Selasa, 24 Desember 2013
Kabar Baik
Natal JKI Injil Kerajaan Semarang
Petrus Agung

Luk 2: 8-20
Dalam injil Lukas disebutkan 3 ciri Mesias yang lahir: bayi yang dibungkus dengan kain lampin dan diletakkan di dalam palungan. Semula p Agung anggap kelahiran Tuhan Yesus sebagai kesederhanaan, tapi ternyata tidak hanya itu.

1. Korban penebus dosa yang sempurna
Dalam Perjanjian Lama orang Israel memberikan persembahan secara berkala di Bait Suci. Pada Paskah mereka menyembelih anak domba, untuk menebus dosa jemaat. Kriteria anak domba yang akan dikorbankan: harus sempurna di pengelihatan para rabbi, dan tidak boleh ada cacatnya. Para imam punya tempat khusus untuk memelihara domba-domba spesial yang terpilih, yang diharapkan akan melahirkan anak domba untuk korban penebusan dosa mereka. Domba-domba ini diberi makan dan diperlakukan lebih baik. Hingga suatu saat domba-domba itu melahirkan anak domba jantan yang sempurna, yang kelak akan dikorbankan untuk menebus dosa.

Gambaran ini digenapkan pada 2000 tahun yang lalu oleh Yesus Kristus Tuhan

Para gembala bertugas mencari anak domba yang sempurna. Mereka menunggui induk domba yang akan melahirkan. Begitu lahir dipisahkan antara jantan dan betina. Ketika yang jantan diperiksa tubuhnya, dan didapati sempurna, maka anak domba ini dibedung seperti bayi.
Domba yang baru lahir belum kuat untuk bisa berjalan dengan sempurna. Sehingga ada kemungkinan menabrak atau jatuh, yang mengakibatkan luka atau cacat. Domba yang luka atau cacat artinya tidak sempurna, dan tidak layak untuk digunakan sebagai korban. Untuk mencegah hal ini terjadi, domba yang baru lahir dibedung, ditunggu hingga tenang dan siap. Setelah dibedung, anak domba itu diletakkan di dalam palungan.

Saat gembala melihat domba dibedung dan diletakkan di dalam palungan, itu tandanya domba itu adalah korban sempurna untuk penebus dosa.

Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan. (Luk 2: 12)

Tuhan buat hingga tidak ada tempat di penginapan bagi keluarga Yusuf, supaya pesan Tuhan sampai kepada umat manusia:

Tuhan menyatakan bahwa anak yang lahir ini adalah korban penebus dosa yang sempurna !

Tidak ada satupun dalam hidup kita yang kebetulan. Semua bagian dari perencanaan Tuhan. Palungan dan kain bedung yang kelihatannya tidak berarti, tapi ternyata merupakan pesan Tuhan.

Kita harus belajar meraba dan mendengar apa yang Tuhan mau katakan. Kita sering mengabaikan hal-hal kecil di sekitar kita, dan kita anggap tidak ada artinya dan tidak ada gunanya.

Tuhan sedang berbicara dengan banyak cara supaya kita mangerti apa yang Tuhan ingin sampaikan.

Pesan kisah natal di atas adalah: Yesus adalah anak domba Allah yang sempurna, yang akan dan sudah dikorbankan untuk menebus dosa kita semua.

Kita menerima jaminan hidup kekal di dalam Tuhan Yesus. Tuhan memberikan jaminan karena Dia telah bayar semua dosa yang kita buat. Kabar baik bagi kita:
Yesus sudah mati bagi kita semua (Ibr 5: 7-9)
Oleh bilurNya kita sudah disembuhkan (1 Ptr 2: 24)
Yesus yang kaya jadi miskin, supaya kita yang miskin jadi kaya (2 Kor 8:9)

2. Yesus punya Bapa di surga
Di jaman dulu, saat bayi baru lahir, maka sang ayah akan mengambil sedikit garam, lalu diusapkan di badan bayi (mungkin supaya tali pusar tidak infeksi). Menurut tradisi yang membedung si bayi adalah ayahnya. Jika ada bayi tidak dibedung, itu artinya bayi yang tak terurus. Bayi yang dibedung adalah tanda bahwa bayi itu punya ayah.

Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak dipotong dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga dengan garampun engkau tidak digosok atau dibedungi dengan lampin. (Yeh 16: 4)

Yesus lahir di dunia, dan Dia dibedung. Artinya Yesus punya Bapa di Surga.

Di setiap pengajaranNya, Yesus selalu bercerita tentang BapaNya. Dia mau tunjukkan bahwa: kita memiliki Bapa di Surga yang mengasihi kita. Yesus adalah wujud cinta Bapa pada kita.

Kisah:
Ada kolektor lukisan yang kaya dari Eropa. Anaknya diajari cara memilih lukisan antara yang asli dan palsu. Saat ada perang, si anak ikut wajib militer. Putra satu-satunya itu diberitakan hilang di medan perang. Anak itu ditemukan mati di medan perang. Saat mundur di posisi yang aman, anak ini balik ke medan perang untuk mengangkut teman-temannya yang luka ke tempat yang aman. Saat usaha pertolongan terakhir, si anak tertembak.
Setelah perang selesai, ada beberapa anak muda datang kepada si bapak. Mereka adalah prajurit-prajurit yang diselamatkan si anak. sebagai tanda terima kasih, salah seorang prajurit melukis wajah si anak, dan diserahkan kepada bapaknya. Lukisan itu digantung di tengah museum pribadi si bapak.
Setelah si bapak meninggal, lukisannya di lelang. Yang dilelang pertama adalah lukisan si anak, dan yang lain tidak akan dilelang sebelum lukisan si anak laku. Akhirnya ada sepasang suami-istri tua yang membeli lukisan sang putera, dan ternyata itulah penutupan lelang.
Karena menurut surat wasiat: lelang harus diawali dengan lukisan sang putera, lalu siapa yang membeli lukisan sang putera akan mendapatkan semua lukisan yang lain.

Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Rm 8: 32)

Jika kita terima anakNya, kita dapatkan semuaNya. Karena semua ada dari-oleh-dan kepada Dia.

Kesaksian
Suatu kali saat membaca buku di kamar, p Agung mendapat visi berada di sebuah kebun yang tanpa bunga dan buah, hanya ada daun yang tertata rapi. Di ujung kebun ada gerbang emas yang berkilau. P Agung tahu jika masuk melewati gerbang itu akan bertemu Tuhan.
Saat akan berjalan ke gerbang, ada malaikat yang menahan p Agung. Malaikat ini melihat ada banyak luka di hidup p Agung. Kemudian malaikat mengobati luka-luka itu dengan menempelkan daun-daun.
Setelah sembuh, gerbang terbuka dan p Agung bertemu Yesus. Yesus tunjukkan sesosok Figur dari belakang. Figur itu tidak bisa dilihat karena ada cahaya yang luar biasa. Di bawah Figur itu ada peta besar, dan bidak-bidak di atas peta. Di sekitar peta ada banyak malaikat. Figur itu memerintahkan kepada malaikat-malaikat untuk menggeser bidak-bidak itu.
Figur itu adalah Bapa kita di surga, dan Dia sedang atur semua hidup kita!

Ada Bapa kita di Surga, yang begitu cinta kepada kita, sehingga 2000 tahun yang lalu Dia berikan yang termahal yang Dia punya kepada kita: Yesus, supaya kita diselamatkan

Whoever take the Son, gets it all ! Siapapun yang terima sang Anak, dia mendapat semuanya

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Minggu, 12 Januari 2014
Thermostat
Petrus Agung

Mat 25: 14-15, 24-30
Dalam kaitan dengan hal-hal yang harus kita siapkan menjelang kedatangan Tuhan yang kedua, kali ini fokusnya pada hamba yang menerima 1 talenta. Karena 2 hamba yang lain sudah baik dan setia. Kita belajar dari kesalahan hamba ini, sehingga kita tidak mengulang kesalahan yang sama.

1. Kerusakan di dalam diri kita akan membatasi kesanggupan kita
Kesanggupan dari kata dunamis (G1411) yang artinya kuasa untuk menciptakan mujizat.
Setiap orang punya dunamis yang berbeda-beda, baik secara spiritual maupun kesanggupan bekerja.

Tuhan berikan kepercayaan yang berbeda karena Tuhan mengukur kedalaman kita

Ukuran Tuhan tepat karena di akhir kisah terbukti bahwa hamba ke-1 dan ke-2 menghasilkan, hamba ke-3 tidak. Bahkan jawabannya berisi kepahitan, kemarahan, dan kekecewaan. Ternyata selama itu ada sesuatu yang rusak di dalamnya, sehingga persepsinya akan Tuhan tidak benar.

Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. (Mat 25: 24b)

Padahal di akhir kisah, hamba yang dari talenta 5 menjadi 10, talentanya tidak diambil balik oleh tuannya.

Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. (Mat 25: 28)

Banyak orang punya persepsi yang salah tentang Tuhan. Setiap persepsi yang salah membuat kerusakan di jiwa. Kerusakan ini menurunkan kemampuan kita.

Ilustrasi:
Batery HP yang baru bisa bertahan 10 jam. Setelah digunakan sekian lama, ternyata kapasitas menurun dan harus di charge setiap 2 jam. Dari luar batery terlindung dan tidak terlihat ada kerusakan. Tapi kerusakan ada di dalam dan tidak terlihat.

Hamba yang terima 1 talenta mengalami kerusakan di jiwanya, sehingga termostat di jiwanya rusak dan level kesanggupannya terbatas di level tertentu, dan tidak bisa lagi ditambahkan apapun.

Kesaksian:
Seseorang berguru ilmu hitam, ilmunya semakin kuat jika bisa merusak perempuan. Perempuan itu jadi linglung, mengalami mimpi buruk, dan ada kerusakan di rohnya. Suatu kali dia coba ilmunya kepada seorang anak hamba Tuhan, tapi tidak berhasil, bahkan satu kali berjumpa Tuhan Yesus sendiri. Dalam sebuah doa semalam orang ini datang, dan membuat suasana penyembahan berat. Saat didoakan, terjadi manifestasi kuasa jahat, bahkan terjadi pelepasan, dan orang ini akhirnya percaya Tuhan Yesus.
Beberapa waktu kemudian, dalam sebuah retret di Salatiga, guru orang tersebut mengirim 2 murid seniornya untuk menjemput balik orang ini. Penyembahan berat. Saat 2 orang itu didoakan, terjadi manifestasi dan pelepasan. Paginya 2 orang itu melarikan diri dari tempat retret. Guru dari 2 orang itu mendapati bahwa bagian dalam 2 murid ini rusak dan tidak bisa diperbaiki, lalu diusir. Ujungnya yang satu gila, dan yang lain mati.

Periksa apakah ada yang tidak tepat di hidup kita, sehingga walau sudah berusaha lakukan apapun tetap gagal.

Semua hal yang merusak jiwa kita, membuat termostat di dalam kita rusak.

Tuhan sanggup menyembuhkan semua kerusakan di dalam kita, yang tidak terlihat oleh orang lain.

Orang yang kepahitan tidak mendapat bagian dalam kerajaan surga.

Saat kerusakan di dalam kita dibiarkan, maka kita tidak bisa berbuah maksimal. Sehingga saat Tuhan datang, kita seperti berada dalam kondisi yang compang-camping.

Tuhan sangat mengasihi kita, dan memberikan berbagai hal sesuai kesanggupan kita. Tuhan juga mau bawa kita ke next level, tapi kita harus ijinkan Tuhan membenahi kerusakan-kerusakan di dalam kita. Di roh kita harus sadar bahwa kita sudah lahir baru.

Termostat di dalam kita harus diperbaiki. Apapun yang kita deklarasikan, nubuatkan, tarikan, nyanyikan, itu semua akan terjadi, karena Tuhan memberi jauh lebih banyak dari yang kita pikirkan.

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, (Ef 3: 20)

Ada hal-hal dari masa lalu kita yang harus kita perangi. Salah satunya: perasaan minder. Survey membuktikan bahwa orang yang ekonominya baik akan bisa promo produk dengan berani. Sebaliknya yang ekonomi kurang, mereka menawarkan barang dengan malu-malu. Karena rasa minder inilah kita tidak berkembang, karena cetakan di jiwa/ termostat kita rusak.

Kerusakan di dalam diri kita ujungnya menciptakan kesombongan, karena kita akan mencoba menutupinya dengan cara lain.

Tuhan bisa bawa kita ke tempat-tempat yang tidak pernah kita pikirkan. Tuhan bisa angkat dan berkati hidup kita, tapi sebelumnya Tuhan mau perbaiki kerusakan-kerusakan di dalam kita.

2. Kerusakan di dalam kita membawa kesimpulan yang salah
Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. (Mat 25: 24b)

Kata “aku tahu” adalah idiom Yahudi dalam konteks hubungan suami-istri.
Artinya hamba ini “merasa” tahu karena merasa memiliki kontak dan kedekatan sangat erat dengan majikannya.

Jika dalam kita thermostat-nya sudah rusak, kesimpulan kita bisa rusak.

Sesuatu yang rusak di dalam kita membawa kesimpulan yang salah. Semakin dekat dengan seseorang, kita bisa semakin salah menilai orang tersebut. Contohnya Yudas Iskariot dekat dengan Yesus, tapi menjual Yesus. Ini karena ada yang rusak di dalam.

Seringkali kita punya niatan yang baik, tapi jika ada error di dalam maka kedekatan tidak selalu membuat sesuatu jadi lebih baik.

Semua karunia rohani selalu diwarnai jiwa orang yang memilikinya. Jika di jiwa kita ada kerusakan, maka kita bisa gunakan karunia itu untuk hal yang merusak.

Contoh: seseorang punya karunia pengelihatan. Tapi karena jiwanya ada error, saat melihat orang yang hidupnya tidak benar, apa yang dilihat itu digunakan untuk mengancam akan “membongkar”

Saat mendengar berita apapun, jangan telan semuanya sekaligus, karena selalu ada kemungkinan pengaruh dari jiwa si pembawa pesan.

3. Kita disebut jahat jika apapun yang jadi milik kita tidak ber-echo bagi orang lain
Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas (Mat 25: 26a)

Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya(Mat 25: 29)

Kata “mempunyai” dari kata echo. Semua yang kita punya harus ber-echo. Jika kita memiliki sesuatu, dan itu bergema ke banyak orang lain, maka artinya kita benar-benar memilikinya, dan kita adalah orang yang baik.

Yang disebut jahat adalah jika miliki kita disimpan bagi diri kita sendiri dan tidak ada echo-nya.

Dalam kisah “Orang kaya dan Lazarus yang miskin”, nasib mereka berbeda bukan karena kekayaan, tapi karena kekayaan si kaya tidak ber-echo dan hanya disimpan bagi dirinya sendiri.

Miliki jiwa yang sehat, minta Tuhan sembuhkan kita!

Klip rapture
Altar call: bagi mereka yang merasa ada kerusakan di dalamnya, Tuhan mau pulihkan itu.

Tahun ini holywood banyak buat film berdasar akhir jaman, beberapa bertema tentang Yesus, Musa, Nuh. Entah kisahnya sesuai Alkitab atau dipelintir, ini adalah cara Tuhan mengingatkan bahwa kedatangan Tuhan sudah tidak lama lagi.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Minggu, 05 Januari 2014
Melihat dan Terlihat
Petrus Agung

Janji Tuhan di 2014
Setiap kali ada KKR Bahtera, p Agung ingin jemaat menangkap apa garis besar yang ingin Tuhan sampaikan pada kita. Salah satu janji Tuhan ada di kitab Mikha 7

Akan datang suatu hari bahwa pagar tembokmu akan dibangun kembali; pada hari itulah perbatasanmu akan diperluas. (Mi 7: 11)

1. Pagar tembok kita akan dibangun kembali
Di jaman dahulu setiap kota punya tembok yang fungsinya melindungi kota. Kota yang tanpa tembok akan mudah diserang dan dijarah lawan.

Tahun ini kita harus banyak belajar. Kita harus punya dasar Firman Tuhan yang kuat, dan itulah kekuatan kita. Jika dasar Firman Tuhan kita tidak kuat, maka saat masalah, persoalan, kegagalan dan serangan datang, maka seluruh kota hidup kita akan runtuh.

Tembok adalah simbol harga diri sebuah kota. Jika temboknya kuat, tinggi dan tebal, maka harga diri kota naik. Tuhan ingin memberikan kepada kita hidup yang penuh kewibawaan. Hal ini tidak bisa dicari dengan membual dan membesarkan diri sendiri, tapi karena Tuhan mau membangun kita.

Kita harus mempunyai tembok yang kuat dan solid di segala bidang: dengan sesama, dengan para pemimpin, pendidikan, bisnis, pekerjaan, dll.

2. Perbatasan kita akan diperluas
In the day when your walls are to be built, In that day the decree shall go far and wide (Mi 7:11,NKJV)
Oh, that will be a day! A day for rebuilding your city, a day for stretching your arms, spreading your wings (Mi 7: 11, MSG)

Batas disebut juga sebagai sayap dan dekrit. Sayap/ wings: bentangan sayap kita akan diperluas. Dekrit/ decree: Deklarasi yang kita ucapkan akan diperluas.

Setiap orang mempunyai batasan. Contoh:
Jika ada bayi yang baru dilahirkan dalam sebuah rumah, bayi itu adalah bosnya. Perbatasan pengaruh si bayi adalah seluruh isi rumahnya, tapi ini perbatasan semu. Semakin besar, batasan si anak berubah. Perbatasan riil seseorang adalah saat dia dewasa, yaitu dirinya sendiri.

Tuhan mau perluas batasan kita. Jika pekerjaan kita tidak diperluas, artinya kita tidak naik pangkat. Semakin tinggi posisi kita, pengaruh kita akan lebih besar.

Untuk mendapatkan janji Tuhan tersebut, ada 3 hal yang harus kita perhatikan dalam diri kita:
1. Iman bisa terlihat (Kis 14: 8-10)
Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan. (Kis 14: 9b)

Orang lumpuh ini belum pernah berjalan. Paulus MELIHAT dia beriman dan bisa disembuhkan.

Iman kita dapat dilihat oleh Tuhan dan manusia.

Jika iman kita bisa terlihat, maka dampaknya sesuatu langsung terjadi. Begitu muncul, iman membawa kita kepada sesuatu yang konkrit dan jelas. Meng-imani belumlah iman yang sebenarnya.

Mat 9: 1-2 – Yesus melihat iman mereka.
Orang tidak beriman juga kelihatan. Iman terlihat dari wajah, cara bicara, dan cara berfikir kita.

Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. (Mat 10: 12-13)

Setiap kali orang Israel bertemu orang lain mereka ucapkan “shalom”. Arti kata “shalom” adalah damai sejahtera, tapi di dalamnya juga ada kelimpahan. Dalam ayat di atas “salam” dijabarkan seperti benda yang bisa turun dan kembali. Yang melayakkan kita menerima salam tersebut adalah iman.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibr 11:1)

Iman adalah dasar/ fondasi bagi semua berkat Tuhan.

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. (Rm 12: 3)

Beda berkhayal dengan beriman:
Berkhayal/ melantur: berlebihan dan tidak jelas tujuannya.
Beriman: bisa diukur sampai atau tidak-nya

Contoh:
P Agung pernah ke pameran mobil di mall, ada mobil dengan harganya tertentu. Saat Roh Kudus bertanya, P Agung menghitung bahwa dia bisa lunasi mobil itu dalam sekian bulan, berdasar ukuran iman p Agung.

Setiap kita punya ukuran iman, seringkali dimulai dengan sangat kecil. Beberapa orang saat merasa keinginannya tidak mungkin tercapai, lalu jadi merana, maka yang terlihat adalah yang negatif.
Tuhan tidak merespon kebutuhan, tapi merespon iman. Jika kebutuhan yang di respon Tuhan, maka di tempat-tempat termiskinlah terjadi revival terbesar. Saat Tuhan tidak melihat iman kita, maka Tuhan tidak bisa berikan kepada kita.

Karena ada ukurannya, maka iman bisa diperbesar. Karena Alkitab berkata:

For in it the righteousness of God is revealed from faith to faith (Rm 1: 17a)

Cara memperbesar iman:

Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: ” Aku percaya, sebab itu aku berkata- kata “, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata- kata. (2 kor 4: 13)

Contoh: membeli speaker
Cara paling aman: tanya Tuhan apakah boleh membeli speaker
Cara lain perkatakan: “Dalam nama Tuhan Yesus, jika speaker ini memang terbaik buatku, biar itu jadi. Kemudian foto, tumpangi tangan setiap hari, di doakan setiap hari.

Iman seperti orang yang membangun menara, harus ada perhitungannya untuk mendapatkan sesuatu. Saat kita tahu apa yang kita minta, maka kita akan menikmati yang terbaik dari Tuhan.

Saat kita ucapkan apa yang kita yakini dan percayai, itu akan membangun iman kita. Jangan ucapkan perkataan iman kita ke sembarang orang, karena tidak semua orang akan memberikan dukungan positif. Banyak orang yang tidak berhikmat: beriman dan berkata-kata, tapi di depan orang yang pesimis, maka hanya akan ditertawakan.

Mzm 1: 1-3

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Mzm 1:1)

Ada 3 tahapan: Jalan, berdiri, duduk.
Jika ada orang yang tidak sehat omongannya, lalu kita jalan bersama dia, maka dia akan membuat kita terhenti. Saat kita terus dengarkan, mereka akan buat kita duduk. Dan akhirnya kita justru jadi bagian dari pencemooh.

Merenungkan firman artinya membaca hingga mendapatkan rhema. Rhema itu diperkatakan sambil menaikkan apa yang kita inginkan.

Efek menernungkan Firman:
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mzm 1:3)

Aplikasi praktis:
Setiap kali bertemu pelanggan, perkatakan rhema dan perkatakan perkataan iman. Misal: pelanggan ini akan order yang banyak dan pembayaran lancar.

Baca Firman Tuhan setiap hari, saat mendapat rhema, perkatakan dan renungkan siang dan malam, maka akan jadi, dan iman kita bertumbuh. Saat iman kita bertumbuh, proses segala sesuatu akan jadi lebih cepat.

Kesaksian:
Seorang istri yang ditinggal suami menikah lagi. Si istri ini bertobat, lalu doakan dan perkatakan supaya suaminya kembali. Akhirnya si suami kembali, bahkan jadi hamba Tuhan.

Patok menunjukkan batasan kita. Patok terhebat adalah kaki kita. Jalani rumah kita dan wilayah pemasaran kita.

Perkataan positif dan Firman yang keluar dari mulut kita, membuat iman kita keluar dan terlihat. Saat iman kita terlihat, berkat akan turun.

Iman adalah tembok yang harus dibangun dengan kokoh.

Jika ada orang katakan sesuatu, jawab dengan positif, jangan buru-buru ditolak. Jika kita tolak, kita seperti membuang anugrah Tuhan.

2. Singkirkan segala sesuatu yang bisa menutup mata kita
Kisah Hagar diusir Sara. Saat air habis dan Hagar meratap, Tuhan membuka matanya dan bisa melihat sumur didekatnya.

Ada banyak sumur di depan kita, tapi kita tidak melihatnya. Tuhan beri kita pilihan: berkat se-kirbat atau satu sumur. Kirbat kita minum habis, sumur kita timba tidak habis-habis.

Minta Tuhan buka mata kita, sehingga kita bisa lihat sumur-sumur yang Tuhan sediakan bagi kita.

Luk 24: 13-16 – Yesus menampakkan diri pada 2 murid di Emaus.
Ada hal-hal yang bisa menghalangi mata kita, sehingga tidak bisa melihat berkat besar yang dari Tuhan. Salah satu hal yang menghalangi adalah kebodohan.

Orang cerdas bisa melihat setiap kesempatan/ kairos, tapi orang bodoh melewatkannya. Kebodohan bukanlah hakekat manusia. Ada orang jeli melihat peluang usaha di bidang-bidang tertentu. Itu penyingkapan dari Tuhan.

Tuhan pernah berikan hikmat kepada Salomo, maka Tuhan juga bisa berikan kepada kita

Aplikasi praktis: setiap hari sebelum bekerja, tumpangkan tangan kepada mata dan telinga kita, sehingga segala sesuatu yang membuat mata kita buta dan tuli terhadap setiap kesempatan yang Tuhan berikan.

3. Jangan sampai kita menjadi orang yang tersembunyi dari berkat/ blessing Tuhan.
Luk 4: 25-27 – Tuhan sedang mengajar di Nazaret dan ditolak.

Penolakan dan sikap negatif adalah kebalikan dari poin 1, dan hal ini bisa membuat seseorang jadi tersembunyi dari berkat Tuhan.

Contoh: Israel dikepung Aram, ada nubuatan, tapi seorang perwira tidak percaya. Akhirnya perwira ini melihat berkat melimpah, tapi tidak ikut menikmati karena mati terinjak-injak.

Apakah kita membawa iman atau ke-tidak percayaan? Setelah orang bertemu kita, apakah mereka jadi pencemooh atau jadi imannya naik? Keputusan kita menentukan seberapa Tuhan akan memberkati hidup kita.

Belajar perkatakan perkataan iman:

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya (Ams 18:21)
For as he thinks in his heart, so is he (Ams 23: 7, KJV)

Kita punya Tuhan pencipta. Tapi sebagian kemampuan daya ciptaNya diberikan pada kita, misalnya designer, composer, dll. Salah satu kesanggupan itu ada di mulut kita.

Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu. (Luk 17: 6)

Mulut kita sering bicara yang tidak rohani, mengucapkan hal sia-sia, menghakimi yang bukan hak kita, tapi kurang digunakan untuk mengucapkan kata-kata Firman yang bisa menciptakan sesuatu. Belajar menghentikan semua perkataan negatif. Perkatakan yang positif, sehingga kita layak menerima shalom-Nya. Belajar berkati diri kita, berkati orang lain. Jangan kutuki diri kita dan orang lain.

Perkataan negatif seperti kentut, sebagian kita hirup sendiri. Bergaul dengan orang yang negatif seperti menghirup kentut orang lain.

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; (Yak 1: 19)

Dengar dan ucapkan perkataan Tuhan, maka hasilnya akan berbeda.

Di perjamuan terakhir Tuhan mengutus murid-muridNya mempersiapkan. Tuhan berkata bahwa saat memasuki kota, murid yang diutus akan bertemu seorang laki-laki yang menyunggi tempayan, lalu ikuti. Mereka akan menjumpai: ruangan yang besar, lengkap, dan tersedia.

Tuhan perlu ruang yang besar dan lengkap dan tersedia karena:
1. Waktu sempit
2. Itu sifat Tuhan. (Seperti talenta 5-2-1). Jika kita punya – akan ditambah.

Kita harus siapkan diri untuk jadi tempat yang besar, lengkap, dan tersedia, sehingga momentum yang ajaib turun dan jadi dalam hidup kita. Tuhan segera datang yang kedua kali, Dia perlu ruang yang besar, lengkap dan tersedia.

Dibutuhkan: pakaian pantas pakai- serahkan di informasi
Jumat natal sekota 18:00

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Minggu, 29 Desember 2013
Masuk 2014 dengan Iman
Pastoral JKI Injil Kerajaan

Hengky Kusworo
1. Mencari perkara-perkara di atas (Luk 10: 38-42)
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyusahkan diri dengan berbagai hal seperti Marta. Perkara dan kebutuhan dalam dunia sangat banyak dan kompleks, tapi seharusnya kita juga memikirkan hal-hal yang kekal yang menjadi isi hati Tuhan.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6: 33)

Ayat ini sering kita bacadan berbicara, tapi tidak menjadi realita. Karena begitu menghadapi masalah, kita sibuk dengan hal itu.

Saat Tuhan perintahkan kita keluar dari perahu: kenyamanan kita, diri kita sendiri, kekhawatiran kita; maka kita melangkah saja. Tenggelam atau tidak itu urusan Tuhan.

Kesaksian:
Seorang anak youth dari Kalimantan, tidak punya KTP dan paspor, dan kartu keluarga ada di Kalimantan. Tapi saat red-carpet disampaikan, imannya langsung menyambar, walau secara logika dia tidak mungkin berangkat. Ujungnya dia bisa dapatkan paspor.

Tahun-tahun ke depan akan ada banyak pekerjaan Tuhan, dan banyak hal akan terjadi. Akan ada pesan-pesan Tuhan untuk “meloncat keluar perahu”. Apakah kita siap menyambar saat momentum Tuhan/ kairos itu muncul di depan kita? Setiap kita punya kesempatan yang sama.

Saat kita bisa menangkap hati Tuhan, kita akan masuk dalam kegerakan Tuhan.

Penyediaan Tuhan bisa kita jangkau dengan iman, tapi sering tidak bisa kita lihat. Bagi orang-orang yang pernah mengalami dan melangkah bersama Tuhan, seolah-olah pintu-pintu peluang terbuka dengan mudah.

Pastikan kita menyambar kairos yang Tuhan buka, tetap berada dalam kegerakan, dan siap menyambut kedatangan Tuhan yang kedua.

2. Mengambil bagian yang Terbaik (Luk 10: 41-42)
One thing only is essential, and Mary has chosen it–it’s the main course, and won’t be taken from her.” (Luk 10: 42, MSG)

Maria mengambil bagian yang esensial, paling penting, paling signifikan, intinya. Maria adalah orang yang belajar mendengar apa yang Tuhan mau di jamannya.

Kita harus belajar meraba hati Tuhan, mencari kehendak Tuhan untuk saat ini.

Tuhan selalu bergerak. Mari kenali hati Tuhan, selalu bergerak bersama Tuhan, karena itu pilihan terbaik yang tidak akan diambil dari kita. Saat kita berada di tengah kegerakan, artinya Tuhan di tengah-tengah kita, maka dampaknya selalu dahsyat.

Viktor Purnomo
Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? (Luk 16: 12)

Tuhan akan beri kita kunci untuk menerima sesuatu yang dari Tuhan. Barangnya ada untuk kita, tapi masih dalam kotak yang terkunci. Kuncinya adalah: jika kita setia pada harta orang lain.

Akan ada berbagai tes dalam kehidupan kita sebelum mendapatkan kunci itu. Dan tes-nya adalah setia pada harta orang lain. Ini tidak mudah karena manusia cenderung perduli dan mengurus miliknya sendiri.

Saat kita lolos dalam tes ini, Tuhan akan serahkan harta kita kepada kita.

Jika kita setia mengerjakan Firman yang sederhana ini, maka akan jadi luar biasa dalam hidup kita.

Contoh di Alkitab: Yusuf

Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. (Kej 39: 5)

Yusuf bekerja sebagai budak di rumah Potifar, artinya tidak digaji. Tapi sejak ada Yusuf, harta Potifar bertambah. Walau Yusuf yang mengelola, tapi karena seorang budak, Yusuf tidak ikut menikmati seberapapun hasilnya. Tapi Yusuf bekerja dengan sungguh-sungguh dan menghasilkan banyak. Padahal jika hasil semakin banyak, maka Yusuf semakin repot, sementara statusnya tetap budak, sedangkan Potifar semakin kaya.

Ternyata sikap Yusuf ini adalah persiapan wadah yang besar untuk berkat Tuhan dalam hidupnya.

Di penjara Yusuf juga mengelola penjara dengan bagus, dan bertanggung jawab dengan baik. Padahal seharusnya itu adalah tanggung-jawab kepala penjara.

Ketika sikap hati dan mentalnya bagus, Tuhan angkat Yusuf jadi wakil Firaun.

Saat itulah Yusuf bukan lagi budak, dan di tangan Yusuf ada otoritas mengatur seluruh kerajaan Mesir. Hidup Yusuf baik dan limpah, dan artinya hari itu Tuhan serahkan pada Yusuf: harta Yusuf sendiri.

Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. (Luk 19: 17)

Ada hamba yang dapat 1 mina, dikelola dengan luar biasa menjadi 10 mina. Hamba ini tahu berapapun hasilnya, semua untuk tuannya. Tapi dia punya sikap hati yang luar biasa, dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Saat tuannya pulang dan hasilnya dikumpulkan, ternyata dia diangkat dari hamba jadi penguasa 10 kota. Jika hasilnya hanya 5 mina, dia hanya kuasai 5 kata. Hari itu dia dapat kuasa dan otoritas untuk kuasai-kendalikan-atur 10 kota, termasuk mengelola kekayaan dari 10 kota.

Mari kerjakan apapun dengan baik, sungguh-sungguh, dan setia kepada harta orang lain. Sehingga saat Tuhan menetapkan keputusan bagi hidup kita, kita tidak menyesal karena sudah mengerjakan yang terbaik. Karena yang jadi milik kita sendiri akan Tuhan serahkan bagi kita.

Petrus Agung
Saat kita alami apapun, jangan biarkan itu berlalu begitu saja, dan tidak memberi dampak dalam hidup kita. Bahkan akan sangat luar biasa jika juga bisa memberi dampak dan memberkati orang lain.

Banyak orang bertanya cara supaya hidup bisa berubah lebih baik. P Agung ingin mengajak mereka bergerak cepat secara rohani, tapi ternyata banyak yang masih baru belajar hal-hal rohani. Maka p Agung memutuskan untuk sesekali kembali ke pengajaran-pengajaran dasar, sehingga mereka yang belum mengerti bisa mulai belajar. Karena jika kita tidak kembali ke dasar, banyak orang yang bisa frustasi dengan dirinya sendiri. Setelah mendengar kesaksian-kesaksian yang luar biasa, banyak orang membandingkannya dengan dirinya sendiri yang belum pernah mengalami hal seperti itu.

Kerinduan untuk bahagia dan hidup diberkati adalah hal yang wajar.

Segala sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita adalah hasil dari sebuah relationship

Dalam kisah anak yang hilang, si sulung tidak diundang ke pesta si bungsu. Saat mendengar tentang pesta itu, si sulung marah. Walau ayahnya memohon, tapi si sulung tetap menolak untuk masuk dan mengikuti pesta. Si bungsu tidak punya jasa atau andil apapun yang membuatnya layak di-pestakan. Sebaliknya si sulung sudah bersikap dan bekerja bagus, banyak jasa, tapi tidak pernah dipestakan. Mengapa ini terjadi?

Kesaksian: Rumah pertama p Agung kecil dan diangsur selama 5 tahun. Rumah kedua lunas dalam 9 bulan. Rumah ketiga lunas dalam 2 hari. P Agung bertanya kepada Tuhan mengapa hal ini terjadi, dan apa yang mendasarinya.

Relationship dengan Tuhan adalah yang terpenting dan paling esensial.

Saat si bungsu berbalik, dan tersungkur di hadapan bapanya, maka hati bapanya tersentuh, dan semua urusan dianggap selesai.

Jika sikap dan tindakan kita menyentuh hati Bapa, maka semua permasalahan kita selesai karena Tuhan turun tangan. Tapi seringkali justru tindakan-tindakan kita menyakiti hati Bapa: bicara sembarangan, mengomel, menyalahkan Tuhan, menyalahkan orang lain. Hal inilah yang merusak hubungan kita dengan Tuhan.

Ilustrasi
Seorang kaya akan meminjami kita uang 2T untuk modal. Maka beberapa waktu sebelum cek diserahkan adalah saat-saat krusial bagi kita: apakah akhirnya menerima atau tidak. Jika tindakan-tindakan kita menyinggung perasaan orang itu: kentut sembarangan, mencela hidangan; maka dana yang dijanjikan itu tidak akan pernah diberikan.

Dalam hal hubungan antar-manusia, banyak berkat yang harusnya kita dapatkan akhirnya hilang karena cara pendekatan yang salah. Jika kita salah dalam melakukan pendekatan kepada manusia yang terlihat, apalagi dengan Tuhan yang tidak terlihat tapi bisa melihat kita.

Yang pertama kali Tuhan lihat adalah sikap hati kita

Jika kita mendekati Tuhan dengan sikap menantang: merasa benar, merasa berjasa; maka kita tidak akan mendapat apapun! Kita tidak bisa mendatangi Tuhan dengan kebenaran diri kita sendiri.

Contoh kebenaran diri sendiri (Mat 18: 21-35)
Hamba yang berhutang sangat banyak diampuni tuannya. Tapi dia tidak mau mengampuni hamba lain yang hutangnya jauh lebih sedikit dibanding hutangnya. Akhirnya dia dimasukkan ke penjara.

Tuhan tidak mencari manusia yang sempurna, karena manusia penuh kesalahan. Maka kita tidak bisa mendekati Tuhan dengan apa yang kita lakukan, tapi kita harus membangun relationship. Tuhan melihat watak dan hati seseorang. Jika kita bisa melihat watak dan hati seseorang seperti Tuhan melihat, maka kita akan tahu mengapa seseorang mudah menerima berkat, sedangkan yang lain sulit.
Karena apapun yang di dalam kita seringkali tidak terdeteksi dari luar.

Saat merenungkan tentang mimpi p Hengky yang mendapat warisan dari p Yusak, p Agung menangkap bahwa ada karakter-karakter yang Tuhan suka, tapi ada juga karakter-karakter yang Tuhan tidak suka.

Semakin kita lemah lembut – great power under control – seperti keledai yang dijinakkan, maka Tuhan semakin senang dan sayang. Saat Tuhan makin senang dan sayang, Tuhan akan mengurus hidup kita dengan luar biasa, dan semua akan beres.

Jangan punya sikap yang suka meng-klaim apapun, karena itu bisa berarti seolah-olah Tuhan punya salah atau hutang pada kita. Deklarasi adalah pernyataan iman bahwa yang kita ucapkan adalah jatah kita dari Tuhan.

Miliki hubungan baik dengan Tuhan setiap hari!

tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. (Pkh 2: 26b)

Jika kita tahu bagaimana menyukakan hati Tuhan, maka semua akan beres. Tuhan mendekati kita dengan kasih, maka kita seharusnya juga mendekati Tuhan dengan kasih.

Sulung mempermasalahkan tentang kambing. Padahal bapa memberikan 1/2 hartanya saat bungsu meminta warisan. Saat hati si bungsu kembali ke bapanya, otoritasnya dikembalikan. Sedangkan si sulung justru kepahitan pada bapanya.

Tutup tahun ini dengan berkata kepada Tuhan:
Aku mau jalan dan hidup dengan Engkau, dan menikmati kebersamaan dengan Tuhan setiap hari.

Dalam kisah pemberontakan Harun dan Miriam, Tuhan muncul dan membela Musa, karena ada relationship. Hubungan pribadi kita dengan Tuhan membuat perbedaan perlakuan dari pihak Tuhan.

Hasil akhir adalah sekedar buah dari suatu proses. Maka kita harus lihat proses dan bukan hasil akhir.

Apapun profesi kita, yang membuat perbedaan adalah hubungan pribadi kita dengan Tuhan: persekutuan, ketaatan, kelembutan di dalam, kesediaan melakukan yang Tuhan mau, mendengar apa yang dikatakanNya, bekerja seperti yang Tuhan mau, sikap hati yang merendah di hadapan Tuhan, taat melakukan apapun yang Tuhan mau.

Maillist: http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/
Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Minggu, 29 Desember 2013
Generasi Gada Besi
Iin Cipto

Why 12: 1-5
Di tahun 2014 dan 2015 akan ada tanda besar di langit, berkaitan dengan matahari dan bulan. Orang-orang bijak akan bisa membaca dan mengerti tanda-tanda ini, tapi orang bebal tidak. Jika belum mengerti, kita harus minta pengertian pada Tuhan.

Di jasmani terjadi lebih dulu sebelum yang rohani, bahkan bisa berjarak ribuan tahun:
Adam jasmani datang pertama, Adam rohani yaitu Yesus ada kemudian.
Bait Suci jasmani dibangun Musa dan Salomo, Bait Suci rohani adalah kita semua.

Di tahun 1967 yang jasmani terjadi: saat bulan darah terjadi peperangan besar 6 hari sebelum Israel merebut Yerusalem. Saat ini kita sedang menghadapi peperangan besar selama sekitar 6 tahun, baru kemudian masuk Yerusalem baru.

Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit (Why 12: 4a)

Saat ini banyak anak-anak Tuhan yang sedang diangkat Tuhan menjadi bintang: di pekerjaan, di bidang olah raga, di study, di pelayanan. Iblis tidak suka jika kita jadi bintang dan membawa banyak orang kepada Yesus. Iblis akan berusaha menyeret dan menjatuhkan kita. Iblis tidak tertarik pada orang yang pelayanannya biasa-biasa, prestasi sekolah jelek, penari tanpa passion.

Mimpi sopir bu Iin:
Dalam sebuah kebaktian dia lihat ada jemaat yang membawa beban berat, dirantai, ditekan, terluka, dikendalikan kuasa gelap. Saat penari keluar, ikatan-ikatan itu diputuskan dan disapu. Tapi walau sama-sama penari, ada yang mengeluarkan senjata, ada yang mengeluarkan sinar, tapi ada yang hanya sedikit mengeluarkan sinar, bahkan ada yang tidak mengeluarkan apapun.

Iblis tahu apakah hidup kita jadi bintang atau bukan. Tuhan mau setiap kita jadi bintang. Tuhan sudah sediakan semua urapan, pengetahuan, berkat dan destiny, supaya kita bisa jadi bintang. Tetapi semua tergantung seberapa kita serius, percaya, mengejar, dan berperang untuk semua itu. Tahun depan peperangan akan semakin gencar. Gunakan semua senjata dan otoritas yang kita punya, sehingga kemenangan demi kemenangan menjadi bagian kita.

Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya (Why 12: 5)

Ketika anak laki-laki itu sedang menggembalakan dengan gada besi, tiba-tiba pengangkatan terjadi.

Saat ini ada lowongan besar bagi anak laki-laki Tuhan yang dewasa, untuk menggembalakan dengan gada besi.

7 tahun ke depan generasi gada besi harus bangkit. Generasi ini dimulai saat kegerakan ke bangsa-bangsa dimulai. Beberapa orang sudah menyambar kesempatan itu, tapi beberapa tidak mengerti.

Kesaksian orang-orang yang menyambar kairos Tuhan dalam kegerakan ke bangsa-bangsa.
Seorang pembantu pocokan bekerja keras saat lebaran, mengumpulkan uang untuk pergi ke bangsa-bangsa. Hasil yang dikumpulkan tidak cukup, maka tabungannya diberikan kepada orang-orang yang berangkat. Dia mengikuti setiap detil kegiatan pasukan yang berangkat via SMS, ikut pemetaan dan doa perang. Dia bisa tahu calon lawan-lawan di alam roh di tempat yang akan didatangi oleh tim.
Saat seseorang akan pelayanan di Hongkong, dan mencari seorang pembantu rumah tangga yang bisa bersaksi dengan kuat kepada TKW di Hongkong, bu Iin merekomendasikan ibu ini. Dia dibuatkan paspor, dikirim dengan pesawat terbang. Ibu fokus pada tugasnya, dan berhasil bersaksi membagikan 10 ribu gelang. Tuhan kembalikan semua taburan ibu ini dalam bentuk: tiket, hotel, barang-barang, dan uang 10 juta. Ibu ini memasukkan dirinya dengan kuat kepada generasi gada besi.

Seberapa kita memasukkan diri dengan kuat ke generasi gada besi ?

Syarat untuk masuk generasi gada besi adalah: anak laki-laki yang dewasa, artinya punya kekuatan, kuasa, otoritas, kedewasaan, mampu mewarisi segala milik orang tuanya. Mewarisi bukan berarti menggunakan dan menghabiskan hak milik orang-tuanya, tapi mengelola apapun yang orang-tua kita punya, dan membuatnya minimal menjadi 2x lipat.
Menurut tradisi Israel, seorang anak yang beranjak dewasa akan dipercayakan beberapa harta orang-tuanya: ternak, gandum, atau mengatur pemasaran. Beberapa orang yang melakukannya dengan main-main tidak akan terima apapun dan tetap disebut anak.

Tokoh Alkitab yang bisa mewarisi: Salomo, Ishak. Di tangan mereka kekayaan orang tuanya berkembang berkali-kali lipat.
Bu Iin menulis buku di usia 17, dan berharap anak-anaknya menulis buku di usia lebih muda, dan lebih banyak buku. Saat ini anak-anak bu Iin berusia 20 dan 18, tapi sudah melayani sebagai guru rumah singgah, mengadakan KKR ke daerah-daerah, berkhotbah di bangsa-bangsa, menulis buku, bahkan mendapat mobil bukan dari uang orang-tuanya.

Banyak jemaat JKI ingin terima warisan seperti p Agung, tapi tidak mendapatkan apa-apa. Ini karena mereka tidak mau belajar, sehingga tidak mengerti tentang peperangan rohani. Beberapa orang pergi red carpet, tapi saat pulang kondisi ekonomi atau keluarga memburuk. Ini karena mereka tidak melakukan peperangan rohani, sehingga seolah-olah menyerahkan diri pada lawan.

Iblis tidak bisa menyerang mereka yang bisa “terbang”, bisa “berperang”, dan dewasa; tapi akan balas dendam dan serang habis-habisan yang tidak bisa “perang”, tidak bisa “terbang”, dan tidak dewasa. Mewarisi atau tidak adalah pilihan kita, apakah kita mau memulai: ikut pelayanan, berani korban, mau belajar dan melatih diri, sehingga kita bisa masuk generasi gada besi.

Cara masuk generasi gada besi:
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, (Ef 4: 13)

1. Kesatuan iman
Harus ada kesepakatan dan kesatuan iman dengan gembala.

Iman tidak bisa tiba-tiba besar, tapi harus dilatih setiap saat. Bagi yang merasa imannya belum cukup, harus didongkrak/ dinaikkan: deklarasi, miliki saat teduh, menyembah, baca Firman Tuhan, menari bagi Tuhan, melakukan peperangan rohani. Hingga kita punya kesatuan iman dengan gembala.

Kesaksian:
Bu Iin dilatih p Yusak untuk beriman sejak usia 3 th. Saat terkena kanker di ibu jari, p Yusak tantang bu Iin untuk memilih cara dokter atau dengan iman. Beriman untuk kesembuhan, tanpa ada kepastian apakah akan sembuh atau mati. P Yusak temani bu Iin berlatih untuk percaya kepada Tuhan, deklarasi, dan mengucap syukur saat kesakitan. Bu Iin sembuh 1 tahun kemudian.

Tidak ada iman yang langsung jadi. Semua harus dibangun, dipaksa dan dikembangkan hingga terjadi kesatuan iman

Kesatuan iman artinya iman kita setaraf-sama-sedetak-seirama dengan iman gembala kita. Untuk mencapainya kita harus paksa diri kita, mengejar, dan jangan puas dengan kondisi kita.

2. Pengetahuan yang benar tentang Anak Allah
Kenali Tuhan dari segala aspek: sebagai Bapa, sebagai Pengusaha, sebagai Panglima Perang, sebagai Pilar, sebagai Juru Selamat, sebagai Raja segala raja, dll.
Jika kita tidak kenali dari seluruh aspek, kita tidak bisa disebut dewasa.

3. Kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus
Cek buah kita setiap tahunnya. Seberapa kita bertumbuh dalam hal keuangan, pelayanan, pekerjaan, dan segala aspek yang lain.

Saat memulai rumah singgah, kebutuhan dana bu Iin: 3 juta, dan itu membutuhkan pergumulan yang berat. Di tahun kedua butuh 20 juta per bulan, tapi pergumulan lebih ringan. Tahun ke-3 butuh 100 juta perbulan. Saat ini kebutuhannya 2M perbulan, tapi pergumulan tidak seberat di masa lalu.

Pertumbuhan Bahtera. Di awal Bahtera hanya 6 kota. Tahun ke-2 membuat KKR di 6 pulau besar di Indonesia. Tahun ke-3 membuat KKR dan arak-arakan di 5 kota per-propinsi. Tahun ke-4 deklarasi dan mematok di sebanyak mungkin kota di Indonesia. Tahun ini Bahtera menjangkau 200 bangsa dalam 6 bulan, dan total mengirim 2300 misionari.

Kita harus bertumbuh di segala bidang untuk bisa masuk generasi gada besi

Why 19: 11-16 – Tuhan segera menunjukkan kegerakan terbesar, lawatan terbesar, kemenangan terbesar, dan pendudukan terbesar di seluruh dunia, dan mereka yang termasuk generasi gada besi akan mengikutiNya.

Dalam sesi pelantikan di KKR Bahtera, secara roh banyak jemaat yang menerima kuda putih, ada yang mendapat kereta perang dengan beberapa kuda putih. Artinya Tuhan akan berikan pelayanan-pelayanan baru, perusahaan-perusahaan baru, pekerjaan-pekerjaan baru.

Upgrade diri kita ! Minta petunjuk pada Tuhan tentang apa yang harus kita kerjakan, melalui: mimpi, pengelihatan, dan pintu yang terbuka.

Kesaksian:
Seorang anak muda lulusan SMA semula bekerja pada orang lain. Saat mendengar pesan untuk meng-upgrade diri, dia minta iman untuk bisa sepakat dengan pemimpin dan punya usaha sendiri. Tuhan beri dia mimpi tentang besi tua dan rongsokan. Anak ini melangkah dan mempelajari bisnis besi tua, dan saat ini sudah berhasil memulai bisnis baru.

“Yang Setia dan Yang Benar” (Why 19: 11C)

Generasi gada besi harus punya sifat setia dan benar. Banyak jemaat yang tidak setia dalam membaca Alkitab, tidak setia dalam berperang, tidak setia dalam bangun pagi, tidak setia dalam kerja, pembukuan kacau, dll.

Contoh kesetiaan: Pak Yusak sejak masa mudanya setia membaca Alkitab, berdoa pada jam tertentu, berpuasa pada hari tertentu. P Yusak bekerja sebagai dokter gigi, tapi juga menginjil, kotbah, jadi montir saat di Irian, jual beli mebel.

Banyak orang yang bersemangat di awal pelayanan, tapi setelah beberapa tahun jadi kehilangan semangat dan passion. Banyak orang didapati tidak setia. Tuhan mau kita tetap punya passion, iman dan gelora. Tanpa passion, kita tidak bisa masuk generasi gada besi.

Dan mata-Nya bagaikan nyala api (Why 19: 12a)

Koreksi:
JKI pernah mengalami penyembahan yang penuh urapan dan passion, sehingga bahkan orang-orang bisa merasakan hadirat Tuhan saat masih di parkiran. Tapi saat ini sudah jauh berkurang karena ada yang bergeser, dan passion kurang.

di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota (Why 19: 12b)

Tuhan mau kita punya banyak mahkota. Jangan sampai kita kehilangan mahkota kita.
Alkitab tulis minimal ada 7 mahkota, antara lain:
Mahkota karena penderitaan (Yak 1: 12)
Mahkota karena kesetiaan (Why 2: 10)
Mahkota karena jiwa-jiwa (1 Tes 2: 19-20)

dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri. (Why 19:12c)

Pengelihatan:
Di KKR Bahtera Tuhan tetapkan nama kepada masing-masing jemaat yang hadir. Semua yang serius mendapat nama baru, tapi hanya 10% dari 15 ribu orang yang hadir yang mengambil nama dan jatahnya. Tuhan minta bu Iin sampaikan hal ini ke jemaat, supaya berkat yang merupakan jatah JKI tidak jatuh ke kota-kota lain.

Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam (Why 19:15a)

Tuhan mau jadikan kita di tahun depan sebagai pembawa Firman, nabi-nabi, guru-guru, dan rasul-rasul yang sangat tajam.

Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.”(Why 19:16)

Pada jubah yang dikenakan Bahtera dipasang tulisan dan lambang-lambang, yang adalah: senjata, nama, perjanjian, destiny dari yang mengenakannya. Jubah adalah cara surga berpakaian.

Altar call:
Minta supaya cinta dan passion dipulihkan, bisa bertumbuh, mengejar dan lari pada jatah yang Tuhan sediakan. Sehingga saat peninggian, berkat, tugas dan tanggung-jawab datang, tidak menjadi letih, lemah dan biasa.

Maillist: http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/
Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (YM); antoniusfw1@gmail.com (email);
antoniusfw@facebook.com (FB); @Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381; WhatsApp – 085 727 868 064

Minggu, 22 Desember 2013
4 Persembahan dengan 4 Kegunaan
Petrus Agung

Pengelihatan p Agung saat penyembahan di Natal SHRK Jakarta:
Di sebuah ruang sidang yang besar Tuhan memanggil nama-nama kita satu persatu. Saat yang dipanggil muncul, ada malaikat yang meneriakkan sebutan atau panggilan dari orang itu: dia yang setia, dia yang penuh iman, dia yang Engkau kasihi, sahabatMu. Contohnya saat orang-orang memberitahukan pada Yesus tentang kematian Lazarus, dia disebut sebagai: “dia yang Kau kasihi”, dan Yesus mengerti siapa yang dimaksud.

Setiap kita punya sebutan di depan Tuhan !

Masing-masing orang yang dipanggil diberi hadiah atas apa yang dilakukan dan kerjakan untuk Tuhan di sepanjang tahun ini. Ada yang merasakan hadiah itu mulai akhir tahun ini, ada yang mulai awal tahun depan.

Janji Tuhan pada Abraham: keturunannya akan seperti pasir di laut dan bintang di langit. Pasir ada di bawah, bintang ada di atas. Tuhan berkata bahwa sudah waktunya anak-anak Tuhan jadi bintang-bintang. Alkitab katakan 1/3 bintang akan gugur, tapi ada bintang yang tidak akan gugur/ rontok selama-lamanya karena dijamin Tuhan.

Cara supaya anak-anak Tuhan jadi bintang yang tidak gugur:

Dan orang- orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang- bintang, tetap untuk selama- lamanya. (Dan 12: 3)

Ada 2 macam orang yang akan jadi bintang yang bercahaya pada akhir jaman:
1. Orang-orang yang bijaksana
2. Orang-orang yang menuntun banyak orang lain kepada kebenaran

Tuhan minta p Agung mengajari jemaat bagaimana cara untuk menjadi bijaksana. Ini akan disampaikan pada hari ini, KKR Bahtera, dan kebaktian minggu depan
Untuk bagian kedua yaitu membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan, kesempatan dibuka pada acara old and new tanggal 31 Desember 2013 di Holy Stadium. Masing-masing jemaat diharap membawa jiwa-jiwa, masing-masing 2 orang.

Menjadi Bijaksana dalam hal Persembahan
Semua yang Tuhan perintahkan dan minta pada kita, baik materi atau non-materi, ujungnya kembali pada kita. Contoh: Tuhan minta Ishak kepada Abraham, ujungnya Abraham dapatkan Ishak kembali.

1. Perpuluhan (Mal 3: 10-12)
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan (Mal 3: 10)

Persepuluhan memberikan efek langit:
1. Langit di atas kita terbuka, maka berkat Tuhan terbuka bagi kita.
2. Semua binatang pelahap yang merusak hidup kita dihardik dan disingkirkan.

Perpuluhan adalah hak dan milik Tuhan, maka dikatakan kita mengembalikan dan bukan memberi, dan itu merupakan penyembahan kita. Kita tidak bisa membagi-bagi perpuluhan semau kita, harus kepada tudung rohani kita.

Aturan sinode JKI : 1/10 dari persembahan diserahkan ke sinode. JKI Injil Kerajaan mengembalikan perpuluhan kepada sinode setiap senin pagi, dan bukan per bulan. Begitu diserahkan, bagian JKI selesai. Penggunaan dan pengaturan uang itu terserah kepada sinode.
Saat gereja JKI melakukan kewajibannya, maka JKI mendapat tudung rohani pdt Adi Susanto. P Adi punya ketulusan, jiwa besar, hati Bapa, punya kerinduan besar supaya jiwa-jiwa yang belum diselamatkan mengenal Tuhan. Dia tidak merasa tersaingi dengan orang-orang muda yang sedang berkembang, malah memberi kepercayaan dan kesempatan kepada mereka.

Contoh salah satu sikap yang menunjukkan hati Bapa yang dimiliki p Adi:
Ada seorang hamba Tuhan yang sedang dihakimi banyak orang sebagai sesat, justru diundang p Adi untuk khotbah di PD Sangkakala. Pemikiran p Adi: lihat intinya, jangan asesorisnya. Jika semua orang menghakimi hamba Tuhan itu, kemudian dia kepahitan dan pindah agama, justru dia akan binasa.
Dengan tudung rohani seperti p Adi, maka JKI mempunyai hati Bapa yang memungkinkan adanya pertumbuhan dan semakin besar.

Perpuluhan mengamankan tudung kita sendiri

Setiap kebaktian yang dilayani Ps John Avanzini, 1/10 dari persembahan diserahkan kepada ps John. Maka Jki punya tudung seorang nabi di bidang keuangan dengan urapan 100 kali ganda.

2. Taburan
Apa yang kita tabur, itu yang kita tuai. Semakin banyak menabur, semakin banyak tuaian.
Taburan adalah jenis persembahan yang bentuknya seperti investasi. Saat diberikan, kita harus mengerti apa yang akan kita dapat dengan memberikan taburan tersebut.

Contoh: Perempuan sunem yang membuatkan kamar bagi Elisa. Setelah Elisa beberapa kali mampir, akhirnya perempuan ini mendapatkan upah berupa hal yang selama ini belum dimilikinya: anak.

Semua bentuk taburan punya tujuan jelas, dan pasti menuai: 30x, 60x, atau 100x ganda.

Kerjakan taburan dengan pengertian bahwa akan menuai hasilnya:
JKI memberkati pelayanan radio George Otis, ujungnya JKI mendapatkan radio Rhema.
JKI membantu dana untuk pembelian tanah bagi sekolah yang akan didirikan Mahanaim, ujungnya JKI punya sekolah Terang Bangsa.

Berikan taburan di tempat yang subur!

3. Berkat persembahan untuk orang-orang miskin atau yang kekurangan
Memberi kepada orang miskin adalah memiutangi Tuhan.

Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. (Ams 19: 17)

Dalam peristiwa 5 roti dan 2 ikan ada 5000 orang yang lapar. Ada seorang anak merelakan bekalnya, maka 5000 orang tersebut bisa makan kenyang bahkan sisa 12 bakul.

Setiap kali kita menolong orang miskin, kita akan mengalami pelipat-gandaan

Sepanjang tahun 2013 p Agung menolong sekitar 5 orang jemaat yang kesulitan tempat tinggal. Suatu kali p Agung akan membeli sebuah rumah. Deal pembayarannya 3 kali dengan selang 3 bulan.
Ternyata setelah khotbah kunci Daud, besoknya di hari senin dan selasa ada orang-orang yang menutup pembayarannya, sehingga p Agung tidak mengeluarkan uang sedikitpun.

4. Persembahan khusus
Persembahan khusus diberikan dalam momen khusus dan dalam jumlah khusus. Jika dilakukan dengan tepat, maka akan terjadi terobosan!

Contoh:
Janda Sarfat datang ke Elia dengan tebung segenggam dan sedikit minyak. Elia meminta secara khusus pada wanita ini untuk membuat roti. Begitu dibuatkan, tepung dan minyak tidak habis hingga waktu panen.
Semalaman para murid mencari ikan dan gagal. Tuhan perintahkan bergerak ke tempat yang dalam, lalu tebarkan jala, maka ikan yang ditangkap begitu banyak.

Breakthrough harus dengan ketepatan, dilakukan dengan kuat, maka akan berhasil menjebol/ menerobos.

Kesaksian:
Setelah pelunasan tanah Holy Stadium, uang di kas JKI hanya sisa 400 juta, dan beberapa waktu tidak bertambah. Padahal kebutuhan dana minimal 1,2M untuk tiang pancang pertama. Saat Mahanaim butuh 400 juta untuk membeli tanah yang kelak untuk sekolah, Tuhan bicara kepada p Agung: “koq pas ya? “. Walau dengan berbagai pertimbangan, akhirnya p Agung memberikan uang tersebut.
Beberapa waktu kemudian, saat ps John Avanzini buat kebaktian “The unusual”, jumlah persembahan yang diterima 21M, dan Holy Stadium terbangun.

Maillist: http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/
Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Minggu, 15 Desember 2013
Kunci Daud
Petrus Agung

Akhir Jaman
Alkitab ajarkan pada kita untuk memperhatikan tanda-tanda di langit berkaitan dengan akhir jaman.

dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit(Luk 21:11b)

Pada tahun 2014 akan terjadi 2 kali gerhana bulan , sehingga warna bulan jadi merah seperti darah dan disebut blood moon. Kedua gerhana itu terjadi bertepatan dengan hari raya Yahudi: Paskah dan Pondok Daun. Pada tahun 2015 akan terjadi 2 kali gerhana matahari, salah satunya terjadi pada tahun baru Yahudi.
Di masa sebelumnya jika peristiwa ini terjadi (2 kali blood moon diikuti 2 kali gerhana matahari), maka selalu terjadi sesuatu yang berkaitan dengan orang Israel. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1948 dan 1967. Tahun 1948 negara Israel merdeka. Tahun 1967 Israel merebut kota Yerusalem dari tangan kerajaan Yordania.

Fenomena politik saat ini:
Di Amerika: melalui Obama care, muncul chip RFID yang sangat kecil, yang dipasangkan di tubuh manusia. Dengan chip itu seseorang bisa menikmati berbagai fasilitas pemerintah.
Di timur-tengah: Iran dan negara-negara barat mulai berdamai dan mendekat. Hal ini tidak disukai oleh Israel dan Arab Saudi, dan kedua negara ini mulai melakukan perundingan. Semua ini menggiring pada perjanjian damai di timur-tengah. Hal ini membuka kesempatan bagi Israel untuk membangun Bait Suci. Begitu Bait Suci dibangun, maka akan terjadi nubuatan Alkitab yang menyatakan pembinasa keji memasuki Bait Suci dan menajiskannya. Baru di saat itulah orang Yahudi sadar bahwa dialah mesias palsu, dan Yesuslah Mesias yang sebenarnya.

Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel–para pembaca hendaklah memperhatikannya (Mat 24: 15, Mrk 13: 14)

Ini artinya kita hidup pada masa di mana Yesus akan datang yang kedua di awan-awan dan menjemput gerejanya. Sebelum semua itu terjadi, dunia harus mengalami lawatan yang luar biasa. Karena sebelum bangsa Israel jasmani diselamatkan, jumlah bangsa-bangsa non Yahudi yang selamat harus genap. Saat lawatan terjadi, otoritas gereja akan sangat besar, sekaligus menikmati berkat yang luar biasa untuk mendanai kegerakan Tuhan.

Di masa hidupnya, ayah dari p Yusak Cipto sharing tentang akhir jaman dengan p Agung. Dia berkata bahwa yang sanggup bertahan menghadapi antikris hanyalah orang Yahudi asli. Sedangkan orang Kristen sebagai Israel rohani tidak akan tahan. Masalahnya tidak semua orang yang percaya Yesus akan mengalami pengangkatan.

Keledai
Minggu lalu datang pdt Avshin, orang Iran dan sekarang menetap di Kanada. Selama 20 tahun lebih pdt Avsin melayani saudara-saudara sepupu. Kemudian P Agung tunjukkan lawatan Tuhan yang sudah terjadi di Indonesia. P Agung bertanya apakah peran dan yang akan terjadi dengan mereka berkenaan dengan kedatangan Tuhan yang kedua.

Selama ini kita melihat tanda-tanda kedatangan Tuhan pada Israel. Tapi Ismael juga anak Abraham. Ps Avshin berkata bahwa di akhir jaman Ismael akan kembali ke rumah Bapa. Saat Tuhan masuk Yerusalem baru, tandanya adalah kegerakan besar di antara mereka.

Saat Yesus masuk Yerusalem, dia menunggang keledai muda yang sudah dijinakkan, tertambat, dan belum pernah ditunggangi orang lain. Saat itu orang-orang berteriak menyambut Yesus sebagai Mesias. Ps Avshin percaya bahwa kelak Yesus masuk Yerusalem baru dengan “menunggang keledai”. Saat lahir, Yesus diletakkan di palungan. Palungan adalah tempat makan keledai.

Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya. (Yes 1: 3)

Analogi sederhana:
Begitu Tuhan mememulai karya penyelamatan dengan lahir di dunia, Dia diletakkan di palungan. Di akhir pelayananNya, Yesus memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai yang belum pernah ditunggangi orang lain. Artinya Yesus memulai dan mengakhiri pelayananNya di dunia dengan keledai. Maka sangat mungkin Yesus akan masuk Yerusalem baru juga dengan menunggang keledai. Keledai liar adalah Ismael.

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. (Mat 5:5)

Istilah “lemah lembut” digunakan petani untuk menyebut keledai liar yang sudah dijinakkan. Maka “lemah lembut” berarti great power under control – kekuatan besar yang terkontrol.
Dari bangsa Indonesia akan menghasilkan banyak hal yang mempengaruhi seluruh dunia. Bahtera sudah pergi ke hampir seluruh dunia dengan membawa terang Injil. Saat terang Injil memberkati semua bangsa, itu akan mempersiapkan berkat secara jasmani bagi kita.

Kunci Daud
Saat berita second coming disampaikan, banyak yang ber-respon salah: menjual semua miliknya, lalu hanya berdoa dan menunggu Tuhan. Padahal Alkitab berkata:

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
(Mat 24: 46, Luk 12: 37a, Luk 12: 43)

Saat ini bagian kita adalah melakukan tugas kita semaksimal mungkin. Sehingga kapanpun Tuhan datang, Dia akan mendapati kita sedang melaksanakan tugas kita. Jika kita hanya diam saja dan tidak lakukan tugas kita, maka kita pasti akan tertinggal karena tugas kita terbengkelai.

Untuk melakukan tugas kita hingga tuntas, Tuhan akan memberikan kunci Daud kepada kita.
“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.(Why 3:7)

Nanti saat kunci Daud ini bekerja maksimal, maka akan muncul orang-orang dengan otoritas seperti 2 saksi di kitab wahyu: perkataannya mampu mengendalikan alam, dan otoritas rohaninya hebat.

Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya (Why 11: 6)

Jika ini terjadi, kita bisa perkatakan “terbuka” untuk semua hal yang selama ini tertutup bagi kita. Kita juga bisa katakan “tertutup” bagi hal-hal buruk yang selama ini terbuka di hidup kita.

Contoh dalam skala kecil: Arak-arakan di Philadelphia- Amerika Serikat, cuacanya buruk. Sebelum acara berlangsung, anak-anak Tuhan lakukan doa peperangan, dan hujan bisa batal.

Yes 22: 20-22
Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. (Yesaya 22: 22)

Ayat 22 tidak akan terjadi sebelum ayat 21 digenapi:
Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda. (Yes 22: 21)

Kunci Daud otoritasnya sangat besar. Sebelum mendapatkan kunci Daud, ada 4 perlengkapan dari Tuhan yang harus kita terima:

1. Jubah
Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya (Yes 22: 21a)

Jubah adalah pakaian terluar, dan menggambarkan status seseorang. Contohnya TNI atau Polisi, status seseorang ditentukan baju dan tanda pangkatnya.

1Sam 18: 3-5
Begitu Daud menerima jubah Yonatan dan kelengkapannya, Daud selalu berhasil memenangkan pertempuran. Dalam terjemahan lain “selalu berhasil” dikatakan: behave wisely (berlaku bijak).

Seseorang dengan otoritas besar akan menimbulkan berbagai masalah jika perilakunya tidak bijak

Jubah mempengaruhi tindakan seseorang:
Jubah putra mahkota yang Daud kenakan membuatnya bertindak berbeda.
Setelah mengenakan jubahnya, Yusuf bertindak dewasa

Secara rohani, kita masing-masing punya jubah rohani. Kita harus minta jubah kedewasaan dari Tuhan, yang sesuai dengan otoritas besar yang akan Tuhan berikan kepada kita.

Pengaruh jubah di Alkitab:
Saat Saul merobek jubah Samuel, kerajaan dikoyakkan dari Saul.
Saat Saul mengejar Daud, Daud memotong punca jubah Saul. Maka Saul mengakui Daud lebih besar, dan kelak menggantikan Saul menjadi raja Israel.
Harun dan Miriam memberontak terhadap Musa. Yang terkena kusta hanya Miriam. Jubah jabatan imam besar Harun memproteksinya. Saat jubah imam dilepas, Harun langsung mati.
Saat Elisa menerima jubah Elia, artinya Elisa mendapat hak kesulungan. Alkitab mencatat Elia membuat 7 mujizat, sedangkan Elisa membuat 14 mujizat.

Kita harus mengingini jubah yang dari Tuhan, karena itu akan mengubah hidup kita
Jubah dari Tuhan membuat kita bertindak bijaksana dan tidak dikuasai hawa nafsu dan amarah

Orang dengan otoritas besar yang tidak berperilaku dengan bijak, akan jadi orang yang berbahaya. Jika perilaku kita tidak dewasa: kekanak-kanakan, mudah menyerah, mudah tersinggung, egois, maka Tuhan tidak akan berikan kunci Daud pada kita.

Tuhan sangat perduli pada proses. Bahkan saat menjalani penangkapan hingga mati di salib, Yesus tidak mau memotong atau memperingan proses. Jika Tuhan kuat melalui proses, maka kita juga akan dimampukan Tuhan untuk melalui semua proses kita.

Setiap orang seperti benih yang memiliki potensi kehidupan di dalamnya. Setiap benih memiliki kulit luar/ shell. Jika kita ijinkan Tuhan memecahkan kulit luar itu, barulah semua potensi di dalam kita keluar. Tapi jika kita tidak ijinkan, maka potensi kita tidak pernah akan keluar.

2. Ikat Pinggang
dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya (Yes 22: 21b)
And strengthen him with your belt (Yes 22: 21b, KJV)
Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan (Ef 6: 14a)
Fungsi ikat pinggang:
2. 1. Tempat meletakkan sarung pedang
Jika punya kunci Daud, kita tahu cara berperang!
Di Amerika sedang ada perang besar terhadap keKristenan, dan Amerika menuju negara ateis-sekuler. Mereka tidak belajar bahwa negara-negara Eropa pernah hancur satu demi satu saat mereka meninggalkan Tuhan.

Setelah bangkit dari antara orang mati dan sebelum Tuhan Yesus naik ke Surga, Dia berikan otoritas:
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, (Mrk 16: 17)

Ini adalah otoritas untuk melakukan peperangan rohani.

2.2.Tempat meletakkan kantong uang.
Kita harus tahu bagaimana menjarah dan mengelola keuangan dengan baik. Harta saja tanpa kemampuan berperang menyebabkan iblis bisa merampok kita dengan mudah.

2.3. Pelindung kemaluan
Keinginan daging kita harus dikendalikan: harta, tahta, dan nafsu seksual.

3. Tanggung jawab
I will commit your responsibility into his hand. (Yes 22: 21c, KJV)
Kuasa yang besar harus diimbangi dengan tanggung jawab. Jika tidak, semua akan hancur.

Gal 6: 4-6
Each of you must take responsibility for doing the creative best you can with your own life. (Gal 6:5, MSG)

Tanggung jawab bukan hanya untuk bertahan, tapi untuk menghasilkan sesuatu yang kreatif di depan.
Kita harus kerjakan apapun yang Tuhan berikan kepada kita dengan tanggung-jawab penuh !

Saat kita kerjakan tugas kita dengan bertanggung-jawab, orang lain akan menilainya dan memberikan apresiasi, dan mengangkat kita. Dan itu harus dimulai dengan hal yang sederhana.

4. Hati Bapa
maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda. (Yes 22: 21d)

Jika punya hati Bapa, kita tidak akan melihat orang lain yang berkembang potensinya sebagai musuh

Jika kita hanya punya “hati kakak”, reaksi kita bisa seperti si sulung yang marah dan memusuhi saat si bungsu balik ke rumah.

Musa memiliki “hati Bapa”. Saat 70 orang tua-tua dikumpulkan, tapi 2 orang tidak bergabung. Tapi semua kepenuhan, termasuk 2 orang yang tidak hadir. Yosua melaporkan hal ini pada Musa dan meminta Musa mencegahnya, tetapi Musa justru bersyukur dan tidak mempermasalahkan.

Ketika kita punya posisi sebagai pemimpin, bos, jendral, kakak; tapi jika tanpa hati Bapa, maka akan menjadi masalah.

Tuhan hanya berikan kunci Daud pada orang yang memiliki hati Bapa, karena orang itu tidak akan bertindak semena-mena kepada yang lebih muda.

Pengumuman:
Sabtu sore 15:00 meeting leaders di Holy Stadium
Ibadah tutup tahun – 31 desember 2013. Setiap jemaat masing-masing bawa 2 jiwa baru.
Seminar dengan tema kedatangan Tuhan dan pengangkatan. 7 dan 8 Januari 2014.
14, 15, 16 Februari 2014 – ps Kong Hee, City Harvest, Singapore
Maret awal – ps Bill Wilson
Juli pertengahan – ps Benny Hinn

Maillist: http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/
Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Minggu, 08 Desember 2013
Become a Real Family
Afshin Javid

Luk 15: 11-32
Di masa itu tidak ada bank, sehingga Ayah harus menjual property dan ternak, sebelum bisa serahkan bagian warisan pada si bungsu. Maka hari berikutnya si bungsu masih makan semeja di rumah ayahnya. Normalnya suasana rumah dan hati si ayah akan berubah, karena si bungsu meminta warisan pada ayahnya, sekalipun ayahnyanya masih sehat dan jauh dari kematian.

Si ayah tetap memperlakukan anaknya dengan baik seperti sebelum si bungsu meminta warisannya, karena diceritakan di kisah bahwa si bungsu masih tinggal beberapa hari di rumah ayahnya. Si ayah masih mengasihi anaknya sama seperti sebelum ia minta warisan. Hati sang ayah tidak berubah.

“Beberapa hari kemudian …. “ (Luk 15: 13a)

Si bungsu kemudian meninggalkan rumah, lalu menghabiskan semua hartanya. Saat harta habis, duduk dekat babi, baru si bungsu sadar betapa baiknya ayahnya. Bahkan si ayah bersikap baik kepada hamba-hambanya. Si bungsu menyesali kesalahannya, dan pulang dengan rasa malu.

Sang ayah harus pergi keluar rumah untuk menyongsong anak bungsu dan membawanya masuk. Sang ayah juga harus keluar rumah untuk menemui si sulung dan mengajaknya masuk.

Keluarga ini punya masalah besar. Saat bungsu meminta warisan, dia berpesta setiap hari dan tidak pernah mengundang kakaknya. Si sulung menginginkan seekor kambing untuk berpesta dengan teman-temannya tanpa mengundang si bungsu.

Luk 15: 31-32 – Sang ayah ingin kedua anaknya tahu bahwa warisan yang ingin dia tinggalkan bukanlah tanah, ternak, tetapi adiknya, yaitu keluarga. Warisan terbesar kita adalah keluarga.

Sang ayah tidak mencari saat si bungsu meninggalkan rumah, karena itu bukan tugasnya, tapi tugas seorang saudara. Dalam kisah Kain dan Habel Tuhan bertanya keberadaan Habel pada Kain. Roh Kudus juga tanyakan hal itu kepada kita: apaka kita penjaga saudara-saudara kita ?

Setiap keluarga yang percaya Tuhan otomatis adalah gereja. Tetapi tidak semua gereja merasa, berperilaku, mengasihi, menerima seperti keluarga.

Dalam kisah “anak yang hilang” Tuhan juga bercerita tentang diriNya sendiri:
Tuhan adalah Bapa yang punya 2 putra: Yesus yang sulung, dan yang bungsu adalah Adam. Dengan memakan buah pengetahuan, maka Adam mengambil warisannya. Adam mendapatkan kerajaan dunia, tapi kehilangan kehadiran ayahnya. Adam berkeliling di bumi dan menghabiskan warisan Bapa. Manusia selama ini memboroskan sumber daya bumi dan menghabiskan semua warisan kita.

In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God. (Yoh 1:1, KJV)

Kata “with” gambarannya seperti sepasang kekasih yang saling berpandangan tanpa berkedip. Artinya ada hubungan/ relasi kasih yang sangat dekat antara Yesus dan Bapa. Yesus melihat dan merasakan sakit di hati Bapa yang belum ada sebelum penciptaan Adam. Bapa rindu pada Adam dan semua keturunannya.

Kemudian Yesus melepaskan semua warisan, kemuliaan, predikatNya, dan turun ke dunia untuk mencari adiknya dan membawanya pulang. Yesus mau tunjukkan bahwa kasih Bapa begitu besar, dan di rumah Bapa ada ruangan-ruangan bagi manusia.

Yesus terpisah dari Bapa, korbankan segalanya, supaya kita dipertemukan kembali pada Bapa.

Kakak sulung kita yang di Surga rela kehilangan segala-galanya supaya adik bisa pulang. Apakah kita jenis orang-orang seperti itu?

Sebelum kita menjadi satu keluarga, kita tidak punya otoritas untuk berdoa “Bapa kami”. Kita bisa memanggil Tuhan sebagai Juru Penyelamat, Tuhan Maha Kuasa, atau sebutan lain, tapi untuk memanggil Bapa, kita harus memperlakukan anak Tuhan lain sebagai saudara:
Saudara tidak saling menyimpan dendam.
Saudara saling mengetahui kelemahan masing-masing.
Saudara saling membela.
Saudara bertumbuh bersama-sama.
Saudara tidak terpisah.
Saudara saling menghibur dan menguatkan yang lemah.
Saudara mengorbankan reputasi supaya saudara lain yang sakit bisa disembuhkan.

Kita masing-masing punya ayah, ibu, dan saudara-saudara, dan masing-masing punya kelemahan-kelemahan yang hanya diketahui anggota keluarga. Dan kita masing-masing tahu kesalahan-kesalahan mereka lebih dari orang lain.

Dalam gereja, gembala kita adalah ayah kita. Pastikan bahwa kita tidak menghakimi gembala kita. Gembala kita tidak sempurna, tapi dialah ayah yang Bapa surgawi berikan bagi kita. Jika kita menghakimi gembala kita, kita jadi tanpa bapa (fatherless).

Saat kita menghakimi seseorang, kita akan kehilangan memutuskan hubungan/ relasi

Saat kita menghakimi ayah kita, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menghakimi saudara, pasangan, anak, tetangga, kota, negara, dunia.

Yesus tidak datang untuk menghakimi dunia, tapi untuk melayani dan membawa kasih.

Saat kita menghakimi, kita tidak lagi membawa Injil. Tapi justru menjadi seperti si penuduh yang mendakwa dan menghakimi setiap orang lain.

Kita harus rela untuk menjadi satu keluarga. Karena untuk menjadi keluarga yang sejati kita harus punya kemurahan, kasih, dan penerimaan yang besar.

Keluarga sejati bisa berkembang secara jumlah. Jika kita bukan keluarga yang sejati, maka gereja hanyalah sebuah klub yang tidak bisa bertahan lama, karena akan menjadi bisnis.
Gereja tidak menjadi bisnis karena gembalanya. Gembala adalah seorang ayah yang menciptakan suatu atmosfir yang memungkinkan kita lahir. Dan gembala menyediakan kesempatan-kesempatan supaya kita bisa menjadi sebuah keluarga. Tapi adalah pilihan jemaat untuk menjadi sebuah keluarga.

Gereja-gereja menjadi bisnis karena orang-orang yang hadir di gereja tidak rela menjadi sebuah keluarga.

Jika jemaat yang hadir di gereja rela menjadi satu keluarga, maka segalanya akan berubah seketika:
Kuasa kerajaan datang
Kemuliaan Tuhan tampak
Kehendak Bapa terjadi

Barulah saat itu kita bisa memohonkan kalimat kedua dari doa “Bapa kami”:

Give us this day our daily bread (Mat 6: 11, KJV)

Jika di awal kita tidak menjadi sebuah keluarga, maka kita tidak bisa berharap nama Tuhan dipermuliakan. Seorang ayah tidak akan dihormati orang lain jika anak-anaknya saling bertengkar.

Kita tidak bisa memuliakan Bapa jika kita bertarung satu-sama lain.

Di saat kita berkata “Bapa kami”, artinya kita membuang semua kutuk, kemarahan, dan penghakiman terhadap saudara kita.

Altar call:
Roh Tuhan ingin memulihkan hati bapa kepada anak-anaknya, dan anak-anak kepada bapa-bapanya. Semua ganjalan antara kita dengan saudara-saudara kita akan Tuhan patahkan.

Maillist: http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/
Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Minggu, 24 November 2013
Out of The Box
Hengky Kusworo

Trust GOD from the bottom of your heart; don’t try to figure out everything on your own. (Ams 3:5, MSG)

Seringkali kita punya warna/ pola/ konsep dalam mengikuti Tuhan, dan itu jadi sekat/ pembatas dalam hidupnya. Jangan mendasari percaya kita kepada Tuhan dengan konsep, gambaran, pola, cara dan kebenaran diri kita sendiri.

Tuhan kita dinamis dan keluar dari batasan-batasan diri kita.

Penelitian National Geography:
Seorang bapak ditunjukkan gambar lingkaran dan segitiga. Kemudian bapak ini diminta menceritakan apa yang dia lihat. Bapak itu menjawab bahwa dia melihat lingkaran dan segitiga. Saat hal yang sama ditunjukkan pada anak kecil, dengan imajinasinya dia bisa melihat: lingkaran, segitiga, gunung, piramida, planet, matahari, bintang, dll.
Kesimpulannya: anak ini tidak mempunyai batasan imajinasi.

Iman tidak terbatas. Seringkali yang membatasi kita adalah bingkai pemikiran kita

Saat red carpet di Korea Utara, aturan dan larangan dari pemerintah dan militer sangat banyak. Tapi tim red carpet tidak mau dibatasi. Tim saling berbicara menggunakan bahasa Jawa, sehingga tidak bisa dimata-matai. Akhirnya tim bisa lakukan banyak hal: menyentuh rakyat, ambil foto, memberi gelang, bahkan membabtis.

Jika kita sudah terkonsep dan berkata tidak bisa, artinya kita sedang membatasi iman kita.
Jangan batasi Tuhan dengan membatasi diri kita sendiri !

tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. (Dan 11: 32b)

Orang yang kenal Tuhan-nya akan jadi kuat dalam kesulitan, dan dia akan bertindak. Bertindak artinya melakukan suatu perbuatan besar. Mengenal artinya kenal karena mengalami.

Ke-Kristenan bukan teori, tapi harus mengalami dan merasakan bersama Tuhan, baru kemudian kita melakukan perbuatan-perbuatan besar.

Seorang anak youth ingin berangkat red carpet, tidak punya KTP dan KK, juga tidak punya uang. Artinya dia juga tidak bisa memiliki paspor. Normalnya dia tidak bisa berangkat red carpet. Akhirnya paspor-nya tetap keluar. Anak ini perlu 18 juta untuk berangkat, tapi tidak punya uang, walau sudah bekerja tambahan. Secara hitungan uangnya tidak memadai. Tapi Tuhan hargai imannya. Di saat-saat terakhir Tuhan genapkan dananya.

Saat ada titik terobosan dalam hidup kita, maka pintu-pintu akan terbuka dengan mudah

Penelitian:
Kutu anjing bisa loncat sangat tinggi. Tapi jika kita masukkan dalam kotak korek api selama 1-2 minggu, maka saat di keluarkan si kutu hanya mampu melompat setinggi kotak korek api. Benturan yang terjadi saat si kutu berkali-kali berusaha melompat, meyakinkannya akan batasan lompatannya.

Ketika kita merasa bahwa Tuhan berkali-kali tidak menjawab doa kita, itu menimbulkan batasan. Benturan dalam hidup kita tidak boleh membuat kita jadi pasif. Kita harus meminta terobosan, karena Tuhan adalah master of breakthrough.

Anak kecil di penelitian di atas tidak punya konsep, tidak punya pola, tidak tercemar, tidak terbingkai, sehingga imajinasinya bisa kemana-mana.

Dalam bukunya Robert Liardon menulis bahwa ada satu hal yang membuat Tuhan menangis: Ketika seseorang berdoa meminta jawaban, lalu saat malaikat datang untuk menyampaikan jawaban Tuhan, ternyata orang itu sudah tidak memiliki iman.

My people are destroyed for lack of knowledge (Hos 4: 6)

Kata knowledge didalamnya mengandung pengertian persepsi. Maka ayat di atas bisa diartikan” umatku binasa karena salah persepsi dengan Tuhan, kita kotaki Tuhan, dan kita salah konsep.

Kesaksian:
Seorang guru Terang Bangsa apply visa ke negara besar. Negara ini meminta printout rekening untuk bulan terakhir. Rekan-rekannya menyarankan dia untuk pinajam uang, ditransfer, lalu bukunya di print dan diajukan. Tapi guru ini maju apa adanya tanpa suntikan dana. Ternyata visa-nya keluar.

Ikut Tuhan itu no limits !

Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua. (Pkh 9: 11)

Tim basket Terang Bangsa baru terbentuk 5 bulan, di final berhadapan dengan tim yang sudah 3 tahun terbentuk. Di semua segi tim TerBang kalah. Ada pemain yang sebelum pertandingan mendapat mimpi dari Tuhan: jadi best player, diberitahu strategi menghadapi pemain yang menjaganya hingga kena 4 kali foul. Pemain-pemain lain juga mendapat mimpi, dan semua terjadi. Tapi tim kalah, walau di quarter 1 dan 2 bisa mengimbangi. Setelah ditelusuri, itu karena pelatihnya tidak percaya bahwa tim bisa menang.

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita (Ef 3: 20)

Kesaksian seorang dosen Fisika dari Yordania:
Gajinya $4000 per bulan karena mampu berbahasa Inggris dengan baik. Satu kali Tuhan perintahkan dia meninggalkan pekerjaannya dan membangun sekolah Internasional di kota kelahirannya. Semua miliknya di jual, tapi dana belum mencukupi. Kemudian dia ditolong seorang kaya di kotanya yang menyediakan tanah, perangkat dan property. Pembagian hasilnya 30% untuk si dosen.
Sekolah ini akhirnya jadi besar. Kemudian pengusaha itu memberhentikan si Dosen begitu saja. Selama setahun kondisi ekonominya sangat berat, tapi dosen ini tetap percaya bahwa visi yang dia dapat benar-benar dari Tuhan.
Suatu hari dia bertemu seseorang yang berpengaruh di kotanya. Orang itu menggerakkan pemerintah untuk membeli paksa sekolah tersebut. Sekolah itu kemudian diserahkan kembali kepada si dosen, dengan pembagian keuntungan 80% bagi si dosen dan 20% bagi negara. Maka visi Tuhan digenapi.

Potensi yang Tuhan letakkan di dalam kita sangat besar, jangan batasi apapun dalam hidup kita.

Maillist: http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/
Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Minggu, 01 Desember 2013
Batas Wilayah
Victor Purnomo

Ams 4: 23-27
Hati adalah pusat segalanya, dan merupakan ukuran seberapa besar dan lebar wilayah kita.

Semula Victor berfikir bahwa jika kita baik, maka wilayah kita akan maju dan besar, jika sebaliknya wilayah kita tetap. Tapi Tuhan tunjukkan bahwa wilayah kita juga bisa berkurang, bahkan hilang. Daerah, wilayah, kepercayaan Tuhan dalam hidup kita tidak tetap, bisa berkurang, bahkan hilang, jika kita tidak bisa jaga hati kita dengan segala kewaspadaan.

Keep thy heart with all diligence: for out of it are the issues of life (Ams 4: 23, KJV)

Kata “menjaga” seperti penjaga penjara mengawal sungguh-sungguh supaya tahanan tidak lolos. Jika kita bisa jagai hati kita, maka wilayah dan daerah kita akan diperbesar dan diperlebar oleh Tuhan.
Setiap orang, kota, maupun negara mempunyai wilayah. Kemampuan mempertahankan wilayah tergantung seberapa kuat bisa menjaga wilayahnya.

Jika hati kita mulai lemah dan terganggu, mungkin tanpa sadar wilayah kita sedang dicuri setan

Hati kita mudah digoda, dicemari, dan dikotori. Tapi jika kita jagai, maka hati kita akan tetap aman. Kita tidak pernah bisa mengubah hati orang lain. Kita tidak bisa buat semua orang lain mengasihi kita, tapi kita bisa mengatur hati kita sehingga merasa disukai dan diterima semua orang.

Perumpamaan tentang penabur (Mat 13: 3-8, 18-23). Tanah melambangkan hati. Benih sukar untuk bisa hidup dan tumbuh. Di tanah yang subur benih itu tumbuh 30x, 60x dan 100x lipat.
Jika ada banyak Firman Tuhan diberikan dalam hidup kita, tapi tidak berbuah dan buntu, masalah belum tentu di benih, tapi karena hati kita yang perlu dibersihkan dan dibereskan.

Ada yang begitu gampang berbuah, ada yang tidak bisa berbuah: kunci semuanya di hati
Saat hati kita diperbaiki dan dibongkar Tuhan, maka benih Firman Tuhan akan mudah tumbuh dan berbuah dalam hati kita.

Salomo berhikmat, banyak tahu tahu, dan banyak menulis tentang arti kehidupan. Salomo mengajari bagaimana kita memiliki hati yang bijaksana dengan mengamati semut (Ams 6: 6-9).

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak (Ams 6: 6)

Keistimewaan semut:
1. Semut suka memberi
Di tubuh semut ada kantong berisi cairan gula cadangan. Semut akan mendeteksi teman yang lapar dengan sungutnya, lalu memberikan gula itu.
Bahkan saat dua koloni semut akan berperang, sebelum perang semut yang kenyang akan mendeteksi lawannya. Jika lawannya kelaparan, dia akan memberi makan lawannya lebih dulu, sampai musuhnya kembali kuat.
Saat memberikan cadangan gulanya, wajah semut terlihat bagus. Sementara si penerima wajahnya biasa saja.

Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima (Kis 20: 35b)

Memberi tidak selalu berupa uang. Tapi bisa berupa waktu, perhatian, pertolongan, dll.

Semut tidak pernah berhutang, karena mereka yang memiliki berinisiatif mendekati dan memberi, bukan meminta.

2. Semut binatang terkuat di dunia
Semut ammpu mengangkat beban 50x berat tubuhnya. Manusia dan gajah maksimal mengangkat 2,5 x berat badannya.

Kita harus punya hati yang kuat! Jika hati kita lemah dan gampang patah, maka tidak akan mampu melakukan hal-hal besar. Jika hati kita kuat, kita bisa hadapi banyak hal dalam kehidupan, dan bisa mengerjakan banyak hal.

Tubuh kita mengikuti hati kita. Saat hati kita lemah, tubuh kita ikut lemah. Saat hati kita kuat, tubuh kita ikut kuat.

3. Semut memiliki kecerdasan
Semut mengumpulkan makanan di musim panas untuk persediaan makanan di musim dingin/ hujan. Diantaranya semut menyimpan biji-bijian di dalam tanah. Walau biji diletakkan di dalam tanah, biji-bijian itu tidak tumbuh, karena sudah dipotong dan dibelah. Ketika diperlukan, semut punya banyak makanan.

Anak Tuhan harus cerdas dalam menghadapi berbagai situasi, sehingga selalu ada persediaan

4. Semut tidak pernah putus asa dan selalu punya cara mengatasi masalah
Saat banjir, koloni semut membuat kapal dari daun. Mereka bersama-sama saling mengait, menghanyutkan diri, hingga sampai di tempat yang baru, lalu menyusun ulang koloninya.

Untuk menyeberangi kubangan, semut saling berkait sambung-menyambung menjadi jembatan, lalu semut lain berjalan di atasnya.

Jangan inginkan apa yang orang lain miliki. Apapun yang sudah kita miliki bisa dikembangkan!
Anak Tuhan tidak boleh putus asa. Bersama Tuhan kita bisa melewati semua masalah.

5. Semut adalah binatang yang berkorban
Kasta dalam dunia semut: ratu, pekerja, tentara, pejantan.
Semut pejantan tugasnya hanya membuahi telur-telur. Setelah membuahi telur, sekian jam kemudian dia mati. Karena pengorbanan pejantan-pejantan inilah semut tidak punah dan terus berkembang.

Korban artinya hal yang bagi kita tidak enak, tapi bisa menolong dan menyenangkan orang lain.

Saat kita bisa belajar dari semut, maka kita akan berhikmat dan punya pengertian, punya hati yang bijaksana. Saat hati kita bijaksana, wilayah kita akan diperbesar dan diperlebar.

Klip: Nick Vujicic (tidak memiliki lengan dan kaki). Walau cacat, Nick kuat karena hatinya kuat!

Maillist: http://groups.yahoo.com/group/MinyakCadangan/
Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,315 other followers