Minggu, 08 Januari 2017
Asal Kujamah Jumbai JubahNya
Yosea Christiono

Setiap orang ingin hidupnya lancar-baik- dan enak saja. Tapi kenyataannya tidak begitu. Saat kita hanya terima yang baik, kita tidak bisa menghargai anugrah yang kita terima.

Ilustrasi
Seorang anak dari kecil diberikan semua kemauannya dan diproteksi. Anak ini akan berfikir bahwa hidup ini mudah. Kelak anak ini tidak akan siap menghadapi kehidupan. Ini malah menjerumuskan.

Ada masa-masa hidup yang tidak nyaman, sebagai bagian pelatihan, sehingga kelak hidupnya kuat. Saat menghadapi sesuatu yang besar, yang butuh keteguhan hati dan kekuatan mental, kita harus sudah terlatih. Kemampuan menghadapi masalah tidak datang dengan tiba-tiba. Ujian kehidupan tidak bisa diprediksi. Hanya orang yang terlatih dan mau berubah, siap menghadapi ujian apapun dalam hidup.

Mrk 5: 24-33
Yesus sedang berjalan, banyak orang menempel pada Yesus. Di tengah orang berhimpitan, Yesus bertanya “siapa yang menjamah jubahKu ?”. Di Matius ada penjelasan lebih rinci: yang disentuh adalah jumbai jubah Yesus.

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah- Nya. (Mat 9: 20)

Tindakan iman wanita ini dilakukan dengan segenap hati. Tindakan iman wanita ini akhirnya dicontoh orang lain. Saat ada kesaksian seseorang, kita bisa mencontohnya. Saat kita punya iman yang sama, maka kita akan alami hal yang sama.

Mrk 6: 53-56 – Tindakan iman wanita ini ditiru oleh banyak orang, dan mereka juga disembuhkan.

Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. (Mrk 6: 56)

Jika kita tidak mengalami Tuhan di hidup kita, harus introspeksi: mana yang tidak tepat di hidup kita. Jangan hanya mencontoh penampakan luar, tapi contohlah yang di dalam.

1. Jumbai jubah itu akan mengingatkan kamu kepada segala perintah Tuhan (Bil 15: 37-41)

Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN (Bil 15: 39)

Jumbai jubah mengingatkan orang Israel pada perintah Tuhan dan pengalaman-pengalaman dengan Tuhan.

Kesaksian
p Yosea mempunyai seorang teman pengusaha. Di sudut ruang kerja teman itu ada banyak akrilik berbentuk salib, dan di bagian bawah masing-masing salib ada catatan peristiwa-peristiwa yang pernah dialami teman ini dengan Tuhan.

Kita harus punya mezbah, yang menandai saat-saat kita mengalami Tuhan dengan luar biasa.

Saat Tuhan mau membangun karakter kita, memperkokoh akar hidup kita, Tuhan akan beri 1-2 peristiwa untuk mengujinya. Jika sebelumnya kita tidak punya pengalaman dengan Tuhan, maka bisa patah semangat dan kecewa dengan Tuhan.

Bagi orang Israel, melihat jumbai jubah artinya melihat pengharapan

Ibr 12: 1-3 – Kita harus punya pengalaman yang mengingatkan kita pada Tuhan.

Kehidupan manusia mungkin terlihat selalu naik. Tapi setelah diamati dari dekat, selalu ada sedikit penurunan, lalu naik lagi. Saat kita retret, istirahat, pemulihan, itu saat hidup kita turun sedikit. Jika saat turun itu disertai pertobatan dan ketaatan, kita akan naik lebih tinggi.

2. The power of kepepet
Wanita ini berkali-kali mendengar tentang Yesus yang bisa menyembuhkan. Seseorang yang mendengar tentang Tuhan belum tentu berubah. Dia baru berubah saat ada respon dari dalam. Tapi dia punya masalah: sakit pendarahan, artinya dia najis (Im 15: 25), dan apapun yang disentuh juga najis.

Dengan Tuhan itu pribadi

Saat melihat Yesus, ada tarik-menarik di hati: antara merasa najis dan butuh disembuhkan.

Sama seperti orang berdosa yang butuh diampuni. Banyak orang yang merasa berdosa tidak mau ke gereja. Ini konsep yang salah. Dalam gereja ada berbagai macam orang: ada yang berkobar-kobar cinta Tuhan, ada yang baru bertobat, ada yang dewasa rohani, tapi ada juga yang berdosa. Saat ada salah dan dosa, tetap cari Tuhan karena itu pribadi, tidak bisa dengan perantaraan orang lain.

Wanita ini merangkak supaya bisa mendekati Yesus, dan akhirnya bisa menjamah jumbai jubah Yesus, dan disembuhkan.

Desperately looking for help
Saat seorang sudah sakit bertahun-tahun, tidak lagi perduli yang menyembuhkan dari agama apapun – yang penting sembuh.

Orang yang belum pernah mentok/ tersudut, tidak akan mengalami sesuatu yang besar.

> Ada adrenalin iman yang muncul di saat terdesak
Tekat wanita ini muncul dari dalam: jika tidak bertemu Yesus maka akan mati.

Kesaksian
P Yosea selalu berdoa pada Tuhan: “Jangan buat aku tenang jika menjauh daripadaMu, buat hatiku gelisah”. Hati ini jadi alarm dalam hidup p Yosea. Jika tidak ada damai, maka p Yosea tidak akan mengambil keputusan besar, lalu mundur dan mencari Tuhan.

> The power of kepepet
Saat tersudut ada kekuatan yang keluar. Padahal kepepet (tersudut) itu tidak enak.

Ilustrasi
Saat keuangan mepet, keinginan kita dibatasi oleh jumlah uang. akan mulai melihat kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya tak terlihat saat kondisi longgar.

Saat ada masalah, orang yang tidak biasa cari Tuhan akan mencari teman atau peluang lain. Ini sikap yang salah, karena artinya teman kita menggantikan posisi Tuhan. Seharusnya yang pertama dicari adalah Tuhan. Hubungan kita dengan Tuhan itu pribadi, tanpa ada orang lain sebagai perantara.

Siapa diri kita sebenarnya: Respon pertama yang muncul di hati sebelum dipikir.

Tuhan dekat dengan orang yang hatinya hancur/ patah (Mzm 51: 19-21)
Wanita ini najis, yang disentuh harusnya ikut najis. Tapi saat menyentuh Yesus justru dia sembuh.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51: 19)

Tuhan sifatNya penuh kasih, dan ingin selalu menolong. Saat seseorang hancur hati, Tuhan seperti mendekatinya. Segera ceritakan pergumulan kita pada Tuhan.

Bahkan tindakan iman yang desperately wanita pendarahan ini mampu mengintervensi jadwal pelayanan Tuhan Yesus. Mampu membuat Tuhan Yesus berpaling kepadanya. Jadwal pelayanan Yesus sebenarnya (Mrk 5: 21-25) adalah jadwal pelayanan Tuhan pada anak Yairus.

3. Kasih Karunia dan kebenaran ada dalam Tuhan Yesus
Di jaman sekarangpun kita bisa menjamah Yesus.

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. (Yoh 1: 15-17)

Saat Yesus berjalan, Dia penuh kasih karunia demi kasih karunia. Maka saat wanita itu menjamahNya, kasih karunia keluar dari Yesus dan menyembuhkan wanita ini.

Alami persekutuan kehidupan yang lebih nyata dalam perjamuan kudus.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” (Yoh 6: 47-51)

Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap- tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita. (1Kor 11: 27-31)

Ada kuasa dalam perjamuan kudus: pemulihan, kesembuhan, kekuatan baru
Dalam perjamuan kudus kita bisa menjamah tubuh Tuhan

Saat kita butuh pertolongan Tuhan, ambil tubuh dan darah Tuhan. Tapi jangan di-mistik-kan. Saat kita satukan hati berdoa untuk roti dan anggur, maka selama perjamuan kudus, roti dan anggur jadi tubuh dan darah Kristus.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878-3377-8822