Minggu, 30 Juli 2017
Core Value JKI Injil Kerajaan – bagian 2
Bambang Budiyanto

Core value atau karakter adalah sifat dasar kita. Contohnya Gula karakternya manis, garam karakternya asin. Jika tidak sesuai, artinya palsu.

Value yang dibangun akan membentuk karakter hidup kita.

Jangan cari berkat Tuhan, tapi cari Tuhannya. Daud mencari Tuhan, maka berkat mengikuti dia.
Semua tantangan dalam kehidupan: keuangan, kesehatan, keluarga, pekerjaan, dll; diijinkan Tuhan untuk membentuk karakter kita, tujuannya supaya kita semakin menyerupai karakter Kristus, sehingga semakin banyak orang diberkati.
Semua berkat Tuhan dalam hidup kita: kesehatan, keuangan, jabatan, kuasa, terkenal, promosi, jodoh, dll; adalah batu ujian bagi karakter kita, apakah kita memiliki karakter Kristus

Penghalang terbesar bagi orang dunia untuk menikmati dan melihat Yesus bukan aniaya, tapi orang-orang Kristen yang karakternya buruk, tidak menunjukkan karakter Kristus.

Kita harus belajar lebih dulu melalui tantangan-tantangan. Saat sudah siap ujian, Tuhan akan mengirimkan ujian karakter. Lulus ujian itu penting, tapi proses belajar dan pembentukan karakter lebih penting.

Core Value 1: Integritas
Dalam dunia kepemimpinan, mata uangnya adalah dapat dipercaya (trust). Trust dihasilkan oleh integritas. Orang yang punya integritas akan berhasil dalam berbagai bidang kehidupan: bisnis, keluarga, pelayanan, dll.

Core Value 2: Kekeluargaan
Salah satu aspek kekeluargaan: saling menghormati

Bagaimana jika tujuan pernikahan bukan kebahagiaan, tapi kekudusan – Martin Luther

Jika tujuan menikah untuk membahagiakan pasangan kita, maka jika dia bahagia, kita juga akan bahagia. Jika tujuan ikut Tuhan untuk membahagiakan Tuhan, maka jika Tuhan bahagia, kita juga akan bahagia.

Pikirkanlah orang lain, bahagiakan orang lain. Jika masing-masing jemaat berkomitmen membahagiakan orang lain, maka kekeluargaan dalam gereja akan jadi luar biasa.

Mujizat, iman, berkat, terobosan, kesembuhan, dll – adalah anggur yang baru .ini kita butuhkan
Karakter kita adalah kantong anggur yang baru. Jika kita tidak punya karakter, maka saat anggur baru datang, semua akan tumpah dan terbuang.

Yang harus kita kerjakan dalam keluarga, gereja, MK, adalah membangun kantong yang baru.

Core Value 3: Unggul/ Excellent

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kol 3:23)

Menyesal: seharusnya berbuat sesuatu, tapi tidak dilakukan.
Penyesalan adalah salah satu penyebab stress, kanker, bunuh diri, karena tidak bisa kembali ke masa lalu untuk mengubahnya. Yang bisa kita lakukan untuk masa lalu: mengampuni diri sendiri.

Kesaksian ps Bambang
Perasaan yang paling tidak disukai adalah menyesal. Sejak lahir baru, ps Bambang berketapan: jika gagal walau sudah memberikan yang terbaik, beliau tidak akan menyesal, bahkan bangga karena sudah berani mencoba. Jika sukses, tapi tidak memberikan yang terbaik, maka ps Bambang perlu menyesal karena tidak memberikan penampilan terbaik.

Orientasi kita seharusnya bukan piala, tapi karakter dalam hidup: dioperasikan dengan sepenuhnya atau tidak. Excellent bukan kesempurnaan, tapi kita harus mengejar kesempurnaan. Saat mengejar kesempurnaan, kita akan menerima unggul.
Nilai unggul yang jadi visi gereja seharusnya bisa terlihat, karena semua dikerjakan dengan terbaik, tidak asal-asalan: dekorasi, kebersihan, penyambutan, dst

Tuhan hanya pantas menerima yang terbaik. Terbaik kedua (second best) tidak mempunyai tempat di surga

Tuhan tidak butuh sedekah kita, tapi kasih kita. Berikan hidup kita pada Tuhan.

Ia berhasil, karena segala yang dibuatnya untuk Rumah TUHAN atau untuk mentaati hukum-hukum TUHAN, dijalankannya dengan sepenuh hati dan dengan cinta kepada TUHAN Allahnya. (2Taw 31: 21, BIS)

Semua orang ingin berhasil : belajar di sekolah, dalam keluarga, pelayanan, perusahaan, dll. Hizkia berhasil karena karakternya excellent.

Sema orang mempunyai nilai harga (price tag). Kualitas hidup seseorang berbanding lurus dengan komitmentnya untuk excellent – Vince Lombardi

Seseorang bisa sukses walau karakter tidak excellent. Tapi semua itu tidak akan bertahan lama, atau sukses dengan menyakiti orang banyak.

Masing-masing kita seharusnya jadi standart kualitas – Steve Jobs

4 hal yg menggerogoti sikap hidup yang excellent:
1. Orang yang mendewakan kuantitas
Kuantitas penting, tapi kualitas lebih penting. Kuantitas harus dibangun di atas kualitas. Fokus kita adalah membangun kualitas setiap jemaat. Musuh excellent bukan jelek, tapi baik. Orang yang puas dengan “baik” tidak akan bisa mencapai excellent.
Standart Tuhan 100%. Bapa mengasihi kita dengan memberikan anakNya, bukan yang lain

2. Hidup asal asalan.
Semua rutinitas, tanpa persiapan, asal selesai, asal beres, tapi tidak memikirkan yang terbaik.

3. Suam-suam kuku.
Tidak panas atau dingin, biasa saja.

4. Mengabaikan keterlibatan Tuhan.
Saat gagal mencapai sesuatu, kita tidak memeriksa apakah sudah memberikan yang terbaik, tapi berdalih bahwa semua itu “maunya Tuhan”

Core Value 4: Tanggung Jawab / Responsibility

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman (Mat 12:36)

Kecenderungan akibat dosa mencari kambing hitam.
Saat Hawa memetik buah terlarang, Adam ada di sebelahnya (Kej 3: 6b). Saat ditanya Tuhan, Adam menyalahkan Hawa. Saat Tuhan bertanya pada Hawa, ia menyalahkan ular.
Setelah Kain membunuh Habil, dan Tuhan menanyakan di mana Habil, Kain mengatakan bahwa dia bukan penjaga adiknya (Kej 4: 9)

Saat kita lahir baru, seharusnya tabiat “cari kambing-hitam” dibalikkan dangan berkarakter berani bertanggung-jawab.

Hanya diperlukan orang baik yang tidak berbuat apa-apa supaya kejahatan merajalela – Edmun Burke, USA

Contoh ambil bagian dalam kejahatan:
Saat melihat pencuri mencuri motor, dan kita diam saja
Seseorang menggunakan narkoba, dan kita diam saja

Bangsa Indonesia akan hebat jika setiap warganya mengambil tanggung-jawab, dan tidak saling menyalahkan. Gereja bisa hebat jika setiap jemaat mengambil tanggung- jawab. Keluarga bisa hebat jika setiap anggota keluarga mengambil tanggung-jawab

5 Ciri orang tidak bertanggung jawab :
1. Saat ada masalah, mencari siapa yang salah
Jika ada yang salah, jangan cari siapa yang salah, tapi apa yang salah. Yang salah dibereskan, beri kesempatan orang itu belajar, jika salah tempat, pindahkan tempatnya.
Tuhan benci dosa, tapi cinta pendosa san ingin supaya orang itu bertobat.

2. Sulit meminta maaf
3. Suka memuji diri sendiri

4. Kurang peduli orang lain
Hanya memperdulikan apa yang didapatkan dirinya sendiri

5. Teologi fatalisme, melimpahkan semua tanggung-jawab kepada Tuhan
Menganggap semua ketetapan Tuhan, padahal belum memberikan yang terbaik, belum introspeksi.

Contoh orang yang bertanggung-jawab
Saat mengintai tanah perjanjian, Kaleb mendatangi Hebron – kota yang berkubu dan dihuni raksasa-raksasa. Suku-suku lain memilih mengunjungi tempat yang enak.
Kaleb berfikir bahwa jika dia bisa mengalahkan Hebron yang merupakan kota tertinggi dan terkuat, maka saudara-saudara yang lain akan lebih mudah menguasai dataran rendah di Israel.

Untuk meraih hasil excellent diperlukan orang yang punya roh “mau menjadi tumbal” untuk keberhasilan saudara-saudaranya yang lain

Core Value 5: Inovasi / Innovation
Contoh : Thomas Alfa Edison, penemu lampu pijar

There is a way to do it better. find it! – Thomas Alva Edison
Dalam segala hal selalu ada cara untuk mengerjakan dengan lebih baik. Carilah itu!

Pernyataan bahwa “pengalaman adalah guru yang baik” adalah pernyataan yang salah. Tapi pengalaman yang sudah di-evaluasi adalah guru yang baik.

Sebelum menemukan lampu pijar, Edison gagal dalam 1000 kali percobaannya.

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. (Ef 2:10)

Sebelum Tuhan ciptakan kita, Tuhan sudah ciptakan apa yang seharusnya kita capai dalam hidup. Kita di-desain untuk mencapai tujuan itu. Tuhan mendesain setiap kita berbeda-beda, untuk tujuan yang berbeda-beda.

Sistem sekolah seringkali mematikan kreatifitas yang Tuhan berikan. Tugas gereja: membuka belenggu-belenggu itu sehingga kembali kreatif.

Bagaimana membangun budaya yang inovatif
1. Tingkatkan naluri menyelesaikan masalah “problem solving instinct”
Pola pikir: Seandainya kita punya kuasa yang diperlukan, atau bertugas, atau diberi kepercayaan, bagaimana kita mengubah sesuatu jadi lebih baik.
Di dunia hanya ada 2 macam orang: bagian dari masalah (part of the problem) pembuat masalah, suka komplain, dll; atau bagian dari solusi (part of the solution)

2. Ciptakan budaya ingin tahu (curiosity)
Jangan semua di-dikte-kan, budayakan rasa ingin tahu. Tidak ada orang yang tahu semuanya. Dunia berkembang karena orang ingin tahu.

3. Bangun organisasi yang pembelajar
Setiap anggota gereja harus bertumbuh dan suka belajar seperti jemaat di Berea, tidak asal kebaktian.
Contoh
Organisasi harus evaluasi, apa kekurangan dari kebaktian pagi atau sore, bagaimana belajar dari pengalaman itu.

4. Kembangkan jiwa kewira-usahaan (enterpreneurship)
Wira usaha: melihat semua potensi yang ada dan memaksimalkannya, berdampak beruntun sebesar-besarnya tanpa merugikan orang lain.

5. Melatih diri untuk bertanya “mengapa (why)” dan menemukan alternatif lain
Jika kita bisa menjawab “”mengapa”, maka kita punya alasan untuk bisa meresponi dengan baik.

Contoh:
Mengapa Yesus mati buat saya?
Mengapa Roh Kudus memenuhi hidup saya?
Mengapa saya?
Mengapa harus melewati jalan ini? Adakah alternatif lain?

Hidupmu pendek! Jangan sia-siakan hidupmu hari ini dengan berusaha menjadi orang lain – Steve Jobs

Quote ini muncul setelah Steve Jobs mengetahui bahwa dirinya mengalami kanker pankreas. Inovasi adalah pembeda antara pemimpin dan pengikut.

Kita didesain Tuhan untuk menjadi pemimpin. Apapun yang kita pegang jadi lebih baik, bukan untuk diri sendiri, tapi untuk semua orang.

Core value tidak akan tercipta dan ada manfaatnya, hanya dengan diajarkan atau memasang poster. Tapi harus dihidupi. Poin-poin di atas gunanya untuk introspeksi diri, bukan untuk menuding orang lain.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter);
WhatsApp 0878-3377-8822

Advertisements

Minggu, 30 Juli 2017
Core Value JKI Injil Kerajaan – bagian 1
Antara Iman dan Karakter – Antara Anggur Baru dan Kantong Anggur yang Baru
Bambang Budiyanto

Kesaksian.
Di awal keluarga p Bambang masih bisa berinteraksi, saling bercerita. Lalu muncul stasiun-stasiun TV, keluarga berkumpul, tapi mata menuju 1 arah: TV. Masa kini keluarga masih berkumpul, tapi menghadapi gadget masing-masing. Perlu usaha dan kemauan supaya keluarga berfungsi dan ada interaksi antar anggota keluarga.

Core value adalah sifat dasar kita. Contoh sifat dasar: gula itu manis, garam itu asin

Keberhasilan core value bukan pada hari minggu, tapi di masing-masing keluarga setiap hari. Core value tidak cukup hanya dipikiran, tapi dihidupi setiap hari.
Doa: kami siap MELAKUKAN firmanMu

Dalam hidup selalu ada tantangan: penyakit, pekerjaan, anak, pasangan, dll. Dalam penderitaan orang bisa punya karakter baik. Tapi saat ada kekuasaan – seringkali karakter berubah.

Semua tantangan kehidupan diijinkan untuk membangun karakter kita.
Semua berkat (materi, kesembuhan, dll) Tuhan tujuannya untuk menguji karakter kita.

Roh bisa menerima mujizat Tuhan seketika. Tapi membangun jiwa harus setiap hari, tidak bisa seketika.

Contoh: iman
Tuhan bisa memberkati secara materi karena imannya besar. Tapi karakter yang buruk seperti kantong anggur yang bocor – artinya berkat itu mengalir keluar begitu saja.

Iman itu seperti anggur yang baru, Karakter seperti kantong anggur yang baru

Core value 1: Integritas

Akulah yang menjadi pemimpinmu dari sejak mudaku sampai hari ini. Di sini aku berdiri. Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya: Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu.” Jawab mereka: “Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapapun.” (1Sam 12: 2c-4)

Orang yang berintegritas, akan bisa berkata seperti Samuel saat pindah kerja, atau pindah rumah, atau pensiun, dll.

Definisi integritas:
Melakukan hal yang benar walaupun tidak ada orang yang melihat
Keselarasan antara peieran-perasaan dan perbuatan
Transparan, tidak ada yang disembunyikan.

Sukses datang dan pergi, tapi karakter tinggal selama-lamanya. Semakin karakter kita jadi seperti Kristus, maka aliran berkat Tuhan akan terus mengalir.

Jika kita mengerjakan pekerjaan lebih cermat saat diawasi, itu artinya tidak ber-integritas.

Kita ingin banyak orang berkarakter: presiden, pendeta, anak, dll. Sayangnya investasi terbesar bukan di karakter tapi hal lain: kepandaian, penampilan luar, dll.

Banyak orang keluar dari gereja karena melihat kurangnya integritas: tidak sesuai antara perkataan dan perbuatan. Banyak orang terhambat ke gereja bukan karena setannya kuat, tapi karena orang-orang Kristen integritasnya kurang.

Tanda-tanda orang yang defisit integritasnya:
Janji yang tidak ditepati (promises)
Pandai memberikan alasan (excuses)
Jalan pintas/ potong kompas (cut corners)
Banyak menyembunyikan (hiding)
Kompromi – campuran (compromise)

Setiap malam lihat cek-list ini, dan nilai diri kita sendiri.

Pengalaman bukan guru yang baik jika tidak di-evaluasi. Guru terbaik: Pelajari apa hasil evaluasinya.

Kesaksian
Suatu kali ps Bambang terlambat datang ke pertemuan di Getsemani. Begitu masuk ps Bambang berkata minta maaf dan memberikan alasan kemacetan dll. Perkataan ps Samuel Elkana kepada semua yang hadir menampar ps Bambang: “bener kan?” Ternyata ps Elkana sudah mengamati bahwa ps Bambang sebelumnya sering memberi alasan.

Jenis cerita:
Fakta
Kesaksian: penafsiran kita terhadap suatu event.
Kisah yang disembunyikan dan hanya kita tahu – ini amunisi iblis.

Untuk melumpuhkan iblis: bagikan semua rahasia yang disimpan kepada orang yang bisa dipercaya menyimpan rahasia. Contoh: suami/ istri, mentor, hamba Tuhan. Semakin sedikit yang disembunyikan, semakin aman perjalanan hidup kita.

Contoh kompromi: mengurangi campuran supaya keuntungan bertambah

Yang menggerogoti integritas seseorang:
Look good – pendapat orang lain
Feel good – pendapat daging
Blind spot – tidak ada nasehat
Mentalitas penjudi – ingin cepat kaya
Teologi anak emas – self centered

Ada bagian2 hidup yang tidak bisa kita lihat sendiri, tapi terlihat oleh istri, anak, mentor, dll.

Ilustrasi
Sebagian besar kecelakaan di Amerika karena pindah jalur tanpa melihat ke belakang, hanya lihat spion. Maka sekarang sebelum berpindah jalur, selain mengamati kaca spion, pengemudi juga diminta menoleh sesaat.

Teologi anak emas: Merasa Tuhan paling sayang dengan dirinya, sementara yang lain nomor dua.
Semua anak Tuhan istimewa, tidak ada yang lebih istimewa.

Contoh
Maradona (pemain bola). Di salah satu pertandingan dia mencetak gol dengan tangan, tapi tidak mengakuinya. Maradona bakatnya luar biasa, kaya, tim hebat, pelatih hebat, tapi tidak punya integritas dan karakter.
Pembalap sepeda Lance Armstrong. Juara 7 kali tour de France. Ternyata semua diperoleh dengan dopping. Akhirnya semua gelarnya dicabut.

Denyut nadi integritas:
Nothing to hide – tidak ada yang disembunyikan
Nothing to prove – tidak perlu membuktikan apapun, atau mencoba menyenangkan manusia
Nothing to loose – tidak coba mempertahankan anugerah Tuhan.

Jika setiap keluarga berintegritas, maka gereja akan kuat dan berintegritas.

Mari membangun keluarga-gereja-MK-pekerjaan yang berintegritas. Ini tidak bisa diajarkan, hanya bisa diteladankan.

Core Value 2: Kekeluargaan

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang- orang kudus dan anggota- anggota keluarga Allah, (Ef 2; 19)

Gereja bukan restauran. Semua jemaat adalah keluarga, bukan tamu.

Nilai kekeluargaan:
Respectful – hormat
Ownership – rasa memiliki
Contributive – ambil bagian
Kepedulian yang tulus
Saling menopang, melindungi dan melengkapi

Rasa memiliki: jika ada yang keliru dalam keluarga, kita ikut bertanggung jawab.

Contoh:
Saat ada pencopet beraksi, lalu kita diam, maka kita ikut ambil bagian.
Saat ada korupsi, gereja diam saja, itu artinya ikut ambil bagian.

Rasa kekeluargaan: baik-buruknya – itu bagian kita.
Kepedulian yang tulus: bisa melihat sesuatu yang berbeda, lalu memberikan perhatian.

Yang menggerogoti nilai-nilai kekeluargaan:
1. Mental indekost: Tidak perduli terhadap gereja atau keluarga lain, yang penting dirinya sendiri diberkati, doanya dijawab.
Jika gereja adalah rumah kita, kita akan investasi di situ, sehingga suatu kelak anak cucu kita menikmati.

2. Mental pengemis: Selalu meminta, hanya bertemu jika butuh.
Jika kita datang ke Tuhan hanya jika butuh, itu mental pengemis. Kita harus punya mental memberkati.

3. Mental tengkulak: Mencari kesempatan dalam kesempitan.
Tengkulak berjiwa pengecut, tidak berani melawan yang besar, tapi menekan/ memanfaatkan yang kecil-kecil

4. Mental mumpung: mental pejabat korup

Mari mulai berlatih memikirkan kesejahteraan keluarga sendiri: dengan saling menyenangkan satu sama lain.

Contoh aplikasi dalam gereja: memberi ayat kepada orang lain, mendoakan orang lain, dll.

“Jangan datang ke rumah Tuhan dengan tangan hampa” – Ini bukan hanya persembahan, tapi juga kepedulian kepada jemaat yang lain.

INGAT !!! Semua yang disampaikan ini untuk introspeksi, bukan untuk menghakimi orang lain

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter);
WhatsApp 0878-3377-8822

Minggu, 13 Agustus 2017
Takutlah Akan Allah
Tina Agung Purnomo

Yang ada di dalam core value JKI IK adalah karakter Tuhan.

Core value: IKUTI
1. Integritas
2. Kekeluargaan
3. Unggul
4. Tanggung-Jawab
5. Inovasi

Core value 1: Integritas

Allah kita kudus-suci-murni. Kita adalah anak-anak Allah, dan Tuhan mau kita punya katakter Kristus. Integritas itu suatu respon yang penuh kasih terhadap kekudusan Allah.

Integritas adalah suatu Motivasi Hati yang penuh sukacita untuk hidup sesuai karakter Allah yang maha besar, maha sempurna, maha kasih. (Shaune Foyd)

Integritas tidak bisa direncanakan atau berpura-pura. Integritas dimulai di pikiran, dalam sikap hati. Saat hidup dan hati kita tulus dan lurus dengan Tuhan, berseru apa adanya, tidak ada intrik, tidak berusaha kelihatan lebih baik, integritas akan ada di hidup kita.

Tidak ada pikiran ganda, tidak ada agenda tersembunyi.
1. Melakukan hal yang benar walau tidak ada orang yang melihat
2. Keselarasan antara pikiran, perkataan dan perbuatan
3. Transparan – tidak ada yang disembunyikan

They came up and said, “Teacher, we know you have integrity, that you are indifferent to public opinion, don’t pander to your students, and teach the way of God accurately. Tell us: Is it lawful to pay taxes to Caesar or not? ” (Mrk 12: 14, MSG)

Yesus disebut sebagai manusia yang berintegritas (man of integrity), tidak mencari muka. Yesus punya integritas, karena ada kebenaran Allah di dalam diriNya.

Seorang yang jujur memiliki integritas. Jika kita mengikut Yesus, kita harusnya memiliki integritas seperti Yesus.

Banyak orang kecewa pada gereja, karena berjumpa dengan orang-orang yang tidak ber-integritas. Yang pertama dalam hidup kita seharusnya: takut akan Allah

He who walks with integrity walks securely, But he who perverts his ways will become known. (Ams 10: 9)

Righteousness guards him whose way is blameless, But wickedness overthrows the sinner. (Ams 13: 6, KJV)

Integritas sangat penting dan utama, karena saat ini integritas adalah barang langka.
Dalam PB integritas = kebenaran (ἀληθής = alethea G227)

Hiduplah dalam kebenaran (integritas) di setiap aspek hidup, melalui setiap kesulitan, jangan memikirkan apa yang dipikirkan orang lain – Bill Johnson

Tidak perlu membicarakan orang lain, gereja lain, pendeta-pendeta yang lain, atau pendapat-pendapat orang lain. Kita harusnya sibuk dengan diri sendiri dan milik kita sendiri: gereja kita sendiri: apa yang kita kerjakan 1 tahun, 5 tahun ke depan.

Semakin banyak info buruk masuk dalam hidup kita, semakin kita terpengaruh. Yang bisa menjaga kemurnian diri kita, adalah diri kita sendiri. Kasih kita bisa dilihat, dimulai dari motivasi di dalam hati.

Integritas : Konsisten akan pikiran, kehendak dan hati mengenai apa yang benar dan salah

1.1. Pikiran yang tidak terbagi

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; (Mat 6: 22)

Banyak orang yang terlihat baik di gereja, tapi di luar itu sikapnya duniawi, perkataannya buruk.

1.2. Kehendak yang tidak terbagi : Kehendaknya hanya melayani 1 Tuan

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. ” (Mat 6: 24)

1.3. Hati yang tidak terbagi – Passion & gairah kita hanya untuk Tuhan, bukan untuk dunia

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. (1Yoh 2: 15)

Kita ditebus oleh darah Yesus, berikan hati kita sepenuhnya kepada Allah.

Tanda-tanda orang yang defisit integritas:
1. Janji yang tidak ditepati (promises)
2. Pandai memberikan alasan (excuse)
3. Jalan pintas/ potong kompas (cut corners)
4. Banyak menyembunyikan (hiding)
5. Kompromi (compromise)

Kesaksian
Saat p Agung pendekatan ke bu Tina, bu Tina mau supaya p Agung mendengar sendiri dari bu Tina tentang dirinya, bukan dari orang lain. Saat p Agung mau memulai hubungan dengan bu Tina, bu Tina menceritakan lebih dulu kehidupannya, sifat-sifatnya, semuanya dengan jujur. Bu Tina tidak mau p Agung terkejut saat sudah menikah. P Agung menerima semua itu, dan menganggapnya masa lalu, dan tetap mau melangkah bersama bu Tina.

Yang menggerogoti Integritas:
Look good – pendapat orang lain
Feel good – pendapat daging
Blind spot – tidak ada nasehat
Mentalitas penjudi – ingin cepat kaya
Teologi anak emas – self centered

Kita semua adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, umat kepunyaan Allah sendiri. Ayat ini membuat bu Tina bangkit, dan tidak lagi terintimadasi oleh orang yang katanya “istimewa” di hadapan Tuhan. Di dalam Tuhan tidak ada anak emas. Jangan takut pada apapun dan siapapun. Hanya Tuhan yang harus kita takuti.

Core value 2: Kekeluargaan

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang- orang kudus dan anggota- anggota keluarga Allah, (Ef 2: 19)

Semua anak Tuhan adalah satu keluarga besar yang ditebus oleh darah Yesus.
Nilai kekeluargaan:
Respectful – rasa hormat
Ownership – rasa memiliki
Contribute – ambil bagian
Kepedulian yang tulus
Saling menopang, melindungi dan melengkapi

Contoh negatif kekeluargaan: Dalam sebuah geng, jika ada masalah, diserbu keroyokan.
Doa jangan jadi gosip. Contoh: menceritakan masalah orang lain, dan berkata “tolong doakan”

Tempat berkumpulnya keluarga: di rumah

Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah- rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias. (Kis 5: 42)

Gereja mula-mula menggunakan rumah-rumah sebagai tempat melanjutkan pengajaran- pengajaran yang mereka dapat di Bait Allah.
Tujuan MK melanjutkan pengajaran di gereja ke rumah-rumah. MK bukan asal-asalan, tapi untuk pertumbuhan iman kita.

Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan- perkumpulan di rumah kamu; (Kis 20: 20)

Keluarga kumpulnya di rumah, keluarga Allah kumpulnya di MK. Gereja sesungguhnya ada di sel grup.

Jemaat Efesus berkumpul di rumah Akwila dan Priskila
Salam kepadamu dari Jemaat- jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah- limpah salam kepadamu. (1Kor 16: 19)

Jemaat Laodekia berkumpul di rumah Nimfa
Sampaikan salam kami kepada saudara- saudara di Laodikia; juga kepada Nimfa dan jemaat yang ada di rumahnya. (Kol 4: 15)

Jemaat Kolose kumpul di rumah Filemon
Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu (Flm 1: 1-2)

Jemaat di rumah Gayus
Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita. (Rm 16: 23)

Saat ber-MK, kita punya keluarga. Masalah-masalah kita bisa ditanggung bersama, dan tidak lagi terasa berat.

Core value 3: Unggul

Ams 17: 27
He who has knowledge spares his words, and a man of understanding has a cool spirit. (AMP)
He who has knowledge spares his words, And a man of understanding is of a calm spirit. (NKJV)
Orang yang tajam pikirannya, tidak banyak bicara. Orang yang bijaksana, selalu tenang. (BIS)

Unggul artinya di atas rata-rata, tidak biasa. Kerohanian kita harus di atas rata-rata.

Daniel adalah contoh orang yang di atas rata-rata dan takut akan Tuhan. Daniel 10 x lebih cerdas dari orang-orang di Babel. Akhirnya dia jadi perdana menteri (pemimpin politik), sekaligus nabi Tuhan.

“Inasmuch as an excellent spirit, knowledge, understanding, interpreting dreams, solving riddles, and explaining enigmas were found in this Daniel, whom the king named Belteshazzar, now let Daniel be called, and he will give the interpretation. ” (Dan 5: 12, NKJV)

Bu Tina diajar oleh oma-nya: jika meminjam sesuatu, kembalikan dalam kondisi lebih baik.
Kesaksian
P Agung dan bu Tina beli sepasang cincin, sebagai tanda hubungan serius. Di masa itu diadakan
KKR sejuta ceria. KKR berhasil, banyak anak muda datang. Tapi ternyata dana kurang 6 juta. khirnya p Agung mengusulkan untuk berikan cincin itu untuk Tuhan, dan bu Tina setuju.
Saat ini gereja banyak menuai: ada banyak persembahan sepasang cincin, sehingga bisa memberkati pasangan-pasangan yang menikah tapi tidak mampu beli cincin.

Jika kita hendak memberikan sesuatu bagi Tuhan, pikirkan: apakah itu layak kita berikan pada seseorang yang sudah menyerahkan nyawaNya bagi kita.

Core value 4: Tanggung-jawab

Keadaan dimana wajib menanggung- segala sesuatu akibatnya, berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

Manusia hidup selalu punya kewajiban
Contoh: anak-anak harus sekolah SD-SMP-SMA

4.1. Tanggung jawab ke Tuhan

Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah- perintah- Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat. (Pkh 12: 13-14)

Perkataan yang kita ucapkan tidak hilang. Saat kita ucapkan perkataan negatif, atmosfir sekitar juga negatif. Jika perkataan kita positif, atmosfir sekitar kita juga positif.

Saat sesuatu muncul di hati – hadapkan ke Tuhan sebelum muncul ke luar. Jika hal buruk, segera minta ampun ke Tuhan. Mari hidup dalam lingkaran kasih Allah, sehingga Tuhan bisa berkati dengan mudah. Saat karakternya buruk, Tuhan sulit memberkati.

Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. Karena ada tertulis: ” Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan- Ku dan semua orang akan memuliakan Allah. ” Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. (Rm 14: 10-12)

Jangan menunjuk orang lain, tapi tunjuk diri sendiri. Sangat mudah untuk melihat kesalahan orang lain. Tapi tanpa dibukakan dan dibongkar Roh Kudus, kita tidak bisa mengerti diri kita sendiri.

4.2. Tanggung-jawab ke diri sendiri

Setiap kita diberi Tuhan talenta tertentu. Tidak ada orang yang diciptakan tanpa talenta. Apakah kita sudah kembangkan talenta itu? Persembahkan talenta yang ada pada Tuhan

Kesaksian
Berkali-kali mobil p Agung dijual untuk dipersembahkan ke Tuhan, dan harga jualnya selalu lebih tinggi daripada saat belinya. Salah satunya karena bu Tina merawatnya dengan baik.

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. (Mat 25: 23)

Hai hamba- hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba- hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang- orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. (Ef 6: 5-8)

Rawat apapun yang Tuhan berikan pada kita, termasuk harta kita.

Core value 5: Inovasi

Inovasi: gagasan baru, ada tindak lanjut,ada perbaikan yang terus menerus

Akhirnya, Saudara-saudara, isilah pikiranmu dengan hal-hal bernilai, yang patut dipuji, yaitu hal-hal yang benar, yang terhormat, yang adil, murni, manis, dan baik. (Fil 4: 8, BIS)

Saat kita isi pikiran dengan hal yang bernilai, maka gagasan-gagasan kita yang muncul adalah dari Tuhan. Miliki inovasi-inovasi baru, sehingga itu jadi ciri kita. Inovasi membuat kita memiliki ke-khas-an

Masing-masing gereja punya panggilan sendiri. JKI punya visi dalam misi, mottonya tetap “win the lost at any cost”

Kesaksian
Bu Tina mengunjungi pengungsi di Eropa. Mereka hidup di penampungan, ada uang, tapi tidak bebas kemana-mana. Yang mereka hadapi tidak mudah, banyak yang frustasi. Maka dari itu bu Tina terlibat dalam konferensi hamba Tuhan Arab di Eropa. Saat ini JKI terlibat dan membangun hubungan dengan kelompok gereja-gereja ini, dan membantu mereka menyusun rencana 1 tahun dan 5 tahun ke depan bagi gereja-gereja Arab.

Deklarasi: Mzm 119: 26-33

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter);
WhatsApp 0878-3377-8822

Minggu, 22 Januari 2017
Apa yang Keluar, itu yang Menajiskan
Tina Agung Purnomo

Mrk 7: 14-20
Para ahli Taurat dan orang Farisi datang dari Yerusalem ke Galilea, 150 km jauhnya, hanya untuk memantau seperti apa perkembangan Yesus. Saat mereka anggap ada kesalahan yang dilakukan Tuhan Yesus atau para muridNya, mereka menjatuhkan penghakiman.

Tradisi Yahudi sangat ribet. Bagi orang kebanyakan cuci tangan sebelum makan adalah kebiasaan, dan kebersihan yang harus dilakukan. Tapi bagi orang Yahudi sudah jadi peraturan/ hukum, jika tidak dilakukan maka najis.

Aturan Yahudi mengenai cuci tangan:
Pagi harus mencuci tangan dengan benar. Itu menjaga kekudusannya sepanjang hari jika tidak bertemu orang lain.
Jika selama hari itu bersalaman dengan orang lain – maka najis lagi, jika akan makan harus cuci tangan lagi.
Makan tanpa cuci tangan jadi obyek serangan roh jahat, mereka jadi miskin dan hancur.
Roti yang dimakan tanpa cuci tangan tidak lebih baik dari kotoran manusia.
Seorang rabbi yang sekali aja melanggar hal ini, harus dimakamkan terpisah/ terasing dari yang lain.
Lebih baik mati kehausan daripada air cuci tangan digunakan untuk minum.
dst

Murid Yesus tahu peraturan-peraturan ini, tapi tidak mau terikat dengan hukum itu. Mereka melihat kemunafikan ahli-ahli Taurat itu: datang jauh-jauh dari Yerusalem untuk menghakimi Yesus.

Yesus mengajarkan kebenaran: yang penting adalah yang di dalam, bukan yang di luar

Kata-Nya lagi: ” Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal- hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang. ” (Mrk 7: 20-23)

Percabulan
Saat ini sudah marak di internet, aksesnya mudah. Pilihan kita : memilih yang kudus atau najis. Bagi yang mempunyai hal-hal berbau porno di gadget – segera hapus. Setelah di hapus, barulah Roh Kudus bisa bekerja dengan leluasa, roh kita bangkit dan bertumbuh. Jangan meniru dunia, tapi kita harus bersinar terang.

Kita adalah saluran berkat Tuhan. Jika banyak kotorannya, maka berkat tidak akan lancar.

Pencurian – semua sumbernya di hati, masuk pikiran, baru ujungnya bertindak
Pembunuhan – orang yang hatinya bersih tidak akan berkeinginan membunuh
Perzinahan
Saat melihat orang lain lebih baik dari pasangan – iblis mulai masuk. Hati kita tidak bisa dimasuki roh jahat jika tidak kita ijinkan masuk.
Kuncinya: bagaimana kita sendiri dengan Tuhan ? Apakah mau hidup benar/ kudus.

Keserakahan
Ingin mengambil sesuatu yang bukan haknya untuk dihamburkan dan kemewahan

Kejahatan (poneria, G4189)
keinginan untuk menyakiti orang lain, ingin membuat orang lain sejahat dia. Iblis – poneros – berbuat jahat dan ingin orang lain berbuat sama dengan dirinya.

Kelicikan (dolos, G1388) memasang jebakan untuk orang lain, dalam upaya pengkhianatan.
Contoh:
Orang Yunani mencoba masuk ke Troya selama 10 tahun dan gagal. Lalu mereka kirim kuda yang berisi prajurit. Orang Troya pikir itu jarahan dari Yunani yang kalah. Malam harinya prajurit di dalam kuda keluar dan membuka gerbang. Akhirnya Yunani menguasai Troya.

Jangan memiliki hati yang licik, karena menajiskan hidup kita. Mari bersikap tulus.

Hawa nafsu (aselgeia, G766)
kecenderungan jiwa yang membenci semua disiplin. Ciri-ciri: kehilangan rasa sopan dan rasa malu.

Iri hati
mata yang jahat, tidak suka dengan keberhasilan orang lain, bahkan mengutuki keberhasilan orang lain

Hujat
jangan menghujat. Gunakan mulut kita hanya untuk memuji Tuhan.

Kesombongan
merasa dirinya lebih baik dari orang lain, derajat dirinya lebih tinggi. Menempatkan dirinya melawan Allah. Puncak kejahatan adalah kesombongan.

Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (Yak 4: 6)

Kita semua adalah anak Allah, sama-sama ditebus oleh Tuhan Yesus. Tidak ada yang lebih tinggi dari yang lain.

Kebebalan
bebal moral, melakukan hal-hal yang bodoh.

Tuhan mau mengkoreksi dan ajari kita, supaya jadi lebih baik.

Pesan p Agung : bagi seseorang hamba Tuhan, yang terpenting adalah hatinya berkenan di hadapan Tuhan. Dari dalam hati bisa keluar hal-hal yang baik dengan yang buruk.

Sumber dosa bukanlah makanan atau persentuhan jasmani, tapi dari dalam hati, lalu masuk ke pikiran, akhirnya jadi perbuatan.

Hal yang kecil di dalam hidup harus diselesaikan dengan Tuhan.

Kesaksian
P Agung pulang ke surga, dan bu Tina ditahbiskan sebagai gembala gereja. Ada 33 divisi di gereja, ELT bekerja keras membenahi semua yang ada.
Saat ada banyak masalah, bu Tina sempat marah, merasa yang dialami tidak adil, mengeluh, merasa belum punya kapasitas, merasa imannya diseret.
Bu Tina juga merasa diseret imannya dalam urusan rumah baru dan pelajaran anak-anak.
Kehidupan rohani kita harus sendiri, tidak bisa rombongan/ ber-ramai-ramai. P Agung tahu hal ini, makanya mengarahkan bu Tina untuk bergaul pribadi dan sendiri dengan Tuhan.
Roh Kudus berkata: semua yang terjadi diperlukan supaya iman bu Tina bertumbuh di dalam Kristus, iman bu Tina ke Tuhan naik level.
Semua itu untuk meningkatkan potensi bu Tina, sehingga bisa jadi lebih baik. Dulu bu Tina biasa bergantung ke suami, karena banyak tidak berani melangkah sendiri.

Tapi saat ini mau-tidak mau harus bergantung total hanya pada Roh Kudus. Saat bergantung kepada Roh Kudus, bu Tina mendapat banyak hal yang baru, dan bu Tina merasakan damai sejahtera. Bu Tina jadi bisa melihat gambar besar tujuan Tuhan bagi dirinya: mengapa berada dalam kondisi seperti sekarang, mengapa ditempatkan di Semarang, dll.

P Steve, suami bu Monika (penterjemah) meninggal. Saat bertemu bu Tina, yang dikeluhkan bu Monika sama dengan yang pernah bu Tina.

Kita sering jatuh karena kerikil kecil, bukan batu besar. Singkirkan kerikil-kerikil dari hati kita.

P Agung orangnya visioner, yang dilihat segala yang besar di depan. Tapi dampaknya tidak ada pengaturan detil dan kecil-kecil, tidak ada sistem. Bu Tina membuat sistem untuk berbagai bagian. Atas saran beberapa teman, bu Tina memakai akuntan publik untuk mengurus keuangan dan laporannya.

Hal-hal kecil di dalam hati harus dibereskan, termasuk kemarahan dan kejengkelan. Jika dibiarkan, maka kita tidak bisa lagi dengar arahan Roh Kudus, ujungnya melakukan tindakan-tindakan bodoh.

Bagaimana memiliki hati yang bersih dan kudus
1. Hanya Tuhan Yesus yang bisa merubah dan mengkuduskan

Saat lampu dimatikan, kita tidak bisa melihat jika ada kotoran. Saat lampu dinyalakan, maka semua kotoran terlihat. Yesus adalah terang dunia. Saat kita mengandalkan Yesus, kita bisa melihat kotoran-kotoran dalam hati kita. Terang Yesus bisa di dapat di Firman, karena Yesus adalah Firman.

Jika Firman Tuhan ada di hidup kita, maka Firman itu menerangi hidup kita dan membongkar hati kita, mengkuduskan manusia batiniah kita.

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman- Mu. (Mzm 119: 9)

2. Hanya dengan pertolongan Roh Kudus kita bisa memelihara hati kita.
Tuhan berikan Roh Kudus bagi kita sebagai penolong. Tanpa pertolongan Roh Kudus, kita tidak bisa mengkoreksi hati kita. Minta kepada Roh Kudus untuk menunjukkan kekotoran di hati, lalu minta Dia mengisi hati kita. Saat Roh Kudus di dalam kita, semua kekotoran di dalam hati akan menyingkir keluar.

Jangan hanya merasakan Roh Kudus pada hari minggu, tapi setiap saat dan setiap keputusan harus tanya Roh Kudus. Biarkan Roh Kudus menuntun dan memberikan petunjuk.

Kita tidak bisa mengkoreksi diri sendiri, Roh Kuduslah yang bisa melihat diri kita yang sesungguhnya

Cermin adalah pantulan diri kita. Reaksi kita terhadap orang lain adalah diri kita sesungguhnya: iri hati, kejengkelan, kemarahan, dll. Jika kita tidak berbenturan dengan orang lain, kita tidak tahu kondisi hati kita.
Contoh: jengkel pada seseorang setiap kali bertemu.

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya (Ams 27: 17)

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. (Ibr 12: 14)

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Ams 4: 23)

Iblis selalu berusaha masuk di hidup kita, karena dia adalah musuh Tuhan. Iblis tidak suka kita mencari Tuhan.

Kehidupan kita di dalam Kristus akan terpancar keluar jika hati kita bersih. Dari hati yang bersih tidak akan muncul makian atau perkataan yang jahat. Pilihan ada di dalam kita: mau hidup kudus, atau hidup seperti dunia.

Core value JKI Injil Kerajaan: IKUTI -> Integritas, Kekeluargaan, Unggul, Tanggung-jawab, Inovasi
Nilai-nilai ini harus ada dalam hidup setiap jemaat JKI Injil Kerajaan.

Saat hidup kita bersih-kudus-benar, berkat Tuhan akan turun di hidup kita tanpa terhalang.

Rekening JKI Injil Kerajaan:
BCA 182-53-0000-9
BCA – Berkat bagi bangsa – 182-27-0000-9

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Minggu, 08 Januari 2017
Asal Kujamah Jumbai JubahNya
Yosea Christiono

Setiap orang ingin hidupnya lancar-baik- dan enak saja. Tapi kenyataannya tidak begitu. Saat kita hanya terima yang baik, kita tidak bisa menghargai anugrah yang kita terima.

Ilustrasi
Seorang anak dari kecil diberikan semua kemauannya dan diproteksi. Anak ini akan berfikir bahwa hidup ini mudah. Kelak anak ini tidak akan siap menghadapi kehidupan. Ini malah menjerumuskan.

Ada masa-masa hidup yang tidak nyaman, sebagai bagian pelatihan, sehingga kelak hidupnya kuat. Saat menghadapi sesuatu yang besar, yang butuh keteguhan hati dan kekuatan mental, kita harus sudah terlatih. Kemampuan menghadapi masalah tidak datang dengan tiba-tiba. Ujian kehidupan tidak bisa diprediksi. Hanya orang yang terlatih dan mau berubah, siap menghadapi ujian apapun dalam hidup.

Mrk 5: 24-33
Yesus sedang berjalan, banyak orang menempel pada Yesus. Di tengah orang berhimpitan, Yesus bertanya “siapa yang menjamah jubahKu ?”. Di Matius ada penjelasan lebih rinci: yang disentuh adalah jumbai jubah Yesus.

Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah- Nya. (Mat 9: 20)

Tindakan iman wanita ini dilakukan dengan segenap hati. Tindakan iman wanita ini akhirnya dicontoh orang lain. Saat ada kesaksian seseorang, kita bisa mencontohnya. Saat kita punya iman yang sama, maka kita akan alami hal yang sama.

Mrk 6: 53-56 – Tindakan iman wanita ini ditiru oleh banyak orang, dan mereka juga disembuhkan.

Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. (Mrk 6: 56)

Jika kita tidak mengalami Tuhan di hidup kita, harus introspeksi: mana yang tidak tepat di hidup kita. Jangan hanya mencontoh penampakan luar, tapi contohlah yang di dalam.

1. Jumbai jubah itu akan mengingatkan kamu kepada segala perintah Tuhan (Bil 15: 37-41)

Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN (Bil 15: 39)

Jumbai jubah mengingatkan orang Israel pada perintah Tuhan dan pengalaman-pengalaman dengan Tuhan.

Kesaksian
p Yosea mempunyai seorang teman pengusaha. Di sudut ruang kerja teman itu ada banyak akrilik berbentuk salib, dan di bagian bawah masing-masing salib ada catatan peristiwa-peristiwa yang pernah dialami teman ini dengan Tuhan.

Kita harus punya mezbah, yang menandai saat-saat kita mengalami Tuhan dengan luar biasa.

Saat Tuhan mau membangun karakter kita, memperkokoh akar hidup kita, Tuhan akan beri 1-2 peristiwa untuk mengujinya. Jika sebelumnya kita tidak punya pengalaman dengan Tuhan, maka bisa patah semangat dan kecewa dengan Tuhan.

Bagi orang Israel, melihat jumbai jubah artinya melihat pengharapan

Ibr 12: 1-3 – Kita harus punya pengalaman yang mengingatkan kita pada Tuhan.

Kehidupan manusia mungkin terlihat selalu naik. Tapi setelah diamati dari dekat, selalu ada sedikit penurunan, lalu naik lagi. Saat kita retret, istirahat, pemulihan, itu saat hidup kita turun sedikit. Jika saat turun itu disertai pertobatan dan ketaatan, kita akan naik lebih tinggi.

2. The power of kepepet
Wanita ini berkali-kali mendengar tentang Yesus yang bisa menyembuhkan. Seseorang yang mendengar tentang Tuhan belum tentu berubah. Dia baru berubah saat ada respon dari dalam. Tapi dia punya masalah: sakit pendarahan, artinya dia najis (Im 15: 25), dan apapun yang disentuh juga najis.

Dengan Tuhan itu pribadi

Saat melihat Yesus, ada tarik-menarik di hati: antara merasa najis dan butuh disembuhkan.

Sama seperti orang berdosa yang butuh diampuni. Banyak orang yang merasa berdosa tidak mau ke gereja. Ini konsep yang salah. Dalam gereja ada berbagai macam orang: ada yang berkobar-kobar cinta Tuhan, ada yang baru bertobat, ada yang dewasa rohani, tapi ada juga yang berdosa. Saat ada salah dan dosa, tetap cari Tuhan karena itu pribadi, tidak bisa dengan perantaraan orang lain.

Wanita ini merangkak supaya bisa mendekati Yesus, dan akhirnya bisa menjamah jumbai jubah Yesus, dan disembuhkan.

Desperately looking for help
Saat seorang sudah sakit bertahun-tahun, tidak lagi perduli yang menyembuhkan dari agama apapun – yang penting sembuh.

Orang yang belum pernah mentok/ tersudut, tidak akan mengalami sesuatu yang besar.

> Ada adrenalin iman yang muncul di saat terdesak
Tekat wanita ini muncul dari dalam: jika tidak bertemu Yesus maka akan mati.

Kesaksian
P Yosea selalu berdoa pada Tuhan: “Jangan buat aku tenang jika menjauh daripadaMu, buat hatiku gelisah”. Hati ini jadi alarm dalam hidup p Yosea. Jika tidak ada damai, maka p Yosea tidak akan mengambil keputusan besar, lalu mundur dan mencari Tuhan.

> The power of kepepet
Saat tersudut ada kekuatan yang keluar. Padahal kepepet (tersudut) itu tidak enak.

Ilustrasi
Saat keuangan mepet, keinginan kita dibatasi oleh jumlah uang. akan mulai melihat kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya tak terlihat saat kondisi longgar.

Saat ada masalah, orang yang tidak biasa cari Tuhan akan mencari teman atau peluang lain. Ini sikap yang salah, karena artinya teman kita menggantikan posisi Tuhan. Seharusnya yang pertama dicari adalah Tuhan. Hubungan kita dengan Tuhan itu pribadi, tanpa ada orang lain sebagai perantara.

Siapa diri kita sebenarnya: Respon pertama yang muncul di hati sebelum dipikir.

Tuhan dekat dengan orang yang hatinya hancur/ patah (Mzm 51: 19-21)
Wanita ini najis, yang disentuh harusnya ikut najis. Tapi saat menyentuh Yesus justru dia sembuh.

Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mzm 51: 19)

Tuhan sifatNya penuh kasih, dan ingin selalu menolong. Saat seseorang hancur hati, Tuhan seperti mendekatinya. Segera ceritakan pergumulan kita pada Tuhan.

Bahkan tindakan iman yang desperately wanita pendarahan ini mampu mengintervensi jadwal pelayanan Tuhan Yesus. Mampu membuat Tuhan Yesus berpaling kepadanya. Jadwal pelayanan Yesus sebenarnya (Mrk 5: 21-25) adalah jadwal pelayanan Tuhan pada anak Yairus.

3. Kasih Karunia dan kebenaran ada dalam Tuhan Yesus
Di jaman sekarangpun kita bisa menjamah Yesus.

Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. (Yoh 1: 15-17)

Saat Yesus berjalan, Dia penuh kasih karunia demi kasih karunia. Maka saat wanita itu menjamahNya, kasih karunia keluar dari Yesus dan menyembuhkan wanita ini.

Alami persekutuan kehidupan yang lebih nyata dalam perjamuan kudus.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” (Yoh 6: 47-51)

Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap- tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita. (1Kor 11: 27-31)

Ada kuasa dalam perjamuan kudus: pemulihan, kesembuhan, kekuatan baru
Dalam perjamuan kudus kita bisa menjamah tubuh Tuhan

Saat kita butuh pertolongan Tuhan, ambil tubuh dan darah Tuhan. Tapi jangan di-mistik-kan. Saat kita satukan hati berdoa untuk roti dan anggur, maka selama perjamuan kudus, roti dan anggur jadi tubuh dan darah Kristus.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878-3377-8822

Minggu, 01 Januari 2017
Menabur di Tanah yang Baik dan Berbuah
Tina Agung Purnomo

Mrk 4: 2-8, 14-20

Injil Markus lebih banyak menceritakan aktifitas Yesus dibanding injil Matius dan Lukas. Pengajaran Yesus hanya di pasal 4: Yesus mengajar 3 perumpamaan; dan di pasal 12: Yesus mengajar 1 perumpamaan.

Penabur adalah Tuhan, kita adalah tanahnya. Tuhan bisa menikmati panen raya dan buah yang lebat melalui hidup kita jika kita menjadi tanah yang baik.

Tanah yang baik adalah:
1. Tanah yang gembur, sudah dibajak, tidak keras
Tanah yang keras tidak bisa ditanami apapun. Tanah harus digemburkan sehingga biji bisa ditanam dengan baik. Selanjutnya tanah diaduk, sehingga gizi yang di bawah naik.

Seringkali hidup kita diaduk-aduk: kadang sudah tenang, lalu turun ke bawah, sudah nyaman dipindah ke tempat yang tidak nyaman. Tapi ini cara Tuhan supaya kita jadi tanah yang baik.

Yang tidak baik adalah jiwa dan daging kita, maka Tuhan mengolahnya sehingga jadi gembur dan siap ditanami Firman Tuhan.

Syukuri apapun yang kita alami, karena itu proses Tuhan untuk mempersiapkan diri kita. Jangan alergi dengan masalah dan persoalan, itu ada untuk membangkitkan iman kita. Saat kita seperti tanah yang gembur, benih apapun yang Tuhan tanam akan tumbuh.

Warisan terbesar p Agung kepada bu Tina: banyaknya masalah yang tertinggal. Semua ini membuat iman bu Tina bangkit, hatinya mengandalkan Tuhan, dan cara berfikir jadi Alkitabiah.

Saat tanah kita gembur, ditanami apapun akan tumbuh. Tanah yang keras adalah sikap skeptik, tidak gampang percaya, sekalipun mujizat terjadi.

Kesaksian di KKR Purwokerto
Seorang ibu minta didoakan untuk dapat hadiah pertama. Saat diundi, ternyata ibu inilah yang dapat hadiah motor. Ibu ini sedang membutuhkan kendaraan karena ekonominya sedang sulit. Tuhan itu memberi tepat pada yang membutuhkan. Ujungnya ibu ini mau dituntun untuk terima Tuhan Yesus.

Seringkali manusia ragu-ragu tentang kesaksian orang lain, maka dia tidak akan menerima. Orang yang ragu berkata bahwa mujizat itu khusus untuk 1 atau 2 orang tertentu saja.

Tuhan menjawab iman kita, bukan kebutuhan kita.

2. Tidak berbatu-batu
Orang yang terlalu sibuk, sehingga tidak ada waktu bagi Tuhan. Contoh: sibuk menjawab medsos, tidak perhatian, sehingga tidak tahu bahwa Tuhan datang membawa berkat.

Jangan terlalu sibuk dengan hidup kita!

Defisit rohani: banyak hamba Tuhan memberikan kepada orang lain, tapi sedikit menerima dari Tuhan, karena hubungan pribadi dengan Tuhan kurang.

Kita boleh melayani dengan segenap hati dan tenaga, tapi jangan lupa bahwa hubungan dengan Tuhan itu yang pertama dan utama. Ada waktu Tuhan bisa berbicara kepada kita, saat Roh Kudus dicurahkan itulah yang membuat hidup kita menjadi tanah yang baik, yang siap ditaburi benih Firman.

Pengurapan bertujuan membuat kita lebih dekat dengan Tuhan, lebih kuat menangani segala sesuatu. Berkat materi karena pengurapan hanyalah bonus

Kita seringkali jatuh bukan karena batu besar, tapi kerikil kecil. Contoh kerikil yang menghalangi kita jadi tanah yang baik: kepahitan, kejengkelan, tidak bisa mengampuni.

Mari mulai tahun yang baru dengan bebas dan hati yang baru, membuang semua kerikil di hidup kita.

3. Tidak ada tanaman liar/ semak belukar
Membersihkan tanaman liar tidak bisa hanya di permukaan, tapi harus dicabut hingga ke akar-akarnya.

Saat hidup kita penuh dengan tanaman liar, maka kekuatiran dan tipu daya dunia bisa masuk ke hidup kita. Jangan ingin kaya! Jika kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, maka berkat materi adalah bonus. Jangan kejar bonusnya, tapi kejar Tuhan.

Tuhan ingin hati dan hidup kita jadi tanah yang baik, bisa berkomunikasi dengan Tuhan dimanapun.

Cara menghilangkan semak belukar adalah dengan hidup dalam kasih. Karena di dalam kasih tidak ada ketakutan dan kekuatiran.

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1Yoh 4: 18)

Kesaksian
Ibu dari salah seorang pastoral meninggal. Saat bu Tina datang, langsung di seka dan di make up. Ibu yang meninggal ini kena TBC. Seorang yang membantu mengingatkan bu Tina tentang bahaya ketularan. Bu Tina sempat takut, tapi Roh Kudus mengingatkan bahwa dalam kasih tidak ada ketakutan. Maka bu Tina memperkatakan dalam hati: saya melayani dengan kasih dan tulus, maka tidak akan tertular virus apapun. Setelah diperkatakan tidak ada lagi ketakutan.

Dalam kasih tidak ada ketakutan, kekuatiran, tidak akan dimanipulasi oleh harta-kekuasaan-keinginan daging. Kasih itu memberi dan mau berkorban.

Doa minta supaya kita menerima kasih Allah, yang melenyapkan semua ketakutan dan kekuatiran.

Tanah yang baik itu membuat tanaman tumbuh subur, dan menghasilkan buah, hingga 30x, 60x, dan 100x lipat. Penabur awal adalah Tuhan. Saat tanah kita sudah baik dan subur, lalu berbuah, selanjutnya yang jadi penaburnya adalah kita. Dalam buah ada bijinya, ini jangan dimakan, tapi ditanam kembali. Jika semua kita makan, maka tidak menghasilkan apapun.

Saat kita terima anugerah Tuhan, jangan dimakan semua. Cari tanah yang subur, tanamkan benih kita di tanah yang subur. Taburan kita menentukan tuaian kita.

Tanamkan benih kita pada sesuatu yang kekal: roh manusia. Cari orang yang bisa diselamatkan, taburkan benih pada orang itu.
Contoh: Anak sekolah yang membutuhkan bea siswa: kita taburi, sehingga dia punya harapan untuk masa depannya.

Jangan hidup untuk diri sendiri, iman kita bisa bertumbuh jika ikut melayani.

Kesaksian
Seorang jemaat suaminya stroke, bahkan ber-halusinasi bertemu orang-orang yang sudah meninggal. Teman-teman MK nya mendoakan, dan si suami ini sembuh, bahkan ikut melayani.

Rekening JKI Injil Kerajaan:
BCA 182-53-0000-9
BCA – Berkat bagi bangsa – 182-27-0000-9

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Minggu, 25 Desember 2016
Tetapi Ia Dengan Keras Melarang mereka memberitahukan siapa Dia
Tina Agung Purnomo

Mrk 3: 1-12

Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. (Mrk 3: 12)

Markus tidak menjelaskan ucapan apa yang dilarang oleh Yesus, maka perlu dilihat pembandingnya pada Injil lain.

Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. (Mat 12: 16- 18)

Melarang = ἐπιτιμάω = epitimaō (G2008) = menghardik, menegur, melarang dengan keras, dan ada konsekuensi/ hukuman jika larangan itu dilanggar.

Tuhan melarang roh jahat menyaksikan siapa Dia. Ayat di Mrk 3:12 dan Mat 12:9 disebut Mesianic secret, artinya Yesus menyembunyikan identitasnya sebagai Mesias. Orang Yahudi menantikan Mesias, sementara Yesus baru memulai pelayananNya. Jika identitasNya terbuka di awal, Yesus bisa dibunuh.

Alasan Larangan untuk membertahukan identitas Yesus sebagai Mesias

1. Tuhan punya jangka waktu/ agenda/ Timeframe.
Ada waktu untuk bertumbuh dan mempersiapkan diri di bawah asuhan orang-tuaNya. Tapi setelah itu ada waktu Tuhan mulai menyatakan diriNya lewat mujizat-mujizat yang dikerjakanNya.

Yesus lahir untuk mengembalikan kerajaan Allah yang sudah hilang di dunia. Tuhan Yesus menyatakan bahwa kerajaan Allah sudah datang di dunia, dan kerajaan itu ada di dalam kita.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yoh 10: 10)

Yesus bersikap keras kepada iblis, supaya timeframe Tuhan tidak berantakan. Musuh Tuhan adalah iblis. Kita juga harus bersikap keras pada iblis, sehingga agenda Tuhan bisa berlangsung di hidup kita dan tidak ada penundaan.

Kesaksian.
P Agung setia melayani dari kampung ke kampung, dan Tuhan janji akan memakainya. Saat bertanya kapan Tuhan akan pakai, Tuhan perintahkan p Agung untuk menikah dengan bu Tina, baru Tuhan akan pakai.

Kesetiaan adalah sesuatu yang langka di akhir jaman. Kita harus setia dalam pekerjaan, dalam pelayanan, dalam apapun yang Tuhan percayakan. Waktu peninggian/ promosi adalah dari Tuhan.

P Agung dan bu Tina menikah 15 maret di GIA Pringgading, diberkati oleh p Damaris dari Bandung. Dua Minggu setelah menikah, p Agung diundang p Arifin untuk khotbah di full gospel (FGBMFI) Surabaya, di gedung go-skate, di hadapan 4 ribu orang.
Sejak saat itu Tuhan bawa p Agung dari kota ke kota di Indonesia. Sebelumnya beliau hanya melayani di sekitar Semarang, dari kampung ke kampung.

Jangan sampai iblis mengacaukan agenda Tuhan dalam hidup kita. Kerjakan yang di tangan kita dengan penuh kehati-hatian dan kesetiaan.

2. Deklarasi tentang Anak Allah Harus Dinyatakan oleh anak-anak Allah, bukan oleh Iblis

Bilamana roh- roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan- Nya dan berteriak: ” Engkaulah Anak Allah. ” (Mrk 3: 11)

Iblis tahu siapa Yesus, dan tersungkur di depan Yesus. Kita harus kenal Yesus lebih dari iblis, sehingga kita yang mendeklarasikan kebaikan dan kebesaran Tuhan dalam hidup kita.

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ” Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? ” Maka jawab Simon Petrus: ” Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup! ” Kata Yesus kepadanya: ” Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa- Ku yang di sorga (Mat 16: 15-17)

Pengertian Petrus berasal dari pewahyuan. Petrus berkata bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, bukan Allah yang mati atau hanya diam. Allah adalah Roh, dan Roh Allah tinggal di dalam kita. Sebelum mendapat pewahyuan tentang Yesus, mata kita seperti dalam selubung, mata kita tidak bisa melihat Yesus dengan jernih. Saat kita mengerti siapa Yesus, kita bisa mendeklarasikan Yesus yang kita sembah.

Deklarasi publik tentang kedatangan Yesus
1. Deklarasi dari malaikat pada natal yang pertama mendatangkan pengharapan dan sukacita. Orang-orang yang mendengar dan percaya datang, dan membawa persembahan.
2. Deklarasi Yohanes pembabtis menghasilkan pertobatan dan pengharapan.

Deklarasi dari iblis tidak mendatangkan hal-hal positif, hanya mendatangkan ketakutan. Saat kita mendeklarasikan kata-kata dari Allah, maka yang muncul adalah pengharapan, pertobatan, sukacita, damai-sejahtera.

Deklarasi:
Tahun 2017 adalah tahun yang gilang-gemilang bagi kita, new-chapter, ada pembaharuan dalam hidup, rohani bertumbuh, kita jadi pemurid-pemurid, kita jadi anak-anak Allah yang dewasa rohani.

Kesaksian
Bu Tina mendoakan satu nama supaya bertobat, nama itu didoakan dan ditulis, lalu dinaikkan ke hadapan Tuhan dalam kebaktian Bob Wainer. Sekian waktu kemudian orang itu bertobat, bahkan mengambil sekolah Alkitab.

Apapun yang dikatakan iblis: jangan dipercaya, sebaik apapun itu! Karena ujung-ujungnya jelek. Hanya percayai perkataan firman Tuhan.

Contoh: ucapan dari peramal-peramal, paranormal-paranormal.

Kita harus belajar mendeklarasikan yang dari Allah, bukan yang dari iblis.

3. Punyailah Pengalaman Hidup Bersama Tuhan.

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. (Ayb 42: 5)

Sebelumnya Ayub mendengar tentang Allah dari orang lain. Kita sering dengar Yesus dari mimbar, kaset khotbah, radio, dll. Kita tidak bisa mengenal Allah hanya dari mimbar, tapi harus punya pengalaman hidup pribadi dengan Allah.

Kesaksian
P Agung berdoa minta rumah baru, karena rumah lama sering kebanjiran, dan beberapa kali didatangi jemaat yang mabuk.
Saat mendapat rumah di green-wood, 3 bulan pertama bu Tina takut apakah bisa membayar, maka hanya bisa bernyanyi El-Shadai.
Saat ke Vietnam, ternyata ada yang memberi cek sebesar 75 juta. Begitu pulang dari Kamboja, langsung diserahkan kepada pengusaha real-estate. Ini karena p Agung dan bu Tina punya prinsip untuk integritas kepada Tuhan: meminta pelunasan rumah, saat Tuhan beri dananya tidak ditahan, tapi langsung dibayarkan.
Semula pengusaha itu mau membantu hamba Tuhan, ternyata Tuhan balikkan sehingga hamba Tuhan yang membantunya. P Agung melunasi rumah itu hanya dalam waktu 9 bulan.
Pengalaman pribadi ini selalu diingat p Agung dan bu Tina.

Kita hanya bisa memberi saat kita mempunyai. Saat kita punya kesaksian hidup, kita tidak akan diam, kita akan membagikan di MK. Saat hidup kita mengalami perubahan, kesaksian itu bisa menyentuh dan mengubahkan orang lain. Jangan malu bersaksi!

Apapun yang berasal dari pikiran – hanya memberi informasi pada pikiran orang lain, dan responnya hanya apresiasi. Jika yang di share dari perasaan- hanya akan menuai simpati. Jika sesuatu itu keluar dari hidup yang diubah oleh Tuhan – itu sanggup mengubah hidup orang lain juga.

Tuhan beri kita kehendak bebas, tapi jangan sampai kehendak-bebas itu mengacaukan time-frame Tuhan dalam hidup kita.

Rekening JKI Injil Kerajaan:
BCA 182-53-0000-9
BCA – Berkat bagi bangsa – 182-27-0000-9

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Sabtu, 24 Desember 2016
Seandainya Tuhan Yesus Tidak Lahir
Tina Agung Purnomo

Seandainya Tuhan Yesus Tidak Lahir
1. Tidak ada penyembuhan gangguan fisik dan mental
Orang kusta tidak ditahirkan
10 orang kusta tidak disembuhkan
Ibu Simon Petrus tidak disembuhkan
Setan yang menguasai orang – tidak dihardik keluar
Orang kerasukan setan (legion) di Gadara tidak dibebaskan
Bartimeus yang buta sejak lahir tidak dicelikkan
Orang buta, bisu-tuli, bongkok, busung air – tidak disembuhkan.
Wanita yang pendarahan 12 tahun tidak disembuhkan

2. Tidak ada bukti KUASA atas kekuatan alam
Angin ribut tidak diredakan
Tidak ada manusia yang berjalan di atas air
Tidak ada yang memberi makan 5 ribu laki- laki dengan 5 roti dan 2 ikan, bahkan sisa 12 bakul
Tidak air yang menjadi anggur dalam pesta kawin di Kana
Ikan tidak datang ke jala murid-murid saat Yesus perintahkan melempar jala ke arah tertentu

3. Tidak ada kebangkitan orang mati
Tidak ada kebangkitan orang mati: anak Yairus, anak laki-laki dari janda di Nain, Lazarus

Tapi sejarah mencatat bahwa Yesus lahir, dan melakukan tindakan-tindakan yang penuh kuasa mujizat. Yesus lahir sebagai Adam kedua, tujuanNya mengembalikan kerajaan Allah yang diambil iblis di taman Eden, lalu kerajaan Allah akan kembali ditegakkan di dunia.

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. (Rm 14: 17)

Patokan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Adakah kebenaran ?
2. Adakah damai sejahtera ?
3. Adakah sukacita ?

Saat kita kebingungan untuk menempuh suatu hal, periksa 3 hal di atas. Jika tidak ada, jangan dikerjakan. Jika 3 hal di atas ada, kerjakan yang ingin kita kerjakan, pasti kerajaan Allah akan ada dalam hidup kita.

Yesus lahir di dunia seperti manusia biasa, tapi Dia membuktikan kuasa Allah di dalam kehidupanNya

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Minggu, 18 Desember 2016
Yang Begini Belum Pernah Kita Lihat
Yosea Christiono

Semakin kenal Tuhan hidup harusnya semakin sederhana, bukan semakin rumit. Saat belajar dari Tuhan, maka hikmat ditambahkan, rahasia-rahasia disingkapkan, kita akan melihat sisi-sisi Tuhan yang luar biasa. Jika karena pengalaman semua jadi lebih rumit, kemungkinan kita tambah menjauh dari Tuhan.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Mat 11: 28-30)

Yesus mengajar di rumah, orang-orang begitu antusias mendengarkan Yesus mengajar, rumah itu penuh. Saat kita suka terhadap pengajaran seseorang, kita menantikan dia berbicara. Karena setiap kali orang ini berbicara, ada sesuatu yang disingkapkan.

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang- orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, (Mrk 2: 1-2)

Yesus adalah pengajar yang hebat. Di masa itu orang Yahudi tidak kurang pengajaran, tapi yang Yesus singkapkan berbeda, ada sesuatu yang Ilahi, sehingga membuat orang-orang datang ingin mendengarkan.

Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada- Nya, lalu Ia mengajar mereka. (Mrk 2: 13)

Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. (Mrk 4: 1-2a)

Tanpa sound system, orang datang dan ingin dengar Yesus. Orang yang ingin mendapat sesuatu, mereka diam dan mendengarkan. Jika tidak merasa butuh, orang akan ikut bicara. Maka semua orang yang hadir akan diam dan tenang sehingga bisa mendengarkan Yesus.

Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang- ulang kepada anak- anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu (Ul 6: 6-9)

Firman ini memerintahkan orang tua untuk mengajar Firman pada anak-anaknya di manapun. Maka artinya orang-orang Israel sudah biasa diajari tentang Tuhan sejak dari kecil.

Kesaksian acara seminar “my covenant”
Ada pertanyaan untuk anak: Apa yang tidak disukai dari orang tua. Jawaban anak 98%: jika orang tua memarahi mereka.

Pertanyaan untuk orang tua: Jika besok hingga 15 tahun ke depan harus menitipkan anak ke orang lain, dan tida boleh menjumpai, kriteria apa yang diinginkan?
Bapa di surga memilih orang tua yang tepat untuk membesarkan Allah yang jadi manusia: Yusuf dan Maria. Tuhan tidak sembarangan memilih. Anak adalah kepercayaan Tuhan kepada kita. Maka jika anak bertanya, orang tua harus menjawab.

Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN Allah kita? maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat. (Ul 6: 20-21)

Orang-orang tetap mencari Yesus karena perkataanNya berkuasa.

Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran- Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli- ahli Taurat. (Mrk 1: 21-22)

Pengajaran Yesus penuh kuasa, artinya:
Yesus mengajar dengan pengurapan Roh Kudus. Orang yang diurapi bisa berbicara dengan tenang, tapi perkataannya bisa masuk hingga mendalam.
Yesus menguasai materi dengan sempurna. Bahkan di usia 12 tahun Yesus sudah bertanya-jawab dengan ahli-ahli Taurat.
Yesus tidak hanya bercerita, tapi di dalamnya ada dorongan dan motivasi. Pengajaran Yesus tidak hanya sampai di pikiran, tapi masuk hingga mengobarkan hati.
Yesus mengajar dengan penuh semangat dan penuh iman. Pengajaran yang berkuasa memadamkan kemarahan yang di dalam, menyembuhkan sakit hati yang di dalam.

ada orang- orang datang membawa kepada- Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada- Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas- Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ” Hai anak- Ku, dosamu sudah diampuni! ” (Mrk 2: 3-5)

Yesus melihat iman yang di dalam mereka, dari perkataan dan perbuatan mereka. Iman selalu bicara yang di depan yang Tuhan kerjakan, tidak bicara yang di belakang.

Apakah gunanya, saudara- saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari- hari, dan seorang dari antara kamu berkata: ” Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang! “, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Tetapi mungkin ada orang berkata: ” Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan “, aku akan menjawab dia: ” Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan- perbuatanku. ” (Yak 2: 14-18)

Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, (Ef 1: 15-16)

Iman bisa terdengar dari tindakan iman yang dilakukan, kasih bisa terdengar dari dan tindakan kasih yang dilakukan. Artinya Paulus mendengar tentang kasih dan iman jemaat itu dari kisah perbuatan-perbuatan mereka.

Ada 4 orang me-nandu seorang yang sakit, yakin bahwa Yesus bisa menyembuhkan. Yang menyembuhkan si sakit bisa imannya sendiri, iman teman-temannya, atau iman gabungan semuanya.

Iman kita bisa membawa orang lain ke Tuhan.

Mrk 2: 6-12
Yesus di rumah, banyak orang mengelilingi dia. Tiba-tiba ada lubang di atap, lalu ada tilam diturunkan. Yesus melihat iman mereka, lalu berkata bahwa dosa mereka diampuni. Di antara yang berkumpul mendengarkan Yesus, ada ahli-ahli Taurat.

“Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu! ” Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang- orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: ” Yang begini belum pernah kita lihat. ” (Mrk 2: 11-12)

Yesus sudah mengampuni orang itu di awal. Arti perkataan Yesus di ayat 11: di dalam pengampunan ada kesembuhan, mujizat, dan pemulihan.

Yang begini belum pernah kita lihat : seseorang yang mengajar dengan penuh kuasa.
Sesuatu yang baru
Sesuatu yang berbeda dari sebelumnya
Sesuatu yang membuat hidup lebih bersemangat

Di dalam Tuhan banyak hal baru. Hidup kita 95% nya adalah pengulangan. Yesus berikan anugerah yang baru setiap pagi. Jatah kita adalah mau diubah. Jika kita tidak mau diubah, maka tidak akan ada yang baru.

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis- habisnya rahmat- Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan- Mu! “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia (Rat 3: 22-25)

Saat kita berkata kasih setia Tuhan tak berkesudahan, artinya kita akan menerima sesuatu yang baru dari Tuhan.

Jika setiap hari kita makan firman, pujian dan penyembahan, maka kita akan bisa mendengar Tuhan dengan lebih baik, Tuhan jadi lebih jelas dan sederhana.
Tapi jika kita lebih suka memberi makan emosi, pikiran dan perasaan, mengembangkan impian dan keinginan pribadi, tanpa memberi makan roh tentang Tuhan, maka jiwa yang lebih kuat bicara

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 0878 3377 8822

Minggu, 11 Desember 2016
Berkenalan dengan Markus Sang Forerunner
Bambang Budiyanto

Kerinduan ELC : semua jemaat cinta dan memahami Firman Tuhan, sehingga kuat dan kokoh atas Firman Tuhan.

Syarat sehat secara jasmani: makanan sehat, dikunyah dengan baik, perlu olah-raga untuk membakar kalori. Secara rohani juga sama. Jika hanya ikut ibadah minggu, maka bisa hanya menumpuk pengetahuan di kepala. Bahan makanan yang disampaikan hari minggu dicerna dan dibahas di MK, lalu di -aplikasikan/ praktekkan. Jika semua dilakukan, maka rohani akan sehat.

Walau penyembahan sangat indah, tapi belum ada dampak pada jemaat dan lingkungan sekitar di hari senin-sabtu, maka itu belum merupakan gereja. Gereja harus berdampak pada masyarakat yang bersentuhan dengan tiap-tiap jemaat, maka barulah bisa disebut gereja.

Aplikasi Firman Tuhan minggu lalu: melayani dan bukan dilayani, baik di gereja, pekerjaan, keluarga, tetangga, di manapun. Jemaat bertumbuh hanya saat melayani.

Murid-murid rasul Yohanes yang menonjol: Ignatius, Polycarpus, Papias. Papias mengisahkan bahwa Markus menuliskan Injil yang di-diktekan Petrus. Kemungkinan besar Injil Markus adalah pesan-pesan Petrus kepada murid-muridnya dan jemaat di masa depan.

Markus tidak termasuk rasul, tapi dia menceritakan bahwa dia menyertai Yesus saat ditangkap.
Mrk 14: 51-52 – indikasinya anak muda ini adalah Markus di usia 12-13 tahun. Dalam hidupnya, Markus mengalami naik dan turun. Tapi pengalamannya bersama Yesus di taman Getsemani sangat berkesan baginya.

Kis 15: 37-39 – Markus membuat Paulus dan Barnabas berpisah. Markus down, merasa bersalah, lalu pergi ke Roma, dan menjadi murid Petrus.

1Ptr 5: 13 – Markus adalah anak rohani Petrus. Saat itu Petrus adalah bishop di Roma. Petrus dipakai Tuhan secara luar biasa dalam kesembuhan, membangkitkan orang mati, dll.

Yohanes sebagai rasul termuda – sangat menghormati Petrus. Maka banyak cerita Yohanes melaporkan peran penting dan menonjol pada Petrus. Tapi injil Markus berbeda. Petrus diktek-an 7 kesalahannya saat mengikut Yesus.

1. Petrus bodoh, tidak mengerti pengajaran Yesus (Mrk 7: 18)

And He said to them, Then are you also unintelligent and dull and without understanding? Do you not discern and see that whatever goes into a man from the outside cannot make him unhallowed or unclean (Mrk 7: 18, AMP)

Frase “tidak dapat memahami” = ἀσύνετος = asunetos (G801) = bodoh.

2. Petrus dipanggil iblis oleh Yesus (Mrk 8: 33)

Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Mrk 8: 33)

Di seluruh Alkitab, hanya Petrus yang dikatakan “iblis” oleh Yesus.

3.Petrus bicara tanpa Berfikir (Mrk 9: 5-6)

Peter interrupted, “Rabbi, this is a great moment! Let’s build three memorials–one for you, one for Moses, one for Elijah.” He blurted this out without thinking, stunned as they all were by what they were seeing. (Mrk 9: 5-6)

di bukit kemuliaan, Petrus latah, bicara tanpa mikir.

4.Petrus sok pahlawan (Mrk 14: 29)

Kata Petrus kepada-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.” (Mrk 14: 29)

Petrus yakin bahwa tidak akan menyangkal Yesus.

5. Petrus diminta untuk doa, tapi ketiduran (Mrk 14: 37)

Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam? (Mrk 14: 37)

6. Petrus lari meninggalkan Yesus seorang diri (Mrk 14: 50)

Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri (Mrk 14: 50)

7. Petrus menyangkal Yesus 3x karena seorang budak kecil wanita, bukan tentara Roma (Mrk 14: 68-71)

Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di halaman. Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar, dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.” (Mrk 14: 66-67)

Petrus kisahkan semua kesalahannya pada Markus yang sedang merasa bersalah atas perpecahan antara Paulus-Barnabas. Tuhan bisa pulihkan Petrus, Tuhan juga bisa pulihkan Markus. Petrus mengorbankan reputasinya untuk membangun Markus dan generasinya.

Penampilan terakhir Petrus di Injil Markus:

Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu (Mrk 14: 72)

Ps Budiyanto pernah mengalami berbagai kegagalan, merasa sebagai penyebab berbagai kesalahan
Injil Markus ini menolong ps Budiyanto, seperti kisah ini menolong Markus.

Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Mrk 1: 2-3)

Markus memulai injilnya dengan bercerita tentang Yohanes Pembabtis.

Ayat 2 dikutip dari Maleakhi 3: 1 dan Maleakhi 4: 5-6.

Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu (Mrk 1: 2)

Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. (Mal 3: 1)

Ayat 3 dikutip dari Yes 40: 3-5

ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”, (Mrk 1: 2)

Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.” (Yes 40: 3-5)

Sebelum Mesias datang, Elia akan muncul dan memulihkan keluarga. Sebelum Yesus datang kedua kali, kembali akan terjadi pemulihan keluarga.

Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. (Mal 4: 5-6)

Elia yang dinubuatkan di Maleakhi adalah Yohanes Pembabtis. Sebelum kedatangan Tuhan yang ke-2, Tuhan akan mencurahkan lagi roh Elia.

Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.” (Luk 7: 28)

Diantara orang yang lahir di dunia, yang terbesar adalah Yohanes Pembabtis.
Yohanes Pembabtis tidak pernah menyembuhkan orang sakit. Tapi orang-orang datang pada Yohanes Pembabtis, hati mereka berbalik, bertobat, lalu dibabtis. Mujizat terbesar adalah membuat orang berdosa bertobat.

Hanya ada 1 kejadian di PL dimana 1 bangsa bertobat, yaitu saat Elia menang terhadap nabi-nabi Baal di atas gunung Karmel.

Jika roh Elia turun atas kita seperti pada Yohanes, apakah tugas kita?

1. Menemukan dan Membangun Pemimpin – Pemimpin Masa Depan, Pilar-pilar Kerajaan

Yoh 1: 35-36 – Yohanes Pembabtis menyiapkan murid-murid awal Yesus.

Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!” (Yoh 1: 35-36)

Murid-murid awal Yesus adalah murid-murid Yohanes Pembabtis: Yohanes dan Andreas. Yakobus, Petrus, Filipus dan Natanael juga diperkirakan murid Yohanes Pembabtis, pernah di mentor oleh Yohanes Pembabtis.

Siapkan pemimpin-pemimpin bagi Tuhan Yesus. Lihat anak-anak muda, siapkan-didik-mentor mereka, sehingga siap jadi pemimpin di masa depan. Kita tidak tahu akan jadi apa anak-anak muda di masa depan. Maka usahakan supaya ada investasi dari kita pada hidup mereka, dilayani-dibimbing-dituntun dengan baik.

2. Merubah, melunakkan, mentransformasi hati orang banyak (masyarakat)

Saat kita dihinggapi roh Elia, maka bangsa ini akan berbalik.

Penelitian:
Orang dunia yang terima Tuhan Yesus, biasanya mengalami 5-7 kali perbuatan baik orang Kristus.
Perbuatan baik seperti membajak hati orang, sehingga saat mendengar Firman Tuhan hatinya sudah siap, dan bisa terjadi pertobatan.

MK harus fokus pada pemulihan keluarga. Keluarga yang kuat, maka negara kuat

3. Menyuarakan kebenaran di tengah masyarakat, apapun resikonya – courage

Menyuarakan kebenaran ber-resiko. Yohanes Pembabtis ambil resiko itu, menegur kesalahan Herodes, dan akhirnya dipenggal.

Saat orang baik tutup mulut, maka kejahatan meraja-lela.

Setelah kisah Yohanes Pembabtis, ada 3 perikop
1. Di Sinagoga – gambaran gereja

Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar (Mrk 1: 21)

Yesus masuk ke Bait Allah, melepaskan banyak orang dari penyakit
Aplikasi: setiap akhir ibadah, pastoral berdiri di depan untuk mendoakan jemaat yang butuh

2. Di rumah Petrus – gambaran MK

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. (Mrk 1: 29)

Yesus sembuhkan ibu mertua Petrus, lalu orang-orang kota membawa orang-orang sakit untuk Yesus sembuhkan.

Saat Tuhan mulai hadir dalam hidup kita, maka setiap minggu di gereja akan ada pembebasan.

3. Di jalan – di market place

Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan. (Mrk 1: 38-39)

Kita dipakai Tuhan dimanapun, tidak hanya di gereja atau di MK. Masing-masing kita bisa mempercepat Tuhan datang, yaitu saat kita menyuarakan kebenaran, menyiapkan hati masyarakat, mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan.

Tuhan bisa datang tanpa adanya Elia, tapi Dia tidak mau, karena semua sudah dinubuatkan dan akan Tuhan genapi. Saat Yesus datang, hanya ada 1 Elia. Tapi di akhir jaman akan ada ratusan bahkan ribuan Elia yang memulihkan banyak keluarga.

Doa: minta dipakai Tuhan, dan diperlengkapi dengan roh Elia

Pengumuman:
Holine Yayasan Terang Bangsa – 08-222-55-91-887

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB);
antoniusfw1@gmail.com (email);
@Antonius_FW (tweeter); pin BB 5CE70545
WhatsApp, Line, 085 727 868 064