Minggu, 08 Januari 2017
Asal Kujamah Jumbai JubahNya
Yosea Christiono

Setiap orang ingin hidupnya lancar-baik- dan enak saja. Tapi kenyataannya tidak begitu. Saat kita hanya terima yang baik, kita tidak bisa menghargai anugrah yang kita terima.

Ilustrasi
Seorang anak dari kecil diberikan semua kemauannya dan diproteksi. Anak ini akan berfikir bahwa hidup ini mudah. Kelak anak ini tidak akan siap menghadapi kehidupan. Ini malah menjerumuskan.

Ada masa-masa hidup yang tidak nyaman, sebagai bagian pelatihan, sehingga kelak hidupnya kuat. Saat menghadapi sesuatu yang besar, yang butuh keteguhan hati dan kekuatan mental, kita harus sudah terlatih. Kemampuan menghadapi masalah tidak datang dengan tiba-tiba. Ujian kehidupan tidak bisa diprediksi. Hanya orang yang terlatih dan mau berubah, siap menghadapi ujian apapun dalam hidup.

Mrk 5: 24-33
Yesus sedang berjalan, banyak orang menempel pada Yesus. Di tengah orang berhimpitan, Yesus bertanya “siapa yang menjamah jubahKu ?”. Di Matius ada penjelasan lebih rinci: yang disentuh adalah jumbai jubah Yesus.

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah- Nya. (Mat 9: 20)

Tindakan iman wanita ini dilakukan dengan segenap hati. Tindakan iman wanita ini akhirnya dicontoh orang lain. Saat ada kesaksian seseorang, kita bisa mencontohnya. Saat kita punya iman yang sama, maka kita akan alami hal yang sama.

Mrk 6: 53-56 – Tindakan iman wanita ini ditiru oleh banyak orang, dan mereka juga disembuhkan.

Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. (Mrk 6: 56)

Jika kita tidak mengalami Tuhan di hidup kita, harus introspeksi: mana yang tidak tepat di hidup kita. Jangan hanya mencontoh penampakan luar, tapi contohlah yang di dalam.

1. Jumbai jubah itu akan mengingatkan kamu kepada segala perintah Tuhan (Bil 15: 37-41)

Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN (Bil 15: 39)

Jumbai jubah mengingatkan orang Israel pada perintah Tuhan dan pengalaman-pengalaman dengan Tuhan.

Kesaksian
p Yosea mempunyai seorang teman pengusaha. Di sudut ruang kerja teman itu ada banyak akrilik berbentuk salib, dan di bagian bawah masing-masing salib ada catatan peristiwa-peristiwa yang pernah dialami teman ini dengan Tuhan.

Kita harus punya mezbah, yang menandai saat-saat kita mengalami Tuhan dengan luar biasa.

Saat Tuhan mau membangun karakter kita, memperkokoh akar hidup kita, Tuhan akan beri 1-2 peristiwa untuk mengujinya. Jika sebelumnya kita tidak punya pengalaman dengan Tuhan, maka bisa patah semangat dan kecewa dengan Tuhan.

Bagi orang Israel, melihat jumbai jubah artinya melihat pengharapan

Ibr 12: 1-3 – Kita harus punya pengalaman yang mengingatkan kita pada Tuhan.

Kehidupan manusia mungkin terlihat selalu naik. Tapi setelah diamati dari dekat, selalu ada sedikit penurunan, lalu naik lagi. Saat kita retret, istirahat, pemulihan, itu saat hidup kita turun sedikit. Jika saat turun itu disertai pertobatan dan ketaatan, kita akan naik lebih tinggi.

2. The power of kepepet
Wanita ini berkali-kali mendengar tentang Yesus yang bisa menyembuhkan. Seseorang yang mendengar tentang Tuhan belum tentu berubah. Dia baru berubah saat ada respon dari dalam. Tapi dia punya masalah: sakit pendarahan, artinya dia najis (Im 15: 25), dan apapun yang disentuh juga najis.

Dengan Tuhan itu pribadi

Saat melihat Yesus, ada tarik-menarik di hati: antara merasa najis dan butuh disembuhkan.

Sama seperti orang berdosa yang butuh diampuni. Banyak orang yang merasa berdosa tidak mau ke gereja. Ini konsep yang salah. Dalam gereja ada berbagai macam orang: ada yang berkobar-kobar cinta Tuhan, ada yang baru bertobat, ada yang dewasa rohani, tapi ada juga yang berdosa. Saat ada salah dan dosa, tetap cari Tuhan karena itu pribadi, tidak bisa dengan perantaraan orang lain.

Wanita ini merangkak supaya bisa mendekati Yesus, dan akhirnya bisa menjamah jumbai jubah Yesus, dan disembuhkan.

Desperately looking for help
Saat seorang sudah sakit bertahun-tahun, tidak lagi perduli yang menyembuhkan dari agama apapun – yang penting sembuh.

Orang yang belum pernah mentok/ tersudut, tidak akan mengalami sesuatu yang besar.

> Ada adrenalin iman yang muncul di saat terdesak
Tekat wanita ini muncul dari dalam: jika tidak bertemu Yesus maka akan mati.

Kesaksian
P Yosea selalu berdoa pada Tuhan: “Jangan buat aku tenang jika menjauh daripadaMu, buat hatiku gelisah”. Hati ini jadi alarm dalam hidup p Yosea. Jika tidak ada damai, maka p Yosea tidak akan mengambil keputusan besar, lalu mundur dan mencari Tuhan.

> The power of kepepet
Saat tersudut ada kekuatan yang keluar. Padahal kepepet (tersudut) itu tidak enak.

Ilustrasi
Saat keuangan mepet, keinginan kita dibatasi oleh jumlah uang. akan mulai melihat kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya tak terlihat saat kondisi longgar.

Saat ada masalah, orang yang tidak biasa cari Tuhan akan mencari teman atau peluang lain. Ini sikap yang salah, karena artinya teman kita menggantikan posisi Tuhan. Seharusnya yang pertama dicari adalah Tuhan. Hubungan kita dengan Tuhan itu pribadi, tanpa ada orang lain sebagai perantara.

Siapa diri kita sebenarnya: Respon pertama yang muncul di hati sebelum dipikir.

Tuhan dekat dengan orang yang hatinya hancur/ patah (Mzm 51: 19-21)
Wanita ini najis, yang disentuh harusnya ikut najis. Tapi saat menyentuh Yesus justru dia sembuh.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51: 19)

Tuhan sifatNya penuh kasih, dan ingin selalu menolong. Saat seseorang hancur hati, Tuhan seperti mendekatinya. Segera ceritakan pergumulan kita pada Tuhan.

Bahkan tindakan iman yang desperately wanita pendarahan ini mampu mengintervensi jadwal pelayanan Tuhan Yesus. Mampu membuat Tuhan Yesus berpaling kepadanya. Jadwal pelayanan Yesus sebenarnya (Mrk 5: 21-25) adalah jadwal pelayanan Tuhan pada anak Yairus.

3. Kasih Karunia dan kebenaran ada dalam Tuhan Yesus
Di jaman sekarangpun kita bisa menjamah Yesus.

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. (Yoh 1: 15-17)

Saat Yesus berjalan, Dia penuh kasih karunia demi kasih karunia. Maka saat wanita itu menjamahNya, kasih karunia keluar dari Yesus dan menyembuhkan wanita ini.

Alami persekutuan kehidupan yang lebih nyata dalam perjamuan kudus.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” (Yoh 6: 47-51)

Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap- tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita. (1Kor 11: 27-31)

Ada kuasa dalam perjamuan kudus: pemulihan, kesembuhan, kekuatan baru
Dalam perjamuan kudus kita bisa menjamah tubuh Tuhan

Saat kita butuh pertolongan Tuhan, ambil tubuh dan darah Tuhan. Tapi jangan di-mistik-kan. Saat kita satukan hati berdoa untuk roti dan anggur, maka selama perjamuan kudus, roti dan anggur jadi tubuh dan darah Kristus.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878-3377-8822

Minggu, 01 Januari 2017
Menabur di Tanah yang Baik dan Berbuah
Tina Agung Purnomo

Mrk 4: 2-8, 14-20

Injil Markus lebih banyak menceritakan aktifitas Yesus dibanding injil Matius dan Lukas. Pengajaran Yesus hanya di pasal 4: Yesus mengajar 3 perumpamaan; dan di pasal 12: Yesus mengajar 1 perumpamaan.

Penabur adalah Tuhan, kita adalah tanahnya. Tuhan bisa menikmati panen raya dan buah yang lebat melalui hidup kita jika kita menjadi tanah yang baik.

Tanah yang baik adalah:
1. Tanah yang gembur, sudah dibajak, tidak keras
Tanah yang keras tidak bisa ditanami apapun. Tanah harus digemburkan sehingga biji bisa ditanam dengan baik. Selanjutnya tanah diaduk, sehingga gizi yang di bawah naik.

Seringkali hidup kita diaduk-aduk: kadang sudah tenang, lalu turun ke bawah, sudah nyaman dipindah ke tempat yang tidak nyaman. Tapi ini cara Tuhan supaya kita jadi tanah yang baik.

Yang tidak baik adalah jiwa dan daging kita, maka Tuhan mengolahnya sehingga jadi gembur dan siap ditanami Firman Tuhan.

Syukuri apapun yang kita alami, karena itu proses Tuhan untuk mempersiapkan diri kita. Jangan alergi dengan masalah dan persoalan, itu ada untuk membangkitkan iman kita. Saat kita seperti tanah yang gembur, benih apapun yang Tuhan tanam akan tumbuh.

Warisan terbesar p Agung kepada bu Tina: banyaknya masalah yang tertinggal. Semua ini membuat iman bu Tina bangkit, hatinya mengandalkan Tuhan, dan cara berfikir jadi Alkitabiah.

Saat tanah kita gembur, ditanami apapun akan tumbuh. Tanah yang keras adalah sikap skeptik, tidak gampang percaya, sekalipun mujizat terjadi.

Kesaksian di KKR Purwokerto
Seorang ibu minta didoakan untuk dapat hadiah pertama. Saat diundi, ternyata ibu inilah yang dapat hadiah motor. Ibu ini sedang membutuhkan kendaraan karena ekonominya sedang sulit. Tuhan itu memberi tepat pada yang membutuhkan. Ujungnya ibu ini mau dituntun untuk terima Tuhan Yesus.

Seringkali manusia ragu-ragu tentang kesaksian orang lain, maka dia tidak akan menerima. Orang yang ragu berkata bahwa mujizat itu khusus untuk 1 atau 2 orang tertentu saja.

Tuhan menjawab iman kita, bukan kebutuhan kita.

2. Tidak berbatu-batu
Orang yang terlalu sibuk, sehingga tidak ada waktu bagi Tuhan. Contoh: sibuk menjawab medsos, tidak perhatian, sehingga tidak tahu bahwa Tuhan datang membawa berkat.

Jangan terlalu sibuk dengan hidup kita!

Defisit rohani: banyak hamba Tuhan memberikan kepada orang lain, tapi sedikit menerima dari Tuhan, karena hubungan pribadi dengan Tuhan kurang.

Kita boleh melayani dengan segenap hati dan tenaga, tapi jangan lupa bahwa hubungan dengan Tuhan itu yang pertama dan utama. Ada waktu Tuhan bisa berbicara kepada kita, saat Roh Kudus dicurahkan itulah yang membuat hidup kita menjadi tanah yang baik, yang siap ditaburi benih Firman.

Pengurapan bertujuan membuat kita lebih dekat dengan Tuhan, lebih kuat menangani segala sesuatu. Berkat materi karena pengurapan hanyalah bonus

Kita seringkali jatuh bukan karena batu besar, tapi kerikil kecil. Contoh kerikil yang menghalangi kita jadi tanah yang baik: kepahitan, kejengkelan, tidak bisa mengampuni.

Mari mulai tahun yang baru dengan bebas dan hati yang baru, membuang semua kerikil di hidup kita.

3. Tidak ada tanaman liar/ semak belukar
Membersihkan tanaman liar tidak bisa hanya di permukaan, tapi harus dicabut hingga ke akar-akarnya.

Saat hidup kita penuh dengan tanaman liar, maka kekuatiran dan tipu daya dunia bisa masuk ke hidup kita. Jangan ingin kaya! Jika kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, maka berkat materi adalah bonus. Jangan kejar bonusnya, tapi kejar Tuhan.

Tuhan ingin hati dan hidup kita jadi tanah yang baik, bisa berkomunikasi dengan Tuhan dimanapun.

Cara menghilangkan semak belukar adalah dengan hidup dalam kasih. Karena di dalam kasih tidak ada ketakutan dan kekuatiran.

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1Yoh 4: 18)

Kesaksian
Ibu dari salah seorang pastoral meninggal. Saat bu Tina datang, langsung di seka dan di make up. Ibu yang meninggal ini kena TBC. Seorang yang membantu mengingatkan bu Tina tentang bahaya ketularan. Bu Tina sempat takut, tapi Roh Kudus mengingatkan bahwa dalam kasih tidak ada ketakutan. Maka bu Tina memperkatakan dalam hati: saya melayani dengan kasih dan tulus, maka tidak akan tertular virus apapun. Setelah diperkatakan tidak ada lagi ketakutan.

Dalam kasih tidak ada ketakutan, kekuatiran, tidak akan dimanipulasi oleh harta-kekuasaan-keinginan daging. Kasih itu memberi dan mau berkorban.

Doa minta supaya kita menerima kasih Allah, yang melenyapkan semua ketakutan dan kekuatiran.

Tanah yang baik itu membuat tanaman tumbuh subur, dan menghasilkan buah, hingga 30x, 60x, dan 100x lipat. Penabur awal adalah Tuhan. Saat tanah kita sudah baik dan subur, lalu berbuah, selanjutnya yang jadi penaburnya adalah kita. Dalam buah ada bijinya, ini jangan dimakan, tapi ditanam kembali. Jika semua kita makan, maka tidak menghasilkan apapun.

Saat kita terima anugerah Tuhan, jangan dimakan semua. Cari tanah yang subur, tanamkan benih kita di tanah yang subur. Taburan kita menentukan tuaian kita.

Tanamkan benih kita pada sesuatu yang kekal: roh manusia. Cari orang yang bisa diselamatkan, taburkan benih pada orang itu.
Contoh: Anak sekolah yang membutuhkan bea siswa: kita taburi, sehingga dia punya harapan untuk masa depannya.

Jangan hidup untuk diri sendiri, iman kita bisa bertumbuh jika ikut melayani.

Kesaksian
Seorang jemaat suaminya stroke, bahkan ber-halusinasi bertemu orang-orang yang sudah meninggal. Teman-teman MK nya mendoakan, dan si suami ini sembuh, bahkan ikut melayani.

Rekening JKI Injil Kerajaan:
BCA 182-53-0000-9
BCA – Berkat bagi bangsa – 182-27-0000-9

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Minggu, 25 Desember 2016
Tetapi Ia Dengan Keras Melarang mereka memberitahukan siapa Dia
Tina Agung Purnomo

Mrk 3: 1-12

Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. (Mrk 3: 12)

Markus tidak menjelaskan ucapan apa yang dilarang oleh Yesus, maka perlu dilihat pembandingnya pada Injil lain.

Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. (Mat 12: 16- 18)

Melarang = ἐπιτιμάω = epitimaō (G2008) = menghardik, menegur, melarang dengan keras, dan ada konsekuensi/ hukuman jika larangan itu dilanggar.

Tuhan melarang roh jahat menyaksikan siapa Dia. Ayat di Mrk 3:12 dan Mat 12:9 disebut Mesianic secret, artinya Yesus menyembunyikan identitasnya sebagai Mesias. Orang Yahudi menantikan Mesias, sementara Yesus baru memulai pelayananNya. Jika identitasNya terbuka di awal, Yesus bisa dibunuh.

Alasan Larangan untuk membertahukan identitas Yesus sebagai Mesias

1. Tuhan punya jangka waktu/ agenda/ Timeframe.
Ada waktu untuk bertumbuh dan mempersiapkan diri di bawah asuhan orang-tuaNya. Tapi setelah itu ada waktu Tuhan mulai menyatakan diriNya lewat mujizat-mujizat yang dikerjakanNya.

Yesus lahir untuk mengembalikan kerajaan Allah yang sudah hilang di dunia. Tuhan Yesus menyatakan bahwa kerajaan Allah sudah datang di dunia, dan kerajaan itu ada di dalam kita.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yoh 10: 10)

Yesus bersikap keras kepada iblis, supaya timeframe Tuhan tidak berantakan. Musuh Tuhan adalah iblis. Kita juga harus bersikap keras pada iblis, sehingga agenda Tuhan bisa berlangsung di hidup kita dan tidak ada penundaan.

Kesaksian.
P Agung setia melayani dari kampung ke kampung, dan Tuhan janji akan memakainya. Saat bertanya kapan Tuhan akan pakai, Tuhan perintahkan p Agung untuk menikah dengan bu Tina, baru Tuhan akan pakai.

Kesetiaan adalah sesuatu yang langka di akhir jaman. Kita harus setia dalam pekerjaan, dalam pelayanan, dalam apapun yang Tuhan percayakan. Waktu peninggian/ promosi adalah dari Tuhan.

P Agung dan bu Tina menikah 15 maret di GIA Pringgading, diberkati oleh p Damaris dari Bandung. Dua Minggu setelah menikah, p Agung diundang p Arifin untuk khotbah di full gospel (FGBMFI) Surabaya, di gedung go-skate, di hadapan 4 ribu orang.
Sejak saat itu Tuhan bawa p Agung dari kota ke kota di Indonesia. Sebelumnya beliau hanya melayani di sekitar Semarang, dari kampung ke kampung.

Jangan sampai iblis mengacaukan agenda Tuhan dalam hidup kita. Kerjakan yang di tangan kita dengan penuh kehati-hatian dan kesetiaan.

2. Deklarasi tentang Anak Allah Harus Dinyatakan oleh anak-anak Allah, bukan oleh Iblis

Bilamana roh- roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan- Nya dan berteriak: ” Engkaulah Anak Allah. ” (Mrk 3: 11)

Iblis tahu siapa Yesus, dan tersungkur di depan Yesus. Kita harus kenal Yesus lebih dari iblis, sehingga kita yang mendeklarasikan kebaikan dan kebesaran Tuhan dalam hidup kita.

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ” Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? ” Maka jawab Simon Petrus: ” Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup! ” Kata Yesus kepadanya: ” Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa- Ku yang di sorga (Mat 16: 15-17)

Pengertian Petrus berasal dari pewahyuan. Petrus berkata bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, bukan Allah yang mati atau hanya diam. Allah adalah Roh, dan Roh Allah tinggal di dalam kita. Sebelum mendapat pewahyuan tentang Yesus, mata kita seperti dalam selubung, mata kita tidak bisa melihat Yesus dengan jernih. Saat kita mengerti siapa Yesus, kita bisa mendeklarasikan Yesus yang kita sembah.

Deklarasi publik tentang kedatangan Yesus
1. Deklarasi dari malaikat pada natal yang pertama mendatangkan pengharapan dan sukacita. Orang-orang yang mendengar dan percaya datang, dan membawa persembahan.
2. Deklarasi Yohanes pembabtis menghasilkan pertobatan dan pengharapan.

Deklarasi dari iblis tidak mendatangkan hal-hal positif, hanya mendatangkan ketakutan. Saat kita mendeklarasikan kata-kata dari Allah, maka yang muncul adalah pengharapan, pertobatan, sukacita, damai-sejahtera.

Deklarasi:
Tahun 2017 adalah tahun yang gilang-gemilang bagi kita, new-chapter, ada pembaharuan dalam hidup, rohani bertumbuh, kita jadi pemurid-pemurid, kita jadi anak-anak Allah yang dewasa rohani.

Kesaksian
Bu Tina mendoakan satu nama supaya bertobat, nama itu didoakan dan ditulis, lalu dinaikkan ke hadapan Tuhan dalam kebaktian Bob Wainer. Sekian waktu kemudian orang itu bertobat, bahkan mengambil sekolah Alkitab.

Apapun yang dikatakan iblis: jangan dipercaya, sebaik apapun itu! Karena ujung-ujungnya jelek. Hanya percayai perkataan firman Tuhan.

Contoh: ucapan dari peramal-peramal, paranormal-paranormal.

Kita harus belajar mendeklarasikan yang dari Allah, bukan yang dari iblis.

3. Punyailah Pengalaman Hidup Bersama Tuhan.

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. (Ayb 42: 5)

Sebelumnya Ayub mendengar tentang Allah dari orang lain. Kita sering dengar Yesus dari mimbar, kaset khotbah, radio, dll. Kita tidak bisa mengenal Allah hanya dari mimbar, tapi harus punya pengalaman hidup pribadi dengan Allah.

Kesaksian
P Agung berdoa minta rumah baru, karena rumah lama sering kebanjiran, dan beberapa kali didatangi jemaat yang mabuk.
Saat mendapat rumah di green-wood, 3 bulan pertama bu Tina takut apakah bisa membayar, maka hanya bisa bernyanyi El-Shadai.
Saat ke Vietnam, ternyata ada yang memberi cek sebesar 75 juta. Begitu pulang dari Kamboja, langsung diserahkan kepada pengusaha real-estate. Ini karena p Agung dan bu Tina punya prinsip untuk integritas kepada Tuhan: meminta pelunasan rumah, saat Tuhan beri dananya tidak ditahan, tapi langsung dibayarkan.
Semula pengusaha itu mau membantu hamba Tuhan, ternyata Tuhan balikkan sehingga hamba Tuhan yang membantunya. P Agung melunasi rumah itu hanya dalam waktu 9 bulan.
Pengalaman pribadi ini selalu diingat p Agung dan bu Tina.

Kita hanya bisa memberi saat kita mempunyai. Saat kita punya kesaksian hidup, kita tidak akan diam, kita akan membagikan di MK. Saat hidup kita mengalami perubahan, kesaksian itu bisa menyentuh dan mengubahkan orang lain. Jangan malu bersaksi!

Apapun yang berasal dari pikiran – hanya memberi informasi pada pikiran orang lain, dan responnya hanya apresiasi. Jika yang di share dari perasaan- hanya akan menuai simpati. Jika sesuatu itu keluar dari hidup yang diubah oleh Tuhan – itu sanggup mengubah hidup orang lain juga.

Tuhan beri kita kehendak bebas, tapi jangan sampai kehendak-bebas itu mengacaukan time-frame Tuhan dalam hidup kita.

Rekening JKI Injil Kerajaan:
BCA 182-53-0000-9
BCA – Berkat bagi bangsa – 182-27-0000-9

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Sabtu, 24 Desember 2016
Seandainya Tuhan Yesus Tidak Lahir
Tina Agung Purnomo

Seandainya Tuhan Yesus Tidak Lahir
1. Tidak ada penyembuhan gangguan fisik dan mental
Orang kusta tidak ditahirkan
10 orang kusta tidak disembuhkan
Ibu Simon Petrus tidak disembuhkan
Setan yang menguasai orang – tidak dihardik keluar
Orang kerasukan setan (legion) di Gadara tidak dibebaskan
Bartimeus yang buta sejak lahir tidak dicelikkan
Orang buta, bisu-tuli, bongkok, busung air – tidak disembuhkan.
Wanita yang pendarahan 12 tahun tidak disembuhkan

2. Tidak ada bukti KUASA atas kekuatan alam
Angin ribut tidak diredakan
Tidak ada manusia yang berjalan di atas air
Tidak ada yang memberi makan 5 ribu laki- laki dengan 5 roti dan 2 ikan, bahkan sisa 12 bakul
Tidak air yang menjadi anggur dalam pesta kawin di Kana
Ikan tidak datang ke jala murid-murid saat Yesus perintahkan melempar jala ke arah tertentu

3. Tidak ada kebangkitan orang mati
Tidak ada kebangkitan orang mati: anak Yairus, anak laki-laki dari janda di Nain, Lazarus

Tapi sejarah mencatat bahwa Yesus lahir, dan melakukan tindakan-tindakan yang penuh kuasa mujizat. Yesus lahir sebagai Adam kedua, tujuanNya mengembalikan kerajaan Allah yang diambil iblis di taman Eden, lalu kerajaan Allah akan kembali ditegakkan di dunia.

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. (Rm 14: 17)

Patokan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Adakah kebenaran ?
2. Adakah damai sejahtera ?
3. Adakah sukacita ?

Saat kita kebingungan untuk menempuh suatu hal, periksa 3 hal di atas. Jika tidak ada, jangan dikerjakan. Jika 3 hal di atas ada, kerjakan yang ingin kita kerjakan, pasti kerajaan Allah akan ada dalam hidup kita.

Yesus lahir di dunia seperti manusia biasa, tapi Dia membuktikan kuasa Allah di dalam kehidupanNya

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Minggu, 18 Desember 2016
Yang Begini Belum Pernah Kita Lihat
Yosea Christiono

Semakin kenal Tuhan hidup harusnya semakin sederhana, bukan semakin rumit. Saat belajar dari Tuhan, maka hikmat ditambahkan, rahasia-rahasia disingkapkan, kita akan melihat sisi-sisi Tuhan yang luar biasa. Jika karena pengalaman semua jadi lebih rumit, kemungkinan kita tambah menjauh dari Tuhan.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Mat 11: 28-30)

Yesus mengajar di rumah, orang-orang begitu antusias mendengarkan Yesus mengajar, rumah itu penuh. Saat kita suka terhadap pengajaran seseorang, kita menantikan dia berbicara. Karena setiap kali orang ini berbicara, ada sesuatu yang disingkapkan.

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang- orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, (Mrk 2: 1-2)

Yesus adalah pengajar yang hebat. Di masa itu orang Yahudi tidak kurang pengajaran, tapi yang Yesus singkapkan berbeda, ada sesuatu yang Ilahi, sehingga membuat orang-orang datang ingin mendengarkan.

Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada- Nya, lalu Ia mengajar mereka. (Mrk 2: 13)

Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. (Mrk 4: 1-2a)

Tanpa sound system, orang datang dan ingin dengar Yesus. Orang yang ingin mendapat sesuatu, mereka diam dan mendengarkan. Jika tidak merasa butuh, orang akan ikut bicara. Maka semua orang yang hadir akan diam dan tenang sehingga bisa mendengarkan Yesus.

Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang- ulang kepada anak- anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu (Ul 6: 6-9)

Firman ini memerintahkan orang tua untuk mengajar Firman pada anak-anaknya di manapun. Maka artinya orang-orang Israel sudah biasa diajari tentang Tuhan sejak dari kecil.

Kesaksian acara seminar “my covenant”
Ada pertanyaan untuk anak: Apa yang tidak disukai dari orang tua. Jawaban anak 98%: jika orang tua memarahi mereka.

Pertanyaan untuk orang tua: Jika besok hingga 15 tahun ke depan harus menitipkan anak ke orang lain, dan tida boleh menjumpai, kriteria apa yang diinginkan?
Bapa di surga memilih orang tua yang tepat untuk membesarkan Allah yang jadi manusia: Yusuf dan Maria. Tuhan tidak sembarangan memilih. Anak adalah kepercayaan Tuhan kepada kita. Maka jika anak bertanya, orang tua harus menjawab.

Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN Allah kita? maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat. (Ul 6: 20-21)

Orang-orang tetap mencari Yesus karena perkataanNya berkuasa.

Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran- Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli- ahli Taurat. (Mrk 1: 21-22)

Pengajaran Yesus penuh kuasa, artinya:
Yesus mengajar dengan pengurapan Roh Kudus. Orang yang diurapi bisa berbicara dengan tenang, tapi perkataannya bisa masuk hingga mendalam.
Yesus menguasai materi dengan sempurna. Bahkan di usia 12 tahun Yesus sudah bertanya-jawab dengan ahli-ahli Taurat.
Yesus tidak hanya bercerita, tapi di dalamnya ada dorongan dan motivasi. Pengajaran Yesus tidak hanya sampai di pikiran, tapi masuk hingga mengobarkan hati.
Yesus mengajar dengan penuh semangat dan penuh iman. Pengajaran yang berkuasa memadamkan kemarahan yang di dalam, menyembuhkan sakit hati yang di dalam.

ada orang- orang datang membawa kepada- Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada- Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas- Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ” Hai anak- Ku, dosamu sudah diampuni! ” (Mrk 2: 3-5)

Yesus melihat iman yang di dalam mereka, dari perkataan dan perbuatan mereka. Iman selalu bicara yang di depan yang Tuhan kerjakan, tidak bicara yang di belakang.

Apakah gunanya, saudara- saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari- hari, dan seorang dari antara kamu berkata: ” Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang! “, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Tetapi mungkin ada orang berkata: ” Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan “, aku akan menjawab dia: ” Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan- perbuatanku. ” (Yak 2: 14-18)

Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, (Ef 1: 15-16)

Iman bisa terdengar dari tindakan iman yang dilakukan, kasih bisa terdengar dari dan tindakan kasih yang dilakukan. Artinya Paulus mendengar tentang kasih dan iman jemaat itu dari kisah perbuatan-perbuatan mereka.

Ada 4 orang me-nandu seorang yang sakit, yakin bahwa Yesus bisa menyembuhkan. Yang menyembuhkan si sakit bisa imannya sendiri, iman teman-temannya, atau iman gabungan semuanya.

Iman kita bisa membawa orang lain ke Tuhan.

Mrk 2: 6-12
Yesus di rumah, banyak orang mengelilingi dia. Tiba-tiba ada lubang di atap, lalu ada tilam diturunkan. Yesus melihat iman mereka, lalu berkata bahwa dosa mereka diampuni. Di antara yang berkumpul mendengarkan Yesus, ada ahli-ahli Taurat.

“Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu! ” Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang- orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: ” Yang begini belum pernah kita lihat. ” (Mrk 2: 11-12)

Yesus sudah mengampuni orang itu di awal. Arti perkataan Yesus di ayat 11: di dalam pengampunan ada kesembuhan, mujizat, dan pemulihan.

Yang begini belum pernah kita lihat : seseorang yang mengajar dengan penuh kuasa.
Sesuatu yang baru
Sesuatu yang berbeda dari sebelumnya
Sesuatu yang membuat hidup lebih bersemangat

Di dalam Tuhan banyak hal baru. Hidup kita 95% nya adalah pengulangan. Yesus berikan anugerah yang baru setiap pagi. Jatah kita adalah mau diubah. Jika kita tidak mau diubah, maka tidak akan ada yang baru.

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis- habisnya rahmat- Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan- Mu! “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia (Rat 3: 22-25)

Saat kita berkata kasih setia Tuhan tak berkesudahan, artinya kita akan menerima sesuatu yang baru dari Tuhan.

Jika setiap hari kita makan firman, pujian dan penyembahan, maka kita akan bisa mendengar Tuhan dengan lebih baik, Tuhan jadi lebih jelas dan sederhana.
Tapi jika kita lebih suka memberi makan emosi, pikiran dan perasaan, mengembangkan impian dan keinginan pribadi, tanpa memberi makan roh tentang Tuhan, maka jiwa yang lebih kuat bicara

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Minggu, 11 Desember 2016
Berkenalan dengan Markus Sang Forerunner
Bambang Budiyanto

Kerinduan ELC : semua jemaat cinta dan memahami Firman Tuhan, sehingga kuat dan kokoh atas Firman Tuhan.

Syarat sehat secara jasmani: makanan sehat, dikunyah dengan baik, perlu olah-raga untuk membakar kalori. Secara rohani juga sama. Jika hanya ikut ibadah minggu, maka bisa hanya menumpuk pengetahuan di kepala. Bahan makanan yang disampaikan hari minggu dicerna dan dibahas di MK, lalu di -aplikasikan/ praktekkan. Jika semua dilakukan, maka rohani akan sehat.

Walau penyembahan sangat indah, tapi belum ada dampak pada jemaat dan lingkungan sekitar di hari senin-sabtu, maka itu belum merupakan gereja. Gereja harus berdampak pada masyarakat yang bersentuhan dengan tiap-tiap jemaat, maka barulah bisa disebut gereja.

Aplikasi Firman Tuhan minggu lalu: melayani dan bukan dilayani, baik di gereja, pekerjaan, keluarga, tetangga, di manapun. Jemaat bertumbuh hanya saat melayani.

Murid-murid rasul Yohanes yang menonjol: Ignatius, Polycarpus, Papias. Papias mengisahkan bahwa Markus menuliskan Injil yang di-diktekan Petrus. Kemungkinan besar Injil Markus adalah pesan-pesan Petrus kepada murid-muridnya dan jemaat di masa depan.

Markus tidak termasuk rasul, tapi dia menceritakan bahwa dia menyertai Yesus saat ditangkap.
Mrk 14: 51-52 – indikasinya anak muda ini adalah Markus di usia 12-13 tahun. Dalam hidupnya, Markus mengalami naik dan turun. Tapi pengalamannya bersama Yesus di taman Getsemani sangat berkesan baginya.

Kis 15: 37-39 – Markus membuat Paulus dan Barnabas berpisah. Markus down, merasa bersalah, lalu pergi ke Roma, dan menjadi murid Petrus.

1Ptr 5: 13 – Markus adalah anak rohani Petrus. Saat itu Petrus adalah bishop di Roma. Petrus dipakai Tuhan secara luar biasa dalam kesembuhan, membangkitkan orang mati, dll.

Yohanes sebagai rasul termuda – sangat menghormati Petrus. Maka banyak cerita Yohanes melaporkan peran penting dan menonjol pada Petrus. Tapi injil Markus berbeda. Petrus diktek-an 7 kesalahannya saat mengikut Yesus.

1. Petrus bodoh, tidak mengerti pengajaran Yesus (Mrk 7: 18)

And He said to them, Then are you also unintelligent and dull and without understanding? Do you not discern and see that whatever goes into a man from the outside cannot make him unhallowed or unclean (Mrk 7: 18, AMP)

Frase “tidak dapat memahami” = ἀσύνετος = asunetos (G801) = bodoh.

2. Petrus dipanggil iblis oleh Yesus (Mrk 8: 33)

Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Mrk 8: 33)

Di seluruh Alkitab, hanya Petrus yang dikatakan “iblis” oleh Yesus.

3.Petrus bicara tanpa Berfikir (Mrk 9: 5-6)

Peter interrupted, “Rabbi, this is a great moment! Let’s build three memorials–one for you, one for Moses, one for Elijah.” He blurted this out without thinking, stunned as they all were by what they were seeing. (Mrk 9: 5-6)

di bukit kemuliaan, Petrus latah, bicara tanpa mikir.

4.Petrus sok pahlawan (Mrk 14: 29)

Kata Petrus kepada-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.” (Mrk 14: 29)

Petrus yakin bahwa tidak akan menyangkal Yesus.

5. Petrus diminta untuk doa, tapi ketiduran (Mrk 14: 37)

Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam? (Mrk 14: 37)

6. Petrus lari meninggalkan Yesus seorang diri (Mrk 14: 50)

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri (Mrk 14: 50)

7. Petrus menyangkal Yesus 3x karena seorang budak kecil wanita, bukan tentara Roma (Mrk 14: 68-71)

Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di halaman. Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar, dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.” (Mrk 14: 66-67)

Petrus kisahkan semua kesalahannya pada Markus yang sedang merasa bersalah atas perpecahan antara Paulus-Barnabas. Tuhan bisa pulihkan Petrus, Tuhan juga bisa pulihkan Markus. Petrus mengorbankan reputasinya untuk membangun Markus dan generasinya.

Penampilan terakhir Petrus di Injil Markus:

Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu (Mrk 14: 72)

Ps Budiyanto pernah mengalami berbagai kegagalan, merasa sebagai penyebab berbagai kesalahan
Injil Markus ini menolong ps Budiyanto, seperti kisah ini menolong Markus.

Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Mrk 1: 2-3)

Markus memulai injilnya dengan bercerita tentang Yohanes Pembabtis.

Ayat 2 dikutip dari Maleakhi 3: 1 dan Maleakhi 4: 5-6.

Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu (Mrk 1: 2)

Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. (Mal 3: 1)

Ayat 3 dikutip dari Yes 40: 3-5

ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”, (Mrk 1: 2)

Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.” (Yes 40: 3-5)

Sebelum Mesias datang, Elia akan muncul dan memulihkan keluarga. Sebelum Yesus datang kedua kali, kembali akan terjadi pemulihan keluarga.

Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. (Mal 4: 5-6)

Elia yang dinubuatkan di Maleakhi adalah Yohanes Pembabtis. Sebelum kedatangan Tuhan yang ke-2, Tuhan akan mencurahkan lagi roh Elia.

Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.” (Luk 7: 28)

Diantara orang yang lahir di dunia, yang terbesar adalah Yohanes Pembabtis.
Yohanes Pembabtis tidak pernah menyembuhkan orang sakit. Tapi orang-orang datang pada Yohanes Pembabtis, hati mereka berbalik, bertobat, lalu dibabtis. Mujizat terbesar adalah membuat orang berdosa bertobat.

Hanya ada 1 kejadian di PL dimana 1 bangsa bertobat, yaitu saat Elia menang terhadap nabi-nabi Baal di atas gunung Karmel.

Jika roh Elia turun atas kita seperti pada Yohanes, apakah tugas kita?

1. Menemukan dan Membangun Pemimpin – Pemimpin Masa Depan, Pilar-pilar Kerajaan

Yoh 1: 35-36 – Yohanes Pembabtis menyiapkan murid-murid awal Yesus.

Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!” (Yoh 1: 35-36)

Murid-murid awal Yesus adalah murid-murid Yohanes Pembabtis: Yohanes dan Andreas. Yakobus, Petrus, Filipus dan Natanael juga diperkirakan murid Yohanes Pembabtis, pernah di mentor oleh Yohanes Pembabtis.

Siapkan pemimpin-pemimpin bagi Tuhan Yesus. Lihat anak-anak muda, siapkan-didik-mentor mereka, sehingga siap jadi pemimpin di masa depan. Kita tidak tahu akan jadi apa anak-anak muda di masa depan. Maka usahakan supaya ada investasi dari kita pada hidup mereka, dilayani-dibimbing-dituntun dengan baik.

2. Merubah, melunakkan, mentransformasi hati orang banyak (masyarakat)

Saat kita dihinggapi roh Elia, maka bangsa ini akan berbalik.

Penelitian:
Orang dunia yang terima Tuhan Yesus, biasanya mengalami 5-7 kali perbuatan baik orang Kristus.
Perbuatan baik seperti membajak hati orang, sehingga saat mendengar Firman Tuhan hatinya sudah siap, dan bisa terjadi pertobatan.

MK harus fokus pada pemulihan keluarga. Keluarga yang kuat, maka negara kuat

3. Menyuarakan kebenaran di tengah masyarakat, apapun resikonya – courage

Menyuarakan kebenaran ber-resiko. Yohanes Pembabtis ambil resiko itu, menegur kesalahan Herodes, dan akhirnya dipenggal.

Saat orang baik tutup mulut, maka kejahatan meraja-lela.

Setelah kisah Yohanes Pembabtis, ada 3 perikop
1. Di Sinagoga – gambaran gereja

Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar (Mrk 1: 21)

Yesus masuk ke Bait Allah, melepaskan banyak orang dari penyakit
Aplikasi: setiap akhir ibadah, pastoral berdiri di depan untuk mendoakan jemaat yang butuh

2. Di rumah Petrus – gambaran MK

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. (Mrk 1: 29)

Yesus sembuhkan ibu mertua Petrus, lalu orang-orang kota membawa orang-orang sakit untuk Yesus sembuhkan.

Saat Tuhan mulai hadir dalam hidup kita, maka setiap minggu di gereja akan ada pembebasan.

3. Di jalan – di market place

Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan. (Mrk 1: 38-39)

Kita dipakai Tuhan dimanapun, tidak hanya di gereja atau di MK. Masing-masing kita bisa mempercepat Tuhan datang, yaitu saat kita menyuarakan kebenaran, menyiapkan hati masyarakat, mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan.

Tuhan bisa datang tanpa adanya Elia, tapi Dia tidak mau, karena semua sudah dinubuatkan dan akan Tuhan genapi. Saat Yesus datang, hanya ada 1 Elia. Tapi di akhir jaman akan ada ratusan bahkan ribuan Elia yang memulihkan banyak keluarga.

Doa: minta dipakai Tuhan, dan diperlengkapi dengan roh Elia

Pengumuman:
Holine Yayasan Terang Bangsa – 08-222-55-91-887

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Minggu pagi, 20 November 2016
Pondasi Keluarga
Philip Mantofa

Gereja yang berhasil dimulai dari hubungan yang berhasil. Gereja terdiri dari unit keluarga. Setiap keluarga yang ada dalam sebuah gereja akan mempengaruhi gereja itu, mulai dari keluarga hamba Tuhan maupun keluarga jemaat.

Kesaksian
Ps Philip adalah orang sangat sibuk, menjadi salah satu pemimpin dari tim penggembalaan salah satu mega church dengan 45 ribu anggota. Banyak hal yang terjadi dalam pelayanan yang menuntut waktu ps Philip. Kunci keberhasilan pelayanan ps Philip adalah keluarga yang bahagia, maka pengajaran ps Philip tentang keluarga relevan bagi semua orang, termasuk yang sangat sibuk.

Kunci sukses dalam hidup kita, di bidang apapun, tidak lepas dari kebahagiaan keluarga

Orang pertama yang Tuhan percayakan pada kita bukan orang-orang dalam pekerjaan atau pelayanan kita, tapi keluarga kita.

Kita boleh dan seharusnya penuh pewahyuan, karunia, perkara surgawi, dll. Tapi kita tidak boleh hidup hanya berdasar karunia itu, tetap harus menapak di bumi. Artinya ada kehidupan nyata yang harus dikelola.

Setiap anak Tuhan harus menjaga keseimbangan antara karunia dan keluarga, antara pelayanan dan keluarga, antara karir dan keluarga.

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1Kor 13: 13)

Banyak orang mengejar iman. Iman adalah cikal bakal mujizat. Manusia selalu lapar akan kuasa, sehingga manusia mengagumi iman. Orang-orang yang penuh iman menarik manusia. Iman menjadi perlombaan.

Saat iman mulai mengorbankan kasih, maka terjadi salah prioritas.

Iman adalah perlombaan. Iman selalu bicara tentang pencapaian: jumlah jemaat, berkat, jumlah yang disembuhkan, jumlah yang dibangkitan, dll.

Jangan terpancing untuk membuktikan diri. Setiap pembuktian diri memerlukan tujuan

Iman itu penting. Tanpa iman kita tidak bisa menyenangkan Tuhan, tidak bisa melakukan perkara-perkara besar.

Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. (Ibr 11: 6a)

Iman bekerja melalui kasih. Walau seseorang beriman luar biasa, tapi hidup kasihnya runtuh atau rapuh, maka Tuhan tidak melihat dia sebagai orang yang melayani Tuhan dengan segenap hati.

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. (1Kor 13: 1-3)

Meninggalkan keluarga untuk pelayanan adalah iman tanpa kasih, atau iman yang mengorbankan kasih.
Contoh:
Saat anak ulang tahun tidak hadir, malah KKR
Saat seharusnya merayakan anniversary pernikahan malah pergi misi.

Ada 2 penghakiman di kehidupan setelah kita mati atau diangkat:
1. Pengadilan domba dan kambing (Why 20: 12)
2. Pembagian upah bagi mereka yang di dalam Kristus (1Kor 3: 11-15)

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus (Rm 8: 1)

Mereka yang di dalam Kristus tidak dihakimi, tapi menerima sesuai pekerjaannya (1Kor 3: 11-15). Sistem upah Allah adalah kasih, seberapa kita mengasihi orang lain (Mat 25: 31-46).

Cermin yang menunjukkan apakah kita hidup dalam kasih adalah orang-orang di sekitar kita, yaitu keluarga: istri dan anak-anak kita.

Sudahkah kita sukses mengasihi? Sudahkah kita belajar menguasai seni mengasihi?
Kelak di akhirat yang Tuhan tanyakan: sudahkah kita mengasihi orang tua kita, anak-anak kita, suami/ istri kita, saudara kandung kita?

Tuhan tidak akan menanyakan pencapaian-pencapaian kita. Dalam Mat 25 kambing berkata sudah melakukan banyak hal, dan Tuhan mengakuinya. Tapi yang menyembuhkan, melepaskan, memberkati adalah nama Yesus, artinya Tuhan sendiri yang melakukan. Mujizat tetap bisa terjadi walau hamba Tuhan yang melakukannya hidup dalam dosa. Karena nama Yesus sangat berkuasa.

Ilustrasi: Emas yang tertelan oleh anjing dan keluar dalam kotorannya tetap sama berharganya.

Kita harus belajar mengasihi, sehingga kita bisa lulus ujian kasih. Iman tidak perlu diuji, karena iman sekecil biji sesawi bisa memindahkan gunung.

Tipuan iblis: Manusia mengejar sukses sedemikian sehingga keluarganya tidak bisa menikmati, bahkan justru kehilangan.

Jika tidak bisa menikmati keluarga saat kekurangan, saat sukses juga tetap tak akan bisa menikmati.

Sukses, mujizat, lawatan Tuhan, pencapaian, jemaat berkembang, semua adalah bonus. Tapi yang utama: sudahkah kita belajar mengasihi dan sukses mengasihi? Takarannya adalah keluarga kita.

Kesaksian:
Kesuksesan yang kelak ps Philip bawa ke Tuhan bukan pelayanannya, tapi sudah merawat dan mengasihi istri dan anak-anaknya dengan baik.

Jangan letakkan status dan identitas di atas keberhasilan karir dan pelayanan, tapi takaran kesuksesan adalah keluarga inti.

Gembala yang sehat mengatur prioritasnya:
1. Tuhan Yesus
2. Keluarga
3. Pelayanan/ pekerjaan

Jika seseorang hubungannya tidak beres dengan Tuhan atau dengan keluarganya, maka akan mencari pengakuan di luar. Akibatnya ada pamrih dalam pelayanan.

Utamakan keluarga lebih dari pelayanan-pekerjaan-karir

Kasih harus dikelola. Satu-satunya orang yang punya kasih tak terhingga adalah Yesus. Suami-istri pun kadang sulit menerima kelemahan pasangannya. Kasih dan usia manusia terbatas. Manusia tidak mampu memberikan kasih agape kepada semua orang. Maka kita harus profesional mengelola kasih, sehingga bisa mengerjakan visi Bapa. Kita harus jelas: dengan siapa kita hidup saat ini.

Contoh: Bisakah kita mewariskan seluruh hasil kerja kita selama bertahun-tahun pada orang yang tidak kita kenal?

Saat hubungan keluarga sehat, maka gereja sehat.

Kesaksian
Ps Philip komitmen kepada cabang-cabang gereja Mawar Sharon. Karena sudah terjadwal untuk melayani, walau di Jakarta baru terjadi demo besar-besaran, dan ada intimidasi kepada umat Kristen, ps Philip tetap berangkat.
Tapi jika undangan ke Jakarta bukan pelayanan, melainkan undangan pernikahan, maka ps Philip tidak akan berangkat.
Komitmen ps Philip untuk melayani di gereja selain GMS juga tidak sebesar komitmennya terhadap gereja-gereja GMS. Karena di gereja lain posisinya hanyalah sebagai salah satu pembicara.
Tuhan sayang pada semua orang, tapi ps Philip tidak bisa sayang kepada semua orang dengan cara yang sama.

Salah satu fungsi urapan Tuhan di hidup kita: membuat pengelihatan akan posisi tiap-tiap orang di hidup kita menjadi jelas, sehingga kita bertindak bijaksana

Mengelola kasih membuat kita lebih mudah mengambil keputusan. Di pelayanan kita hanyalah salah satu yang bisa melakukan, tapi di keluarga kita adalah satu-satunya ayah atau ibu bagi anak-anak. Demikian juga di tempat kerja, kita hanyalah salah satu karyawan.

Mengapa kita harus mengelola kasih
1. Tidak semua orang punya nilai yang sama dalam hidup kita.

Contoh:
Ps Philip diundang berbicara di JKI karena diundang dan kenal dengan ps Tina. Ps Philip mengatur jadwal-jadwalnya terlebih dulu, dan mencari yang masih senggang. Tapi jika seseorang yang tidak dikenal menghubungi dan meminta berkhotbah, maka akan diarahkan pada sekretarisnya.
Jika yang memintanya datang adalah gembala GMS Semarang, maka itu jadi prioritas dan ps Philip segera ke Semarang, karena ada komitmen sebagai orang-tua rohani bagi gembala GMS itu.
Ada orang tertentu yang prioritasnya lebih tinggi lagi, sewaktu-waktu menghubungi, ps Philip akan langsung datang secepatnya.

Jangan diputar balik: orang yang harusnya jadi VIP di hidup kita, malah tidak mendapat prioritas

Yesus sendiri punya prioritas. Ada lingkaran kepercayaan yang terdiri dari 70 murid (lingkaran ketiga), 12 rasul (lingkaran kedua), dan 3 murid (inner-circle), dan Yohanes sebagai murid terkasih. Di luar 3 lingkaran ini adalah lingkaran pengaruh.

Kasih terhadap “lingkaran pengaruh” tidak boleh lebih besar dari kasih terhadap “lingkaran kepercayaan”

Pusat kehidupan kita: Yesus. Yesus yang memerintah dalam pernikahan, dalam rumah-tangga, dalam pelayanan, dalam pekerjaan, dll.

Lingkaran kedua adalah hanya bagi pasangan hidup. Hanya bagi suami-istri, tidak boleh ada orang ke-3, termasuk anak, orang-tua, apalagi teman – seberapapun rohani atau ber-karunia-nya orang itu.

Saat orang lain masuk ke lingkaran kedua, maka pernikahan akan jadi renggang.

Contoh: mengutamakan anak, membiarkan anak tetap tidur di antara orang-tuanya walau menurut usia seharusnya sudah tidur sendiri, dll.

Warisan paling berharga bagi anak: pernikahan orang-tua yang bahagia, karena jiwanya akan utuh.

Suami-istri adalah satu tubuh. Keputusan tentang hal-hal di luar keluarga, harus berdasar kesepakatan suami-istri.

Cara memasukkan orang lain ke dalam lingkaran kedua adalah dengan menceritakan masalah rumah-tangga kepada orang lain, terutama lawan jenis.

Kesaksian:
Seminggu sekali ps Philip dan istri kencan hanya berdua tanpa anak. Ini untuk menjagai romantisme, persahabatan, dan kepercayaan.

2. Agar kita mengerti cara meresponi setiap orang.

Jika kita mengerti prioritas, maka kita bisa menolak orang lain tanpa harus merasa bersalah.

Ilustrasi: Sakit ginjal.
Jika orang itu tak dikenal, ps Philip hanya akan mendoakan.
Jika orang itu jemaat, ps Philip akan mendoakan, lalu me-referensi-kan orang itu pada dokter yang terpercaya, bahkan meminta tolong pada dokter itu secara pribadi
Jika orang itu rekan sepelayanan yang lebih dekat, ps Philip bahkan akan menemani hingga ke Rumah Sakit.
Jika itu istrinya, maka ps Philip akan menawarkan ginjalnya sendiri.

Saat kita berkata ya pada sesuatu, artinya kita sedang berkata tidak untuk hal lain:
Ada pilihan antara keluarga dan pelayanan.
Ada pilihan antara tidur/ istirahat dan kegiatan.

Untuk suatu alasan yang tepat, kadang kita perlu berkata TIDAK

Hidup selalu dilema, maka Tuhan memberi kita kuasa untuk mengambil keputusan. Salah satu buah Roh adalah penguasaan diri, ini adalah kunci di tangan kita.
Antara pelayanan dan keluarga keduanya baik, keduanya untuk Tuhan dan menyenangkan Tuhan. Tapi harus dipilih. Kadang harus utamakan pelayanan, kadang harus keluarga.

3. Supaya akhirnya kita bisa menyelesaikan pekerjaan Bapa dalam hidup kita.

Seumur hidupnya Yesus berkali-kali lewat gerbang indah. Tapi si lumpuh baru disembuhkan setelah Yesus mati, saat Petrus lewat situ, dan kemudian 3000 orang bertobat. Ini bukan karena Yesus tidak Maha Kuasa, tapi karena Yesus tahu batasan-batasan pelayananNya.

Kesuksesan bukanlah seberapa banyak uang kita, tapi seberapa banyak kasih yang kita curahkan dalam hati orang-orang yang mencintai kita.

Jangan berusaha melakukan segala sesuatu, lakukan hanya yang Tuhan gariskan bagi kita

Yesus tidak menyembuhkan semua orang, tapi hanya sembuhkan orang yang Bapa perintahkan untuk sembuhkan. Contoh: di tepi kolam Betesda hanya 1 orang yang disembuhkan.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Minggu, 4 Desember 2016
Aku Datang Untuk Melayani
Tina Agung Purnomo

Bambang Budiyanto (In house consultant) – Pengantar

Hari ini adalah peluncuran new chapter JKI Injil Kerajaan:
1. Visi yang baru: menghadirkan kerajaan Allah di 20 ribu komunitas, mencetak pemimpin-pemimpin yang transformatif.
2. Komitmen baru sebagai keluarga Allah. Gereja adalah keluarga Allah, semua yang hadir adalah keluarga, ruang ibadah adalah ruang tengah (living room), bukan restoran. Komitmen kekeluargaan akan dipertebal, saling mendukung dan mendoakan.
3. Komitmen melengkapi jemaat. Memperlengkapi jemaat dan memberi kesempatan jemaat untuk melayani.
4. Komitmen untuk mencintai Firman Tuhan, berdiri dan melakukan Firman. Segala sesuatu harus berdasar Firman Tuhan yang kokoh.

JKI IK akan belajar dari kitab Markus mulai 4 des 2016 s/d 9 April 2017.
Injil Markus adalah yang pertama kali ditulis, dan merupakan tuangan hati Petrus, pemimpin dari murid-murid Yesus Kristus. Disarankan setiap jemaat membaca pasal yang akan di bahas di minggu sebelumnya. Aplikasi dan pendalaman Firman Tuhan akan dilakukan di MK- MK yang ada.

Aku Datang untuk Melayani – Tina Agung Purnomo

The beginning of the gospel of Jesus Christ, the Son of God. (Mrk 1: 1)

Markus ingin memberitakan kabar baik yang berbeda, sesuatu pengumuman yang besar.

Kata “gospel/ kabar baik” yang digunakan: evangelion (tunggal), bukan evangelia (jamak)
Artinya kabar baik hanya dalam Yesus. Markus ingin memproklamirkan bahwa kabar baik itu hanya 1, yaitu Injil Yesus Kristus.

Markus banyak menceritakan tindakan Yesus, dan tempat-tempat yang dikunjungiNya. Markus melihat betapa luar biasanya Tuhan.

Gaya bahasanya mudah, injil Markus ditujukan pada orang non-Yahudi, karena berkali-kali Markus menjelaskan adat-istiadat orang Yahudi.

Inti Injil Markus : Yesus hadir untuk melayani, bukan dilayani.

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa- Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. ” (Mrk 10: 43-45)

Melayani: melakukan sesuatu, bukan pasif.

Mengenal Yohanes Markus (John Mark)
Yohanes adalah nama Yahudi, Markus adalah nama Latin. Ini berarti Markus seorang Yahudi yang ada kaitan/ koneksi dengan pemerintah Romawi.

Kis 12: 12-17 – Petrus dipenjara. Dengan ajaib Tuhan bebaskan, dan Petrus langsung menuju rumah Yohanes Markus.

Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa. (Kis 12: 12)

Keluarga Markus kaya, buktinya punya pembantu. Diperkirakan rumah orang tua Markus besar – sehingga bisa menampung banyak jemaat di Yerusalem.
Para ahli memperkirakan bahwa rumah Markus adalah:
1. Tempat berkumpul jemaat perjanjian baru (Kis 12: 12-17)
2. Tempat bersekutu setelah Yesus terangkat ke Surga, menunggu datangnya Roh Kudus
3. Tempat perjamuan terakhir yang lengkap dan tersedia

Markus tidak asing dengan Tuhan Yesus, tapi saat Yesus masih hidup Markus masih sangat muda.

Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas–tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu– (Kol 4: 10)

Markus adalah keponakan Barnabas, teman sepelayanan Paulus.

Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus (Kis 12: 25)

Barnabas membawa Markus masuk ke pelayanan

Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka (Kis 13: 5)

Markus ikut Paulus dan Barnabas sebagai pembantu.

Lalu Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia; tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem (Kis 13: 13)

Markus meninggalkan pelayanan. Kemungkinan karena tidak siap menghadapi beratnya pelayanan, karena latar belakangnya dari keluarga kaya.

Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. (Kis 15: 37-39)

Saat Barnabas mau membawa Markus lagi, Paulus menolak dengan tegas. Akibatnya Barnabas berpisah dari Paulus. Barnabas melihat sesuatu yang baik di dalam Markus, maka tetap membawa Markus. Jika Markus tidak diajak lagi masuk pelayanan kemungkinan tidak akan ada injil Markus.

Adakah Barnabas-Barnabas di antara jemaat? Jika di masa lalu pernah menginjili seseorang dan ditolak, jangan menyerah. Kita tidak pernah tahu akan jadi apa orang yang pernah kita injili.

Kesaksian
Bu Tina berkali-kali ajak opa-nya terima Yesus, tapi selalu ditolak. Suatu kali opa-nya koma. P Agung dan bu Tina mengunjungi, lalu menginjili dan mengajak opa untuk terima Yesus. Opa menitikkan air mata. Beberapa jam kemudian opa meninggal.

Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus, dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku (Flm 1: 23-24)

Beberapa tahun kemudian (sekitar 12 tahun) Markus jadi teman sekerja Paulus.

Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku (2Tim 4: 11)

Di surat terakhirnya Paulus bahkan minta Markus supaya datang, karena pelayanan Markus sangat berharga bagi Paulus.

Walau Paulus berselisih dengan Barnabas, Markus bisa melayani keduanya.

Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku (1Ptr 5: 13)

Pelayanan Markus juga penting bagi Petrus, bahkan dianggap sebagai anaknya sendiri. Barnabas memuridkan Markus, yang kelak jadi orang yang penting bagi banyak Rasul lain.

Markus menulis karena diperintahkan oleh Petrus. Maka api Petrus terasa di Injil Markus.

Anak muda di taman Getsemani yang lari dengan telanjang diperkirakan adalah Markus (Mrk 14: 51-52)

Jangan menilai pribadi seseorang, karena kita tidak tahu bagaimana Tuhan bisa merubahnya kelak.

Kesaksian
Bu Tina bertobat tahun 1980 di youth jambore generation di Tawangmangu. Bu Tina sekolah di Jakarta, pertobatan itu saat pulang ke Semarang.
Sekembalinya ke Jakarta, bu Tina masuk ke berbagai gereja karena kehausan akan Tuhan. Bu Tina pernah ke gereja berbahasa Jawa, gereja berbahasa batak, gereja berbahasa mandarin.
Prinsip bu Tina: Yesus beribadah setiap Sabat, maka orang Kristen seharusnya juga beribadah setiap Minggu.
Suatu hari p Bambang ke jakarta, dan antarkan bu Tina ke CWS (Charismatic Worship Service) di hotel Hyatt. Ternyata lagu2nya dikenali. Maka bu Tina mulai berjemaat di situ.
Bu Tina selalu datang awal. Bu Tina melihat bahwa ada seorang pelayan yang menurunkan piano dari atas ke tempat ibadah, lalu membagi warta di setiap kursi. Bu Tina menawarkan diri untuk membantu membagi warta dan mengangkat piano. Dalam pelayanan sederhana itu bu Tina bertumbuh, akhirnya dibabtis.

Selesai kuliah, bu Tina kembali ke Semarang, bergabung dengan teman2 di yayasan Sangkakala. Mereka membuat opret, dan sukses dalam menginjil. P Adi melihat potensi bu Tina, lalu diarahkan untuk melayani. Dari situ bu Tina belajar melayani.

Pelayanan adalah salah satu cara untuk tetap bertumbuh di dalam Tuhan. Selain itu, pelayanan akan jadi kenangan yang indah bagi kita di waktu yang akan datang.

Kata Yesus kepada mereka: ” Makanan- Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan- Nya. (Yoh 4: 34)

Pengertian umum: makanan rohani kita adalah Firman Tuhan.
Tapi firman berkata bahwa makanan kita adalah melakukan kehendak Bapa, artinya melayani.
Saat kita berhenti makan- kita akan mati. Saat kita berhenti melayani- rohani kita akan berhenti bertumbuh.

Lakukan pelayanan, walau kecil dan tidak dilihat manusia, tapi Tuhan melihat. Kita bisa melakukan banyak hal.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Minggu, 27 November 2016
Expiry Date
Tina Astari

Roh Kudus adalah penghubung antara manusia dengan surga: membuat kita bisa mengerti isi hati Tuhan, mengerti kehendak Tuhan bagi anak-anakNya.

Selama hidup di dunia, selalu ada masalah, problem dan kesulitan. Tapi setiap masalah ada kadaluarsanya (expiry date).

Jika saat masa-masa proses itu kita tidak menang, maka permasalahan akan terulang lagi.
Saat menunggu segala problem selesai, yang harus kita lakukan: mencari Tuhan.

Kecendurangan manusia: kondisi hati terbaca di penampilan, terutama pada masa sulit. Ada orang yang bisa menutupi masalahnya, tapi kebanyakan tidak bisa.

Cara comment di sosmed juga menunjukkan kondisi hati seseorang.

Kesaksian
Bu Tina tetap tenang karena walau update status, tapi tidak baca komentar-komentarnya.

But seek ( aim at and strive after ) first of all His kingdom and His righteousness ( His way of doing and being right ), and then all these things taken together will be given you besides. (Mat 6: 33, AMP)

Yang pertama dan terpenting adalah mencari kerajaan Allah.

Cari: berusaha mendapatkan-menemukan-memperolah. Artinya tidak diam.

Kerajaan Allah: pemerintahan Allah, dimana Allah sebagai raja, dilaksanakan di surga dan di bumi
Di dalam kerajaan ada tatanan, ada aturan, ada hukum-hukum. Tidak ada kerajaan/ pemerintahan yang tanpa tatanan.

Jika hukum-hukum di Alkitab dikerjakan oleh siapapun- maka hasilnya akan sama, tidak perduli apakah itu jemaat maupun hamba Tuhan.

Saat kita mencari kerajaan Allah, kita pasti menemukan Tuhan.

Gaya mencari Tuhan berbeda-beda bagi setiap orang:
Bu Tina dengan menyanyi & menyembah. p Agung dengan diam dan merenung. Ada hamba Tuhan yang dengan jalan kian-kemari.

Tuhan tunggu hingga jiwa kita tenang. Karena saat tidak tenang, tidak bisa menangkap Firman yang disampaikan.

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. (Kol 3: 1-2)

Perkara di atas: Firman Tuhan.

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada- Nya selama Ia dekat! (Yes 55: 6)

Kita adalah anak-anak Tuhan, cari Tuhan, karena Tuhan bisa dan mau ditemui.

Kesaksian
Jika ada masalah, kesal, jengkel, bu Tina tulis semua omelan, kekesalan dan umpatan di surat atau notes. Tapi ditutup dengan: bu Tina mengerti Tuhan punya maksud-maksud tertentu, maka memilih untuk mengucap syukur, ditutup dengan Firman Tuhan.
Setelah itu surat/ notes dihapus, dan perasaan plong. Sampah jangan disimpan.
Cara mengungkapkan isi hati ini didapat bu Tina dari ayahnya.

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. (Luk 11: 9-10)

Tuhan mau kita mencari Dia, karena saat mencari Dia, kita akan fokus. Jika kita tidak bisa mendapat sesuatu, baca Firman Tuhan dengan bersuara, sehingga iman kita bangkit.

All truth is paralel – Morris Cerullo

Jasmani dan rohani itu paralel. Apa yang kita dapatkan secara rohani di kamar doa, akan kita dapat di alam jasmani.

Manusia sering terbalik: ingin diberkati secara jasmani, cari hanya jasmani. Seharusnya cari yang rohani lebih dulu.

Beloved, I pray that you may prosper in all things and be in health, just as your soul prospers. (3Yoh 1: 2, NKJV)

Jika jiwa kita limpah, berkat materi juga limpah di hidup kita.

Firman harus limpah dan kuat dalam hidup kita, nanti Tuhan dengan mudah mencurahkan berkat jasmani.

Kesaksian
Rumah p Petrus dulu di belakang gereja permata, luas 119 m2, luas bangunan 75m2. Satu kali pemilik perumahan Greenwood meminta p Agung pindah ke sana.
Selama 3 bulan pertama P Agung dan bu Tina berdoa segenap hati, karena dalam hati bu Tina ada ketakutan untuk membayar angsuran. Lagu yang dinaikkan selalu El-Shaddai.
Saat di Kamboja, p. Agung teringat ada yang memberkati, dan amplopnya belum dibuka. Ternyata cek sejumlah 70 jt rupiah. Ini cukup untuk melunasi rumah.

Semua yang jasmani harus diawali dengan yang rohani. Jika ada breakthrough di alam rohani, akan ada terobosan di alam jasmani.

Jika ingin next level: cari Tuhan hingga Firman itu limpah di hidup kita. Jangan fikirkan yang jasmani, tapi hal-hal di atas – di mana Kristus ada.

Jangan cari berkatnya, cari pemberi berkatnya.

Kesaksian
Ayah p Agung lama tidak ke gereja. Suatu hari bu Tina digerakkan Roh Kudus untuk mengirim mobil dan sopir kepada mertuanya, sehingga datang ke gereja.
Awalnya ayah p Agung melihat bahwa mantunya galak seperti singa. Tapi kemudian melihat bahwa bu Tina berubah banyak, maka mau diajak ke gereja kembali.

Tuhan selalu mengerjakan sesuatu dalam hidup kita, jika kita lulus, Tuhan selalu sediakan bonusnya.

Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang- orangnya yang bersama- sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan. (Kej 32: 7)

Yakub ketakutan dan sesak hati.

Kej 32: 22-32
Pergumulan Yakub dengan Allah: seorang diri

Meskipun kita punya kenalan hamba Tuhan, suami/ istri-nya adalah hamba Tuhan – saat pergumulan dan mencari Tuhan harus sendiri.

Pergumulan iman kita sendiri-sendiri, tidak ada iman rombongan. Dalam MK boleh minta dukungan rekan-rekan MK, tapi pergumulan kita sendiri dengan Tuhan.
Pergumulan sendiri dengan Tuhan selalu membuat kita kuat.

Dari pergumulan dengan Tuhan, Yakub berubah jadi Israel.

Kata Filipus kepadanya: ” Mari dan lihatlah! ” Yesus melihat Natanael datang kepada- Nya, lalu berkata tentang dia: ” Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya! ” (Yoh 1: 47)

Yakub karakter aslinya buruk, penipu. Setelah bertemu dengan Tuhan, nama Yakub diubah jadi Israel, tidak ada lagi kepalsuan di dalamnya.

Mari jadi Israel sejati, tidak ada kepalsuan, sehingga hidup kita jadi berkat. Sering ada orang yang mengamati hidup kita: dalam persoalan, kondisi tertekan, dll.

And as he passed Penuel [ Peniel ], the sun rose upon him, and he was limping because of his thigh. (Kej 32: 31, AMP)

Kita harus berbeda dengan dunia, sehingga orang bisa lihat bagaimana kita berjalan dengan Tuhan, dan Tuhan mengubah karakter masa lalu kita menjadi karakter yang baru.

Jika kita mencari Tuhan, maka tanpa minta berkat-pun, Tuhan akan memberkati kita secara limpah.
Tanda kita menang dari pergumulan: kita bisa menyaksikan pertolongan Tuhan kepada orang-orang lain.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064

Minggu, 20 November 2016
Gaya Hidup Yesus
Yosea D Christiono

Seorang anak merindukan figur yang baik. Anak bertumbuh dengan mencontoh orang-tuanya. Anak belum tahu apakah contoh dalam keluarganya itu baik atau tidak sampai ia mempunyai figur pembanding lain. Kebutuhan akan figur bukan hanya bagi anak, tapi juga bagi remaja.

Ilustrasi:
Seorang karyawan baru akan dikenalkan visi dan peraturan perusahaan, kemudian di latih melaksanakan pekerjaan yang jadi bagiannya, sesuai standart perusahaan.

Di JKI, anak muda yang akan menikah harus melalui konseling pra-nikah. Isi konseling adalah membagi kebenaran-pengertian-pengalaman yang dihadapi di depan dalam keluarga. Akan diberitahukan standart ideal untuk menjadi seorang suami atau istri. Harapannya pasangan ini akan saat memasuki pernikahan akan berlaku-bersikap-berpikir-bertindak sesuai kebenaran.

Tuhan menyelamatkan kita dengan harapan supaya kita menjadi anak-anak Allah yang berkarakter seperti Dia

Jika anak-anak tidak mendapat contoh di rumahnya, seharusnya ada contoh di gereja. Pemimpin gereja mau tidak mau jadi figur contoh bagi semua kalangan. Saat anak muda sudah tidak percaya dengan pemimpin, dasar karakternya akan goyah.

Pertumbuhan pribadi kita harus mengarah menjadi seperti Yesus. Yesus harus jadi pola hidup kita.

Kesaksian
Orang tua ps Yosea bercerai. Maka ps Yosea mencari figur orang tua di gereja.

Setiap orang membutuhkan figur yang dicontoh. Jika tidak ada contoh di rumah, keluarga dan gereja, maka mereka mencari di luar: teman-teman, artis-artis, dll.

Tuhan Yesus mempunyai gaya hidup tertentu. 1 Yoh 2: 3-6

Kita wajib hidup seperti Kristus telah hidup. Ini bukan pilihan.

Kita adalah manusia batiniah yang tinggal di dalam tubuh. Kita bertumbuh setiap hari dalam pembacaan dan perenungan FT, doa, pelayanan, dll.
Maka jika tidak ada perubahan kehidupan artinya ada yang salah. Kebiasaan lahiriah kita seharusnya berubah, hati lebih lembut: lebih sabar, ada buah-buah Roh jadi bagian karakter kita. Semakin kuat hal-hal Ilahi dalam hidup kita, maka tanpa sadar kita sudah meninggalkan hal-hal daging.

1. Yesus tahu tujuan hidupNya, dan mengerjakannya dengan cinta

Yoh 4: 34

Tujuan hidup Yesus: melakukan kehendak Bapa dengan kasih dan cinta. Ini membuat Yesus bisa menghadapi sesulit apapun yang terjadi.

Sebelum pemberkatan nikah, p Yos selalu menanyakan apakah pasangan sudah mantap untuk menikah. Selanjutnya ditanyakan mengapa mantap? Di titik ini banyak orang bingung.
Pertanyaan berikutnya: jika faktor penyebab kemantapan itu hilang, apakah tetap cinta?
P Yos berharap pasangan sudah saling mengenal: baik kebaikan dan kekurangan, lalu menghitung apakah masing-masing mampu menghadapi model pasangannya. Sebelum kenal, tidak bisa berhitung.

Contoh: Jika pasangan suka ngambek, mampukah mengatasi sikap itu dengan baik.

Pasangan yang benar-benar mantap di awal pernikahan, pernikahannya tidak mudah hancur karena berbagai masalah. Karena sudah sepakat untuk jalan bersama.

Memiliki tujuan hidup yang konkrit itu penting. Karena membuat kita bisa melihat kemungkinan hambatan yang ada, merancang strategi untuk mencapainya, ada sesuatu yang dikejar.

Tujuan hidup p Yos adalah menggenapkan rencana Tuhan sesuai panggilan p Yos: menjadi seorang ayah, gembala, pengajar, motivator yang mempengaruhi banyak orang.

2. Yesus tumbuh dan hidup dalam sebuah keluarga

Luk 2: 49-52

Tuhan Yesus bertumbuh dan dibentuk dalam keluarga. Sebelum berkarya di usia 30 tahun, Yesus hidup dalam asuhan orang-tuaNya. Yesus menikmati semua proses hidupnya, tahu tujuan hidupNya kelak, tapi tetap menundukkan diri kepada Yusuf dan Maria, dan tinggal dalam asuhan mereka.

Membangun hubungan anak-orang tua di usia 6-12 tahun. Di usia 12-18 tahun adalah usia pendampingan sebagai teman. Anak sebaiknya baru berpisah dengan orang-tua (misal: studi di kota yang berbeda) di usia setelah SMA.

Tidak ada tempat yang lebih baik selain di keluarga, karena di sana ada penerimaan dari orang-tua dan saudara.

Semua yang dilakukan orang-tua akan dicontoh anak-anak saat mereka menikah kelak. Jika orang-tua tidak bersikap adil, tidak bisa menjelaskan mengapa sesuatu dilakukan, tidak bisa komunikasi dari hati ke hati, kelak mereka juga tidak bisa lakukan itu dalam rumah-tangganya.

Jika kita tidak punya keluarga yang ideal, masih ada Bapa di surga yang bisa menggantikan orang-tua kita. Keluarga yang gagal tidak boleh jadi alasan untuk menyalahkan orang lain, menyalahkan hidup kita, mundur, lalu tidak berbuat apa-apa.

3. Yesus menjalani hidupNya dengan kuasa

Mat 9: 4-8

Setelah lahir baru dan terima babtisan Roh Kudus, maka ada kuasa Tuhan di dalam kita. Tidak ada ketakutan dan kekuatiran, percaya Tuhan menyertai hidup kita, tidak mudah terpuruk karena keadaan sekitar. Kita tahu cara meng-aplikasikan Firman dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.

Kuasa gelap tidak mempan terhadap kita, jika kita di dalam Yesus

Contoh tatanan Ilahi dalam pengusiran setan di suatu rumah:
1. Pemilik rumah menyerahkan kepemilikan rumah itu menjadi milik Tuhan Yesus.
2. Hamba Tuhan meminta berkat dan anugerah bagi rumah dan keluarga.
3. Hamba Tuhan dan pemilik rumah berdoa untuk membatalkan semua yang buruk tentang rumah itu: kutuk, kegagalan, kematian, kerugian, dll, diganti yang dari Tuhan : keberuntungan, kesehatan, dll.
4. Minta proteksi darah Yesus untuk seluruh keluarga, kemudian urapi rumah jika diperlukan.

Jika tatanan ini dilakukan, tidak akan ada serangan balik, karena kita dalam proteksi darah Yesus. Ini adalah hukum, maka siapapun bisa melakukan, tidak harus memanggil hamba Tuhan.

Kuasa Tuhan harus dipraktekkan: doa kesembuhan, doa pelepasan, mengusir setan, dll. Jika tidak dicoba praktek, tidak akan pernah bisa. MK adalah tempat terbaik untuk bersama-sama berlatih menggunakan kuasa yang dari Tuhan.

Jalani hidup dengan kuasa, karena jika kita tidak punya kuasa, kita akan sering kebingungan dan dipermainkan setan.

Kesaksian
Sebelum bepergian p Yos berdoa menyerahkan proteksi Tuhan, lalu menolak 3 hal: roh maut, roh kecelakaan, dan roh orang yang ngawur. Karena walaupun kita berhati-hati, kadang-kadang kita mengalami masalah karena kengawuran orang lain.

4. Yesus bergaul dengan semua level orang, termasuk orang berdosa

Mat 9: 9-12

Jika iman kita tidak kuat, lalu kita bergaul dengan orang berdosa, kita akan ikut berdosa. Tapi jika kita taat pada kebenaran, kita akan tahu batas: kapan berbicara, kapan berhenti. Kita perlu bergaul sebagai jembatan hubungan, sehingga saat kita harus masuk untuk melayani, ada pintu terbuka. Orang tidak nyaman didoakan oleh yang tidak mereka kenal. Apakah kita membangun jembatan, atau memutuskan jembatan dengan semua orang? Jika di dalam kita ada Tuhan, kita tidak perlu takut terpengaruh keburukan orang lain.

5. Yesus konfrontasi dengan roh agamawi

Mat 9: 14-17

Taurat membuat kita mengerti arti dosa, karena larangan membuat kita mengerti pelanggaran. Yesus menggenapkan dan menyempurnakan pengajaran Taurat. Saat seseorang menuntut orang lain menurut Taurat, Yesus muncul dengan bahasa anugerah.

Yesus berkata: jangan menghakimi, karena ukuran kita itu akan dikenakan kepada kita.

Beranikah ber-konfrontasi dengan roh agamawi di sekitar kita?

Kita harus berdoa karena percaya pada penyertaan Tuhan, bukan karena takut. Semua yang agamawi dilawan Tuhan Yesus, karena dasarnya salah.

Jangan konfrontasi dengan orang yang tidak kita kenal. Konfrontasi hanya dilakukan pada:
Orang yang bertanya pada kita
Orang-orang di bawah kita: pasangan, anak-anak, jiwa-jiwa yang kita gembalakan.
Mari meniru manusia batiniah Yesus, jangan hanya penampilan luarnya

6. Yesus mengajar dengan sederhana

Luk 12: 1-2

Yesus mengajar dengan sederhana: benih, pohon, buah, ragi, domba, kasut, jubah, ikan, semua yang dikenal dan dijumpai orang banyak sehari-hari. Yesus tidak mengajar dengan hal-hal yang rumit.

Jika harus menjelaskan sesuatu, usahakan supaya menjelaskan secara sederhana, sesuai kebutuhan. Penjelasan kita harus membuat kita semakin cinta Tuhan, bukan semakin muak.

7. Tuhan meng-kloning-kan diriNya kepada murid-muridNya

Luk 10: 1-3, 17-20
Tuhan meng-kloning diriNya, mengajari dan melatih murid-muridNya untuk melakukan seperti yang Yesus lakukan.

Bagikan hidup kita dalam Tuhan kepada orang-orang lain, sehingga mereka juga mengalami Tuhan.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064