Minggu, 27 April 2014
The Finger of God
Petrus Agung

Jari Tuhan disebutkan di dalam Alkitab antara lain:
Di jaman Musa: jari Tuhan menulis 10 hukum
10 tulah di Mesir: nyamuk. Ahli sihir menyebut itu sebagai perbuatan trelunjuk Tuhan.
Di kitab Daniel: jari Tuhan menulis di dinding tembok kerajaan: “mene-mene-tekel-ufarsin”
Di Mazmur : telunjuk Tuhan menciptakan langit
Yesus mengusir setan dengan telunjuk Tuhan

Tuhan Yesus tidak pernah menghapus hukum Taurat, tapi menggenapinya.

Tuhan bekerja sangat akurat dan tepat, sesuai yang tertulis dalam Alkitab. Demikian pula bagi hidup kita, Tuhan juga bekerja dengan sangat tepat dan akurat.

Yoh 8: 1-11 – Yesus menyelamatkan wanita yang berdosa dari kematian karena dirajam.
Yesus sedang mengajar rakyat di bait Allah. Kemudian ahli-ahli Taurat dan orang Farisi membawa wanita yang kedapatan berdosa.
Pertanyaan ini sebuah jebakan:
Jika dijawab: ‘dirajam’, Yesus akan dianggap melanggar hukum Romawi (penjajah).
Jika dijawab ‘ampuni’, Yesus akan dianggap melanggar hukum Taurat.

Saat mereka mengajukan pertanyaan, Yesus berhenti mengajar, membungkuk, menulis sesuatu dengan jariNya. Apakah yang Yesus tulis?
Alkitab mencatat bahwa “jari Tuhan menulis”:
1. Pada 2 Loh batu : menulis 10 perintah
2. Di dinding kerajaan Babel: menulis “mene-mene-tekel-ufarsin”

Dan ini adalah kali ke-3 kalinya Alkitab mencatat: jari Tuhan menulis

Para penuduh tetap mendesak Yesus, maka setelah menulis dan kembali berdiri, Yesus berkata:

Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. ” (Yoh 8: 7b)

Peristiwa yang terjadi di injil Yohanes pasal 8 latar-belakangnya ada di pasal 7. Saat itu orang Israel sedang merayakan pesta Tabernakel/ pondok daun. Salah satu upacara/ prosesi/ ritual perayaan adalah penuangan air. Di masa itu imam Bait Allah dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok ke-3 membawa bokor/ kendi emas (golden vessel) ke kolam Siloam, lalu mereka mengambil air dari kolam Siloam, sambil mengucapkan: “ini adalah air kehidupan”. Sesampainya di bait Allah, mereka mencurahkan air itu di altar.

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru:”Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada- Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada- Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”(Yoh 7:37-38)

Di puncak perayaan “hari pondok daun”, Yesus berkata bahwa hari itu Alkitab digenapi: Yesus-lah air hidup “living water”. Air hidup tidak lagi diambil dari suatu tempat, tapi dalam diri kita, jika kita percaya pada Yesus.

Yesus menggenapkan semua yang tertulis di Alkitab:
Yesus menubuatkan penghancuran bait Allah. Ini digenapi saat bait Allah dijarah dan dibakar oleh pasukan Romawi yang dipimpin jenderal Titus.
Zakaria menubuatkan tentang mesias yang memasuki Yerusalem dengan menunggang keledai. Ini digenapi Yesus 600 tahun kemudian.

Jika nubuatan tentang batu: ternyata terjadi. Apalagi tentang janji Tuhan buat kita. Tuhan tidak pernah lupa akan semua janjiNya!

Peristiwa Tuhan menulis di Yohanes pasal 8 ini menggenapi 2 peristiwa di perjanjian lama.

1. Mereka yang meninggalkan Tuhan, sumber air kehidupan, namanya akan ditulis di debu tanah.
Salah satu ayat yang selalu dibaca pada hari raya Tabernakel:

O LORD, the hope of Israel, All who forsake You shall be ashamed. “Those who depart from Me Shall be written in the earth, Because they have forsaken the LORD, The fountain of living waters.” (Yer 17: 13, NKJV)

Orang Israel yang selalu mengikuti perayaan Tabernakel akan hapal ayat ini.
Saat Yesus menulis di tanah, banyak ahli percaya bahwa yang ditulis itu adalah nama-nama mereka. Mereka baru merayakan upacara “air kehidupan”, dan baru mendengar pernyataan ayat di kitab Yeremia. Siapapun di situ yang namanya ditulis di tanah oleh Yesus, akan sadar bahwa jari Tuhan sedang menulis lagi.

2. Yesus hari itu bertindak sebagai imam.
Bil 5: 11 – hukum tentang cemburu, yaitu untuk suami yang mencurigai istrinya ber-zinah.
Suami membawa istrinya dan saksi-saksi kepada imam. Jika tidak ada saksi, maka istri dibawa sendiri, lalu imam akan membungkuk dan menulis nama orang-orang yang terlibat. Debu itu dimasukkan ke air suci. Lalu imam menulis semua kutuk pada sebuah gulungan, dan dimasukkan juga ke air suci. Wanita itu harus meminumnya. Jika benar berdosa, maka kutuk itu akan kena.
Dalam hukum Taurat seharusnya suami mendampingi istrinya saat menghadap imam, dan pelaku yang lain juga dibawa. Tapi hari itu baik pelaku lain dan si suami tidak ikut di bawa menghadap.

Yesus bisa menggunakan cara lain yang mengagumkan manusia, tapi Dia pilih menggenapi Taurat dengan cara yang tepat dan elegan:
1. Yesus baru saja memberikan “air hidup” dalam perayaan Tabernakel, tapi orang-orang itu datang untuk mencari air kotor, karena punya maksud busuk untuk menjebak Yesus.
2. Yesus juga berfungsi sebagai imam yang menjalankan tugasnya: menulis, dan mempersiapkan ujian bagi para penuduh: minum cawan kutuk.

Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. ” (Yoh 8: 7b)

Ayat ini (Yoh 8: 7b) adalah “cawan kutuk” yang Yesus tawarkan kepada orang-orang yang membawa wanita pendosa itu: sebelum menghakimi pendosa lain, mereka sendiri dihakimi.
Tidak ada yang berani menyentuh batu, karena mereka sadar bahwa dosa mereka banyak.

Di akhir jaman, Tuhan tidak akan berteriak-teriak menyebut dosa kita. Orang-orang akan ke neraka karena dibuat Tuhan sadar akan dosanya sendiri, dan mereka tidak bisa ke surga.

Yesus menulis di tanah, lalu diambil dan dimasukkan ke air suci, lalu dibawa. Di taman getsemani Yesus meminum semua kutuk dosa kita, dan ditanggungNya di kayu salib.

Orang yang percaya Yesus bukan sekedar ber-agama, tapi mereka yang sadar dan tahu bahwa semua dosa dan kutuk dosa dari hidupnya sudah ditanggung dan diminum oleh Yesus. Sebagai gantinya, Tuhan berikan cawan berkat (The Cup of Blessings)

Saat semua orang pergi dan tidak menghakimi, Yesus yang seharusnya berhak menghakimi, ternyata tidak melakukan penghakiman juga.

Jangan menghakimi orang lain! Karena jika tuduhan itu tidak berlaku, maka “cawan kutuk” nya harus diminum si penuduh.

Harusnya kita saling memberkati, bukan saling menghakimi

Kita sudah terima “the cup of blessing”, maka dari hidup kita seharusnya keluar mata air kehidupan.

Jangan lagi cari air kotor, air pahit, atau air beracun, karena Tuhan sudah sediakan air hidup.

Kesaksian:
Seorang hamba Tuhan yang sakit di rumah sakit, di telpon oleh hamba Tuhan lainnya. Ternyata itu bukan simpati atau ingin mendoakan, tapi penelepon ingin meyakinkan bahwa si hamba Tuhan benar-benar sakit, sehingga dia bisa gembira. Ini adalah air kotor, yang membuat hati Tuhan sedih.

Jika kita tidak berhati-hati, kita bisa berduka karena berkat orang lain, atau bersuka karena kemalangan orang lain.

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. (Rm 3: 23-24)

Kita orang-orang yang diampuni, dibenarkan, dan kita terima air hidup, bukan air kotor.

Pengejaran dalam kehidupan
Tidak ada yang lebih ajaib dari tinggal di hadirat Tuhan. Sebagian besar manusia mengejar sesuatu dalam kehidupannya. Jika saat kita sampai pada yang kita kejar, tapi tidak ada Tuhan di situ, maka hidup kita hanyalah sebuah kehampaan.

Rata-rata pemasukan perkapita Indonesia 36 jt/ tahun, sementara Qatar 1,2 milyar/ tahun. Saat ini pendapatan perkapita Qatar terbesar di seluruh dunia. Apapun yang diimpikan dunia ada di Qatar, tetapi Qatar juga tercatat sebagai negara dengan angka kecelakaan kendaraan bermotor yang fatal tertinggi di dunia.

Jika kita punya Yesus, kita akan dibawa from glory to glory. Manusia terdiri dari tubuh-jiwa-roh. Jika kekayaan jasmani tergenapi, sebenarnya kita hanya mendapat 30%, karena masih ada faktor jiwa dan roh, dan itu tidak bisa dibeli dengan uang.

Cintai Tuhan lebih dari segalanya, karena hanya di dalam Tuhan : tubuh-jiwa-roh kita utuh digenapi, dan Tuhan berikan dalam takaran yang sempurna.

Yang bisa menikmati kebahagiaan hanyalah mereka yang cinta dan percaya kepada Yesus!

Kamis-Jumat, 1-2 Mei seminar: Cup of Blessings. Rencana akan dibagi replika cawan.
Minggu sore, 4 Mei: kebaktian dengan Morris Cerullo (80 tahun)

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Jumat, 18 April 2014
Perjanjian Darah (The Blood covenant)
Petrus Agung

For this is My blood of the new covenant, which [ ratifies the agreement and ] is being poured out for many for the forgiveness of sins. (Mat 26: 28, AMP)

Darah Yesus mengesahkan sebuah perjanjian yang baru antara kita dengan Tuhan.

Mengikut Tuhan dengan iman itu baik, tapi lebih baik lagi jika itu dilengkapi dengan pengertian dan pewahyuan dari Tuhan. Karena Firman berkata umatKu binasa karena kurang pengetahuan (Hos 4:6).

My people are destroyed for lack of knowledge (Hos 4:6a, AMP)

Ada 7 pengertian tentang perjanjian darah (blood covenant), yang harus kita mengerti, yang akan terjadi saat 2 orang atau lebih mengadakan perjanjian darah (blood covenant). Begitu perjanjian darah dilakukan, mereka menjadi saudara darah (blood brothers), sekalipun bukan saudara kandung.

1. Pertukaran jubah
Contoh Alkitab:
Daud dan Yonatan pernah melakukan pertukaran jubah. Sejak menerima jubah Yonatan, Daud berhasil dan bersikap bijaksana. Perilaku seorang pangeran/ anak raja masuk ke hidup Daud.
Elia dan Elisa. Elisa minta hak kesulungan dari Elia. Saat Elia diangkat, Elisa mengkoyakkan jubahnya dan mengenakan jubah Elia. Lalu Elisa membelah sungai Yordan dengan memukulkan jubah Elia.
Bartimeus melepaskan jubahnya untuk perubahan hidup.

Yesus menawarkan perjanjian darah kepada kita, karena kita tidak punya nilai tawar. Saat kita terima tawaran Yesus, maka Yesus melepaskan jubahNya, dan kita melepaskan jubah kita. Lalu Yesus memakai jubah kita, dan kita memakai jubah Yesus.

Perjanjian darah dimulai saat Yesus melepaskan yang Dia punya: hidupNya. Maka kita harus melepaskan seluruh hidup kita untuk Yesus.

2. Pertukaran sabuk/ ikat pinggang
Di jaman dahulu sabuk adalah tempat untuk meletakkan pedang dan pundi-pundi. Sabuk kita tidak ada apa-apanya, tapi sabuk Tuhan adalah tempat Tuhan meletakkan pundi-pundi dan pedangNya.

Tuhan memberikan senjata kepada kita: pedang Roh dalam hidup kita, yaitu Firman Tuhan. Sehingga setiap kali kita berteriak “demikianlah Firman Tuhan”, maka itu akan mengguncangkan alam roh.

Tuhan memberikan pundi-pundiNya kepada kita. Saat kita berada dalam perjanjian darah, uang kita bukan lagi milik kita, tapi adalah uang Tuhan.

Setiap kali perjamuan kudus, artinya ajakan Tuhan untuk bertukar jubah dan ikat pinggang.

Orang yang lahir baru berubah perilakunya, karena mengenakan jubah Tuhan. Selain jubah, Tuhan juga berikan ikat pinggangNya

Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yoh 10:10b)

3. Ada korban
Ketika terjadi perjanjian darah antara Tuhan dengan Abraham, ada lembu, kambing, domba jantan, dan burung merpati yang dibelah dua. Lalu mereka yang terlibat perjanjian berjalan di tengah-tengah potongan hewan tersebut. Jalan-nya berbentuk angka 8, artinya awal yang baru (new beginning)

Kita perlu kembali ke pengertian dasar supaya kita tahu bahwa yang kita terima dari Tuhan luar biasa.

Ilustrasi: Seseorang selalu memiliki blackberry terbaru, tapi hanya digunakan untuk telpon, tanpa tahu semua fasilitas dan kecanggihan yang lain.

4. Membuat luka di telapak tangan
Telapak tangan dari masing-masing yang membuat perjanjian digores pisau, lalu tangan mereka saling ditempelkan. Di beberapa tradisi ada goresan luka di bagian tubuh yang lain.

Saat ada gangguan apapun dalam hidup kita, kita bisa tunjukkan kepada iblis bahwa kita punya saudara sedarah: Yesus, yang akan membela dan memproteksi kita.

Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus (Gal 6: 17)

Paulus berkata bahwa di tubuhnya ada tanda (mark/ stigmata) yang menunjukkan bahwa dia milik Kristus. Darah Paulus mulai ditumpahkan karena nama Yesus.

Tidak ada yang akan berani menyentuh hidup kita, karena ada tanda Tuhan di hidup kita, dan Yesus berjalan bersama kita.

Seringkali beberapa orang mengalami bahwa hidupnya seperti “masa aniaya”, baik fisik maupun mental. Itu adalah bagian dari perjanjian darah.

Setelah Yesus bangkit, lubang di tubuhNya (tangan-kaki-lambung) masih ada hingga saat ini, karena itulah tanda perjanjian darah antara Tuhan dengan kita.

5. Saling bertukar nama
Setelah melalui 4 proses di atas, mereka yang melakukan perjanjian darah saling bertukar nama.
Tuhan mengganti nama banyak orang, lalu menambahkan namaNya pada orang tersebut: Abram ditambah Yehova jadi Abraham, Sarai ditambah Yehova jadi Sarah, Yakub ditambah Elohim jadi Israel. Sementara itu Tuhan mengambil nama manusia itu menjadi namaNya: Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub.

Yesus disebut anak manusia, kita disebut anak-anak Allah.

Ada bagian kita yang diambil Tuhan, dan ada bagian nama Tuhan yang diberikan pada kita.

Kesaksian:
Seorang oma cucunya sakit panas tinggi. Karena sudah tengah malam dan terjepit, dia teriak: “Tuhan Allah-nya pak Petrus, sembuhkan cucuku”. Dalam 5 menit anak itu sembuh.
Tuhan tidak marah dengan doa itu karena memang Tuhan ambil nama kita menjadi namaNya.

Kristen artinya seperti Kristus (Christ like). Nama Kristus masuk dan menjadi identitas kita hingga hari ini. Kristus di dalam kita, dan kita di dalam Kristus.

Nama Yesus berkuasa, dan nama Yesus diberikan kepada kita.

6. Makan roti dan minum anggur
Ini adalah tanda pengesahan.

Saat Abraham baru selesai perang, dia disambut Melkisedek di lembah Syawe dengan roti dan anggur. Begitu Abraham terima itu, dia diberkati oleh Allah El-Elyon. Lalu Abraham mengembalikan 1/10 dari semuanya.

Kisah penginjil Stenley di Afrika. Kemana-mana dia bawa domba untuk diambil susunya, karena kesehatan penginjil ini sudah berkurang. Saat mengunjungi suku yang ganas, mereka dipaksa melakukan blood covenant. Kepala suku meminta domba Stanley, sedangkan Stanley mendapat tombak kepala suku. Ternyata tombak itu adalah tanda kekuasaan. Banyak suku di Afrika bisa dijangkau dan dimenangkan karena mereka takluk pada tombak itu.

Tawaran dari Melkisedek berupa roti dan anggur adalah perjamuan raja-raja. Respon Abraham adalah mengembalikan seper-sepuluh dari semuanya.

Perpuluhan bukan pajak/ pungutan, tapi tanda bagian kita dalam perjanjian darah dengan Yesus.
Yesus berikan tubuh dan darahNya, bagian kita menyerahkan persepuluhan sebagai simbol dari semua yang kita punya.

Setelah Abraham mengembalikan persepuluhan, di pasal berikutnya Tuhan mendatangi Abraham, dan menjadi perisai bagi Abraham. Tuhan berkata bahwa kompensasi Abraham sangat banyak, hadiah Abraham sangat besar, dan keturunan Abraham seperti bintang.

Saat kita masuk dalam perjanjian darah, “anak” kita akan menjadi seperti bintang. “Anak” maksudnya dalam berbagai hal: dalam pekerjaan, pelayanan, hubungan, karier.

7. Menanam pohon
Saat perjanjian antara Abraham dan Abimelekh diadakan di Bersyeba, Abraham menanam pohon pohon Tamariska. Dalam perjanjian antara Yesus dengan kita, yang ditanam adalah salib di Golgota.

Salib adalah pohon perjanjian antara kita dengan Tuhan.

Kehebatan pohon Tamariska: mampu hidup di padang gurun. Karena pohon inilah maka padang gurun bisa menjadi kebun buah-buahan. Benihnya akan tersebar oleh angin. Pohon tamariska dalam jumlah banyak akan menarik air dari bawah. Sehingga sekian tahun kemudian akan muncul sumur atau mata air.

Saat Tuhan tertanam di hidup kita, akan muncul echo. Maka di mana-mana akan tumbuh yang sejenis. Maka akan ada mata air di sekitar kita.

Perjanjian darah (blood covenant) menjamin seluruh hidup kita.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

kisah penginjil Stenley di Afrika
http://wci888.com/JesusSeriesDetails.php?blogID=1824

Senin, 14 April 2014
Doa Buat Bangsa
Petrus Agung

Janji dan jaminan Tuhan untuk bangsa Indonesia:
1. Mazmur 46: 1-11
Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut (Mzm 46: 2)
Ay 2 – Bumi sedang berubah: ada perubahan iklim, bencana alam, dll.
Ay 5 – Tuhan kota benteng kita! Semua yang ingin membuat kerusuhan dihentikan.

2. Ayub 22: 27-28
You will make your prayer to Him, and He will hear you, and you will pay your vows. You shall also decide and decree a thing, and it shall be established for you; and the light [ of God’s favor ] shall shine upon your ways. (Ayb 22: 27-28)

Hari ini kita akan memutuskan dan mendeklarasikan sesuatu: semua ancaman setan dibatalkan dan diganti berkat Tuhan untuk bangsa Indonesia. Tuhan memberi kehormatan: doa kita didengar Tuhan. Maka kita harus memutuskan dan membuat dekrit, sebagai tanggung-jawab atas bangsa Indonesia.

Minta proteksi atas: keluarga kita, gereja dan pelayanan kita masing-masing, kota kita, bangsa kita.

7 hal yang akan dipatahkan dan dihancurkan, lalu diganti dengan perjanjian Tuhan yang baru
1. Mematahkan kebodohan dan penyesatan dalam gereja – dibalikkan dengan perjanjian Daniel
Gereja yang fokusnya beralih tidak akan pernah mencapai kehendak Tuhan yang sempurna. Yang dikejar bukan kehendak Tuhan, tapi untuk kepentingan diri sendiri, saling menjatuhkan.

Contoh kebodohan:
Ada hamba Tuhan menampilkan foto penyembahan di Holy Stadium saat penari tersungkur. Dia berkata bahwa itu menyembah pembicara. Maka saat ada barang/ orang lain di depan kelompok yang tersungkur atau berlutut, akan dianggap menyembah barang atau orang itu. Lalu ke arah mana harus berlututnya? Daripada mengkhotbahkan sekedar sensasi murahan, lebih baik jika hamba Tuhan ini belajar menangkap pesan Tuhan dan memberitakannya.

Kebodohan dan penyesatan adalah kuda putih yang harus dipatahkan. Tuhan berjanji pada Daniel bahwa sebelum kedatangan Tuhan, bumi akan penuh dengan pengetahuan akan kemuliaan Tuhan.

Where there is no vision,the people perish – Umatku binasa karena kurang pengetahuan (Ams 29: 18)

2. Mematahkan semua bencana, huru-hara, kerusuhan – dibalikkan dengan perjanjian garam
Di berbagai negara sedang chaos: Venezuela, Ukraina, Syria, dll.
Kita minta perjanjian garam dari Tuhan, yang akan membuat kita semua berdamai.
Cawan kebaikan kita harus penuh: tolong sebanyak mungkin orang.

3. Mematahkan roh hutang – dibalikkan dengan perjanjian persepuluhan
Semua roh hutang, kemiskinan, kebangkrutan harus dipatahkan! Mentalitas hutang harus dipatahkan, karena orang yang berhutang tidak bisa diberkati.

Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar. (Kej 15: 1)

Upah dalam bahasa aslinya berarti kompensasi.

4. Minta ampun atas dosa bangsa – dibalikkan dengan perjanjian darah Kristus
Banyak penumpahan darah di indonesia: G30S, Timor-Timur, Reformasi 1998, dll.
Ada banyak dosa bangsa dan hutang darah yang harus kita mintakan ampun ke Tuhan. Semuanya dibalikkan dan dihapuskan dengan perjanjian darah Kristus.

5. Minta ampun untuk semua pemimpin yang minta bantuan kepada roh-roh jahat – dibalikkan dengan perjanjian hak kesulungan
Kita mintakan ampun atas dosa para pemimpin bangsa:
Banyak pemimpin bangsa minta bantuan roh-roh jahat untuk memperoleh kedudukan
Keputusan-keputusan yang diambil dengan menggadaikan kehormatan dan kekayaan bangsa tanpa memikirkan kepentingan orang banyak
Banyak keputusan salah dan tidak sesuai kehendak Tuhan.
Kita berdoa supaya kita terima perjanjian kesulungan yang membuat bangsa ini menjadi bertanggung-jawab.

6. Membatalkan semua ancaman bencana alam – dibalikkan dengan perjanjian pelangi
Ancaman-ancaman bencana alam: gunung meletus, tsunami, banjir, semua dipatahkan. Kemudian akan ada perjanjian pelangi seperti yang pernah Tuhan buat dengan Nuh: Tuhan tidak akan menghukum bumi lagi dengan cara demikian.

7. Mematahkan kutuk generasi – dibalikkan dengan perjanjian Abraham
Ada iniquity, kecenderungan-kecenderungan, kebiasaan-kebiasaan yang menyakiti hati Tuhan, dan telah terjadi turun-temurun. Semua dibalikkan dengan perjanjian Abraham, yang memberikan berkat dari generasi ke generasi.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Minggu, 13 April 2014
Perjanjian Kesulungan
Petrus Agung

Dalam anugerah Tuhan, kita semua bisa menerima perjanjian kesulungan

Ada orang-orang yang melakukan kesalahan, tapi terbebas dari hukuman di dunia.
1. Kain – Kej 4: 13-15
Saat Kain membunuh Habel, ternyata Kain tidak dibunuh sebagai gantinya. Padahal saat itu hukumnya: “mata ganti mata, nyawa ganti nyawa”. Kain ter-proteksi karena tanda yang Tuhan berikan kepadanya. Kain dapatkan tanda itu karena dia adalah anak sulung, sehingga di dalam dirinya ada
Gereja Tuhan perlu mendapatkan tanda ini sehingga terlindungi dari yang jahat.

Dalam diri Kain ada proteksi perjanjian kesulungan.

2 Harun
Harun beberapa kali melakukan hal yang fatal:
1. Harun dan Miriam memberontak terhadap Musa, saat Musa kawin dengan perempuan Kush. Tuhan marah, lalu Miriam kena kusta, tapi Harun tidak.
2. Saat Musa naik ke gunung, orang Israel mendesak Harun membuat anak lembu emas, lalu mereka menyembahnya. Tuhan marah, dan membunuh semua yang menyembah anak lembu emas, tapi Harun tidak tersentuh.

Proteksi yang dialami Harun karena ia memakai pakaian imam besar, dan itu adalah gambaran dari Kristus. Saat jubah Harun dilepas, Harun mati.

Dalam kehidupan kita ada hal-hal yang Tuhan taruh, dan ternyata itu mem-proteksi kehidupan kita.

3. Tanda T – Yeh 9: 4-6
Kata tanda dalam huruf Ibrani adalah tâv (תּו , H8420), artinya tanda (mark).
Jika ada orang diberi tanda oleh Tuhan, maka saat apapun terjadi akan ada proteksi Tuhan dan tak tersentuh apapun

Saat wawancara dengan ps John Avanzini di rhema FM, salah satu pertanyaan p Agung adalah tentang tanda antikris (666). Menurut ps John:

Jika kita punya tanda yang dari Tuhan, tidak perlu khawatir dengan tanda yang dari setan

Tanda meterai dari Tuhan: Why 7: 1-3, Why 9: 1-4

katanya: ” Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon- pohon sebelum kami memeteraikan hamba- hamba Allah kami pada dahi mereka! ” (Why 7: 3)

Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput- rumput di bumi atau tumbuh- tumbuhan ataupun pohon- pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya. (Why 9: 4)

Tanda 666 baru disebutkan di kitab Wahyu pasal 13. Tapi sebelumnya ada 2 pasal yang berkata tentang tanda pada dahi hamba-hamba Tuhan.
Kita memerlukan meterai dari Tuhan di dahi kita.

Semua visi yang Tuhan tunjukkan belumlah final, karena itu artinya kita punya hak untuk bersyafaat, menawar dan mencoba mengubahnya.

Hak kesulungan seharusnya bagi anak tertua. Tapi Alkitab menyebutkan bahwa hak kesulungan beberapa kali bergeser:
Ismael geser ke Ishak
Ruben geser ke Yusuf
Esau geser ke Yakub

Ada orang-orang yang mendapatkan hak kesulungan sekalipun bukan anak sulung secara jasmani

Kej 49: 26 – berkat Yakub yang adalah hak kesulungan, berpindah dari Ruben pada Yusuf

Berkat ayahmu melebihi berkat gunung- gunung yang sejak dahulu, yakni yang paling sedap di bukit- bukit yang berabad- abad; semuanya itu akan turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara- saudaranya. (Kej 49: 26)

Semua berkat kesulungan yang diterima Yakub diturunkan kepada Yusuf. Tapi Yesus lahir dari keturunan Yehuda, dan bukan keturunan Yusuf.

Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara- saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak- anak ayahmu. (Kej 49: 8b)

Frase “anak-anak ayahmu sujud kepadamu” – adalah mimpi Yusuf. Dari mimpi itu Yusuf mendapat hak kesulungan. Maka hal ini seperti hak kesulungan bercabang 2:
Yusuf menerima hak kesulungan berdasarkan warisan.
Tapi ada cara lain: melalui cara Yehuda

Meterai Tuhan hanya aktif saat kita mengerjakan bagian kita dengan bertanggung-jawab.

Bagi orang yang tidak terima hak kesulungan secara warisan, ada peluang untuk mendapatkannya seperti Yehuda.

Kesulungan dan tanda dari Tuhan hanya diaktifkan saat kita melaksanakan tanggung-jawab kita.

Kej 37: 26 – Respon Yehuda saat saudara-saudaranya akan membunuh Yusuf. Hati Yehuda terusik dan sadar bahwa hal yang akan dilakukan terhadap Yusuf itu tidak benar. Yehuda mencegah saudara-saudaranya dan muncul sebagai pemimpin yang menunjukkan tanggung jawab.

Banyak orang mimpi atau mendapat pengelihatan tentang kekacauan di Indonesia, bahkan pertumpahan darah. Kita adalah orang yang bertanggung-jawab jika kita mencegah hal itu dengan memenuhi cawan-cawan kita: doa, kebaikan dan deklarasi.

Kej 38: 1-2 – Sejak Yusuf dijual, Yehuda terganggu hatinya, lalu meninggalkan saudara-saudaranya yang jahat. Dia menumpang seorang Adulam bernama Hira.
Adulam artinya “keadilan bagi manusia” (justice of the people). Yehuda seperti sedang mencari keadilan untuk adiknya yang dijual.

Hira artinya keluarga yang terhormat, keluarga bangsawan (a noble family). Yehuda seolah berkata bahwa seharusnya keluarga Yakub adalah keluarga yang terhormat, bukan saling jual keluarga.

Tuhan banyak bicara kepada kita, itu artinya kita harus ikut bertanggung-jawab dengan melakukan bagian kita.

Jangan sampai kejadian kerusuhan 1998 terulang, karena yang jadi korban adalah rakyat kecil. Contoh kehancuran bangsa:
Syria saat ini.
Ukraina: Tahun lalu p Agung sudah sampaikan pesan Tuhan. Saat ini terjadi perang.
Thailand: di KKR minggu lalu, p Agung sudah menyampaikan pesan Tuhan untuk negara itu.

Kej 42: 37-38 – Kelaparan terjadi di Kanaan, dan saudara-saudara Yusuf harus membeli gandum di Mesir. Untuk pembelian berikutnya, Yusuf meminta anak-anak Yakub membawa Benyamin. Ruben mau menyerahkan 2 anaknya sebagai jaminan Benyamin, tapi Yakub menolaknya.

Kej 43: 8-9 – Kelaparan semakin parah. Yakub akhirnya menyerahkan Benyamin kepada Yehuda, karena Yehuda bisa dipercaya. Sementara Ruben reputasinya tidak bisa dipercaya, pernah tidur dengan gundik Yakub.

Jika orang Kristen tidak sungguh-sungguh mendoakan bangsa kita, suatu hari Tuhan akan tanyakan tanggung jawab kita untuk bangsa ini.

Jika Tuhan menyatakan sesuatu kepada kita, itu artinya kita bisa dipercaya.

Kej 44: 12-34 – Saat Yusuf melakukan muslihat untuk menahan Benyamin, dan hal itu membahayakan nyawa Yakub. Maka Yehuda yang menjelaskan situasinya kepada Yusuf, sementara Ruben diam saja. Penjelasan Yehuda dan kesediaannya menggantikan posisi Benyamin, membuat Yusuf sadar bahwa keluarganya berubah, karena ada satu orang yang bertanggung-jawab. Kemudian Yusuf membuka identitasnya.

Saat kita ambil tanggung-jawab, tiba-tiba hak kesulungan akan menjadi bagian kita.

Jika ada berita di TV atau koran tentang situasi yang buruk, segera berdoa dan patahkan semua yang buruk, hanya kehendak Tuhan yang sempurna yang boleh jadi.

Kej 46: 28 – Yusuf menjemput Yakub dengan kereta yang megah. Sesampai di Mesir, Yakub memerintahkan Yehuda untuk bertemu Yusuf lebih dulu. Ini adalah kepercayaan yang diberikan karena tanggung-jawab.

Lihat apa yang terjadi pada kota dan bangsa kita. Jika tidak ada yang bertanggung-jawab, maka akan habis. Abraham gagal menyelamatkan Sodom, tapi doanya membuat Lot selamat.

Jika kita bertanggung-jawab, maka kita akan mendapat perlindungan istimewa dari Tuhan

Saat tanda Tuhan ada pada kita, tidak perlu khawatir akan tanda apapun dari si jahat, karena ada proteksi Tuhan atas kita. Tapi tanda itu hanya aktif saat kita mau mengambil tanggung-jawab.

Saat Yehuda mau memikul tanggung-jawabnya, maka berkat Yakub membuka peluang bagi Yehuda untuk menerima hak kesulungan

Dunia bisa membedakan antara orang yang bertanggung-jawab dan yang tidak. Seringkali orang tidak mau lagi berbisnis atau mempekerjakan kita karena tidak mempunyai tanggung jawab.

Pengumuman:
Ibadah Jumat Agung jam 7 pagi. Perjamuan kudus menggunakan roti yang kosher, dari toko orang Yahudi di Bangkok.
Senin 18:30 – pembukaan impact, doa untuk bangsa, jemaat di-doakan satu-persatu.
Kamis: Penjangkauan dewasa muda jam 18:00

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Rabu, 08 Januari 2014
Sesi 04: Pelitaku Tetap Menyala
Seminar Bisnis dan Akhir Jaman – Januari 2014
Petrus Agung

Apapun yang kelak akan Tuhan berikan kepada kita, tidak boleh membuat kita melekat pada dunia. Saat Tuhan datang, hati kitalah yang mempertimbangkan: ingin Tuhan atau ingin dunia. Jika hati kita cenderung pada dunia, maka tarikan Tuhan tidak akan mempan, dan kita akan tertinggal.

Hati kita harus melekat pada Tuhan, bukan pada yang duniawi

Mat 25: 1-13 – Ini perumpamaan kedua yang berkaitan dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Dikatakan gadis yang bijaksana dan yang bodoh, tapi tidak ada yang dikatakan jahat.

Di masa menjelang Tuhan datang, kita harus kerjakan tugas-tugas kita dengan maksimal, dan tidak bermalas-malasan.

Di perumpamaan seperti terbagi 2: 50% bijaksana, 50% bodoh. Tidak dikatakan 90%-10% atau prosentasi lain. Ini seperti penyakit “kebodohan” yang mewabah di kalangan anak-anak Tuhan. Ada sesuatu yang membuat terjadinya kebodohan secara masal.

Jika kita ingin pelita kita tetap menyala, maka kita tidak boleh bodoh! Karena kebodohan memadamkan banyak hal dalam hidup kita.

For as he thinks in his heart, so is he. (Ams 23: 7a, Amp)

Thinks = menghitung/ Kalkulasi = שׁער = sha’ar (H8176) : seperti orang yang membuka gerbang (open, to act as gate keeper).
Kita akan menjadi sesuai kalkulasi/ hitungan di jiwa kita. Kalkulasi di jiwa itu seperti membuka gerbang bagi hidup kita. Kebodohan adalah saat kita salah menghitung apa yang ada di jiwa kita.

Kesaksian:
Ibu p Agung pernah bertemu sorang peramal. Dia ramalkan p Agung akan jadi jutawan. Setelah lahir baru, perkataan itu dipatahkan, karena jutawan tidak pernah bisa punya uang dalam skala milyar.

Apapun yang kita aminkan, kita akan jadi seperti itu.

P Agung hadiah mendapat ultah berupa buku dari anak-anak bu Lisa-Jakarta. Judulnya: “Cara Berfikir Seorang bilioner”. Buku itu berdasar sebuah riset. Teori di bab 1 buku itu: T -> F -> A = R
Tought (pemikiran) kita akan mempengaruhi feeling (perasaan). Apa yang kita rasa itu akan membuat kita bertindak (action). Lalu tindakan itu akan memberikan hasil (result). Ini cara kerja manusia secara umum.

Saat tidak ada kebodohan, maka tidak ada orang miskin di antara kita

Tetapi dari riset tentang kepribadian dan keberhasilan seseorang, berkaitan dengan keuangan orang tersebut, ternyata ada satu faktor yang terabaikan dalam teori di atas. Faktor itu adalah: P (past programming), yaitu sesuatu yang sudah terprogram di masa lalu.
Faktor P: apapun yang kita dapatkan saat kita kecil hingga remaja: apa yang kita dengar, model kehidupan yang kita lihat, kejadian-kejadian yang kita alami, dll. Semua itu mempengaruhi bawah sadar/ sub-concious kita. Faktor ini ternyata begitu dominan dan mengalahkan logika kita.

Contoh:
Orang yang di bawah sadar berfikir bahwa kerja adalah seni, di kehidupan nyata ternyata tidak mendapat gaji.
Ada lagu-lagu rohani lama yang semua di fokus-kan ke surga. Ini membuat orang Kristen jadi miskin. Padahal jika kita diberkati, kita bisa melakukan banyak hal yang Tuhan perintahkan.
Pepatah-pepatah kuno yang baik, tapi mempengaruhi bawah sadar kita, dan ujungnya mempengaruhi seberapa besar kita terima berkat:
urip mung mampir ngombe (hidup hanya mampir minum).
sing penting dapure ngepul (yang penting dapur berasap).

Dalam kehidupan, ada orang-orang yang menabrak logika yang ada. Ini karena ada yang tersimpan di bawah sadar kita. Bagian di bawah-sadar kita ini seperti thermostat (pengukur suhu). Ada titik yang merupakan batasan bagi kita untuk mencapai sesuatu. Berapa “thermostat” kita tentang berkat?

Kita harus sering diingatkan tentang apa yang Tuhan mau dalam hidup kita.

Model kehidupan yang kita lihat juga mempengaruhi cara fikir kita.
Contoh:
P Agung melihat sejak masa mudanya: pendeta hidupnya susah, puasa karena terpaksa, menjadi pendoa bagi orang-orang kaya. Saat lahir baru dan jadi hamba Tuhan, apa yang p Agung lihat bertahun-tahun itu membayanginya. P Agung tidak mau terima gambaran itu sebagai kebenaran. P Agung baca buku Keneth Hagin tentang iman. Hingga p Agung sampai pada kesimpulan bahwa jika mengerti tentang iman, hidupnya tidak akan susah.
Suatu kali p Agung menemani pdt Jeremia Rim saat antri tiket pesawat. Saat akan membayar tiket pesawat, p Agung lihat bahwa uang di dompet ps Rim sangat banyak. Hal ini menghancurkan kesimpulan bawah sadar p Agung yang semula. P Agung sampai pada kesimpulan bahwa hamba Tuhan juga bisa hidup diberkati.

Masing-masing kita punya peristiwa-peristiwa berbeda dalam kehidupan, dan itu membentuk kita.

Ada atmosfir yang mengelilingi dan mempengaruhi kita, menabrak semua logika normal, dan bisa membuat berkat seolah menjauh dari kita.

Ingat bagaimana masa kecil kita, lawan semua yang negatif dengan deklarasi firman Tuhan!

Kita harus belajar dan baca firman Tuhan terus-menerus karena itu akan membersihkan jiwa kita. Perkataan p Yusak yang juga mempengaruhi p Agung: mau surga dan juga mau menikmati dunia.

Cek apakah yang menghalangi kita selama ini adalah past-programming kita, lalu patahkan. Contoh:
Ada yang melihat keluarga-keluarganya bangkrut di masa tua.
Sejak kecil terbiasa jika sakit sedikit langsung minum obat. Akibatnya sulit terima mujizat kesembuhan.

5 gadis tidak jahat, tapi bodoh. Kebodohan itu karena kalkulasi di jiwanya keliru. Seringkali kalkulasi yang salah itu oleh karena karena pihak lain, pengaruh lingkungan, atau masa lalu kita.
Jangan didik anak dengan cara menakut-nakuti, karena itu merusak past-programing mereka. Tapi masukkan firman Tuhan, karena itu akan membuat mereka kelak jadi bijaksana.

Beda gadis bodoh dengan yang bijaksana:
1. Yang bodoh hanya ber-reaksi, yang bijak punya antisipasi.
Di jaman itu jika mempelai pria terlambat adalah kejadian umum. Maka tindakan tidak membawa minyak cadangan adalah tindakan yang aneh dan bodoh, dan di luar logika.

Banyak anak Tuhan yang karena didikan masa lalu, mencetak sesuatu di pikiran dan jiwa kita, dan membuat banyak orang kehilangan banyak hal yang Tuhan sudah sediakan.

2. Yang bijaksana menggunakan uangnya untuk meyakinkan bahwa saat mempelai datang, mereka siap menyambut karena pelitanya tetap menyala. Yang bodoh menyimpan uangnya.

Pelita adalah tanda kesiapan melakukan apapun yang Tuhan perintahkan

Nyalakan pelita kita di banyak tempat, manfaatkan dan gunakan uang kita secara tepat sesuai yang Tuhan perintahkan.

Tuhan segera datang, mari songsong Dia dengan pelita yang masih menyala

Gift: lentera, mengingatkan bahwa Tuhan segera datang, dan kita harus siap menyongsong Tuhan dengan pelita yang tetap menyala.

Prosentasi tertinggi angket permintaan materi seminar: intim dan mendengar suara Tuhan.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Rabu, 08 Januari 2014
SEMINAR “WADAH YANG BESAR”
Sesi 03: Repture
Seminar Bisnis dan Akhir Jaman – Januari 2014
Petrus Agung

Berbagai perkembangan dunia saat ini sudah menggenapi nubuatan para nabi dan juga Tuhan Yesus tentang hal-hal yang terjadi menjelang kedatangan Tuhan yang kedua. Jika kedatangan Tuhan masih tertunda, kita harus melihatnya sebagai sebuah kesempatan dan anugerah yang Tuhan masih berikan, sehingga kita bisa memperbaiki hidup, mempersiapkan diri, dan berbuah lebih banyak. Sehingga saat Tuhan datang yang kedua kalinya, kita akan melihat kemuliaanNya.

Gereja harus selalu diingatkan dari waktu ke waktu bahwa dunia kita tidak selamanya seperti ini, tapi akan ada perubahan yang luar biasa, yang diawali dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.

Mat 24: 31-44
Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. (Mat 24: 31)

Ay 31 tergenapi di tahun 1948, ketika Israel yang dilambangkan sebagai pohon ara, berhasil muncul sebagai negara yang berdaulat. Ini berarti waktunya sudah dekat dan sudah di ambang pintu.

Ay 34 – Yang dimaksud dengan “angkatan ini” adalah angkatan dari pohon ara yang mulai bertunas. Ada berbagai teori yang berkata 1 angkatan adalah sekitar 40, 50, 70 atau 80 tahun. Jika kita gunakan 80 tahun, maka 1948 + 80 = 2028. Ini hanya tafsiran, karena Alkitab berkata bahwa tidak ada yang tahu hari dan jamnya. Tapi Alkitab tidak berkata bahwa kita tidak bisa mengetahui tahun-nya.

Di akhir 2005, saat KKR pertama Bahtera, seorang anak Tuhan dari kota lain diperintah Tuhan datang pagi-pagi ke Holy Stadium. Di HS dia mendapat penglihatan sebuah Bahtera yang sangat besar. Maka Bahtera bukan sekedar nama, tapi merupakan tugas bagi kita. Selama hampir 9 tahun Bahtera dibuat Tuhan jadi begitu profetis. Apa yang kita tarikan, deklarasikan, itulah yang terjadi. Semakin hari masa antara Firman dan penggenapannya semakin pendek, mereka yang bisa menyambar dengan cepat akan mengalami percepatan Tuhan.
Ini artinya Tuhan sedang benar-benar membangun Bahtera-Nya di akhir jaman.

Saat Tuhan datang, kita harus didapati sedang melakukan tugas kita.

Ay 40 – pada waktu seperti jaman Nuh akan terjadi pengangkatan/ repture.

Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. (Mat 24: 40-41)

Ini berarti ada orang yang akan ditinggal, dan ada yang akan dibawa.

Hati Bapa: Tidak ada bapak yang tega menyerahkan anak-anaknya kepada musuh untuk disiksa.

Tuhan selalu menawarkan keselamatan kepada manusia. Jangan hidup di luar Bahtera-Nya Tuhan yaitu Yesus, karena Tuhan rindu semua anak-anakNya menikmati kebahagiaan kekal bersama Tuhan.

Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya. (Why 11: 2)

Ada bagian halaman Bait Suci yang sengaja diserahkan. Ini berarti orang Kristen model “halaman” yang harus mengalami masa aniaya besar.
Jika hidup kita terlalu duniawi dan hanya fokus ke dunia, maka akan ada masanya kita bisa memiliki semua yang ditinggalkan oleh mereka yang terangkat. Dengan kata lain kita tidak terangkat.

Fokus kita harus pada Tuhan, karena Tuhan tahu siapa yang hatinya cinta dan merindukan Dia ! Tapi kita juga hidup di dunia dengan cara yang wajar.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. (1 Kor 15: 51-52)

Tidak semua kita akan mati. Saat nafiri terakhir dibunyikan, akan ada orang hidup yang mendapat tubuh baru. Sedangkan yang sudah mati dibangkitkan dengan tubuh yang tidak bisa binasa. Tubuh baru seperti yang dimiliki Yesus: bisa disentuh, bisa komunikasi, bisa makan, bisa tembus tembok, tapi tidak bisa binasa dan tidak bisa sakit.

Saat inilah waktunya membawa orang-orang kepada Tuhan, sehingga kelak tidak ada penyesalan karena kita melewatkan kesempatan untuk membawa mereka kepada Tuhan.

Mimpi p Agung minggu pagi:
P Agung berdiri di tengah gerbang besar. Tampak Tuhan Yesus, menggandeng 2 orang di tangan kanan dan kiriNya. Orang yang digandeng ini menggandeng orang yang lain lagi, orang selanjutnya menggandeng orang yang lain lagi, hingga jumlahnya begitu banyak.
Tuhan mau percayakan banyak jiwa-jiwa kepada p Agung. Walau gerbang kita besar, tapi ternyata tidak cukup besar untuk jumlah besar yang masih ada di luar.

Gandeng 1 atau 2 orang yang belum kenal Yesus, lalu bawa kepada Yesus!

Tuhan Yesus ingin semua orang diselamatkan dan tidak ada yang binasa!

1Tes 4: 15-18
Saat Tuhan datang kedua kali, yang pertama terjadi adalah kubur dari mereka yang milik Yesus akan terbuka, dan mereka bangkit. Kubur yang tiba-tiba terbuka itu adalah tanda bagi mereka yang hidup bahwa ada sesuatu terjadi. P Agung memperkirakan rentang antara tanda ini dengan pengangkatan hanya berjarak beberapa detik.

Mat 27: 50-53 – Orang di jaman Yesus sudah pernah melihat hal ini terjadi: kubur terbuka, orang kudus bangkit dalam jumlah yang cukup besar, dan menampakkan diri di kota kudus.

Kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat singkat. Maka kita harus meng-kalkulasi hidup seperti apa yang akan kita jalani.

Tahun ini akan terjadi 2 kali bloodmoon (gerhana bulan). Dalam 1000 tahun sudah terjadi 3 kali, tahun ini adalah yang ke-4. Semua berkaitan dengan orang Yahudi, dan terjadi pada hari raya Paskah dan hari raya Tabernakel.
Abad 14 Pengusiran orang Yahudi dari Spanyol.
1948 – Israel merdeka sebagai suatu negara.
1967 – Yerusalem direbut Israel setelah perang 6 hari.
Tahun ini, bloodmoon terjadi sekitar April dan Oktober, dan ini akan menciptakan tanda bagi orang Yahudi. Secara prinsip perdamaian antara Israel-Palestina sudah disepakati.

Perkembangan politik Eropa: Austria baru saja melantik menlu berusia 27 tahun. Dia dikenal sebagai orang yang jenius dan tampan. Dia bisa mendamaikan imigran timur-tengah dengan masyarakat asli Austria. Austria diyakini para ahli sebagai bagian dari suku Dan yang hilang. Suku ini yang pertama kali menyembah berhala, dan tidak disebutkan di kitab Wahyu.
Antikris akan meniru Yesus secara keseluruhan. Yesus memulai pelayanan berusia 30 tahun.
Ada kemungkinan menlu Austria ini akan bisa mendamaikan timur-tengah dalam 3 tahun ke depan.

Klip gambaran pengangkatan

Renungkan: dimana kita berada saat repture terjadi? Terangkat atau tertinggal?

Altar call dan re-commitmen bagi:
Mereka yang belum terima Tuhan Yesus
Mereka yang hidup jauh dari Tuhan
Mereka yang kehidupan doanya kacau
Mereka yang hidup semaunya sendiri
Mereka yang tidak yakin akan ikut terangkat dalam repture
Mereka yang sudah lama tidak ke gereja

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Minggu, 06 April 2014
Save Indonesia
Petrus Agung

Saat Tuhan memberitahukan Abraham tentang yang akan terjadi di Sodom, itu belum keputusan final. Tuhan beri kesempatan Abraham untuk mempertahankan Sodom semaksimal mungkin. Hal ini juga dialami Bahtera. Tuhan beri kita kesempatan untuk menentukan nasib Indonesia. Tuhan tunjukkan berbagai ancaman untuk Indonesia: banyak gunung berapi akan meletus, akan ada upaya pemecah belah, bahkan hingga terjadi pertumpahan darah.

Peneguhan dari hal di atas:
Seorang di luar Bahtera yang bertobat 10 tahun yang lalu, dia mendapat karunia mimpi dalam bentuk asli dan bukan perlambang. Dia sudah mendapat mimpi tentang tsunami Aceh dan lumpur lapindo. Tapi karena sebelumnya tidak punya komunitas, dia tidak lakukan apa-apa. Kali ini orang ini mimpi tentang gunung-gunung yang meletus, dan salah satunya gunung Anak Krakatau, dan dampak letusannya akan sangat besar. Orang ini juga bermimpi melihat pertumpahan darah.

Jika Tuhan memberitahukan manusia tentang suatu bencana, sebenarnya itu berarti masih bisa dibatalkan, dicegah, minimal dikurangi dampaknya.

Berkaitan dengan semua hal yang didapat tersebut, maka kita harus mendoakan bangsa kita. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah mematok bagian tengah Indonesia:
Untuk seluruh wilayah Indonesia, darat dan laut, titik tengahnya adalah selat Makasar (antara pulau Sulawesi dan pulau Kalimantan). Dikerjakan oleh p Luky dari Mahanaim, p Yohanes Temanggung, dan bu Ribka (Tim 1).
Untuk wilayah daratan saja, titik tengahnya adalah sebuah gunung di Kalimantan Tengah, dekat Palangkaraya (Tim 2).

Tim 1 berangkat dari Mamuju, Sulawesi Barat, dikawal oleh 4 aparat. Selat Makasar dikenal sebagai “segitiga bermuda” Indonesaia. Banyak kecelakaan di daerah itu: jatuhnya Adam Air, tenggelamnya kapal Tampomas. Di daerah itu magnetik-nya kuat, tidak ada sinyal apapun.
Mobil dari tim 2 menabrak motor, dan pengendaranya terpental. Mobil dan motor rusak. Pengendara motor sempat pingsan, tapi setelah didoakan lalu bangun dan hanya luka ringan. Setelah itu tim 2 tidak bisa komunikasi karena tidak ada sinyal. Lama perjalanan harusnya 12 jam, dengan menumpang mobil proyek bisa ditempuh hanya dalam 5 jam.

2 tim belum kembali sesuai jadwal. Tim 1 kehabisan bahan bakar, sehingga hanyut hingga bergeser mil dibanding posisi yang seharusnya. Tim pencari baru berangkat jam 8 pagi, tapi setelah 1 jam balik lagi karena ombak besar dan salah satu mesin mati. Helikopter yang akan disewa terjebak badai, mendarat di bukit, dan tidak bisa menembus awan. Kapal cepat yang akan dikirim tim SAR kehabisan behan bakar, dan perlu 4 jam untuk beli di kota lain. Akhirnya yang diberangkatkan untuk mencari: kapal perang AL dan pesawat F16 AU.
Pertolongan Tuhan: Tim 2 yang di gunung tinggal di rumah salah satu pemimpin desa. Tim 1 yang di laut ditolong dan ditarik oleh kapal nelayan, setelah bu Ribka berteriak-teriak minta tolong.
Semua ini dilakukan karena kita sedang menghadapi sesuatu yang sangat serius bagi bangsa Indonesia.

Apapun yang akan Tuhan kerjakan terhadap suatu bangsa, selalu ada ukurannya. Dan dilambangkan dengan cawan.

Kej 15: 13-16
Saat akan membentuk bangsa Israel, rahimnya di Mesir, disemai selama 400 tahun dan diperbudak. Selama perbudakan mereka tidak dibayar, saat keluar dari Mesir mereka merampasi kekayaan orang Mesir. Tuhan tidak semena-mena dengan menyingkirkan bangsa Kanaan, tapi dalam keadilanNya itu tidak dilakukan karena kedurjanaannya belum genap.

Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genapTetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap (Kej 15: 13-16)

Jika suatu bangsa bersikap durjana, tapi seolah-olah tidak ada dampaknya secara langsung, itu karena cawan/ takaran Tuhan belum penuh.

Saat Tuhan hendak memusnahkan sebuah bangsa, ada ukuran kedurjanaan dan kejahatan yang harus digenapi. Sebaliknya untuk menyelamatkan dan mengubah suatu bangsa, maka diperlukan takaran tertentu yang harus dipenuhi.

3 takaran/ cawan yang harus kita perhatikan:
1. Cawan doa
Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus. (Why 5: 8)

Doa kita diukur dan ditimbang dengan sebuah cawan emas yang dipegang oleh para tua-tua. Saat cawan penuh dan naik ke hadapan Tuhan, maka akan dilemparkan ke bumi dan menghasilkan kegerakan yang luar biasa.

Why 8:1-5

Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi. (Why 8: 4-5)

Untuk mengubah bangsa Indonesia, kita harus penuhi cawan doa kita, minta Tuhan ubah dan selamatkan bangsa Indonesia. Jika kita tidak ikut berdoa, maka cawan doa tidak segera penuh. Jika cawan itu tidak penuh, tidak ada alasan bagi Tuhan untuk bergerak menyelamatkan bangsa kita, karena tanggung-jawab mendoakan bangsa ada di tangan kita.

Keep on asking and it will be given you; keep on seeking and you will find; keep on knocking [reverently] and [the door] will be opened to you (Mat 7: 7, AMP)

Kita diajarkan untuk tidak jemu-jemu berdoa karena itu mengisi cawan doa kita. Jika dalam pergumulan, doa kita belum dijawab, kita harus terus berdoa karena takarannya belum penuh. Jika yang kita berdoa untuk orang lain, atau hal yang lebih besar seperti kota atau bangsa, maka takarannya beda.

dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga- jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus- putusnya untuk segala orang Kudus, (Ef 6: 17-18)

Ada doa dan permohonan yang harus kita naikkan tanpa putus, supaya cawan doa itu penuh.

Pilih salah satu hari dalam seminggu hingga pemilihan Presiden, untuk doa-puasa bagi bangsa Indonesia, supaya cawan doa penuh.

2. Cawan deklarasi
and has made us kings and priests to His God and Father (Why 1: 6a, NKJV)

Tuhan membuat kita menjadi raja-rajaNya dan imam-imamNya.

And have made us kings and priests to our God; And we shall reign on the earth (Why 5: 10, NKJV)

Menjadi imam-imam dan raja-raja dari Tuhan adalah mandat dan destiny kita. Artinya kita diberi kehormatan dan mandat oleh Tuhan untuk ikut menentukan apa yang terjadi pada bangsa kita.

Jika kita diam, maka setan akan meraja-lela. Tapi jika imam-imam dan raja-raja bertindak, maka hasilnya akan luar biasa!

Kekuatan imam-imam dan raja-raja: yang mereka ucapkan akan terjadi !

Raja-raja mengucapkan hal-hal yang berkaitan dengan kejadian-kejadian di dunia. Imam-imam mengucapkan hal-hal yang berkenaan dengan kerohanian seseorang.

You will make your prayer to Him, and He will hear you, and you will pay your vows. You shall also decide and decree a thing, and it shall be established for you; and the light [of God’s favor] shall shine upon your ways (Ayb 22: 27-28, AMP)

Kita akan memutuskan (decide) dan mendeklarasikan (decree) sesuatu, dan itu akan terjadi. Doa adalah tugas imam di perjanjian lama. Sedangkan decide and decree adalah tugas seorang raja.

And since we have the same spirit of faith, according to what is written, “I believed and therefore I spoke,” we also believe and therefore speak (2Kor 4:13, NKJV)

Percaya (beliving) dan berkata-kata (speaking): apa yang kita percayai, itu yang kita katakan !

Contoh:
Tuhan ubah nama seseorang supaya nasibnya berubah. Abram jadi Abraham, Sarai jadi Sara.
Beberapa anak peserta red carpet tidak punya biaya untuk ke luar negeri, mereka menulis nama negara, ditempel di dinding, dan memperkatakannya. Akhirnya mereka bisa berangkat.
Perwira Romawi minta Yesus berkata, maka hambanya sembuh.

Jangan biarkan dekrit orang lain menguasai hidup kita:
Saat orang berkata kita “seperti orang susah” – katakan “aku orang paling berbahagia”
Saat orang berkata “wajahmu tidak meyakinkan” – katakan “sedang dalam proses perubahan yang luar biasa”
Saat orang berkata “kamu koq selalu sial?” – tolak dalam nama Tuhan Yesus, “aku orang yang diberkati dan berkelimpahan”.
Saat orang berkata “Indonesia gawat“ – balikkan “Indonesia akan jaya, mulia, dan dilawat Tuhan dengan luar biasa!”

Tujuan Tuhan memberikan radio Rhema adalah supaya Firman disampaikan dan udara dipenuhi kebenaran. Deklarasikan Firman Tuhan setiap kali memasuki tempat kerja/ usaha kita.

Kita bukan mengingkari fakta yang tidak baik, tapi kita menetapkan hal sebaliknya yang dari Tuhan.

3. Cawan Kebaikan
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan,tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!(Rm12:21)

Keributan, kerusuhan dan huru-hara adalah kejahatan. Benih-benih kejahatan: dikecewakan, tertipu, marah, dikhianati, tertindas, dll. Benih ini bisa dipadamkan dengan kebaikan.

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! (Fil 4: 5)

Yang harus kita lakukan:
Gerakkan semua di sekitar kita untuk berdoa dan berpuasa bagi bangsa.
Deklarasi bagi bangsa dan bagi diri sendiri!
Lakukan/ tebar kebaikan:
Anak sekolah membagikan mainan kepada yang tidak mampu
MK membagikan makanan di jalan-jalan
Jaringan impact: membagikan sarung di daerah yang paling miskin di lokasi masing-masing. Sarung asosiasi dengan ibadah. Bangsa kita perlu “di-sarungi”, supaya malu untuk berbuat buruk (korupsi dll)

Pengumuman:
Yang tergerak: beli sarung, kumpulkan ke gereja, gereja yang akan menyalurkan. Hubungi: Samuel Elisa Purnomo (081 805 82 000 3). Bagi yang akan menyumbang dalam bentuk uang ke rekening BCA 898 500 8091 a/n Samuel Elisa Purnama. 1 pcs harganya 20 ribu.
Seminar 1 dan 2 Mei, souvenirnya replika cawan.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Jumat-Sabtu-Minggu, 28-29-30 Maret 2014
Its my Time
John Avanzini

Petrus Agung
Kairos
Yesus sering sembuhkan banyak orang yang sakit dalam suatu peristiwa. Di tepi kolam Betesda banyak orang yang sakit, tapi kairos saat itu hanya untuk 1 orang. Hari ini mata Tuhan sedang tertuju kepada pribadi, dan Tuhan bertanya kepada masing-masing kita: “maukah engkau sembuh?”

Banyak orang pergi ke gereja, tapi tidak punya level iman yang cukup untuk berkata: “ini hari-ku !”, “aku terima mujizatku hari ini”, dan “tidak kubiarkan berkat itu tercecer !”.

Noise dan Voice
Kata noise dan voice mirip. Voice adalah suara yang bermakna, noise adalah suara tanpa makna. Ada banyak noise di sekitar kita: suara-suara yang bukan dari Tuhan, maka kita harus belajar mengabaikannya.
Suatu kali Yohanes Pembabtis membabtis Yesus, Dia kenali Yesus sebagai Mesias. Saat keluar dari air banyak orang mendengar suara petir menyambar-nyambar, itulah noise yang tidak ada artinya. Tapi Yohanes Pembabtis dan Yesus mendengar voice dari Bapa: “Inilah anakKu yang Ku kasihi”.

Bartimeus yang buta mengemis di gerbang Yerikho. Kota Yerikho dikutuk Yosua, Timeus artinya anak haram. Bartimeus artinya anak haram yang mengemis di depan kota terkutuk. Suatu hari dia mendengar noise, dia bertanya apa yang terjadi. Ada noise lain yang berkata bahwa itu adalah Yesus dari Nazaret. Di Nazaret Yesus tidak bisa melakukan mujizat apapun, ditolak oleh keluarga dan kampungnya. Tapi di antara begitu banyak noise, ada voice dari Tuhan: itulah Yesus anak Daud.

Pilihlah untuk mendengar voice: suara Tuhan, abaikan semua noise yang lain!

Saat Yesus menyampaikan kebenaran, banyak orang meninggalkannya. Tapi murid-murid tetap tinggal. Yang meninggalkan Yesus mendengar noise, murid-murid yang tinggal mendengar voice .

Respon
Banyak janda di Israel, tapi saat kekeringan, Tuhan utus Elia ke janda Sarfat. Sarfat adalah kampung halaman Izebel. Di ujung cerita ada mujizat: tepung dan gandum milik janda itu tidak pernah habis. Raja Ahab dan Izebel berkata pada seluruh Israel bahwa kekeringan selama 3 tahun itu adalah karena Elia. Berita ini meracuni hati orang-orang Israel. Maka jika saat itu Elia meminta makan pada salah satu keluarga di Israel, dia akan ditolak, karena dia dianggap penyebab terjadinya kemarau.

Seberapa besar mujizat terjadi tergantung seberapa kita merespon.

Samaria dikepung musuh selama beberapa waktu, hingga terjadi kelaparan. Saat nabi mengatakan bahwa besok terjadi kelimpahan, seorang perwira mentertawakan. Akibatnya saat kelimpahan itu datang, perwira itu hanya lihat dan tidak ikut menikmati, malah mati terinjak-injak.

unbelieve is deadly – ketidakpercayaan itu mematikan! Jangan biarkan setan melemahkan hidup kita!

John Avanzini
Tuhan mengutus ps John untuk alasan yang sangat spesial: sesuatu yang sangat dahsyat akan terjadi. Gereja ini memasuki hari yang baru. Dan itu juga muncul dalam hidup kita. Sejak hari ini hingga akhir tahun ada 1 proyek yang baru: yaitu kita masing-masing sebagai pribadi. Tuhan akan bergerak dengan cara yang sama-sekali baru. Tuhan melihat semua yang sudah gereja lakukan bagi semua lapisan yang membutuhkan, maka Tuhan berkata bahwa sudah waktunya menerima hadiah.

Saat ada orang banyak mengikuti Yesus. Tapi seorang wanita menerobos dan meraih ujung jubah Yesus. Wanita itu berkata bahwa “itu waktuku!, aku akan memperoleh apa yang aku inginkan”

Kita selalu berfikir sebagai kelompok, tapi hari ini spotlight surga tertuju kepada masing-masing pribadi, bukan kelompok. Mulai hari ini hingga 9 bulan kemenangan. Ini tidak ada hubungan dengan iman ps john, tapi iman jemaat untuk percaya bahwa ini adalah waktu kita pribadi.

Ini adalah waktu kita, bukan sebagai kelompok, tapi sebagai pribadi.

Yes 43: 18-21
“Jangan ingat-ingat hal-hal yang dahulu” – ini bukan hanya melupakan hal-hal buruk, tapi juga yang baik di masa lalu. Hal-hal yang baik di masa lalu tidak sebanding dengan apa yang akan kita alami segera. Apa yang di masa lalu terlihat besar, akan terlihat kecil saat kita terima hal baru di depan kita. Tuhan akan buat sesuatu mujizat yang besar, dan kita tidak akan terkejut karena kita sudah tahu. Segala sesuatu akan berubah sejak hari ini dan selanjutnya!

Ada standart baru untuk mujizat yang akan kita terima segera.

Mujizat kita tidak hanya terjadi 1 kali (event), tapi dalam siklus (cycle) yang terus terjadi. Hal ini hanya terjadi pada mereka yang tahu bahwa ini adalah waktu baginya.

Ay 19 – sesuatu yang baru akan muncul, mujizat akan mengejar kita, dan kita tidak perlu bersusah-payah untuk mendapatkannya.

Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu. (Ul 11: 24)

Allah memerintahkan kepada Abraham untuk menjalani negeri, dan dimanapun yang dia jalani- jadi miliknya. Karena kita di dalam Kristus, maka kita juga benih Abraham, dan juga berhak mendapat janji yang sama. Dunia menuju resesi besar, tapi kita akan ada di puncak gunung Tuhan. Setiap tanah yang kita injak akan menjadi milik kita. Bukan Tuhan yang menentukan berapa besar berkat yang kita terima, tapi kitalah yang menentukannya.

Ay 25 – iblis berkata bahwa dia punya kuasa. Tapi kita harus berkata balik: “kami tidak takut, dan iblis harusnya takut pada kami”. Semua kuasa kegelapan akan ketakutan karena kuasa Roh Kudus yang kita bawa. Tidak ada musuh yang bertahan di hadapan kita, musuh kita akan ada di bawah kaki kita.

Ul 28: 2-8
Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu (Ul 28: 2)

Sejak hari ini, saat kita melangkah, berkat akan mengikuti dan mencari kita. Kesembuhan terjadi, kelimpahan mengalir.

Ay 3a – bisnis ada di kota, tersedia bagi semua pengusaha muda.
Ay 4 – Tuhan sedang mengirim kemakmuran ke dalam kehidupan kita.
Ay 5 – keranjang/ bakul adalah transaksi harian kita. Mujizat ini tidak hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari, tapi juga untuk masa depan: tabungan, investasi, rumah, kendaraan, dll.
Ay 7 – musuh ketakutan melihat kedatangan kita.
Ay 8 – Tuhan memerintahkan berkat ke atas kita. Firman Tuhan ini seperti terang: bergerak cepat mengusir kegelapan.

Im 26: 5 – ada siklus panen. Setelah memanen kacang-kacangan, anggur siap dipanen. Setelah anggur selesai di panen, gandum siap dipanen. Artinya: panen yang terus-menerus.

Supaya ada panen yang terus-menerus, harus ada taburan yang terus menerus

Setiap pagi kita harus menyadari bahwa:
1. Musuh ada di bawah telapak kaki kita.
2. Kita berjalan di dalam janji-janji Tuhan.
Untuk itu ps John memberikan “talking shoes” (sepatu yang berbicara):
Stiker E artinya enemy (musuh) : rekatkan di bagian dalam sepatu kiri.
Stiker P arinya promise (janji) : rekatkan di bagian dalam sepatu kanan.
Maka setiap kali kita melepas dan memasang sepatu, sepatu itu akan “berbicara” :

engkau akan menginjak musuh, dan melangkah dalam janji-janji Tuhan.

Kita akan menjalani seluruh negeri, dan di setiap tempat kaki kita menjejak, akan menjadi milik kita.

Petrus Agung
Mujizat finansial tidak berkaitan dengan profesi: pendeta atau pengusaha.

Tidak ada hal yang kita tuai yang tidak kita tabur

Petani Indonesia berfikir bagaimana bisa panen setiap hari. Sebagai contoh durian di Indonesia hanya panen 2 kali setahun. Tapi di Thailand tersedia durian setiap hari.

Seorang rekan bercerita bahwa dia bisa membuat supaya panen setiap hari: setiap hari menanam benih yang berbeda, di tempat yang berbeda. Dia menanam tanaman yang jangka waktu panen pendek, tapi juga yang waktu panen panjang. Misal: apel dan mangga, harus bertumbuh jadi pohon terlebih dulu sebelum bisa dipetik hasilnya. Petani yang tidak menabur benih akan menuai rumput liar.

Saat p Agung merefleksi ke belakang, ternyata banyak menabur: membantu bea siswa seorang anak, membayar sewa rumah seseorang, dll. Begitu memberi, lalu terupakan karena berbagai kesibukan. Ternyata ujungnya saat p Agung membutuhkan sesuatu, tuaiannya telah tersedia.

Memberkati harus jadi gaya hidup: mendoakan, mengunjungi yang sakit, hibur yang sedih, memberi makan orang miskin, memberi perhatian, mendukung dana pelayanan, memberi persembahan, dll. Maka suatu hari kita akan menuai dengan luar biasa.

Saat kita berbagi kebaikan, maka suatu saat apa yang kita tabur akan tumbuh dan menghasilkan panen bagi kita.

Amplop persembahan:
1. Persembahan reguler
2. Janji iman untuk menabur benih yang signifikan dalam 30 hari.

Rekening untuk janji iman dan persembahan:
Bca Cabang gang tengah semarang
182 492 7777 a/n Petrus Agung Purnomo

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Minggu, 23 Maret 2014
Seperti Taman Tuhan
Petrus Agung

Kej 13: 1-5
Lot artinya sebuah tudung/ covering. Terah dan Lot bukan orang yang dipanggil Tuhan untuk meninggalkan Ur-Kasdim menuju tanah perjanjian. Tapi karena di awal yang memimpin adalah Terah, maka Lot ikut dibawa.

Ay 1 – Saat berangkat- Lot ada dalam/ di bawah covering Abraham.
Ay 5 – karena kebersamaan dengan Abraham, maka Lot mempunyai ternak dan kemah.
Dua ayat ini adalah cara Tuhan berbicara bahwa Lot mendapat semua yang dimilikinya karena berada di bawah tudung Abraham.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, (Mzm 1:1)

Pergaulan dengan orang fasik dan pencemooh tidak akan membawa hasil. Jika kita bergaul dengan orang yang curang, pesimis, maka akan merusak hidup kita, merusak kebiasaan positif kita, dan itu juga akan mempengaruhi destiny kita.

Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. (1Kor 15: 33)

Lot bukan orang jahat, tapi orang benar. Kisah ini bicara tentang keputusan yang harus kita ambil dalam kehidupan, dan ini menentukan seberapa jauh perjalanan iman kita bersama Tuhan.

Kesaksian:
Sehabis ikut mendoakan tanah yang sekarang adalah lokasi lokasi Holy Stadium, Ps Jon Avanzini minta diantar ke rumah p Agung. Ps Jon ingin memastikan bahwa orang-orang yang terkoneksi dengan dia juga hidup dalam berkat melimpah dari Tuhan, seperti ps Jon. Ps Jon menyarankan supaya tanah di belakang rumah dibeli. Akhirnya p Agung membeli tanah itu. Setahun kemudian ps Jon khotbah di Jakarta. Ps Jon membiayai pembangunan kolam renang p Agung.

Dengan siapa kita bergaul – itu menentukan seberapa jauh Tuhan bawa hidup kita.
Tuhan sering tidak bisa memberkati kita, karena saat diberkati, justru jadi tinggi hati.

Kej 13: 6-13 – (Ay 6) Begitu kekayaan meningkat, untiy jadi rapuh.

Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora (Kej 13: 10)

Lot diberi kesempatan untuk memilih. Tapi cara berfikir dan memilih Lot salah. Seharusnya sesuai namanya, dia harus hidup dalam covering yang jelas. Di akhir hidupnya semua yang dimilikinya habis. Sejak keluar dari covering Abraham, cara berfikir Lot jadi beda, selalu membuat pilihan yang salah.

Saat kita sering salah membuat keputusan, carilah nasehat dari orang yang lebih bijak.

“Seperti taman Tuhan” artinya taman Tuhan yang palsu, bukan yang sejati.
“Dari Mesir sampai ke Zoar” artinya diawali dari Mesir dan berakhir di Zoar. Di jaman itu Mesir pemilik budaya tertinggi di dunia. Ujung yang dipilih Lot adalah Zoar, yang artinya “kecil, insignifican, biasa saja, nyaris tidak berarti.

Lot seperti menubuatkan masa depannya dengan memilih lembah Yordan. Di Zoar, dalam keadaan mabuk Lot berhubungan dengan 2 anak gadisnya, yang lalu melahirkan Amon dan Moab.

2Ptr 2: 6-8
Selama Lot memilih bersama Abraham, Lot punya segala-galanya dan hartanya bertambah banyak.
Saat ada pertikaian antara gembala-gembala Abraham dan gembala-gembala Lot, seharusnya Lot memerintahkan gembala-gembalanya untuk mengutamakan gembala- gembalanya Abraham. Tapi Lot merasa bahwa semua yang dimilikinya adalah hasil usahanya sendiri. Lot terbiasa hidup dalam covering, dibimbing dan berhasil. Tapi kali ini Lot harus memutuskan sediri, padahal dia tidak terlatih untuk membuat keputusan yang benar.
Lot memutuskan berdasar apa yang dilihatnya saat itu: tanah yang subur. Tapi itu keputusan yang salah karena Sodom kota yang jahat.

Saat hendak membuat keputusan: jangan melihat bagian depannya, tapi ujungnya jadi seperti apa.

Orang yang tidak pernah membuat keputusan, tidak pernah membuat analisa secara daging dan rohani, dan tidak bisa menghitung ujungnya.

Lot tinggal di kota yang penduduknya melakukan hubungan sejenis. Jiwa Lot tersiksa karena melihat kehidupan moral yang bejat. Tapi selain itu ada kesalahan lain dari kota Sodom:

Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan, makanan yang berlimpah- limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada anak- anaknya perempuan, tetapi ia tidak menolong orang- orang sengsara dan miskin (Yeh 16: 49)

Kesalahan Sodom:
1. kecongkakan
Kesombongan mendahului kejatuhan. Kesombongan yang terucap mempercepat kejatuhan.

Kesaksian:
Saat melayani di Palembang, seorang ibu memberi persembahan makanan dan sebuah amplop permohonan doa. Makanan diserahkan kepada gereja lokal karena p Agung besoknya harus ke Batam. Tapi amplop berisi permohonan doa itu disimpan di buku khotbah p Agung. P Agung sangat berhati-hati dan tidak mau mengabaikan permohonan doa dari ibu itu.

Saat Sodom dihancurkan, Lot yang merupakan orang benar, akhirnya hanya punya Zoar.

Meremehkan orang lain adalah salah satu bentuk kecongkakan/ kesombongan. Kita harus waspada terhadap kesombongan. Karena hidup-mati, naik-turun, terangkat-jatuh: mutlak di tangan Tuhan! Maka minta Roh Kudus jagai hati kita setiap saat.

Tuhan senang jika kita sadar bahwa seluruh hidup kita tergantung pada Tuhan

Cara p Agung mengatasi kemarahan: menimbang semua resiko yang mungkin terjadi dialami jika marah, maka artinya p Agung juga menimbang bagaimana reaksi yang harus ada. Yang paling p Agung takuti adalah jika Tuhan tidak suka, apalagi menyakiti hati Tuhan. Kita sudah terima sangat banyak dari Tuhan. Jika kita tahu diri- sebenarnya tidak ada hak bagi kita untuk mengeluh/ komplain.

Usia manusia 70-90 tahun. Apakah kita akan mengisinya dengan keluhan, omelan, gerutu, dll, padahal Tuhan tawarkan yang kekal. Atau kita isi dengan penuh rasa syukur pada Tuhan. Kekhawatiran tidak menambahkan usia kita.

2. Tidak perduli kepada orang lain

Jika kita sombong, hidup hanya fokus pada diri sendiri, maka ujungnya Zoar. Jika kita belajar hidup rendah hati, ujungnya akan berbeda

Artikel psikologi :
Seorang ahli menemukan satu pengobatan hebat bagi orang yang hampir gila: disuruh membagikan makanan di tempat kumuh. Orang yang kena gangguan jiwa mungkin semua berpusat pada diri sendiri. Saat fokus itu dibalikkan ke orang lain, tiba-tiba semua jadi luar biasa.

Yang dilihat setiap hari oleh Lot: amoral, orang sombong, orang yang tidak perduli dan berbagi dengan orang lain. Ujungnya dia hanya dapatkan Zoar.

Mari hidup dalam keseimbangan. Jangan cari yang seperti taman Tuhan, tapi cari taman Tuhan yang sejati, maka hidup kita akan jadi berkat bagi orang lain.

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp , WeChat, Line, Viber, Telegram – 085 727 868 064

Minggu, 09 Februari 2014
Roh yang Menyala
Nany Susanty

Saat tanda-tanda akhir jaman mulai tergenapi, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan supaya bisa mencapai garis akhir.

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala- nyala dan layanilah Tuhan.
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! (Rm 12: 11-12)

Kerajinan kita tidak boleh kendor! Sering saat menunggu janji Tuhan, kita jadi letih, roh kita mulai meredup. Kita harus siap dan berjaga-jaga, sehingga mampu melihat tanda-tanda kedatangan Tuhan. Tapi jika kita tidak berjaga-jaga dan lengah, maka kedatangan Tuhan seperti pencuri.

Maklumkanlah hal ini di antara bangsa- bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju! Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau- pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: ” Aku ini pahlawan! ” (Yoel 3: 9-10)

Supaya kerajinan kita tidak kendor, roh kita tetap menyala-nyala, dan kapasitas kita diperbesar:
1. Tempalah mata bajakmu menjadi pedang
Mata bajak berfungsi untuk menggemburkan tanah sebelum ditanami.
Mata bajak berbicara tentang keahlian dan talenta yang Tuhan beri pada kita: profesi, bakat, keahlian, apapun yang ada di tangan kita.

Rutinitas mengakibatkan kebosanan dan kejenuhan, akibatnya kerajinan kita kendor

Tahun-tahun menjelang Tuhan datang, mata bajak kita tidak bisa terus digunakan, tapi harus ditempa jadi pedang. Mata bajak berasal dari besi tebal, keras dan pendek; harus ditempa menjadi pedang yang tipis dan panjang. Fungsi dan bentuknya dirubah. Pedang berbicara tentang ketepatan dan ketajaman.
Kita harus punya ketepatan dan ketajaman dalam segala hal.

Sebelum ditempa, mata bajak harus dipanaskan hingga suhu tertentu, lalu dipukuli hingga bentuk berubah jadi seperti pedang.

Tokoh Alkitab yang mengalami transformasi fungsi talentanya: Yael (Hak 4: 17-21)
Yael artinya kijang yang berkulit halus. Kijang mampu berlari cepat, bisa naik gunung dengan kecepatan tinggi, tahu persis tempat berpijak yang tepat.
Saat peristiwa terjadi, Heber-suami Yael sedang berperang. Mereka adalah orang Keni yang merupakan ipar Musa, artinya keturunan Yetro. Yael adalah ibu rumah tangga, dan pekerjaannya membuat kemah. Dia rajin membuat patok untuk kemah. Dia bisa memasang patok, tahu mana tanah gembur atau keras, lokasi tempat patok bisa terpasang kuat.
Wanita biasanya ngeri melakukan pembunuhan, tapi Yael berani mengambil resiko besar untuk mematok kepala Sisera.

Saat kita menghadapi berbagai persoalan, Tuhan akan membawa kita dari profesi awal ke profesi berikutnya, lalu talenta atau profesi itu bisa kita gunakan, hingga kita menjadi seorang pahlawan.

Kesaksian:
Bu Ribka passion-nya di bidang musik, dan semula mengajar di sekolah musik. Di setiap kesempatan mengajukan permohonan pada Tuhan, bu Ribka selalu minta untuk memiliki sekolah musik. Saat ini bu Ribka dipercaya untuk memimpin dan mengelola sekolah musik Terang Bangsa.

Dalam profesi kita masing-masing: Tuhan akan berikan penambahan dan ketajaman, sehingga mata bajak menjadi pedang.

Kesaksian:
Bu Nany tidak pernah bermimpi untuk jadi notaris, pengkhotbah, dan hamba Tuhan. Bu Nany adalah anak ke-7. Warisan didapat dari kehidupan orang tuanya, dengan memperhatikan dan membantu: berdagang, menjahit kasur dan mengisinya dengan kapuk, dll. Saat kuliah di Bandung, bu Nany belajar mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Dalam pelayanan bu Nany dari guru sekolah minggu, Tuhan ubah dan asah semua itu hingga menjadi hamba Tuhan.

2. Tempa pisau- pisau pemangkasmu menjadi tombak
Pisau pangkas jangkauannya pendek, tapi tombak jangkauannya jauh, bahkan bisa dilempar. Maka artinya kapasitas kita harus dikembangkan. Kita di desain Tuhan untuk punya kapasitas yang luar biasa. Banyak kapasitas kita belum tergali, maka harus terus digali.

Tokoh Alkitab yang memperluas jangkauannya: Debora (Hak 4: 4-5)
Debora artinya lebah. Lebah menghasilkan madu yang memberi kemanisan dan kekuatan. Tapi jika diganggu akan menyengat.
Debora adalah salah satu hakim Israel. Di masa itu orang Israel kurang menghargai wanita, tapi orang Israel mengangkat Debora menjadi pemimpin.

Deskripsi Debora dari sebuah artikel:
Debora keturunan Efraim, anak orang yang kaya. Kakak-kakak Debora sudah menikah, ibunya meninggal saat dia di usia 10 tahun. Maka mulai usia itu Debora mengatur semua masalah rumah tangga. Di usia 14 tahun Debora dipinang oleh Lapidot, orang Efraim, tinggal di daerah Betel-Rama.
Debora punya keintiman dengan Tuhan, banyak mengarang puisi, lalu dinyanyikan. Lapidot bangga pada istrinya karena mampu mengurus rumah tangga, suami, dan juga punya keintiman dengan Tuhan. Karena keintiman dengan Tuhan, Debora mendapat hikmat dari Tuhan, sehingga bisa menyelesaikan berbagai masalah. Akhirnya kemampuannya dikenal di seluruh Israel, kemudian orang-orang Israel mengangkat Debora menjadi hakim atas Israel.

Tuhan mau supaya kita punya kapasitas yang lebih lagi dan menjadi berkat

Hak 4: 3 – Secara pribadi kita tidak boleh puas dengan kondisi kita sekarang, tapi harus kembangkan dan perluas lebih lagi.

Hak 4: 6 – Debora sudah mendapat strategi dari Tuhan, dia tidak sembarangan mengatur strategi.
Tentara lawan sangat besar dan punya kereta besi, sementara orang Israel tanpa senjata. Tuhan memerintahkan supaya naik ke gunung Tabor. Gunung Tabor adalah gunung kemuliaan. Sebelum melakukan apapun, kita harus naik ke gunung Tabor, artinya mencari kemuliaan Tuhan.

Tuhan perintahkan pasukan Israel naik dan berkemah di gunung Tabor. menggiring pasukan lawan ke sungai Kison. Sungai Kison berada di lembah dekat gunung Tabor. Sungai Kison tidak terlalu besar, tapi jika hujan turun sungainya meluap. Maka banjir, dan lumpur turun dari puncak gunung. Maka saat itulah israel menyerbu dengan panah dan tombak, sementara kereta-kereta Yabin tidak bisa bergerak.

TUHAN, ketika Engkau bergerak dari Seir, ketika Engkau melangkah maju dari daerah Edom, bergoncanglah bumi, tirislah juga langit, juga awan tiris airnya; (Hak 5: 4)

Israel tanpa kereta, tapi Tuhan bisa melumpuhkan pasukan dengan 900 kereta. Yang pertama kali diserang adalah kudanya. Maka saat di serang, Israel menang.

Perluas daerah, talenta dan pelayanan kita, jangan terpatok pada yang ada saat ini.

Kesaksian:
Seseorang punya hoby utak-utik dan memperbaiki barang-barang yang rusak. Salah satu yang berhasil diperbaiki adalah organ gereja. Saat mendapat mesin laser dari Singapura yang rusak, orang ini bertanya ke produsen mesin itu: bagaimana cara memperbaikinya. Akhirnya dia bisa perbaiki.

Tekuni apa yang ada di tangan kita, jangan berpindah-pindah pekerjaan

3. Baiklah orang yang tidak berdaya berkata: ” Aku ini pahlawan!
Perkatakan yang positif: katakan bahwa bersama dengan Tuhan kita kuat!

Portal Bahtera: http://web.keluargarhema.com/

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 24D0C381
WhatsApp – 085 727 868 064

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 3,355 other followers