ada tilam diturunkan. Yesus melihat iman mereka, lalu berkata bahwa dosa mereka diampuni. Di antara yang berkumpul mendengarkan Yesus, ada ahli-ahli Taurat.

“Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu! ” Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang- orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: ” Yang begini belum pernah kita lihat. ” (Mrk 2: 11-12)

Yesus sudah mengampuni orang itu di awal. Arti perkataan Yesus di ayat 11: di dalam pengampunan ada kesembuhan, mujizat, dan pemulihan.

Yang begini belum pernah kita lihat : seseorang yang mengajar dengan penuh kuasa.
Sesuatu yang baru
Sesuatu yang berbeda dari sebelumnya
Sesuatu yang membuat hidup lebih bersemangat

Di dalam Tuhan banyak hal baru. Hidup kita 95% nya adalah pengulangan. Yesus berikan anugerah yang baru setiap pagi. Jatah kita adalah mau diubah. Jika kita tidak mau diubah, maka tidak akan ada yang baru.

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis- habisnya rahmat- Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan- Mu! “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia (Rat 3: 22-25)

Saat kita berkata kasih setia Tuhan tak berkesudahan, artinya kita akan menerima sesuatu yang baru dari Tuhan.

Jika setiap hari kita makan firman, pujian dan penyembahan, maka kita akan bisa mendengar Tuhan dengan lebih baik, Tuhan jadi lebih jelas dan sederhana.
Tapi jika kita lebih suka memberi makan emosi, pikiran dan perasaan, mengembangkan impian dan keinginan pribadi, tanpa memberi makan roh tentang Tuhan, maka jiwa yang lebih kuat bicara

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Advertisements