Rabu, 08 Januari 2014
Sesi 04: Pelitaku Tetap Menyala
Seminar Bisnis dan Akhir Jaman – Januari 2014
Petrus Agung

Apapun yang kelak akan Tuhan berikan kepada kita, tidak boleh membuat kita melekat pada dunia. Saat Tuhan datang, hati kitalah yang mempertimbangkan: ingin Tuhan atau ingin dunia. Jika hati kita cenderung pada dunia, maka tarikan Tuhan tidak akan mempan, dan kita akan tertinggal.

Hati kita harus melekat pada Tuhan, bukan pada yang duniawi

Mat 25: 1-13 – Ini perumpamaan kedua yang berkaitan dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Dikatakan gadis yang bijaksana dan yang bodoh, tapi tidak ada yang dikatakan jahat.

Di masa menjelang Tuhan datang, kita harus kerjakan tugas-tugas kita dengan maksimal, dan tidak bermalas-malasan.

Di perumpamaan seperti terbagi 2: 50% bijaksana, 50% bodoh. Tidak dikatakan 90%-10% atau prosentasi lain. Ini seperti penyakit “kebodohan” yang mewabah di kalangan anak-anak Tuhan. Ada sesuatu yang membuat terjadinya kebodohan secara masal.

Jika kita ingin pelita kita tetap menyala, maka kita tidak boleh bodoh! Karena kebodohan memadamkan banyak hal dalam hidup kita.

For as he thinks in his heart, so is he. (Ams 23: 7a, Amp)

Thinks = menghitung/ Kalkulasi = שׁער = sha’ar (H8176) : seperti orang yang membuka gerbang (open, to act as gate keeper).
Kita akan menjadi sesuai kalkulasi/ hitungan di jiwa kita. Kalkulasi di jiwa itu seperti membuka gerbang bagi hidup kita. Kebodohan adalah saat kita salah menghitung apa yang ada di jiwa kita.

Kesaksian:
Ibu p Agung pernah bertemu sorang peramal. Dia ramalkan p Agung akan jadi jutawan. Setelah lahir baru, perkataan itu dipatahkan, karena jutawan tidak pernah bisa punya uang dalam skala milyar.

Apapun yang kita aminkan, kita akan jadi seperti itu.

P Agung hadiah mendapat ultah berupa buku dari anak-anak bu Lisa-Jakarta. Judulnya: “Cara Berfikir Seorang bilioner”. Buku itu berdasar sebuah riset. Teori di bab 1 buku itu: T -> F -> A = R
Tought (pemikiran) kita akan mempengaruhi feeling (perasaan). Apa yang kita rasa itu akan membuat kita bertindak (action). Lalu tindakan itu akan memberikan hasil (result). Ini cara kerja manusia secara umum.

Saat tidak ada kebodohan, maka tidak ada orang miskin di antara kita

Tetapi dari riset tentang kepribadian dan keberhasilan seseorang, berkaitan dengan keuangan orang tersebut, ternyata ada satu faktor yang terabaikan dalam teori di atas. Faktor itu adalah: P (past programming), yaitu sesuatu yang sudah terprogram di masa lalu.
Faktor P: apapun yang kita dapatkan saat kita kecil hingga remaja: apa yang kita dengar, model kehidupan yang kita lihat, kejadian-kejadian yang kita alami, dll. Semua itu mempengaruhi bawah sadar/ sub-concious kita. Faktor ini ternyata begitu dominan dan mengalahkan logika kita.

Contoh:
Orang yang di bawah sadar berfikir bahwa kerja adalah seni, di kehidupan nyata ternyata tidak mendapat gaji.
Ada lagu-lagu rohani lama yang semua di fokus-kan ke surga. Ini membuat orang Kristen jadi miskin. Padahal jika kita diberkati, kita bisa melakukan banyak hal yang Tuhan perintahkan.
Pepatah-pepatah kuno yang baik, tapi mempengaruhi bawah sadar kita, dan ujungnya mempengaruhi seberapa besar kita terima berkat:
urip mung mampir ngombe (hidup hanya mampir minum).
sing penting dapure ngepul (yang penting dapur berasap).

Dalam kehidupan, ada orang-orang yang menabrak logika yang ada. Ini karena ada yang tersimpan di bawah sadar kita. Bagian di bawah-sadar kita ini seperti thermostat (pengukur suhu). Ada titik yang merupakan batasan bagi kita untuk mencapai sesuatu. Berapa “thermostat” kita tentang berkat?

Kita harus sering diingatkan tentang apa yang Tuhan mau dalam hidup kita.

Model kehidupan yang kita lihat juga mempengaruhi cara fikir kita.
Contoh:
P Agung melihat sejak masa mudanya: pendeta hidupnya susah, puasa karena terpaksa, menjadi pendoa bagi orang-orang kaya. Saat lahir baru dan jadi hamba Tuhan, apa yang p Agung lihat bertahun-tahun itu membayanginya. P Agung tidak mau terima gambaran itu sebagai kebenaran. P Agung baca buku Keneth Hagin tentang iman. Hingga p Agung sampai pada kesimpulan bahwa jika mengerti tentang iman, hidupnya tidak akan susah.
Suatu kali p Agung menemani pdt Jeremia Rim saat antri tiket pesawat. Saat akan membayar tiket pesawat, p Agung lihat bahwa uang di dompet ps Rim sangat banyak. Hal ini menghancurkan kesimpulan bawah sadar p Agung yang semula. P Agung sampai pada kesimpulan bahwa hamba Tuhan juga bisa hidup diberkati.

Masing-masing kita punya peristiwa-peristiwa berbeda dalam kehidupan, dan itu membentuk kita.

Ada atmosfir yang mengelilingi dan mempengaruhi kita, menabrak semua logika normal, dan bisa membuat berkat seolah menjauh dari kita.

Ingat bagaimana masa kecil kita, lawan semua yang negatif dengan deklarasi firman Tuhan!

Kita harus belajar dan baca firman Tuhan terus-menerus karena itu akan membersihkan jiwa kita. Perkataan p Yusak yang juga mempengaruhi p Agung: mau surga dan juga mau menikmati dunia.

Cek apakah yang menghalangi kita selama ini adalah past-programming kita, lalu patahkan. Contoh:
Ada yang melihat keluarga-keluarganya bangkrut di masa tua.
Sejak kecil terbiasa jika sakit sedikit langsung minum obat. Akibatnya sulit terima mujizat kesembuhan.

5 gadis tidak jahat, tapi bodoh. Kebodohan itu karena kalkulasi di jiwanya keliru. Seringkali kalkulasi yang salah itu oleh karena karena pihak lain, pengaruh lingkungan, atau masa lalu kita.
Jangan didik anak dengan cara menakut-nakuti, karena itu merusak past-programing mereka. Tapi masukkan firman Tuhan, karena itu akan membuat mereka kelak jadi bijaksana.

Beda gadis bodoh dengan yang bijaksana:
1. Yang bodoh hanya ber-reaksi, yang bijak punya antisipasi.
Di jaman itu jika mempelai pria terlambat adalah kejadian umum. Maka tindakan tidak membawa minyak cadangan adalah tindakan yang aneh dan bodoh, dan di luar logika.

Banyak anak Tuhan yang karena didikan masa lalu, mencetak sesuatu di pikiran dan jiwa kita, dan membuat banyak orang kehilangan banyak hal yang Tuhan sudah sediakan.

2. Yang bijaksana menggunakan uangnya untuk meyakinkan bahwa saat mempelai datang, mereka siap menyambut karena pelitanya tetap menyala. Yang bodoh menyimpan uangnya.

Pelita adalah tanda kesiapan melakukan apapun yang Tuhan perintahkan

Nyalakan pelita kita di banyak tempat, manfaatkan dan gunakan uang kita secara tepat sesuai yang Tuhan perintahkan.

Tuhan segera datang, mari songsong Dia dengan pelita yang masih menyala

Gift: lentera, mengingatkan bahwa Tuhan segera datang, dan kita harus siap menyongsong Tuhan dengan pelita yang tetap menyala.

Prosentasi tertinggi angket permintaan materi seminar: intim dan mendengar suara Tuhan.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Rabu, 08 Januari 2014
SEMINAR “WADAH YANG BESAR”
Sesi 03: Repture
Seminar Bisnis dan Akhir Jaman – Januari 2014
Petrus Agung

Berbagai perkembangan dunia saat ini sudah menggenapi nubuatan para nabi dan juga Tuhan Yesus tentang hal-hal yang terjadi menjelang kedatangan Tuhan yang kedua. Jika kedatangan Tuhan masih tertunda, kita harus melihatnya sebagai sebuah kesempatan dan anugerah yang Tuhan masih berikan, sehingga kita bisa memperbaiki hidup, mempersiapkan diri, dan berbuah lebih banyak. Sehingga saat Tuhan datang yang kedua kalinya, kita akan melihat kemuliaanNya.

Gereja harus selalu diingatkan dari waktu ke waktu bahwa dunia kita tidak selamanya seperti ini, tapi akan ada perubahan yang luar biasa, yang diawali dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.

Mat 24: 31-44
Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. (Mat 24: 31)

Ay 31 tergenapi di tahun 1948, ketika Israel yang dilambangkan sebagai pohon ara, berhasil muncul sebagai negara yang berdaulat. Ini berarti waktunya sudah dekat dan sudah di ambang pintu.

Ay 34 – Yang dimaksud dengan “angkatan ini” adalah angkatan dari pohon ara yang mulai bertunas. Ada berbagai teori yang berkata 1 angkatan adalah sekitar 40, 50, 70 atau 80 tahun. Jika kita gunakan 80 tahun, maka 1948 + 80 = 2028. Ini hanya tafsiran, karena Alkitab berkata bahwa tidak ada yang tahu hari dan jamnya. Tapi Alkitab tidak berkata bahwa kita tidak bisa mengetahui tahun-nya.

Di akhir 2005, saat KKR pertama Bahtera, seorang anak Tuhan dari kota lain diperintah Tuhan datang pagi-pagi ke Holy Stadium. Di HS dia mendapat penglihatan sebuah Bahtera yang sangat besar. Maka Bahtera bukan sekedar nama, tapi merupakan tugas bagi kita. Selama hampir 9 tahun Bahtera dibuat Tuhan jadi begitu profetis. Apa yang kita tarikan, deklarasikan, itulah yang terjadi. Semakin hari masa antara Firman dan penggenapannya semakin pendek, mereka yang bisa menyambar dengan cepat akan mengalami percepatan Tuhan.
Ini artinya Tuhan sedang benar-benar membangun Bahtera-Nya di akhir jaman.

Saat Tuhan datang, kita harus didapati sedang melakukan tugas kita.

Ay 40 – pada waktu seperti jaman Nuh akan terjadi pengangkatan/ repture.

Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (Mat 24: 40-41)

Ini berarti ada orang yang akan ditinggal, dan ada yang akan dibawa.

Hati Bapa: Tidak ada bapak yang tega menyerahkan anak-anaknya kepada musuh untuk disiksa.

Tuhan selalu menawarkan keselamatan kepada manusia. Jangan hidup di luar Bahtera-Nya Tuhan yaitu Yesus, karena Tuhan rindu semua anak-anakNya menikmati kebahagiaan kekal bersama Tuhan.

Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya. (Why 11: 2)

Ada bagian halaman Bait Suci yang sengaja diserahkan. Ini berarti orang Kristen model “halaman” yang harus mengalami masa aniaya besar.
Jika hidup kita terlalu duniawi dan hanya fokus ke dunia, maka akan ada masanya kita bisa memiliki semua yang ditinggalkan oleh mereka yang terangkat. Dengan kata lain kita tidak terangkat.

Fokus kita harus pada Tuhan, karena Tuhan tahu siapa yang hatinya cinta dan merindukan Dia ! Tapi kita juga hidup di dunia dengan cara yang wajar.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. (1 Kor 15: 51-52)

Tidak semua kita akan mati. Saat nafiri terakhir dibunyikan, akan ada orang hidup yang mendapat tubuh baru. Sedangkan yang sudah mati dibangkitkan dengan tubuh yang tidak bisa binasa. Tubuh baru seperti yang dimiliki Yesus: bisa disentuh, bisa komunikasi, bisa makan, bisa tembus tembok, tapi tidak bisa binasa dan tidak bisa sakit.

Saat inilah waktunya membawa orang-orang kepada Tuhan, sehingga kelak tidak ada penyesalan karena kita melewatkan kesempatan untuk membawa mereka kepada Tuhan.

Mimpi p Agung minggu pagi:
P Agung berdiri di tengah gerbang besar. Tampak Tuhan Yesus, menggandeng 2 orang di tangan kanan dan kiriNya. Orang yang digandeng ini menggandeng orang yang lain lagi, orang selanjutnya menggandeng orang yang lain lagi, hingga jumlahnya begitu banyak.
Tuhan mau percayakan banyak jiwa-jiwa kepada p Agung. Walau gerbang kita besar, tapi ternyata tidak cukup besar untuk jumlah besar yang masih ada di luar.

Gandeng 1 atau 2 orang yang belum kenal Yesus, lalu bawa kepada Yesus!

Tuhan Yesus ingin semua orang diselamatkan dan tidak ada yang binasa!

1Tes 4: 15-18
Saat Tuhan datang kedua kali, yang pertama terjadi adalah kubur dari mereka yang milik Yesus akan terbuka, dan mereka bangkit. Kubur yang tiba-tiba terbuka itu adalah tanda bagi mereka yang hidup bahwa ada sesuatu terjadi. P Agung memperkirakan rentang antara tanda ini dengan pengangkatan hanya berjarak beberapa detik.

Mat 27: 50-53 – Orang di jaman Yesus sudah pernah melihat hal ini terjadi: kubur terbuka, orang kudus bangkit dalam jumlah yang cukup besar, dan menampakkan diri di kota kudus.

Kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat singkat. Maka kita harus meng-kalkulasi hidup seperti apa yang akan kita jalani.

Tahun ini akan terjadi 2 kali bloodmoon (gerhana bulan). Dalam 1000 tahun sudah terjadi 3 kali, tahun ini adalah yang ke-4. Semua berkaitan dengan orang Yahudi, dan terjadi pada hari raya Paskah dan hari raya Tabernakel.
Abad 14 Pengusiran orang Yahudi dari Spanyol.
1948 – Israel merdeka sebagai suatu negara.
1967 – Yerusalem direbut Israel setelah perang 6 hari.
Tahun ini, bloodmoon terjadi sekitar April dan Oktober, dan ini akan menciptakan tanda bagi orang Yahudi. Secara prinsip perdamaian antara Israel-Palestina sudah disepakati.

Perkembangan politik Eropa: Austria baru saja melantik menlu berusia 27 tahun. Dia dikenal sebagai orang yang jenius dan tampan. Dia bisa mendamaikan imigran timur-tengah dengan masyarakat asli Austria. Austria diyakini para ahli sebagai bagian dari suku Dan yang hilang. Suku ini yang pertama kali menyembah berhala, dan tidak disebutkan di kitab Wahyu.
Antikris akan meniru Yesus secara keseluruhan. Yesus memulai pelayanan berusia 30 tahun.
Ada kemungkinan menlu Austria ini akan bisa mendamaikan timur-tengah dalam 3 tahun ke depan.

Klip gambaran pengangkatan

Renungkan: dimana kita berada saat repture terjadi? Terangkat atau tertinggal?

Altar call dan re-commitmen bagi:
Mereka yang belum terima Tuhan Yesus
Mereka yang hidup jauh dari Tuhan
Mereka yang kehidupan doanya kacau
Mereka yang hidup semaunya sendiri
Mereka yang tidak yakin akan ikut terangkat dalam repture
Mereka yang sudah lama tidak ke gereja

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Minggu, 06 April 2014
Save Indonesia
Petrus Agung

Saat Tuhan memberitahukan Abraham tentang yang akan terjadi di Sodom, itu belum keputusan final. Tuhan beri kesempatan Abraham untuk mempertahankan Sodom semaksimal mungkin. Hal ini juga dialami Bahtera. Tuhan beri kita kesempatan untuk menentukan nasib Indonesia. Tuhan tunjukkan berbagai ancaman untuk Indonesia: banyak gunung berapi akan meletus, akan ada upaya pemecah belah, bahkan hingga terjadi pertumpahan darah.

Peneguhan dari hal di atas:
Seorang di luar Bahtera yang bertobat 10 tahun yang lalu, dia mendapat karunia mimpi dalam bentuk asli dan bukan perlambang. Dia sudah mendapat mimpi tentang tsunami Aceh dan lumpur lapindo. Tapi karena sebelumnya tidak punya komunitas, dia tidak lakukan apa-apa. Kali ini orang ini mimpi tentang gunung-gunung yang meletus, dan salah satunya gunung Anak Krakatau, dan dampak letusannya akan sangat besar. Orang ini juga bermimpi melihat pertumpahan darah.

Jika Tuhan memberitahukan manusia tentang suatu bencana, sebenarnya itu berarti masih bisa dibatalkan, dicegah, minimal dikurangi dampaknya.

Berkaitan dengan semua hal yang didapat tersebut, maka kita harus mendoakan bangsa kita. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah mematok bagian tengah Indonesia:
Untuk seluruh wilayah Indonesia, darat dan laut, titik tengahnya adalah selat Makasar (antara pulau Sulawesi dan pulau Kalimantan). Dikerjakan oleh p Luky dari Mahanaim, p Yohanes Temanggung, dan bu Ribka (Tim 1).
Untuk wilayah daratan saja, titik tengahnya adalah sebuah gunung di Kalimantan Tengah, dekat Palangkaraya (Tim 2).

Tim 1 berangkat dari Mamuju, Sulawesi Barat, dikawal oleh 4 aparat. Selat Makasar dikenal sebagai “segitiga bermuda” Indonesaia. Banyak kecelakaan di daerah itu: jatuhnya Adam Air, tenggelamnya kapal Tampomas. Di daerah itu magnetik-nya kuat, tidak ada sinyal apapun.
Mobil dari tim 2 menabrak motor, dan pengendaranya terpental. Mobil dan motor rusak. Pengendara motor sempat pingsan, tapi setelah didoakan lalu bangun dan hanya luka ringan. Setelah itu tim 2 tidak bisa komunikasi karena tidak ada sinyal. Lama perjalanan harusnya 12 jam, dengan menumpang mobil proyek bisa ditempuh hanya dalam 5 jam.

2 tim belum kembali sesuai jadwal. Tim 1 kehabisan bahan bakar, sehingga hanyut hingga bergeser mil dibanding posisi yang seharusnya. Tim pencari baru berangkat jam 8 pagi, tapi setelah 1 jam balik lagi karena ombak besar dan salah satu mesin mati. Helikopter yang akan disewa terjebak badai, mendarat di bukit, dan tidak bisa menembus awan. Kapal cepat yang akan dikirim tim SAR kehabisan behan bakar, dan perlu 4 jam untuk beli di kota lain. Akhirnya yang diberangkatkan untuk mencari: kapal perang AL dan pesawat F16 AU.
Pertolongan Tuhan: Tim 2 yang di gunung tinggal di rumah salah satu pemimpin desa. Tim 1 yang di laut ditolong dan ditarik oleh kapal nelayan, setelah bu Ribka berteriak-teriak minta tolong.
Semua ini dilakukan karena kita sedang menghadapi sesuatu yang sangat serius bagi bangsa Indonesia.

Apapun yang akan Tuhan kerjakan terhadap suatu bangsa, selalu ada ukurannya. Dan dilambangkan dengan cawan.

Kej 15: 13-16
Saat akan membentuk bangsa Israel, rahimnya di Mesir, disemai selama 400 tahun dan diperbudak. Selama perbudakan mereka tidak dibayar, saat keluar dari Mesir mereka merampasi kekayaan orang Mesir. Tuhan tidak semena-mena dengan menyingkirkan bangsa Kanaan, tapi dalam keadilanNya itu tidak dilakukan karena kedurjanaannya belum genap.

Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genapTetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap (Kej 15: 13-16)

Jika suatu bangsa bersikap durjana, tapi seolah-olah tidak ada dampaknya secara langsung, itu karena cawan/ takaran Tuhan belum penuh.

Saat Tuhan hendak memusnahkan sebuah bangsa, ada ukuran kedurjanaan dan kejahatan yang harus digenapi. Sebaliknya untuk menyelamatkan dan mengubah suatu bangsa, maka diperlukan takaran tertentu yang harus dipenuhi.

3 takaran/ cawan yang harus kita perhatikan:
1. Cawan doa
Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus. (Why 5: 8)

Doa kita diukur dan ditimbang dengan sebuah cawan emas yang dipegang oleh para tua-tua. Saat cawan penuh dan naik ke hadapan Tuhan, maka akan dilemparkan ke bumi dan menghasilkan kegerakan yang luar biasa.

Why 8:1-5

Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi. (Why 8: 4-5)

Untuk mengubah bangsa Indonesia, kita harus penuhi cawan doa kita, minta Tuhan ubah dan selamatkan bangsa Indonesia. Jika kita tidak ikut berdoa, maka cawan doa tidak segera penuh. Jika cawan itu tidak penuh, tidak ada alasan bagi Tuhan untuk bergerak menyelamatkan bangsa kita, karena tanggung-jawab mendoakan bangsa ada di tangan kita.

Keep on asking and it will be given you; keep on seeking and you will find; keep on knocking [reverently] and [the door] will be opened to you (Mat 7: 7, AMP)

Kita diajarkan untuk tidak jemu-jemu berdoa karena itu mengisi cawan doa kita. Jika dalam pergumulan, doa kita belum dijawab, kita harus terus berdoa karena takarannya belum penuh. Jika yang kita berdoa untuk orang lain, atau hal yang lebih besar seperti kota atau bangsa, maka takarannya beda.

dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga- jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus- putusnya untuk segala orang Kudus, (Ef 6: 17-18)

Ada doa dan permohonan yang harus kita naikkan tanpa putus, supaya cawan doa itu penuh.

Pilih salah satu hari dalam seminggu hingga pemilihan Presiden, untuk doa-puasa bagi bangsa Indonesia, supaya cawan doa penuh.

2. Cawan deklarasi
and has made us kings and priests to His God and Father (Why 1: 6a, NKJV)

Tuhan membuat kita menjadi raja-rajaNya dan imam-imamNya.

And have made us kings and priests to our God; And we shall reign on the earth (Why 5: 10, NKJV)

Menjadi imam-imam dan raja-raja dari Tuhan adalah mandat dan destiny kita. Artinya kita diberi kehormatan dan mandat oleh Tuhan untuk ikut menentukan apa yang terjadi pada bangsa kita.

Jika kita diam, maka setan akan meraja-lela. Tapi jika imam-imam dan raja-raja bertindak, maka hasilnya akan luar biasa!

Kekuatan imam-imam dan raja-raja: yang mereka ucapkan akan terjadi !

Raja-raja mengucapkan hal-hal yang berkaitan dengan kejadian-kejadian di dunia. Imam-imam mengucapkan hal-hal yang berkenaan dengan kerohanian seseorang.

You will make your prayer to Him, and He will hear you, and you will pay your vows. You shall also decide and decree a thing, and it shall be established for you; and the light [of God’s favor] shall shine upon your ways (Ayb 22: 27-28, AMP)

Kita akan memutuskan (decide) dan mendeklarasikan (decree) sesuatu, dan itu akan terjadi. Doa adalah tugas imam di perjanjian lama. Sedangkan decide and decree adalah tugas seorang raja.

And since we have the same spirit of faith, according to what is written, “I believed and therefore I spoke,” we also believe and therefore speak (2Kor 4:13, NKJV)

Percaya (beliving) dan berkata-kata (speaking): apa yang kita percayai, itu yang kita katakan !

Contoh:
Tuhan ubah nama seseorang supaya nasibnya berubah. Abram jadi Abraham, Sarai jadi Sara.
Beberapa anak peserta red carpet tidak punya biaya untuk ke luar negeri, mereka menulis nama negara, ditempel di dinding, dan memperkatakannya. Akhirnya mereka bisa berangkat.
Perwira Romawi minta Yesus berkata, maka hambanya sembuh.

Jangan biarkan dekrit orang lain menguasai hidup kita:
Saat orang berkata kita “seperti orang susah” – katakan “aku orang paling berbahagia”
Saat orang berkata “wajahmu tidak meyakinkan” – katakan “sedang dalam proses perubahan yang luar biasa”
Saat orang berkata “kamu koq selalu sial?” – tolak dalam nama Tuhan Yesus, “aku orang yang diberkati dan berkelimpahan”.
Saat orang berkata “Indonesia gawat“ – balikkan “Indonesia akan jaya, mulia, dan dilawat Tuhan dengan luar biasa!”

Tujuan Tuhan memberikan radio Rhema adalah supaya Firman disampaikan dan udara dipenuhi kebenaran. Deklarasikan Firman Tuhan setiap kali memasuki tempat kerja/ usaha kita.

Kita bukan mengingkari fakta yang tidak baik, tapi kita menetapkan hal sebaliknya yang dari Tuhan.

3. Cawan Kebaikan
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan,tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!(Rm12:21)

Keributan, kerusuhan dan huru-hara adalah kejahatan. Benih-benih kejahatan: dikecewakan, tertipu, marah, dikhianati, tertindas, dll. Benih ini bisa dipadamkan dengan kebaikan.

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! (Fil 4: 5)

Yang harus kita lakukan:
Gerakkan semua di sekitar kita untuk berdoa dan berpuasa bagi bangsa.
Deklarasi bagi bangsa dan bagi diri sendiri!
Lakukan/ tebar kebaikan:
Anak sekolah membagikan mainan kepada yang tidak mampu
MK membagikan makanan di jalan-jalan
Jaringan impact: membagikan sarung di daerah yang paling miskin di lokasi masing-masing. Sarung asosiasi dengan ibadah. Bangsa kita perlu “di-sarungi”, supaya malu untuk berbuat buruk (korupsi dll)

Pengumuman:
Yang tergerak: beli sarung, kumpulkan ke gereja, gereja yang akan menyalurkan. Hubungi: Samuel Elisa Purnomo (081 805 82 000 3). Bagi yang akan menyumbang dalam bentuk uang ke rekening BCA 898 500 8091 a/n Samuel Elisa Purnama. 1 pcs harganya 20 ribu.
Seminar 1 dan 2 Mei, souvenirnya replika cawan.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Jumat-Sabtu-Minggu, 28-29-30 Maret 2014
Its my Time
John Avanzini

Petrus Agung
Kairos
Yesus sering sembuhkan banyak orang yang sakit dalam suatu peristiwa. Di tepi kolam Betesda banyak orang yang sakit, tapi kairos saat itu hanya untuk 1 orang. Hari ini mata Tuhan sedang tertuju kepada pribadi, dan Tuhan bertanya kepada masing-masing kita: “maukah engkau sembuh?”

Banyak orang pergi ke gereja, tapi tidak punya level iman yang cukup untuk berkata: “ini hari-ku !”, “aku terima mujizatku hari ini”, dan “tidak kubiarkan berkat itu tercecer !”.

Noise dan Voice
Kata noise dan voice mirip. Voice adalah suara yang bermakna, noise adalah suara tanpa makna. Ada banyak noise di sekitar kita: suara-suara yang bukan dari Tuhan, maka kita harus belajar mengabaikannya.
Suatu kali Yohanes Pembabtis membabtis Yesus, Dia kenali Yesus sebagai Mesias. Saat keluar dari air banyak orang mendengar suara petir menyambar-nyambar, itulah noise yang tidak ada artinya. Tapi Yohanes Pembabtis dan Yesus mendengar voice dari Bapa: “Inilah anakKu yang Ku kasihi”.

Bartimeus yang buta mengemis di gerbang Yerikho. Kota Yerikho dikutuk Yosua, Timeus artinya anak haram. Bartimeus artinya anak haram yang mengemis di depan kota terkutuk. Suatu hari dia mendengar noise, dia bertanya apa yang terjadi. Ada noise lain yang berkata bahwa itu adalah Yesus dari Nazaret. Di Nazaret Yesus tidak bisa melakukan mujizat apapun, ditolak oleh keluarga dan kampungnya. Tapi di antara begitu banyak noise, ada voice dari Tuhan: itulah Yesus anak Daud.

Pilihlah untuk mendengar voice: suara Tuhan, abaikan semua noise yang lain!

Saat Yesus menyampaikan kebenaran, banyak orang meninggalkannya. Tapi murid-murid tetap tinggal. Yang meninggalkan Yesus mendengar noise, murid-murid yang tinggal mendengar voice .

Respon
Banyak janda di Israel, tapi saat kekeringan, Tuhan utus Elia ke janda Sarfat. Sarfat adalah kampung halaman Izebel. Di ujung cerita ada mujizat: tepung dan gandum milik janda itu tidak pernah habis. Raja Ahab dan Izebel berkata pada seluruh Israel bahwa kekeringan selama 3 tahun itu adalah karena Elia. Berita ini meracuni hati orang-orang Israel. Maka jika saat itu Elia meminta makan pada salah satu keluarga di Israel, dia akan ditolak, karena dia dianggap penyebab terjadinya kemarau.

Seberapa besar mujizat terjadi tergantung seberapa kita merespon.

Samaria dikepung musuh selama beberapa waktu, hingga terjadi kelaparan. Saat nabi mengatakan bahwa besok terjadi kelimpahan, seorang perwira mentertawakan. Akibatnya saat kelimpahan itu datang, perwira itu hanya lihat dan tidak ikut menikmati, malah mati terinjak-injak.

unbelieve is deadly – ketidakpercayaan itu mematikan! Jangan biarkan setan melemahkan hidup kita!

John Avanzini
Tuhan mengutus ps John untuk alasan yang sangat spesial: sesuatu yang sangat dahsyat akan terjadi. Gereja ini memasuki hari yang baru. Dan itu juga muncul dalam hidup kita. Sejak hari ini hingga akhir tahun ada 1 proyek yang baru: yaitu kita masing-masing sebagai pribadi. Tuhan akan bergerak dengan cara yang sama-sekali baru. Tuhan melihat semua yang sudah gereja lakukan bagi semua lapisan yang membutuhkan, maka Tuhan berkata bahwa sudah waktunya menerima hadiah.

Saat ada orang banyak mengikuti Yesus. Tapi seorang wanita menerobos dan meraih ujung jubah Yesus. Wanita itu berkata bahwa “itu waktuku!, aku akan memperoleh apa yang aku inginkan”

Kita selalu berfikir sebagai kelompok, tapi hari ini spotlight surga tertuju kepada masing-masing pribadi, bukan kelompok. Mulai hari ini hingga 9 bulan kemenangan. Ini tidak ada hubungan dengan iman ps john, tapi iman jemaat untuk percaya bahwa ini adalah waktu kita pribadi.

Ini adalah waktu kita, bukan sebagai kelompok, tapi sebagai pribadi.

Yes 43: 18-21
“Jangan ingat-ingat hal-hal yang dahulu” – ini bukan hanya melupakan hal-hal buruk, tapi juga yang baik di masa lalu. Hal-hal yang baik di masa lalu tidak sebanding dengan apa yang akan kita alami segera. Apa yang di masa lalu terlihat besar, akan terlihat kecil saat kita terima hal baru di depan kita. Tuhan akan buat sesuatu mujizat yang besar, dan kita tidak akan terkejut karena kita sudah tahu. Segala sesuatu akan berubah sejak hari ini dan selanjutnya!

Ada standart baru untuk mujizat yang akan kita terima segera.

Mujizat kita tidak hanya terjadi 1 kali (event), tapi dalam siklus (cycle) yang terus terjadi. Hal ini hanya terjadi pada mereka yang tahu bahwa ini adalah waktu baginya.

Ay 19 – sesuatu yang baru akan muncul, mujizat akan mengejar kita, dan kita tidak perlu bersusah-payah untuk mendapatkannya.

Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu. (Ul 11: 24)

Allah memerintahkan kepada Abraham untuk menjalani negeri, dan dimanapun yang dia jalani- jadi miliknya. Karena kita di dalam Kristus, maka kita juga benih Abraham, dan juga berhak mendapat janji yang sama. Dunia menuju resesi besar, tapi kita akan ada di puncak gunung Tuhan. Setiap tanah yang kita injak akan menjadi milik kita. Bukan Tuhan yang menentukan berapa besar berkat yang kita terima, tapi kitalah yang menentukannya.

Ay 25 – iblis berkata bahwa dia punya kuasa. Tapi kita harus berkata balik: “kami tidak takut, dan iblis harusnya takut pada kami”. Semua kuasa kegelapan akan ketakutan karena kuasa Roh Kudus yang kita bawa. Tidak ada musuh yang bertahan di hadapan kita, musuh kita akan ada di bawah kaki kita.

Ul 28: 2-8
Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu (Ul 28: 2)

Sejak hari ini, saat kita melangkah, berkat akan mengikuti dan mencari kita. Kesembuhan terjadi, kelimpahan mengalir.

Ay 3a – bisnis ada di kota, tersedia bagi semua pengusaha muda.
Ay 4 – Tuhan sedang mengirim kemakmuran ke dalam kehidupan kita.
Ay 5 – keranjang/ bakul adalah transaksi harian kita. Mujizat ini tidak hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari, tapi juga untuk masa depan: tabungan, investasi, rumah, kendaraan, dll.
Ay 7 – musuh ketakutan melihat kedatangan kita.
Ay 8 – Tuhan memerintahkan berkat ke atas kita. Firman Tuhan ini seperti terang: bergerak cepat mengusir kegelapan.

Im 26: 5 – ada siklus panen. Setelah memanen kacang-kacangan, anggur siap dipanen. Setelah anggur selesai di panen, gandum siap dipanen. Artinya: panen yang terus-menerus.

Supaya ada panen yang terus-menerus, harus ada taburan yang terus menerus

Setiap pagi kita harus menyadari bahwa:
1. Musuh ada di bawah telapak kaki kita.
2. Kita berjalan di dalam janji-janji Tuhan.
Untuk itu ps John memberikan “talking shoes” (sepatu yang berbicara):
Stiker E artinya enemy (musuh) : rekatkan di bagian dalam sepatu kiri.
Stiker P arinya promise (janji) : rekatkan di bagian dalam sepatu kanan.
Maka setiap kali kita melepas dan memasang sepatu, sepatu itu akan “berbicara” :

engkau akan menginjak musuh, dan melangkah dalam janji-janji Tuhan.

Kita akan menjalani seluruh negeri, dan di setiap tempat kaki kita menjejak, akan menjadi milik kita.

Petrus Agung
Mujizat finansial tidak berkaitan dengan profesi: pendeta atau pengusaha.

Tidak ada hal yang kita tuai yang tidak kita tabur

Petani Indonesia berfikir bagaimana bisa panen setiap hari. Sebagai contoh durian di Indonesia hanya panen 2 kali setahun. Tapi di Thailand tersedia durian setiap hari.

Seorang rekan bercerita bahwa dia bisa membuat supaya panen setiap hari: setiap hari menanam benih yang berbeda, di tempat yang berbeda. Dia menanam tanaman yang jangka waktu panen pendek, tapi juga yang waktu panen panjang. Misal: apel dan mangga, harus bertumbuh jadi pohon terlebih dulu sebelum bisa dipetik hasilnya. Petani yang tidak menabur benih akan menuai rumput liar.

Saat p Agung merefleksi ke belakang, ternyata banyak menabur: membantu bea siswa seorang anak, membayar sewa rumah seseorang, dll. Begitu memberi, lalu terupakan karena berbagai kesibukan. Ternyata ujungnya saat p Agung membutuhkan sesuatu, tuaiannya telah tersedia.

Memberkati harus jadi gaya hidup: mendoakan, mengunjungi yang sakit, hibur yang sedih, memberi makan orang miskin, memberi perhatian, mendukung dana pelayanan, memberi persembahan, dll. Maka suatu hari kita akan menuai dengan luar biasa.

Saat kita berbagi kebaikan, maka suatu saat apa yang kita tabur akan tumbuh dan menghasilkan panen bagi kita.

Amplop persembahan:
1. Persembahan reguler
2. Janji iman untuk menabur benih yang signifikan dalam 30 hari.

Rekening untuk janji iman dan persembahan:
Bca Cabang gang tengah semarang
182 492 7777 a/n Petrus Agung Purnomo

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Minggu, 23 Maret 2014
Seperti Taman Tuhan
Petrus Agung

Kej 13: 1-5
Lot artinya sebuah tudung/ covering. Terah dan Lot bukan orang yang dipanggil Tuhan untuk meninggalkan Ur-Kasdim menuju tanah perjanjian. Tapi karena di awal yang memimpin adalah Terah, maka Lot ikut dibawa.

Ay 1 – Saat berangkat- Lot ada dalam/ di bawah covering Abraham.
Ay 5 – karena kebersamaan dengan Abraham, maka Lot mempunyai ternak dan kemah.
Dua ayat ini adalah cara Tuhan berbicara bahwa Lot mendapat semua yang dimilikinya karena berada di bawah tudung Abraham.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, (Mzm 1:1)

Pergaulan dengan orang fasik dan pencemooh tidak akan membawa hasil. Jika kita bergaul dengan orang yang curang, pesimis, maka akan merusak hidup kita, merusak kebiasaan positif kita, dan itu juga akan mempengaruhi destiny kita.

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. (1Kor 15: 33)

Lot bukan orang jahat, tapi orang benar. Kisah ini bicara tentang keputusan yang harus kita ambil dalam kehidupan, dan ini menentukan seberapa jauh perjalanan iman kita bersama Tuhan.

Kesaksian:
Sehabis ikut mendoakan tanah yang sekarang adalah lokasi lokasi Holy Stadium, Ps Jon Avanzini minta diantar ke rumah p Agung. Ps Jon ingin memastikan bahwa orang-orang yang terkoneksi dengan dia juga hidup dalam berkat melimpah dari Tuhan, seperti ps Jon. Ps Jon menyarankan supaya tanah di belakang rumah dibeli. Akhirnya p Agung membeli tanah itu. Setahun kemudian ps Jon khotbah di Jakarta. Ps Jon membiayai pembangunan kolam renang p Agung.

Dengan siapa kita bergaul – itu menentukan seberapa jauh Tuhan bawa hidup kita.
Tuhan sering tidak bisa memberkati kita, karena saat diberkati, justru jadi tinggi hati.

Kej 13: 6-13 – (Ay 6) Begitu kekayaan meningkat, untiy jadi rapuh.

Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora (Kej 13: 10)

Lot diberi kesempatan untuk memilih. Tapi cara berfikir dan memilih Lot salah. Seharusnya sesuai namanya, dia harus hidup dalam covering yang jelas. Di akhir hidupnya semua yang dimilikinya habis. Sejak keluar dari covering Abraham, cara berfikir Lot jadi beda, selalu membuat pilihan yang salah.

Saat kita sering salah membuat keputusan, carilah nasehat dari orang yang lebih bijak.

“Seperti taman Tuhan” artinya taman Tuhan yang palsu, bukan yang sejati.
“Dari Mesir sampai ke Zoar” artinya diawali dari Mesir dan berakhir di Zoar. Di jaman itu Mesir pemilik budaya tertinggi di dunia. Ujung yang dipilih Lot adalah Zoar, yang artinya “kecil, insignifican, biasa saja, nyaris tidak berarti.

Lot seperti menubuatkan masa depannya dengan memilih lembah Yordan. Di Zoar, dalam keadaan mabuk Lot berhubungan dengan 2 anak gadisnya, yang lalu melahirkan Amon dan Moab.

2Ptr 2: 6-8
Selama Lot memilih bersama Abraham, Lot punya segala-galanya dan hartanya bertambah banyak.
Saat ada pertikaian antara gembala-gembala Abraham dan gembala-gembala Lot, seharusnya Lot memerintahkan gembala-gembalanya untuk mengutamakan gembala- gembalanya Abraham. Tapi Lot merasa bahwa semua yang dimilikinya adalah hasil usahanya sendiri. Lot terbiasa hidup dalam covering, dibimbing dan berhasil. Tapi kali ini Lot harus memutuskan sediri, padahal dia tidak terlatih untuk membuat keputusan yang benar.
Lot memutuskan berdasar apa yang dilihatnya saat itu: tanah yang subur. Tapi itu keputusan yang salah karena Sodom kota yang jahat.

Saat hendak membuat keputusan: jangan melihat bagian depannya, tapi ujungnya jadi seperti apa.

Orang yang tidak pernah membuat keputusan, tidak pernah membuat analisa secara daging dan rohani, dan tidak bisa menghitung ujungnya.

Lot tinggal di kota yang penduduknya melakukan hubungan sejenis. Jiwa Lot tersiksa karena melihat kehidupan moral yang bejat. Tapi selain itu ada kesalahan lain dari kota Sodom:

Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan, makanan yang berlimpah- limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada anak- anaknya perempuan, tetapi ia tidak menolong orang- orang sengsara dan miskin (Yeh 16: 49)

Kesalahan Sodom:
1. kecongkakan
Kesombongan mendahului kejatuhan. Kesombongan yang terucap mempercepat kejatuhan.

Kesaksian:
Saat melayani di Palembang, seorang ibu memberi persembahan makanan dan sebuah amplop permohonan doa. Makanan diserahkan kepada gereja lokal karena p Agung besoknya harus ke Batam. Tapi amplop berisi permohonan doa itu disimpan di buku khotbah p Agung. P Agung sangat berhati-hati dan tidak mau mengabaikan permohonan doa dari ibu itu.

Saat Sodom dihancurkan, Lot yang merupakan orang benar, akhirnya hanya punya Zoar.

Meremehkan orang lain adalah salah satu bentuk kecongkakan/ kesombongan. Kita harus waspada terhadap kesombongan. Karena hidup-mati, naik-turun, terangkat-jatuh: mutlak di tangan Tuhan! Maka minta Roh Kudus jagai hati kita setiap saat.

Tuhan senang jika kita sadar bahwa seluruh hidup kita tergantung pada Tuhan

Cara p Agung mengatasi kemarahan: menimbang semua resiko yang mungkin terjadi dialami jika marah, maka artinya p Agung juga menimbang bagaimana reaksi yang harus ada. Yang paling p Agung takuti adalah jika Tuhan tidak suka, apalagi menyakiti hati Tuhan. Kita sudah terima sangat banyak dari Tuhan. Jika kita tahu diri- sebenarnya tidak ada hak bagi kita untuk mengeluh/ komplain.

Usia manusia 70-90 tahun. Apakah kita akan mengisinya dengan keluhan, omelan, gerutu, dll, padahal Tuhan tawarkan yang kekal. Atau kita isi dengan penuh rasa syukur pada Tuhan. Kekhawatiran tidak menambahkan usia kita.

2. Tidak perduli kepada orang lain

Jika kita sombong, hidup hanya fokus pada diri sendiri, maka ujungnya Zoar. Jika kita belajar hidup rendah hati, ujungnya akan berbeda

Artikel psikologi :
Seorang ahli menemukan satu pengobatan hebat bagi orang yang hampir gila: disuruh membagikan makanan di tempat kumuh. Orang yang kena gangguan jiwa mungkin semua berpusat pada diri sendiri. Saat fokus itu dibalikkan ke orang lain, tiba-tiba semua jadi luar biasa.

Yang dilihat setiap hari oleh Lot: amoral, orang sombong, orang yang tidak perduli dan berbagi dengan orang lain. Ujungnya dia hanya dapatkan Zoar.

Mari hidup dalam keseimbangan. Jangan cari yang seperti taman Tuhan, tapi cari taman Tuhan yang sejati, maka hidup kita akan jadi berkat bagi orang lain.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Minggu, 09 Februari 2014
Roh yang Menyala
Nany Susanty

Saat tanda-tanda akhir jaman mulai tergenapi, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan supaya bisa mencapai garis akhir.

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala- nyala dan layanilah Tuhan.
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Rm 12: 11-12)

Kerajinan kita tidak boleh kendor! Sering saat menunggu janji Tuhan, kita jadi letih, roh kita mulai meredup. Kita harus siap dan berjaga-jaga, sehingga mampu melihat tanda-tanda kedatangan Tuhan. Tapi jika kita tidak berjaga-jaga dan lengah, maka kedatangan Tuhan seperti pencuri.

Maklumkanlah hal ini di antara bangsa- bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju! Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau- pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: ” Aku ini pahlawan! ” (Yoel 3: 9-10)

Supaya kerajinan kita tidak kendor, roh kita tetap menyala-nyala, dan kapasitas kita diperbesar:
1. Tempalah mata bajakmu menjadi pedang
Mata bajak berfungsi untuk menggemburkan tanah sebelum ditanami.
Mata bajak berbicara tentang keahlian dan talenta yang Tuhan beri pada kita: profesi, bakat, keahlian, apapun yang ada di tangan kita.

Rutinitas mengakibatkan kebosanan dan kejenuhan, akibatnya kerajinan kita kendor

Tahun-tahun menjelang Tuhan datang, mata bajak kita tidak bisa terus digunakan, tapi harus ditempa jadi pedang. Mata bajak berasal dari besi tebal, keras dan pendek; harus ditempa menjadi pedang yang tipis dan panjang. Fungsi dan bentuknya dirubah. Pedang berbicara tentang ketepatan dan ketajaman.
Kita harus punya ketepatan dan ketajaman dalam segala hal.

Sebelum ditempa, mata bajak harus dipanaskan hingga suhu tertentu, lalu dipukuli hingga bentuk berubah jadi seperti pedang.

Tokoh Alkitab yang mengalami transformasi fungsi talentanya: Yael (Hak 4: 17-21)
Yael artinya kijang yang berkulit halus. Kijang mampu berlari cepat, bisa naik gunung dengan kecepatan tinggi, tahu persis tempat berpijak yang tepat.
Saat peristiwa terjadi, Heber-suami Yael sedang berperang. Mereka adalah orang Keni yang merupakan ipar Musa, artinya keturunan Yetro. Yael adalah ibu rumah tangga, dan pekerjaannya membuat kemah. Dia rajin membuat patok untuk kemah. Dia bisa memasang patok, tahu mana tanah gembur atau keras, lokasi tempat patok bisa terpasang kuat.
Wanita biasanya ngeri melakukan pembunuhan, tapi Yael berani mengambil resiko besar untuk mematok kepala Sisera.

Saat kita menghadapi berbagai persoalan, Tuhan akan membawa kita dari profesi awal ke profesi berikutnya, lalu talenta atau profesi itu bisa kita gunakan, hingga kita menjadi seorang pahlawan.

Kesaksian:
Bu Ribka passion-nya di bidang musik, dan semula mengajar di sekolah musik. Di setiap kesempatan mengajukan permohonan pada Tuhan, bu Ribka selalu minta untuk memiliki sekolah musik. Saat ini bu Ribka dipercaya untuk memimpin dan mengelola sekolah musik Terang Bangsa.

Dalam profesi kita masing-masing: Tuhan akan berikan penambahan dan ketajaman, sehingga mata bajak menjadi pedang.

Kesaksian:
Bu Nany tidak pernah bermimpi untuk jadi notaris, pengkhotbah, dan hamba Tuhan. Bu Nany adalah anak ke-7. Warisan didapat dari kehidupan orang tuanya, dengan memperhatikan dan membantu: berdagang, menjahit kasur dan mengisinya dengan kapuk, dll. Saat kuliah di Bandung, bu Nany belajar mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dalam pelayanan bu Nany dari guru sekolah minggu, Tuhan ubah dan asah semua itu hingga menjadi hamba Tuhan.

2. Tempa pisau- pisau pemangkasmu menjadi tombak
Pisau pangkas jangkauannya pendek, tapi tombak jangkauannya jauh, bahkan bisa dilempar. Maka artinya kapasitas kita harus dikembangkan. Kita di desain Tuhan untuk punya kapasitas yang luar biasa. Banyak kapasitas kita belum tergali, maka harus terus digali.

Tokoh Alkitab yang memperluas jangkauannya: Debora (Hak 4: 4-5)
Debora artinya lebah. Lebah menghasilkan madu yang memberi kemanisan dan kekuatan. Tapi jika diganggu akan menyengat.
Debora adalah salah satu hakim Israel. Di masa itu orang Israel kurang menghargai wanita, tapi orang Israel mengangkat Debora menjadi pemimpin.

Deskripsi Debora dari sebuah artikel:
Debora keturunan Efraim, anak orang yang kaya. Kakak-kakak Debora sudah menikah, ibunya meninggal saat dia di usia 10 tahun. Maka mulai usia itu Debora mengatur semua masalah rumah tangga. Di usia 14 tahun Debora dipinang oleh Lapidot, orang Efraim, tinggal di daerah Betel-Rama.
Debora punya keintiman dengan Tuhan, banyak mengarang puisi, lalu dinyanyikan. Lapidot bangga pada istrinya karena mampu mengurus rumah tangga, suami, dan juga punya keintiman dengan Tuhan. Karena keintiman dengan Tuhan, Debora mendapat hikmat dari Tuhan, sehingga bisa menyelesaikan berbagai masalah. Akhirnya kemampuannya dikenal di seluruh Israel, kemudian orang-orang Israel mengangkat Debora menjadi hakim atas Israel.

Tuhan mau supaya kita punya kapasitas yang lebih lagi dan menjadi berkat

Hak 4: 3 – Secara pribadi kita tidak boleh puas dengan kondisi kita sekarang, tapi harus kembangkan dan perluas lebih lagi.

Hak 4: 6 – Debora sudah mendapat strategi dari Tuhan, dia tidak sembarangan mengatur strategi.
Tentara lawan sangat besar dan punya kereta besi, sementara orang Israel tanpa senjata. Tuhan memerintahkan supaya naik ke gunung Tabor. Gunung Tabor adalah gunung kemuliaan. Sebelum melakukan apapun, kita harus naik ke gunung Tabor, artinya mencari kemuliaan Tuhan.

Tuhan perintahkan pasukan Israel naik dan berkemah di gunung Tabor. menggiring pasukan lawan ke sungai Kison. Sungai Kison berada di lembah dekat gunung Tabor. Sungai Kison tidak terlalu besar, tapi jika hujan turun sungainya meluap. Maka banjir, dan lumpur turun dari puncak gunung. Maka saat itulah israel menyerbu dengan panah dan tombak, sementara kereta-kereta Yabin tidak bisa bergerak.

TUHAN, ketika Engkau bergerak dari Seir, ketika Engkau melangkah maju dari daerah Edom, bergoncanglah bumi, tirislah juga langit, juga awan tiris airnya; (Hak 5: 4)

Israel tanpa kereta, tapi Tuhan bisa melumpuhkan pasukan dengan 900 kereta. Yang pertama kali diserang adalah kudanya. Maka saat di serang, Israel menang.

Perluas daerah, talenta dan pelayanan kita, jangan terpatok pada yang ada saat ini.

Kesaksian:
Seseorang punya hoby utak-utik dan memperbaiki barang-barang yang rusak. Salah satu yang berhasil diperbaiki adalah organ gereja. Saat mendapat mesin laser dari Singapura yang rusak, orang ini bertanya ke produsen mesin itu: bagaimana cara memperbaikinya. Akhirnya dia bisa perbaiki.

Tekuni apa yang ada di tangan kita, jangan berpindah-pindah pekerjaan

3. Baiklah orang yang tidak berdaya berkata: ” Aku ini pahlawan!
Perkatakan yang positif: katakan bahwa bersama dengan Tuhan kita kuat!

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Minggu, 16 Maret 2014
Menang Dalam Penolakan
Victor Purnomo

Mzm 118: 13-14
Daud menulis mazmur dari pengalaman hidupnya. Dalam bahasa Ibrani dikatakan “aku ditolak dan ditolak hingga aku jatuh”. Daud ditolak dengan hebat, tapi Tuhan menolong dia.

Frase “Tuhan adalah mazmurku” artinya Tuhan adalah melodi/ lagu, membuat semua yang semula kacau di hidup kita, jadi sebuah alunan melodi yang begitu bagus, dan mengubah hati Daud dari yang tertolak dan kacau, jadi lagu yang mengalun begitu manis.

Tuhan ingin jadi mazmur bagi kita, membuat kita menang atas segala penolakan dalam hidup kita.

Setiap orang pernah mengalami penolakan: dari pacar, dari kerja, dll. Yang terpenting adalah reaksi kita saat penolakan datang: menyerah atau bangkit, menjadi lemah atau justru menjadi kuat.

Reaksi yang benar saat mengalami penolakan membuat kita mengalami terobosan dalam kehidupan

Hak 11: 1-11
Nama “Yefta” artinya he opens, yaitu orang yang punya kapasitas membuka apapun dalam hidupnya. Yefta berhasil membuka tembok dan pintu yang tertutup dalam hidupnya.

Banyak hal dalam hidup yang berusaha membelenggu hidup kita, sehingga kita tidak bisa bergerak. Kita memerlukan kesanggupan dan kekuatan dari Tuhan untuk menerobos semua yang tertutup.

Ay 1 – yang Tuhan munculkan di awal sebagai predikat Yefta adalah: Pahlawan yang gagah perkasa. Manusia lebih mudah melihat kelemahan dan yang negatif dari orang lain, atau dirinya sendiri. Saat kita melihat kekurangan dan kelemahan kita, kita akan tertekan. Tuhan melihat kita dengan cara yang berbeda. Yang Tuhan pandang pertama dari Yefta bukan kekurangan atau kelemahannya, tapi kelebihan: Yefta mempunyai jiwa pahlawan.

Tuhan selalu melihat semua yang baik pada kita, untuk itulah Dia datang menebus kita.

Yefta punya cap yang tidak bisa dihilangkan dan diubah dari hidupnya: anak pelacur. Tapi bukan berarti dia harus terpuruk dan menerima begitu saja. Dunia dan orang lain bisa memberi cap dalam hidup kita, dan susah untuk lepas dari cap itu: pembohong, penipu, korupsi, dll. Tapi semua itu bisa ditumpuki dengan cap yang baru, sehingga akhirnya orang akan berkata bahwa kita sudah berubah. Saat kita berhasil menerobos tembok dalam hidup kita, cap yang baru akan begitu kuat, sementara cap yang lama melemah.

Kita harus bisa membuka dan menjebol semua belenggu dan batasan dalam hidup kita. Jika kita tidak cukup kuat, maka hidup kita akan terhenti dan tidak berkembang.

Ay 2 – Yefta diusir dari rumahnya, karena tidak disukai saudara-saudara dari ibu yang sah. Yefta harusnya punya hak, tapi hari itu hilang. Dari ayah-ibunya pun tidak ada pembelaan. Yefta pergi dengan hati yang hancur, dan tertolak.

Kita bisa lahir dalam kondisi apapun, tapi jangan sesali itu, kita harus terobos semua penghalang.

Ay 3 – Saat hidup Yefta kosong dan berantakan, yang datang menemani juga orang-orang senasib: yang tidak berarti, tidak berharga, kacau, gagal, yang sia-sia hidupnya. Lalu mereka bersama-sama menjadi perampok. Hidupnya tidak makin baik, tapi semakin hancur berantakan.

Ay 4-10 – Di tengah semua situasi yang berat, bani Amon menyerang daerah Gilead. Orang-orang Gilead tidak mampu menghadapinya, maka mereka meminta bantuan Yefta. Yefta lihat ini sebagai peluang untuk diterima kembali, bahkan menjadi pemimpin. Situasi ini dirancang Tuhan untuk mengubah hidup Yefta. Jika hari itu Yefta menolak, maka dia tidak pernah alami promosi Tuhan, dan namanya tidak ada di Alkitab. Tapi Yefta mengabaikan perasaannya.

Seringkali kemarahan dan kepahitan menghentikan hidup kita.

Jika Yefta tidak mau berperang, dia tetap jadi perampok. Tapi jika berperang melawan Amon, dia belum tentu menang. Ini pilihan yang tidak mudah. Dalam hidup ada pilihan-pilihan yang sukar. Jika kita ambil, ada kemungkinan bagi kita untuk di promosi dan naik tinggi. Banyak orang tidak berani mengambil pilihan yang beresiko. Yang terpenting saat menghadapi suatu pilihan yang sulit adalah minta petunjuk Tuhan sehingga pilihan kita tepat sesuai kehendak Tuhan.

Jangan pilih apa yang enak, tapi pilih apa yang berguna!

Kesaksian:
P Victor dihadapkan pada pilihan untuk berangkat ke bangsa-bangsa, atau tidak berangkat. Biayanya banyak, kesukarannya banyak, tapi apakah kita berani memilih yang sulit?

Orang-orang yang sebelumnya memusuhi dan mengusir Yefta, dibuat Tuhan jadi orang-orang yang mempromosikan hidup Yefta. Tuhan bisa membuat orang-orang yang memusuhi kita, jadi orang-orang yang mempromosikan hidup kita.

Saat pilihan kita benar, akan ada hasil yang baik. Jangan takut dengan penolakan!

Ilustrasi:
Seorang pemuda melamar menjadi office boy di microsoft, tapi ditolak karena tidak punya email. Dia tidak menyerah, dengan uang sisa yang dimiliki dia mencoba berjualan tomat, dan akhirnya berhasil dan kaya. Setelah kaya, dia mulai berfikir untuk meng-asuransikan berbagai miliknya. Agen asuransi heran karena walau sukses dan kaya, orang ini tidak punya email. Usahawan ini justru merasa beruntung tidak punya email, karena justru mungkin dia hanya jadi office boy microsoft.

Kita harus punya mental dan roh yang terus menerobos ke depan hingga mencapai sesuatu

Ay 11 – Yefta awalnya jadi penjahat. Tapi saat hendak mengambil keputusan yang besar bagi bangsanya diawali dengan menghadapkan masalahnya kepada Tuhan. Saat kita menghadapi persimpangan jalan, hadapkan pilihan-pilihan itu ke Tuhan, karena Tuhan yang tahu beberapa langkah ke depan kita.

Saat Tuhan memilihkan jalan bagi kita, kita akan mendapatkan yang terbaik.

Di akhir cerita Yefta memenangkan pertempuran. Tapi ada bagian yang menyedihkan yang seharusnya tidak perlu dikatakan: sumpah Yefta.

Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: “Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran.” (Hak 11: 30-31)

Sumpah Yefta tidak menentukan kemenangan Yefta. Tuhan memang ingin dan akan memberikan kemenangan kepada Yefta. Yefta bersumpah karena dia sangat ingin menerima kemenangan, dihargai, dihormati dan diterima lagi. Ini karena ada kepahitan dan penolakan yang belum diselesaikan/ dibereskan. Ucapan nasar Yefta justru akhirnya menghancurkan hatinya. Itu merusak kemenangan Yefta.

Hati yang belum beres akan mencemari hal-hal baik yang Tuhan berikan

Tuhan punya banyak rencana yang bagus dan sempurna bagi hidup kita. Kita tidak perlu ikut campur dan ingin membantu Tuhan dengan: janji, nazar, kekuatan, pikiran, dll, karena itu bisa merusak semuanya.

Orang yang tertolak, pahit, marah, sering tidak sadar dengan kondisinya. Tapi reaksi yang muncul akan kelihatan.

Kisah orang tertolak yang akhirnya berhasil:
Klub river plate melatih anak-anak muda. Salah satu anak mengalami kelainan hormon, sehingga tidak bisa tinggi. Akhirnya anak ini diterima di klub lain, dan sekarang jadi Lionel Messi,pesepakbola top dunia. Jika dia putus asa, maka saat ini dunia tidak akan kenal Messi.
Seorang pekerja surat kabar dikeluarkan karena dianggap kurang punya imajinasi, ide tidak orisinil. Orang ini adalah Walt Disney, pendiri Disneyland dan berbagai kisah anak-anak yang disukai di seluruh dunia.
Seorang guru musik mengatakan bahwa salah seorang muridnya bodoh dan tidak pernah jadi pemain musik. Ternyata ujungnya anak ini jadi Ludwig van Beethoven.

Jika kita mau berjuang menerobos dan membuka semua yang tertutup, maka kita akan menjadi orang besar. Dunia membuktikan bahwa semua yang kuat dan bertahan akan menerobos ke depan. Tapi yang tidak tahan akan hilang ditelan masa, keadaan dan waktu.

Tuhan memberi Yefta sebagai contoh. Tapi saat Tuhan bekerja, jangan campuri dengan kemauan dan kekuatan kita sendiri.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber – 085 727 868 064

Minggu, 02 Maret 2014
What do You See ?
Bill Wilson

Saat kecil, ibu dari ps Bill yang seorang pemabuk, dia meninggalkan ps Bill sendirian di pinggir jalan. Setelah 3 hari kelaparan, ada seseorang yang berhenti, memberi makanan dan minuman, lalu mengirim ps Bill ke kamp sekolah minggu. Di sana untuk pertama-kalinya ps Bill dengar tentang Tuhan Yesus. Orang itu mau berhenti walau anaknya sendiri menderita Leukimia di rumah sakit. Keberadaan ps Bill saat ini adalah bukti nyata bahwa 1 orang Kristen biasa bisa memilih untuk membuat perubahan. Program “Sponsportship” Metro dirancang untuk menyelamatkan sebanyak mungkin anak yang dibuang oleh orang tuanya. Sehingga suatu hari nanti anak itu bisa dipakai Tuhan secara luar biasa!

Kesaksian: Seorang wanita yang tinggal di tempat pembuangan sampah melihat seorang pria membuang anaknya yang buta, dan anak itu hampir terlindas truk sampah. Wanita itu lari dan menyelamatkan anak itu di saat terakhir, lalu memeliharanya seperti salah satu anaknya.

Ketika Kristus menyentuh kita, maka tidak perduli siapapun kita, dan apapun posisi kita, maka kasih Kristus itu akan mendorong kita melakukan sesuatu.

Yoh 20: 1-8 – Kisah ini bukan sekedar kisah kebangkitan Yesus. Ps Bill ingin mengajak jemaat melihat keluar melampaui dunia kita yang kecil. Saat kita bisa melihat sebuah kenyataan di depan mata kita, itu akan mengubah hidup kita.

Di setiap momen dalam hidup, kita harus memutuskan: apa yang kita lihat ?

Air mendidih di 100 derajat, tapi penguapan belum terjadi di suhu yang dibawahnya. Saat api menyentuh air, maka panasnya akan mengubah bentuk air menjadi bentuk lain dan tidak dikenali lagi. Saat api Roh Kudus menyentuh dan menyatu dengan kita, maka sesuatu akan terjadi, Dia mengubah hingga kita jadi begitu berbeda dari diri kita sebelumnya. Inilah yang ps Bill harapkan terjadi pada beberapa di antara yang hadir: berubah, bahkan ikut bergabung untuk menolong anak-anak terlantar secara langsung.

3 teman terdekat Yesus: Maria, Petrus dan Yohanes, datang ke kubur yang kosong, dan mereka melihat sesuatu. Mereka adalah teman dekat Yesus, kenal pribadi Yesus, menyaksikan mujizatNya, mendengar pengajaranNya. Mereka juga mendengar nubuatan Yesus tentang diriNya sendiri bahwa Yesus akan mati dan bangkit di hari ketiga. Maka saat melihat kubur yang kosong, seharusnya mereka langsung tahu bahwa Yesus menggenapi nubuatanNya. Tapi 2 dari 3 murid itu tidak mengerti apa yang mereka lihat.

Jemaat Jki setiap minggu mendengar dan menyaksikan semua pelayanan dan penjangkauan yang dilakukan gereja. Tapi tidak semua jemaat melihat hal itu secara benar.
Pagi ini ps Bill bangun jam 4, menyaksikan ada 400 bayi Chinese yang akan dijual. Apa yang kita “lihat” dari berita ini?

Foto: seorang wanita dengan perut besar tergeletak dan berdarah di pinggir jalan. Wanita itu “terlihat” sedang hamil. Tim Metro membawanya ke rumah sakit. Ternyata benjolan besar di perut itu adalah tumor besar, dan bukan bayi. Apa yang kita lihat dan duga di awal, ternyata bisa salah !

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. (Yoh 20: 1)
Kata “melihat” di ayat ini adalah blepō = βλέπω (G991) = melihat dengan mata jasmani.
Orang pertama yang datang ke kubur adalah Maria. Maria melihat ke kubur yang kosong, melihat batu sudah terguling, tapi tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Maria tidak sadar bahwa dia sedang menyaksikan mujizat yang memisahkan antara ke-Kristenan dengan agama lain.

Saat ke Afrika Selatan, selesai khotbah seseorang membawa anak yang punya tumor besar di wajahnya. Saat ps Bill menumpangkan tangan pada tumor anak itu untuk mendoakannya, beberapa orang lain yang hadir bergerak menjauh.

Kadang saat melihat sesuatu kebutuhan, ada beberapa orang yang bergerak ke arah kebutuhan itu, tapi ada juga yang justru bergerak menjauh.

Foto: saat ke Negeria, ps Bill dan rekannya dikejar menggunakan mobil. Salah satu temannya cacat permanen karena dilindas oleh mobil itu. Apa yang kita lihat?

15 tahun yang lalu ps Bill menumpangkan tangan ke tanah kosong yang saat ini adalah gedung Holy Stadium. Saat itu ps Bill melihat sesuatu yang lebih dari sekedar tanah kosong.

Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, (Yoh 20: 6)
Kata “melihat” di ayat ini adalah theōreō = θεωρέω (G2334) = melihat dengan pikirannya / berteori.
Petrus muncul, dan melihat sama seperti yang Maria lihat. Lalu dia menganalisa, mengembangkan teori di pikirannya. Petrus berusaha membuat dugaan dan perkiraan: apakah Yesus sudah bangkit atau tidak. Tapi Petrus tidak mengerti.

Foto: kue dari lumpur yang dikeringkan. Kue ini dibuat untuk anak-anak di Haiti yang sedang sekarat, sehingga mereka mati dengan tenang dan tidak menjerit-jerit. Apa yang kita lihat?

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. (Yoh 20: 8)
Kata “melihat” di ayat ini adalah eidos = εἶδος (G1491) = melihat dengan hati dan percaya.
Yohanes datang dan melihat hal yang sama, dia melihat dan percaya. Yohanes melihat “hal yang sama” itu dengan hatinya, tidak dengan mata fisik atau pikirannya.

Foto: Seorang anak sekarat di dekat kantor pelayanan Metro di Haiti. Sebagian wajahnya tertutup tumor, dan anak itu tidak bisa makan apapun. Ps Bill berusaha dengan segala cara membawa anak itu untuk operasi di Amerika: membeli akte palsu, membeli paspor palsu, melanggar hukum. Banyak dokter tidak mau melakukan operasi karena menurut mereka anak itu pasti mati. Ps Bill tidak mau menyerah karena dulu pernah ada 1 orang yang tidak putus asa melihat kondisi ps Bill kecil. Setelah 7,5 jam di kamar operasi, kondisi anak ini memburuk. Ps Bill minta semua tim dokter untuk tidak menyerah. Akhirnya anak itu selamat.
Semua orang berkata bahwa anak itu tidak mungkin hidup, tapi ps Bill melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Saat ini anak itu masih kecil, tapi suatu saat dia akan tahu bahwa ada seseorang yang tidak menyerah saat kondisinya parah.

Kita harus bisa melihat dengan hati kita, sehingga kita bisa benar-benar mengerti apa yang kita lihat!

Program sponshorship ps Bill Wilson adalah memberikan donasi Rp 280.000,- / bulan kepada setiap anak, selama 2 tahun.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber – 085 727 868 064

Minggu, 09 Maret 2014
Say No to Instant, Say Yes to Process
Petrus Agung

Mat 7: 24-27 – kisah ini merupakan bagian dari khotbah Yesus tentang akhir jaman.
Membangun rumah di atas pasir adalah cara instan dan sangat cepat. Ini karena fondasi bisa dipasang dengan mudah pada pasir. Tapi semua yang dibangun dengan cepat, dan membuang semua kesulitan yang harus kita lewati, Firman katakan sebagai orang yang bodoh. Karena akan ada berbagai hal datang menguji bangunan hidup kita, dan ujungnya akan roboh.

Orang yang membangun di atas batu karang, yaitu Tuhan sendiri, mendengar Firman dan melakukannya, mereka orang yang bijaksana. Prosesnya akan panjang dan berat, karena batu karang harus ditaklukkan. Tapi saat semuanya jadi, dan ujian datang, maka akan tetap kokoh, berdiri dan tidak goyah.

Tuhan kita adalah Tuhan atas sebuah proses, bukan Tuhan yang instan. Tapi semua orang suka segala yang cepat.

1Kor 3: 5-7
It’s not the one who plants or the one who waters who is at the center of this process but God, who makes things grow (1Kor 3: 5-7, MSG)

Semua orang mempunyai bagiannya, tapi yang terpenting adalah pusat dari proses, yaitu Tuhan sendiri. Kehidupan tidak bisa lepas dari proses. Maka kita harus melatih mental dan cara berfikir kita:

Say no to instant, say yes to process

Cara merebus jamu tradisional China:
Ramuan harus direbus dengan api yang kecil, dan proses pemanasan yang lambat. Maka proses itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Jangan mengejar sesuatu dan ingin cepat, karena yang muncul hanyalah masalah!

Keinginan mempercepat suatu proses yang harus kita waspadai:
1. Ingin cepat kaya
Tuhan menggunakan istilah kelimpahan, bukan istilah kaya. Limpah gambarannya kita mempunyai segelas air, lalu isinya meluber keluar dan memberkati yang lain. Tapi jika kita ingin kaya, seolah-olah membuat gelas yang begitu tinggi sehingga untuk diri sendiripun tidak cukup.

Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya. (Ams 13: 11)

Tuhan bukan ingin mempersulit kita, tapi Tuhan mau kita melalui proses, sehingga bisa mengelola kekayaan yang kita dapatkan.

Tuhan ingin memberkati kita, tapi tidak mau kita jadi pengejar kekayaan, yang fokusnya hanya kekayaan tanpa perduli prosesnya.

Kesaksian:
Cucu bu Nany sekarang beratnya sekitar 20 kg. Tapi karena sejak bayi bu Nany biasa gendong dia, maka saat si cucu minta di gendong, bu Nany masih kuat. Itu karena bu Nany terlatih.

Penelitian di Amerika:
Para pemenang lotre kaya mendadak, namun hampir semuanya beberapa tahun kemudian hidup lebih miskin daripada sebelum mendapat lotre.
Ini karena:
1. Penghasilan besar hanya 1x, tapi pengeluarannya rutin, akibatnya tidak seimbang.
2. Mental tidak siap: banyak keinginan, tapi tidak memperhitungkan.

Jangan buang proses Tuhan dalam hidup kita, karena itu pendewasaan dan membuat kita jadi kuat.

Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman. (Ams 28: 20)

Kesaksian:
Ada orang yang bertemu p Agung, mendapat harta p Karno. Dia dapat nubuatan dari seorang sesepuh bahwa dia adalah satria piningit. Dia mau gunakan harta untuk berbagai proyek untuk kesejahteraan Indonesia, tapi p Agung harus “menabur” ke tim mereka sebanyak 3M terlebih dulu. Semua dokumen terlihat meyakinkan, dari bank luar negeri. Tapi setelah di cek di internet, banyak ke-tidak-tepatan. Di antaranya tanda tangan dari presdir bank yang tertera dengan tanda tangan di dokumen. Ternyata tim yang mendatangi p Agung itu juga tertipu banyak. Itu semua terjadi karena ingin cepat kaya.

Lebih baik jika kita bekerja dengan baik, menekuni pekerjaan kita. Lalu seiring berjalannya proses, kita akan bertumbuh dan belajar dari Tuhan. Maka jatah kita akan luar biasa.

Kesaksian: money game. Yang rugi sudah banyak. Jika kita sudah dapat banyak uang, itu dari uang pendaftaran rekan-rekan lain yang ikut mendaftar. Di suatu titik money game berhenti. Kemudian pemiliknya biasanya lari karena dia sudah tidak mampu membayar bonus para anggota.

Sebagian orang memilih judi. Penjudi adalah loser – orang yang kalah, karena tidak berani menghadapi realita hidup. Sebagian besar penjudi ujungnya jadi miskin dan keluarganya menderita.

Orang yang ingin cepat kaya tidak percaya bahwa Tuhan yang memimpin, menyertai, dan merencanakan hidupnya dengan sempurna.

Tuhan memang menjanjikan kelimpahan, tapi ada caraNYA yang harus kita jalani.

2. Proses harus lebih utama dari hasil
Contoh:
Saat SMP, bhs Inggris p Agung kacau. Untuk mengerjakan PR, p Agung mencontoh kerjaan teman. Hasilnya nilai p Agung bagus, tapi prosesnya dibuang. Seharusnya p Agung minta diajari temannya, sehingga tahu bagaimana prosesnya. Suatu hari diadakan ulangan mendadak, bahannya dari soal-soal PR. Nilai p Agung sangat buruk, dan ditegur oleh gurunya.

Saat kita hanya ber-orientasi hasil tanpa ikuti prosesnya, maka saat masalah yang sama datang kita tetap tidak bisa melakukan apa-apa. Sekalipun terasa berat, kita harus mau mengikuti proses Tuhan. Sekali kita bisa melewati proses, maka untuk untuk persoalan berikutnya yang kurang lebih sama, kita bisa keluar sebagai pemenang.

Fil 2: 5-11
Having become human, he stayed human. It was an incredibly humbling process. He didn’t claim special privileges. (Fil 2: 8, MSG)

Yesus menjadi manusia, dan mengalami proses perendahan yang luar biasa. Ujungnya Tuhan meninggikan Dia.

Ilustrasi:
Seorang ahli psikologi Amerika melakukan riset kepada beberapa anak-anak kecil. Anak-anak itu diminta mengerjakan sebuah tes yang sangat mudah. Kemudian mereka dibagi dalam 2 kelompok. Untuk 1 kelompok: nilai ujian ditunjukkan, dan mereka dipuji untuk hasilnya (pintar, jenius, top, no 1, dll). Kelompok kedua dipanggil, dibagikan dengan kata-kata pujian atas usahanya (kerja keras, pantang menyerah, sabar, ketekunan, berusaha, berjuang, dll).
Kemudian mereka diberi soal baru yang sangat sulit. Kelompok pertama kehilangan semangat, sebagian frustasi, bahkan hampir semua tidak mau kerjakan karena takut lebel “jenius”nya hilang.
Tapi kelompok kedua mencoba terus walau merasa sulit, dan ujungnya tetap tidak bisa.

Akibat dari pujian di awal: kelompok pertama berjuang untuk mendapat pujian, kelompok kedua menjadi pejuang yang tangguh. Mari terapkan hal ini pada anak-anak kita.

Seorang anak muda bergaul dengan anak-anak orang kaya. Dia lihat teman-temannya menggunakan uang dengan mudah, melihat hasil akhirnya saja. Saat ayahnya menegur, malah marah. Anak itu dan anak-anak keluarga kaya yang lain tidak mau mengerti proses, dan hanya tahu hasilnya. Jika tanpa pertolongan Tuhan, maka ujung dari semuanya adalah kerusakan.

Tuhan akan tolong kita melalui semua proses dalam kehidupan kita!

Rahasia hidup diberkati: Mzm 1: 1-3

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (Mzm 1: 1-2)

Merenungkan seperti mengunyah, sapi memamah-biak.
Pohon yang ditanam mengalami proses: akar bertumbuh sehingga menemukan mata air. Maka saat kemarau dia tidak kering karena sumber air-nya dari bawah.

Rajawali
Saat ada rajawali betina dewasa yang belum menikah, maka akan ada jantan yang berusaha memikat hatinya. Jika ada yang menarik, si betina akan ambil sebatang kayu kering, dibawa ke tempat yang tinggi, lalu dijatuhkan. Jantan sejati akan menukik, mengejar dan menyambar batang kayu itu, lalu meletakkan di sarang si betina. Proses ini akan terjadi beberapa kali.

Saat akan melahirkan anak, rajawali membuat sarang, yang tersusun dari beberapa lapisan: ranting berduri, ranting kering, jerami kering, dan bulu rajawali halus yang dirontokkan induknya. Itulah tempat betina akan bertelur dan mengerami hingga menetas.

Selama sekian lama induk memberi makan anak-anaknya setiap hari. Suatu hari si ibu mengebaskan sayapnya, sehingga bulu-bulu hilang dan si anak mulai gatal terkena jerami. Sekian waktu kemudian jerami dibuang dan tinggal ranting-ranting kering, sehingga sarang jadi keras. Beberapa waktu kemudian ranting kering dibuang, yang tinggal ranting yang berduri. Maka si anak mulai terluka karena ranting-ranting.

Suatu ketika si anak ditendang induknya dari atas, dan jatuh ke bawah. Saat itulah rajawali jantan menyambarnya. Proses ini terjadi berkali-kali, hingga si anak bisa keluar refleks: mengembangkan sayap, dan mulai terbang.

Anak rajawali harus terbiasa tinggal di sarang yang berduri, karena di masa depan akan ada burung-burung malas yang hanya mau merampok hasil buruan rajawali. Karena terbiasa terkena semak duri, rajawali akan mampu mengabaikan patukan dan serangan burung lain, lalu terbang menuju matahari.

Kita seringkali tidak suka prosesnya, tapi saat kita bisa terbang, kita akan bisa menghargai semua proses Tuhan.

Pengumuman
> 12 maret – acara di bandung 16:00- di streaming radio rhema FM. Tema “The Rock of Salvation”

> 13-14 maret seminar di Jki Injil Kerajaan 18:30
1. Perjanjian garam
Mimpi p Agung: ada kota yang hancur- ditaburi garam, lalu pulih dan jadi baru dan bagus.
Bawa: barang apapun yang mewakili bisnis kita.

2. Keseimbangan
Keseimbangan adalah hal yang vital dalam hidup. Antara lain antara: karunia dan buah Roh
Gift: gelang dengan bandul delima dan lonceng seperti pada bagian bawah jubah imam.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber – 085 727 868 064

Minggu, 23 Februari 2014
Rajawali Tidak Makan Bangkai
Petrus Agung

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: “Mari!”. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi. (Why 6: 7-8)

Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang. (Why 4: 7)

Dalam terjemahan lain dikatakan kuda kuning hijau sebagai pale house (kuda pucat). Secara global maut akan meraja-lela dan mematikan banyak orang. Tapi yang dibahas kali ini dalam hubungan antara kuda pucat dan rajawali.

Luk 17: 32-37 – Tuhan memberikan peringatan bahwa menjelang akhir jaman akan ada mayat dan bangkai, di situ berkerumun burung nasar. Para ahli berdebat, karena sebagian berkata bahwa itu bukan rajawali, karena rajawali tidak bergerombol dan tidak makan bangkai. Tapi menurut teks aslinya sangat mungkin itu rajawali.

Kita adalah generasi rajawali Tuhan, dan rajawali tidak di desain untuk makan bangkai.

Rajawali yang makan bangkai umurnya tidak bisa panjang. Maka artinya Tuhan memperingatkan kita semua: saat ada begitu banyak kematian, kita sebagai rajawalinya Tuhan tidak makan bangkai. Karena ini menentukan apakah kita menjadi pasukan Tuhan yang kuat, atau kita suatu saat kita akan terhentikan. Yesus adalah roti yang hidup, dan pasukan rajawali Tuhan harus makan roti yang segar dari Tuhan setiap hari, dan tidak boleh makan bangkai/ sesuatu yang mati.

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Rat 3: 22-23)

Kita bisa memilih apa yang kita “makan” setiap pagi: berita-berita jelek dan buruk, atau firman Tuhan.

Rajawali berhadapan dengan pilihan untuk makan bangkai saat lemah dan tidak punya kekuatan untuk berburu. Sesuatu yang bergerak dan harus diburu membutuhkan kekuatan, kelincahan, dan energi yang besar.

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.(Yes 40: 31)

Pada usia tertentu rajawali mengalami fase yang menyakitkan. Dia mencari tempat terpencil, lalu bulu-bulunya mulai rontok, bahkan sering harus mencabut bulunya sendiri dengan paruhnya. Kukunya pun mulai rontok. Beberapa saat kemudian barulah kuku dan bulu tumbuh kembali. Semua bagian yang sudah tidak berfungsi, digantikan oleh yang baru. Jika pulih, cakar dan kuku tumbuh baru, dan dia siap hidup sekian puluh tahun kemudian. Tidak semua rajawali sanggup melakukan hal ini.

Ada orang yang punya bulu-bulu lama di hidupnya yang belum dicabut: pengalaman dan trauma di masa lalu, dikecewakan di waktu lalu. Semua itu harus dicabut dan dibuang. Jika “bulu yang lama” dibiarkan tidak dicabut, maka yang baru tidak bisa muncul.

Jika tidak bisa melepaskan kepahitan yang lama, maka kekuatan yang baru tidak kita dapatkan

Rajawali yang sehat mampu terbang melayang di atas badai. Rajawali yang tidak alami peremajaan akan ketakutan dan memilih tinggal di bawah.

Perlu proses pengampunan, berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan orang yang melukai kita. Seringkali orang Kristen terluka, tapi yang jadi sasaran kemarahan adalah Tuhan.
Padahal untuk masuk ke surga yang dibutuhkan adalah nama Yesus. 2000 tahun yang lalu Yesus sudah jalani semuanya untuk keselamatan kita.

Kita perlu melewati peoses-proses yang menyakiitkan: pengampunan, berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan siapapun yang kita anggap telah melukai kita.

Seringkali orang Kristen terluka atau dirugikan oleh orang lain, tapi yang jadi sasaran kemarahan dan kepahitan adalah Tuhan. Padahal untuk masuk ke surga yang dibutuhkan adalah nama Yesus, bukan karena nama orang-orang lain yang sudah melukai kita.

Jangan korbankan surga kita karena satu-dua nama orang yang mengecewakan dan menyakiti kita.
Keselamatan kita sudah ditanggung Yesus, seharusnya kita berterima kasih sepanjang hidup kita

Kecewa terhadap beberapa orang Kristen adalah hal yang wajar. Karena yang membutuhkan tabib/ dokter adalah orang sakit. Orang yang datang kepada Yesus sadar bahwa dirinya sakit karena dosa. Maka benturan antar sesama pasien itu wajar, karena dokternya Yesus, dan bukan mereka. Jika ada benturan, jangan buang “dokter”nya.

Dunia mengharapkan kita seperti Kristus, tapi seringkali beberapa orang masih “sakit”

Rajawali yang tidak bisa mencabut hal-hal lama dari hidupnya, dia tidak lagi memiliki kekuatan yang dibaharui. Maka akibatnya tidak bisa berburu, kelincahan dan keberaniannya hilang.
Jika salah satu rajawali lemah, rajawali yang lain akan mencoba membantu dengan memberikan daging segar di dekatnya. Tapi jika sudah terlalu lemah, maka akan berhenti, ditinggalkan temannya, dan mulai makan bangkai atau binatang yang sudah mati.

tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mzm 1:2-3)

Orang Kristen yang menjauh dari Tuhan, firman Tuhan tidak lagi menarik. Tidak mau ke gereja karena merasa bisa mengikuti via internet, karena tidak mau bertemu orang yang menyakitinya.
Kecenderungannya mereka kemudian lebih suka mencari berita buruk tentang orang lain, gosip terbaru, dll. Berita-berita buruk harus kita kebaskan, karena tidak akan membangun iman kita. Jika kita suka hal-hal seperti itu, kita adalah rajawali yang sakit.

Kesaksian:
P Agung mendapat mobil dari p Yusak. Malamnya p Agung mimpi bahwa p Yusak berperang sebagai infanteri/ jalan kaki, dan kendaraan yang digunakan p Agung adalah milik p Yusak. Maka mobil itu dikembalikan ke p Yusak. P Agung bersyukur berhasil lulus saat melewati ujian ini: baik saat menerima maupun mengembalikan mobil. Ini terjadi sekitar 3 tahun yang lalu.
Tuhan beri mobil Jaguar ke p Agung tahun 2005. Sebulan terakhir p Agung sempat terlintas untuk ganti mobil, sebagai bagian persiapan pernikahan anaknya. Dengan bantuan teman-temannya, p Agung men-survey beberapa mobil, dan akhirnya memilih salah satu mobil.

Ada dua cara untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan:
Tidak ada dana, lalu berdoa dan hadapkan ke Tuhan, hingga di suatu titik mendapatkan sesuatu dari Tuhan.
Diberkati limpah, sehingga saat ingin sesuatu bisa langsung membeli.

Cara pertama lebih aman karena hati kita terjaga. Sedangkan jika kita menggunakan kehendak bebas (freewill) kita, resikonya kita lakukan hal yang salah. Tuhan mau kita menikmati hal kedua, tapi dengan hati yang tidak bergeser dari Tuhan, selalu bertanya lebih dulu apakah Tuhan berkenan dengan yang kita inginkan.

P Agung bermimpi berada di istana yang pilarnya warna emas bening. Di tengahnya ada tahta Tuhan, atmosfir ruangan itu adalah kebaikan Tuhan (grace of God), dan semua yang berada dalam ruangan itu menangis, terharu dan tersungkur. P Agung merasa bahwa pemberian Tuhan terlalu banyak dibanding apa yang telah dikerjakan. Tuhan suka dengan sikap hati “tahu diri”, dan sikap hati itu yang membuat p Agung menerima banyak dari Tuhan.
Wujud dari mimpi di atas: seseorang menyelesaikan semua pembayaran mobil baru p Agung.

Jika Tuhan ingin memberi, tidak jadi masalah apakah kita punya uang atau tidak.

Menjelang Tuhan datang, banyak bangkai di sekitar kita. Rajawali yang sakit akan bergerombol makan bangkai, dan mati dalam sekejap. Yesus adalah roti hidup, kita harus makan roti hidup yang segar/ fresh setiap hari.

Hentikan semua yang membawa berita bangkai. Makan hanya dari Firman Tuhan yang hidup !

Sabtu sore – Minggu pagi – minggu sore 1-2 Maret 2014 – ps Bill Wilson
akhir Maret – ps John Avanzini
Mei – ps Kong Hee
Juli 22-23 – ps Benny Hinn

Pembukaan
Dalam beberapa minggu terakhir ada banyak bencana alam: banjir, gunung meletus, dll. P Agung mensyukuri respon dari jemaat yang membantu dan turun tangan dengan cepat. Ini adalah saat terbaik untuk memberitakan kabar baik. Pemberitaan Injil akan lebih efektif jika dilihat (Injil dalam bentuk perbuatan nyata), dibanding jika hanya didengar (dikhotbahkan). Ada satu desa dengan 600 KK yang hanya dilayani tim JKI. Kita akan tuntaskan hingga tanah daerah itu pulih.

Kebutuhan untuk bencana gn Kelud:
Tempat tidur tipis, jeep + sopirnya, sarung, sampo, pakaian laki, semprotan air, genset, sepatu boots.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber – 085 727 868 064

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,339 other followers