Minggu, 25 Desember 2016
Tetapi Ia Dengan Keras Melarang mereka memberitahukan siapa Dia
Tina Agung Purnomo

Mrk 3: 1-12

Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. (Mrk 3: 12)

Markus tidak menjelaskan ucapan apa yang dilarang oleh Yesus, maka perlu dilihat pembandingnya pada Injil lain.

Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. (Mat 12: 16- 18)

Melarang = ἐπιτιμάω = epitimaō (G2008) = menghardik, menegur, melarang dengan keras, dan ada konsekuensi/ hukuman jika larangan itu dilanggar.

Tuhan melarang roh jahat menyaksikan siapa Dia. Ayat di Mrk 3:12 dan Mat 12:9 disebut Mesianic secret, artinya Yesus menyembunyikan identitasnya sebagai Mesias. Orang Yahudi menantikan Mesias, sementara Yesus baru memulai pelayananNya. Jika identitasNya terbuka di awal, Yesus bisa dibunuh.

Alasan Larangan untuk membertahukan identitas Yesus sebagai Mesias

1. Tuhan punya jangka waktu/ agenda/ Timeframe.
Ada waktu untuk bertumbuh dan mempersiapkan diri di bawah asuhan orang-tuaNya. Tapi setelah itu ada waktu Tuhan mulai menyatakan diriNya lewat mujizat-mujizat yang dikerjakanNya.

Yesus lahir untuk mengembalikan kerajaan Allah yang sudah hilang di dunia. Tuhan Yesus menyatakan bahwa kerajaan Allah sudah datang di dunia, dan kerajaan itu ada di dalam kita.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yoh 10: 10)

Yesus bersikap keras kepada iblis, supaya timeframe Tuhan tidak berantakan. Musuh Tuhan adalah iblis. Kita juga harus bersikap keras pada iblis, sehingga agenda Tuhan bisa berlangsung di hidup kita dan tidak ada penundaan.

Kesaksian.
P Agung setia melayani dari kampung ke kampung, dan Tuhan janji akan memakainya. Saat bertanya kapan Tuhan akan pakai, Tuhan perintahkan p Agung untuk menikah dengan bu Tina, baru Tuhan akan pakai.

Kesetiaan adalah sesuatu yang langka di akhir jaman. Kita harus setia dalam pekerjaan, dalam pelayanan, dalam apapun yang Tuhan percayakan. Waktu peninggian/ promosi adalah dari Tuhan.

P Agung dan bu Tina menikah 15 maret di GIA Pringgading, diberkati oleh p Damaris dari Bandung. Dua Minggu setelah menikah, p Agung diundang p Arifin untuk khotbah di full gospel (FGBMFI) Surabaya, di gedung go-skate, di hadapan 4 ribu orang.
Sejak saat itu Tuhan bawa p Agung dari kota ke kota di Indonesia. Sebelumnya beliau hanya melayani di sekitar Semarang, dari kampung ke kampung.

Jangan sampai iblis mengacaukan agenda Tuhan dalam hidup kita. Kerjakan yang di tangan kita dengan penuh kehati-hatian dan kesetiaan.

2. Deklarasi tentang Anak Allah Harus Dinyatakan oleh anak-anak Allah, bukan oleh Iblis

Bilamana roh- roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan- Nya dan berteriak: ” Engkaulah Anak Allah. ” (Mrk 3: 11)

Iblis tahu siapa Yesus, dan tersungkur di depan Yesus. Kita harus kenal Yesus lebih dari iblis, sehingga kita yang mendeklarasikan kebaikan dan kebesaran Tuhan dalam hidup kita.

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ” Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? ” Maka jawab Simon Petrus: ” Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup! ” Kata Yesus kepadanya: ” Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa- Ku yang di sorga (Mat 16: 15-17)

Pengertian Petrus berasal dari pewahyuan. Petrus berkata bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, bukan Allah yang mati atau hanya diam. Allah adalah Roh, dan Roh Allah tinggal di dalam kita. Sebelum mendapat pewahyuan tentang Yesus, mata kita seperti dalam selubung, mata kita tidak bisa melihat Yesus dengan jernih. Saat kita mengerti siapa Yesus, kita bisa mendeklarasikan Yesus yang kita sembah.

Deklarasi publik tentang kedatangan Yesus
1. Deklarasi dari malaikat pada natal yang pertama mendatangkan pengharapan dan sukacita. Orang-orang yang mendengar dan percaya datang, dan membawa persembahan.
2. Deklarasi Yohanes pembabtis menghasilkan pertobatan dan pengharapan.

Deklarasi dari iblis tidak mendatangkan hal-hal positif, hanya mendatangkan ketakutan. Saat kita mendeklarasikan kata-kata dari Allah, maka yang muncul adalah pengharapan, pertobatan, sukacita, damai-sejahtera.

Deklarasi:
Tahun 2017 adalah tahun yang gilang-gemilang bagi kita, new-chapter, ada pembaharuan dalam hidup, rohani bertumbuh, kita jadi pemurid-pemurid, kita jadi anak-anak Allah yang dewasa rohani.

Kesaksian
Bu Tina mendoakan satu nama supaya bertobat, nama itu didoakan dan ditulis, lalu dinaikkan ke hadapan Tuhan dalam kebaktian Bob Wainer. Sekian waktu kemudian orang itu bertobat, bahkan mengambil sekolah Alkitab.

Apapun yang dikatakan iblis: jangan dipercaya, sebaik apapun itu! Karena ujung-ujungnya jelek. Hanya percayai perkataan firman Tuhan.

Contoh: ucapan dari peramal-peramal, paranormal-paranormal.

Kita harus belajar mendeklarasikan yang dari Allah, bukan yang dari iblis.

3. Punyailah Pengalaman Hidup Bersama Tuhan.

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. (Ayb 42: 5)

Sebelumnya Ayub mendengar tentang Allah dari orang lain. Kita sering dengar Yesus dari mimbar, kaset khotbah, radio, dll. Kita tidak bisa mengenal Allah hanya dari mimbar, tapi harus punya pengalaman hidup pribadi dengan Allah.

Kesaksian
P Agung berdoa minta rumah baru, karena rumah lama sering kebanjiran, dan beberapa kali didatangi jemaat yang mabuk.
Saat mendapat rumah di green-wood, 3 bulan pertama bu Tina takut apakah bisa membayar, maka hanya bisa bernyanyi El-Shadai.
Saat ke Vietnam, ternyata ada yang memberi cek sebesar 75 juta. Begitu pulang dari Kamboja, langsung diserahkan kepada pengusaha real-estate. Ini karena p Agung dan bu Tina punya prinsip untuk integritas kepada Tuhan: meminta pelunasan rumah, saat Tuhan beri dananya tidak ditahan, tapi langsung dibayarkan.
Semula pengusaha itu mau membantu hamba Tuhan, ternyata Tuhan balikkan sehingga hamba Tuhan yang membantunya. P Agung melunasi rumah itu hanya dalam waktu 9 bulan.
Pengalaman pribadi ini selalu diingat p Agung dan bu Tina.

Kita hanya bisa memberi saat kita mempunyai. Saat kita punya kesaksian hidup, kita tidak akan diam, kita akan membagikan di MK. Saat hidup kita mengalami perubahan, kesaksian itu bisa menyentuh dan mengubahkan orang lain. Jangan malu bersaksi!

Apapun yang berasal dari pikiran – hanya memberi informasi pada pikiran orang lain, dan responnya hanya apresiasi. Jika yang di share dari perasaan- hanya akan menuai simpati. Jika sesuatu itu keluar dari hidup yang diubah oleh Tuhan – itu sanggup mengubah hidup orang lain juga.

Tuhan beri kita kehendak bebas, tapi jangan sampai kehendak-bebas itu mengacaukan time-frame Tuhan dalam hidup kita.

Rekening JKI Injil Kerajaan:
BCA 182-53-0000-9
BCA – Berkat bagi bangsa – 182-27-0000-9

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Advertisements